0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan18 halaman

Uji Perbedaan dalam Statistik Sosial

Modul ini membahas uji perbedaan, termasuk pengertian, kriteria pengujian, pembagian alat analisis, dan contoh soal. Uji perbedaan digunakan untuk mengetahui apakah sampel mempunyai perbedaan yang nyata dengan sampel lain. Alat uji yang digunakan adalah uji t, uji z, dan uji F (ANOVA). Terdapat uji satu mean, dua mean, dan kriteria pengujian berdasarkan ukuran sampel.

Diunggah oleh

SandroWagut
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
134 tayangan18 halaman

Uji Perbedaan dalam Statistik Sosial

Modul ini membahas uji perbedaan, termasuk pengertian, kriteria pengujian, pembagian alat analisis, dan contoh soal. Uji perbedaan digunakan untuk mengetahui apakah sampel mempunyai perbedaan yang nyata dengan sampel lain. Alat uji yang digunakan adalah uji t, uji z, dan uji F (ANOVA). Terdapat uji satu mean, dua mean, dan kriteria pengujian berdasarkan ukuran sampel.

Diunggah oleh

SandroWagut
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan

9 dan 10

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI


UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA

MODUL

STATISTIK SOSIAL
Oleh
SM NIKEN RESTATY, [Link], [Link]
Pokok Bahasan

Uji Perbedaan
Sub Pokok Bahasan:
9.1.
9.2.
9.3.
9.4.

Pengertian Uji Perbedaaan


Kriteria Pengujian
Pembagian alat analisis Uji Perbedaan
Contoh soal

Deskripsi
Untuk keperluan analisis data pada bidang riset, metode statistik yang ada dapat dibagi
sesuai dengan kegunaannya. Pembagian ini hanya berdasarkan kegunaan dan seringnya
digunakan metode statistik ini dalam riset : 1) Uji Perbedaan, 2) Uji Asosiasi, dan 3) Uji
Multivariat. Pada modul 9 dan 10 ini akan dibahas mengenai Uji Perbedaan saja.
Dalam Uji Perbedaan akan diuji apakah sebuah sampel mempunyai perbedaan yang nyata
dengan sampel yang lain. Alat uji yang dipakai adalah uji t dan anova.
TIU
Setelah mempelajari pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui konsepkonsep dasar statistik.
TIK
Setelah selesai mempelajari pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk :
1. Menggunakan dengan benar, uji satu sisi dan uji 2 sisi dalam uji perbedaan
2. Menyebutkan langkah-langkah pengujian hipotesis.
3. Menerapkan langkah-langkah pengujian hipotesis terutama uji t dan uji z untuk
penyelesaian soal.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

Daftar Pustaka
Djarwanto Ps, Drs. dan Drs. Pangestu Subagyo, MBA, Statistik Induktif, BPFE, Yogyakarta.
Nurgiyantoro, burhan, Gunawan, Marzuki, Statistik Terapan untuk Penelitian Ilmu-ilmu
Sosial, Gajah Mada university Press, Yogyakarta, 2000.
Santoso, Singgih dan Fandy Tjiptono, Riset Pemasaran : Konsep dan aplikasi dengan
SPSS, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2001.
Santoso, Singgih, Buku Latihan SPSS : Statistik Parametrik, PT Elex Media Komputindo,
Jakarta, 2002.
Santoso, Singgih, Menguasai Statitisk di Era Informasi dengan SPSS 12, PT Elex Media
Komputindo, Jakarta, 2002.
Usman, Husaini, Mpd dan R. Purnomo Setiady A, [Link], [Link], Pengantar Statistik, Bumi
Aksara, 1995.

9.1.

Pengertian Uji Perbedaan (termasuk Statistik Parametrik)


Dalam Uji Perbedaan akan diuji apakah sebuah sampel mempunyai perbedaan yang
nyata dengan sampel yang lain. Alat uji yang dipakai adalah uji t , uji z dan uji F
(anova).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

Contoh :

apakah jumlah pengunjung di kota Bandung dan Jogja berbeda secara nyata
ataukah tidak ?

apakah mahasiswa PKSM-lulusan SMU di seluruh angkatan mempunyai IP yang


berbeda secara nyata ataukah tidak ?

Apakah penjualan di sepuluh kota di Jawa berbeda secara nyata ataukah tidak ?

