Anda di halaman 1dari 97

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi semakin memegang

peranan penting dalam dunia bisnis, salah satunya adalah penerapan system
informasi pada perusahaan atau pun instansi. Perkembangan dunia teknologi
informasi akhir - akhir ini semakin pesat. Perkembangan tersebut membawa
dampak yang besar didalam berbagai aspek kehidupan, misalnya untuk
berkomunikasi dengan orang yang berada diluar negeri dapat dilakukan melalui
internet (International Network) dengan berbagai cara dengan e-mail (surat
elektronik), chatting (berbicara dengan satu atau banyak orang secara langsung)
dan lain lainya. Selain itu, perkembangan TI juga berpengaruh terhadap bidang
pekerjaan yaitu dengan menggunakan system komputerisasi untuk efesiensi
pekerjaan.
Seiring dengan perkembangan TI pula, system informasi pada perubahan
atau instansi mulai menggunakan system tersebut. Cara ini banyak digunakan
karena memudahkan didalam pencaharian informasi. Selain itu, dengan system
komputerisasi maka data data dapat tersimpan dengan baik dan juga dapat
terhindar dari kelalaian kelalaian apabila penyimpanan dilakukan secara manual.
Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng adalah suatu lembaga yang salah
satu kegiatanya melakukan inventarisasi barang yang meliputi pengajuan,
pengiriman, pengarsipan dan pemasukan barang baik untuk keperluan kantor
Dinas Kesehatan atau pun untuk keperluan dua puluh puskesmas yang di
kelolanya. Selama ini proses kegiatan tersebut masih dilakukan secara manual.
Dalam setiap pelaksanaan kerjanya system komputerisasi sangat
diperlukan untuk menunjang kegiatan yang akan dilakukan, sehingga pencatatan
yang dilakukan lebih tepat dan akurat. Pada kegiatan infentarisasi masih
menggunakan Microsoft excel, yang tidak mempunyai database management
1

system. Dimana Microsoft excel ini belum dilengkapi dengan fasilitas fasilitas
yang lengkap da mudah digunakan seperti penggunaan tombol tombol secara
otomatis, data tidak dapat diinput secara otomatis.
System ketersediaan barang apabila tidak dilakukan dengan menggunakan
program aplikasi akan terasa kurang efesien dan tidak akan menghasilkan
informasi yang tepat waktu, dengan ketelitian yang tinggi. Oleh karena itu,
diperlukan sautu system ketersediaan barang yang baik agar dapat meningkatkan
kinerja instansi tersebut.
Penulis berharap dengan menggunakan program aplikasi yang kami buat
ini akan dapat membantu dalam proses pekerjaan staff ketersediaan barang di
Dinas Kesehatan kabupaten buleleng dapat mengatasi segala kekurangan dan
kendala kendala yang dihadapi saat masih menggunakan system yang masih
manual dimana pekerjaan akan lebih efektif dan efesien.
Adapun system yang kami buat yaitu menggunakan bahasa pemrograman
PHP dimana aplikasi ini lebih mudah dalam penggunaanya dan berbasis web serta
menggunakan database MySql. Aplikasi ini juga diharapkan dapat mengatasi
segala kendala kendala yang dihadapi oleh system yang lama dalam proses
persediaan abrang. Adapun judul yang penulis angkat yaitu Sistem Informasi
Ketersediaan Brang Berbasis Web Dinas Kesehatan Buleleng

1.2 Lingkup Praktek Kerja Industri


Praktek Kerja Industri (Prakerin) merupakan mata kuliah di jurusan
Pendidikaan Teknik Informatika yang diwajibkan mahasiswa untuk terjun
langsung kelapangan untuk mempraktekan ilmu yang didapat. Dalam mata kuliah
ini mahasiswa akan ditempatkan di suatu instansi atau perusahaan untuk
mengerjakan sebuah project yang telah disepakati oleh jurusan, instansi atau
perusahaan bersangkutan. Selama melaksanakan praktek kerja mahasiswa akan
terbuka wawasanya tentang kebutuhan masyarkat akan teknologi yang sesuai
dengan permasalahan yang dihadapi.

Dengan kegiatan ini mahasiswa diharapkan untuk lebih mandiri dan


mendapatkan pengalaman kerja secara langsung. atau Prakerin dilaksanakan
secara sistematis dan terjadwal di bawah arahan Jurusan Pendidikan Teknik
Informatika. Dengan adanya Prakerin ini, mahasiswa dapat menambah
pengalaman dalam dunia kerja sekaligus mampu bersosialisasi dan bekerjasama
bersama staff di instansi terkait.
Adapun ruang lingkup kegiatan Prakerin yang penulis laksanakan
bertempat di Kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng yaitu bagaimana
merancang suatu system informasi persediaan barang berbasis web untuk dapat
mencatat dan mengontrol pemakaian barang beserta laporanya.

1.3 Tujuan Praktek Kerja Industri


Tujuan umum dilaksanakannya Prakerin adalah untuk melatih mahasiswa
Pendidikan Teknik Informatika agar memiliki kemampuan merancang dan
membuat sistem informasi serta memberikan konstribusi kepada masyarakat luas
pada umumnya dan instansi terkait pada khususnya. Adapun tujuan yang merinci
dari Prakerin yang dilaksanakan penulis yaitu sebagai berikut:
1. Memenuhi mata kuliah Prakerin.
2. Mengimplementasikan

kemampuan

merencanakan,

melaksanakan,dan

mengevaluasi pembuatan software mulai dari perancangan sistem hingga


pengimplementasian sistem.
3. Mengetahui lingkungan fisik, administratif, akademis, dan sosialpsikologis
tempat Prakerin berlangsung.
4. Memberikan gambaran awal mengenai situasi dan kondisi lingkungan kerja
yang sebenarnya

BAB II
PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN TEMPAT PRAKTEK KERJA
INDUSTRI

2.1 Linkungan Kerja


Kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng merupakan tempat penulis
dalam melaksanakan Prakerin. Instansi pemerintahan ini beralamat di jalan Jl.
Veteran Singaraja Kantor Dinas Kesehatan kkabupaten buleleng merupakan
instansi mengurus
Adapun lingkungan kerja tempat praktek kerja ini, penulis paparkan
menjadi 2 yaitu:
1. Lingkungan kerja Fisik
Mengenai lingkungan kerja fisik, tempat kerja atau kantor Dinas
Kesehatan Buleleng sangat nyaman digunakan oleh karyawan untuk bekerja.
Tempat kerja di kantor Dinas Kesehatan dilengkapi komputer dan printer yang
diletakkan di masing-masing meja Pegawai. Selain itu, posisi tempat kerja
masing-masing karyawan telah diatur sesuai dengan tugas masing-masing.
2. Lingkungan kerja nonfisik
Lingkungan kerja non fisik dalam hal ini adalah adanya hubungan kerja
yang baik antara Perbekel dengan pegawai, antara pegawai dengan pegawai
sangat baik. Lingkungan kerja yang demikian, membuat penulis merasa diterima
dengan baik dalam melaksanakan praktek kerja di Kantor Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng.

2.2 Profil Dinas Kesehatan Buleleng


Lingkungan Kerja
Secara Administratif Kabupaten Buleleng memiliki Batas wilayah sebagai
berikut:
4

Sebelah utara
Sebelah selatan

: berbatasan dengan laut Jawa/Bali


: berbatasan dengan Kab. Jembrana,Tabanan, Badung dan
Bangli

Sebelah Barat

: berbatasan dengan Kab.Jembrana

Sebelah timur

: berbatasan dengan Kab.Karangasem

Secara keseluruhan luas wilayah Kabupaten Buleleng 1.365,88 Km atau


24,25% dari luas Propinsi Bali. Dilihat dari wilayah masing masing kecamatan,
Kecamatan Gerokgak merupakan kecamatan terluas yakni 26,10% dari luas
kabupaten diikuti Kecamatan Busungbiu sebesar 14,40%, selanjutnya Kecamatan
Sukasada dan Banjar masing masing 12,66% dan 12,64%, Kecamatan
Kubutambahan sebesar 8,66%, Kecamatan Seririt 8,18%, Kecamatan Tejakula
7,15%, Kecamatan Sawan 6,77% dan yang terkecil adalah Kecamatan Buleleng
yaitu hanya 3,44%.
Topografi
Sebagian besar wilayah Kabupaten Buleleng merupakan daerah berbukit
yang membentang di bagian selatan, sedangkan di bagian Utara yakni merupakan
dataran rendah. Diantara perbukitan terdapat gunung berapi dan tidak berapi,
gunung tertinggi adalah gunung Tapak (1903 m) berada di Kec. Sukasada dan
yang terendah Gunung Joe ( 22 m) di Kec. Gerokgak.
Begitu juga di Kabupaten Buleleng memiliki banyak sungai besar dan
kecil, sebagian merupakan sungai tadah hujan. Selain itu ada 2 buah Danau yang
terletak pada 2 wilayah Kecamatan Danau Tamblingan (110 hektar) di Wilayah
Kecamatan Banjar sedangkan Danau Buyan (360 hektar ) terletak di Kec.
Sukasada walaupun secara geografis terletak berdampingan.

Jumlah Kecamatan Dan Desa/Kelurahan


Kabupaten

Buleleng

terbagi

menjadi

Kecamatan

dan

148

Desa/Kelurahan dengan rincian sebagai berikut:


NO

NAMA KECAMATAN

JUMLAH DESA

JUMLAH DUSUN

1.

Kec. Gerokgak

14 Desa

73 Dusun

2.

Kec. Seririt

21 Desa

95 Dusun

3.

Kec. Busungbiu

15 Desa

42 Dusun

4.

Kec. Banjar

17 Desa

60 Dusun

5.

Kec. Sukasada

15 Desa

65 Dusun

6.

Kec. Buleleng

29 Desa

93 Dusun

7.

Kec. Sawan

14 Desa

69 Dusun

8.

Kec. Kubutambahan

13 Desa

46 Dusun

9.

Kec. Tejakula

10 Desa

59 usun

2.3 Struktur Organisasi Dinas Kesahatan

Gambar 2.1 Struktur Organisasi

2.4 Visi dan Misi Instansi

2.4.1

Visi Dinas Kesehatan


Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng adalah Masyarakat Sehat
Mandiri Menuju Buleleng Sejahtera Berlandaskan Tri Hita Karana.
Makna utama dari Visi Pembangunan Dinas Kesehatan Kabupaten
Buleleng:
Masyarakat Buleleng Sehat :
Masyarakat Buleleng dengan Keadaan Sehat baik secara fisik, mental,
spiritual mauapun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif
secara sosial dan ekonomi
Masyarakat Buleleng Yang Mandiri:
7

Meningkatnya partisipasi/swadaya masyarakat dalam memenuhi sendiri


kebutuhan akan kesehatan, sehingga dapat menolong dirinya sendiri di bidang
kesehatan.
Masyarakat Buleleng Yang Sejahtera :
Merupakan suatu kondisi masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan
hidupnya, baik lahir maupun batin secara adil, merata, rukun, damai, toleransi,
berdisiplin, kreatif, produktif dan professional.

2.4.2

Misi Dinas Kesehatan


Misi organisasi merupakan pernyataan mengenai hal-hal yang harus
dicapai organisasi di masa mendatang oleh semua pihak yang berkepentingan
untuk mencapai Visi organisasi. Untuk mencapai Visi tersebut, maka Misi Dinas
kesehatan Kab. Buileleng dapat dirumuskan sebagai berikut :

1.

Menikngkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

2.

Meningkatkan Aksisibilitas Pelayanan Kesehatan

3.

Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan

4.

Meningkatkan Manajemen dan Informasi Kesehatan

5.

Menciptakan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik

2.5 Lokasi Lingkungan Praktek Kerja Industri


1. Nama Instansi : Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng
2. Alamat
Jalan

: Jln. Veteran No. 45

Kecamatan

: Buleleng

Kabupaten

: Buleleng
8

Provinsi

: Bali

Kode Pos

: 80572

Telpon

: (0361) 980533.

