Anda di halaman 1dari 6

PEMBUATAN KALSIUM SULFAT (CaSO4) DARI BATU GAMPING

Rahmi Dini Gunawati, Nita Oktaviani, Melinda Siti Sufinah, Rifa Nur Azizah, Nurul Aini
ABSTRAK
Pada percobaan kali ini kita mempelajari cara pembuatan kalsium sulfat (CaSO4) dari batu gamping berdasarkan penambahan
H2SO4 pada batu gamping dan dengan uji kualitatif dari Kalsium Sulfat yang dihasilkan. Metode yang digunakan yaitu Gravimetri dan
Uji Kualitatif. Hasil yang didapatkan yaitu kalsium sulfat dapat dilakukan dari batu gamping sebesar 1,7421 gram dari 2 gram serbuk batu
gamping.
PENDAHULUAN
Gamping banyak terdapat di Indonesia. Gamping
mempunyai rumus kimia CaCO3 dengan impuritis umum
berupa silika, besi dan magnesium. Batu gamping dapat
terlarutkan oleh air hujan lebih mudah dibandingkan dengan
batuan yang lainnya. Di bawah pengaruh tekanan yang tinggi,
batu gamping termetamorfosakan menjadi batuan metamorf
marble. Pada kondisi tertentu, kalsit yang terdapat di dalam batu
gamping teralterasi menjadi batuan dolomite. Salah satu
penggunaan batu gamping adalah untuk pembuatan bahan
kimia, diantaranya kalsium sulfat. Kalsium sulfat umumnya
berwarna putih, tergantung mineral pengotornya dengan derajad
kekerasan 1,5 2 dan berat jenis 2,31 2,35. Kalsium sulfat
termasuk garam kalsium yang mudah mengendap dengan nilai
Ksp 2,4.10-5. Kalsium sulfat dapat digunakan sebagai salah satu
bahan pembuat portland semen, bahan baku kapur tulis,
penambah kekerasan untuk bahan bangunan, dll. (Pranato, 2011)
Batu kapur (bahasa Inggris : limestone) (CaCO 3)
adalah sebuah batuan sedimen terdiri dari mineral calcite
(kalsium carbonate). Sumber utama dari calcite ini adalah
organisme laut. Organisme ini mengeluarkan shell yang keluar
ke air dan terdeposit dilantai samudra sebagai pelagicooze (lihat
lysocline untuk informasi tentang dissolusi calcite). Calcite
sekunder juga dapat terdeposit oleh air meteorik tersupersaturasi
(air tanah yang presipitasi material di gua). Ini menciptakan
speleothem seperti stalagmit dan stalaktit. Bentuk yang lebih
jauh terbentuk dari Oolite (batu kapur Oolitic) dan dapat
dikenali dengan penampilannya yang granular. Batu kapur
membentuk 10% dari seluruh volume batuan sedimen.
Pembentukan batu gamping terjadi secara organik, mekanik atau
secara kimia. (Achmad, 2001)
Batu gamping adalah batuan fosfat yang sebagian besar
tersusun oleh mineral kalsium karbonat (CaCO3). Bahan
tambang ini biasa digunakan untuk bahan baku terutama dalam
pembuatan semen abu/portland (biasa digunakan sebagai
perekat untuk memplester), industri keramik, obat-obatan, dll.
Batu gamping (limestone) merupakan batuan sedimen organik
klastik. Secara umum batu gamping dikelompokkan berdasarkan
mineral utama pembentuk batu gamping yaitu kalsit (calcite
(CaCO3)) atau dolomite (MgCa(CO3)2). Batu gamping juga
dikelompokkan berdasarkan kandungan senyawa karbonat
dalam batuan misalnya batu gamping murni, batu gamping
napalan, batu gamping tufan. Pengelompokkan batu gamping
berdasarkan grade atau kandungan karbonatnya banyak