9.2.

Berbagai Metode Statistik Parametrik


Metode Statistik Parametrik yang dapat diterapkan pada berbagai kasus adalah :

1. Inferensi terhadap sebuah rata-rata populasi Uji satu mean


Tujuan dilakukannya pengujian ini adalah :1
a) ingin mengetahui apakah sebuah sampel berasal dari sebuah populasi yang
mempunyai rata-rata (mean) yang sudah diketahui.
b) Ingin menguji apakah rata-rata sebuah sampel sudah bisa mewakili populasinya.
Contoh : jika diketahui rata-rata berat badan sekelompok orang di sebuah kota

adalah

50 kg, apakah bisa disimpulkan bahwa rata-rata berat badan semua orang di kota
tersebut (sebagai populasi) juga 50 kg.
Pada pengujian ini perlu diperhatikan ukuran sampel :

sampel besar (n > 30)


Dalam kasus jumlah sampel yang diambil cukup besar atau varians populasi

diketahui pakai Uji z.


Untuk uji z ini dalam SPSS tidak tersedia fasilitasnya, maka untuk uji beda ratarata, uji satu sampel atau uji berpasangan, tetap saja menggunakan metode uji t.
Catt : Sampel 'besar' sebenarnya tidak ada ketentuan yang tepat batas besar kecilnya
suatu sampel. Sebagai sebuah pedoman jumlah sampel di atas 30 sudah bisa
dianggap sampel besar dan sebaliknya.
1Singgih Santoso, Menguasai Statistik di Era Informasi dengan SPSS 12, Elex Media Komputindo, 2005, hal.
271.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

sampel kecil (n< 30)

Jika n < 30 dan varians populasi tidak diketahui, metode parametrik yg digunakan
Uji t (student).

2. Inferensi terhadap 2 rata-rata populasi Uji dua mean


Tujuan dilakukan uji ini adalah :
a.

ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara 2 rata-rata populasi yang

independen.
Contoh : ingin mengetahui apakah ada perbedaan pola tinggi badan semua orang di
kota A dan di kota B ? t idak mungkin ambil semua orang dari masing-masing kota
(kota A & B) maka ambil saja sampel dari masing-masing kota tersebut.
b. ingin mengetahui ada hubungan antara kedua sampel (sampel yang dependen
satu dengan lainnya). Contoh :
3. asdad

Untuk uji t, ada 2 macam yaitu :

9.3.

Independent sample t test (Uji t untuk 2 sampel independen/bebas)

Paired Sample t test (Uji t untuk 2 sampel yang berpasangan)

Kriteria Pengujian

Uji Hipotesa satu mean


Sample besar : n 30
No

Formulasi

Ho : o
Ha : o

Gambar

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Daerah (Ho)
Penerimaan
-

2
2

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

Daerah (Ho)
Penolakan

2
atau
-
2

STATISTIK SOSIAL

Ho : o
Ha :
o

Ho : o
Ha : o

Rumus untuk Uji Z adalah :


Z hit = x o
atau

Sample kecil : n 30
No Formulasi
Gambar
1

Ho :
o
Ha :
o

Z hit = x o
S
n

Daerah (Ho)
Penerimaan
-t ( ,n-1) t t (,n1)
2
2

Daerah (Ho)
Penolakan
t t (,n1)
2
atau
t t (,n1)
2

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

Ho :
o
Ha :
o

t t (,n-1)

t t (,n1)

Ho :
o
Ha :
o

t -t (,n-1)

t -t (,n1)

Rumus untuk Uji t adalah :


t hit = x o
S
n

Uji Hipotesa dua mean


Sample besar : n 30
No

Formulasi

Ho : 1
2
Ha : 1
2

Gambar

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Daerah (Ho)
Penerimaan
-

2
2

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

Daerah (Ho)
Penolakan

2
atau
-
2

STATISTIK SOSIAL

Ho : 1
2
Ha : 1
2

Ho : 1
2
Ha : 1
2

Rumus untuk Uji Z adalah :


Z hit =
x1 x2
S12 + S22
n
n
Sample kecil : n 30
No Formulasi
Gambar
1

Ho : 1
2
Ha : 1
2

Daerah (Ho)
Penerimaan
-t ( ,n1+ n2 -2) t

2
t (,n1+ n2 -2)
2

Daerah (Ho)
Penolakan
t t (,
2
n1+ n2 -2)
atau
t t (,
2
n1+ n2 -2)

Ho : 1
2
Ha : 1
2

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

t t (,n1+ n2 -2)

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

t t (,n1+n2
-2)

STATISTIK SOSIAL

Ho : 1
2
Ha : 1
2

t -t (,n1+ n2 -2)

t t (,n1+n2
-2)

Rumus untuk Uji t adalah :


t hit =

x1 x2
S12 + S22
n
n

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

9.4.

