Anda di halaman 1dari 18

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM


1.12. Energi dan Daya Sinyal
1.12.1. Energi sinyal
Energi sinyal waktu kontinyu x(t) pada resistor 1 Ohm didefinisikan sebagai Ex berikut :

Ex

(1.107)

x (t ) dt

Satuan dari energi sinyal tergantung dari satuan dari sinyal. Dalam kasus tegangan sinyal v(t)
yang diterapkan pada suatu resistor R, energi yang diberikan ke resistor adalah sebesar :
Energi

v (t )
1
dt
R
R

v (t ) dt

Ev
R

(1.108)

Analogi dengan sinyal waktu kontinyu, maka energi sinyal waktu diskrit didefinisikan sebagai :
Ex

x ( n)

(1.109)

Contoh 1.25.
Carilah energi sinyal dari x(t) = 3 tri(t/4)
Solusi :
Dari definisi energi :
Energi

x(t ) dt

t
t
3tri ( ) dt 9 tri 2 ( ) dt

4
4

Menggunakan definisi sinyal segitiga :


tri (t ) 1 t ; t 1
0; t 1

Maka dapat didefinisikan sinyal tri(t/4) sebagai berikut :

tri (t / 4) 1 t / 4 ; t / 4 1
0; t / 4 1

Dan
4

E x 9 (1 1 / 4 ) 2 dt
4

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
Sehingga energi sinyalnya :
4
4
t 2
t
t
t2
t2
t3 4
) dt 18 (1 ) 2 dt 18 (1
) dt 18[t

] 0 24
0
0
4
4
2 16
4 48

E x 18 (1
0

Contoh 1.26.
Carilah energi sinyal waktu diskrit x(n) = ()n u(n)
Solusi :
Dari definisi :
Ex

x ( n)

( 2)

2
n

u ( n)

( 2)
n 0

2
n

1
1
1
1
4
( ) 2 n 1 2 4 ...

2
2
1 0,25 3
n 0 2

1.12.2. Daya sinyal


Daya rata-rata sinyal waktu kontinyu didefinisikan sebagai berikut :
1
T T

Px lim

T /2

( T / 2 )

x (t ) dt

(1.110)

Daya rata-rata sinyal waktu diskrit didefinisikan sebagai berikut :


1
N 2 N

Px lim

N 1

x (n)

(1.111)

n N

Untuk sinyal periodik, maka daya rata-rata sinyal waktu kontinyu periodik adalah sebagai
berikut :

Px

1
T

to T

to

x (t ) dt

1
T

x (t ) dt

(1.112)

Sedangkan untuk sinyal waktu diskrit periodik, daya rata-ratanya adalah :

1 k N 1
1
2
2
Px x(n) x(n)
N n k
N nN
Contoh 1.27.
Carilah daya sinyal x(t) = A cos (2fo +)
Solusi :

(1.113)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
Dari definisi daya sinyal waktu kontinyu periodik adalah :
Px

1
T

to T

to

A cos 2f o t ) dt

A2
To

To / 2

To / 2

cos 2 (

2
t )dt
To

Menggunakan identitas trigonometri :


cos(x)cos(y)=[cos (x-y)+cos (x+y)]/2
Didapat :
Px

A2
2

1.13. Latihan soal-soal tentang sinyal dan sistem


1. Jika g(t) adalah 7e-2t-3 , tuliskan dan sederhanakan :
a. g(3)

b. g(2-t)

c. g(t/10 + 4)

d. g(jt)

2. Dari masing-masing fungsi g(t), sketsalah g(-t), -g(t), g(t-1) dan g(2t)

3. Carilah bagian genap dan bagian ganjil dari fungsi berikut :


a. g(t) = 2t2 3t + 6

c. g(t) = sinc(t)

b. g(t) = 20 cos (40t /4)

d. g(t) = t(2-t)(1 + 4t)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
4. Sketsalah bagian genap dan bagian ganjil dari g(n) = cos[2n/4]
5. Diberikan sinyal sebagai berikut :

Sketsalah a. g(-n)

b. g(2-n)

c. g(2n)

d. g(n/2)

6. Periksalah apakah system waktu kontinyu dengan persamaan diferensial :


dy(t)/dt + 10 y(t) + 5 = x(t)
apakah system tersebut linear?