digunakan dalam kajian pedology dan edaphology. (Geops,


2014)
Kalsium merupakan kation yang sering dihubungkan
dengan kemasaman tanah, karena dapat mengurangi efek
kemasaman. Sebagai sumber utama kalsium tanah adalah kerak
bumi yang didalamnya terkandung 3,6% Ca. Mineral utama
yang banyak mengandung kalsium antara lain kalsit (CaCO 3)
dan dolomit [CaMg(CO3)2] yang merupakan penyusun batuan
sedimen limestone dan dolomit. Adanya kandungan kapur
(CaCO3) bebas, di dalam tanah dapat diketahui dengan
meneteskan asam Chlorida 10% (HCl 2 N). Adanya percikan
menandakan adanya kapur bebas, makin banyak percikannya
makin banyak kandungan kapur dalam tanah. Reaksi yang
terjadi CaCO3 + 2HCl CaCl2 + H2O + CO2 (Ranawijaya,
1985)
Kalsium adalah logam yang lunak, tetapi sedikit lebih
keras dari pada timah,mudah ditempa dan ditekan. Oleh karena
logam ini didapatkan dalam bentuk persenyawaan yang
mengandung nitrogen, sehingga untuk memperolehnya logam
kalsium murni sangat sulit. Biasanya untuk mendapatkan logam
kalsium dengan jalan elektrolisa terhadap leburan kalsium
klorida murni. Logam kalsium sangat reaktiv, bereaksi dengan
halogen dan hidrogen masing-masing membentuk senyawa
halidanya dan hidridanya.
Ca + Cl2 CaCl2
Ca + H2 CaH2
Pada temperatur tinggi, kalsium mereduksi sebagian besar
logam, maka kalsium banyak dipakai sebagai reduktor dalam
pembuatan logam-logam Cu, Fe, Ni dan Pb. Dan juga dipakai
untuk membuat logam campuran. Kalsium klorida banyak
terdapat pada Tachydrite. Secara teknis kalisum klorida
diperoleh dari hasil samping dari pembuatan Natrium bikarbonat
dengan prosessolvay. Dapat juga diperoleh dengan jalan
melarutkan (Ca(OH)2) atau CaCO3 dalam HCl.
Kalsium klorida dalam bentuk anhidrous banyak
digunakan sebagai bahan pengering. Sifat kalsium klorida
adalah asam sehingga kalsium klorida juga dapat mempercepat
terjadinya proses korosi pada besi. (Vogel, 1985)
EKSPERIMEN
Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu oven, hot plate,
tanur, tang crush, ayakan 100 mesh, gelas kimia 250 ml, tabung
reaksi, rak tabung, spatula, batang pengaduk, lumpang alu, kaca
arloji, erlemeyer 250 ml, gelas ukur 100 ml, dan botol semprot.
Sedangkan bahan yag digunakan meliputi batu gamping, H 2SO4
1 M, HCl 1 M, HNO3 1 M, KCSN 1 M, NaCO3, Natrium
Oksalat.

Pembahasanan

Langkah Kerja
a. Pembuatan CaSO4
2 gram batu gamping yang sudah halus (100 mesh),
kemudian dipanaskan dalam tanur selama 1 jam.
Serbuk direndam dengan 50 ml H2O dan 25 HCl 2 M
(2:1 v/v) selama 15 menit samnil diaduk, lemudian
disaring dan diambil filtratnya.Filtrat yang dihasilkan
dipekatkan dengan cara diuapkan tapi jngan sampai
terbentuk endapan ( bila terbentuk, pemanasan
dihentikan dan ditambahkan aquades hingga larut).
Ditambahkan H2SO4 2 M tetes demi tetes hingga
terbentuk endapan putih. Didinginkan bila perlu.
Endapan yang terbentuk disaring dan dikeringkan.
Kemudian ditimbang.
b. Uji Kualitatif
Padatan hasil sintesa dilarutkan sedikit
kedalam larutan H2SO4 2 M dan tetesi KCSN 1
M. Diamati perubahannya.
Padatan hasil sintesa dilarutkan dalam 10 ml
HNO3 1 M dan ditambahkan NaCO3 1 M,
Diamati perubahannya.

Berdasarkan prosedur, pada batu gamping yang akan digunakan


dilakukan pentanuran pada 500oC selama 1 jam, hal ini
dilakukan agar dapat mengurangi hidrat atau air yang
terkandung dalam serbuk batu gamping. Hal ini agar ketika
penimbangan sample yang akan digunakan kandungan batu
gamping benar-benar murni batu gamping tidak ada berat
hidratnya. Namun saat praktikum hal ini dilakukan oleh asisten,
sehingga praktikan menggunakan serbuk batu gamping yang
siap digunakan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

