Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

ALAT-ALAT PSIKOLOGI EKSPERIMEN

Disusun oleh:
Priska Mariana
(14/369118/PS/6834)

LABORATORIUM PSIKOLOGI EKSPERIMEN


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014

1. Steadiness Tester Hole-type

Kegunaan:
Untuk mengukur kestabilan tangan dan jari, dan juga berguna untuk
mengukur ketangkasan tangan dan jari serta sejauh mana seseorang
dapat menghandle alat tersebut. Ada sebuah box yang berisi 9 lubang
yang berurutan dari besar ke kecil. Subjek diminta untuk mengambil
sebuah alat bernama stylus lalu memasukkan dan mengeluarkan alat
tersebut berurutan ke dalam lubang tersebut tanpa menyentuh sisisisinya. Ketika sisi-sinya tersentuh, maka bell akan berbunyi. Partisipan
akan diberi 3x kesempatan untuk mencoba. Dengan alat ini juga dapat
digunakan sebagai salah satu pengukur stress, kesiapsiagaan, dan tingkat
kebugaran. Penguji juga dapat mengukur jumlah total watu yang
diperlukan pada setiap lubang, waktu antara lubang satu dengan lainnya,
dan ketepatan subjek ketika berada di lubang terkecil tanpa melakukan
error.
Landasan Teori:
Alat ini diciptakan untuk membantu mempermudah dalam pengukuran
seseorang yang sedang dalam kondisi tidak stabil, kecenderungan untuk
hiperaktif, dan untuk membantu seserang yang ingin terjun ke pekerjaan
yang membutuhkan keterampilan seperti, pengelasan, permesinan, atau
operasi dan juga diperlukan bagi fotografer. Tes ini juga dikembangkan
untuk membantu memahami perilaku anak. Terkadang, anak-anak
cenderung tidak stabil dan mereka tidak dapat duduk dengan nyaman
dalam satu tempat terutama mereka yang hiperaktif. Oleh karena itu, alat
tersebut diciptakan.
Sumber:

http://books.google.co.id/books?
id=f8fJu3jSXJ0C&pg=PA54&dq=steadiness+tester&hl=en&sa=X&ei=gNpj
VPraBYKHuAS6hoG4DQ&redir_esc=y#v=onepage&q=steadiness
%20tester&f=false
http://books.google.co.id/books?
id=EzcDAAAAMBAJ&pg=PA408&dq=steadiness+tester&hl=en&sa=X&ei=
gNpjVPraBYKHuAS6hoG4DQ&redir_esc=y#v=onepage&q=steadiness
%20tester&f=false
http://hua.umf.maine.edu/psychology/mobilequip.html#Top
http://www.manashakti.org/tests/steadiness-test

2. Muller-Lyer
Kegunaan:
Muller-Lyer adalah salah satu contoh ilusi yang paling terkenal. Ilusi
merupakan kesalahan yang dilakukan oleh otak secara sistematis
sehingga seseorang dapat memperoleh gambaran bagaimana strategi
yang sebenarya dilakukan oleh otak. Kegunaan Muller Lyer adalah untuk
membantu mengetahui bahwa sebenarnya otak kita terkadang
mengalami kesalahan dalam menerjemahkan informasi sensorik sehingga
objek yang kita lihat terkadang tidak sesuai dengan keadaan objek yang
sebenarnya. Secara garis besar, tes ini berguna untuk menguji persepsi
subjek menggunakan sebuah alat peraga ilusi. Contoh dalam gambar di

