Anda di halaman 1dari 108

Pembimbing :

dr. eddy purwanta,


Sp.og

PEMERIKSAAN
GINEKOLOGI
Rabu, 5 desember 2012

GINEKOLOGI

Pengertian Ginekologi
Ginekologi berasal dari kata Gynaecology . Secara
umum ginekologi adalah ilmu yang mempelajari
kewanitaan(science of women). Namun secara
khusus adalah ilmu yang mempelajari dan
menangani kesehatan alat reproduksi wanita
(organ kandungan yang terdiri atas rahim, vagina
dan indung telur).

PEMERIKSAAN GINEKOLOGI

ANAMNESIS MEDIK
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN PANGGUL
PAP SMEAR
BIAKAN
PEMERIKSAAN RECTAL
PEMERIKSAAN URINE
PEMERIKSAAN SEDIAAN BASAH
MAMMOGRAM
BREAST SELF EXAMINATION
KONSULTASI
PERENCANAAN PERAWATAN PENDERITA
PEMBUATAN REKAM MEDIS,

ANATOMI PELVIS WANITA &


VASKULARISASI PEMBULUH DARAH

LIGAMEN DAN FASIA PADA


BAGIAN DALAM PELVIS WANITA

VAGINA,UTERUS, TUBA FALLOPI


DAN OVARIUM

UTERUS,TUBA FALLOPI DAN


OVARIUM
VAGINA

TATACARA DAN PRINSIP


PEMERIKSAAN GINEKOLOGI
1.

Menjelaskan semua prosedur pemeriksaan


terlebih dahulu

2.

Bila mungkin, lakukan eye contact dengan


pasien ketika melakukan pemeriksaan

3.

Menjelaskan semua hasil pemeriksaan secara


jelas dan bisa difahami pasien.

ANAMNESIS

Identitas pasien

Keluhan utama

Keluhan lain yang menyertai keluhan utama

Riwayat penyakit: sejak kapan, menetap,kondisi sekarang,alergi

Riwayat medis : obat-obatan yang sedang diminum (hormon-antibiotika)

Riwayat haid : menarke, lama,

Frekuensi, sifat, hpht, menopause

Riwayat obstetrik : gravida, paritas, riwayat abortus (G P A)

Masalah payudara ?

Riwayat operasi ginekologi

Riwayat menderita penyakit infeksi, riwayat infertil, pemakaian obat-obatan

Riwayat seks : umur pertama kali melakukan hubungan seks, pola


kehidupan seks
Riwayat kontrasepsi : pemakaian kontrasepsi, jenis kontrasepsi, lama
penggunaan

Nutrisi/gizi

Gaya hidup & mood

Riwayat haid

Catatan tentang periode haid.


Usia menarche regularitas haid durasi
banyaknya jumlah perdarahan haid, PMS
(kejang haid,meteorismus,nyeri kepala),
Dismenorea.
Catatan mengenai Periode Haid Terakhir :

HPHT_________

Usia Menarche______

Haid regular/irregular

Lama haid_____ hari

Riwayat seksual
Usia hubungan seksual pertama kali.
Aktivitas seksual saat ini (vaginal, oral, anal, manual).
Frekuensi aktivitas seksual dan aktivitas seksual
terahir.
Penggunaan peralatan pengaman hubungan seksual.
Jumlah pasangan seksual ( masa lalu dan sekarang)
Preferensi Sexual (laki atau wanita saja, laki dan
wanita).
Disfungsi seksual (masalah libido, hasrat,nyeri
lubrikasi, orgasmus).
Perhatian pasien terhadap masalah seksual.

nutrisi
Perhatikan status gizi secara umum dengan
mengukur tinggi dan berat badan
Untuk pasien dengan status nutrisi yang
seimbang, pemberian suplemen nutrisi
perlu dipertimbangkan dengan baik.
Pada pasien yang menghendaki kehamilan
diberikan asam folat 400 ug p.o perhari
Pertanyaan berikut diperkirakan dapat
membantu dokter :
Bagaimana selera makan anda, seimbangkah
gizi makanan anda ?"
apakah anda mengkonsumsi vitamin?"

gaya hidup
Olah raga teratur perlu bagi
kesehatan fisik dan psikis.
Olah raga harus cukup berat
sehingga menyebabkan berkeringat,
umumnya dilakukan selama 20 menit
beberapa kali seminggu.
Kebiasaan merokok, minum alkohol,
clubbing , hobby