PERLAKUAN
A. Pembuatan Ca2SO4
2.0008 g serbuk batu gamping + 50 ml H2O,
dikocok
+ 25 ml HCl 2 M, aduk 15 menit
Disaring
Filtrat, dipanaskan dan didinginkan
+ H2O hingga larut kembali
Filtrat + 20 ml H2SO4 2 M (per tetes)
Disaring
Residu dikeringkan, dan ditimbang

1
2

Serbuk batu gamping yang digunakan sebanyak 0.0008 g


direndam dengan 50 ml H2O menghasilkan serbuk batu gamping
tak larut sempurna terbentuk suspense, kemudian ditambahkan
25 ml HCl 2 M, diaduk selama 15 menit sehingga larutan
membentuk gas (gelembung) lebih larut dari sebelumnnya dan
terdapat sedikit endapan. Larutan disaring dan terdapat residu
berwarna putih kekuningan serta pengotor, endapan ini adalah
impurity atau zat pengotor yang terkandung dalam batu
gamping.
Hal ini bertujuan melarutkan batu gamping karena batu
gamping tak larut hanya dengan pelarut air, selain itu terjadi
pengikatan Cl- dengan Ca2+ yang terkandung dalam batu
gamping sehingga terbentuk CaCl. Berikut reaksinya:
CaCO3 + 2HCl

Hasil
NO

Pada percobaan kali ini membuat kalsium sulfat (CaSO 4) dari


batu gamping dengan penambahan H2SO4 sebagai komponen
utama pereaksi pada batu gamping dan dengan uji kualitatif dari
Kalsium Sulfat yang dihasilkan. Metode yang digunakan yaitu
Gravimetri dan Uji Kualitatif.

B. Uji Kualitatif CaSO4


Serbuk + H2SO4 2 M + KCSN 1 M, amati
Serbuk + 10 ml HNO3 1 M
+ Na2CO3 1 M, amati

CaCl2

+ HCO3

HASIL DAN
PEMBAHASAN
Impurity
yang dan pengotor dalam batu gamping adalah silica,
besi, dan magnesium yang tak terikat dan membentuk endapan.
Serbuk batu gamping tak larut sempurna, terbentuk suspensi
Filtrat yang dihasilkan dipanaskan menghasilkan sedikit
Larutan endapan
membentuk
(gelembung)
dan lebih
larut merupakan
dari
putihgas
kemudian
didinginkan.
Endapan
Ca
sebelumnnya
terdapat
sedikitCaCl
endapan
hasil dan
reaksi
larutan
ketika
dipanaskan.
Kemudian
2
Terdapat ditambahkan
residu pada kertas
dan filtrate
H2O saring,
agar kembali
larut.pada
Halpenampung
ini bertujuan untuk
Larutan bening
tak
berwarna,
dengan
sedikit
endapan
putih
memastikan adanya unsur Ca.
Endapan yang terbentuk tak larut seluruhnnya.
TerbentukLarutan
endapandireaksikan
putih lebih dengan
banyak 20 ml H2SO4 2 M dengan cara
Residu pada
kertas
saring
berbentuk
butiran
putih halus larutan bening
penambahan yang diteteskan
menghasilkan
Residu kering
berbentuk
padatan
putih
serbuk.
dengan endapan putih yang lebih banyak. Penambahan H 2SO4
Data penimbangan
:
dengan ditetes
agar reaksi yang terjadi merata dan sempurna.
Kertas saring
:
0.5209
Endapan yangg terjadi merupakan CaSO4 hasil reaksi dari CaCl2
Kertas saring
residu
: 2.2625 g
dan H+2SO
4. Berikut reaksi yang terjadi :
Residu : 1.7421 g
CaCl2 + H2SO4 CaSO4 + 2HCl
Larutan keruh jingga dengan endapan putih
Selanjutnnya campuran disaring, residu yang merupakan CaSO 4
Serbuk larut
sempurna,
menjadi
larutan
bening
tak berwarna
berbentuk
butiran
putih
halus
kemudian
dikeringkan dan
Terbentukditimbang.
gas
CaSO4 yang dihasilkan sebanyak 1.7421 g dan
berdasarkan perhitungan merupakan 87.07% dari 2.0008 g batu
gamping, artinya pengotor dan impuritynya sekitar 12.93%. Hal