7. Carilah respons impuls sistem dengan persamaan perbedaan berikut :


a).

y(n) = x(n) +0,8 y(n-1)

b).

5y(n) + 6y(n-1) + y(n-2) = x(n)

c).

2y(n) + 6y(n-2) = x(n) x(n-2)

8. Carilah hasil konvolusi dari dua sinyal berikut :


a).

x(t)

h(t)

3
2

0
b)

x(t)

h(t)

3
2

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
0
c)

x(t)

h(t)

d).

g(t) = rect(t)*rect(t)

e).

g(t) = rect(t)*rect(t/2)

f).

g(t) = rect(t-1)*rect(t/2)

g).

g(t) = [rect(t-5)+rect(t+5)] * [rect(t-4) + rect (t+4)]

9.

Carilah energi dan daya sinyal berikut ini :


a). x(t) = tri[(t-3)/10]
b). x(n) = 10 sin (2n/4)

UJIAN TENGAH SEMESTER


TAHUN AKADEMIK 1998 / 1999
MATA KULIAH
KODE MATAKULIAH
HARI / TANGGAL
WAKTU
DOSEN
SIFAT

: SISTEM LINIER
: TE2263
: SENIN / 29 MARET 1999
: 13.30 - 16.00
: TEAM DOSEN
: BUKA BUKU

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
Anakku, meski Bapak tidak melihat, Ingatlah sesungguhnya Allah Maha Melihat
KERJAKAN 4 DARI 5 SOAL YANG TERSEDIA !
1. Sebuah massa M yang diikat dengan pegas K
ditarik dengan gaya F sehingga bergeser di
lantai dengan gesekan C, Persamaan masalah
K

sistem tersebut adalah sebagai berikut:

d2
d
M 2 y (t ) C y (t ) Ky (t ) u (t ) , dimana
dt
dt

M 1, C 5, dan K 6

Ditanyakan :
a. tentukan respon steady state untuk masukan : u (t ) 20 cos(3t

tentukan respon frekuensi sistem H () (hubungannya dengan L( p ) )


tentukan respon impulse sistem h(t )
Apakah sistem stabil ? Mengapa ?
tentukan Y () untuk masukan : u (t ) 20 cos(3t )
gambar realisasi dari sistem diatas.

b.
c.
d.
e.
f.
Solusi :
a.

respon steady state : y ss (t )


Dengan menggunakan operator p :

d2
d
y (t ) 5 y (t ) 6 y (t ) u (t )
2
dt
dt
( p 2 5 p 6) y (t ) u (t )

L( p )
L( p )

y (t )
1
2
, maka respon steady state diperoleh :
u (t ) ( p 5 p 6)

p j 5

1
( p 5 p 6)
2

3 j15

p j 3

1
(3) 15
2

tan 1 (

0.0654 1.7682

maka respon steady state :

y ss (t ) 20.0.0654 cos(3t / 3 1.7682)


y ss (t ) 1.308 cos(3t 0.7210)
y ss (t ) 1.308 cos(3t 0.2295 )

y ss (t ) 1.308 cos(5t 41.3103 o )


b.

)
3

Respon frekuensi sistem : H ()


H ( ) L ( p )

p j

1
( p 2 5 p 6)

p j

1
(6 ) 25
2

1
(6 2 ) j 5

tan 1 (

5
)
6 2

15
)
3

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
1

36 13
2

tan 1 (

5
)
6 2

H () H () , dimana :

H ( )

36 13 2 4
1

= respon magnituda,

sedangkan H () tan (

5
) = respon phasa
6 2

gambar respon magnituda dan respon phasa :

Respon Magnituda

Magnituda

0.25
0.2
0.15
0.1
0.05
-4

-3

-2

-1

-3

-2

-1

Phasa (pi)

0.5

-0.5
-4

c.

0
1
Frekuensi
Respon Phasa

0
Frekuensi

Respon impulse sistem h(t ) diperoleh dari :

h(t ) 1 [ H ()]

1
1
1

( j 2) ( j 3)
h(t )

d.

1
2

H ().e

jt

d (e 2 t e 3t ) (t ) ,dimana : (t ) = fungsi unit step

Sistem diatas Stabil, karena :


Syarat sistem dikatakan stabil, jika :
- Polinom Denumerator (D(p) atau penyebut) mempunyai akar bagian riil yang negatif.

