Anda di halaman 1dari 20

Laporan Kasus-2

PERIODIK PARALISIS
HIPOKALEMIA

Yohanes Purwanto
09101071
Pembimbing :
dr. Elvina Zuhir Sp.S
KKS Ilmu Penyakit Syaraf RSUD Bangkinang
Fakultas Kedokteran Universitas
Abdurrab Pekanbaru
2014

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn.E.R
Umur : 37 Tahun
Alamat : Pulau, Kampar
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Status Perkawinan : Menikah
No. RM : 100920
Tanggal Masuk RS : 30 Juli 2014

KELUHAN UTAMA
Kelemahan keempat anggota gerak
sejak 6 hari yang lalu

RPS
6 hari yang lalu pasien mengeluh tiba-tiba tidak
bisa menggerakkan kedua lengan dan tungkainya
dan seluruh tubuh terasa lemah dan sampai tidak
bisa bangun dari tempat tidur. Kelemahan pada
lengan dan tungkai dirasakan sama berat dan
terjadi secara bersamaan. Otot wajah masih bisa
bisa bergerak, pasien masih bisa menelan, dan
masih bisa berbicara. Sebelumnya dalam
beberapa hari pasien mengalami kelelahan
karena berjalan-jalan untuk bersilaturahmi
dengan keluarga dan sering tidur malam.

RPS
Selama 1 hari pasien dirawat di rumah dan tidak
mau makan minum, terdapat keluhan mual dan
muntah sehingga semakin lemah dan kesadaran
menurun, kemudian dibawa ke RSUD Bangkinang
dan di rawat di ICU selama 2 hari, kemudian
setelah kondisi umum dan kesadaran membaik,
pasien dipindahkan di ruang perawatan penyakit
saraf sampai sekarang.
Keluhan lain yang dirasakan pasien adalah badan
terasa lemah, rasa nyeri pada kedua tungkai, dan
karena adanya rasa nyeri ini pasien mengeluh tidak
bisa beristirahat pada malam hari.

RPD
Pasien pernah mengalami kelemahan
serupa 2 bulan yang lalu, dirawat di
rumah sakit selama 1 minggu,
pulang bisa berjalan seperti semula.
Tidak ada riwayat diare, muntahmuntah dalam waktu yang lama
Riwayat penyakit ginjal dan gondok
tidak ada

RPK
Tidak ada keluarga yang
mengalami gangguan serupa

RIWAYAT PRIBADI DAN SOSIAL


Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Pola makan : Kurang suka konsumsi
buah dan sayur, sering makan mie
sebelum tidur.

PEMERIKSAAN UMUM

Keadaan umum : Tampak sakit sedang


Kesadaran : Komposmentis kooperatif
GCS : E4M6V5
Tinggi badan : 150 cm
Berat badan
: 50 kg (IMT= 22 (normal)
Tekanan darah : 130/90 mmHg
Irama Jantung : 88 x/menit, reguler
Frekuensi Pernafasan : 22 x/menit
Suhu : 36.4 Oc
Status generalis :d.b.n

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS

Rangsang meningeal : negatif


Peningkatan TIK
: negatif
Nervus kranialis
: d.b.n
Refleks patologis : negatif
Refleks fisiologis
: AGA: +, AGB: +
Motorik
: 444 444
333 333
Sensorik
: nyeri pada tungkai bawah

PEMERIKSAAN PENUNJANG
(30 Juli 2014)
Darah Rutin:
Hb : 16,1 gr%
Leu : 27.500/mm3
Ht : 39,9 %
Tro : 367.000/mm3
Gula Darah:
GDS : 159 mg/dl
Fungsi Hati:
SGOT : 21 u/L
SGPT : 30 u/L
Fungsi Ginjal:
Cre : 1,5 mg/dl
Ure : 30,8 mg/dl

(2 Agustus 2014)
EKG : Sinus rhythm, EKG
dalam batas normal
(4 Agustus 2014)
Elektrolit:
Natrium: 136,8 Mmol/L
(normal)
Kalium : 2,29 Mmol/L
(rendah)
Chlorida: 106,1 Mmol/L
(normal)

DAFTAR MASALAH
Hipokalemia
Kelemahan pada keempat anggota
gerak
Gangguan nyeri pada anggota gerak
bawah

DIAGNOSIS
Diagnosis
LMN
Diagnosis
Diagnosis
Paralisis
Diagnosis

Klinis: Tetraparese tipe


Topik : Otot rangka
Etiologi : Periodik
Sekunder : Hipokalemia

PROGNOSIS
Quo ad Vitam
: dubia ad
bonam
Quo ad functionam : dubia ad malam
Quo ad sanam
: dubia ad
bonam

TERAPI
Farmakoterapi:
Koreksi Kalium dengan IVFD KCL 50 mEq dalam NaCl 0,9
% 10 tpm, dan KCL 600 mg 2 x 1 tab
Antiemetik dan proteksi gaster dengan Ondansentron
injeksi 3 x 1 amp, dan Ranitidine injeksi 2 x 1 amp
Antibiotik dengan Ceftriaxone injeksi 2 x 1 gr
Analgetik dengan Ibuprofen 200 mg 3 x 1 tab

Nonfarmakoterapi:
Bed rest
Diet tinggi kalium, rendah karbohidrat
Edukasi

PEMBAHASAN
Ny.E.R, umur 36 tahun, dirawat di RSUD Bangkinang sejak
tanggal 30 Juli 2014 dengan keluhan kelemahan keempat
anggota gerak, pasien mengeluh tiba-tiba tidak bisa
menggerakkan kedua lengan dan tungkainya dan seluruh
tubuh terasa lemah dan sampai tidak bisa bangun dari
tempat tidur. adanya rasa nyeri ini pasien mengeluh tidak
bisa beristirahat pada malam hari.
Ny.E.R mempunyai riwayat pernah mengalami kelemahan
serupa 2 bulan yang lalu, dirawat di rumah sakit selama 1
minggu, pulang bisa berjalan seperti semula. Pasien juga
mempunyai riwayat kebiasaan kurang suka konsumsi buah
dan sayur, sering makan mie sebelum tidur, dan dalam
beberapa hari pasien mengalami riwayat kelelahan fisik dan
kurang istirahat.

PEMBAHASAN
Hipokalemia yang merupakan merupakan
kelainan elektrolit yang sering terjadi pada
praktek klinis yang didefinisikan dengan kadar
kalium serum kurang dari 3,5 mEq/L, pada
hipokalemia sedang kadar kalium serum 2,5-3
mEq/L, dan hipokalemia berat kadar kalium
serumnya kurang dari 2,5 mEq/L. Keadaan ini
dapat dicetuskan melalui berbagai
mekanisme, termasuk asupan yang tidak
adekuat, pengeluaran berlebihan melalui
ginjal atau gastrointestinal, obat-obatan, dan
perpindahan transelular (perpindahan kalium
dari serum ke intraselular.

PEMBAHASAN
Konsentrasi kalium serum pada 3,0-3,5 mEq/L
berhubungan dengan suatu keadaan klinis
seperti kelemahan otot ringan, fatigue, dan
mialgia. Pada konsentrasi serum kalium 2,53,0 mEq/L kelemahan otot menjadi lebih berat
terutama pada bagian proximal dari tungkai.
Gejala pada penyakit ini biasanya timbul pada
usia pubertas atau lebih, dengan serangan
kelemahan yang episodik dari derajat ringan
atau berat yang menyebabkan quadriparesis
dengan disertai penurunan kapasitas vital dan
hipoventilasi, gejala lain seperti fatigue dapat
menjadi gejala awal yang timbul sebelum

PEMBAHASAN
Hipokalemia bisa terjadi tanpa perubahan
cadangan kalium sel. Ini disebabkan faktor-faktor
yang merangsang berpindahnya kalium dari
intravaskular ke intraseluler, antara lain beban
glukosa, insulin, obat adrenergik, bikarbonat, dsb.
Insulin dan obat katekolamin simpatomimetik
diketahui merangsang influks kalium ke dalam sel
otot. Sedangkan aldosteron merangsang pompa
Na+/K+ ATP ase yang berfungsi sebagai antiport di
tubulus ginjal. Efek perangsangan ini adalah retensi
natrium dan sekresi kalium.
Secara fisiologis setelah makan semua K+ yang
diabsorbsi akan masuk ke dalam sel dalam
beberapa menit, setelah itu eksresi K+ yang

TERIMA KASIH