Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MENGENAL PENYAKIT PARU OBSTUKSI KRONIS (PPOK)

OLEH :
ALIYA RAMA DONA
14200003

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
MENGENAL PENYAKIT PARU OBSTUKSI KRONIS (PPOK)

1. Topik

: Perawatan PPOK

2. Sub topik

:
1.
2.
3.
4.

Pengertian PPOK
Penyebab PPOK
Tanda dan gejala PPOK
Faktor Diet untuk pasien PPOK (Tujuan, Prinsip,
Syarat

3. Waktu

: Pukul 09.00 s.d 09.30 WIB

4. Tujuan
Umum

: Setelah di berikan pendidikan kesehatan selama


1x30 menit, keluarga Pasien dapat memahami tentang
PPOK dan cara perawatannya di rumah.

Khusus
a.
b.
c.
d.

Keluarga mampu menyebutkan kembali pengertian PPOK


Keluarga mampu menyebutkan kembali penyebab PPOK
Keluarga mampu menyebutkan kembali tanda dan gejala PPOK
Keluarga mampu mendemontrasikan cara perawatan PPOK di
rumah.

5.

Isi materi

: Terlampir

6.

Metoda

: Ceramah, diskusi dan demonstrasi.

7.

Media

: Lembar balik (terlampir) Leaflet

8.

Referensi

: Corwin J Elizabeth. 2001. Patofisiologi. EGC:

Jakarta.
9.

Kegiatan penyuluhan :

No

Waktu

2 menit

Tahapan
Kegiatan
Pembukaan
o Perkenalan

2
3

5
6

Pelaksanaan
5 menit o Penyampaian
materi
5 menit o Demonstrasi
cara perawatan
PPOK
dirumah

Kegiatan
Penyuluh
Sasaran
Mengucapkan
Menjawab
salam
salam
Memperkenalka Memperhatika
n diri
n
Menjelaskan

Memperhatika
Menjelaskan
n
cara perawatan
penderita PPOK Memperhatika
dirumah
n
dan
demonstrasi
5 menit o Redemonstrasi Menilai
keterampilan
perawatan
Mempraktekan
PPOK
di peserta
cara perawatan
rumah
5 menit o Tanya jawab
Bertanya
PPOK
di
Menjawab
rumah
3 menit Penutup
Menutup acara Menjawab
dengan
Bertanya
mengucapkan
Menjawab
salam
salam

10.Evaluasi
1) Apakah Keluarga mampu menyebutkan kembali pengertian
PPOK?
2) Apakah Keluarga mampu menyebutkan kembali penyebab
PPOK?
3) Apakah Keluarga mampu menyebutkan kembali tanda dan
gejala PPOK?
4) Apakah Keluarga mampu mendemontrasikan cara perawatan
PPOK di rumah.?

Refrensi
Price, Sylvia. (2005). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.
Jakarta: EGC.
Achjar, K.A. 2010. Aplikasi Praktis Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta :
Sagung Seto.
Ali. 2006. Pengantar Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC.
Hanania & Sharafkhaneh. 2011. COPD: A Guide ti Diagnsis and Clinical
Management. New York: Springer.
Harmoko. (2012 ). Asuhan Keperawatan Keluarga. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.
Makhfudli & Effendi, F. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan
Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Mansjoer, Arief. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Cetakan III.. Jakarta: Medis
Aesculapius.
Setiadi. (2008). Konsep & Proses Keperawatan Keluarga. Jakarta : EGC.
Sharma, Anita. 2010. COPD in Primary Care. United Kingdom: Radcliffe
Publishing.
Sudiharto. (2007). Asuhan
Keperawatan

Keperawatan

Keluarga

Transkultural. Jakarta: EGC.

dengan

Pendekatan

Lampiran :
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS
A. Definisi PPOK
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) adalah penyakit konstruktif saluran
nafas kronis dan progresif yang dikarakteristikkan oleh adanya keterbatasan
aliran udara yang bersifat irreversibel, yang disebabkan oleh bronkitis kronis
dan atau ephysema, atau keduanya. Yang menyebabkan gangguan pertukaran
antara oksigen dengan karbondioksida, sehingga persuasi oksigen ke dalam
jaringan menjadi menurun.
B. Penyebab PPOK
a. Genetik (bronkitis dan atau emphysema)
b. Usia dan jenis kelamin
c. Merokok (perokok aktif maupun pasif yang terlalu lama dan sering
menghirup asap rokok)
d. Pekerjaan yang beresiko menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan
e. Polusi udara
f. Infeksi

C. Faktor Diet untuk pasien PPOK (Tujuan, Prinsip, Syarat)


1. Tujuan Diet
Meningkatkan asupan makan secara bertahap dan memberikan
makanan sesuai dengan kondisi serta kemampuan pasien sampai 80%
selama 3 hari.
Menigkatkan status gizi pasien hingga normal secara bertahap.
2. Prinsip Diet
Tinggi Energi Tinggi Lemak
3. Syarat Diet

Energi diberikan cukup sebesar 1900 kkal

Protein diberikan sedikit yaitu 50 gr (10%)


Lemak diberikan tinggi sebesar 89 g (40%) *penyakit PPOK, dan

keluhan pasien sesak


Karbohidrat diberikan cukup sebesar 250 gr (50 %)
Rute = Oral
Bentuk = Nasi Lunak
Frekuensi Pemberian = 3x makan utama, 2x snack
Pemesanan Diet = LLC 1900 Kkal

D. Kebutuhan Gizi Pasien


Energi = 1900 kkal
Karbohidrat = 237,5 gr
Protein = 47,5 gr
Lemak = 84,4 gr

E. Makanan yang dianjurkan dan dibatasi


1.
2.
3.
4.

Cukup karbohidrat, nasi (5 sdm) atau roti (3 potong)


Cukup makanan tinggi serat (seperti kedelai)
Protein sedang (seperti ikan, telur, ayam, kacang-kacangan)
Tinggi lemak (lemak sehat) seperti kacang-kacangan, telur, alpukat, ikan

5.
6.
7.
8.

salmon (tinggi omega 3)


Vitamin D cukup, seperti ikan tuna
Air cukup
Porsi kecil padat kalori
Menghindari makanan yang digoreng, panas, dingin untuk menghindari

batuk
9. Istirahat sebelum dan sesudah makan, serta makan dengan pelan dan
perlahan
10. Minum obat 1 jam sebelum/sesudah, untuk menghindari mual