Mood-perasaan
Depresi merupakan masalah yang
sering dialami oleh wanita.
Berbicara dengan pasien dapat
menilai bagaimana sebenarnya
mood pasien

PEMERIKSAAN
FISIK

PEMERIKSAAN FISIK
Prinsip :
Penderita terlebih dahulu disuruh berkemih
terlebih dahulu
Beritahu tentang prosedur pemeriksaan yang
akan dilakukan, cara pemeriksaan
Tanyakan apakah pasien mengerti dan setuju
untuk dilakkukan pemeriksaan

ORGAN YANG DIPERIKSA


Payudara
Abdomen
Organ pelvik :

Vulva

Klitoris

Kelenjar
Skene

bartholin

PERLENGKAPAN
Peralatan minimal yang dibutuhkan untuk
melakukan pemeriksaan panggul antara lain:
Sumber

cahaya (lampu sorot)


Spekulum dengan ukuran yang sesuai
Sarung tangan
Pelumas (Gel)

ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN

Meja periksa.
Lampu penerangan yang baik.
Kain penutup tubuh.
Sarung tangan.
Spekulum.
Cunam kapas.
Kateter.
Kapas sublimat / kapas disinfektan.
Gelas objek untuk pemeriksaan mikroskopik.
Spatula AYRE , cytobrush - alkohol 95% untuk pemeriksaan
papaniculoau
Kapas lidi untuk pemeriksaan gonorrhoe, trichomonas, kandida.
Botol kecil dengan larutan fisiologis untuk pemeriksaan segar
trichomonas dan kandida.
Cunam porsio.
Sonde uterus.
Cunam biopsi , Mikro-kuret.

POSISI PENDERITA PADA


PEMERIKSAAN GINEKOLOGI :
Posisi Lateral : miring ke kiri dengan sendi
lutut dan paha semi fleksi
Posisi Dorsal : Pasien berbaring telentang,
Kedua sendi pada dan sendi lutut semi fleksi.
Kedua tungkai dalam keadaan saling menjauh
satu sama lain sehingga daerah perineum
terpapar. Bokong pasien diganjal dengan bantal.
Posisi Lithotomi : Pasien berbaring pada meja
pemeriksaan ginekologi. Bagian belakang kedua
sendi lutut disangga oleh penyangga kaki
sehingga daerah perineum terpapar

POSISI LITOTOMI,

PADA KASUS ANAK-ANAK, POSISI


PEMERIKSAAN :

Ibu dan anak secara bersamaan berada di meja pemeriksaan


ginekologi. Anak dalam posisi setengah duduk dipeluk oleh
ibu dari arah belakang dengan kedua sendi paha dan sendi
lutut dalam keadaan semifleksi. Kedua tungkai bawah
dalam keadaan terpisah satu sama lain sehingga daerah
perineum terpapar dengan baik.

Posisi pemeriksaan ginekologi pada anak

Posisi Knee-Chest

PEMERIKSAAN PARU

Wheezing : asthma
bronchiale ?
Penurunan suara nafas atau
rhonci halus : pneumonia atau
gagal jantung ?
Beberapa kelainan suara nafas
akan hilang bila pasien
diminta untuk batuk atau
menarik nafas panjang.
Dengarkan suara nafas paru
kiri dan kanan. Asimetri dari
suara nafas paru kiri dan
kanan mengarah pada
kecurigaan adanya kelainan.

PEMFIS JANTUNG

Perhatikan regularitas irama


jantung.
Dengarkan suara jantung
diatas katub aorta,
pulmonal, tricuspid dan
mitral : apakah terdapat
suara yang abnormal?
Kehamilan adalah suatu
hyperdynamic state
sehingga cenderung
terdapat peningkatan
aliran darah melewati
katub jantung yang dapat
menimbulkan suara
bising jantung yang
abnormal.

PEMERIKSAAN KELENJAR TIROID

Banyak ahli ginekologi


yang secara rutin
memeriksa keadaan
kelenjar tiroid
( pembesaran,
pembengkakan,
benjolan kecil)
Penyakit tiroid lebih
sering mengenai wanita
dan meningkat dengan
semakin bertambahnya
usia.
Beberapa gangguan
haid berkaitan dengan
disfungsi tiroid.