Pembagian alat analisis Uji Perbedaan

Mulai

Analisis SATU
Univariat

Jumlah
Variabel ?

Statistik INTERVAL
Parametrik RASIO

SATU

DUA ATAU LEBIH


Multivariat

Analisis

Jenis
NOMINAL
Statistik
Data ?
ORDINAL
Non Parametrik

Jumlah
DUA ATAU LEBIH
Sampel

Uji z
Uji t

Hubungan
antar sampel ?
BEBAS
BERHUBUNGAN

Uji z
Uji t
Anova / Uji F

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Uji t
paired

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

9.5.

Contoh soal :
Ujilah hipotesis bahwa hasil rata-rata per hari dari suatu pabrik (rata-rata populasi) =
880 ton dengan alternatif bahwa lebih besar atau lebih kecil dari 880 ton perhari.
Suatu sampel yang didasarkan pada n=50 pengukuran, hasil rata-rata perhari 875 ton
dengan deviasi standard 21 ton.
Jawab :
Diketahui : Uji 2 sisi dengan sampel besar karena n > 30
1. Tentukan formulasi Ho dan Ha
Ho : = 880 ton
Ha : 880 ton
2. Tentukan signifikansi
= 5% = 5% = 2,5% = 0,025
2
2
0,5 0,025 = 0,475 lihat tabel Z; Z = 1,96
2
3. Tentukan daerah pengujian

4. Hitung dengan rumus


Z hit = x o = 875 880 = - 3,03
S
21
n
50
5. Kesimpulan :
- 3,03 < -1,96 berarti Ho ditolak.
Dikembalikan lagi kepada soal maka : hasil rata-rata per hari tidak sama dengan 880
ton.
Catatan :

Untuk uji satu mean sampel kecil n<30 langkah-langkah pengerjaannya sama. Yang
membedakannya hanya pada langkah ke 4 yaitu penghitungan dengan rumus.

Untuk uji sample dua mean (baik sampel besar dan sampel kecil), langkahlangkahnya pun sama. Yang perlu dibedakan adalah jumlah sampel (tolong
perhatikan sampel tidak sama dengan variabel, lihat modul 8).

8.4.1. UJI PERBEDAAN

Independent sample t test (Uji t untuk 2 sampel independen/bebas)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

10

Uji t 2 sampel independen pada prinsipnya akan membandingkan rata-rata dari 2 grup
yang tidak berhubungan satu dengan yang lain, dengan tujuan apakah kedua grup
tersebut mempunyai rata-rata yang sama ataukah tidak secara signifikan.
Syarat menggunakan metode statistik ini :
1. data yang digunakan adalah data kuantitatif
2. dengan asumsi data berdistribusi normal
3. jumlah sampel sedikit (dibawah 30)

Contoh kasus :
PT Sedap yang memproduksi mie instan selama ini menjual mie dalam 2 rasa yaitu
KARI AYAM dan SOTO AYAM. Untuk mengetahui apakah ada perbedaaan omset
penjualan kedua rasa tersebut di Bandung, Manajer Penjualan PT Sedap mengambil
sampel omset penjualan dari 9 tempat di kota Bandung, dengan hasil sbb : (akan
dilakukan pengujian untuk memastikan apakah ada perbedaaan penjualan antara 2 rasa
mie instan tsb).
1
2
3
4
5
6
7
8
9

KARI AYAM
250
255
254
215
265
211
242
215
255

SOTO AYAM
302
312
295
248
267
222
308
350
331

Untuk pembahasan kasus ini akan dikemukakan 2 cara perhitungan yaitu secara manual
(hitung-hitungan) dan SPSS.
Secara manual :
Untuk penghitungan secara manual ini, dengan mengikuti langkah-langkah seperti yang
telah dikemukakan di atas :
1. Tentukan formulasi Ho dan Ha.
Ho : Tidak terdapat perbedaaan omset penjualan mie KARI AYAM dengan SOTO
AYAM.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