ini tidak mengherankan mengingat komponen utama batu


gamping adala CaCO3.
CaSO4 yang dihasilkan diuji dengan 2 uji kualitatif. Untuk
memastikan endapan yang terbentuk adalah CaSO 4. Pertama,
serbuk hasil sintesa dilarutkan dengan H 2SO4 2 M lalu ditetesi
KCSN 1 M menghasilkan larutan keruh jingga dengan endapan
putih, hal ini menandakan adannya kation kalsium (Ca +). Kedua,
serbuk hasil sintesa dilarutkan dengan 10 ml HNO 3 1 M
menghasilkan larutan bening tak berwarna kemudian ditetesi
Na2CO3 1 M menghasilkan gas (gelembung udara) pada larutan
hal ini menandakan terbentuknnya CaCO3 dan gas hydrogen
sebagai hasil sampingnya. Berikut reaksinya :
HNO3

Ca2+ +

Ca2+ + Na2CO3

CaCO3

CaCl2 +

Cl- + H+ + NO3-

dihasilkan sebanyak 87.07% dari 2.0008 g batu gamping,


artinya pengotor dan impuritynya sekitar 12.93%. Hal ini tidak
mengherankan mengingat komponen utama batu gamping
adalah CaCO3.
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, H. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: PT.
Citra Aditya Bakti.
Ranawijaya, J. 1985. Ilmu Kimia 2. Jakarta: Depdikbud.
Vogel. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimikro Edisi Kelima Bagian II. Jakarta: PT. Kalman Media
Pustaka.

KESIMPULAN

Geops
Min.
2014.
Jenis-jenis
Batu
Gamping.
https://www.academia.edu/4645095/JENISJENIS_BATU_GAMPING. [Diakses pada 20 November 2014
pukul 21.19 WIB]

Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa metode


yang digunakan dalam percobaan kali ini yaitu gravimetric
dalam pembentukan CaSO4 dan uji kualitatif untuk memastikan
padatan putih yang terbentuk adalah CaSO4.. CaSO4 yang

Pranoto. 2011. Diktat Praktikum Kimia Anorganik 2012.


prananto.lecture.ub.ac.id/files/2011/12/Diktat-Praktikum-KimiaAnorganik-2012.pdf. [Diakses pada 20 November 2014 pukul
21.14 WIB]

+ Na+

+ Cl-

Lampiran 1. Perhitungan
Menghitung Randemen yang terbentuk
Diketahui :
Sample awal

: 2.0008 g

Serbuk produk

: 1,7421 g

Ditentukan

% Randemen ?
Penyelesaian

% Randemen

Berat Produk
100
Berat Sample
1,7421 g
100
2.0008 g

= 87.07%
Lampiran 2. Dokumentasi

Lampiran 3. Tugas
1.

Apa fungsi pentanuran ? Tuliskan persamaan reaksinnya !


Jawab :
Fungsi dari pentanuran adalah untuk mengurangi hidrat atau air yang terkandung dalam serbuk batu gamping. Hal ini agar ketika
penimbangan sample yang akan diggunakan kandungan batu gamping benar-benar muni batu gamping tidak ad berat hidratnya.
Reaksinya :
CaCO3..H2On

CaCO3

2.

3.

Pada saat ditambahkan aquades dan HCl, impuritis apa yang tidak larut ? Tuliskan persamaan reaksi untuk impuritis dan gamping
!
Jawab :
Gamping mwmpunyai rumus umum CaCO3 yang mempunyai impurity silica, besi dan magnesium.
Reaksi :
CaCO3 + HCl CaCl
+ HCO3
Jelaskan analisa berdasarkan uji kualitatif !
Jawab :
CaSO4 yang dihasilkan diuji dengan 2 uji kualitatif. Untuk memastikan endapan yang terbentuk adalah CaSO 4. Pertama, serbuk
hasil sintesa dilarutkan dengan H 2SO4 2 M lalu ditetesi KCSN 1 M menghasilkan larutan keruh jingga dengan endapan putih, hal
ini menandakan adannya kation kalsium (Ca+). Kedua, serbuk hasil sintesa dilarutkan dengan 10 ml HNO 3 1 M menghasilkan
larutan bening tak berwarna kemudian ditetesi Na 2CO3 1 M menghasilkan gas (gelembung udara) pada larutan hal ini
menandakan terbentuknnya CaCO3 dan gas hydrogen sebagai hasil sampingnya. Berikut reaksinya :
HNO3

Ca2+ +

Ca2+ + Na2CO3

CaCO3

CaCl2 +

Cl- + H+ + NO3+ Na+

+ Cl-