Dua buah lobus glandula thyroidea,


menyatu pada garis tengah dibawah
kartilago krikoid membesar kearah
atas pada kedua sisi trachea

PEMERIKSAAN
PAYUDARA
Pemeriksaan payudara harus disertakan
sebagai bagian rutin dari pemeriksaan
ginekologis. Tahapan dari pemeriksaan
payudara adalah:
Pasien berada dalam posisi duduk, dan
payudara diinspeksi secara cermat.
Agar dinding dada terdorong ke depan,
pasien diminta untuk meletakkan
tangannya di pinggang dan
mengkontraksikan otot pektoralis, atau
dengan meminta pasien mengangkat
tangan ke atas kepala dan mendorong
dinding dada ke depan.

Pemeriksa melakukan inspeksi,


perhatikan adanya :
Benjolan
Retraksi kulit
Warna kemerahan
Ekimosis
Bentuk payudara yang asimetris
Berubahan pada puting, terutama
kejanggalan pada permukaan puting,
ekskoriasi atau lebih penting lagi,
retraksi puting.

Perlu diperhatikan pula adanya


cairan yang keluar spontan dari
puting susu.
Dengan menggunakan pencahayaan
lampu, dapat terlihat adanya elevasi
ataupun depresi ringan pada kulit.

Palpasi
Dengan teknik
sirkumferen, mengevaluasi
setiap kuadran payudara.
Gerakan palpasi memutar
dengan ujung jari dapat
mendeteksi adanya
benjolan.

Area areola mammae ditekan untuk


melihat adanya cairan, dan untuk
mendeteksi kemungkinan adanya
masa subareolar.
Pasien dapat diminta untuk menekan
sendiri puting payudaranya.

Daerah aksila harus diperiksa


dengan cermat untuk memeriksa
daerah sebelah posterior dari batas
lateral otot pektoralis mayor.
Ulangi semua pemeriksaan di atas
kali ini pasien dalam posisi
berbaring.
Penting sekali bagi pemeriksa untuk
mengajarkan pasien bagaimana
melakukan pemeriksaan
payudaranya sendiri di rumah.

PEMERIKSAAN ABDOMEN

Pasien berbaring posisi supinasi


Relaks, menggunakan bantal kepala
Usahakan agar abdomen tidak tegang
Inspeksi abdomen : nilai apakah ada massa,
pembesaran organ, asites,
Palpasi : 4 kuadran => menurut arah jarum jam
Massa : ukuran/besarnya, batas, permukaan,
konsistensi
Ukuran dan bentuk hepar, limpa
Perkusi : nyeri ketok ?
Pasien : inspirasi/ekspirasi saat memeriksa hepar
Auskultasi : bising usus

Inspeksi

Inspeksi Kulit :

Pembesaran perut kearah depan yang


berbatas jelas umumnya disebabkan
oleh kehamilan atau tumor.

Scars
Striae
Fistel
gambaran pembuluh darah melebar (sirosis hepatik)
Lesi dan kemerahan (cushing syndrome)
Lokasi jejas

Umbilikus : observasi kontur dan lokasi sign of inflamation or hernia


apakah ada eversi ? peningkatan tekanan intraabdominal / hernia
Cullen Sign : umbilikus membiru yang disebabkan hemiperitoneum

Kontur abdomen :

Datar
Abdomen Protuberans : Distensi oleh Gas , Asites, Organomegali, Obesitas
Skafoid atau konkaf =kakeksia
Simetris / Asimetris
Massa (tumor)
Pembesaran organ pada hepar dan spleen

Grey Turner Sign : tanda ekimosis masif pankretitis hemoragik atau


strangulasi usus
Inspeksi Hernia :

Auskultasi
Bunyi bising usus ( normal : 5 35 kali
permenit)
Perhatikan frekuensi dan sifatnya =
bunyi peristaltic yang panjang dan keras disebut
Borborygmi hiperperistaltik
Metalic sound pada ileus obstruktif
Jika bunyi terdengar lambat Meteorismus

Bruit (bunyi vaskular yang menyerupai bising jantung)


Peritoneal Friction rubs If , suspect
Liver Tumor or Splenic infarction

Auscultation

Penting untuk
menyingkirkan
kemungkinan kehamilan
(dengan mencari denyut
jantung janin).
Diagnosa ileus (paralitik atau
hiperdinamik).
Menentukan pulihnya bising
usus pasca pembedahan.

Percussion
Menentukan batas Hepar dan Spleen
Menilai :
Distensi gas
Cairan
Massa padat/lunak

Timpani
Redup

Abdomen

Palpasi ringan

Nyeri tekan
Lokasi spsme
Rigiditas
Hiperestesi

Palpasi dalam

Ukuran organ
Massa abdomen abnorma

FLEKSIKAN LUTUT !!