L( p)
-

N ( p)
1
1
2

D ( p) ( p 5 p 6) ( p 2)( p 3)

Respon impulse sistem terbatas :

h(t ) dt

e.

h(t ) dt e 2 t e 3t dt
0

1 2t
1
e
e 3t
2
3

1
, memenuhi persyaratan stabil.
6

Y () dapat ditentukan dengan sifat :


Untuk operasi konvolusi dalam kawasan waktu :
y (t ) h(t ) u (t )

h( ).u (t )d

Y ()
Y ()

y (t ).e

jt

dt

h( ).u (t ).e

jt

h( ) .u (t ).e

j ( t )

.e j dt .d

dt .d

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
Y ( )

h( ).e

.u (t ).e

j ( t )

.dt .

Y () H ().U () (operasi kali)


Maka akan menjadi operasi kali dalam kawasan frekuensi :

Y () H ().U ()
dengan demikian, H () sudah diperoleh dari jawaban (b), maka tinggal mencari TFWK dari
u (t ) 20 cos(3t ) , yaitu :
Dari penurunan diperoleh bahwa :
e jot 2 ( o) gunakan sifat dualitas.
Maka :

20 cos(ot ) 20 [ ( o) ( o)]
20 cos(3t ) 20 [ ( 3) ( 3)] (Spektrum diskrit)
gambar Spektrum U () dan H () adalah :
Respon Magnituda

0.25
Magnituda

0.2

Spektral dari u(t) tidak dengan skala yang sebenarnya

0.15
0.1
0.05
0
-4

-3

-2

-1

-3

-2

-1

Phasa (pi)

0.5

0
1
Frekuensi
Respon Phasa

-0.5
-4

0
Frekuensi

maka hasil kali dari H () dan U () adalah Y () , jadi :

Y ( )

f.

20 [ ( 3) ( 3)]

36 13 2 4
pada frekuensi 3

tan 1 (

5
) , dimana Y () hanya mempunyai nilai
6 2

Gambar realisasi sistem :

d2
d
y (t ) 5 y (t ) 6 y (t ) u (t )
2
dt
dt
Direct Form I (atau II) :

d2
d
y (t ) u (t ) 5 y (t ) 6 y (t )
2
dt
dt

u(t)

-5
-6

Cascade Form :

d2
d
y (t ) 5 y (t ) 6 y (t ) u (t )
2
dt
dt
( p 2 5 p 6) y (t ) u (t )
1
y (t )
u (t )
2
( p 5 p 6)

y(t)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
y (t )

u(t)

1
u (t ) , sehingga realisasi cascade form :
( p 2)( p 3)

-2

y(t)
-3

2. Suatu sistem kontinyu direalisasikan sebagai berikut :


A

x(t)

y(t)

h3 (t )

h1 (t )

h2 (t )

Dimana :
h1 (t ) 2.e 2t , h2 (t ) e 3t , dan h3 (t ) e 2t (Ralat : tertulis h3 (t ) 22t seharusnya
h3 (t ) e 2 t )
dengan bantuan transformasi Fourier, tentukan :
a. respons impuls sistem secara keseluruhan, apakah sistem tersebut stabil ?
b. jika diberi masukan x (t ) 5e 3t tentukan keluaran pada titik A.
Solusi :
a. Respon impuls sistem secara keseluruhan :
x(t)

y a (t )

y (t )

y b (t )

yc (t )

Keluaran blok a :

y a (t ) ha (t ) * x (t ) x (t ) ha (t ) (t ) (convolution identity)

Sistem yang terdiri blok a, b dan c, yang disusun secara paralel (misal sebagai sistem P, maka :
h p (t ) ha (t ) h1 (t ) h2 (t ) ,
Selanjutnya sistem P dan d yang disusun secara Kaskade, diperoleh :
y A (t ) h p (t ) * x(t ) [ha (t ) h1 (t ) h2 (t )] * x(t )

y (t ) h3 (t ) * y A (t ) {[ ha (t ) h1 (t ) h2 (t )] * x (t )} * h3 (t )
y (t ) [ ha (t ) h1 (t ) h2 (t )] * h3 (t ) * x (t )

Dengan menggunakan transformasi Fourier :

[ y (t )] [ ha (t ) h1 (t ) h2 (t )].[h3 (t )].[ x (t )]
H All () [ha (t ) h1 (t ) h2 (t )].[ h3 (t )]

