Anda di halaman 1dari 7

TUGAS ELEKTRONIKA II

RANGKAIAN COMMON BASE, COMMON EMITTER, DAN COMMON


COLLECTOR

DISUSUN OLEH:
ISTIA WARYANI W.

5215141101

HANI SUKMA G.

5215141114

KUNDAHYAN JAMIL

5215141968

FAISHAL HANIF

5215144159

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2016

Common Collector
Penguat Common Collector adalah penguat dimana kaki kolektor transistor di groundkan /
ditanahkan , lalu input di masukkan ke basis dan output diambil pada kaki emitor dan penguat ini
berkarakteristik sebagai penguat arus. Rangkaian ini hampir sama dengan Common Emitor tetapi
outputnya diambil dari Emitor. Input dihubungkan ke Basis dan output dihubungkan ke Emitor.
Rangkaian ini disebut juga dengan Emitor Follower (Pengikut Emitor) karena tegangan output
hapir sama dengan tegangan input.

Gambar 1.1 Rangkaian Common

Collector

Prinsip kerja common-collector :


Jika kita mengikat pin kollektor pada sumber, gunakan basis sebagai input, dan jadikan emitter
sebagai output. Maka kita memiliki Common Collector.

Gambar 1.2 Sinyal Common Collector

Konfigurasi common collector tidak melakukan penguatan pada tegangan, bahkan tegangan dari
sumber ketika melewati konfigurasi ini akan berkurang sebesar 0,6V. Mengapa bisa terjadi ?
karena pada dasarnya konfigurasi common collector adalah penguat dengan umpan balik negatif.
VOUT diletakkan dengan arah yang berkebalikan dengan VIN. akibatnya, tegangan menjadi
berkurang sesuai dengan Hukum Kirchoff. Karena itulah konfigurasi ini juga dikenal sebagai
voltage follower.

Sifat atau karakter pada Transistor sebagai Penguat Common Collector:

Signal output dan signal input satu phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor)

Mempunyai penguatan tegangan sama dengan 1

Mempunyai penguatan arus tinggi (sama dengan HFE transistor)

Karena mempunyai Impedansi input tinggi dan impedansi output rendah sehingga cocok
digunakan sebagai buffer

Persamaan masukan sinyal kecil :


vi vBE iB .rBE iE .RE
vBE iB .rBE (iC iB ).RE
vBE iB .rBE (.iB iB ).RE
vBE iB .rBE (.iB iB ).RE
vBE iB .rBE (.iB iB ).RE
Tahanan Masukan :
rIN =

V BE
iB

= rBE + (.+1).RE

Dengan adanya bias pembagi tegangan (bias Thevenin) R1, R2 pada masukan,
maka besarnya resistansi masukan menjadi terbatasi atau semakin kecil, dengan
demikian persamaan diatas berubah seperti berikut:
rIN

V BE
iB

= R1//R2[rBE + (.+1).RE]

Common Base
Penguat Common Base adalah penguat yang kaki basis transistor di groundkan, lalu input di
masukkan ke emitor dan output diambil pada kaki kolektor. Penguat Common Base mempunyai
karakter sebagai penguat tegangan.

Gambar 2.1

Rangkaian
Common Base (PNP)

Konfigurasi Common Base didesain dengan maksud untuk mendapatkan tahanan masukan yang
kecil, maka dari itu variasi sinyal masukan ditempatkan pada kaki emitor dan sebagai kapasitor
bypass-nya ditempatkan antara basis dan massa, dimana untuk sinyal bolak-balik
bias DC yang dibangun oleh R1, R2 dapat dianggap rangkaian hubung singkat.

Gambar 2.1 Sinyal Common Base

Sifat atau karakter pada Penguat Common Base adalah :

Adanya isolasi input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil

Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai impedansi input tinggi yang dapat
menguatkan sinyal kecil

Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi (biasanya terdapat pada jalur UHF dan
VHF)

Dapat dipakai sebagai buffer atau penyangga

Common Emitter
Penguat Common Emitor adalah penguat yang kaki emitor transistor di groundkan, lalu input di
masukkan ke basis dan output diambil pada kaki kolektor . serta mempunyai karakter sebagai
penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor di-ground-kan/ ditanahkan, Input adalah Basis, dan
output adalah Collector.

Gambar 3.1 Rangkaian Common Emitter

Gambar 3.2 Sinyal Common Emitter

Pada konfigurasi emitor bersama (common emitter = CE) sinyal input diumpankan pada basis
dan output diperoleh dari kolektor dengan emitor sebagai groundnya. Faktor penguatan arus pada
emitor bersama disebut dengan BETA (). Seperti halnya pada , istilah juga terdapat dc (beta
dc) maupun ac (beta ac). Definisi ac (atau saja) dengan VCE konstan adalah pada waktu
yang sama, belum tentu mempunyai yang sama. Hubungan antara dan dapat dikembangkan
melalui beberapa persamaan berikut:

Sehingga
dan diperoleh persamaan adalah :

Sifat atau karakter pada Transistor sebagai Penguat Common Emitor:

Signal output berbeda phasa 180 derajat atau berbalik phasa sebesar 180 derajat terhadap
sinyal input.

Sangat memungkinkan adanya osilasi akibat feedback atau umpan balik positif,sehingga
untuk mencegahnya sering dipasang feedback negatif.

Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah) terutama pada sinyal audio

Mempunyai stabilitas penguatan rendah karena tergantung stabilitas suhu dan bias
transistor