- Posisi pasien terlentang


- mulai palpasi selalu dari daerah yang paling
jauh dari lokasi nyeri

Status Lokalis tumor


- Palpasi
konsistensi (padat, keras, kistik),
permukaan licin/ berbenjol,
ukuran berapa(cm),
batas anatomi (cm/jari),
batas tegas/
tidak tegas,
mobile/tidak,
nyeri tekan,

PEMERIKSAAN KHUSUS
GINEKOLOGI
Yes or
No

PEMERIKSAAN PELVIK
Pasien posisi litotomi
Vulva, perineum : eritema, pigmentasi, tumor
Palpasi mobilitas, konsistensi, nyeri ?
Ulkus : kultur atau biopsi
Mons pubis palpasi

GENITALIA
EKSTERNA

Inspeksi genitalia eksterna :


Pada posisi lithotomi, genitalia eksterna dapat
dilihat dengan jelas
Keadaan

vulva bagian luar: Buka labia : amati


adanya lesi, kemerahan, pembengkakan,
cauliflower (veneral wart)
Kotor atau bersih, keadaan rambut pubis.
Terdapat ulkus, pembengkakan.
Cairan yang keluar dari vulva : pus, darah,
leucorrhoe

PALPASI DAERAH GENITALIA


EKSTERNA

Palpasi Glandula Bartholine

VAGINAL TOUCHER

Didahului dengan pemeriksaan inspekulo untuk


melihat keadaan permukaan vagina dan servik
serta fornix vaginae

Posisi spekulum dalam vagina


Bentuk berbagai macam spekulum

TEKNIK PEMASANGAN
JANGAN LUPA MEMINTA PERSEDIAAN PASIEN DAN
PENJELASAN

Memasukkan spekulum dalam


introitus vaginae dalam keadaan
miring dan menyusuri dinding
belakang vagina menjauhi meatus
urethrae eksternus
Setelah ujung spekulum mencapai
fornix posterior , spekulum diputar
sedemikian rupa sehingga sumbu
tranversal spekulum berada pada
sumbu tranversal vagina
Setelah mencapai fornix posterior ,
spekulum diputar sehingga dapat
dilakukan pengamatan pada fornix
dan Porsio

PERABAAN VAGINA
Keadaan himen. (himoen imperforata)
Keadaan introitus vaginae.
Keadaan dinding vagina.
Perabaan pada cavum Douglassi.

PERABAAN SERVIK
dikerjakan secara sistematis untuk menentukan
Arah

menghadap dan posisi dari porsio uteri.


Bentuk, besar dan konsistensi servik.
Keadaan kanalis servikalis (terbuka atau tertutup).

Shape of the cervical Os

Variation In the Cervical Surface

PERABAAN CORPUS UTERI


Letak
Bentuk
Besar
Konsistensi
Permukaan
Mobilitas dengan jaringan sekitarnya

Dua jari tangan dimasukkan kedalam


vagina sampai fornix anterior
Tangan luar mencekap bagian belakang
uterus dan diarahkan dari posterio ke
anterior

Untuk melakukan evaluasi pada uterus,


pemeriksaan dilakukan secara bimanual.
Perabaan uterus sulit dilakukan pada kasus:
Uterus

retroversio fleksio, perabaan uterus agak


sulit oleh karena pencekapan uterus tak dapat
berlangsung secara baik.
Pasien obese, evaluasi uterus secara palpasi sulit
dilakukan.
Vesika urinaria yang terlampau penuh.

PEMERIKSAAN
BIMANUAL

PERABAAN ADNEKSA DAN


PARAMETRIUM
Pemeriksaan adneksa dan
parametrium baru dapat
dilakukan bila palpasi uterus
sudah dapat dilakukan
dengan baik.
Dalam keadaan normal, tuba
falopii dan ovarium tak dapat
diraba.
Tuba falopii dan ovarium
hanya dapat diraba dari luar
pada pasien kurus atau pada
tumor ovarium / kelainan
tuba ( hidrosalphynx) yang
cukup besar.