2.6 Lingkup Pekerjaan


Dalam kegiatan Prakerin ini, penulis dan seorang mahasiswa lainnya yang
merupakan anggota satu kelompok ditempatkan di pelayanan umum yaitu
membantu pegawai yang di sana dalam membantu system ketersediaan barang.
dan dibimbing langsung oleh Bapak Gede Sandia yang menjabat sebagai pegawai
ketersediaan barang dimana

pekerjaanya tersebut memiliki standar kerja

mengkoordinir/memimpin segala kegiatan ketersediaan barang yang ada di Kantor


Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng, Kantor Dinas ini buka setiap hari Senin
sampai Jumat Pukul 08.00-14.00 kecuali hari Jumat buka pukul 08.00-13.00.
Selama kegiatan Prakerin penulis membantu tugas pegawai di Kantor Dinas
Kesehatan membuat Sistem ketersediaan barang yang berbasis Web. Selama
Prakerin tugas utama penulis yang harus dikerjakan adalah mengenai aplikasi
sistem informasi yang akan dibangun.

2.7 Deskripsi Pekerjaan


Selama melaksanakan kegiatan Prakerin, penulis mengerjakan tugas pokok
yaitu membuat Sistem Informasi Ketersediaan barang berbasis web. Pembuatan
sistem ini dimulai dari berkonsultasi dengan pembimbing Prakerin yaitu Bapak
Gede Sandia kemudian mendiskusikan dengan pegawai lainnya mengenai detail
program yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan seperti
pengiriman barang, pengajuan barang, penghitungan stok barang laporan bulanan,
semester dan tahunan barang dan lain sebagainya yang terkait dalam Sistem
Informasi yang dibuat. Selanjutnya penulis merancang template design sistem
serta database yang nantinya diperlukan untuk membangun sebuah sistem.

Setelah perancangan selesai dikerjakan, penulis mengimplementasikan


rancangan

tersebut

pada

bahasa

pemrograman

sebagai

sarana

untuk

mengimplementasikan rancangan template design dan Database Management


System (DBMS) sebagai sarana untuk mengimplementasikan tabel-tabel. Dalam
mengimplementasikan template design penulis menggunakan aplikasi Notepad +
+ sebagai sarana untuk membangun sistem informasi tersebut dan untuk bagian
implementasi DBMS penulis menggunakan aplikasi basisdata yang umum yaitu
Xampp, MySQL atau SQLyog.
Kemudian setelah Projek mulai dibuat, penulis mulai mencari informasi
atau data-data yang dibutuhkan oleh sistem untuk di inputkan ke Sistem
kependudukan.

10

BAB III
LANDASAN TEORI

3.1 Sistem Yang Berjalan di Instansi


Di kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng mempunyai banyak staff
yang bertugas dibagianya masing masing, salah satu pekerjaan dinas kesehatan
yaitu bagian staff ketersediaan barang. Staff ketersediaan barang pada Dinas
Kesehatan kabupaten Bulleng ini mengurus kurang lebih dua puluh Puskesmas
yang ada di kabupaten Buleleng tersebut, dimana dua puluh puskesmas tersebut
melakukan pengajuan barang dan pelaporan ketersediaan barang setiap bulannya
pada staff ketersediaan barang yang ada di Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng.
Kemudian staff ketersediaan barang Dinas Kesehatan merekap semua laporan dari
kedua puluh puskesmas tersebut dan melaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan
dan berlanjut ke Pemerintahan Kabupaten Buleleng. Staff Dinas Kesehatan
tersebut masih menggunakan system manual yang tentunya ke falidan data dan ke
efesiensi data masih kurang dan rawan terjadi kesalahan pada data tersebut.
Contoh kendala yang dihadapi oleh staff ketersediaan barang tersebut
adalah setiap puskesmas memberikan format laporan yang berbeda pada Staff
Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng sehingga membingungkan staff ketersediaan
barang Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng dalam merekap data. Sering telatnya
mengirim laporan bulanan pada Dinas Kesehatan karena puskesmas harus datang
langsung ke Dinas Kesehatan untuk memberikan laporan kepada staff
ketersediaan barang di Kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng sehingga
memakan waktu dan menambah biaya karena jaraknya yang cukup jauh antara
masing masing Puskesmmas dari kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng.
Berdasarkan

hal

tersebut,

dalam

(Prakerin)

ini,

kelompok

penulis

mengembangkan sebuah sistem berbasis web yang berjudul Sistem Informasi


Ketersediaan Barang Berbasis Web pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.

11

3.2 Pengembangan Perangkat Lunak, Analisis dan Perancangan


3.2.1

Konsep Dasar Sistem


Terdapat dua kelompok pendekatan dalalm pendefinisian system, yaitu

kelompok yang menekankan pada prosedur dan kelompok yang menekankan pada
elemen atau komponenya. Pendekatan yang menekankan pada prosedur
mendefinisikan system sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul bersama sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sedangkan pendekatan system
yang lebih menekankan pada elemen atau komonen mendefinisikan system
sebagai kumpulan dari eleman elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan
tertentu ( Subari, 2003:2 ).
A. Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema)
adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan
bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering
dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana
suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan
yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh
umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa
elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga
membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu
rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari,
dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak
hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam
pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang
memiliki hubungan di antara mereka.
Sedangkan menurut para ahli, pengertian sistem diartikan sebagai berikut:
A. Menurut Murdick, R.G, (1991 : 27). Suatu sistem adalah seperangkat elemen
yang

membentuk

kumpulan

atau

procedure-prosedure/bagan-bagan
12

pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan
mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk
menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
B. Menurut Jogianto (2005: 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan
dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata
adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betulbetul ada dan terjadi. yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling
tergantung satu sama lainnya.
Mengacu pada beberapa definisi sistem di atas, dapat juga diartikan, sistem
adalah sekumpulan unsur/elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi
dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai contoh,
dalam sistem komputer terdapat software (perangkat lunak), hardware (perangkat
keras), dan brainware (sumber daya manusia).

B. Elemen Sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan,
masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta
lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk
sebuah sistem :
Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin
banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa
tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu
sistem dengan sistem yang lain berbeda.
Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem
dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang
berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang
berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah
informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).

13

Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi

dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa
informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna,
misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat
berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas
pembedahan pasien.
Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem
informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan
sebagainya.
Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem
dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi,
ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola
mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan
sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing
dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi
atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh,
dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi
keterbasatan dana.
Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan
menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini
digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah
untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan
bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau
menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus
ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem,
sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu
terhadap kelangsungan hidup sistem.
C. Karakteristik Sistem
14

Karakteristik sistem adalah sistem yang mempunyai komponen-komponen,


batas sistem, lingkungan sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah dan
asasaran.
Komponen
Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem
komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras, perangkat lunak dan manusia.
Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila
perangkat keras adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O dan
memori, maka supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
Boundary (Batasan Sistem)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem
dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini
memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem
menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
Environment (lingkungan Luar Sistem)
Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang
mempengaruhi

operasi

sistem.

Lingkungan

luar

sistem

dapat

bersifat

menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. lingkungan


luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian
harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus
ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari
sistem.
Interface (Penghubung Sistem)
Penghubung merupakan media perantara antar sub sistem. Melalui
penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem
ke subsistem lainnya. Output dari satu sub sistem akan menjadi input untuk
subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu
subsistem dapat berinteraksi dengan sub sistem yang lainnya membentuk satu
kesatuan.
Input (Masukan)
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat
berupa maintenance input dan sinyal input. Maintenance input adalah energi yang
dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah energi
yang diproses untuk didapatkan keluaran.
15

Output (Keluaran)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi

keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan
untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

Proses (Pengolahan Sistem)


Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu

sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi


keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan
bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.

Objective and Goal (Sasaran dan Tujuan Sistem)


Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem

tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran
dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan
keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila
mengenai sasaran atau tujuannya.

3.2.2 Konsep Dasar Informasi


Menurut Hartanti (2010), Secara umum informasi dapat didefinisikan
sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan
lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian
yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan
data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan
dalam proses pengambilan keputusan.
Definisi dari informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berarti bagi yang menerimannya. Menurut Raymond Mcleod informasi adalah
data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan
bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Secara umum
informasi dapat di definisikan sebagai hasil pengolahan data dalam bentuk yang
lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimannya.
16

Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang


menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian
adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Data merupakan bentuk yang masih
mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data
diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi. Data yang diolah
melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi
tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti
menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data
kembali. Fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut :
a. Untuk meningkatkan pengetahuan bagi si pemakai
b. Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan
pemakai
c. Menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.
Kualitas informasi bias terhadap error, karena kesalahan cara pengukuran
dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau
data tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori
atau master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem. Informasi
yang berkualitas harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan, maksudnya
adalah:
a. Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias
atau menyesatkan.
b. Tepat waktu berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh
terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
c. Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.
Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang berbeda-beda
Nilai Informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya
mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif
dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi
biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.
17

Umur informasi, kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai
atau arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu
tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu
range waktu).
3.2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi dalam organisasi dapat dikatakan sebagai sistem yang
menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja
diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan
mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem
informasi atau peralatan sistem lainnya.
Sistem informasi akan bekerja pada fungsi-fungsi organisasi sesuai dengan
derajat kebutuhan informasi pada tingkatan manajemen dalam organisasi.
Karakteristik dan tipe-tipe informasi akan terkait dengan kebutuhan informasi
pada tingkatan-tingkatan manajemen dalam organisasi. Sistem informasi berfungsi
mentransformasikan data menjadi informasi yang bernilai bagi tiap tingkatan
manajemen. Sistem informasi mendukung pembuatan keputusan sesuai tahaptahap pembuatan keputusan manajemen dalam organisasi.
Menurut Mc leod Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai
kemampuan

untuk

mengumpulkan

informasi

dari

semua

sumber

dan

menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi .


Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai
persyaratan umum sebagai berikut :
a. Harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat
b. Harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan /
pengambilan keputusan
c. Harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya
jangan diberikan
18

d. Harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu


keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan.
Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
a. pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian
terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat
lunak yang sesuai
b. manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen,
keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan
c. keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani
suatu macam operasi
d. kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui
dan puas terhadap sistem informasi

3.2.4 Komponen Sistem Informasi


Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok
bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model,
komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software,
komponen basis data, dan komponen control. Semua komponen tersebut saling
berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai
sasaran.
1. Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini
termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang
dapat berupa dokumendokumen dasar.
2. Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model
matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis
19

data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan.
3. Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi
yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
4. Komponen teknologi
Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi, teknologi
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan
mengakses data, meghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu
pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5. Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi
sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau
lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar
dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6. Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan
memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu
informasi.
7. Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan
berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan
menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan
dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam
basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang
dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk
efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi
menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management
System).
8. Komponen control
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam,
api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu
20

sendiri, ketidakefisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian


perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat
merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahankesalahan
dapat langsung cepat diatasi.

3.2.5 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Informasi (Sistem Development


Life Cycles - SDLC)
Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak
digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle),
siklus hidup menggunakan prototyping (life cycle using prototyping), dan siklus
hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).
a. Tahap-Tahap SDLC
1. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan


sestem informasi apa yang akan dikembangkan, sasaran-sasaran yang ingin
dicapai, jangka waktu pelaksanaan serta mempertimbangkan dana yang tersedia
dan siapa yang melaksanakan.
2. Usulan
Usulan perubahan sistem dari internal biasanya berisi:
a. Adanya permasalahan yang dihadapi sistem yang lama seperti biaya
operasional yang tinggi.
b. Pembuatan order yang sering terlambat dan laporan yang tidak up to date.
c. Penyempurnaan terhadap sistem yang ada seperti efisiensi atau kontrol.

21

3. Keputusan Manajemen
Usulan-usulan tersebut harus mendapat persetujuan dari manajemen
karena menyangkut biaya, perubahan system kerja (uraian kerja dan tanggung
jawab), keamanan data, hubungan dengan pelanggan.
4. Kerangka acuan kerja
Setelah mendapatkan persetujuan dari manajemen, selanjutnya akan
dibentuk tim yang dapat terdiri dari devisi-devisi yang terkait untuk menyusun
kerangka acuan kerja yang menyangkut :
a.

Latar belakang

b.

Maksud dan tujuan

c.

Sasaran proyek

d.

Ruang lingkup pekerjaan

e.

Jangka waktu pelasanaan

f.

Prioritas pekerjaan

5. Anggaran (Dana)
Berdasarkan kerangka acuan kerja diatas , disusunlah anggaran / dana
untuk hardware, software, pelatihan SDM, pemeliharaan dan cadangan untuk
keperluan yang tidak terduga.

22

6. Penunjukan tim pelaksana


Setelah semua kegiatan diatas diketahui, selanjutnya diputuskan apakah
pengembangan sistem informasi akan dilakukan oleh perusahaan atau oleh pihak
konsultan. Setelah menetapkan pelaksana, diminta untuk memasukkan proposal
pelaksanan sistem informasi sesuai dengan kerangka acuan kerja. Proposal
tersebut akan dievaluasi untuk menetapkan apakah proyek tersebut layak
dilaksanakan atau tidak.
7. Menilai kelayakan proyek
Penilaian kelayakan proyek mencakup kelayakan operasional, teknis dan
ekonomis. Dalam praktek, yang dominan dinilai umumnya aspek ekonomisnya
(dana).

8. Tahap Analisis
Tahap Analisa sistem merupakan kegiatan penguraian dari suatu sistem
informasi yang utuh ke dalam bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatankesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang
diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.
9. Mengidentifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan langkah awal dari analisa sistem. Dalam
tahap ini didefinisikan masalah yang harus dipecahkan dengan munculnya
pertanyaan yang ingin dipecahkan.

23

10. Memahami Kerja Sistem yang Ada


Langkah ini dilakukan dengan mempelajari secara rinci bagaimana sistem
yang sudah ada berjalan. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan
data yang dapat diperoleh dengan melakukan penelitian terhadap sitem.
11. Menganalisis Sistem
Berdasarkan data yang sudah diperoleh maka dilakukan analisa hasil
penelitian yang sudah dilakukan untuk mendapatkan pemecahan masalah yang
akan dipecahkan.
12. Membuat Laporan
Laporan perlu dibuat sebagai dokumentasi dari penelitian. Tujuan
utamanya adalah sebagai bukti secara tertulis tentang hasil analisa yang sudah
dilakukan.
13.

Desain Sistem
Beberapa hal yang dilakukan dalam desain sistem adalah:

Pemodelan sistem
1.

Desain Basis data

2.

Desain Aplikasi

3.

Desain Perangkat Keras/Jaringan

4.

Desain Jabatan/Deskripsi Pengguna

Pembuatan Sistem
Buatlah aplikasi berdasarkan rancangan yang telah dibuat Selain aplikasi,
buatlah juga buku panduan penggunaan aplikasi agar mudah saat melakukan
training pada saat implementasi.
14. Implementasi Sistem
Sebelum implementasi, lakukanlah persiapan secara matang mengenai
perangkat keras, perangkat lunak, ruangan dan fasilitas pendukung lainnya.

24

15. Pemeliharaan Sistem


Tahapan pemeliharaan sistem mencakup seluruh proses yang diperlukan
untuk menjamin kelangsungan, kelancaran, dan penyempurnaan sistem yang telah
dioperasikan.

3.2.6 Konsep Dasar ketersediaan barang


Persediaan merupakan bagian yang memiliki peran penting pada setiap
perusahaan. Pada setiap perusahaan pasti terdapat bagian persediaan sebagai
pengelola gudang dalam proses pemasukkan dan pengeluaran barang di gudang.
Menurut Sofjan Assauri (1993:169) Persediaan merupakan sejumlah barang yang
disediakan untuk memenuhi permintaan dari pelanggan. Desain sistem menetukan
bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan; tahap
ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponenkomponen perangkat lunak dan
perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan
benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah di buat.
3.2.7 Konsep Dasar Website
Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang
menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi,
suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis
maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait
dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman
(hyperlink).
Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan
isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi
informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah
berasal dari pemilik serta pengguna website. Contoh website statis adalah berisi
profil perusahaan, sedangkan website dinamis adalah seperti Friendster,
Multiply. Dalam perkembangannya, website statis hanya bisa di-update oleh
pemiliknya saja, sedangkan website dinamis bisa di-update oleh pengguna
maupun pemilik.
25

3.2.8 Konsep DasarWeb Browser


Web Browser adalah software yang fungsinya menampilkan dan
melakukan interaksi dengan dokumen yang disediakan server web dengan kata
lain Web Browser, yaitu Software/program yang beroperasi untuk melakukan
proses permintaan dari server dan menampilkannya di mata client, sehingga
informasi tersebut dapat diakses. Pengertian web browser atau internet browser
adalah sebuah aplikasi perangkat lunak untuk melintasi, mengambil, dan
menyajikan sumber informasi di World Wide Web (WWW). Sumber informasi
diidentifikasi dengan Uniform Resource Locator (URL) termasuk sebuah halaman
web, gamber, video atau bagian lain dari konten web.

3.2.9 Konsep Dasar Web Server


Menurut Wirawan (2009), web server adalah komputer yang digunakan
untuk menyimpan dokumen-dokumen web, komputer ini akan melayani
permintaan dokumen web dari kliennya. Browser web seperti explorer atau
navigator berkomunikasi melalui jaringan (termasuk jaringan internet) dengan
web server, menggunakan HTTP.Brorwser akan mengirimkan request kepada
server untuk meminta dokumen tertentu atau layanan lain yang disediakan oleh
server. Server memberikan dokumen atau layanan jika tersedia juga dengan
menggunakan protocol HTTP.
3.2.10 Konsep Dasar Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang
memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu
jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data,
baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan
nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model
fungsi.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan,
khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan
26

kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD
adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi
sistem.
DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur
data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa
maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem
kepada pemakai maupun pembuat program. Didalam DFD terdapat 3 level, yaitu :
Diagram konteks
Diagram yang menggambarkan sistem secara umum dari keseluruhan
sistem yang ada.
Diagram level 1
Diagram yang menggambarkan tahapan proses secara terperinci.
Diagram level 2
Diagram yang menggambarkan arus data dalam proses secara lebih detail.

3.2.10.1 Fungsi Data Flow Diagram (DFD)


a. Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang
memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu
jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data,
baik secara manual maupun komputerisasi.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan,
khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan
kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD
adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi
sistem.
DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur
data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa
maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem
kepada pemakai maupun pembuat program.
Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam DFD adalah sebagai berikut
:
27

Tabel 3. 1 Simbol-simbol yang digunakan dalam DFD

Nama

Simbol

Arti

Simbol
External
Entity

Simbol ini digunakan


untuk

Proses

menggambarkan

asal

atau tujuan data


Simbol ini digunakan
untuk memproses pengolahan
data

Data flow

Simbol ini digunakan


untuk menggambarkan aliran

Data store

data yang berjalan


Simbol ini digunakan
untuk

data

yang

telah

disimpan
Aturan-aturan dalam pembuatan DFD adalah sebagai berikut :
1. Tidak boleh menghubungkan antara entity luar dengan entity luar yang lain
secara langsung
2. Tidak boleh menghubungkan data store yang satu dengan yang lainnya
3. Tidak boleh menghubungkan data store dengan entity luar secara langsung
4. Setiap proses harus memiliki data yang masuk dan juga yang keluar.

3.2.11 Entitas Relationship Diagram (ERD)


Entitas Relationship Diagram (ERD) adalah suatu penyajian data dengan
menggunakan entity dan hubungannya. ERD dapat mengambarkanhubungan antar
entity dengan jelas dan mengambarkan batasan jumlah entity danpartisipasi antar
entity sehingga mudah dimengerti oleh pemakai.komponen-komponen ERD,
yaitu:
1.

Entitas (Entity)

Entity adalah sesuatu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata, dimana
informasi yang berkaitan dengannya dikumpulkan. Simbol untuk entity adalah
persegi panjang.
28

Gambar 3. 1 Simbol Entity

2.

Hubungan (Relationship)

Relationship adalah asosiasi yang terjadi antara satu atau lebih entity.
Hubungan digambarkan dengan bentuk belah ketupat. Tiap belah ketupat diberi
label kata kerja.

Gambar 3. 2 Simbol Relationship

3.

Attribute

Attribute adalah karakteristik dari entity atau relationship, yang


menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Simbol
attribute adalah bentuk oval atau elips.

Gambar 3. 3 Simbol Attribute

4.

Cardinality Ratio

Cardinality Ratio adalah batasan yang menjelaskan jumlah keterhubungan


satu entity dengan entity lainnya. Jenis cardinality ratio antara lain:
5.

One to one relationship (1 : 1)

Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding
satu, atau dapat pula sebaliknya file kedua dengan file pertama adalah satu
berbanding satu.
6.

One to many relationship (1 : M / M : 1)

Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah berbanding banyak
atau dapat pula dibalik banyak lawan satu.
7.

Many to many relationship (M : N / N : M)

29

Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah banyak berbanding
banyak atau dapat pula di balik file kedua dengan file pertama banyak berbanding
banyak.
Pada dasarnya key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang
dapat membedakan semua baris data (row) dalam tabel secara unik. Ada 3 key
yang dapat digunakan pada suatu tabel, yaitu :
8.

Super key

Suatu kumpulan atau lebih atribut (kumpulan atribut) yang dapat


membedakan semua baris dalam sebuah tabel yang unik
9.

Candidate key

Kumpulan atribut yang dapat membedakan setiap baris dalam sebuah tabel
secara unik.
10.

Primary key

Satu atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik untuk


kejadian yang spesifik, tetapi dapat pula mewakili setiap kejadian dalam suatu
entity.

3.2.12 Notepad
Notepad adalah sebuah penyunting teks dan penyunting kode sumber yang
berjalan di sistem operasi Windows. Notepad menggunakan komponen Scintilla
untuk dapat menampilkan dan menyuntingan teks dan berkas kode sumber
berbagai bahasa pemrograman.
Notepad didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas. Proyek ini dilayani
oleh Sourceforge.net dengan telah diunduh lebih dari 27 juta kali dan dua kali
memenangkan penghargaan SourceForge Community Choice Award for Best
Developer Tool .
Berikut adalah Fungsi Notepad :
1. Notepad sebagai digital diary anda dapat menggunakan notepad diary digital
dan secara otomatis memasukkan tanggal dan informasi waktu untuk setiap

30

baris yang anda ketik di notepad. Sebagai contoh buka file notepad baru
ketik .LOG dibagian atas.
2. Kemudian ketikkan beberapa baris seperti contoh diatas dan simpan. Buka file
tersebut dan akan melihat tanggal dan waktu di setiap baris teks notepad. Atau
anda dapat menambahkan waktu secara manual dengan menekan tombol F5.
maka hasilnya secara otomatis akan menambah waktu dengan sendirinya
3. Notepad sebagai HTML Stripper idealnya teks pada halaman sebuah web
yang diformat khusus untuk jenis font, warna, ukuran, elemen desain dan
gambar. Dengan notepad anda dapat menggunakan untuk mengedit komponen
teks nya saja. anda tinggal mengcopy dari kode HTML yang ada di halaman
web dan anda paste di notepad yang kemudian dapat anda simpan untuk
digunakan lagi di lain waktu.
4. Notepad sebagai pembuat script baik maupun script jahat seperti yang sudah
dibahas di atas? bahwa Notepad merupakan editor teks yang sederhana yang
dapat digunakan untuk membuat script yang kompleks. anda dapat membuat
script yang jahat seperti script memformat harddisk maupun script untuk
menshutdown , m,embuat virus , dan masih banyak lagi
5. Notepad sebagai Jalan Pintas Windows Explorer Terkadang ada beberapa file
yang tidak dapat dihapus. anda dapat mencoba menggunakan notepad sebagai
jalan pintas pengganti windows explorer untuk menghapus file tersebut. anda
bisa mencoba File > Open > pada type file pilih All. anda tinggal mencari
file yang ingin dihapus.
6. Bisa digunakan membuat (mengedit) file ber extension bat (atau extension
cmd untuk windows 2000 keatas ),bat atau cmd adalah aplikasi under dos yang
bisa digunakan bermacam-macam fungsi tergantung command (perintah)
yang diketik dinotepad.Misalnya buat perintah shutdown.
7. Membuat file ber extension inf, inf adalah file yang digunakan untuk install
driver hardware ,yang sekarang menjadi multifungsi,bisa jadi virus atau anti
virus tergantung isinya. Misalnya: autorun.inf, yang sebenarnya dulu
digunakan untuk cd, bila dimasukkan ke komputer akan langsung menjalankan
aplikasi tertentu. Tapi sekarang digunakan untuk menjalankan virus di flash
disk (UFD).
31

8. Membuat (mengedit) file ber extension reg, reg adalah file yang digunakan
untuk memasukkan settingan Windows melalui registry windows (regedit.exe).
Notepad ini juga mempunyai fitur yang sangat memudahkan kita
membedakan alur syntax yaitu fitur highlighting. Fitur ini akan menandai sintaks
dan variable yang di gunakan dalam source code. Lainnya, tersedianya fitur tab
yang dapat membantu anda mengelola beberapa kode dalam waktu yang
bersamaan. Juga ada fitur penomoran baris turut membantu Anda dalam mencari
kode yang error ketika di jalankan. Function List juga disediakan untuk mengelola
fungsi-fungsi yang di kembangkan.
Notepad ini juga disertai fitur pencarian yang sangat mudah dan praktis.
suatu kata kunci yang kita masukkan, maka Notepad++ bisa menandai semuanya
dalam sorce kode. Serta, bisa merubah semuanya hanya dengan sekali perintah
karena ada fitur Replace All. Nampaknya, Notepad standart kita memang harus
di ganti dengan Notepad.

3.2.13 Xampp
Pengertian XAMPP yaitu sebuah aplikasi yang dapat merangkum beberapa
aplikasi server sekaligus.
XAMPP adalah kepanjangan dari :
X : multi platform, bisa Windows, Linux, Mac OS, maupun Solaris
A : Apache HTTP Server
M : MySQL Database Server
P : PHP Scripting Language
P : Perl Scripting Language
Berikut ini beberapa aplikasi server yang dirangkum pada XAMPP :
3.2.13.1 MySQL
Menurut Prabawati (2009), sebuah website yang interaktif dan dinamis,
tentunya akan membutuhkan penyimpanan data yang fleksibel dan cepat untuk
diakses. Salah satu database untuk server adalah MySQL. MySQL adalah
merupakan aplikasi RDBMS (Relational Data Base Management System) yang
sangat cepat dan dapat diandalkan dalam menangani basis data. Jenis database ini
32

sangat popular dan digunakan pada banyak website. MySQL menggunakan bahasa
SQL (Struktur Query Language) dan bersifat free (gratis atau tidak perlu
membayar untuk menggunakannya). Selain itu, MySQL dapat berjalan di berbagai
platform, antara lain Linux, Windows, dan lain sebagainya.
Terdapat dua tahap koneksi ke databaseMYSQL dengan menggunakan
PHP, yaitu: 1) koneksi ke serverMySQL dilakukan untuk melakukan otentikasi,
digunakan untuk login ke dalam server, menggunakan mysql_connect( ),
2)Koneksi ke database Dilakukan untuk memilih database mana yang ada dalam
server yang akan dimanipulasi, karena bisa saja database yang dimaksud sudah
tidak ada. Fungsi yang digunakan adalah mysql_select_db( ).

3.2.13.2 PHPMyAdmin
PHPMyAdmin adalah perangkat lunak bebas yang ditulis dalam bahasa
pemrograman php yang digunakan untuk menangani administrasi MYSQL melalui
browser. Phpmyadmin mendukung berbagai aplikasi subnetmask, nama host, dan
ijin akses user dengan sistem perijinan yang mendetail serta password terenkripsi.
Mysql, diantaranya mengelola basis data, table-table, bidang, relasi, indeks,
pengguna, perizinan, dan lain sebagainya.
3.2.13.3 Apache HTTP Server
Apache HTTP Server merupakan aplikasi untuk server web terpopuler di
dunia,Apache

yang

dipaketkan

oleh

XAMPP

ini,

sudah terdapat

dua

modulpengolah pemrograman di sisi server (server-side scripting), yaitu PHP dan


Perl.
Hal ini memungkinkan kita memanfaatkan web server untuk menginstall
beberapaaplikasi berbasis web, atau untuk mempelajaripembuatan website
dinamis menggunakan bahasa pemrograman tersebut di serverlokal.

33

3.2.14 PHP
Script PHP diawali dengan tag (<?) dan diakhiri dengan tag (?>).Setiap
baris perintah atau statement harus diakhiri dengan menggunakan tanda titik koma
(;).Umumnya setiap statement dituliskan dalam satu baris.Script PHP merupakan
script yang digunakan untuk menghasilkan halaman-halaman web. Cara
penulisannnya dibedakan menjadi embedded dan non embedded script.

3.2.15 HTML (Hypertext Markup Language)


Hypertext Markup Language (HTML) adalah bahasa yang digunakan
untuk menulis halaman web. HTML merupakan pengembangan dari standar
pemformatan dokumen teks yaitu Standard Generalized Markup Language
(SGML). HTML sebenarnya adalah dokumen ASCII atau teks biasa, yang
dirancang untuk tidak tergantung pada suatu sistem operasi tertentu.
HTML dibuat oleh Tim Berners-Lee ketika masih bekerja untuk CERN
dan dipopulerkan pertama kali oleh browser Mosaic. Selama awal tahun 1990
HTML mengalami perkembangan yang sangat pesat. Setiap pengembangan
HTML pasti akan menambahkan kemampuan dan fasilitas yang lebih baik dari
versi sebelumnya. Namun perkembangan resmi dikeluarkan pada bulan November
1995 oleh IETF (Internet Engineering Task Force). HTML 2.0 ini merupakan
penyempurnaan dari HTML+ (1993).
HTML 3.0 (1995) memberikan kemampuan lebih daripada versi
sebelumnya. Sebuah usaha dari World Wide Web Consortiums (W3C) HTML
Working Group pada tahun 1996 menghasilkan HTML 3.2. HTML versi ini secara
resmi diterbitkan pada bulan Januari 1997. HTML versi terbaru adalah HTML
4.01 yang dikeluarkan secara resmi oleh W3C pada tanggal 24 April 1998. HTML

34

merupakan perbaikan dari HTML 4.0 yang lebih dulu diterbitkan. (18 Desember
1997).

3.2.16 CSS
CSS merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam
sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam tentunya tanpa CSS
website tidak akan memiliki tampilan yang rapi. CSS bukan merupakan bahasa
pemograman. Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti
Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab,
bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama
dalam beberapa berkas (file). Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat
tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.
CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks,
warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over,
spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan
parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur
tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan
halaman yang sama dengan format yang berbeda.
Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda
dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayahanak (parent-child) pada setiap style. CSS sendiri merupakan sebuah teknologi
internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada
tahun 1996. Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape
melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir
mendekati dengan standar CSS.
Versi Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3.
CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2
dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa
ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang
mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS2 mendukung
35

penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table
layout dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan
lebih baik dari versi pertama dan kedua.
CSS3 juga dapat melakukan atau menampilkan animasi pada halaman
website / blog, diantaranya animasi warna hingga animasi 3D. Dengan CSS3
desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone
dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada
CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image,
CSS Math, dan CSS Object Model.

3.2.17 MySql Data Base


MySQL adalah sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL
(DBMS) yang multithread, dan multi-user. MySQL adalah implementasi dari
system manajemen basisdata relasional (RDBMS). MySQL dibuah oleh TcX dan
telah dipercaya mengelola system dengan 40 buah database berisi 10.000 tabel
dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris.MySQL AB merupakan perusahaan
komersial Swedia yang mensponsori dan yang memiliki MySQL.
Pendiri MySQL AB adalah dua orang Swedia yang bernama David
Axmark, Allan Larsson dan satu orang Finlandia bernama Michael Monty.
Setiap

pengguna

MySQL

dapat

menggunakannya

secara

bebas

yang

didistribusikan gratis dibawah lisensi GPL(General Public License) namun tidak


boleh menjadikan produk turunan yang bersifat komersial. Pada saat ini MySQL
merupakan database server yang sangat terkenal di dunia, semua itu tak lain
karena bahasa dasar yang digunakan untuk mengakses database yaitu SQL.
SQL (Structured Query Language) pertama kali diterapkan pada sebuah
proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM yang bernama system R.
Kemudian SQL juga dikembangan oleh Oracle, Informix dan Sybase. Dengan
menggunakan SQL, proses pengaksesan database lebih user-friendly dibandingan
dengan yang lain, misalnya dBase atau Clipper karena mereka masih
36

menggunakan perintah-perintah pemrograman murni. SQL dapat digunakan secara


berdiri sendiri maupun di lekatkan pada bahasa pemograman seperti C, dan
Delphi, oleh karena itu kami sepakat untuk menggunakan MYSQL sebagai
database dalam pembuatan aplikasi kami di CV. Rumah Media.

37

BAB IV
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

4.1 Modal Praktek Kerja Industri


Modal yang penulis miliki untuk melakukan Prakerin ini adalah
pengetahuan dan pengalaman yang penulis dapat selama mengikuti perkuliahan di
Jurusan Pendidikan Teknik Informatika. Pengetahuan serta pengalaman yang
penulis dapatkan selama perkuliahan sangat berguna dalam melaksanakan
kegiatan Prakerin ini antara lain pengenalan konsep-konsep sistem informasi dan
pembelajaran tahap-tahap dalam membangun sebuah sistem informasi, serta yang
tidak kalah pentingnya adalah pembelajaran bahasa pemrograman dan
membangun basis datanya.
Keberadaan komputer yaitu perangkat keras serta perangkat lunak yang
penulis miliki sebagai pendukung dalam membangun sebuah sistem informasi
adalah modal yang paling mendasar untuk melaksanakan program Prakerin.
Berikut adalah spesifikasi laptop yang penulis gunakan dalam pembuatan Sistem
Ketersediaan Barang Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng.
Laptop 1 :
1. 1 unit laptop Toshiba
2. Intel Core i3 2.20 GHz Processor
3. Sistem Operasi Windows 8 64 bit
4. RAM 2,00 GB
5. Hardisk 500 GB
Laptop 2 :
1.

unit Laptop Asus

2. Prosesor Intel Pentium Inside 2.13 GHz


3. Sistem Operasi Windows 8 32 bit
4. RAM 2,00 GB
5. Hardisk 500 GB
38

Berikut adalah daftar software pendukung yang penulis gunakan untuk


membangun Sistem Ketersediaan Barang Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng
1. XAMPP
2. Microsoft Visio 2010
3. Google Chrome
4. CSS Template
5. Notepad ++
4.2 Status Awal Praktek Kerja Industri
Pada awal penulis melaksanakan Prakerin di Kantor Dinas Kesehatan
kabupaten Buleleng ini, penulis mengobservasi dan menemukan bahwa kantor
Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng ini memerlukan sebuah sistem informasi
berbasis web yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan
dengan system ketersediaan barang sehingga tidak menggunakan sistem manual
dan formatnya pun akan lebih bagus, sehingga tidak perlu membongkar data-data
yang telah disimpan di buku, dimana data-data atau informasi didalamnya dapat
diperbaharui atau diupdate secara terus-menerus oleh admin serta tanpa harus
menyimpan data pada beberapa komputer cukup dengan 1 (satu) aplikasi sehingga
laporan kejadian yang disusun bisa tersimpan dengan rapi dan tidak tercecer.
Dengan melihat kondisi tersebut, penulis tertarik untuk merancang Sistem
Informasi Ketersediaan Barang berbasis Web Pada Dinas Kesehatan kabupaten
Buleleng yang dapat diakses oleh admin dan user lain yang telah memiliki izin
dan akun khusus.
4.3

Cara Pelaksanaan Praktek Kerja Industri


Prakerin ini dilaksanakan secara rutin sesuai jam kerja pegawai di Kantor

Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng selama 2 bulan yaitu dimulai dari tanggal 01
Juni 2015 hingga 30 Agustus 2015. Selama pelaksanaan Prakerin, penulis
mengerjakan pekerjaan utama yaitu membuat Sistem Informasi Ketersediaan
Barang berbasis Web Pada Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng yang dimulai
dari analisis kebutuhan perangkat lunak, merancang, mengimplementasikan
perangkat lunak. Aktivitas penulis di Kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng
39

telah dicatat di Log Book Aktivitas yang disahkan Gede Sandia selaku
pembimbing Prakerin di Kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng dengan
menandatangani setiap aktivitas setiap hari.
Setelah proyek atau perangkat lunak yang dikembangkan selama Prakerin
sudah selesai, penulis mempresentasikan dan mendemonstrasikan hasil proyek
kepada pembimbing serta menyerahkan lembar penilaian kepada Pembimbing
Prakerin di Kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng Saat penarikan
mahasiswa Prakerin oleh Jurusan, setiap peserta Prakerin wajib mengikuti ujian
dari dosen pembimbing.
4.4

Pengembangan Perangkat Lunak


Perangkat lunak yang penulis buat adalah perangkat lunak yang akan
dipergunakan di kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng dan bisa diakses
oleh dua puluh puskesmas yang di kelolanya untuk membantu dalam proses
pelaporan barang dan lain - lalin.

4.4.1

Analisis
Analisis sistem adalah sebuah tahapan yang dilakukan untuk menganalisis

permasalahan atau mencari kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem yang


lama.Pada tahap ini penulis mulai merencanakan secara kasar sistem yang akan
dibuat serta deskripsi mengenai apa saja kemampuan dari sistem yang akan
dibuat. Penulis mulai melakukan observasi mengenai kebutuhan yang nantinya
diperlukan dalam pembuatan sistem.Penulis juga sudah mulai merencanakan
mengenai apa saja yang akan diperlukan dalam pembuatan sistem ini, termasuk
perangkat lunak yang nantinya digunakan dalam pembuatan sistem. Untuk itu
penulis menggunakan notepad ++ sebagai aplikasi bahasa pemrograman. Selain
itu penulis juga sudah mulai merencanakan mengenai waktu yang akan diperlukan
untuk membangun sistem ini, dimana waktu yang diperlukan untuk membangun
sistem harus disesuaikan dengan batasan waktu yang sudah diberikan sebelumnya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan sistem ini tepat pada waktunya.
Tahapan analisis adalah tahapan yang paling penting dan sangat
berpengaruh besar di dalam pengembangan sebuah sistem. Dalam tahapan ini
40

komunikasi antara pihak instansi/perusahaan dengan pihak yang mengembangkan


sistem haruslah benar-benar bagus dan terstruktur, karena sistem yang akan
dikembangkan nanti harus benar-benar sesuai dengan keinginan, kebutuhan, dan
kemampuan

pihak

instansi/perusahaan

yang

ingin

menggunakan

dan

memanfaatkan sistem tersebut.


Dalam pelaksanaan Prakerin ini, penulis adalah sebagai pihak pengembang
sistem, sedangkan instansi Kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng sebagai
tempat dilaksanakannya Prakerin sebagai pihak yang nantinya menggunakan
sistem tersebut. Berikut ini merupakan beberapa analisis yang penulis telah
dapatkan melalui proses konsultasi dan observasi di Kantor Dinas Kesehatan
ssebelum penulis membangun Sistem Informasi Ketersediaan Barang berbasis
web pada Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng antara lain :
4.4.1.1 Analisis Umum Sistem Berjalan
Sistem Informasi Kependudukan Dinas Kesehatan Buleleng adalah sebuah
sistem informasi yang dapat membantu menampilkan informasi kependudukan
dari Dinas Kesehatan Buleleng, staf pegawai dari Kantor Dinas Kesehatan
Buleleng, foto-foto dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan serta forum layanan
mengenai syarat untuk mencari surat keterangan dan menampung buku tamu/saran
dari pengunjung untuk memberikan saran-saran positif. Sistem informasi ini
dibuat dengan menggunakan xampp sebagai sebuah aplikasi untuk membangun
database dan aplikasi Adobe Dreamweaver CS5 yang digunakan untuk merancang
dan membuat interface dan coding sistem.
Selama ini Kantor Dinas Kesehatan Buleleng belum memiliki media
informasi berupa sistem informasi berbasis web, sehingga masyarakat sekitar
kesulitan jika ingin memperoleh informasi yang berkaitan dengan kependudukan.
Sedangkan, dalam hal pelayanan kantor desa memerlukan media untuk
mempermudah staf pegawai mengolah dan meninformasikan sesuatu yang
berkaitan dengan data kependudukan dan menginformasikan kepada penduduk
desa mengenai syarat apa saja yang diperlukan untuk mencari surat keterangan di
kantor desa sehingga Kantor Dinas Kesehatan Buleleng

bisa memberikan

pelayanan yang cepat dan terbaik untuk masyarakat Dinas Kesehatan Buleleng.
41

Oleh karena itu, penulis merasa Kantor Dinas Kesehatan Buleleng


memerlukan suatu website yang mampu menampilkan profile dan melakukan
pengaduan untuk kantor Dinas Kesehatan Buleleng sehingga semua masyarakat
bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

4.4.1.2

Analisis Kebutuhan Aplikasi

4.4.1.2.1

Kebutuhan Fungsional

1. Sistem dapat memanipulasi data admin meliputi:


a. Menambahkan data admin
b. Mengubah data admin
c. Menghapus data admin
d. Mencari data admin
2. Sistem dapat memanipulasi data admin puskesmas meliputi:
a. Menambahkan data admin puskesmas
b. Mengubah data admin puskesmas
c. Menghapus data admin puskesmas
d. Pencarian data admin puskesmas
3. Sistem dapat memanipulasi data supplier meliputi:
a. Menambahkan data supplier
b. Mengubah data supplier
c. Menghapus data supplier
d. Pencarian data suplier
4. Sistem dapat memanipulasi data barang meliputi:
a. Menambahkan data barang
b. Mengubah data barang
c. Menghapus data barang
d. Pencarian data barang
5. Sistem dapat memanipulasi data satuan meliputi:
a. Menambahkan data satuan
b. Mengubah data satuan
c. Menghapus data satuan
d. Pencarian data satuan
42

6. Sistem dapat memanipulasi data jenis barang meliputi:


a. Menambahkan data jenis barang
b. Mengubah data jenis barang
c. Menghapus data jenis barang
d. Pencarian data jenis barang
7. Sistem dapat memanipulasi data pengajuan barang meliputi:
a. Menambahkan data pengajuan barang
b. Mengubah data pengajuan barang barang
c. Menghapus data pengajuan barang
d. Pencarian data pengajuan barang
8. Sistem dapat memanipulasi data pengiriman meliputi:
a. Menambahkan data pengiriman barang
b. Mengubah data pengiriman barang
c. Menghapus data pengiriman barang
d. Pencarian data pengiriman barang
9. Sistem dapat memanipulasi data barang masuk meliputi:
a. Menambahkan data barang masuk
b. Mengubah data barang masuk
c. Menghapus data barang masuk
d. Pencarian data barang masuk
10. Sistem dapat mengolah data laporan
4.4.1.2.2 Kebutuhan Non Fungsional
Perencanaan dan pengembangan sistem memiliki tujuan agar dapat
memperoleh informasi yang lebih cepat dan tepat serta meningkatkan kualitas
kerja. Kebutuhan teknologi atau peralatan yang diperlukan dalam pengembangan
sistem terdiri dari :
1. Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak merupakan perangkat yang berfungsi untuk melakukan
pengerjaan dalam proses sistem untuk mendukung pekerjaan sistem komputer.
Untuk melaksanakan project ini, maka hanya dibutuhkan beberapa perangkat
lunak saja diantaranya yaitu:

43

Sistem Operasi laptop/ komputer

Notepad ++

Xampp

2.

Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)


Perangkat keras yang digunakan dalam penerapan sistem ini dengan
menggunakan laptop pemilik pegawai ketersediaan barang di Dinas Kesehatan
kabupaten buleleng .Spesifikasi yang dimiliki oleh pemilik pegawai ketersediaan
barang dinas kesehatan kabupaten buleleng adalah:
a. ACER
b. Intel Core i3 4160-3.6 Ghz
c. RAM 2 Gbyte
d. Sistem Operasi Windows 7 64 bit

3.

Kebutuhan Perangkat Manusia (Brainware)


a. Analis Sistem
Bertugas membentukdan membangun fasilitas system design.
b. Programer
Bertugas melakukan penulisan kode-kode program komputer
dan melakukan perancangan program sesuai dengan apa yang
di arahkan oleh analisis sistem.
c. Operator
Bertugas mengoperasikan sistem yang telah dibuat berupa
masukkan (input), pengeditan (update), dan pembuatan laporan
(output) dengan bantuan komputer.
d. Data Entry Operator
Yaitu mereka yang akan melakukan pengurangan terhadap data
yang akan diolah, mulai dari pengumpulan data, perekaman
data

kedalam

media-media

komputer

hingga

kepada

pemeriksaan dan pengiriman informasi yang dihasilkan oleh


komputer.

44

4.4.1.3 Analisis Karakteristik Pengguna


Secara umum yang terlibat dalam Sistem Informasi ketersediaan barang
Dinas Kesehatan kabupaten buleleng ini, yaitu admin dinas kesehatan dan admin
puskesmas Kedua pihak tersebut memiliki karakteristik interaksi dengan sistem
yang yang hampir sama yang membedakan hanya pada admin dinas kesehatan
dapat mengolah data admin puskesmas, sehingga admin dinas kesehatan yang
dapat menentukan siapa saja yang dapat menggunakan sistem ini, atau dapat
dijelaskan seperti berikut :

Admin dinas
Admin

memiliki karakteristik

sebagai berikut :

bertugas

untuk

memanipulasi (menambah dan menghapus) akun administrator.

Admin puskesmas
User hanya berhak untuk melihat data-data barang, mengajukan barang,
menambah data admin puskesmas, melaporkan barang.

4.4.1.3 Analisis Sumber Daya yang dimiliki


Sumber Daya
Sumber daya yang dimiliki Dinas Kesehatan untuk bisa menerapkan
sistem informasi ketersediaan barang Dinas Kesehatan kabupaten buleleng ini
antara lain :
a

Pegawai ketersediaan dinas kesehatan kabupaten buleleng bertindak sebagai


administrator sistem.

Pegawai ketersediaan puskesmas sebagai admin puskesmas.

Sumber daya fisik


Untuk menerapkan sistem informasi ketersediaan barang ini, pihak dinas
kesehatan kabuoaten buleleng sudah memiliki sumber daya fisik yang memadai.
Adapun sumber daya fisik yang dimaksud dalam hal ini adalah komputer PC
dengan spesifikasi yang sudah memenuhi dengan standar minimimal kebutuhan
hardware sistem.
45

4.4.2

Perancangan
Dalam Perancangan sistem informasi Ketersediaan barang berbasis web

pada dinas kesehatan kabupaten buleleng ada beberapa tahap yang dilakukan
seperti:
4.4.2.1 Perancangan Aliran Data
Adapun penjelasan masing-masing level dapat dijelaskan sebagai berikut:
4.4.2.1.1 DFD Level 0

Gambar 4.1 DFD Level 0


Dari DFD Level 0 atau diagram konteks data pada gambar 4.1 dapat
dijelaskan terdapat 2 entitas yang terlibat dalam sistem tersebut yaitu admin dinas
kesehatan, dan admin puskesmas. Dimana administrator dapat menginputkan data
data barang, data satuan, data admin puskesmas, data supplier, data pengajuan,
data pengiriman, data barang masuk, melaporkan ketersediaan barang pada kepala
dinas kesehatan. Admin puskesmas dapat menginptkan data admin puskesmas,
data pengajuan, dan laporan kepada dinas kesehatan.

46

4.4.2.1.2 DFD level 1

Gambar 4.2 DFD Level 1


47

Tabel 4.1 Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 1


No.
1

N Nama

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

Proses
1 Proses

Proses

Login admin

login

Konfirmasi
login admin

login

yang dilakukan
oleh

admin

dinas

dan

admin
2 Proses
2

pengelolaa
n

data

sistem
-

Validasi login
Manipulasi data
admin dinas
Manipulasi data
admin
puskesmas
Manipulasi data
supplier
Manipulasi data
barang
Manipulasi data
satuan
Manipulasi data
jenis barang
Manipulasi data
barang masuk
Manipulasi data
pengajuan
Manipulasi data
pengiriman
Laporan
Menceta
laporan

Konfirmasi
Info
data
admin dinas
Info
data
admin
puskesmas
Info
data
supplier
Info
data
barang
Info
data
satuan
Info data jenis
barang
Info
data
barang masuk
Info
data
pengajuan
Info
data
perngiriman
Cetak laporan

puskesmas
Proses
pengelolaan
data

admin

dinas

dan

puskesmas

Gambar 4.1 merupakan DFDLevel1 dari Sistem Informasi Ketersediaan


Barang Berbasis Web Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yang
menunjukan hubungan secara umum antara sistem dengan entitas luarnya. Pada
sistem ini terdapat dua entitas yang digunakan, yaitu admin dinas dan admin
48

puskesmas. Pada DFDLevel1 ini terdapat 2 proses utama, diantaranya.


1. Proses 1.0 Login
Pada proses ini admin yang ingin masuk dan menggunakan sistem harus
melakukan proses login terlebih dahulu dengan memasukan NIP dan password.
Proses login ini akanmenentukan hak akses menu dari user yang bersangkutan
untuk masing-masing entitas.
2. Proses 2.0 Pengelolaan data system
Pada proses ini pengolahan data dilakukan oleh admin dapat mengupdate
serta mengedit data, dan admin akan memanage data yang masuk tersebut.
4.4.2.1.3 DFD level 2 (Proses 1.0)

Gambar 4.3 DFD level 2 proses 1.0


Tabel 4.2 Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses1.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

2 Proses Login

Keterangan

No
Login

Konfirmas Proses untk masuk


i Login
login ada 2 status
login

yaitu

dapat

dilakukan

oleh

admin

dan

dinas

admin puskesmas
4.4.2.1.4 DFD level 2 (Proses 2.0)
49

Gambar 4.4 DFD level 2 proses 2.0


Tabel 4.3 Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses 2.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

no
3 Proses mencari 1

data

admin

Data
admin
dinas

info data
admindina
s

dinas

Proses

pengelolaan

data admin dinas,


dan

admin

bisa

mencari data admin


dinas lainnya jika
admin tersebut lebih
3 Proses
2

menambah
data

info
admin
dinas

admin

dinas
3 Proses
3

data
admin
dinas

mengubah data

dari satu
Proses penambahan
data

admin

dinas

kesehatan
-

data
admin

info
admin
dinas

Proses
data

pengubahan
admin

pada
50

N Nama Proses

Data Masuk

admin dinas

dinas

Data Keluar

Keterangan

no
3 Proses
4

menghapus

data
admin
dinas

admin dinas

dinas kesehatan
-

info
admin
dinas

Proses penghapusan
data

admin

dinas

dari

admin

dan

diakses oleh user

4.4.2.1.5 DFD level 2 (Proses 3.0)

51

Gambar 4.5 DFD level 2 proses 3.0


Tabel 4.4 Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses
3.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

No
3 Proses mencari 1

data

admin

puskesmas

Data
admin
puskesma
s

info data Proses pengelolaan


admin
data admin dinas,
puskesma
s
dan admin bisa
mencari data admin
dinas lainnya jika
admin tersebut lebih

3 Proses
2

menambah
data

admin

puskesmas
3 Proses
3

data

mengubah data

admin

admin

puskesma

puskesmas

3 Proses
4

data
admin
puskesma
s

menghapus
admin
puskesmas

data
admin
dinas
puskesma
s

info
admin
puskesma
s

dari satu
Proses penambahan
data

admin

puskesmas

info
admin
puskesma
s

Proses

info
admin
dinas
puskesma
s

Proses penghapusan

data

pengubahan
admin

pada

puskesmas

data

admin

puskesmas

4.4.2.1.6 DFD level 2 (Proses 4.0)

52

Gambar 4.6 DFD lefel 2 proses 4.0


Tabel 4.5 Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses
4.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

No
4 Proses mencari 1

data supplier
4 Proses

menambah
data suplier
4 Proses

mengubah data
suplier
4 Proses

menghapus
supplier

Data
suplier
data
admin
suplier
data

admin dinas
info data Proses penambahan
supplier
data supplier oleh

admin dinas
info data Proses pengubahan
supplier
data supplier oleh

admin dinas
info data Proses penghapusan
suplier
data supplier oleh

suplier
-

data
suplier

info data Proses pengelolaan


supplier
data supplier oleh

admin dinas

53

4.4.2.1.7 DFD level 2 (Proses 5.0)

Gambar 4.7 dfd lefel 2 proses 5.0


Tabel 4.6 Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses 5.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

Proses

No
5 Proses melihat 1

data Barang

Data
Barang

info
Barang

pengelolaandata
54

N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

No
Barang dari admin
dinas

ke

admin

puskesmas,

dan

admin

puskesmas

bisa mengakses dan


melihat data yang
sudah
5 Proses
2

menambah

data
Barang

info
Barang

data Barang

admin dinas
Proses penambahan
data

Barang

admin
dan

5 Proses

diinputkan

mengubah data

data

Barang

info
Barang

Barang

dari

puskesmas
diakses

oleh

admin dinas
Proses pengubahan
data

Barang

dari

admin

dinas

kemudian

dapat

diakses oleh admin


5 Proses
4

menghapus
data Barang

data
Barang

info
Barang

puskesmas
Proses penghapusan
data
admin

Barang

dari

dinas

dan

diakses oleh admin


puskesmas

55

4.4.2.1.8 DFD level 2 (Proses 6.0)

Gambar 4.8 dfd lefel 2 proses 6.0


Tabel 4.7 Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses 6.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

No
6 Proses mencari 1

data satuan

Data
satuan

info data Proses pengelolaan


satuan
data satuan oleh
admin dinas
56

N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

6 Proses

data
satuan

data

admin dinas
info data Proses pengubahan
satuan
data satuan oleh

admin dinas
info data Proses penghapusan
satuan
data satuan oleh

No
2

menambah
data satuan
6 Proses

mengubah data
satuan
6 Proses

satuan
-

menghapus

data
satuan

info data Proses penambahan


satuan
data satuan oleh

satuan

admin dinas

4.4.2.1.9 DFD level 2 (Proses 7.0)

Gambar 4.9 dfd lefel 2 proses 7.0


Tabel 4.8 Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses 7.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

No
7 Proses mencari -

Data jenis -

info

data Proses

pengelolaan
57

N Nama Proses
No
1

data

jenis

barang
7 Proses
2

data jenis barang

data jenis -

jenis

barang
7 Proses
mengubah data
jenis barang
7 Proses
4

Data Keluar

barang

menambah
data

Data Masuk

menghapus
jenis barang

barang
-

data jenis barang

jenis
barang

Keterangan
data

jenis

barang

oleh admin dinas


info data Proses penambahan
jenis
data jenis barang
barang
oleh admin dinas
info data Proses pengubahan
jenis
data jenis barang
barang
oleh admin dinas
info data Proses penghapusan
jenis
data jenis barang
barang
oleh admin dinas

58

4.4.2.1.10 DFD level 2 (Proses 8.0)

Gambar 4.10 dfd lefel 2 proses 8.0


Tabel 4.9 Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses 8.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

Proses

No
8 Proses melihat 1

data

Barang

Data
Barang
masuk

info
Barang
masuk

masuk

pengelolaandata
Barang masuk dari
admin

dinas

admin

puskesmas,

dan

ke

admin

puskesmas

bisa

mengakses

dan

melihat data yang


sudah
8 Proses
2

menambah
data
masuk

Barang

data
Barang
masuk

info
Barang
masuk

diinputkan

admin dinas
Proses penambahan
data Barang masuk
dari
puskesmas

admin
dan

diakses oleh admin


59

N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

dinas
Proses

No
8 Proses
.3

data

mengubah data

Barang

Barang masuk

masuk

info
Barang
masuk

pengubahan

data Barang masuk


dari

admin

kemudian

dinas
dapat

diakses oleh admin


8 Proses
.4

data

menghapus

Barang

data

masuk

Barang

masuk

info
Barang
masuk

puskesmas
Proses penghapusan
data Barang masuk
Barang dari admin
dinas dan diakses
oleh

admin

puskesmas

4.4.2.1.11 DFD level 2 (Proses 9.0)

60

Gambar 4.11 dfd lefel 2 proses 9.0


Tabel 4.10Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses 9.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

Proses

No
9 Proses mencari 1

data pengajuan

Data
pengajuan

info
pengajuan

pengelolaandata
pengajuan

dari

admin puskesmas ke
admin

dinas,

dan

admin dinas

bisa

mengakses

dan

melihat data yang


sudah
9 Proses
2

menambah
data pengajuan

data
pengajuan

info
pengajuan

diinputkan

admin puskesmas
Proses penambahan
data pengajuan dari
admin puskesmas ke
admin

dinas,

dan

admin dinas

bisa

mengakses

dan

melihat data yang


sudah

diinputkan

admin puskesmas
61

N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

9 Proses

info
pengajuan

Proses

No
3

mengubah data

data
pengajuan

pengajuan

pengubahan

data pengajuan dari


admin puskesmas ke
admin

dinas,

dan

admin dinas

bisa

mengakses

dan

melihat data yang


sudah
9 Proses
4

menghapus

data
pengajuan

info
pengajuan

data pengajuan

diinputkan

admin puskesmas
Proses penghapusan
data pengajuan dari
admin puskesmas ke
admin

dinas,

dan

admin dinas

bisa

mengakses

dan

melihat data yang


sudah

diinputkan

admin puskesmas

4.4.2.1.12 DFD level 2 (Proses 10.0)

62

Gambar 4.12 dfd lefel 2 proses 10.0


Tabel 4.11Data Masuk dan Data Keluar DFDLevel 2 proses 10.0
N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

Proses

No
5 Proses melihat 1

data

Data
pengirima
n

info
pengirima
n

pengiriman

pengelolaandata
pengiriman

dari

admin

dinas

admin

puskesmas,

dan

ke

admin

puskesmas

bisa

mengakses

dan

melihat data yang


sudah
5 Proses
2

menambah

data
pengirima
n

info
Barang

admin dinas
Proses penambahan
data pengiriman dari

data

admin

pengiriman

diakses oleh admin

5 Proses
3

diinputkan

data

mengubah data

pengirima

pengiriman

info
pengirima
n

dinas

dan

puskesmas
Proses pengubahan
data pengiriman dari
admin

dinas

kemudian

dapat

diakses oleh admin


5 Proses
4

menghapus

data
pengirima

info
pengirima
n

puskesmas
Proses penghapusan
data pengiriman dari
63

N Nama Proses

Data Masuk

Data Keluar

Keterangan

No
data

admin

pengiriman

dinas

dan

diakses oleh admin


puskesmas

4.4.2.2 Perancangan Basis Data


4.4.2.2.1 Perancangan Basis Data
Perancangan basis data(database) bertujuan untuk menghasilkan sebuah
designdatabase yang mampu menyimpan data yang mampu diakomodir oleh
sebuah sistem informasi. Designatau perancangan database ini akan menghasilkan
definisi tabel, kolom-kolom(field) pada tabel beserta tipe datanya, dan relasi antar
tabel di dalam sistem.

Konsistensi data dari input dan output tabel juga

merupakan tujuan designdatabase. Database sebagai penyedia data dan untuk


memproses query dari parameter yang dikirim/ diminta oleh client.Sistem ini
mengelola 14 tabel, yang digambarkan sebagai berikut:

Nama Tabel
tb_admin
tb_adminpuskesmas
tb_suplier
tb_barang
tb_satuan
tb_jenisbarang
tb_pengajuan
tb_detailpengajuan
tb_pengiriman
tb_deteailpengiriman
tb_barangmasuk
tb_detailbarangmasuk
64

Tabel 4.12 Rancangan Tabel Basis data.

4.4.2.2 Entity Relationship Diagram (ERD)


Entity Relationship Diagram merupakan suatu model untuk menjelaskan
hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang
mempunyai hubungan antar relasi. Berikut merupakan hubungan relasi antar
entitas dari Sistem Ketersediaan Barang berbasis Web pada Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng.

Gambar 4.13 ERD

4.4.2.3 Rancangan Tabel


Dalam pengembangan Sistem Informasi Kependudukan Dinas Kesehatan
Buleleng ini penulis merancang 13 tabel yang akan digunakan untuk membangun

65

sistem. Adapun rancangan dari tabel-tabel tersebut dapat dijabarkan sebagai


berikut (PK = Primary Key, FK = Foreign Key ) :
1

Tabel Admin
Tabel admin diguanakan untuk menyimpan data admin Dinas Kesehatan
kabupaten Buleleng.
Tabel 4.13 Admin
N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
Id_admin

1
1.

digunakan
id_admin

Int

11

untuk
menyimpan id
admin.
Nip
merupakan nip
pegawai admin

2
2.

Dinas
Nip

Varchar

110

kesehatan yang
engatur

atau

bekerja

di

bagian
ketersediaan.
3 Nama
3.

varchar

50

Nama
merupakan
nama

adari

pegawai

atau

admin

yang

bertugas
mengelola
ketersediaan
barang

pada
66

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
kantor

Dinas

Kesehatan
kabupaten
Buleleng
Alamat
meruoakan
alamat
pegawai yang
bertugas
4
4.

Alamat

varchar

50

mengelola
ketersediaan
barang

pada

kantor

Dinas

Kesehatan
kabupaten
Buleleng
Jenis_kelamin
pegawai
5 Jenis_kela
5.

min

admin

Enum

atau
Dinas

Kesehatan
kabupaten
Buleleng
Tempat_lahir
pegawai

6 Tempat_la
6.

hir

varchar

50

admin

atau
Dinas

Kesehatan
kabupaten
Buleleng

7 Tanggal_l
7.

ahir

Date

Tanggal_lahir
pegawai

atau
67

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
admin

Dinas

Kesehatan
kabupaten
Buleleng
Golongan atau
pangkat
8
8.

pegawai
Golongan

varchar

admin

atau
Dinas

Kesehatan
kabupaten
Buleleng
Jabatan
pegawai
9

9.

Jabatan

varchar

50

admin

atau
Dinas

Kesehatan
kabupaten
Buleleng
Password
merupakan
kata

sandi

yang
1
10.

Password

varchar

100

diguanakan
pegawai
admin

atau
Dinas

Kesehatan
kabupaten
Buleleng
1
11.

Foto

68

Tabel Admin Puskesmas


Tabel admin diguanakan untuk menyimpan data admin pada setiap
puskesmas kabupaten Buleleng.
Tabel 4.14 Admin Puskesmas
N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
Id_admin
digunakan

1 id_adminp
1.

uskesmas

Int

11

untuk
menyimpan id
admin
puskesmas.
Nip
merupakan nip
pegawai admin

2
2.

Nip

Varchar

110

puskesmas
yang

engatur

atau bekerja di
bagian
ketersediaan.
3 Nama
3.

Varchar

50

Nama
merupakan
nama

dari

pegawai

atau

admin

yang

bertugas
mengelola
ketersediaan
barang

pada

setiap
puskesmas
kabupaten
69

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
Buleleng
Alamat
merupakan
alamat
pegawai yang
bertugas

4
4.

Alamat

varchar

50

mengelola
ketersediaan
barang

pada

setiap
puskesmas
kabupaten
Buleleng
Jenis_kelamin

5 Jenis_kela
5.

min

Enum

pegawai

atau

admin

pada

setiap
puskesmas
kabupaten
Buleleng
Tempat_lahir

6 Tempat_la
6.

hir

Varchar

50

pegawai

atau

admin

pada

setiap
puskesmas
kabupaten
Buleleng

7 Tanggal_l
7.

ahir

Date

Tanggal_lahir
pegawai

atau

admin

pada
70

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
setiap
puskesmas
kabupaten
Buleleng
Golongan atau
pangkat

8
8.

Golongan

varchar

pegawai

atau

admin

pada

setiap
puskesmas
kabupaten
Buleleng
Jabatan

9
9.

Jabatan

Varchar

50

pegawai

atau

admin

pada

setiap
puskesmas
kabupaten
Buleleng
Password
merupakan
kata

sandi

yang
1
10

diguanakan
Password

Varchar

100

pegawai

atau

admin

pada

setiap
puskesmas
kabupaten
Buleleng
71

N Nama

Tipe

Field

Data

No
1
11

Panjang

F
K

Keterangan

Foto

Tabel Barang
Tabel Barang diguanakan untuk menyimpan stok barangyang tersedia di
kantor Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng.
Tabel 4.15 Barang
N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
Id_barang
merupakan

1 id_barang

Varchar

11

id

barang

yang

ada

pada

kantor

Dinas

Kesehatan
kabupaten
Buleleng
Nama

barang

digunakan
untuk
menyimpan
2

nama_bar
ang

Varchar

50

nama

barang

pada

kantor

Dinas
Kesehatan
kabupaten
Buleleng

72

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
Id_jenisbarang
merupakan

Id_jenisba
rang

int

11

jenis

id

barang

pada masing
masing

nama

barang
Id_satuan
merupakan

4 Id_satuan

int

11

id

satuan

pada

barang

yang

ada pada dinas


kesehatan
kabupaten
buleleng

5 Harga

Harga

satuan

barang

pada

Dinas

Double

Kesehatan
Kabupaten
Buleleng
Jumlah barang
yang ada pada

6 Jumlah

Int

11

dinas
kesehatan
kabuoaten
buleleng

Tabel satuan
Tabel satuan digunakan untuk menyimpan satuan barang pada system
ketersediaan barang
73

Tabel 4.16 satuan


N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Ketera
ngan
Id_satuan
merupakan id

1
1.

Id_satuan

int

11

satuan barang

pada

system

ketersediaan
barang
2 Nama_sat
2.

uan

Varchar

Nama_satuan

50

pada barang

Tabel jenis barang


Tabel galeri digunakan untuk menyimpan jenis barang pada system
ketersediaan barang dinas kesehatan.

Tabel 4.17 jenis barang


No

N Nama

Tipe

Field

Data

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
Id_jenisbarang

1 Id_jenisba
1.

rang

metrupakan id
Int

11

dari jenis-jenis
barang

pada

system
2 Nama_jeni Varchar
2.

50

Nama_jenisbar
ang merupakan
nama

jenis
74

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
barang

Tabel barang masuk


Tabel barang masuk digunakan untuk menyimpan data barang masuk pada
kantor dinas kesehatan kabupaten buleleng
Tabel 4.18 barang masuk
N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
Id_barang
masuk
merupakan id

1 Id_barang
1.

masuk

int

11

barang masuk
pada

dinas

kesehatan
kabuoaten
buleleng
Tgl_barangmas
2 Tgl_baran
2.

gmasuk

uk pada dinas
Date

kesehatan
kabupaten
buleleng
Id_admin dinas

3
3.

Id_admin

Int

11

kesehatan
kabupaten
buleleng

4 Id_suplier
4.

Int

11

Id_suplier pada
kantor

dinas

kesehatan
kabupaten
75

No

N Nama

Tipe

Field

Data

Panjang

P
K

F
K

Keterangan
buleleng

Tabel pengajuan
Tabel pengajuan digunakan untuk menyimpan detail barang masuk pada
system ketersediaan barang dinas kesehatan kabupaten buleleng.
Tabel 4.19 Tabel pengajuan
No

N Nama

Tipe

Field

Data

Panjang

PK FK Keterangan
Id_pengajuan
merupakan id

1 Id_pengaj
1.

uan

Int

11

dari pengajuan
barang

ke

dinas
kesehatan
2 Tgl_penga
2.

juan
3 Id_puskes

3.

mas

Tanggal
date

dari

pengajuan
tersebut dibuat
Id_puskesmas

int

11

dari pengajuan
tersebut
Id_adminpuske

4 Id_adminp
4.

uskesmas

Int

11

smas

yang

membuat
pengajuan

5 Status
5.

Enum

Status

dari

pengajuan
tersebut
terbaca

atau

belum terbaca
76

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

PK FK Keterangan
oleh

admin

dinas
kesehatan
8

Tabel detailpengajuan
Tabel detailpengajuan diguanakan untuk menyimpan detail pengajuan
yang diajukan oleh puskesmas.
Tabel 4.20 detailpengajuan
N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

PK FK Keterangan
Id_detailpenga

1 Id_detailp
1.

engajuan

int

11

juan
merupakan id
detail

dari

pengajuan
barang tersebut
2
2.

Id_barang

3 Jumlah_ba
3.

rang
4 Id_pengaj

4.

uan

int

11

int

11

Int

11

Id_barang
yang diajukan
Jumlah barang
yang diajukan
Id_pengajuan
barang

Tabel Suplier
Tabel Suplier digunakan untuk menyimpan data suplier
Tabel 4.21 Suplier

77

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

PK FK Keterangan
Id_suplier
merupakan id
dari

1
1

Id_suplier

Int

11

suplier

yang

memberikan
barang kepada
dinas
kesehatan

2 Nama_sup
2

lier
3

Varchar

Merupakan

50

nama supplier
Merupakan

Alamat

Varchar

50

alamat
supplier
Merupakan

4
4

Telp

Varchar

nomor telepon

20

supplier

yang

bisa dihubungi
10 Tabel Pengiriman
Tabel pengiriman digunakan untuk menyimpan data pengiriman barang
pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Tabel 4.22 pengiriman
No

N Nama

Tipe

Field

Data

1 Id_pengiri
1

man

Int

Panjang

PK FK Keterangan

11

Id_pengiriman
merupakan id
dari
pengiriman
barang

yang

78

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

PK FK Keterangan
dilakukan
Merupakan id

2 Id_puskes
2

mas

Int t

11

dari puskesmas
yang

akan

dituju
Merupakan
3 Tgl_pengi
3

riman

tanggal

Date

dari

pengiriman
barang
Merupakan

4 Tgl_terim
4

tanggal

Date

dari

diterimanya
barang
Merupakan

5 Nama_pen
5

erima

Varchar

50

nama

dari

penerima
barang

6
6

Nip

11

terkirim
Status

Enum

,belum
terkirim

8 Id_pengiri
8

Int

Nomor

Induk

Pegawai
7

Merupakan

Merupakan
keterangan
dari

proses

pengiriman
Merupakan id

Int

11

dari

pengirim

barang

11 Tabel detailpengiriman

79

Tabel detailpengiriman digunakan untuk menyimpan detail pengiriman


barang pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
.
Tabel 4.23 detailpengiriman
N Nama

Tipe

Field

Data

No

1 Id_detailp
1

engiriman
2

PK FK Keterangan
Merupakan id

Int

11

dari

detail

pengiriman
Merupakan id

Id_barang

Int

11

dari

barang

yang dikirim
3

Panjang

Merupakan
Jumlah

Int

11

jumlah barang
yang dikirim
Id_pengiriman
merupakan id

4 Id_pengiri
4

man

Int

dari

11

pengiriman
barang

yang

dilakukan
12 Tabel detailbarangmasuk
Tabel detailbarangmasuk digunakan untuk menyimpan detail barang yang
masuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng
Tabel 4.24 detailbarangmasuk
No

N Nama

Tipe

Field

Data

1 Id_detailb
1

Int

Panjang

PK FK Keterangan

11

Id_dtailbarang

arangmasu

masuk

merupakan id
dari

detail
80

N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

PK FK Keterangan
barang

yang

masuk
2
2

Id_barang

Int

Merupakan id

11

dari barang
Merupakan

3
3

Jumlah

Int

11

jumlah

dari

barang

yang

masuk
4 Id_barang
4

masuk

Merupakan id
Int

11

dari

barang

yang masuk

13 Tabel Puskesmas
Tabel puskesmas ini merupakan tempat menyimpan data puskesmas yang
ada di Kabupaten Buleleng.
Tabel 4.25 Puskesmas
N Nama

Tipe

Field

Data

No

Panjang

Keterangan
Merupakan id

Id_puskes
mas

puskesmas
Int

11

yang

ada

di

Kabupaten
Buleleng.
Merupakan
nama

Nama_pus
kesmas

Varchar

50

dari

puskesmas
yang

ada

di

Kabupaten
Buleleng

81

No

N Nama

Tipe

Field

Data

Panjang

Keterangan
Merupakan
alamat

3 Alamat

Varchar

dari

puskesmas

50

yang

ada

di

Kabupaten
Buleleng

4.4.3.1 Perancangan Masukan


Perancangan masukan perangkat lunak merupakan proses penentuan
masukan data ke sistem. Masukan untuk sistem informasi ini adalah berupa data
Admin

Dinas,data Admin

puskesmas,data

barang,data

satuan,data

jenis

barang,data puskesmas,data supplier,data pengajuan,data pengiriman,data barang


masuk.

