Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN
1. Identitas
Nama

: An. Y

Jenis kelamin

: Laki-laki

Usia

: 2 tahun 2 bulan

Alamat

: Kampung Guling Munding Cibanteng Sukaresmi

Cianjur
No Rekam Medik

: 5803***

Dirawat

: Kenanga, Kelas 3

MRS

: 27-05-2013

2. Anamnesa
Alloanamnesa dengan Ibu pasien
Keluhan Utama

: benjolan di kantung kemaluan

kanan
Riwayat Penyakit Sekarang

: benjolan dikantung kemaluan kanan

sebesar bola kasti, sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit benjolan tidak
dapat dimasukan, benjolan timbul dari lipat paha kanan dan 3 bulan ini
turun ke

kantung kemaluan kanan, nyeri (-) anak rewel, muntah (-),

demam (-). bak dan bab lancar, kentut (+),
Riwayat Penyakit Dahulu

: awalnya benjolan timbul sejak 8

bulan yang lalu di lipat paha kanan, lama kelamaan benjolan semakin
membesar dan membuat kantung kemaluan membesar, nyeri (-) karena
anak sering memainkan benjolannya, benjolan masih dapat dimasukan
kembali.
Riwayat penyakit keluarga

: tidak ada yang menderita penyakit

yang sama

1

Riwayat Pengobatan
Riwayat alergi
Riwayat Imunisasi
3. Pemeriksaan Fisik
Kesadaran Umum
Kesadaran
Gizi
Tanda Vital

Kepala
Hidung
Telinga
Mulut
Hidung
Leher
Thorax

: Belum diobati
: tidak ada alergi
: menurut ibu Os. Imunisasi lengkap
: Baik
: Kompos Mentis
: BB = 12 kg
:
Nadi
: 100 x/menit
RR
: 30 x/menit
Suhu
: 37,4 oC
: Normochepal
: diameter pupil 2mm/2mm, reflex pupil +/+ isokor,

konjungtiva tidak anemis -/-, sclera tidak ikterik -/-.
: Normotia, tidak ada deformitas, secret -/-, darah -/: tidak pucat, tidak tampak adanya lesi
: Normotia, secret (-) bewarna jernih, darah -.
: Pembesaran KGB -, Pembesaran tyroid :
Paru-paru
:
 Inspeksi
: Normochest, pergerakan dada simetris,


tidak ada luka bekas operasi
Palpasi
: vocal fremitus sama kanan dan kiri
Perkusi
: sonor kedua lapang paru
Auskultasi
: vesicular (+/+), tidak ada suara tambahan,
ronkhi -/-, wheezing -/-

Jantung

:

Bunyi jantung 1 dan 2 murni regular, murmur -, gallops -.
Abdomen

:

Inspeksi

: perut datar, tidak hiperemis, luka

bekas operasi - .
Palpasi

: nyeri tekan (- ) di empat kuadran

abdomen ; tidak teraba pembesaran hepar,ginjal dan spleen
Perkusi
: timpani di ke empat kuadran

abdomen
Auskultasi

: bising usus +

2

EKSTREMITAS Atas dan Bawah : akral hangat, refill capillary < 2 detik,
edema (-/-), sianosis (-/-)

4. Status Lokalis
Regio a/r ingunal dextra
 Inspeksi
: tampak benjolan di inguinal dextra dan scrotum,

tidak tampak hiperemis,
Palpasi
: teraba benjolan
inguinal dextra, sebesar bola
kasti dengan diameter ±6cm,
nyeri tekan (-), benjolan tidak
dapat

dimasukan

kembali,

benjolan ditekan anak menangis,
konsistensi kenyal, testis teraba,

kulit teraba hangat, kelenjar getah bening inguinal tidak membesar.
Auskulatasi : bising usus (+)
Pemeriksaan transiluminasi (-)

5. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Hasil

Nilai Normal

Satuan

Hemaglobin

12.9

13.5 – 17.5

g/dL

Hematokrit

48.4

37 – 47

%

3

5 9-14 fL MPV 9.7 1. Pertama kali benjolan timbul sejak 8 bulan sebelum masuk Rs di lipat paha kanan.4 80 – 94 fL MCH 25.Eritrosit 5. MRS dengan benjolan dikantung kemaluan kanan sebesar bola kasti. Status lokalis Tampak benjolan di lipat paha dan scrotum 4 .8 10 – 15 fL PDW 10.8 – 7.4 oc.0 27 – 31 Pg MCHC 33.16 4.4 10^6/µL Leukosit 16. Status generalis dalam batas normal.1 1. Resume An. pernafasan 30 x/menit.1 8 – 12 fL LYM % 59. lama kelamaan benjolan semakin membesar dan membuat kantung kemaluan membesar.1 0 – 1.6 26 – 36 % MXD % 0.6 10^3/µL Differential Absolut 6.43 10^3/µL MDX# 0.9 4.8 10^3/µL Trombosit 381 150 – 450 10^3/µL MCV 74. Pemeriksaan tanda-tanda vital nadi 100 x/menit. nyeri (-) karena anak sering memainkan benjolannya.2 – 5. Suhu 37. sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit benjolan tidak dapat dimasukan.6 33 – 37 % RDW-SD 43. benjolan dapat dimasukan kembali. 2 tahun 2 Bulan. Laki-laki.8 40 – 70 % LYM # 10.6 0 – 11 % NEU % 39.8 – 10. benjolan timbul dari lipat paha kanan dan 3 bulan ini turun ke kantung kemaluan kanan.2 10^3/µL NEU# 6.00 – 1.

900 µL 7. tidak tampak hiperemis. benjolan tidak dapat dimasukan kembali. sebesar bola kasti dengan diameter ±6cm. Pemeriksaan laboratorium Leukosit 16. konsistensi kenyal. Diagnosis banding :  Hernia scrotalis dextra irreponible  Hernia inguinalis dextra irreponible  Hidrokel Diagnosis kerja :  Hernia scrotalis dextra irreponible 8. Pemeriksaan transiluminasi (-). Prognosis Quad Vitam : Ad Bonam Quad Functionam : Ad Bonam 5 . testis teraba. teraba benjolan inguinal dan scrotum dextra. kulit teraba hangat. Penatalaksanaan Operatif : Herniotomi 9. Auskulatasi bising usus (+).dextra .

jika prosesus vaginalis masih tetap ada. Gubernakulum berjalan melewati dinding abdominal pada area yang nantinya akan menjadi kanalis inguinalis. Untuk mengetahui etiologi hernia maka perlu memahami embriologi. terutama pada anak-anak. testis umumnya terletak di peritoneal. Prosesus vaginalis umumnya menutup. sisa-sisa prosesus vaginalis menempel pada testis sehingga disebut tunika vaginalis. Pada laki-laki. Insidensi tetap terbukanya prosesus vaginalis adalah sebanyak 60% pada usia 2 bulan dan 40% pada umur 2 tahun. maka dapat terjadi hidrokel dan hernia indirek. Prosesus vaginalis adalah evaginasi divertikular peritoneum yang membentuk bagian ventral berhadapan dengan gubernakulum secara bilateral dan melewati dinding abdomen bersama gubernakulum. menjadi ligamentum rotundum. terutama bagian inguinal untuk menentukan penatalaksanaan yang tepat. strukturstruktur ini turun ke skrotum ketika gubernakulum berkontraksi. ovarium turun ke pelvis dan menuju aspek inferior gubernakulum. Jika prosesus vaginalis masih terbuka pada wanita.BAB II TINJAUAN PUSTAKA HERNIA 2. yang melewati lingkaran interna dan menuju labia major. Pada perempuan.1 Anatomi Dan Fisiologi EMBRIOLOGI INGUINAL Hernia mungkin dapat disebabkan oleh faktor kongenital. dan dengan prosesus vaginalis. Pada laki-laki. maka akan memanjang menuju labia mayora sehingga disebut canal of Nuck. sehingga menghilangkan perpanjangan kavitas peritoneum melewati lingkaran interna. 6 . Ligamentum gubernakulum turun pada kedua sisi abdomen dari polus inferior gonad ke permukaan internal labium-skrotal.