RECTAL TOUCHER
Dikerjakan pada
Virgin

Pasien

yang mengaku belum pernah bersetubuh


Kelainan bawaan (atresia himenalis atau atresia
vaginalis)
Wanita diatas usia 50 tahun

RECTO VAGINAL TOUCHER


Pemeriksaan rectovaginal
Pemeriksaan rectovaginal dikerjakan untuk
menilai keadaan septum rectovaginalis.
Penebalan dinding vagina dan infiltrasi karsiona
rektum lebih mudah ditentukan dengan
pemeriksaan rectovaginal

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

SEDIAAN BASAH

Untuk melihat penyebab dari


fluor albus
Ambil sedikit cairan vagina,
letakkan pada gelas objek dan
campur dengan KOH , kemudian
tutup dengan gelas penutup ,
periksa dibawah mikrosokop
( pemeriksaan benang hyphae
pada candida)
Ambil sedikit cairan vagina,
letakkan pada gelas objek dan
campur dengan NaCl 0.9% ,
kemudian tutup dengan gelas
penutup , periksa dibawah
mikrosokop (pemeriksaan
gerakan trichomonas dan
vaginosis bakterial)

PAP SMEAR

Lakukan semua prosedur pemeriksaan


inspekulo diatas , kecuali penggunaan bahan
lubrikasi
Pengambilan pertama dengan spatula Ayre
(terbuat dari kayu)
Pengambilan berikutnya dengan menggunakan
cytobrush
Usapkan sediaan pada gelas pemeriksa secara
tipis
Fiksasi sediaan yang sudah diusapkan pada
gelas pemeriksa dengan alkohol 90% (atau hair
spray) sebelum sediaan mengering
Segera kirimkan sediaan pap smear ke
laboratorium medis yang kompeten untuk
melakukan pemeriksaan pap smear.
Laboratorium akan memberikan jawaban
mengenai hasil pemeriksaan terhadap sediaan
yang saudara kirimkan dengan klasifikasi
sitologis atau klasifikasi Bethesda

TES IVA
(INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM
ASETAT)
Syarat Dilakukannya IVA Tes
Sudah

melakukan hubungan seksual


Tidak sedang datang bulan/haid
Tidak sedang hamil
24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan
seksual

Pelaksanaan Skrining IVA?


Ruangan

tertutup
Meja Periksa ginekologis
Sumber cahaya yang cukup untuk melihat
serviks
Spekulum vagina Asam asetat (3-5%)
Swab Lidi kapas
Sarung tangan

Teknik IVA
Spekulum

untuk melihat serviks yang telah


dipulas dengan asam asetat 3-5%
Hasil (+) pada lesi prakanker terlihat warna
bercak putih disebut : ACETO WHITE
EPITELIUM
Tindak lanjut IVA (+) Biopsi

HASIL

IVA negatif = Serviks normal.


IVA radang = Serviks dengan radang
(servisitis), atau kelainan jinak lainnya
(polip serviks).
IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto
white epithelium). Kelompok ini yang
menjadi sasaran temuan skrining kanker
serviks dengan metode IVA karena temuan
ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra
kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau
kanker serviks in situ).
IVA- Kanker serviks Pada tahap ini pun,
untuk upaya penurunan temuan stadium
kanker serviks, masih akan bermanfaat
bagi penurunan kematian akibat kanker
serviks bila ditemukan masih pada stadium
invasif dini.

PEMERIKSAAN LAB
Pemeriksaan darah lengkap dan urinalisis
Pada kasus dengan dugaan sifilis dapat
diminta pemeriksaan VDRL
Pemeriksaan kultur dan tes sensitivitas
Pemeriksaan tes kehamilan
Pemeriksaan hormonal pada kasus dengan
gangguan endokrin :

FSH-folicle

stimulating hormone
LH-Luteinizing hormone
Estrogen

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan darah lengkap dan urinalisis
Pada kasus dengan dugaan sifilis dapat diminta
pemeriksaan VDRL
Pemeriksaan kultur dan tes sensitivitas
Pemeriksaan tes kehamilan
Pemeriksaan hormonal pada kasus dengan
gangguan endokrin :
FSH-folicle stimulating hormone
LH-Luteinizing hormone
Estrogen

PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Ultrasonografi : dapat dikerjakan
transabdominal atau transvaginal.
Histerosalfingografi : dengan pemberian
cairan kontras, keadaan cavum uteri , tuba
falopii dapat diamati untuk melihat
adanya patensi tuba falopii.
Sonohisterografi : modifikasi
pemeriksaan ultrasonografi dengan
memasukkan cairan kedalam cavum uteri
sehingga keadaan cavum uteri dapat
dilihat.
Kolposkopi : digunakan untuk melihat
servik secara langsung.

Histeroskopi : digunakan untuk melihat


keadaan dalam cavum uteri dan melakukan
tindakan tindakan pembedahan tertentu.
Fern Tes : untuk melihat adanya ovulasi.
Gambaran daun pakis pada lendir servik
menunjukkan adanya efek estrogen tanpa
dipengaruhi progeteron. Gambaran daun pakis
tidak terlihat pada masa ovulasi.

