Anda di halaman 1dari 3

BEHAVIORISTIK

Teori belajar behavioristik adalah suatu teori tentang perubahan tingkah laku
sebagai hasil dari pengalaman. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara
stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat
menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang
penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon
berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh
guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk
diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat
diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru
(stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan
diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu
hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan
menghilang bila dikenai hukuman.
Kekurangan
1. Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning),
bersifat meanistik, dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan
diukur
2. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan
menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang
efektif. Penggunaan hukuma sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan
3. Siswa (teori skinner) baik hukuman verbal maupun fisik seperti kata kata
kasar , ejekan , jeweran yang justru berakibat buruk pada siswa.
4. Peserta didik tidak bebas dalam mengeksplorasikan bakat dan
imajinasinya.
Kelebihan
1. Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek
dan pembiasaan yang mengandung unsure-unsur seperti kecepatan,
spontanitas, kelenturan, refleks, dan daya tahan.
Contoh :
Percakapan bahasa asing, mengetik, menari, berenang, olahraga.
Cocok diterapkakn untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi
peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan
senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau
pujian.
1. Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek
dan pembiasaan. Dengan bimbingan yang diberikan secara terus menerus

akan membuat peserta didik paham sehingga mereka bisa menerapkannya


dengan baik.
2. Materi yang diberikan sangat detail. Hal ini adalah proses memasukkan
stimulus yang yang dianggap tepat. Dengan banyaknya pengetahuan yang
diberikan, diharapkan peserta didik memahami dan mampu mengikuti
setiap pembelajarannya.
3. Membangun konsentrasi pikiran. Dalam teori ini adanya penguatan dan
hukuman dirasa perlu. Penguatan ini akan membantu mengaktifkan siswa
untuk memperkuat munculnya respon. Hukuman yang diberikan adalah
yang sifatnya membangun sehingga peserta didik mampu berkonsentrai
dengan baik.

HUMANISTIK
Teori belajar Humanisme memandang bahwa perilaku manusia ditentukan oleh
faktor internal dirinya dan bukan oleh kondisi lingkungan ataupun pengetahuan.
Menurut teori belajar humanisme, aktualisasi diri merupakan puncak
perkembangan individu. Kebermaknaan perwujudan dirinya itu bahkan bukan saja
dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh lingkungan sekitarnya. Menurut
teori belajar humanisme, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia.
Proses belajar dianggap berhasil jika peserta didik memahami lingkungannya dan
dirinya sendiri. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut
pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Bagi penganut teori
humanistik, proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri.
Teori ini sangat menekankan pentingnya isi dari proses belajar.Dengan kata lain
teoti ini lebih tertarik pad aide belajar dalam bentukny yang paling ideal daripada
belajar apa adanya, seperti apa yang biasa kita amati dalam keseharian dengan
pengalaman-pengalaman mereka sendiri.
Tujuan utama pada pendidikan adalah membantu anak untuk mengembangkan
dirinya, yaitu membantu masing-masing individu unytuk mengenal diri mereka
sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam merealisasikan/
mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
Kekurangan dan Kelebihan Teori Humanistik:
1. Kelebihan:
1. Bersifat pembentukan kepribadian,hati nurani,perubahan sikap,analisis
terhadapfenomenasocial.
2. Selalu mengedepankan akan hal-hal berbau kekeluargaan.
3. Siswa merasa senang, bersemangat, dan selalu menciptakan inisiatif dalam
belajar.

4. Suasana pembelajaran yang saling menghargai, adanya kebebasan


berpendapat.
5. Guru selalu membuka peluang bagi muridnya untuk berkembang dan
memahami jalan pikiran siswa.

2. Kekurangan:
1. Bersifat individual.
2. Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan
yang mendukung. Seperti keluarga dan masyarakat.
3. Sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis, atau terlalu ribet.
4. Peserta didik kesulitan dalam mengenal diri dan potensi-potensi yang ada
pada diri mereka.
5. Akan lebih sulit jika diterapkan bagi anak yang memiliki sifat belajar yang
pasif