4.4.3.2 Perancangan Keluaran


Perancangan keluaran perangkat lunak merupakan proses penentuan
keluaran data dari sistem. Keluaran untuk sistem ini adalah informasi berupa data
Admin

Dinas,data Admin

puskesmas,data

barang,data

satuan,data

jenis

barang,data puskesmas,data supplier,data pengajuan,data pengiriman,data barang


masuk.
4.4.3.3 Perancangan Antarmuka
Rancangan antarmuka atau yang sering dikenal juga dengan rancangan
interface merupakan rancangan tampilan atau posisi informasi yang akan ditampilkan
pada sistem sehingga membantu pengguna saat menggunakannya. Rancangan
antarmuka dari Sistem Informasi Ketersediaan Barang Berbasis Web pada Dinas
Kesehatan Kabupaten Buleleng ditampilkan dalam beberapa form yang akan
memberikan gambaran umum mengenai implementasi dan antarmuka dari program
yang akan dibuat. Adapun rancangan antarmuka Sistem Informasi Ketersediaan

82

Barang Berbasis Web pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yaitu sebagai
berikut:
Rancangan Antarmuka Halaman Utama Admin Puskesmas
Halaman utama Admin Puskesmas merupakan halaman utama yang
menampilkan antarmuka Sistem Informasi Ketersediaan Barang Berbasis Web pada
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng

. Pada halaman utama akan ditampilkan

informasi stok barang yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng .

Gambar 4.14 halaman antar muka admin puskesmas


4.4.1.4 Rancangan Antarmuka Halaman Admin Dinas
Halaman Admin Dinas merupakan halaman yang akan digunakan untuk
memanipulasi seluruh data pada halaman utama pada Sistem Informasi
Ketersediaan Barang Berbasis Web pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng .

Rancangan Antarmuka Halaman Login Admin Dinas


83

Gambar 4.15 halaman antar muka login admin dinas


Halaman login Admin Dinas digunakan oleh Admin Dinas untuk dapat
masuk ke halaman utama Admin Dinas untuk memanipulasi data. Pada halaman
ini, Admin Dinas diharuskan memasukkan Nip dan password. Nip dan password
akan dicocokan pada basis data sistem. Bila cocok maka akan tampil halaman
utama Admin Dinas.Sedangkan bila tidak cocok maka akan muncul pesan
kesalahan.

4.4.4

Implementasi
Pada bagian ini penulis akan menampilkan hasil implementasi rancangan
Sistem Informasi Ketersediaan Barang pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng
yang meliputi rancangan database dan rancangan interface.
Adapun implementasi yang penulis telah lakukan sesuai dengan
perancangan yang sudah dibuat sebelumnya, yaitu:

4.4.4.1 Lingkup Implementasi Perangkat Lunak

84

Lingkup implementasi dari Sistem Informasi Ketersediaan Barang pada


Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng ini, menggunakan perangkat lunak sebagai
berikut :
1. Editor Bahasa Pemrograman notepad ++
2. Database Management System(DBMS) dengan Xampp
4.4.4.2 Implementasi Database
Dalam implementasi database ini penulis menggunakan Mysql. Dimana
terdapat 13 buah tabel yang digunakan, yaitu:
1. Admin
Tabel 4.26 Implementasi Tabel admin
No

Nama Field

Tipe

Panja

Data

ng

Id_admin

Int

11

Nip

Varchar

110

Nama

Varchar

50

Alamat

Varchar

50

Jenis_kelamin

Enum

Keterangan
Primary key

lakilaki,
perem
puan

Tempat_lahir

Varchar

50

Tanggal_lahir

Date

Golongan

Varchar

50

Jabatan

Varchar

50

10

Password

Varchar

100

11

Foto

Varchar

1000

2. Admin Puskesmas
Tabel 4.27 Implementasi table Admin Puskesmas
85

No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

id_admin

Int

Nip

Double

Nama_adminpusk
esmas

Alamat

Varchar
Varchar

11

Primary key

50
50
laki-

Jenis_kelamin

Enum

laki,p
erempu
an

Tempat_lahir

Varchar

Tanggal_lahir

Date

Golongan

Varchar

50

Jabatan

Varchar

50

10

Id_puskesmas

Int

11

11

Password

Varchar

100

12

Foto

Varchar

50

13

50

terveri
vikasi,
Verifikasi

Enum

belum
terverif
ikasi

3. Barang
Tabel 4.28 ImplementasiTabel barang
No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

Id_barang

Int

11

Nama_barang

varchar

50

Primary key

86

Id_jenisbarang

Int

11

Id_satuan

Int

11

Harga

Double

Jumlah

Int

11

4. Satuan
Tabel 4.29 ImplementasiTabel satuan
No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

id_satuan

Int

11

Primary key

Nama_satuan

varchar

50

5. Jenis barang
Tabel 4.30 Implementasi Tabel jenis barang
No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

id_jenisbarang

Int

11

Nama_jenis

Varchar

50

Primary key

6. Barang masuk
Tabel 4.31 Implementasi Tabel barang masuk
No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

id_barangmasuk

integer

11

Tgl_barangmasuk

Date

50

Id_admin

Int

11

Id_suplier

Int

100

Primary key

87

7. Pengajuan
Tabel 4.32 Implementasi Tabel pengajuan
No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

Id_pengajuan

Int

Tgl_pengajuan

Date

Id_puskesmas

Int

Id_adminpuskes
mas

Int

11

Primary key

11
11
terbac
a,belu

Status

Enum

m
terbaca

8. Detail pengajuan
Tabel 4.32 Implementasi Tabel detail pengajuan
No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

id_detailpengajua
n

Int

11

Id_barang

Int

11

Jumlah_barang

Int

11

Id_pengajuan

Int

11

Primary key

9. Suplier
Tabel 4.33 Implementasi Tabel suplier
88

No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

id_suplier

integer

11

Nama_suplier

Varchar

50

Alamat

Varchar

50

Telp

Varchar

20

Primary key

10. Pengiriman
Tabel 4.34 Implementasi Tabel pengiriman
No

Nama Field

Tipe Data

Panjang

Keterangan

Id_pengiriman

Int

11

Primary key

Id_puskesmas

Int

11

Tgl_pengiriman

Date

Tgl_terima

Date

Nama_penerima

Varchar

50

Nip

Int

20

Status

Enum

terkirim,belum terkirim

Id_pengirim

Int

11

11. Detail pengiriman


Tabel 4.35 Implementasi Tabel detail pengiriman
No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

id_dtailpengirima
n

Int

11

Id_barang

Int

11

Jumlah

Int

11

Id_pengiriman

Int

11

Primary key

89

12. Detail barang masuk


Tabel 4.36 Implementasi Tabel detail barang masuk
No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

g
1

id_detailbarangm
asuk

Int

11

Id_barang

Int

11

Jumlah

Int

11

Id_barangmasuk

Int

11

Primary Key

13. puskesmas
Tabel 4.37 Implementasi Tabel puskesmas
No

Nama Field

Tipe Data

Panjan

Keterangan

4.4.4.3.1

id_puskesmas

Int

11

Nama_puskesmas

varchar

50

Alamat

Varchar

50

Primary Key

Implementasi Antar Muka


4.4.4.3.1.1
Halaman Utama
Halaman utama admin puskesmas merupakan halaman utama yang
menampilkan Sistem Informasi Ketersediaan Barang Berbasis Web. Pada halaman
utama akan ditampilkan informasi ketersediaan barang yang tersedia pada Dinas
Kesehatan. Adapun tampilan halaman utama dan coding untuk design tampilan
halaman utama sistem ini dapat dilihat pada gambar berikut

90

Gambar 4.16Implementasi Halaman Utama


Berikut coding design tampilan utama (ace.css)
.tags .tag .close:hover {
background-color: rgba(0, 0, 0, 0.2);
}
.page-content > .row .col-xs-12,
.page-content > .row .col-sm-12,
.page-content > .row .col-md-12,
.page-content > .row .col-lg-12 {
float: left;
max-width: 100%;
}

91

MenuBar

MenuBar merupakan kumpulan link dari fasilitas yang tersedia di sistem


informasi ini. Pada sistem ini terdapat delapan jenis menu utama yaitu:
barang,puskesmas,pengajuan,barang masuk,profile.Berikut ini gambar dan coding
untuk menu bar

Gambar 4.17 Implementasi Menu Bar

Coding design untuk menu bar


g

.nav-list {
margin: 0;
padding: 0;
list-style: none;
}

92

Halaman Login Admin Dinas


Sebelum melakukan pengelolaan data, admin dinas harus melakukan login
terlebih dahulu. Halaman ini diperlukan untuk membatasi pengguna yang bisa
mengakses halaman ini. Adapun tampilan halaman dan coding design untuk
halaman login ini dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

login-layout .main-content {
margin-left: 0 !important;
margin-right: 0 !important;
min-height: 100%;

Gambar 4.18 Implementasi Halaman Login Admin Dinas


Coding design
tampilan login
padding-left:
15px;
padding-right: 15px;
}
.login-layout label {
margin-bottom: 11px;
}

93

Halaman Administrator
Setelah melalui proses login admin akan ditampilkan halaman untuk
melakukan pengelolaan terhadap seluruh informasi. Pada halaman ini ditampilkan
halaman admin dinas pada saat pertama kali masuk kedalam sistem. Adapun
tampilan halaman dan coding untuk halaman admin dinas tersebut dapat dilihat
pada Gambar di bawah ini.

Gambar 4.19 Implementasi Halaman Admin Dinas

Coding design halaman admin dinas


page-content {
background-color: #ffffff;
position: relative;

4.4.4.3.2

Implementasi
Proses
margin: 0;
Dikerjakan dan dibahas oleh Kadek Aris Priyanthi
padding: 8px 20px 24px;
}
.page-header {
margin: 0 0 12px;
border-bottom: 1px dotted #e2e2e2;
padding-bottom: 16px;
padding-top: 7px;
}

94

4.4.5

PENGUJIAN
Uji coba program merupakan tahap untuk mengetahui apakah program
sudah berjalan dengan baik. Selain itu, sebelum program dipublikasikan proses uji
coba merupakan hal yang harus dilakukan. Adapun beberapa pengujian yang akan
dilakukan pada Sistem Informasi Ketersediaan Barang Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng Berbasis Web ini yaitu:
Login Admin : Pada proses login akan dilakukan pengecekan nip dan password
yang dimasukkan. Kemudian akan diminta untuk memasukkan kode verifikasi. Apabila
semua proses sudah benar, maka proses login akan ditampilkan halaman selanjutnya. Jika
Proses login gagal terlihat pada gambar berikut

Gambar 4.20 Implementasi login gagal pada Admin Dinas

95

Menampilkan data : Pada proses menampilkan data, data yang akan ditampilkan
adalah data stok barang. Yang akan ditampilkan pada menu utama. Proses menampilkan
data berjalan baik seperti terlihat pada gambar berikut

Gambar 4.21 Implementasi halaman ketersediaan barang admin dinas


Simpan data: Admin memasukkan data pada form. Selanjutnya sistem akan
melakukan pengecekan apakah semua data telah dimasukkan. Jika semua data sudah
lengkap maka akan tersimpan ke table dan proses penyimpanan berhasil, dan jika proses
penyimpanan gagal terlihat pada gambar berikut

Gambar 4.21 Implementasi memasukkan data admin

BAB V
PENUTUP
96

5.1

Simpulan
System informasi ketersediaan barang berbasis web merupakan system

informasi merupakan sistem yang akan digunakan sebagai sarana mempermudah


admin dinas kesehatan dan admin puskesmas untuk melaksanakan tugas
ketesediaan barangnya. Dimana setiap transaksi bias dilakukan secara online.
Sistem Informasi ketersediaan barang berbasis web ini dirancang dengan
menggunakan DFD (Data Flow Diagram) yang merupakan suatu model logika
data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan aliran data. Sistem Informasi
Profile Kantor Camat Gianyar Berbasis Web diimplementasikan dengan
menggunakan bahasa pemrograman PHP, dengan MySQL sebagai pengelola basis
datanya, dan Adobe Photoshop CS3 digunakan untuk desainnya.

5.2

Saran
Sistem informasi ketersediaan barang berbasis web ini dalam

implementasinya pengembang masih menyadari adanya kekurangan. Dalam


sistem ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut pada beberapa aspek di
dalamnya seperti menambahkan menu yang belum ada di sistem ini, seperti video,
perlu dikembangkan lagi. Selain itu sistem ini bisa dibuat dalam bentuk mobile
sehingga cara penyampaian informasinya bisa lebih efisien

97