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
H All () [1

2
1
1

].
j 2 j 3 j 2

1
2
1

2
j 2 ( j 2)
( j 2).( j 3)
1
2
1
1

]
2
j 2 ( j 2)
( j 2) ( j 3)
2
1

2
( j 3)
( j 2)
2
1
hall (t ) 1 [

] (dengan tabel 3.1 Pasangan Transformasi Fourier), diperoleh :


2
( j 3)
( j 2)

hall (t ) [ 2te 2t e 3t ] (t ) , dimana : (t ) : fungsi unit step

Syarat sistem dikatakan stabil, jika :


- Polinom Denumerator (D(p) atau penyebut) mempunyai akar bagian riil yang negatif.
Karena akar dari polinom penyebut adalah 2 dan 3, berarti sistem stabil.
L( p )

N ( p)
2
1
p2 2 p 2

D ( p ) ( j 2) 2
j 3 ( p 2) 2 ( p 3)

Respon impulse sistem terbatas :

h(t ) dt

1 5
h(t) dt 0 2te dt te 2e 0 6
2 t 3t

2t 2t

, memenuhi persyaratan stabil.

b. jika diberi masukan x (t ) 5e 3t tentukan keluaran pada titik A


y A (t ) h p (t ) * x (t ) [ ha (t ) h1 (t ) h2 (t )] * x(t )

YA () [ ha (t ) h1 (t ) h2 (t )].x(t )
YA () [1

2
1
5

].
j 2 j 3 j 3

5
10
5

j 3 ( j 3)( j 2) ( j 3) 2
10
5
5
YA ()

( j 2) ( j 3) ( j 3) 2
YA ( )

y A (t ) [10e 2 t 5(e 3t te 3t )] (t )

3. Sebuah sistem waktu diskrit dengan respon impuls h( n) 2 ( n) 4 ( n 1) 2 ( n 2)


diberikan masukan x(n) 3n) ( n 1) 2 ( n 2) . Tentukan :
a. H ( ) dan X ( )
b. gambarkan respons magnituda H ( ) dan respons phasa H ( )
c. tentukan keluaran y (n) dengan bantuan transformasi Fourier.
d. Bandingkan jawaban no. C dengan melakukan operasi konvolusi. Berikan komentar
anda.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
Solusi :
a. Response Frekuensi :

h( n) 2 (n) 4 (n 1) 2 ( n 2)
x (n) 3n) (n 1) 2 ( n 2)

Gambar response impulse :


Response Impulse h(n)

Amplituda

2
0
-2
-4
-1

-0.5

-0.5

Amplituda

0.5

1
1.5
Waktu Diskrit
Response Impulse x(n)

2.5

2.5

2
0
-2
-1

H ( )

h(n).e

0.5

1
1.5
Waktu Diskrit

jn

[2 (n) 4 (n 1) 2 (n 2)].e

j n

(kausal )

n 0

2 4e jn 2e j 2

e jn ( 2e jn 2e jn 4)

4e jn (cos 1)

dengan cara yang sama :

x (n) 3n) (n 1) 2 ( n 2)
X ( )

x(n).e

jn

[3 (n) (n 1) 2 (n 2)].e

jn

( kausal )

n 0

3 e jn 2e j 2

e jn ( 2e jn 2e jn e j 1)
e j (1 cos j 3 sin )
b. Sehingga :
response magnituda : | H ( ) | 4 | cos 1 | dan response phasa : H ( )
response magnituda : | X ( ) | (1 cos ) 2 9 sin 2 dan response phasa : X ( )
Gambar response magnituda dan response phasa :

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
Response Magnituda

Magnituda

8
6
4
2
0
-8

-6

-4

-2

-6

-4

-2

0
2
Frekuensi
Response Phase

Phase

2
0
-2
-4
-8

0
Frekuensi

c. Keluaran y(n) dengan bantuan transformasi Fourier :


Y ( ) ( 2 4e jn 2e j 2 ).(3 e j 2e j 2 )

6 10e j 2e j 2 10e j 3 4e j 4

sehingga :

y (n) 1[6 10e j 2e j 2 10e j 3 4e j 4 ]


y ( n) 6 ( n) 10 ( n 1) 2 ( n 2) 10 ( n 3) 4 ( n 4)

d. Keluaran y(n) dengan cara konvolusi :


y ( n)

h(k ).x(n k )