11

Ha : Terdapat perbedaaan omset penjualan mie KARI AYAM dengan SOTO AYAM.
Hipotesis statistik :
Ho : kari ayam soto ayam
Ha : kari ayam soto ayam
2. Tentukan level of signifikansi ()
3. Tentukan kriteria pengujian (daerah tolak atau daerah terima) lihat tabel.
4. Menghitung dengan rumus.
5. Kesimpulan : membandingkan antara langkah no.3 dengan langkah no.4.
Secara SPSS :
Akan dilakukan uji t untuk variabel independen karena :
jumlah sampel kecil (dibawah 30)
data dianggap berdistribusi normal
varians untuk 2 kelompok data yang diuji diasumsi sama.
Hanya ada 2 variabel (kari ayam dan soto ayam) dan kedua variabel independen
(artinya kari ayam independen terhadap soto ayam, dalam arti tidak mungkin
sebungkus mie instan mempunyai kedua rasa tersebut sekaligus).
Output SPSS
T-Test

Omset

Rasa

Mean

Kari Ayam
Soto Ayam

9
9

240.22
292.78

Std.
Deviation
20.81
40.47

Std.
Mean
6.94
13.49

Error

Analisis
Output bagian pertama (Group statistics)
Terlihat untuk rasa KARI AYAM, rata-rata omset per bulan adalah 240,22 bungkus,
sedangkan rasa SOTO AYAM adalah 292,78 bungkus. Sekilas dapat dilihat bahwa ratarata omset kedua mie instan tersebut adalah berbeda. Masalahnya apakah perbedaan
tersebut nyata ataukah tidak ?
Output bagian kedua (Independent Sample test)
Untuk analisis bagian ini ada 2 tahap :
a.

Dengan Levene Test, diuji apakah varians populasi kedua sampel tersebut
sama ataukah berbeda (analisis ini diperlukan untuk apakah perlu melakukan
uji t test atau tidak).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

12

b.

Dengan t test dan berdasarkan hasil analisis nomor a, diambil suatu keputusan.

a. Mengetahui

apakah

varians

populasi

identik

ataukah tidak.
Seperti telah dikatakan di atas, 2 kelompok data tersebut akan diuji terlebih dahulu
apakah mereka mempunyai varians yang sama ataukah tidak, dengan ketentuan
bahwa seharusnya varians kedua data adalah sama.
Hipotesis untuk kasus ini :
Ho : varians omset mie rasa KARI AYAM dan SOTO AYAM adalah sama.
Ha : varians omset mie rasa KARI AYAM dan SOTO AYAM adalah berbeda.
Dasar pengambilan keputusan :
Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima.
Jika probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak.
Keputusan :
Terlihat bahwa F hitung untuk omset dengan equal variance assumed (diasumsi
kedua varians sama atau menggunakan pooled variance t test) adalah 2,775 dengan
probabilitas 0,115. Oleh karena probabilitas > 0,05, maka Ho diterima atau kedua
varians adalah identik varians omset rasa kari ayam dan soto ayam adalah sama.

Jika terbukti bahwa varians tidak sama (berbeda), dapat dilakukan penambahan
sampel atau data ditransformasi ke logaritma atau yang lain. Namun demikian,
pelonggaran terhadap asumsi ini masih diperbolehkan, dalam arti uji t tetap
dilakukan walaupun varians tidak sama.
Keputusan cepat dapat juga diambil dengan langsung melihat pada letak angka F
(Levene test) di output. Terlihat angka F ada di Equal variance assumed, maka
otomatis hasil itu yang dipakai.
b. Analisis dengan memakai t test untuk asumsi
varians sama.
Hipotesis untuk kasus ini :
Ho : rata-rata omset mie rasa KARI AYAM dan SOTO AYAM adalah sama.
Ha : rata-rata omset mie rasa KARI AYAM dan SOTO AYAM adalah berbeda.
Pengambilan keputusan :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

13

CONTOH SOAL SPSS


Andi adalah seorang sales di sebuah perusahaan roti. Menurut data yang didapat Andi
mampu menjual roti rasa durian sebanyak 330 buah. Manajer penjualan menganggap
penjualan Andi berbeda dengan rekan-rekannya. Benarkah pernyataan seperti itu ?
Data mentah sbb :
Salesman Gender
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
2
1
2
1
2
1
2
1
2
0
2
0

Kacang Durian
250
300
234
320
220
324
245
315
281
400
220
420
256
398
238
375
210
364
310
325
287
410
254
425

Variabel View
NAME
LABEL
Tingkat pendidikan
salesman salesman

Coklat
298
254
315
387
200
145
256
200
214
269
254
.