atas, garis yang di bawah tampak lebih pendek daripada garis yang di
atas padahal sebenarnya kedua garis tersebut sama panjangnya. Hal itu
dikarenakan ada panah yang mengarah ke dalam dan keluar garis
sehingga otak kita cenderung menerjemahkan garis di bawah lebih
pendek dan garis yang di atas lebih panjang dan itu merupakan contoh
kesalahan persepsi oleh otak.
Landasan teori
Ilusi Muller Lyer diciptakan oleh seorang pskiater Jerman bernama Franz
Muller-Lyer pada tahun 1889. Salah satu peran psikolog eksperimental
pada waktu itu adalah untuk menguji fenomena psikologis seperti ilusi
Muller-Lyer dan kemudian melakukan percobaan untuk menunjukkan
apakah ada penjelasan valid di balik hal tersebut. Ilusi Mulle- Lyer adalah
salah satu ilusi yang paling terkenal yang mengkonfirmasi bahwa kedua
garis di atas sama panjang walaupun sistem penglihatan memberitahu
bahwa garis yang di atas lebih panjang daripada garis yang di bawah.
Sumber:
http://hua.umf.maine.edu/psychology/mirrrpap.jpg
http://books.google.co.id/books?
id=70zBvWRE1PcC&pg=PA18&dq=mirror+tracer+to&hl=en&sa=X&ei=U
gFkVOb3E4KjugT6zICgDg&redir_esc=y#v=onepage&q=mirror
%20tracer&f=false
http://books.google.co.id/books?
id=UgRK0UM3d00C&pg=PA354&dq=kegunaan+muller+lyer&hl=en&sa=
X&ei=XQhkVNiCM87nuQTH1IDoBQ&ved=0CBsQ6AEwAA#v=onepage&q=
muller%20lyer&f=false

3. Depth perception apparatus


Kegunaan:
Alat ini berguna untuk mengukur kedalaman ketajaman persepsi
seseorang. Depth Perception adalah kemampuan untuk melihat dunia
secara tiga dimensi dan kemampuan untuk mengetahui jarak (seberapa
dekat orang tersebut menyadari dia cukup jauh atau cukup dekat dengan
sebuah objek). Depth perception dicapai dari bagian stereopsis, dimana 2
gambar berbeda diterima oleh kedua mata dapat dikombinasikan untuk
menilai kedalaman dan jarak informasi yang diterima otak. Stereopsis
memainkan peran lebih besar dalam persepsi kedalaman jika benda yang
dilihat tidak bergerak atau bergerak sangat lambat dan juga memainkan
peran yang lebih besar dalam persepsi kedalaman jika benda relatif dekat
dengan subjek. Persepsi kedalaman memainkan peran penting dalam
berbagai kegiatan manusia termasuk memotong makanan, menuangkan
cairan ke dalam cangkir, berolahraga yang melibatkan tangkap dan

lempar, parkir mobil, menjahit, pemadam kebakaran, berjabat tangan,


dan menyelaraskan objek.
Landasan Teori
Persepsi seseorang sangat bergantung pada penglihatan dan
mata merupakan organ vital dalam hidup seseorang. Jika seseorang
memiliki keterbatasan tertentu dalam satu mata, seseorang masih dapat
melihat dengan mata yang lain tapi tidak mempunyai kemampuan yang
cukup untuk memahami kedalaman. Oleh karena itu, alat ini diciptakan
untuk yaitu untuk mengukur kedalaman ketajaman persepsi seseorang,
sehingga seserang dapat menafsirkan dengan tepat jarak suatu objek
dengan dirinya.
Sumber:
http://www.faqs.org/patents/app/20120229263
https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&cad=rja&uact=8&ved=0CE
MQFjAI&url=http%3A%2F%2Fdelarosaresearch.com%2Fuploads
%2FDLR_Depth_Perception_web_us.pdf&ei=vx9kVPDLNsehugTQrYJw&usg
=AFQjCNE8QUBmmr04R3ku3oAi79eBxsW_pQ&sig2=FdNMHETXFG2XjCQ
mlcqvTA