Gambaran pakis tidak terlihat


pada masa ovulasi

Schiller tes : Untuk deteksi lesi


prekanker. Lesi prakanker tidak
mengandung glikogen sehingga tak
dapat menyerap larutan lugol yang
dibubuhkan.
Kuldosintesis : pemeriksaan untuk
menentukan adanya cairan dalam
cavum douglassi.
Biopsi

Biopsi

dapat dilakukan pada vulvavagina atau servik


Pada endometrium biopsi dapat
dilakukan dengan D & C atau
menggunakan metode kuretase
fraksional.

Computed Tomography ( CTscan)


Tehnik

diagnostik dengan
menggunakan bayangan 2
dimensi yang memiliki resolusi
tinggi.

Magnetic Resonance
Imaging ( MRI)
Tehnik

yang menggunakan
absorsi dari pancaran gelombang
radio yang berasal dari perangkat
Magnetic Resonance Imaging.

SPECIAL TECHNIQUES

MILKING THE URETHRA


Jika menduga uretritis
atau peradangan
dari kelenjar paraurethral,
masukkan jari telunjuk ke
vagina dan dari uretra akan
keluar cairan/sperti
pus/cairan susu dari dalam
ke luar. Perhatikan cairan
yang keluar dari meatus
uretra
Urethritis may arise
from infection with
Chlamydia trachomatis
or Neisseria
gonorrhoeae.

Pemeriksaan ginekologi secara rutin


bermanfaat untuk :
Mencegah

berbagai penyakit dan keluhan yang

berhubungan dengan reproduksi.


Memberikan

deteksi dini pada penyakit kanker

payudara dan leher rahim.


Mendeteksi

secara dini penyakit menular seksual

dan kondisi lain sebelum menimbulkan dampakyang


lebih berbahaya.
Dapat

mencegah kemandulan. Memperlancar

kehamilan dan kelahiran bayi.

TERIMA KASIH

Illustrasi kasus

ANAMNESIS

Keluhan Utama : Nyeri perut bagian bawah sejak 2


minggu yang
RPS : Pasien merasa nyeri perut bagian bawah sejak
2 lalu menjalar ke panggul kanan dan kiri, ke dubur
seperti mau lepas, perut terasa membesar, nyeri di
rasakan hilang timbul, darah yang dikeluarkan saat
menstruasi menjadi lebih banyak pasien tidak tahu
berapa banyak kira-kira yang keluar, sebelum masuk
rumah sakit,pada haid terkahir lama haid sampai 17
hari 2 hari pertengahan kira-kira hari ke 8&9 keluar
lagi sebesar bola kasti, nyeri bersenggama tidak
sakit, payudara tidak mengeras kanan dan kiri

Keluhan Tambahan : mual (+),muntah (-),


Riwayat Penyakit Dahulu :Hipertensi (-), Asma
(+), Diabetes Mellitus (-), Alergi Obat (-)
Riwayat Perkawinan : Pertama, masih kawin
sudah 14 tahun

Riwayat Haid Pertama Haid Terakhir : pertama


usia 14 tahun , siklus teratur 28 hari lama haid 7
hari , sakit sejak haid pertama sampai sekarang

Riwayat Persalinan : G0P0A0

Riwayat Operasi : 2 kali operasi

Pertama tahun 2001 atas indikasi kista coklat di


dapatkan kista dengan diameter 9 cm saluran telur
(tuba fallopi) kanan dan kiri
Kedua tahun 2011 atas indikasi kista coklat
menyebar ke uterus , ukuran kista 4 cm

Riawat kebiasaan : -

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : baik
Kesadaran : compos mentis
Tanda Vital :
Tekanan

Darah = 130 / 90 mm/Hg


Nadi 85 kali permenit
Suhu 36,3 derajat Celcius
Respiratiry Rate : 18 x/menit

Tinggi

Badan : 155 cm

STATUS GENERALIS
Kepala : normochepal,
Mata : kunjungtiva tidak anemis, Sclera tidak
ikterik
Jantung : Bunyi jantung 1 dan 2 murni reguler,
mur-mur (-), gallop (-)
Paru : bunyi vesikuler +/+, wheezing -/-, ronkhi -/Abdomen : perut datar, ada nyeri tekan pada
abdomen regio bawah, tidak teraba massa
Ekstremitas
Atas

: akral hangat , CRT <2 detik, edema (-)


Bawah : akral hangat , CRT <2 detik, edema (-)

