Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi ini anggaran merupakan elemen penting dalam sistem
pengendalian manajemen, karena anggaran adalah sebagai alat perencanaan (planing),
dan pengendalian (control) jangka pendek yang efektif dalam organisasi (Anthony &
Govindarajah 2005). Perencanaan dan pengendalian anggaran yang baik akan membuat
perusahaan bersaing dalam persaingan dunia usaha yang dirasakan saat ini. Di samping
itu anggaran tidak hanya sabagai alat perencanaan keuangan dan pengendalian, tetapi
juga sebagai koordinasi, komunikasi dan evaluasi kerja dan motivasi serta sebagai alat
untuk mendelegasikan wewenang atasan kepada bawahan.
Anggaran adalah suatu rancangan tentang berbagai kegiatan perusahaan
terperinci untuk masa yang akan datang. Anggaran merupakan pedoman kerja yang
khususnya memberikan manfaat bagi manajer puncak untuk meningkatkan kinerja dan
motivasi para manajer tingkat menengah dan bawah dalam mencapai tujuan organisasi
melalui anggaran. Penganggaran perusahaan (Budgeting) merupakan suatu peroses
perencanaan dan pengendalian kegiatan operasi perusahaan yang di nyatakan dalam
suatu kegiatan dan satuan uang yang bertujuan untuk memproyeksi operasional
perusahaan tersebut dalam proyeksi laporan keuangan. Anggaran adalah salah salah satu
bentuk perencanaan yang diperlukan oleh perusahaan. Dengan demikian kompleks
permasalahan yang ada akan setiap kegiatan harus dilaksanakan berdasarkan
perencanaan yang baik.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Corporate Management Budgeting?
2. Apa tujuan dari Corporate Management Budgeting?
3. Bagaimana strategi penyusunan Corporate Management Budgeting efektif?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian Corporate Management Budgeting
2. Untuk mengetahui tujuan Corporate Management Budgeting
3. Untuk mengetahui strategi penyusunan Corporate Management Budgeting efektif.
4. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Corporate Management Budgeting dari dosen
pengampu Retno Endah Supeni, Dra,

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Corporate Management Budgeting
Tujuan dari setiap perusahaan adalah untuk mendapatkan laba, dalam jumlah
yang direncanakan. Bertitik tolak dari tujuan yang direncanakan dapat dimengerti bahwa
laba bukanlah suatu hal yang kebetulan saja melainkan melalui rencana kerja yang teliti.
Perencanaan adalah fungsi utama dari seorang pemimpin perusahaan. Perencanaan
tersebut disusun dalam bentuk uang.
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun secara teliti yang
didasarkan atas pengalaman dimasa yang lalu dan ramalan masa yang akan datang.
Sedemikian teliti dan terperincinya anggaran tersebut sehingga merupakan petunjuk bagi
staf dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
Defenisi anggaran atau budget menurut Munandar (2001:3) adalah suatu rencana
yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang
dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku dalam jangka waktu (periode)
tertentu yang akan datang. Anggaran merupakan alat untuk merencanakan dan
mengendalikan keuangan perusahaan dalam penyusunannya dilakukan secara
periodik.
Pengertian lain dari anggaran menurut Nafarin (2007:11) menyatakan bahwa
Anggaran adalah suatu rencana kuantitatif (satuan jumlah) periodik yang disusun
berdasarkan program yang telah disahkan. Anggaran (budget) merupakan rencana
tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif untuk
jangka waktu tertentu dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang, tetapi dapat juga
dinyatakan dalam satuan barang/jasa.
Sedangkan menurut Garrison dan Noreen (2007:402) mendefenisikan anggaran
sebagai berikut : Anggaran adalah rencana rinci tentang perolehan dan penggunaan
sumber daya keuangan dan sumber daya lainnya untuk suatu periode tertentu.
Dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa suatu anggaran memiliki
empat unsur, yaitu :
a. Rencana yaitu suatu penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas yang akan dilakukan
di waktu yang akan datang. Dengan adanya rencana berarti ada suatu pedoman
mengenai apa yang akan dilakukan sehingga perusahaan akan lebih terarah menuju
tujuan yang ditetapkan
2

b. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan yaitu mencakup kegiatan yang akan dilakukan
oleh semua bagian-bagian yang ada dalam perusahaan. Secara umum perusahaan
meliputi lima kelompok yaitu pemasaran, keuangan, produksi, administrasi, dan
personalia.
c. Dinyatakan dalam satuan moneter yaitu satuan yang berlaku di Indonesia adalah
Rupiah. Hal ini mengingat masing-masing perusahaan menggunakan unit moneter
yang berbeda-beda, seperti material menggunakan kesatuan berat (kilogram) dan
kesatuan panjang (meter). Dengan unit moneter dapatlah diseragamkan semua satuan
unit tersebut,memungkinkan untuk dijumlahkan, diperbandingkan serta dianalisis
lebih lanjut.
d. Jangka waktu tertentu yang akan datang yaitu menunjukkan bahwa anggaran berlaku
untuk masa yang akan dating. Oleh karena itu, apa yang dimuat dalam anggaran
adalah taksiran-taksiran tentang apa yang akan terjadi dan apa yang akan dilakukan
diwaktu yang akan datang.
Suatu anggaran biasanya meliputi jangka waktu satu tahun dan menyatakan
perencanaan atas pendapatan dan biaya untuk tahun bersangkutan. Anggaran merupakan
alat yang mendukung efektivitas perencanaan jangka pendek dan pengendalian
perusahaan.
Beberapa syarat penyusunan anggaran suatu perusahaan, yaitu:
a. Realistis, anggaran diharapkan dapat dicapai sesuai dengan keadaan saat ini, tidak
terlalu optimis dan juga tidak terlalu pesimis.
b. Luwes, tidak kaku dan berpeluang untuk disesuaikan dengan keadaan yang berubah.
c. Berkesinambungan, membutuhkan perhatian yang terus menerus.
d. Partisipatif, membutuhkan partisipasi dari keseluruhan perusahaan untuk mencapai
tujuan perusahaan yang telah tercermin dalam anggaran.
e. Edukatif, dapat mendidik karyawan dan manajemen untuk berkerja sesuai dengan
komitmennya.
f. Komunikatif, anggaran digunakan sebagai alat komunikasi antar departemen.
g. Integratif, anggaran harus dapat menyatukan pelaksanaan kegiatan semua bagian
dalam suatu laporan anggaran.
h. Koordinatif, dapat mengkoordinasikan seluruh kegiatan departemen untuk mencapai
tujuan perusahaan.
Tipe anggaran yang berbeda dengan peruntukan yang berbeda pula. Adapun tipetipe anggaran sebagai berikut:

a. Master budget/profit plan, merupakan anggaran komprehensif yang mencakup semua


fase operasi perusahaan untuk periode waktu tertentu, jangka pendek biasanya satu
tahun.
b. Budget financial statements/proforma financial statement, memperlihatkan bagaimana
laporan keuangan perusahaan akan terlihat pada periode waktu tertentu, apakah hasil
kegiatan operasi sesuai dengan rencana.
c. Capital budget, merupakan sebuah perencanaan untuk akuisisi aset kapital seperti
gedung dan peralatan. Anggaran yang dipersiapkan untuk proyek-proyek khusus.
d. Financial budget, merupakan sebuah perencanaan yang memperlihatkan bagaimana
perusahaan akan menghasilkan sumber daya keuangannya, seperti dengan cara
mengeluarkan saham atau surat hutang.
e. Rolling budget/revolving budget/continous budget, merupakan anggaran yang secara
periodik dan terus menerus terbaharui dengan menambah periode waktu baru
tambahan, seperti, kwartal dengan tidak menggunakan lagi periode yang sudah
selesai. Anggaran ini sejenis master budget yang mana selalu tersedia anggaran untuk
yang akan datang.
Jenis-jenis Anggaran
Nafarin (2007:31) mengelompokkan anggaran dari beberapa sudut pandang
sebagai berikut :
1. Menurut dasar penyusunan, anggaran terdiri dari :
a. Anggaran variable (variable budget) adalah anggaran yang disusun berdasarkan
interval ( kisaran) kapasitas (aktivitas) tertentu dan pada intinya merupakan suatu
seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat aktivitas (kegiatan) yang
berbeda.
b. Anggaran tetap (fixed budget) adalah anggaran yang disusun berdasarkan suatu
tingkat kapasitas tertentu.
2. Menurut cara penyusunan, anggaran terdiri dari :
a. Anggaran periodic (periodic budget) adalah anggaran yang disusun untuk satu
periode tertentu. Pada umumnya periodenya satu tahun yang disusun setiap akhir
periode anggaran.
b. Anggaran kontinu (continuous budget) adalah anggaran yang dibuat untuk
mengadakan perbaikan atas anggaran yang pernah dibuat. Misalnya, tiap bulan
diadakan perbaikan sehingga anggaran yang dibuat dalam setahun mengalami
perubahan.
4

3. Menurut jangka waktunya, anggaran terdiri dari :


a. Anggaran jangka pendek (short-range budget) adalah anggaran yang dibuat dalam
jangka waktu paling lama sampai satu tahun. Anggaran untuk keperluan modal
kerja merupakan merupakan anggaran jangka pendek. Anggaran jangka pendek
disebut juga dengan anggaran taktis.
b. Anggaran jangka panjang (long-range budget) adalah anggaran yang dibuat dalam
jangka waktu lebih dari satu tahun. Anggaran untuk keperluan investasi barang
modal merupakan anggaran jangka panjang yang disebut dengan anggaran modal
(capital budget). Anggaran jangka panjang tidak mesti berupa anggaran modal.
Anggaran jangka panjang diperlukan sebagai dasar penyusunan anggaran jangka
pendek.
4. Menurut bidangnya, anggaran terdiri dari :
a. Anggaran operasional (operational budget) adalah anggara untuk menyusun
laporan laba/rugi. Contoh : anggaran penjualan, anggaran biaya pabrik, anggaran
biaya bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja langsung, anggaran biaya overhead
pabrik, dan anggaran beban usaha.
b. Anggaran keuangan (financial budget) adalah anggaran untuk menyusun anggaran
neraca. Contoh : anggaran kas, anggaran piutang, anggaran sediaan, anggaran
utang, dan anggaran neraca.
5. Menurut kemampuan menyusun, anggaran terdiri dari :
a. Anggaran komprehensif (comprehensive budget) adalah rangkaian dari berbagai
jenis anggaran yang disusun secara lengkap. Anggaran komprehensif merupakan
perpaduan dari anggaran operasional dan anggaran keuangan yang disusun secara
lengkap.
b. Anggaran parsial (partially budget) anggaran yang disusun secara tidak lengkap
atau anggaran yang menyusun bagian anggaran tertentu saja. Contoh : karena
keterbatasan kemampuan, maka hanya dapat menyusun anggaran operasional.
6. Menurut fungsinya, anggaran terdiri dari :
a. Anggaran tertentu (appropriation budget) adalah anggaran yang diperuntukkan
bagi tujuan tertentu dan tidak boleh digunakan untuk manfaat lain.
b. Anggaran kinerja (performance budget) adalah anggaran yang disusun berdasarkan
fungsi kegiatan yang dilakukan dalam organisasi (perusahaan). Misalnya untuk
menilai apakah biaya (beban) yang dikeluarkan oleh masing-masing aktivitas tidak
melampaui batas.
5

7. Menurut metode penentuan harga pokok produk, anggaraan terdiri dari :


a. Anggaran

tradisional

(traditional

budget)

atau

anggaran

konvensional

(conventional budget) terdiri atas anggaran berdasar fungsional dan anggaran


berdasar sifat. Anggaran berdasar fungsional (fungtional based budget) adalah
anggaran yang dibuat dengan menggunakan metode penghargapokokan penuh (full
costing) dan berfungsi untuk menyusun anggaran induk atau anggaran tetap.
Anggaran berdasar sifat (characteristic based budget) adalah anggaran yang dibuat
dengan metode penghargapokokan variable (variable costing) dan berfungsi untuk
menyusun anggaran variable.
b. Anggaran berdasarkan kegiatan (activity based budget) adalah anggaran yang
dibuat dengan menggunakan metode penghargapokokan berdasar kegiatan (activity
based costing) dan berfungsi untuk menyusun anggaran variable dan anggaran
induk.
2.2 Tujuan Corporate Management Budgeting
Menurut Ellen et.al. (2001:4) tujuan penyusunan anggaran adalah :
1. Untuk menyatakan harapan sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bisa
menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.
2. Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga
anggaran dimengerti, didukung dan dilaksanakan.
3. Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi
ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok dalam
upaya mencapai tujuan perusahaan.
4. Untuk mengkoordinasi cara atau metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan
sumber.
Fungsi Anggaran
Prosedur yang digunakan untuk membuat sebuah anggaran dengan membangun
sistem anggaran. Sistem anggaran digunakan untuk :
a. Perencanaan.
Tujuan utama dari anggaran adalah mengkuantitatifkan sebuah perencanaan. Proses
anggaran mendorong seseorang yang bertanggung jawab terhadap jalannya
perusahaan dalam hal ini manajer untuk membuat perencanaan. Manajer terpacu

untuk membangun petunjuk lengkap untuk perusahaan, mengantisipasi masalah dan


membangun kebijakan masa depan.
b. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi.
Agar perusahaan menjadi efektif, setiap manajer yang berada diseluruh perusahaan
harus memperhatikan perencanaan yang dibuat oleh manajer lain. Anggaran secara
formal mengkomunikasikan perencanaan perusahaan kepada setiap karyawan
perusahaan, oleh sebab itu seluruh karyawan perusahaan harus memperhatikan
peranannya dalam mencapai tujuan tersebut. Karena anggaran untuk berbagai area
dan aktivitas perusahaan maka harus kerja bersama untuk mencapai tujuan
perusahaan, dimana hal ini koordinasi yang berperan. Peran komunikasi dan
koordinasi menjadi signifikan sebagaimana seakin besarnya ukuran perusahaan.
c. Mengalokasi sumber daya
Pada umumnya sumber daya perusahaan terbatas dan anggaran harus mengalokasi
sumber daya yang ada dalam perusahaan. Anggaran membuat standar yang dapat
digunakan untuk mengalokasikan sumber daya perusahaan.
d. Mengendalikan keuntungan dan operasi.
Anggaran merupakan perencanaan dimana perencanaan dapat berubah setiap saat,
Namun perencanaan tersebut digunakan sebagai acuan pembanding dengan hasil
aktual.
e. Menyediakan standar untuk mengevaluasi kinerja dan menyediakan insentif.
Membandingkan hasil aktual dengan anggaran dapat membantu manajer untuk
mengevaluasi kinerja individu, departemen, divisi dan seluruh perusahaan. Karena
anggaran digunakan untuk evaluasi kinerja maka anggaran dapat juga digunakan
untuk memberikan insentif untuk orang-orang yang memilki kinerja yang baik.
f. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan
keputusan.
Anggaran memperbaiki dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang
baik dapat mencegah masalah yang mungkin timbul dan menghasilkan status
keuangan yang lebih baik untuk bisnis.
2.3 Strategi Penyusunan Corporate Management Budgeting Efektif
Prosedur Penyusunan Anggaran

Stoner dan Freeman yang dialih bahasakan oleh Sindoro (1996:480)


mengemukakan dua prosedur penyusunan anggaran yang biasa digunakan oleh suatu
organisasi, yaitu :
1. Top- down budgeting
2. Bottom-up budgeting
Top-down budgeting adalah prosedur penyusunan anggaran dimana anggran
ditentukan oleh manajer tingkat atas dengan sedikit atau bahkan tidak ada konsultasi
dengan manajer tingkat bawah. Mekanisme prosedur Top-down budgeting adalah
sebagai berikut :
a. Manajer tingkat atas menetapkan usulan anggaran.
b. Usulan anggaran diserahkan pada komite anggaran untuk dinilai.
c. Jika usulan anggaran sudah dinilai maka akan diserahkan oleh manajer tingkat atas.
d. Setelah itu akan dilaksanakan oleh manajer tingkat menengah dan bawah.
Bottom-up budgeting adalah prosedur penyusunan anggaran dimana anggaran
disiapkan oleh pihak yang akan melaksanakan anggaran tersebut kemudian anggaran
akan diberikan kepada pihak yang lebih tinggi untuk mendapat persetujuan.
Mekanisme prosedur Bottom-up budgeting adalah sebagai berikut :
a. Manajer tingkat bawah membuat usulan anggaran.
b. Usulan anggaran diserahkan pada manajer tingkat menengah untuk dibahas.
c. Jika usulan anggaran sudah dibahas maka akan diserahkan pada komite anggaran
untuk dinilai.
d. Setelah itu akan diserahkan pada manajer tingkat atas untuk disahkan sebagai
anggaran yang siap dilaksanakan.
Dengan adanya prosedur anggaran ini, maka dalam penyusunan anggaran ini menjadi
lebih baik dengan adanya proses penyusunan anggaran yang anggotanya terdiri dari
para manjer pelaksana fungsi-fungsi pokok perusahaan.
Adapun menurut Supriyono (2001:348) proses penyusunan anggaran adalah sebagai
berikut :
1. Menganalis informasi masa lalu dan lingkungan luar yang diantisipasikan dan
SWOT.
Manajemen puncak menganalisis masa lalu dan perubahan lingkungan luar yang
akan datang dapat diketahuai melalui kekuatan, kelemahan, kesempatan dan
ancaman yang dimiliki organisasi dari lingkungan luar. Lingkungan luar yang

diselidiki dan dianalisis meliputi: kondisi perekonomian, persaingan, selera


konsumen, perkembangan teknologi, sosial , politik, kebijakan pemerintah.
2. Menentukan perencanaan strategi.
Manajemen puncak menyusun perencanaan yaitu dengan penentuan tujuan
organisasi dan strategi pokok yang akan digunakan untuk mencapai tujuaan
tersebut.
3. Mengkomunikasikan tujuan organisasi, strategi pokok dan program.
Manajemen puncak mengkomunikasikan tujuan organisasi kepada manajer divisi
dan manajer bawahannya serta komite anggaran agar mereka mengetahui tujuan
yang akan dicapai dan cara-cara pokok untuk mencapai tujuan tersebut.
4. Memilih taktik, mengkoordinasi kegiatan dan mengawasi kegiatan.
Menajer divisi menyusun pemilihan taktik yaitu untuk memilih cara-cara yang
akan digunakan untuk mencapai tujuan, manajer departemen membuat keputusan
pengoperasian yang berhubungan dengan pengkoordinasian semua kegiatan
dibawah

departemen,

adanya

manajer

seksi

bertanggung

jawab

untuk

merencanakan pengawasan terhadap kegiatan seksinya.


5. Menyusun usulan anggaran.
Setiap manajer divisi menyusun dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran
untuk bagian organisasi dibawahnya yatu departemen usulan anggaran semua
divisi selanjutnya diserahkan kepada komite anggaran.
6. Menyerahkan revisi usulan anggaran.
Komite anggaran menyarankan revisi terhadap usulan anggaran setiap divisi agar
sesuai dengan rencana jangka panjang dan tujuan organisasi yang telah ditentukan
oleh manajemen puncak.
7.

Menyetujui revisi usulan anggaran dan merakit menjadi anggaran perusahan.


Setelah usulan anggaran revisi oleh setiap divisi yang bersangkutan dan revisinya
telah disetujui oleh komite anggaran merakit usulan tersebut menjadi anggaran
perusahaan.

8. Revisi dan pengesahan anggaran perusahaan.


Anggaran perusahaan masih memerlukan revisi ssebelum disahkan oleh
manajemen puncak menjadi anggaran perusahaan yang resmi. Setelah dilakukan
revisi, anggaran tersebut disahkan dan didistribusikan ke setiap divisi dan bagian
organisasi dibawahnya ssebagai pedoman pelaksan kegiatan dan sekaligus alat
pengendalian.
9

Anggaran yang disusun barulah merupakan rancangan anggaran.


Rancangan anggaran inilah yang diserahkan kepada pimpinan tertinggi
perusahaan untuk disahkan serta ditetapkan sebagai anggaran yang sah sebelum
diselesaikan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, masih bisa dimungkinkan
diadakannya pembahasan-pembahasan diantara pimpinan tertinggi perusahaan
dengan pihak yang diserahi tugas menyusun rancangan anggaran tersebut. Setelah
disahkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, maka rancangan anggaran tersebut
akan dijadikan sebagai pedoman kerja, alat pengkoordinasi kerja dan alat
pengawasan kerja.
Agar penyusunan Rencana Anggaran Perusahaan berjalan efektif maka
diperlukan langkah dan strategi sebagai berikut:
1. Anggaran disusun berdasarkan divisi, dan setiap divisi dalam perusahaan mengajukan
rencana kegiatan dan anggaran biaya.
2. Dalam merumuskan perencanaan pendapatan dan biaya harus dilihat dan dievaluasi
terlebih dahulu dengan data historis laporan keuangan beberapa tahun ke belakang
3. Membandingkan Rencana Anggaran yang telah dibuat dengan laporan keuangan
perusahaan lainnya yang sejenis. Apakah Biaya yang telah dianggarkan sudah efektif
atau masih bisa dilakukan efisiensi.
4. Harus dipisahkan antara penyusunan rencana anggaran terhadap proyek yang saat ini
sedang dikerjakan dengan perencanaan proyek baru untuk masa yang akan datang.
5. Pengawasan yang ketat terhadap penggunaan budget perusahaan apakah sudah sesuai
dengan perencanaan awal.
6. Membuat Laporan Keuangan Perusahaan lengkap yang berisikan Laporan aktual
dengan analisa perbandingan nilai budget.
7. Memberikan penghargaan dan sanksi terhadap pencapaian efisiensi maupun
unefisiensi dari nilai budget.
Contoh Budgeting Perusahaan
Rencana anggaran biaya biasanya disusun berdasarkan fungsi dari masing-masing
divisi di perusahaan, misalnya:
1. Human Resources Develovepment (HRD) : Budget Salary and Allowances, Training
And Development. Medical Check Up, Perjalanan Dinas.
2. Marketing : Budget Rencana Proyek Baru, Biaya Perjalanan Dinas, dan Biaya
Promosi.

10

3. Produksi : Budget Rencana Produksi, Biaya Harga Pokok Produksi, Biaya Overhead,
Perjalanan Dinas
4. General Affairs (GA) : Rencana Biaya Office Supplies (Photocopy, Printing,
DanStationery), Utilities (Listrik & Air), Biaya Komunikasi (Internet, Telepon, Fax),
Transportasi, Tol. Parkir. Rental, Dan Maintenance, Perjalanan Dinas
5. Administrasi Keuangan : Rencana Biaya Konsultan, Public Accountant, Legalisasi,
Entertainment, Biaya Asuransi, Izin Dan Lisensi, Biaya Depresiasi & Amortisasi,
Perjalanan Dinas, dan beban lainnya.
Berikut contoh ihtisar rencana anggaran perusahaan yang bisa Anda jadikan acuan
dalam penyusunan budget :
BALANCE SHEET PROJECTION OF YEAR 2015 - CONSOLIDATION
( In Million Rupiah )

DESCRIPTION
Assets
Current Assets
Cash and Bank
Trade Account
Receivables Other
Receivable Inventories
Prepaid Taxes
Advance
Other Current Assets
TOTAL CURRENT
ASSETS Non Current Assets
Fixed Assets
Cost of acquisition
Accumulated
depreciation Other
Noncurrent Assets
TOTAL NON CURRENT ASSETS
TOTAL ASSETS
Liabilities
Current Liabilities
Short term loan
Trade Account Payable
Accrued Expenses
Tax payables
TOTAL CURRENT LIABILITIES
Non Current
Liabilities
Other non current liabilities
TOTAL NON CURRENT LIABILITIES
Capital Stock
Common
Stock Agio
(disagio)
Revaluation diferentials
Retained Earning
TOTAL CAPITAL STOCK

Realizatio
n
31/12/20

630
30,912
3,974
1,569
569

JAN

FEB

MARCH

APRIL

P R O J E C T I O N
2
0 1 5
JUNE
JULY
AUGUST

MAY

SEPT

OCT

NOV

DEC

GRAND
TOTAL

29,314
26,133

30,347
22,379

29,272
21,970

30,392
24,082

31,940
25,576

33,707
26,413

30,726
30,051

31,019
35,623

33,883
39,239

37,447
41,075

38,068
43,239

42,036
45,300

2,002

1,649
569
1,791
2,002

1,720
569
1,755
2,002

1,812
569
1,720
2,002

1,929
569
1,684
2,002

2,049
569
1,649
2,002

2,168
569
1,613
2,002

2,320
569
1,578
2,002

2,510
569
1,542
2,002

2,692
569
1,507
2,002

2,875
569
1,471
2,002

3,064
569
1,436
2,002

3,266
569
1,400
2,002

42,036
45,300
3,266
569
1,400
2,002

39,65

61,45

58,77

57,34

60,65

63,78

66,47

67,24

73,26

79,89

85,43

88,37

94,57

94,57

32,519 36,082 37,932


(19,160 (19,450 (19,817
)
)
)
10,28
10,28
10,28
28,39
23,63
26,91

40,782 40,782 40,782 40,782 45,184


(20,302 (20,788 (21,273 (21,759 (22,428
)
)
)
)
)
10,28
10,28
10,28
10,28
10,28
30,75
30,27
29,78
29,30
33,03

46,569 46,569
(23,154 (23,881
)
)
10,28
10,28
33,69
32,96

46,569
(24,608
)
10,28
32,24

49,419
(25,453
)
10,28
34,24

49,419
(26,298
)
10,28
33,40

49,419
(26,298
)
10,280
33,40

117,67

122,62

127,97

127,97

63,29

88,36

87,16

88,10

90,93

93,57

95,77

100,28

106,95 112,85

14,100
248
1,739

12,373
248
1,739

10,866
248
1,739

10,840
248
1,739

11,914
248
1,739

12,736
248
1,739

13,189
248
1,739

14,909
248
1,739

17,660
248
1,739

19,044
248
1,739

19,974
248
1,739

20,812
248
1,739

21,892
248
1,739

21,892
248
1,739

16,08

14,36

12,85

12,82

13,90

14,72

15,17

16,89

19,64

21,03

21,96

22,80

23,88

23,880

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

4,650
4,650

1,734
36,673
(23)
4,172

27,73
4
36,673
(23)
5,279
69,66

27,73
4
36,673
(23)
6,241
70,62

27,73
4
36,673
(23)
7,995
72,38

27,73
4
36,673
(23)
9,814
74,19

27,73
4
36,673
(23)
11,56
75,94

27,73
4
36,673
(23)
14,34
78,73

27,73
4
36,673
(23)
18,27
82,66

27,73
4
36,673
(23)
22,79
87,17

27,73
4
36,673
(23)
26,68
91,06

27,73
4
36,673
(23)
30,78
95,17

27,73
4
36,673
(23)
35,05
99,44

27,734
36,673
(23)
35,059
-

42,55

27,73
4
36,673
(23)
4,973
69,35

63,29

88,36

87,16

88,10

90,93

93,57

95,77

106,95 112,85

117,67

122,62

127,97

127,97

100,28

99,443

INCOME STATEMENT PROJECTION OF YEAR 2015


CONSOLIDATION
( In Million Rupiah )

DESCRIPTION

Realizatio
n
JAN

TOTAL NET SALES


TOTAL COST OF GOOD
SOLD GROSS PROFIT

61,11
6
49,83
8
11,27
8

10,75
4
8,09
2
2,66
1

FEB

9,54
9
7,43
1
2,11
8

MARCH

12,65
0
9,62
6
3,02
4

APRIL

16,42
6
12,15
5
4,27
2

P R O J E C T I O N
1 5
JUNE
JULY

MAY

16,69
6
12,38
3
4,31
3

16,53
6
12,28
3
4,25
3

21,50
0
15,65
9
5,84
1

2 0
AUGUST

26,74
6
19,26
6
7,48
0

SEPT

OCT

NOV

DEC

26,94
0
18,72
2
8,21
7

26,25
1
18,81
5
7,43
6

27,86
4
19,96
2
7,90
2

28,98
7
20,82
7
8,16
0

11

GRAND
TOTAL
240,89
8
175,22
2
65,67
6

OPERATING EXPENSES :
Staff cost
General administration
TOTAL OPERATING EXPENSES
OPERATING PROFIT
NON OPERATING ITEM :
Interest income
Foreign exchange gain
(loss) Income (loss ) from
Investment Financial
charges
Commission expense (income)
TOTAL NON-OPERATING ITEMS NETT NET PROFIT BEFORE TAX
INCOME TAX

2,138
3,964

804
841

804
911

6,10
1
5,177

1,64
5
1,016

1,71
4
403

11

(4)

65
(27)
-

EBITDA
EBITDA MARGIN

967
1,079

967
1,079

967
1,106

1,068
1,297

1,191
1,387

1,191
1,387

1,91
5
1,109

2,04
6
2,226

2,04
6
2,267

2,07
3
2,180

2,36
5
3,476

2,57
8
4,901

2,57
8
5,639

11

11

11

11

11

11

11

(4)

(4)

(4)

(4)

(4)

(4)

(4)

1,191
1,387

1,253
1,524

1,254
1,574

12,524
14,620

2,57
8
4,858

2,77
8
5,124

2,82
8
5,332

27,14
4
38,532

11

11

11

11

(4)

(4)

(4)

(4)

129
(53)
-

38

76

5,21
5

1,02
2

410

1,11
5

2,23
2

2,27
3

2,18
7

3,48
3

4,90
8

5,64
6

4,86
4

5,13
0

5,33
9

38,60
9

1,026

1,068

1,043

NET PROFIT AFTER TAX

866
1,048

4,17
6,41
1
10.49

221
801
1,30
6
12.14

104
306
770
8.06%

153

478

455

437

697

982

962
1,59
4
12.60

1,75
2,71
1
16.51

1,81
2,75
2
16.48

1,74
2,66
6
16.12

2,78
4,14
5
19.28

3,92
5,62
8
21.04

1,129
4,51
6,36
6
23.63

3,89
5,58
4
21.27

973

4,10
5,96
9
21.42

4,27
6,17
8
21.31

APRIL

MAY

P R O J E C T I O N
2
0 1 5
JUNE
JULY
AUGUST

SEPT

OCT

NOV

DEC

7,722
30,88
45,67
1
19%

CASHFLOW PROJECTION OF YEAR 2015 - CONSOLIDATION


( In Million Rupiah )
Description
OPERATIONAL CASHFLOW
CASH INFLOW :
Collection from
Sales Interest
income Others
SUB TOTAL
CASH OUTFLOW :
Payments for trade payables
Labour Cost
Overhead
Cost Staff
Cost
Operation Expenses
Bank Charges
Taxes
Others Expenses
SUB TOTAL
NET OPERATING CASHFLOW
INVESTMENT CASHFLOW
Acquisition of fxed assets
Loan to subsidiaries
Investment from
shareholder's
NET INVESTMENT CASHFLOW
FINANCING CASHFLOW
Principal Repayment - Rp
Loan Principal Repayment USD Loan Restructured Bank
Loan Restructured affiliated
payables Bank guarantee
Minority shareholder in
subsidiary
Dividends to minority interests
Dividend payment
NET FINANCING CASHFLOW
TOTAL CASHFLOW
BEGINNING BALANCE
ENDING BALANCE
630

Realizatio
n
FEB

22,000
22
-

15,533
11
3,000

13,302
11
-

13,059
11
-

14,314
11
-

15,202
11
-

15,699
11
-

17,862
11
-

21,174
11
-

23,323
11
-

24,415
11
-

25,701
11
-

26,926
11
-

226,510
129
3,000

22,02
2

18,54
4

13,31
3

13,07
0

14,32
5

15,21
3

15,71
0

17,87
3

21,18
5

23,33
4

24,42
5

25,71
1

26,93
7

229,63
9

31/12/20

MARCH

GRAND
TOTAL

JAN

11,569
3,949
1,095
713
1,112
9
348

7,295
1,739
866
804
1,368
4
221

6,406
1,739
866
804
509
4
104

6,391
2,082
1,271
866
527
4
153

7,024
2,580
1,593
967
558
4
478

7,508
2,580
1,593
967
558
4
455

7,776
2,580
1,593
967
585
4
437

8,790
3,150
2,151
1,068
593
4
697

10,412
3,693
2,600
1,191
625
4
982

11,227
3,693
2,600
1,191
625
4
1,129

11,775
3,693
2,600
1,191
625
4
973

12,270
4,037
3,006
1,253
643
4
1,026

12,907 109,780
4,037
35,601
3,006
23,746
1,254
12,524
694
7,908
4
53
1,068
7,722

18,79
4
3,228

12,29
7
6,247

10,43
0
2,883

11,29
5
1,775

13,20
4
1,121

13,66
6
1,547

13,94
2
1,768

16,45
2
1,421

19,50
7
1,678

20,47
0
2,864

20,86
2
3,563

22,24
0
3,471

22,96
9
3,968

197,33
4
32,306

(3,563)
(3,974
)
26,000
(3,974 22,43
)
7

(1,850)
-

(2,850)
-

(4,402)
-

(1,385)
-

(2,850)
-

(16,900)
26,000

(1,850
)

(2,850
)

(4,402
)

(1,385
)

(2,850
)

9,100
-

(746)
1,376

28,68
4
630

1,033

29,31
4

29,31
4
30,34
7

(1,075
)
30,34
7
29,27
2

1,121

1,547

1,768

29,27
2
30,39
2

30,39
2
31,94
0

31,94
0
33,70
7

(2,981
)
33,70
7
30,72
6

293

2,864

3,563

621

3,968

30,72
6
31,01
9

31,01
9
33,88
3

33,88
3
37,44
7

37,44
7
38,06
8

12

38,06
8
42,03
6

41,406
630
42,036