Susu
325
312
450
500
268
351
245
221
621
235
214
.

Nanas
100
150
60
94
65
102
94
95
64
120
113
.

VALUE

gender

Jenis Kelamin

kacang
durian
coklat
susu
nanas

Penjualan roti rasa kacang


Penjualan roti rasa durian
Penjualan roti rasa coklat
Penjualan roti rasa susu
Penjualan roti rasa nanas

1 = Sales-sarjana
2 = salesakademi
0 = wanita
1 = pria
-

Hasil output SPSS sbb :


T-Test
One-Sample Statistics
N
Penjualan roti rasa durian

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

12

Mean
364,67

Std. Deviation
45,820

Std. Error
Mean
13,227

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

14

One-Sample Test
Test Value = 330

t
2,621

Penjualan roti rasa durian

df
11

Sig. (2-tailed)
,024

95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower
Upper
5,55
63,78

Mean
Difference
34,667

Langkah-langkah pengujian hipotesis :


1.
Tentukan hipotesis Ho dan H1
Dalam kalimat
Ho : jumlah roti rasa durian yang dijual Andi tidak berbeda dengan rata-rata roti yang
terjual
H1 : jumlah roti rasa durian yang dijual Andi memang berbeda dengan rata-rata roti yang
terjual
Dalam statistik
Ho : t = 0
H1 : t # 0
2.

Tentukan level of signifikansi


t tabel = t (,n-1)
2
= t (5%, 12-1) lihat tabel t
2
= 2,201

3.

Kriteria pengujian
Ho diterima t hit < t tab
Ho ditolak t hit > t tab

4.

Hitung dengan rumus/Uji Statistik


t hit = 2,621

5.

Kesimpulan :
2,621

>

t hit

>

t tab

2,201

Soal Latihan :
1. Diketahui
Ho : = 50
H1 : 50
Rata-rata hitung sampel adalah 49, besar sampel adalah 36 dan deviasi standar
populasi adalah 5. Gunakan taraf nyata 0.05
a. Apakah uji ini merupakan uji satu arah atau dua arah
b. Buatlah aturan pengambilan keputusan
c. Hitunglah nilai statistik pengujian
d. Kesimpulan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

15

2. Diketahui informasi berikut


Ho : = 400
H1 : > 400
Untuk sebuah sampel acak yang terdiri dari 12 pengamatan rata-rata hitung sampel
adalah 407 dan deviasi standar sampel adalah 6 dengan memakai taraf nyata 0.01
a.

Apakah uji ini merupakan uji satu arah atau dua arah

b. Tentukan aturan pengambilan keputusan


c. Hitung nilai uji statistik
d. Kesimpulan
3. Produsen ban radial truk dengan benang baja x-15 menyatakan bahwa rata-rata
hitung usia ban sampai benang rusak adalah 60.000 mil. Deviasi standarnya adalah
5000 mil. Perusahaan truk Crosset membeli 48 ban dan ternyata rata-rata hitung
usia adalah 59.500 mil. Apakah pengalaman Crosset berbeda pada taraf nyata 0.05
dari apa yang dikemukakan produsen?
a. Rumuskanlah hipotesis nihil dan hipotesis alternatif
b. Tentukan aturan pengambilan keputusan
c. Hitunglah nilai statistik pengujian
d. Kesimpulan
4. Diketahui informasi berikut
Ho : = 40
H1 : > 40
Manajer penjualan daerah mampang dari perusahaan EB sebuah penerbit bukubuku universitas mengemukakan bahwa tenaga-tenaga penjualannya mengunjungi
para guru besar 40 kali per minggu. Beberapa staff penjualan mengatakan bahwa
jumlah ini terlalu sedikit. Untuk meneliti hal ini sebuah sampel acak terdiri dari 28
tenaga penjualan menunjukkan bahwa rata-rata hitung jumlah kunjungan minggu lalu
adalah 42, deviasi standar 2.1 kunjungan. Pada taraf nyata 0.05 apakah kita dapat
menarik kesimpulan bahwa rata-rata jumlah kunjungan per staff penjualan
perminggu lebih besar dari 40 (H1).
5. Seorang dokter rumah sakit jiwa sedang mengamati sebanyak 150 sampel penderita
skizofrenia yang diberi semacam obat tertentu dengan dosis 20 mg per harinya.
Setelah diamati selama 1 minggu diperoleh informasi bahwa rata-rata turunnya
gejala skizofrenia sebesar 13 dengan standard deviasi = 9. Tentukan besarnya

