Anda di halaman 1dari 11

Hungry Burger Food Truck

Oleh :
Astuti Marina Respatidewi
M. Yasser Iqbal Daulay
Moh. Ardan Aji Hutama
Peny Setya Nugraha
Soraya Inayah Fidran

Hungry Burger Food Truck


A. INPUT
Raw Material
Bahan Baku

Harga

Jumlah Stok

Jumlah

Roti Burger

1,800

1,500

2,700,000

Roti Tawar

800

1,000

800,000

Daging Ham (50g)

8,000

2,000

16,000,00
0

Sosis

3,400

500

1,700,000

Sayuran

1,300

1,500

1,950,000

Kentang (1kg)

21,000

100

2,100,000

Telur

1,000

500

500,000

Keju

1,400

2,000

2,800,000

Minyak (10L)

400,000

2,000,000

Mentega (2kg)

94,000

10

940,000

Mayonaise (1kg)

27,000

25

675,000

Saus Tomat (1kg)

16,500

50

825,000

Saus Sambal (1kg)

16,500

50

825,000

Merica (1kg)

160,000

640,000

Buah Strawberry (1kg)

27,000

81,000

Buah Jeruk Sunkist (1kg)

24,000

72,000

Buah Jambu (1kg)

6,500

19,500

Gula (1kg)

9,000

100

900,000

Garam (1kg)

6,200

10

62,000

Es Batu (satu kantong)

135,000

135,000

Total Biaya Bahan Baku

35,724,50
0

Value Added
Value Added yang dilakukan oleh Hungry Burger Food Truck melibatkan
beberapa alat dan karyawan/ tenaga kerja. Dimana modal yang dikeluarkan untuk
membeli beberapa perlengkapan dan peralatan mencapai Rp 150.000.000 dan
karyawan Hungry Burger Food Truck mendapat upah sebesar Rp 1.200.000
perbulan. Ada 3 karyawan yang terlibat di dalam proses produksi Hungry Burger
Food Truck, satu karyawan menerima order dari pelanggan dan bertugas sebagai
kasir, karyawan kedua bertugas memasak, memanggang dan menggoreng pesanan
konsumen, kemudian karyawan ketiga bertugas untuk meracik bahan-bahan yang
sudah dimasak oleh karyawan kedua lalu menyerahkan pesanan yang sudah jadi
kepada konsumen. Karyawan ketiga juga bertugas untuk mengambilkan minuman
(jus) dari Cool dispenser kepada konsumen. Hungry Burger Food Truck memiliki
menu burger yang spesial, kami menawarkan kepada konsumen burger dengan
ukuran yang besar. Ada 5 varian burger dengan ketinggian yang berbeda-beda
yaitu: Tugu, Monas, Petronas, 101 Tower dan Burj Khalifa. Selain menawarkan
Big Size Burger kami juga menawarkan produk komplementer lainnya seperti:
sosis bakar, kentang goreng dan sandwich. Sebagai pelengkap kami juga
menawarkan beberapa varian minuman jus (jus strawberry, jus orange dan jus
jambu).
Distribution and Sales
Kelebihan dari Hungry Burger Food Truck dapat mendistribusikan
produknya dengan mendekati pasar atau konsumen, karena kami dapat mobile
atau bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Akan tetapi sebagai awalan
bisnis ini kami memutuskan untuk stay di suatu tempat, karena kami ingin terlebih
dulu melakukan branding produk dan melakukan pemasaran melalui media sosial
atau mengedepankan pemasaran melalui word of mouth. Dengan memutuskan
untuk stay di suatu tempat kami akhirnya memutuskan untuk memilih lokasi ideal
bagi kami untuk berjualan yaitu di daerah Jalan Kaliurang dekat dengan Graha

Saba Pramana. Hal ini dikarenakan Jalan Kaliurang merupakan salah satu akses
jalan yang banyak dilewati kendaraan bermotor dan dekat dengan target pasar
kami yaitu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Kami
mematok harga burger dari Rp 20.000 sampai dengan Rp 35.000 untuk burger
dengan ukuran yang paling besar.

B. PROCESSS
Strategi Proses
Fokus Berulang
Fokus berulang adalah proses produksi yang menggunakan modul yang
berorientasi pada produk. Produksi jenis ini cocok dengan usaha yang kami pilih.
Karena

memungkinkan

dilakukannya

kostumisasi

yang

lebih

banyak

dibandingkan suatu proses yang kontinu (keberlangsungan). Dengan cara ini,

perusahaan ini memperoleh keunggulan ekonomis dari model yang kontinu dan
keunggulan kostumisasi dari model bervolume.