Hasil Konvolusi x(n) dengan h(n)


10
8
6

Amplituda

4
2
0
-2
-4
-6
-8
-10
-1

2
Waktu Diskrit

sehingga diperoleh :

y (n) 6 (n) 10 (n 1) 2 ( n 2) 10 (n 3) 4 (n 4)

Komentar :
a. Konvolusi dalam domain frekuensi = kali dalam domain waktu
b. Konvolusi dalam domain waktu = kali dalam domain frekuensi
c. Sifat diatas merupakan sifat dualitas transformasi Fourier.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
4. Diberikan SWD LTI Kausal seperti dibawah ini :
x(n)

h(n)

y(n)

44

46
40

35
5
3

25

20

10

1
n

x (n) =[1 2 3 4 5]

y (n) = [1 4 10 20 35 44 46 40 25]

Tentukan respon impuls sistem h(n) ?


Solusi :
Prinsip Konvolusi :

y ( n)

h(k ).x(n k )

dengan rumus diatas, h(n) dapat ditentukan dengan proses Dekonvolusi (Konvolusi Balik) :
y(0)=h(0).x(0)
y(1)=h(1).x(0) + h(0).x(1)
y(2)=h(2).x(0) + h(1).x(1) + h(0).x(2)
dan seterusnya.
Sedangkan Proses Dekonvolusi :

y (0)
1
x (0)
y (1) h(0).x (1)
4 1.2
h(1)

2
x (0)
1
y (2) h(1).x (1) h(0).x( 2) 10 2.2 1.3
h ( 2)

3
x ( 0)
1
y (3) h( 2).x (1) h(1).x ( 2) h(0).x (3)
20 3.2 2.3 1.4
h(3)

4
x (0)
1
y (4) h(3).x(1) h(2).x( 2) h(1).x(3) h(0).x( 4)
35 4.2 3.3 2.4 1.5
h ( 4)

5
x(0)
1
y (5) h( 4).x (1) h(3).x (2) h(2).x (3) h(1).x ( 4) h(0).x(5)
h(5)
x ( 0)
44 5.2 4.3 3.4 2.5 1.0

0 , jadi h(n)=[1 2 3 4 5]
x(0)

h(0)

5. Diberikan respon frekuensi untuk sistem waktu diskrit LTW seperti gambar berikut :
0

20log H

H
P e r io d ik

P e r io d ik

20

Tentukan keluaran "steady state", y ss n , jika diberikan masukan :

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
a. x n 2 cos 0,5n 0,5 u n
b. x n {10 5 cos 0,5n 0,5 }u n
Solusi :
a. Untuk masukan x n 2 cos 0,5n 0,5 u n , dimana frekuensi 0 0,5 rad, maka :
Response magnituda dan response phasa sistem dari gambar diatas adalah :
20 log H ( )

H ( )
H ( )

0 , 5

0 , 5
0 , 5

10

10 0, 5
0,162

H ( ) 0 , 5 0,5

dengan demikian keluaran steady state, yss (n) :


yss ( n) 2. H (0,5 ) cos(0,5n 0,5 H (0,5 ))u (n)

yss (n) 0,6324 cos(0,5n)u (n)

b. Untuk masukan x n {10 5 cos 0,5n 0,5 }u n , maka keluaran steady state :
yss ( n) 10. H (0) H (0) 5. H (0,5 ) cos(0,5n 0,5 H (0,5 ))u ( n)

yss ( n) 10 5.0,3162 cos(0,5n 0,5 0,5 ))u (n)


yss (n) 10 1,5811 cos(0,5n)u (n)

Tambahan :
1.
dy(t)/dt + t y(t) = x(t)
(p+t)y(t) = x(t)
L(p) = 1/(p+t)
Sistem akan stabil bila t>0
2.

dy(t)/dt + 10 y(t) +5 = x(t), untuk melihat kestabilan perlu manipulasi


(p+10)y(t) = x(t)-5
L(p) = L1(p) + L2(p)
L1(p) = y(t)/x(t) = 1/(p+10)
L2(p) = y(t)/x(t) = -5/[(p+10).x(t)]
= y(t)/1 = -5/(p+10) seolah olah masukannya sinyal yang ada di setiap waktu
(dc)
Dari kedua system operator tersebut terlihat akar-akar polynomial denumerator atau
sering disebut pole, berada di p = -10 (di sebelah kiri sumbu imajiner). Jadi system stabil