4. Mirror Tracer
Kegunaan:
Mirror tracer adalah sebuah alat yang melibatkan kemampun
gerakan bersama secara efektif antara tangan dan mata. Pengujian ini
melibatkan telapak tangan, lengan, dan siku yang dipadu dengan
pandangan mata. Brandon, dkk (2003) menemukan bahwa mirror tracing
mendemonstrasikan konsistensi internal yang baik ketika digunakan
diantara sample yang kesehariannya seorang perokok.
Dalam tes menggunakan mirror tracer, subjek diminta untuk
membalikkan isyarat visual dan menelusuri jejak geometris (biasanya
bintang) ke dalam selembar kertas sambil melihatnya di dalam cermin.
Akibat melihat dari sudut pandang cermin, subjek harus bisa menggambar
pola bintang dengan keadaan terbalik. Alat ini memiliki semacam perisai
yang terletak di atas pola bintang sehingga subjek tidak dapat melihat
gerakan tangannya ketika ia melakukan tes menelusuri jejak bintang.
Panel scoring akan mengukur jumlah error yang dilakukan subjek secara
otomatis. Contoh penggunaan dalam kehidupan sehari-hari yaitu merias
diri, parkir mundur, dll.
Landasan Teori
Seseorang membutuhkan kemampuan koordinasi tangan dan mata dalam
melakukan respon terhadap bayangan dilihat melalui cermin yang
biasanya terbalik dengan keadaan sebenarnya. Hal itu sangat dibutuhkan
dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mirror tracer diciptakan
sehingga kemampuan motorik seseorang (persepsi, encoding, recall)
dapat diketahui.
Sumber:

http://psikologi.ums.ac.id/wp-content/uploads/2014/04/PENGENALAN-ALATPSIKOLOGI-EKSPERIMEN.pdf
https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB
0QFjAA&url=http%3A%2F%2Fpsikologi.ums.ac.id%2Fwp-content
%2Fuploads%2F2014%2F04%2FPENGENALAN-ALAT-PSIKOLOGIEKSPERIMEN.pdf&ei=4VhkVJXaMsOJuASsoYB4&usg=AFQjCNG8h34K0yp6R
9ps8eHQxtXoylszYQ&sig2=RAgveRQtTwRFQz4OjtAjg&bvm=bv.79189006,d.c2E
http://www.lafayettelifesciences.com/product_detail.asp?itemid=151
http://books.google.co.id/books?
id=70zBvWRE1PcC&pg=PA18&dq=mirror+tracer&hl=en&sa=X&ei=2GBk
VPX_GISOuATclYGADA&ved=0CBsQ6AEwAA#v=onepage&q=mirror
%20tracer&f=false

5. Minnesota Spatial Relation Test


Kegunaan:

Alat ini dibuat untuk mengembangkan kemampuan visualisasi spasial. Tes


ini mengukur akurasi dan kecepatan dalam membedakan bentuk geometri
3D. Tes ini membutuhkan penilaian dasar dari komponen persepsi visual
seperti bentuk konstan, diskriminasi visual, dan visualisasi ruang. Dengan
Minnesota Spatial Relation Test ini juga dapat digunakan untuk mengukur
bakat pada pekerja yang membutuhkan keahlian tinggi seperti pekerja
pada bengkel, pembuat ornamen besi hias, dan pelatih.
Landasan teori
Tingkat ketangkasan tertentu dibutuhkan untuk melakukan
pekerjaan yang melibatkan manipulasi mesin, persepsi spasial, dan
pengetahuan tentang permesinan yang dirasa penting untuk menentukan
kinerja seseorang yang berbasis tes psiko-motor. Oleh karena itu,
penelitian di Universitas Minnesita 1920 mengawali pengembangan 3 tes
kemampuan spasial termasuk diantaranya yaitu Minnesota Perceptual
Spatial Test.
Sumber:
https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB
0QFjAA&url=http%3A%2F%2Fmedind.nic.in%2Fiba
%2Ft05%2Fi1%2Fibat05i1p15.pdf&ei=cxtlVLXvCs_kuQTP2YCICA&usg=AF
QjCNEc8HqBy32e78R5C4ETu8s1V2XoVw&sig2=F3VTMW9z8DVlzGWOYhR
MWw&bvm=bv.79189006,d.c2E
http://books.google.co.id/books?
id=K4HLxP3baJYC&pg=PA133&dq=minnesota+perceptual+spatial+test&
hl=en&sa=X&ei=qB1lVO_qJ4uAuwT0rYDACw&redir_esc=y#v=onepage&q
=minnesota%20perceptual%20spatial%20test&f=false
http://homepages.rpi.edu/~verwyc/Chap9tm.htm