Analisis dan Desain Proses


Product Design
Product design yang ditawarkan pada Hungry Burger terinspirasi
dari level ketinggian tower
1. Tugu (Jogja) : produk burger yang ditawarkan dengan ketebalan 1
patty
2. Monas (Jakarta) : produk burger yang ditawarkan dengan ketebalan 2
patty
3. Petronas (Malaysia)

: produk burger yang ditawarkan dengan

ketebalan 3 patty
4. 101 (Taipei) : produk burger yang ditawarkan dengan ketebalan 4 patty
5. Burj Kalifa : produk burger yang ditawarkan dengan ketebalan 5 patty

Process Planning
Dalam melakukan proses perencanaan merupakan langkah awal dalam
membentuk usaha Hungry Burger ini. Proses perencanaan yang telah
kami lalui adalah sebagai berikut :
1. Ide : awal munculnya ide membuka usaha dalam bisnis
makanan ini karena melihat peluang pasar yang dapat
memberi keuntungan, terutama di lini bisnis makanan
cepat saji.
2. Research : setelah muncul ide untuk membuka usaha
makanan cepat saji ini, kami mendiskusikan dengan salah
satu chef di Jogja untuk menentukan produk apa yang akan
kami jual. Setelah diskusi panjang, kami memilih burger
sebagai makanan utama yang ditawarkan pada foodtruck
Hungry Burger. Research yang kami lakukan dengan
melakukan test food membuat bagaimana pembuatan
burger itu sendiri menjadi menarik dan tidak seperti burger

- burger lainnya. Oleh karena itu dibuatlah burger tower


dengan tingkatan yang beragam.
3. Testing : Setelah melakukan test food sendiri kami mulai
menyebar sample produk ke orang orang dilingkungan
bisnis kami, seperti pada saat arisan keluarga, acara reuni
dan lain lain. Setelah melakukan penyebaran sample
dengan indikator sebagai berikut :
a) Bagaimana rasanya? (Suka, Biasa Aja, Tidak Suka)
b) Apakah anda menyukai variasi ukuran yang
ditawarkan? (Suka, Biasa Saja, Tidak Suka)
c) Bagaimana packaging
terhadap 30 orang kami memperoleh hasil sebagai berikut

4. Evaluasi : Setelah memperoleh hasil sample berdasarkan 3


indikator di atas, kami juga mendengar beberapa pendapat
dari kerabat, seperti menambahkan varian menu, menu
pendamping dan lain lain.
5. Mass Market
Setelah melakukan evaluasi kami memulai usaha foodtruck
Hungry Burger

dengan

memasarkannya

di

jalan

Kaliurang, Jogjakarta.
Production Control

Kontrol produksi dilakukan oleh dua orang, yaitu chef dan pelayan. Chef
melakukan kontrol pada pemilihan dan penyimpanan bahan baku. Selain itu, Chef
juga bertugas melakukan cek terhadap stock bahan baku, serta menjaga agar rasa
sesuai dengan kriteria dan standard yang telah di tentukan. Kemudian pelayan
bertugas mengontrol output dari produk yang telah dihasilkan sebelum melakukan
packaging.

Maintenance

Maintenance dilakukan terhadap alat alat masak dan foodtruck.


a) Alat alat masak
Membersihkan peralatan masak seperti kompor, grill, wajan dan lan lain
agar selalu higienis
b) Foodtruck
Melakukan servis mobil van seperti mengganti oli, servis berkala dan lain
lain.
Strategi Lokasi
Hungry Burger Foodtruck berlokasi di Jalan Kaliurang. Pemilihan lokasi di Jalan
Kaliurang ini dipengaruhi oleh adanya kedekatan dengan pelanggan, kedekatan
dengan pesaing, ketersediaan bahan baku, sikap masyarakat setempat,
produktivitas tenaga kerja dan tingkat upah. Lokasi sangat mempengaruhi risiko
dan keuntungan usaha secara keseluruhan. Hal ini berarti seperempat total
pendapatan usaha mungkin dibutuhkan hanya untuk menutup biaya pengangkutan
bahan mentah yang masuk dan produk jadi yang keluar . Biaya lain yang dapat
dipengaruhi oleh lokasi, antara lain pajak, upah, biaya bahan mentah dan sewa.
Strategi Tata Letak
Tata letak mencakup desain dari bagian-bagian, pusat kerja dan peralatan
yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi.
Perencanaan tata letak merupakan satu tahap dalam perencanaan fasilitas yang
bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisiesn dan efektif
sehingga dapat tercapainya suatu proses produksi dengan biaya yang paling
ekonomis.