STATUS OBSTETRI : -

DIFERENSIAL DIAGNOSIS
Endometriosis
Adenomiosis uteri
Kista Ovarium

RESUME

Ny Dwi Wiryani datang ke rumah sakit dengan


keluhan nyeri perut bagian bawah sejak 2
minggu yang lalu di bawah pusar dan menjalar
ke panggul dan ke dubur, merasa lemah, letih
dan lesu (+), perut terasa membesar (+),
polimenorea (+), oligomenorea (+), riwayat
operasi pengangkatan kista sebanyak 2 kali

DAFTAR MASALAH
Dismenorea (nyeri saat menstruasi)
Polimenorea (perdarahan menstruasi yang
abnormal)
Anemia

DISMENOREA

S: nyeri perut bagian bawah menjalar saat haid


sejak 2 minggu lalu (+), menstruasi memanjang
sampai 17 hari
O:
pemfis ;

TD 130/90 mm/hg
HR 85 X/menit
RR 18X/menit
Suhu 36,3 derajat celcius
Hb 8,7 gr/dl (rendah)
Trombosit 595 ribu/ul (tinggi)
biopsy

A: adenomiosis
P: diberikan perawatan medikamentosa

Asam mefenamat 500 mg 3 x 1


metil ergometrin

POLIMENOREA
S: darah yang dikeluarkan saat menstruasi
menjadi lebih banyak selama 17 hari, nyeri perut
bagian bawah (+), keluar darah bergumpal-gumpal
(+)
O: pemfis ;

TD 130/90 mm/hg
HR 85 X/menit
RR 18X/menit
Suhu 36,3 derajat celcius
Hb 8,7 gr/dl (rendah)
Trombosit 595 ribu/ul (tinggi)
Biopsy jaringan

A: adenomiosis
P: asam traneksamat

ANEMIA

S: darah yang dikeluarkan saat menstruasi menjadi


lebih banyak selama 17 hari, nyeri perut bagian
bawah (+), keluar darah bergumpal-gumpal (+),
lemah letih & lesu (+)
O: pemfis ;

TD 130/90 mm/hg
HR 85 X/menit
RR 18X/menit
Suhu 36,3 derajat celcius
Hb 8,7 gr/dl (rendah)
Trombosit 595 ribu/ul (tinggi)
Hasil USG cor tidak membesar dan tidak tampak TB
paru aktif , tampak massa pada abdomen

A: adenomiosis
P: diberikan tablet Fe

HASIL LABORATORIUM

Hematologi
Hb

8.7 g/dl

11.7-15.5

leukosit

10.17 ribu.ul

3.60-11.00

Trombosit

595 ribu/ul

150-440

Kimia Klinik
Glukosa sewaktu

200 mg/dl

SGOT

10-31 u/l

SGPT

9-36 u/l

Ureum Darah

10-50 mg/dl

Kreatini Darah

< 1.4 mg/dl

HASIL LABORATORIUM

ELEKTROLIT
Natrium

135-147 Meq/L

Kalium

3.5 5.0 Meq/L

Clorida

94-111 Meq/L

HbsAg (kualitatif) -

DEFINISI ENDOMETRIOSIS

Pertumbuhan dari sel-sel yang serupa dengan


yang membentuk bagian dalam dari kandungan
(endometriosel), namun pada suatu lokasi diluar
dari kandungan. Endometriosel adalah sel-sel
yang sama yang dilepaskan setiap bulan selama
menstruasi . Sel-sel dari endometriosis
melekatkan dirinya pada jaringan diluar
kandungan dan disebut endometriosis implans

Bila perdarahan kedalam , isi kista tampak


berwarna coklat disebut kista coklat
Bila perdarahan keluar akan timbul
perlengketan-perlengketan dalam rongga
peritoneum

DEFINISI ADENOMIOSIS UTERI

Penetrasi dan bertumbuhnya jaringan


endometrium kedalam miometrium sering
disebut pula endometriosis internal

GEJALA :
Nyeri dirasakan terutama saat menstruasi
,namun bisa juga tidak sedang mens
Terdapat perdarahan saat menstruasi banyak
sekali dan berhari-hari disertai bekuan darah
Perdarahan menyebabkan anemia

Kista Ovarium yaitu suatu kantong abnormal yang


berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam
indung telur.

