Anda di halaman 1dari 39

PENERAPAN KEWASPADAAN

ISOLASI DI RUMAH SAKIT

PELATIHAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI RUMAH SAKIT


RS PUSDIKKES, TANGGAL 23 24 MARET 2015

PENDAHULUAN
MASALAH DI YANKES
DI SELURUH DUNIA

PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN
INFEKSI (PPI)

KEWASPADAAN
ISOLASI

LOS , BIAYA ,KERUGIAN RS


& PS , KECACATAN,KEMATIAN
TUNTUTAN HUKUM, CITRA RS

MEMUTUS MATA
RANTAI INFEKSI

Infeksi yang terjadi selama proses


perawatan di rumah sakit atau di
fasilitas kesehatan lain, dimana
pasien tidak ada infeksi atau tidak
dalam masa inkubasi, termasuk
infeksi didapat di rumah sakit tapi
muncul setelah pulang, juga infeksi
pada petugas kesehatan yang terjadi
di pelayanan kesehatan.

Rantai Penularan Infeksi


Agen Penyebab
Infeksi
Bakteri, Jamur, Virus,
Riketsia, Parasit

Pejamu Rentan:

Reservoir:

Immunocompromised;
Pasca bedah; Luka bakar;
Penyakitkronik;Umur
muda; Lansia

Manusia; Air dan Larutan;


Obat; Peralatan

Tempat Keluar:

Tempat Masuk:
Lapisan mukosa; Luka; Sal.
Cerna; Sal. Kemih; Sal.
nafas

Ekskreta; Sekreta; Droplet

Cara Penularan:
Kontak; (langsung, tak
langsung, droplet; melalui
Udara; mel. Benda; Vektor

Standar Akreditasi Rumah Sakit


I. Kelompok Standar Pelayanan Berfokus pada
Pasien
Bab 1.
(APK)
Bab 2.
Bab 3.
Bab 4.
Bab 5.
Bab 6.
Bab 7.

Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan


Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
Asesmen Pasien (AP)
Pelayanan Pasien (PP)
Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
Manajemen dan Penggunaan Obat (MPO)
Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)

II. Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit


Bab
Bab
Bab
Bab
Bab
Bab

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)


Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Pengarahan (TKP)
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS)
Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)

Standar Akreditasi Rumah Sakit


NO
13
14
15
16
17

STANDAR
PPI 7.4
PPI 7.5
PPI 8
PPI 9
PPI 10

EP
2
2
6
5
2

18

PPI 10.1

NO

STANDAR

EP

PPI 1

PPI 2

PPI3

PPI4

PPI 5

PPI 5.1

19

PPI 10.2

PPI 6

20

PPI 10.3

PPI 7

PPI 7.1

10

PPI 7.1.1

11

PPI 7.2

21
22
23
24

PPI 10.4
PPI 10.5
PPI 10.6
PPI 11

2
3
2
5

12

PPI 7.3

STD 24

83

Fokus Program
Program kepemimpinan dan koordinasi
(PPI 1; 2; 3; 4)
Fokus dari program
(PPI 5; 5.1; 6; 7; 7.1; 7.1.1; 7.2; 7.3; 7.4; 7.5)
Prosedur Isolasi (PPI 8 )
Teknik pengamanan dan hand hygiene ( PPI 9)
Integrasi program dng peningkatan mutu dan
keselamatan pasien (PPI 10; 10.1; 10.2; 10.3;
10.4; 10.5; 10.6)
Pendidikan staf tentang program (PPI 11)

PROSEDUR ISOLASI
Standar PPI.8
Rumah sakit menyediakan penghalang untuk pencegahan
(barrier precaution) dan prosedur isolasi yang melindungi
pasien, pengunjung dan staf terhadap penyakit menular dan
melindungi dari infeksi pasien yang immunosuppressed,
sehingga rentan terhadap infeksi nosokomial.
Elemen Penilaian PPI.8
1.Pasien yang menderita atau dicurigai menderita penyakit
menular di isolasi sesuai kebijakan rumah sakit dan pedoman
yang direkomendasikan.
2.Kebijakan dan prosedur membahas ttg pemisahan yang
menderita penyakit menular dari pasien dan staf yang
berisiko tertular lebih besar akibat immunosuppressed atau
alasan lain

Lanjutan

3. Kebijakan dan prosedur mengatur bagaimana cara


mengelola pasien dengan infeksi airborne untuk jangka
waktu pendek ketika ruangan bertekanan negatif tidak
tersedia
4. Rumah sakit mempunyai strategi untuk berurusan
dengan arus pasien dengan penyakit yang menular
5. Ruangan bertekanan negatif tersedia dan di monitor
secara rutin untuk pasien infeksius yang membutuhkan
isolasi untuk infeksi airborne; bila ruangan bertekanan
negatif tidak segera tersedia, ruangan dengan sistem
filtrasi HEPA yang diakui bisa digunakan.
6. Staf dididik tentang pengelolaan pasien infeksius

MAKSUD &TUJUAN PPI 8


RS membuat tentang isolasi dan prosedur penghalang (barrier) di
rumah sakit. Hal kebijakan dan prosedur berdasarkan cara
penularan penyakit & mengatur pasien yg mungkin infeksius atau
yg immunosuppressed, juga arus masuk pasien dalam jumlah
besar dengan infeksi yang menular.
Kewaspadaan airborne adalah perlu untuk mencegah transmisi
bahan infeksius yg dpt bertahan di udara dalam waktu yang lama.
Penempatan pasien dengan airborne infeksi yang paling bisa
adalah di ruangan tekanan negatif. Bila struktur bangunan
tidak dapat segera mengadakan ruangan tekanan negatif, rumah
sakit bisa mensirkulasi udara melalui sistem filtrasi HEPA

(a high-efficiency particulate air) dengan paling sedikit 12


kali pertukaran udara per jam.

MAKSUD &TUJUAN PPI 8


Kebijakan dan prosesur harus mengatur
rencana menangani pasien dengan
infeksi airborne dalam jangka waktu
singkat ketika ruangan bertekanan
negatif atau sistem filtrasi HEPA tidak
tersedia. Prosedur isolasi juga mengatur
untuk proteksi staf dan pengunjung,
lingkungan pasien dan pembersihan
ruangan selama pasien dirawat dan
setelah pasien pulang.

Kebijakan Ruang Isolasi


Untuk melindungi pasien,
pengunjung dan staf dari penyakit
menular, pasien yang diketahui atau
dicurigai mengidap penyakit menular
diisolasi sesuai dengan penularan
berdasarkan transmisi.
Pasien dengan penyakit menular
melalui udara dirawat di ruang terpisah
menggunakan sistem kohort di dalam
ruangan dengan ventilasi gabungan
(alami + mekanik) + HEPA filter

Lanjutan

Penempatan pasien imunosupresi


dengan hasil pemeriksaan laboratorium
neutrophil
500 micro per liter, dilakukan secara
kohort untuk melindungi dari risiko
infeksi.
Penempatan pasien menular melalui
kontak dirawat di ruang terpisah
menggunakan sistem kohort
Pasien dengan dugaan emerging
infectious disease harus ditempatkan di
ruangan terpisah dari pasien lain

Lanjutan

Pasien dengan Avian Influenza


ditempatkan diruang isolasi
bertekanan negatif, sebelum dirujuk
ke rumah sakit yang mempunyai
fasilitas perawatan yang
memadai.Pasien Suspek TB Paru dan
pasien TB Paru BTA positif dirawat
dengan sistem kohort secara terpisah
menggunakan ventilasi gabungan
(alami + mekanik) dan HEPA Filter
sampai 2 minggu terapi Obat Anti TB
(OAT) efektif.

Lanjutan

Jika pasien infeksi yang


membutuhkan ruang isolasi
melebihi kapasitas rumah sakit,
maka pasien harus dirujuk ke rumah
sakit rujukan sesuai dengan fasilitas
yg dibutuhkan, sementara
menunggu dirujuk ke rumah sakit
lain, pasien diperlakukan sebagai
pasien yang menular melalui udara.

1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.
8.
9.

Dokumen Terkait Ruang


Isolasi

Kebijakan Ruang Isolasi


Panduan Ruang Isolasi
SPO kebersihan tangan (poster,stiker,banner)
SPO penggunaan APD (poster)
SPO Pengendalian kesehatan lingkungan
Penangan limbah infeksius dan non infeksius ;
benda tajam & jarum, darah dan komponen
darah
SPO penempatan pasien
SPO hygiene respirasi/etika batuk
SPO tentang isolasi (airborne, contact dan
droplet)
SPO pengambilan spesimen (sputum)

Metode Tracer
Identifikasi pasien yang dirawat di
ruang isolasi,sample satu pasien
DPJP :
apakah DPJP sudah diberi edukasi ttg PPI
TB (transmisi airborne,APD,HH),sertifikat
(SQE)
kriteria pasien masuk ruang isolasi
alasan masuk ruang isolasi sample 1
pasien
alur pasien masuk ruang isolasi

Lanjutan

PPJP
apakah PPJP sudah diberi edukasi ttg PPI TB
(transmisi airborne,APD,HH,persyaratan
ruangan),sertifikat (SQE)
apa upaya PPI TB untuk keluarga/pengunjung
edukasi apa yang diberikan kepada pasien dan
klg/pengunjung
bukti edukasi didokumentasikan di form
terintegrasi
APD masuk ruang isolasi (petugas/pengunjung)

Lanjutan

Kamar isolasi
Pastikan petugas / pengunjung
mematuhi SPO yg dibuat
Bukti pemantauan tekanan negatif dg
magnehelic (bukti audit ruang isolasi)
Tersediaa APD untuk petugas dan
pengunjung di ruang ante room

R.Pelayanan TB DOTS

R. Periksa Pasien Di Poliklinik TB Par

Edukasi Pasien dan Keluargan

Edukasi Pasien dan Keluargan

Sputum Boot

Bio Safety level cabinet

Ruang Perawatan TB

Ruang Perawatan TB

Kewaspadaan Isolasi
kombinasi

Standard Precautions /Kewaspadaan


Standar
gabungan dari
Universal Precautions/Kewaspadaan Universal
Body Substance Isolation/Isolasi duh tubuh
berlaku untuk semua pasien , setiap waktu dan di
semua fasilitas yankes

Transmission-based precautions/ Kewaspadaan


berbasis transmisi

Kewaspadaan Standar
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kebersihan tangan
Alat pelindung Diri (APD)
Pengelolaan limbah dan benda tajam
Pengendalian lingkungan
Peralatan perawatan pasien
Penatalaksanaan Linen
Kesehatan Karyawan/Perlindungan Kesehatan
petugas
8. Penempatan pasien
9. Praktek menyuntik yang aman
10. Hygiene respirasi/Etika batuk
11. Praktek untuk lumbal pungsi
2-32

ETIKA BATUK

Diterapkan kepada semua individu,


dgn gejala gangguan saluran napas
harus:

PENYUNTIKAN YANG AMAN


Pakai jarum steril, sekali
pakai,pada setiap suntikan
Bila memungkinkan sekali
pakai vial walaupun
multidose
Penelitian CDC 2006-7
tentang KLB MRSA pada
anak

PRAKTEK LUMBAL PUNKSI


Pencegahan infeksi prosedur LP
Masker harus dipakai klinisi saat
melakukan insersi pd area
spinal/epidural,mll lumbal pungsi
mis:anaestesi spinal dan
epidural,myelogram
Cegah droplet flora orofaring,dapat
menimbulkan meningitis bakterial

MONITORING
REVIEW DOCUMEN DAN
CLOSED MEDICAL RECORD

&
TRACER KE LAPANGAN
CROSS TRACER ANTAR SATKER
RONDE MANRISK SEMINGGU SEKALI

KESIMPULAN
Penempatan pasien berdasarkan transmisi
bertujuan melindungi pasien,petugas dan
pengunjung umah sakit
Rumah sakit/Fasyankes harus
menyediakan ruang isolasi airborne,kontak
dan droplet untuk melindungi petugas dan
pengunjung
Rumah sakit/Fasyankes harus melindungi
pasien imunosupresi dari risiko tertular
infeksi