3. Diberikan SWD dengan masukan x(n) = (n) + 2 (n-1) + 3 (n-2) dan memberikan
keluaran y(n) = 3 (n) + 8 (n-1) + 14 (n-2) +8 (n-3) + 3 (n-4). Carilah respons
impuls system tersebut.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
Solusi :
Kembali kepada formulasi Penjumlahan Konvolusi :
y ( n)

h(k ).x(n k )

dengan rumus diatas, h(n) dapat ditentukan dengan proses Dekonvolusi (Konvolusi
Balik) :
y(0)=h(0).x(0)
y(1)=h(1).x(0) + h(0).x(1)
y(2)=h(2).x(0) + h(1).x(1) + h(0).x(2)
dan seterusnya.
Sedangkan Proses Dekonvolusi yang merujuk ke formulasi konvolusi di atas, didapat
hubungan :
y ( 0)
3
x ( 0)
y (1) h(0).x (1) 8 3.2
h(1)

2
x ( 0)
1
y (2) h(1).x(1) h(0).x( 2) 14 2.2 3.3
h( 2)

1
x(0)
1
h ( 0)

(1.104)
Kalau dilanjutkan dengan h(3), h(4) dan seterusnya akan didapat harga
sama dengan nol. Karena dari sample masukan sepanjang 3 cuplikan dan keluaran
sepanjang 5 cuplikan dapat ditentukan panjang respons impulsnya yaitu sama dengan
panjang sample keluaran (yaitu = 5) dikurangi panjang sample masukan (yaitu = 3)
ditambah 1 cuplikan, di dapat 3 cuplikan. Sehingga didapat respons impuls :
h(n) = 3 (n) + 2 (n-1) + (n-2).

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM

UJIAN TENGAH SEMESTER


MATA KULIAH
WAKTU
SIFAT
DOSEN
KELAS

: Sistem Linier / TE2263


: 160 Menit
: Tutup Buku
Kalkulator boleh pakai
: Hasudungan M, Ir. MT dan Porman P, Ir. MT.
: TE-01,03,04

1. Diketahui suatu sinyal kontinyu sbb :

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
f(t)

-2

a. Nyatakan fungsi f (t )
b. Gambarkan dan nyatakan fungsi f ( 2t )
1
2

c. Gambarkan dan nyatakan f ( t 4)


2. x(n) dan y(n) adalah masukan dan keluaran suatu sistem diskrit.
Tentukan apakah sistem dibawah ini : kausal, linier, tak ubah waktu dan stabil :
a. y(n) = a x(n) + b ; dimana a dan b adalah konstanta
b. y(n) = a x(n+1) b x(n-1) ; a dan b adalah konstanta
c. y(n) = a x(n).x(n-1) ; a adalah konstanta
Solusi :
a. y(n) = a x(n) + b ; dimana a dan b adalah konstanta

Sistem dikatakan Kausal, jika h(n) 0, untuk n 0


y (n) h( n) , jika x ( n) ( n) , sehingga :
h( n) a( n) b , dengan demikian h(n) b untuk n 0 , maka siustem
tersebut sistem non kausal.

Sistem dikatakan linier, jika memenuhi sifat superposisi :


1. Aditif : T [ x1 (n) x2 (n)] T [ x1 (n)] T [ x2 (n)]
2. Homogenitas : T [a1 x1 (n) a2 x2 (n)] a1T [ x1 (n)] a2T [ x2 (n)]
y1 (n) a[ a1 x1 ( n)] b a.a1T [ x1 (n)]
y2 ( n) a[a2 x2 (n)] b a.a2T [ x2 (n)]
y1 (n) y1 (n) a[a1 x1 (n)] a.a2T [ x2 (n)] 2b , sedangkan :
y ( n) a[ a1 x1 ( n) a2 x2 ( n)] b a.a1T [ x1 ( n)] a.a2T [ x2 ( n)] b ,
dengan demikian sistem dikatakan tidak linier.

Sistem dikatakan stabil, apabila


b. y(n) = a x(n+1) b x(n-1) ; a dan b adalah konstanta
3. Realisasikan dengan direct, cascade dan paralel form persamaan diskrit berikut :
3 y(n+3) 2 y(n+2) + 32 y(n+1) 23 y(n) = x(n+1) + 5 x(n)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM