Anda di halaman 1dari 20

KOMISI IV

PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN UNTUK MENDUKUNG RUJUKAN REGIONAL

DEFINISI
DEFINISI

Regionalisasi Sistem Rujukan adalah penataan sistem rujukan dengan

membagi wilayah provinsi kedalam

beberapa regional, dimana setiap

regional mempunyai satu rumah sakit

yang mengampu beberapa rumah sakit

dari kabupaten/kota sekitarnya.

LATAR BELAKANG
LATAR BELAKANG
AKSES PELAYANAN YANG BELUM MERATA RUJUKAN PASIEN BELUM EFEKTIF DAN EFISIEN PENUMPUKAN PASIEN DI RS
AKSES PELAYANAN YANG BELUM MERATA
RUJUKAN PASIEN BELUM EFEKTIF DAN EFISIEN
PENUMPUKAN PASIEN DI RS TERTENTU
Penataan Sistem rujukan dengan regionalisasi sistem rujukan
yang terstruktur dan berjenjang
TUJUAN
TUJUAN

1. Meningkatkan

jangkauan

kesehatan rujukan.

2. Meningkatkan kesehatan rujukan

mutu

pelayanan

pelayanan

POKOK BAHASAN
POKOK BAHASAN

1. RSUD mengetahui kriteria RS Rujukan Regional

2. Hak dan kewajiban sebagai konsekuensi

RS Rujukan Regional

OUTPUT
OUTPUT

Langkah-langkah yang harus dilakukan

RSUD dalam upaya memenuhi standar

RS Rujukan Regional

KRITERIA RS RUJUKAN NASIONAL DAN REGIONAL (Kepmenkes HK.02.02/MENKES/390/2014 dan HK.02.02/MENKES/391/2014

NO

1

2

3

4

6

7

8

9

10

11

12

dan HK.02.02/MENKES/391/2014 NO 1 2 3 4 6 7 8 9 10 1 1 12 KRITERIA

KRITERIA

RS NASIONAL

RS REGIONAL / PROP

RS KAB / KOTA

Bupati / walikota

NASIONAL RS REGIONAL / PROP RS KAB / KOTA Bupati / walikota Penetapan peraturan Menteri Kesehatan

Penetapan

peraturan

Menteri Kesehatan

Gubernur

/ walikota Penetapan peraturan Menteri Kesehatan Gubernur Akses rujukan Rujukan lintas provinsi /mengampu sekurangnya

Akses rujukan

Rujukan lintas provinsi /mengampu

sekurangnya 4 provinsi

Rujukan lintas kabupaten

/mengampu sekurangnya 4 kabupaten/ kota

Rujukan lintas

kecamatan

sekurangnya 4 kabupaten/ kota Rujukan lintas kecamatan Kelas RS A & RS Pendidikan B & RS

Kelas RS

A & RS Pendidikan

B & RS Pendidikan

C dan D

Madya/Dasar

RS Pendidikan B & RS Pendidikan C dan D Madya/Dasar Akreditasi Paripurna, JCI / Kelas dunia

Akreditasi

Paripurna, JCI / Kelas dunia

Minimal Utama

Akreditasi Paripurna, JCI / Kelas dunia Minimal Utama Transportasi Memiliki akses darat, udara dan air min.

Transportasi

Memiliki akses darat, udara dan air min. dari 4 Provinsi

Memiliki akses darat, udara dan air min. dari 4 kabupaten

Akses dari kecamatan

udara dan air min. dari 4 kabupaten Akses dari kecamatan Sister Hospital Sister Hospital dengan RS
udara dan air min. dari 4 kabupaten Akses dari kecamatan Sister Hospital Sister Hospital dengan RS

Sister Hospital

Sister Hospital dengan RS top di LN

Sister Hospital dg RS Rujukan Nasional / ASEAN / Kelas A lainnya

Sistem

Remunerasi +

+/- +/-

Sister Hospital dg RS regional

Sesuaikan dengan Permenkes 56/2014

Pemda

a i k a n d e n g a n Permenkes 56/2014 Pemda Unggulan Min.

Unggulan

Min. 2 layanan subspesialis

spesialistik

Pemda Unggulan Min. 2 layanan subspesialis spesialistik Anggaran Pusat dan Pemda terpilih Pusat dan Pemda Jumlah

Anggaran

Pusat dan Pemda terpilih

Pusat dan Pemda

Anggaran Pusat dan Pemda terpilih Pusat dan Pemda Jumlah Penduduk Provinsi dengan kategori penduduk padat

Jumlah

Penduduk

Provinsi dengan kategori penduduk padat

Menyesuaikan

-

Pemda Jumlah Penduduk Provinsi dengan kategori penduduk padat Menyesuaikan - Evaluasi Setiap 5 th Setiap 5

Evaluasi

Setiap 5 th

Setiap 5 th

Sesuai Pemda

PRIORITAS PADA SISTEM PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN (REGIONALISASI SISTEM RUJUKAN)
PRIORITAS PADA SISTEM PELAYANAN
KESEHATAN RUJUKAN
(REGIONALISASI SISTEM RUJUKAN)
Rujukan Regional Puskesmas Klinik RS Rujukan RS RS Rujukan Rujukan RS Kab/Kota Rujukan Regional Nasional
Rujukan
Regional
Puskesmas
Klinik
RS Rujukan
RS
RS Rujukan
Rujukan
RS Kab/Kota
Rujukan
Regional
Nasional
Regional
Provinsi
Rujukan
Regional
Dokter Praktek
Mandiri

NASIONAL

14 RS

NASIONAL 14 RS PROVINSI 20 RS

PROVINSI

20 RS

Nasional Regional Provinsi Rujukan Regional Dokter Praktek Mandiri NASIONAL 14 RS PROVINSI 20 RS KAB/KOTA

KAB/KOTARegional Nasional Regional Provinsi Rujukan Regional Dokter Praktek Mandiri NASIONAL 14 RS PROVINSI 20 RS Regional Nasional Regional Provinsi Rujukan Regional Dokter Praktek Mandiri NASIONAL 14 RS PROVINSI 20 RS

RS Rujukan Regional

(110 RS Rujukan Regional)

RS RUJUKAN REGIONAL

 

(= 110 RS)

RS KELAS A

3

RS

RS KELAS B

48

RS

RS KELAS C

52

RS

RS KELAS D

7

RS

RS REGIONAL BARAT

Dari 34 Provinsi di Indonesia, 14 Provinsi di antaranya termasuk dalam Regional Barat, yaitu:

1.

Provinsi Aceh

2.

Provinsi Sumatera Utara

3.

Provinsi Sumatera Barat

4.

Provinsi Riau

5.

Provinsi Jambi

6.

Provinsi Sumatera Selatan

7.

Provinsi Bengkulu

8.

Provinsi Lampung

9.

Provinsi Kep. Bangka Belitung

10.

Provinsi Kep. Riau

11.

Provinsi DKI Jakarta

12.

Provinsi Jawa Barat

13.

Provinsi Jawa BARAT

14.

Provinsi Banten

Total RS di Indonesia = 2.383 RS

Total RS Wilayah Barat = 1.371 RS (57,53 %)

Rumah Sakit Regional Barat Jawa Barat 293 Jawa Tengah 279 Sumatera Utara 177 DKI Jakarta
Rumah Sakit Regional Barat
Jawa Barat
293
Jawa Tengah
279
Sumatera Utara
177
DKI Jakarta
157
Banten
84
Sumatera Barat
62
Aceh
62
Riau
60
Sumatera Selatan
55
Lampung
50
Jambi
33
Kep. Riau
24
Bengkulu
19
Kep. Bangka Belitung
16
0
100
200
300
400

Sumber data : RS Online per 2 Maret 2015

DAFTAR RS RUJUKAN REGIONAL BARAT

No.

Provinsi

RS Rujukan Nasional

1

Aceh

1

2

Sumatera Utara

1

RSU H Adam Malik

3

Sumatera Barat

2

RSU Dr. M.Jamil

4

Riau

2

5

Jambi

3

6

Sumatera Selatan

3

RSU Dr. Mohammad Hoesin

7

Bengkulu

4

8

Lampung

5

9

Kep. Bangka Belitung

6

1 0

Kepulauan Riau

7

1 1

DKI Jakarta

4

RSU Dr. Cipto Mangunkusumo

1 2

Jawa Barat

5

RSU Dr Hasan Sadikin

1 3

Jawa Tengah

6

RSU Dr. Kariadi

1 4

Banten

8

RS Rujukan Provinsi

RSU Dr. Zainoel Abidin

RSUD Arifin Achmad,Pekanbaru

RSU Raden Mattaher Jambi

RS Rujukan Regional

1 RSU Dr. H.Yulidin Away

2 RSU Datu Beru Takengon

3 RSU Cut Nyak Dhien

4 RSU Dr. Fauziah Bireun

5 RSU Langsa

6 RSU Gunung Sitoli

7 RSU Rantau Prapat

8 RSUD.Dr. Djasaman Saragih

9 RSU Dr Pirngadi

1 RSU Haji Medan (RSU Haji Provinsi)

0

1 RSU Padang Sidempuan

1

1

2

RSU Pariaman

1

3

RSUD Solok

1 RSU Dr. Achmad Mochtar

4

1 5

RSUD Selasih Riau

1

6

RSU Bangkinang

1

7

RSU Bengkalis

1 8

RSUD Kota Dumai

1 RSUD H. Hanafi/Muara Bungo

9

2 RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi

0

 

2

1

RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja

2

2

RSU Muara Enim (RSUD Rabain)

2

3

RSUD Palembang Bari

2

4

RSUD Siti Aisyiah

2

5

RSUD Hasanuddin Damrah Manna

RSU Dr M

Yunus Bengkulu

2

6

RSU Curup

 

2

7

RSUD Mukomuko

RSU Dr H

Abdul Moeloek

2

8

RSUD Menggala Tulang Bawang

 

2

9

RSUD Ahmad Yani,Metro

RS Provinsi

DR.IR.H.Soekarno

3 0

RSUD Kabupaten Belitung (RSUD Marsidi Judono)

RSUD Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang

3 1

RSUD Embung Fatimah Kota Batam

3

2

RSUD Budhi Asih

3

3

RSU Pasar Rebo

3

4

RSU Tarakan

3

5

RSUD Cengkareng

3

6

RSUD Koja

3

7

RSU Cibinong

3

8

RS Islam Al Ihsan

3

9

RSUD dr. Soekardjo

4

0

RSUD Karawang

4

1

RSUD R Syamsudin SH

4

2

RSUD Gunung Jati

4

3

RSU Cibabat

4

4

RSUD Prof Dr. M Soekarjo

4

5

RSUD RAA Soewondo

4

6

RSUD Kraton Kab. Pekalongan

4

7

RSU Tidar

 

4

8

RSU Dr. Moewardi Surakarta

4

9

RSUD Tugurejo Semarang

5

0

RSUD Kardinah

RSU Tangerang

5 1

RSU Serang

KRITERIA RS RUJUKAN REGIONAL

ADANYA PERGUB YANG MENETAPKAN RS

REGIONAL

KLASIFIKASI RS MINIMAL KELAS B DAN RS

PENDIDIKAN

TERAKREDITASI STANDAR NASIONAL

MENGAMPU SEKURANGNYA 4 KAB/KOTA

MEMILIKI JALUR TRANSPORTASI

MEMILIKI MINIMAL 2 UNGGULAN SPESIALISTIK

MENJALIN KERJASAMA SISTER HOSPITAL

HASIL DISKUSI

       

RENCANA AKSI 2015

NO

ISUE/MASALAH

SOLUSI

 

KAB/KOTA

 

PROVINSI

PUSAT

A

SDM

     

1.

Evaluasi

1.

rekomendasi

 

1

masih kurang tenaga dokter spesialis

ketersediaan & kebutuhan tenaga

dokter peserta PPDS-BK

Kebijakan penempatan dokter PPDS-BK bertugas 6 bulan di daerah yang membutuhkan

2.

Memberi

2.

Memberi

 

beasiswa sesuai kebutuhan

beasiswa sesuai kebutuhan

     

1.

menyiapkan

   

2

Dokter spesialis tidak tertarik ke

insentif

2. memanfaatkan

melakukan

kerjasama dengan Fak. Kedokteran

membuat kebijakan

penempatan dokter

daerah

dokter spesialis yang ada di RS non- Rujukan Nasional

spesialis ke daerah yang membutuhkan

3

Peserta Tubel/PPDS-BK sering tidak sesuai kebutuhan daerah

       
     

1.

membuat

1.

membuat

 

kebijakan yang

kebijakan yang

4

Dokter spesialis yang dibiayai daerah sering tidak kembali

mengatur sanksi

mengatur sanksi

2.

menyiapkan

2.

menyiapkan

 

insentif

insentif

NO

ISUE/MASALAH

SOLUSI

LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN MASALAH

UPAYA PUSAT

UPAYA DAERAH

1

AKREDITASI

     
 

Percepatan

-Prioritas KARS untuk bimbingan

Penyiapan Biaya bersumber APBN

Penyiapan Angg bersumber APBD

pelaksanaan

Akreditasi RS Rujukan

/pendampingan

   

Regional

akreditasi RS Rujukan Regional

-Pola pengampu

-Regulasi pola

-Penyiapan tim

dari RS yang sudah terakreditasi

pengampuan

Akreditasi RS rujukan regional

- IKS antara RS Pengampu dan

 

diampu

NO

ISUE/MASALAH

SOLUSI

LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN MASALAH

UPAYA PUSAT

UPAYA DAERAH

2

SUMBER DAYA MANUSIA

   
 

-BIAYA

ANGGARAN

-PRIORITAS PENGGUNAAN ANGGARAN UNTUK RS RUJUKAN REG - ANGGARAN APBN BOLEH UNTUK NON PNS

-PRIORITAS PENGGUNAAN APBD UNTUK RS RUJUKAN -ANGGARAN APBD BOLEH UNTUK NON PNS

PENDIDIKAN

APBN/APBD/

MANDIRI

 

PENERIMAAN PSRTA PDDK

KEMUDAHAN UNTUK PESERTA DARI RS RUJUKAN

REGULASI FAKULTAS KEDOKTERAN PELAKSANA PDDK

SELEKSI PESERTA DIDIK DARI PETUGAS YANG

REG/ PUTRI DAERAH

(PRIVILEGE KHUSUS)

BERPRESTASI/KOM

PETEN & KOMIT

NO

ISUE/MASALAH

SOLUSI

LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN MASALAH

UPAYA PUSAT

UPAYA DAERAH

2

SUMBER DAYA MANUSIA

   
 

PENEMPATAN

-WKS

-REGULASI WKS YANG DI PERPANJANG &

-MENUGASKAN TENAGA WKS PRIORITAS DI RS

TENAGA

PENEMPATAN TIDAK

RUJUKAN REG

-TIDAK DKLRKAN STR/SIP BAGI TENAGA YANG MANGKIR -PEMANFAATAN TEKNOLOGI TELE- MEDICINE

HANYA DI DTPK -REGULASI KKI/IDI PUSAT

-IDI WILAYAH

- REGULASI TENTANG KEABSAHAN TELE- MEDICINE

-MEMPERSIAPKAN PIRANTI LUNAK/PIRANTI KERAS U TELE-

 

MEDICINE

NO

ISUE/MASALAH

SOLUSI

LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN MASALAH

 

UPAYA PUSAT

UPAYA DAERAH

3

SARANA DAN PRASARANA

 

Ketidak Sesuaian

Identifikasi

Rambu-rambu dalam

-Melakukan ass

sarpras yang ada di RS

SarPras sesuai

e-planing bagi

tentang sarpras sesuai ketentuan -Penyiapan anggaran APBD - Taat asas e-planing

Rujukan Regional

Permenkes

56/2014

penggunaan angg APBN

Keterbatasan anggaran

Kerja Sama Operasional

Regulasi perihal pelaksanaan KSO

Identifikasi peluang yangperlu u di KSO

Rasio RS Rujukan Regional dengan BPFK rendah

Menambah BPFK Melibatkan swasta

Regulasi kerjasam dengan swasta & pengendalian tarif

Menyiapkan SDM

NO

ISUE/MASALAH

 

SOLUSI

LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN MASALAH

 

UPAYA PUSAT

UPAYA DAERAH

4

KEPEMIMPINAN

 

Kompetensi Manajerial

Pemilihan

Regulasi tentang

Kurangi intervensi

RS

Manajemen RS

kriteria Direktur RS

politik

beorientasi

Enterpreunershi

p

5

JEJARING

 

Kekurangan sdm,

Pelaksanaan RS

Regulasi Jejaring RS

 

kekurangan alat

Berjejaring

6

SISTEM KESEHATAN DAERAH

 
 

Belum sinkronnya sistem rujukan pd Sis Kes Da setempat