DAFTAR PUSTAKA
http://books.google.co.id/books?
id=f8fJu3jSXJ0C&pg=PA54&dq=steadiness+tester&hl=en&sa=X&ei=gNpjVPraBYKH
uAS6hoG4DQ&redir_esc=y#v=onepage&q=steadiness%20tester&f=false
http://books.google.co.id/books?
id=EzcDAAAAMBAJ&pg=PA408&dq=steadiness+tester&hl=en&sa=X&ei=gNpjVPra
BYKHuAS6hoG4DQ&redir_esc=y#v=onepage&q=steadiness%20tester&f=false
http://hua.umf.maine.edu/psychology/mobilequip.html#Top
http://www.manashakti.org/tests/steadiness-test
http://hua.umf.maine.edu/psychology/mirrrpap.jpg
http://books.google.co.id/books?
id=70zBvWRE1PcC&pg=PA18&dq=mirror+tracer+to&hl=en&sa=X&ei=UgFkVOb3E
4KjugT6zICgDg&redir_esc=y#v=onepage&q=mirror%20tracer&f=false
http://books.google.co.id/books?
id=UgRK0UM3d00C&pg=PA354&dq=kegunaan+muller+lyer&hl=en&sa=X&ei=XQ
hkVNiCM87nuQTH1IDoBQ&ved=0CBsQ6AEwAA#v=onepage&q=muller
%20lyer&f=false
http://www.faqs.org/patents/app/20120229263
https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&cad=rja&uact=8&ved=0CEMQFjAI&u
rl=http%3A%2F%2Fdelarosaresearch.com%2Fuploads
%2FDLR_Depth_Perception_web_us.pdf&ei=vx9kVPDLNsehugTQrYJw&usg=AFQjCN
E8QUBmmr04R3ku3oAi79eBxsW_pQ&sig2=FdNMHETXFG2XjCQmlcqvTA
http://psikologi.ums.ac.id/wp-content/uploads/2014/04/PENGENALAN-ALATPSIKOLOGI-EKSPERIMEN.pdf
https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB0QFjAA&u
rl=http%3A%2F%2Fpsikologi.ums.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads
%2F2014%2F04%2FPENGENALAN-ALAT-PSIKOLOGIEKSPERIMEN.pdf&ei=4VhkVJXaMsOJuASsoYB4&usg=AFQjCNG8h34K0yp6R9ps8eHQ
xtXoylszYQ&sig2=RA-gveRQtTwRFQz4OjtAjg&bvm=bv.79189006,d.c2E
http://www.lafayettelifesciences.com/product_detail.asp?itemid=151

http://books.google.co.id/books?
id=70zBvWRE1PcC&pg=PA18&dq=mirror+tracer&hl=en&sa=X&ei=2GBkVPX_GISO
uATclYGADA&ved=0CBsQ6AEwAA#v=onepage&q=mirror%20tracer&f=false
https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB0QFjAA&u
rl=http%3A%2F%2Fmedind.nic.in%2Fiba
%2Ft05%2Fi1%2Fibat05i1p15.pdf&ei=cxtlVLXvCs_kuQTP2YCICA&usg=AFQjCNEc8H
qBy32e78R5C4ETu8s1V2XoVw&sig2=F3VTMW9z8DVlzGWOYhRMWw&bvm=bv.791
89006,d.c2E
http://books.google.co.id/books?
id=K4HLxP3baJYC&pg=PA133&dq=minnesota+perceptual+spatial+test&hl=en&sa
=X&ei=qB1lVO_qJ4uAuwT0rYDACw&redir_esc=y#v=onepage&q=minnesota
%20perceptual%20spatial%20test&f=false
http://homepages.rpi.edu/~verwyc/Chap9tm.htm

Sumber gambar: laboratorium psikologi eksperimen UGM