Kulit Garis-garis lipatan kulit alami berjalan konstan dan hampir horizontal di sekitar tubuh. Lapisan luar. Lapisan dalam. Panniculus adiposus (fascia camperi): berhubungan dengan lemak superficial yang meliputi bagian tubuh lain dan mungkin sangat tebal. Fascia superficialis.Proses Desensus testis Struktur Dinding Anterior Abdomen Lapisan-lapisan dinding abdomen terdiri dari (luar ke dalam): 1. Secara klinis hal ini penting karena insisi sepanjang garis lipatan ini akan sembuh dengan sedikit jaringan parut sedangkan insisi yang menyilang garis-garis ini akan sembuh dengan jaringan parut yang menonjol 2. stratum membranosum berjalan di depan paha dan 7 . terdiri dari fascia camperi dan fascia scarpae. Di bagian inferior. a. Stratum membranosum (fascia scarpae): stratum membranosum tipis dan menghilang di sisi lateral dan atas. b.

dibentuk oleh dua lapisan: superfisial dan profunda menjadi aponeurosis obliquus externus. b. Serabut tendo yang terbawah bersatu 8 . 3. muskulus obliquus internus abdominis. Ligamentum inguinale (Poupart) merupakan penebalan bagian bawah aponeurosis muskulus obliqus eksternus. Bersama dengan aponeurosis otot obliqus internus dan transversus abdominis. Serabut tendon yang terbawah bergabung dengan serabut-serabut yang sama dari muskulus transversus abdominis membentuk conjoined tendon. antara lain: muskulus obliquus externus abdominis. Muskulus obliquus internus abdominis Merupakan lembaran otot yang lebar dan tipis yang terletak di profunda muskulus obliquus externus abdominis. muskulus transversus abdominis. Aponeurosis obliqus eksternus menjadi batas superfisial dari kanalis inguinalis. Lakunare (Gimbernati) merupakan paling bawah dari ligamentum inguinale dan dibentuk dari serabut tendon obliqus eksternus yang berasal dari daerah Sias. Otot dinding anterior abdomen: a. Muskulus transversus abdominis Merupakan lembaran otot yang tipis dan terletak di profunda muskulus obliquus internus abdominis dan serabut-serabutnya berjalan horizontal ke depan. Otot dinding anterior abdomen. c. Terletak mulai dari SIAS sampai ke ramus superior tulang pubis. Ligamentum inguinal terletak dari spina iliaca anterior superior ke tuberculum pubicum.di sini bersatu dengan fascia profunda pada satu jari di bawah ligamentum inguinale. Musculus obliquus externus abdominis Merupakan lembaran otot yang lebar dan tipis. mereka membentuk sarung rektus dan akhirnya linea alba.

Seperti pada gambar dibawah ini 9 . satu terletak sedikit sebelum yang lainnya. 4. 5. ia keluar dari tendon otot transversalis pada bagian dalam dari spermatic cord dan berikatan ke linea semulunaris. Lemak extraperitoneal Merupakan selapis tipis jaringan ikat yang mengandung lemak dalam jumlah yang bervariasi dan terletak diantara fascia transversalis dan peritoneum parietale. Fascia transversalis digambarkan oleh Cooper memiliki 2 lapisan:Fascia transversalis dapat dibagi menjadi dua bagian. Ligamentum Cooper terletak pada bagian belakang ramus pubis dan dibentuk oleh ramus pubis dan fascia. Ligamentum Cooper adalah titik fiksasi yang penting dalam metode perbaika laparoscopic sebagaimana pada titik McVay.dengan serabut tendo yang sama dari muskulus obliquus internus abdominis membentuk conjoined tendon. bagian dalam lebih tipis dari bagian luar. 6. Peritoneum parietale Merupakan membrana serosa tipis (pelapis dinding abdomen) dan melanjutkan diri ke bawah dengan peritoneum parietale yang melapisi rongga pelvis. Fascia transversalis merupakan lapisan fascia tipis yang membatasi muskulus transversus abdominis.

Lapisan-lapisan dinding abdomen Saraf-saraf dinding anterior abdomen:  Ramus anterior enam nervus thorakal bagian bawah. Saraf-saraf ini berakhir dengan menembus dinding anterior vagina muskuli recti abdominis. otot-otot (termasuk muskulus rectus abdominis dan muskulus pyramidalis).  Nervus lumbalis 1. dan peritoneum parietale. Punya perjalanan yang sama namun tidak masuk ke vagina muskuli recti abdominis. 10 . Saraf ini berbentuk sebagai nervus iliohypogastricus yang menembus aponeurosis muskulus obliquus externus abdominis di atas anulus inguinalis superficialis dan nervus ilioinguinalis yang keluar dari anulus ini. Saraf tersebut menyarafi kulit dinding anterior abdomen. Berjalan di dalam celah antara muskulus obliquus internus abdominis dan muskulus transversus abdominis.

