Anda di halaman 1dari 29

Pemeriksaan Fisik

Jantung
Ellyna Aisha Sari

Anatomi Jantung

Fisiologi Jantung

Garis-garis Patokan

Titik-titik Patokan

Angulus ludovici

INSPEKSI
Tampak capai, kelelahaan (CO rendah),
frekuensi nafas meningkat, sesak,
clubbing finger adanya edem
Melihat letak impuls area apeks,
trikuspidal, pulmonal dan aorta

Apeks bunyi jantung

dari katup mitral


Letak SIC V midclavicula
sinistra

Tricuspidalis SIC IVV sternal kiri & kanan


Septal SIC III sternal
kiri
Pulmonal SIC II
sternal kiri
Aorta SIC II sternal
kanan

INSPEKSI & PALPASI


(cont.)

Amplitudo (ketukan)

Terus menerus pada hipertrofi ventrikel kiri,


menyebar pada gagal jantung kongestif

Diameter

diameter, amplitudo dan durasi pada dilatasi


ventrikel kiri karena gagal jantung
kongestif/kardiomiopati iskemik

INSPEKSI & PALPASI


(cont.)
Durasi
Raba impuls ventrikel kanan pada

parasternum kiri dan area epigastrik


Impuls yang kuat pembesaran ventrikel kanan

Palpasi interkosta kanan dan kiri dekat

dengan sternum
Thrill pada stesnosis aorta, pulsasi pembuluh
darah besar, S2 yang menonjol

PALPASI (PTHL-IC)
Gunakan

ujung jari/telapak tangan untuk meraba area


apeks, tricuspid, septal, pulmonal dan aorta
Pulsasi
Thrill getaran pada tangan pemeriksa
Heaving gelombang pada tangan pemeriksa
Overload ventrikel kiri

Lift dorongan thdp tangan pemeriksa ( tekanan

ventrikel)
Ictus cordis pulsasi di apeks (cm, d, normal = 2 cm, 2 jari
medial dari garis midclavicula kiri)

PERKUSI
BATAS

JANTUNG KANAN

1. Tentukan titik tengah garis midklavikula kanan


2. Perkusi cranial ke kaudal
3. Normalnya sonor kemudian diteruskan redup
(biasanya SIC VI kanan)
- Redup berasal dari batas paru dan puncak hati

4. Batas sonor redup 2 jari kearah kranial titik baru


5. Perkusi ke arah medial (cari perubahan sonor ke redup)
Merupakan batas relatif kanan jantung
Normalnya di garis sternal kanan

BATAS JANTUNG KIRI


1.
2.
3.
4.

Tentukan garis aksilla anterior kiri


Jika terdapat pembesaran jantung
perkusi dimulai dari aksilla medialis kiri
Perkusi dari cranial ke caudal (sonortimpani, biasanya pada SIC VIII kiri )
Dari titik diatas, letakkan 2 jari ke arah
kranial

BATAS JANTUNG KIRI


(cont.)
5. Titik baru perkusi ke medial (sonor-redup)
Batas relatif jantung kiri (biasanya
terletak pada 2 jari medial garis
midklavikula kiri)
6. Perkusi diteruskan ke medial sampai
terjadi perubahan suara (redup-pekak)
Batas absolut jantung kiri

BATAS JANTUNG ATAS


1.
2.
3.

Tentukan garis sternal kiri


Perkusi dengan arah sejajar costa ke
kaudal
Perubahan suara sonor ke redup
Biasanya pada SIC III kiri
Jika ditemukan di SIC II, pinggang
jantung menghilang pembesaran atrium
kiri

CONTOUR JANTUNG
Dimulai

dari SIC I kanan dari lateral


medial
Sonor redup
Dilanjutkan ke SIC II kanan dengan
cara yg sama dst.
Begitu juga dilakukan pada sisi
jantung kiri

AUSKULTASI
Auskultasi jantung
menggunakan dua sisi
stetoskop bel &
diafragma
suara dengan frekuensi
tinggi sisi bel (tricuspid)
frekuensi rendah sisi
diafragma
(bicuspid)
Askultasi meliputi:
Bunyi jantung
Bising jantung

Apeks bunyi jantung

dari katup mitral


Letak SIC V midclavicula
sinistra

Tricuspidalis SIC IVV sternal kiri & kanan


Septal SIC III sternal
kiri
Pulmonal SIC II
sternal kiri
Aorta SIC II sternal
kanan

Bunyi Jantung I dan II (BJ1 & BJ2)


BJ1 :
Terjadi karena getaran menutupnya katup
atrioventrikularis, yang terjadi pada saat
kontraksi dari bilik (pada permulaan systole)
BJ2 :
Terjadi karena getaran menutupnya katup
aorta dan a. pulmonalis pada dinding toraks
(pada permulaan diastole)
BJ2 normal selalu lebih lemah daripada BJ1

Di

area apeks dan tricuspid BJ I > BJ

II
Di area basal ; pulmonal dan aorta BJ
I < BJII
BJ I penutupan katup mitral dan
trikuspid
BJ II penutupan katup aorta dan

BJI a. Radialis / a.
Carotis / ictus cordis

Menentukan

BJ I Sinkron dgn denyut nadi arteri-arteri

tsb
BJ I BJ II fase sistolik
BJ II BJ I fase diastolik

Bunyi Jantung Tambahan


BJ

III

Setelah BJ II 0,14-0,16 detik


Didengar pada apeks
Intensitas rendah
Aliran darah mendadak dgn jumlah

banyak dari atrium kiri ke ventrikel kiri


(insufisiensi mitral)

Bunyi Jantung Tambahan


(cont.)
BJ

IV

Sesaat sebelum BJ I
Didengar di apeks
Kontraksi atrium yang kuat dalam

memompa darah ke ventrikel


Bendungan ventrikel atrium harus
memompa lebih kencang gagal jantung

Bunyi Jantung Tambahan


(cont.)
Opening

snap

katup mitral terbuka kaku dan mendadak stlh BJ II

Aortic

click

katup aorta membuka cepat (stenosis aorta)

Pericardial

rub

pericarditis konstriktiva, gesekan perikardial

viseral dgn parietal


Bunyi kasar bisa pada S dan D

Irama Jantung
N = 60-100x/menit
Gallop

, reguler

Cepat dan BJ terdiri atas 3-4 komponen

Irreguler
Ekstrasistol
irama dasar tidak teratur

Bising Jantung
Penyebab :
aliran darah bertambah cepat
penyempitan di daerah katup atau
pembuluh darah
getaran dalam aliran darah oleh pembuluh
yang tidak rata
aliran darah dari ruangan yang sempit ke
ruangan yang besar
aliran darah dari ruangan yang besar ke

BISING JANTUNG
I samar
Derajat II halus
Derajat III jelas dan agak keras
Derajat IV keras
Derajat V SANGAT KERAS
Derajat VI sudah terdengar
meskipun stetoskop tdk diletakkan
Derajat

Contoh bising jantung


RUMBLE

(kasar, seperti gesekan) ;


stenosis mitral
TYPE EJECTION (bising nada keras,
melewati celah sempit) ; stenosis
aorta
CONTINUOUS MURMUR (terdengar
terus menerus pd S & D) ; PDA

PEMERIKSAAN PEMBULUH DARAH


PERIFER
Palpasi

nadi a. Radialis

Frekuensi nadi
Tegangan nadi
Irama nadi
Macam denyut nadi
Isi nadi
Bandingkan nadi a. radialis ka & ki
Keadaan dinding arteri

Sekian, terimakasih