Tujuan

perencanaan

lay

out/

tata

letak

yang

baik

yaitu

memaksimumkan pemanfaatan peralatan, meminimumkan kebutuhan tenaga


kerja, mengusahakan agar aliran bahan dan produk lancar.
Berikut tata letak dari Hungry Burger Foodtruck :

Efektifitas dari pengaturan tata letak Hungry Burger Foodtruck


dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut :
a. Penanganan material perencanaan tata letak harus memperhatikan gerakan
dari material atau manusia yang bekerja. Gerakan material akan berdampak pada
biaya penanganan material, biasanya mempunyai pengaruh yang cukup signifikan
bagi biaya produksi.
b. Utilisasi ruang utilisasi ruang dan energi merupakan salah satu faktor yang
diperhatikan dalam

perencanaa

tata

letak.

Perkembangan

teknologi

memungkinkan penataan mesin-mesin tidak dalam arah horizontal, berada dalam


satu lantai, melainkan dapat ke arah vertikal.
c. Mempermudah pemeliharaan perawatan mesin selain berpengaruh terhadap
mutu produk juga berpengaruh terhadap usia mesin. Tata letak mesin harus
menyediakan ruang gerak yang cukup bagi pemeliharaan mesin.
d. Kelonggaran gerak perencanaan tata letak tidak saja untuk memperoleh
efisiensi ruang tetapi juga harus memperhatikan kelonggaran gerak bagi
operatot /karyawan. Selain meningkatkan kepuasan karyawan atas kondisi kerja,
kelonggaran gerak dapat mengurangi kecelakaan kerja.
e. Orientasi produk jenis produk yang dibuat sangat berpengaruh dalam
perencanaa tata letak. Mislanya, produk ukuran besar dan berat, atau

memelukan perhatian khusus dalam penangannya, umumnya menghendaki suatu


tata letak yang tidak membuat produk dipindah-pindah. Sebaliknya, produk yang
berukuran kecil dan ringan yang dengan mudah dapat diangkut akan menjadi
lebih ekonomis apabila diproduksi dengan suatu tata letak yang berdasarkan
proses.
f. Perubahan produk atau disain produk perencanaan tata letak juga
memperhatikan perubahan jenis produk atau disain produk. Bagi perusahaan yang
jenis produk atau disainnya sering berubah, tata letak mesin harus sefleksibel
mungkin dalam mengadaptasi perubahan.

C. OUTPUT
Inventory
Untuk inventory ini akan menggunakan metode JIT (Just In Time) dengan tujuan
untuk menjaga bahan-bahan agar tetap fresh.
- Daging burger (bahan pembuat burger)
Produk ini akan dibuat setiap hari sekali dengan tujuan untuk menjaga
agar bahan tetap terasa segar dan nikmat.
- Sayur-sayuran dan bawang bombay (bahan pembuat burger)
Sayur-sayuran tidak membutuhkan inventory dengan tujuan untuk
menjaga agar bahan ini tetap fresh
- Mayonnaise dan saos tomat dan sambal (bahan pembuat burger)
Produk ini akan disimpan di truck, karena bahan ini dapat bertahan cukup
lama maka bahan ini akan dibeli setiap minggu/ hingga stok telah habis
- Buah-buahan (bahan pembuat jus)

Untuk menjaga agar tetap fresh , buah-buahan akan disimpan dimesin


pendingin
Susu, gula, es batu (bahan pembuat jus)
Bahan ini akan disimpan pada penyimpanan yang terletak di truck, karena
bahan ini mampu bertahan dalam waktu yang cukup lama maka
perencanaan pada inventory akan disimpan selama satu minggu/ hingga
stok habis.
Bahan Kentang goreng
Bahan ini akan disimpan di freezer, karena bahan ini dapat bertahan cukup
lama maka bahan akan di beli setiap maks. 2-3 hari/hingga stok telah
habis.

Output
- Finished product
Big Burger
Setelah mengalami proses, maka akan menghasilkan produk akhir yaitu
Big Burger yang akan di kemas dengan pembungkus kertas lalu siap
untuk diberikan kepada konsumen.

Kentang goreng
Setelah mengalami proses penggorengan bahan ini akan menghasilkan
kentang goring dengan dibungkus menggunakan kertas pembungkus

Jus Buah
Setelah proses pemblenderan dan campuran air dan gula maka akan
menghasilkan produk sebagai berikut dengan menggunakan cup gelas
plastik berukuran 14 oz