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

16

estimasi rata-rata penurunan gejala skizofrenia pada penderita seandainya diberikan


obat sebanyak 20 mg dengan taraf kepercayaan 92%.
6. Sebuah populasi berdistribusi normal terdiri dari 1000 buah data dengan simpangan
baku 5,75. Diambil suatu sampel acak yang terdiri dari 90 data. Rata-ratanya 93,6.
Tentukan estimasi untuk rata-rata ke 1000 data, dengan menggunakan taraf
kepercayaan 97% dan jika taraf kepercayaan 0,93 berapa estimasinya sekarang ?
7. Untuk menaksir rata-rata waktu yang dibutuhkan mahasiswa dalam menyelesaikan
sebuah soal dibutuhkan suatu sampel dalam jumlah tertentu. Dalam melakukan
suatu estimasi dikehendaki LOC 97%, dengan kesalahan rata-rata tidak lebih dari
0,06 menit. Jika diketahui simpangan baku waktu yang dibutuhkan = 0,45 menit,
maka berapa mahasiswa yang dibutuhkan dalam sampel tersebut ?
8. Dari hasil dengar pendapat umum diperoleh informasi bahwa 360 orang responden
setuju terhadap kebijaksanaan pemerintah untuk menurunkan harga BBM,
sedangkan 75 orang lain tidak.
a. Taksirlah

interval

estimasi

proporsi

dari

mereka

yang

mendukung

kebijaksanaan di atas dengan LOC 93%.


9. Suatu sampel random sebanyak 600 ibu RT terdapat 250 orang yang suka sabun
cuci Rinso, sedangkan sisanya suka sabun cuci merk lain. Hitunglah interval
konfidensi LOC 99% untuk proporsi semua ibu RT yang suka sabun cuci Rinso.
10. Lembaga konsumen ingin mengetahui apakah benar bahwa berat susu X yang
terkandung dalam tiap kalengnya memiliki berat rata-rata sebesar 5 kg. Untuk itu
lembaga tersebut memilih secara random sebanyak 16 sampel susu dan setelah
ditimbang satu persatu memiliki berat sbb : 4,6 ; 4,7 ; 5,1 ; 5,4 ; 4,8 ; 4,9 ; 5,0 ; 5,2 ;
4,6 ; 4,5 ; 5,0 ; 5,3 ; 4,7 ; 4,4 ; 4,8 ; 4,3. Hitung interval estimasi berat rata-rata susu
tersebut jika LOC 98%.
11. Taksirlah rata-rata IQ mahasiswa di PT ABC, jika dari sebanyak 100 sampel
mahasiswa yang dipilih secara random memiliki rata-rata IQ 112 dan varians 100.
Gunakan taraf kepercayaan 95%.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

17

12. Suatu opini publik yang diambil dari 400 sampel menghasilkan proporsi sampel p1 =
0,37. Dengan taraf kepercayaan 99%, tentukan taksiran convidence interval untuk
proporsi populasi yang sesungguhnya.
13. Selama mengerjakan artikel mengenai harga buku di fakultas pendidikan, seorang
reporter mengambil sampel acak mengenai harga textbook untuk semester ini.
Variabel acak x menunjukkan harga satu buku. Dari data sampel yang diambil
diketahui bahwa n = 41,

x = 550,22 ;

(x - x)2 = 1617,984.

a)

Tentukan berapa rata-rata sampel x dan standard deviasi s.

b)

Tentukan dengan LOC 90%, berapa taksiran untuk interval kepercayaan harga
textbook yang sebenarnya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

S. Margaretha Niken R. [Link]. [Link].

STATISTIK SOSIAL

18

Anda mungkin juga menyukai