Belum di ketahui pasti penyebabnya


Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan
penimbunan folikel yang berbentuk secara tidak
sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal
mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel
telur, karena itu terbentuk kista di dalam ovarium

Kista Fungsional

Kista Korpus luteum

Kista Folikuler

Kista Dermoid

Kista Endometriosis

Kista Adenoma

Polikistik Ovarium

Tipe terbanyak dari kista ovarium adalah kista


fungsional, biasa disebut kista fisiologik. Kista ini
terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat
fungsi normal menstruasi. Kista normal ini akan
mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam
kurun waktu 2-3 siklus menstruasi

Kista folikuler terbentuk jika lonjakan LH tidak


terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai,
sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur
dan bahkan folikel tumbuh terus hingga menjadi
sebuah kista. Kista folikuler biasanya tidak
berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering
hilang dengan sendirinya.

lonjakan LH terjadi dan sel telur dilepaskan, rantai


peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian beraksi
terhadap LH dengan menghasilkan hormon Estrogen
dan progesteron dalam jumlah besar sebagai
persiapan untuk pembuahan. Perubahan dalam folikel
ini disebut sebagai korpus luteum.

Tetapi

kadang-kadang setelah sel telur


dilepaskan, lubang keluarnya tertutup
dan jaringan-jaringan mengumpul di
dalamnya, menyebabkan korpus luteum
membesar dan menjadi kista.

tetapi

kista ini dapat tumbuh


hingga 4-9 inci (10 cm) diameternya
dan berpotensi untuk berdarah
dengan sendirinya atau mendesak
ovarium yang menyebabkan nyeri
panggul atau perut.

Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal


rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat
terjadi sejak masa kecil, bahkan mungkin sudah
dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya
sering tidak membawa gejala, tetapi dapat bertambah
besar dan menimbulkan nyeri

Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar


permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kista
adenoma dapat tumbuh menjadi besar dan
mengganggu organ perut lainnya

Ovarium

berisi banyak kista yang


terbentuk dari bangunan kista folikel
yang menyebabkan ovarium menebal.
Ini berhubungan dengan penyakit
sindrom polikistik ovarium yang
disebabkan oleh gangguan hormonal.

Terutama hormon androgen yang


berlebihan. Kista ini membuat
ovarium membesar dan
menciptakan lapisan luar yang
tebal yang dapat menghalangi
terjadinya ovulasi, sehingga
menimbulkan masalah fertilitas.

USG
kista ovarium akan terlihat sebagai struktur kistik
yang bulat (kadang-kadang oval) dan terlihat sangat
echolucent dengan dinding dinding yang
tipis/tegas/licin, dan di tepi belakang kista nampak
bayangan echo yang lebih putih dari dinding depannya

Pada kista ovarium dengan keluhan nyeri perut


dilakukan laparotomi
Pada kista ovarium asimtomatik, besarnya > 10 cm,
dilakukan laparotomi pada trimester kedua kehamilan

Kista yang kecil (< 5 cm) umumnya tidak


memerlukan tindakan operatif
Kista 5-10 cm, memerlukan observasi, jika
menetap atau membesar lakukan laparotomi
Jika pada laparotomi ada kecurigaan keganasan,
pasien perlu di rujuk ke rumah sakit yang lebih
lengkap untuk evaluasi dan penanganan
selanjutnya.

Perdarahan ke dalam kista yang terjadi sedikitsedikit, sehingga berangsur-angsur menyebabkan


pembesaran kista, dan hanya menimbulkan gejalagejala klinik yang minimal. Akan tetapi jika
perdarahan terjadi dalam jumlah yang banyak akan
terjadi distensi yang cepat dari kista yang
menimbulkan nyeri perut yang mendadak

Torsio. Putaran tangkai dapat terjadi pada kista yang


berukuran diameter 5 cm atau lebih. Putaran tangkai
menyebabkan gangguan sirkulasi meskipun gangguan
ini jarang bersifat total
Massa kista ovarium berkembang setelah masa
menopouse sehingga besar kemungkinan untuk
berubah menjadi kanker (maligna).

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.

Mochtar,R.Sinopsis obstetri jilid 1.EGC;Jakarta,1998.Hal 331


Cunningham, Mac Daonald. Obstetri Williams edisi 18.EGC :Jakarta.
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Ilmu kandungan.
Jakarta.

5.

Berek & Novak's Gynecology, 14th Edition, Copyright 2007


Lippincott Williams & Wilkins

6.

(Sarwono.2008.Ilmu Kandungan.Yayasan Bina Pustaka.Jakarta)

7.

Panduan persiapan Klinik Obstetri dan Ginekologi (Bambang


Widjanarko,Sp.OG)

8.

Barbara Bates, pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan