Anda di halaman 1dari 44

PEMBENGKOKAN PELAT DAN PROFIL

Mata Kuliah Ilmu Bahan dan Pengerjaan Logam

Safira Chika Nurul


Rifqi Alfarisi Ramli
Favi Ainin Fitria
Muhammad Reza Fahlevi
Regita Indar Wardhani

Kelompok 1

(4214100003)
(4214100009)
(4214100011)
(4214100021)
(4214100023)

Pembengkokan Pelat / Penekukan / Bending


Bending adalah pengerjaan pelat logam untuk
menghasilkan profil.
Pengerjaannya dengan cara memberi tekanan pada bagian
tertentu sehingga terjadi deformasi plastis pada bagian
yang diberi tekanan

1. Angle Bending
Angle bending adalah pembentukan plat atau besi dengan
menekuk bagian tertentu plat. Batasnya -+150 derajat
2. Press Brake Bending
Proses ini membentuk plat yang diletakkan diatas die lalu
ditekan oleh penekan dari atas sehingga mendapatkan hasil
tekukan yang serupa dengan bentuk die.

Jenis-Jenis Bending

3. Draw Bending
Draw bending yaitu pekerjaan mencetak plat dengan
menggunakan roll penekan dan cetakan.
4. Roll Bending
Roll bending yaitu bending yang biasanya digunakan untuk
membentuk silinder, atau bentuk-bentuk lengkung lingkaran
dari pelat logam yang disisipkan pada suatu roll yang
berputar.

5. Seaming
Seaming adalah operasi bending yang digunakan untuk
menyambung ujung lembaran logam sehingga membentuk
benda kerja, sambungan dibentuk dengan rol-rol kecil yang
disusun secara berurutan.
6. Straightening
Proses yang berlawanan dengan bending , digunakan untuk
meluruskan lembaran logam

Mesin untuk proses penekukan :


1. Mesin Bending Manual
2. Mesin Bending Hidrolik

Mesin Bending untuk proses roll :


3. Mesin Bending Mekanik

Bagian-bagian utama dari suatu mesin tekuk antara lain :


1. Sistem penekuk, bagian ini berupa komponen yang bekerja
dan menghasilkan gaya tekan untuk proses penekukan.
2. Punch, bagian ini berupa profil dengan sudut tekuk tertentu
berperan sebagai penyalur kekuatan penekuk material.
3. Die, bagian ini profil dengan sudut tekuk tertentu berperan
sebagai landasan pada proses penekukan.
4. Rangka mesin, bagian ini berupa susunan komponen yang
berfungsi sebagai penopang sistem penekuk, punch dan die,
sebagai penahan saat terjadinya proses penekukan.
5. Panel kontrol, berupa rangkaian elektronik sebagai
pengendali kerja mesin tekuk.

1.Mengatur posisi stopper

2.Posisikan benda kerja sesuai garis yang telah


dilukis, pastikan posisi garis sejajar dengan
bibir lembaran penekuk

Cara Kerja Mesin Bending


Plat Manual

3.Tarik lembaran penekuk


sampai pada sudut yang telah
ditentukan

4.Pada mesin penekuk plat yang


penjepitnya bisa dipindah, atur
terlebih dahulu berapa lebar jarak
plat yang akan ditekuk

5.Benda kerja diposisikan pada mesin dan


dijepit, kemudian lembaran penekuk diangkat
sampai pada sudut yang diinginkan sesuai
gambar kerja, dan lebihkan beberapa derajat
untuk mengantisipasi sifat elastis bahan.

Hasil Kerja Mesin Bending Manual

1. Nyalakan Tombol

2.Pengaturan penekanan, kedalaman, dan


frekuensi penekukan dapat diatur dengan
kontroler yang berhubungan dengan sistem
komputer

Cara Kerja Mesin Bending


Hidrolis

3.Benda kerja diposisikan sesuai garis yang


telah dilukis pada benda kerja

4. Injak saklar

Hasil Mesin Bending Hidrolik

C. Mesin Bending Mekanik


1. Nyalakan mesin.
2. Plat yang sesuai disiapkan dengan ukuran putaran yang
sesuai juga.
3. Logam harus sejajar dalam pemasukkannya menuju
mesin.
4. Dibiarkan mesin berjalan sendiri sampai mendapatkan
hasil.

Hasil Kerja Mesin Bending Mekanik

Profil pelat atau baja yaitu berupa batangan (lonjoran)


dengan penampang berprofil dengan bentuk tertentu dengan
panjang pada umumnya 6 meter ( namun dapat dipesan di
pabrik dengan panjang sampai 15 meter dan biasanya
sebagai bahan dasar yang digunakan pada hampir semua
bangunan industri

Profil Pelat atau Baja

Profil L atau Profil Siku merupakan profil yang terbentuk


dari proses angle bending.

Profil U merupakan profile yang terbentuk dari proses


angle bending dan bisa juga dengan proses press brake
bending

MACAM-MACAM PROFIL

Profil RHS (Rectangular Hollow Section) biasa


digunakan untuk komponen rangka arsitektural (ceiling,
partisi gypsum dll)

MACAM-MACAM PROFIL

Steel Pipe biasa digunakan untuk bracing, secondary


beam, support komponen arsitektural

MACAM-MACAM PROFIL

Lipped Channel biasa digunakan untuk purlin (balok


dudukan penutup atap), girts (elemen yang memegang
penutup dinding misalnya metal sheet, dll), member pada
truss, rangka komponen arsitektural.

MACAM-MACAM PROFIL

Pada beberapa konstruksi kapal terdapat bagian yang


berbentuk lengkungan. Untuk mendapatkan konstruksi
bagian yang melengkung tersebut dapat dilakukan dengan
mesin bending . Dalam melakukan pembendingan dibantu
dengan menggunakan rambu bending. Rambu bending ini
berfungsi sebagai alat pemeriksa apakah hasil
pembendingan atau bentukan tadi sudah sesuai dengan yang
diharapkan.

Penggunaan dalam
Bidang Maritim

Untuk pengerjaan ini juga harus dilakukan sesuai dengan


marking yang sudah diberikan.Pelat yang sudah dipotong
sebagian ada yang memerlukan proses pembentukan, di
mana pelaksanaannya dapat dilakukan dengan :
Proses dingin (menggunakan mesin bending)
Proses panas/fairing (pemanasan dengan blander,
setelah pelat memerah karena panas lalu ditekuk)

Pemeriksaan apakah hasil pembentukan sudah sesuai dengan


informasi dari marking. Material pelat diperiksa dengan
rambu bending (kayu) dengan cara menempatkan rambu kayu
di atas pelat yang telah dibentuk, kemudian dicocokkan tanda
marking pelat dengan tanda marking rambu dan harus segaris
yaitu $ dengan tanda $. Tanda marking sudut dari tiap-tiap
rambu harus diperhatikan, sudut kemiringannya berapa
derajat ke arah fore/after. WL dengan WL, C dengan C.
Pemasangan rambu pada tiap garis gading dapat memakai
bantuan jig penahan untuk menyangga rambu agar berdiri
dengan tegak. Penempatan rambu pada tiap gading harus
segaris dengan tanda marking pada pelat. Tepi pelat harus
lurus atau searah.

Pembentukan Profil

Hot working adalah proses pembentukan secara plastis


terhadap logam atau paduan yang dilakukan di atas
temperatur rekristalisasi-nya. Karena proses tersebut
logam tidak akan mengeras, maka dapat dilakukan
pembentukan dengan cepat dan terus menerus sesuai
dengan keinginan. Logam tidak hanya menjadi mallable
pada suhu tinggi, tetapi juga lebih lunak, karena
rekristalisasi selalu terjadi selama proses

Pengerjaan Secara Panas


(Hot Working)

Cold working adalah proses pembentukan secara plastis


terhadap logam atau paduan yang dilakukan di bawah
temperatur rekristalisasinya. Disamping untuk memperbaiki
kualitas permukaan dan ketelitian ukuran, cold working
khusus digunakan untuk beberapa operasi yang tidak dapat
dilaksanakan secara panas, terutama drawing, karena
ductility biasanya akan berkurang pada suhu tinggi
sehingga tegangan tariknya berkurang sehinggamaterial
dapat putus dengan mudah.

Pengerjaan secara
dingin (Cold Working)

Terdapat dua metode pembuatan penampang profil baja


yaitu metode Hot-Rolled (giling panas) serta metode
Cold- Form (bentukan dingin)
Metode giling panas digunakan untuk menghasilkan
berbagai jenis penampang baja, seperti siku, WF, T, H
Beam dengan berbagai jenis ukuran serta ketebalan
Metode bentukan dingin dapat digunakan untuk
menghasilkan penampang dengan ketebalan tipis, seperti
Lip Channel, Z-section atau pada pembuatan penampang
baja ringan.

Penampang Profil Baja

Equal Angle

Adalah profil berbentuk penampang L yang di


hasilkan dengan proses canai panas. siku sama
kaki memiliki bentuk kedua kaki sama lebar
dan dengan ketebalan sama.
Pada umumnya jenis profil ini diaplikasikan
untuk pembuatan transmission tower,
telecommunication tower, substation tower
billboard dan konstruksi lainnya

Hasil dari Hot Rolled Section

Wide Flange (WF)

H-Beam

WF atau profil I dan H-Beam biasa digunakan


untuk : Balok, Kolom, Tiang Pancang, Top &
Bottom chord member pada truss, composite
beam atau column, Kantilever Kanopi, dll.

King Cross

Queen Cross

merupakan hasil dari penggabungan Antara


IWF ataupun H-Beam dengan batang T-Beam
dengan proses pengelasan,dan umumnya di
lakukan pada profil IWF hal tersebut dilakukan
sebagai upaya untuk menambah kekuatan pada
profil IWF tersebut dan biasa diaplikasikan
untuk tiang kolom.

T-beam

Sebuah T-beam, digunakan dalam konstruksi,


adalah sebuah struktur load-bearing logam,
yang berbentuk penampang T yang dihasilkan
dengan proses canai panas bis bisa juga
terbentuk dari proses pengelasan. Bagian atas T
penampang berfungsi sebagai flange melawan
tegangan tekan. Sedangkan Web dari balok di
bawah flens berfungsi untuk melawan tegangan
tarik dan untuk menyediakan pemisahan
tekanan dari kekuatan tekuk. Pengunaan : balok
lantai, balok kantilever (kanopi)
profil berbentuk penampang U yang dihasilkan
dengan proses canai panas. U channel (UNP)
pada umumnya diaplikasikan untuk tiang
penyangga pada kontruksi bangunan dan
kerangka pada industry karoserry bak truck,
bus, trailer, car carrier, dan masih banyak lagi.

U channel (UNP)

Biasa digunakan untuk : purlin (balok dudukan


penutup atap), girts (elemen yang memegang
penutup dinding misalnya metal sheet, dll),
member pada truss, rangka komponen
arsitektural.
Light Lip Channel

U Channel (UNP)

Adalah profil berbentuk penampang U yang


dihasilkan dengan proses tekuk atau biasa di
sebut bending. U channel (UNP) pada
umumnya diaplikasikan untuk tiang penyangga
pada kontruksi bangunan dan kerangka pada
industry karoserry bak truck, bus, trailer, car
carrier, dan masih banyak lagi.

Cold Form Product

Simulasi Mesin Bending

Simulasi Mesin Bending

Z Section