Mendarahi bagian tengah bawah dinding abdomen anterior dan beranastomosis dengan arteria epigastika superior.  Arteri circumflexa profunda: merupakan cabang arteria iliaca externa tepat diatas ligamentum inguinale. Mendarahi bagian tengah atas dinding anterior abdomen dan beranastomosis dengan arteria epigastrika inferior  Arteri epigastrika inferior: merupakan cabang arteria iliaca externa tepat diatas ligamentum inguinale.  Dua arteri intercostales posterior bagian bawah merupakan cabang aorta descendens dan empat arteri lumbales yang berasal dari aorta abdominalis. Vena dinding anterior abdomen:  Vena epigastrika superior  Vena epigastrika inferior mengalirkan darah ke vena thoracica  Vena circumflexa ilium profunda interna dan vena iliaca externa  Vena intercostales posterior mengalirkan darah ke vena azygos  Vena lumbales mengalirkan darah ke vena cava inferior 11 . Mendarahi bagian lateral bawah dinding abdomen. Mendarahi bagian lateral dinding abdomen.Saraf-saraf ini berakhir dengan menyarafi kulit tepat di atas ligamentum inguinale dan symphisis pubica Arteriae dinding anterior abdomen:  Arteri epigastrika superior: merupakan salah satu cabang terminal arteri thoracica interna.

dan arteri spermatika 12 . Kanalis inguinalis mengandung korda spermatika pada pria dan ligamentum rotundum pada wanita. Korda spermatika mengandung beberapa struktur termasuk fasia spermatika superfisial (berasal dari fasia Scarpa dan fasia Camper). Kanal ini terletak secara oblik diantara lingkaran inguinal dalam atau interna. dan lingkaran inguinal superfisial atau eksterna yang berasal dari aponeurosis oblikus eksterna. yang berasal dari fasia transversalis. Gambar Isi Korda Spermatika Korda spermatika berjalan lingkaran interna melewati kanalis inguinalis dan keluar menuju lingkaran eksterna untuk bergabung dengan testis di dalam skrotum. lapisan muskulus kremaster sirkumferens (bersala dari muskulus oblikus internus). fasia spermatika eksterna (berasal dari muskulus oblikus eksternus).CANALIS INGUINALIS Terdapat beberapa struktur di dalam kanalis inguinalis.

dan cabang genital dari nervus genitofemoralis. dan di bagian inferior oleh ligament lakunar dan inguinal. vas deferens dan arteri vas deferens. Di anterior kanalis inguinalis terikat oleh aponeurosis oblikus eksternus. maka perioteneum dan isi dari kavitas abdomen dapat mengalami herniasi. Jika terjadi defek pada dinding ini. Gambar Kanalis Inguinalis Kanalis inguinalis dapat dibagi berdasarkan batasannya. Fungsi canalis inguinalis. nervus ilioinguinal. di superior oleh oblikus internus dan muskulus aponeurosis abdominis transversus. fasia spermatika interna (berasal dari fasia transversalis). pada laki-laki. arteri spermatika interna atau arteri testikular yang berasal dari aorta. memungkinkan strukturstruktur yang terdapat di dalam funiculus spermaticus berjalan dari 13 .eksterna atau arteri kremaster. pleksus vena pampiniforme yang berasal dari vena testicular dan berjalan menuju vena kava di sebelah kanan dan vena renalis di sebelah kiri. Dinding inferiormya dibentuk oleh fasia transversalis. tepat di sebelah inferior arteri renalis. dan serat simpatis dari pleksus hipogastrikus.

secara alamiah orang cenderung dalam posisi jongkok. Atap mungkin menekan isi canalis inguinalis ke arah dasar sehingga sebenarnya canalis inguinalis menutup. serabut-serabut paling bawah muskulus obliquus internus abdominis dan muskulus transversus abdominis yang melengkung berkontraksi sehingga atap yang melengkung menjadi datar dan turun mendekati lantai. dan permukaan anterior tungkai atas mendekati permukaan anterior dinding abdomen. selubung rektus di bagian medial. Bila diperlukan mengedan dengan kuat. Pada perempuan. Dinding anterior canalis inguinalis diperkuat oleh serabutserabut muskulus obliquus internus abdominis tepat di depan anulus inguinalis profundus 2. dan partus).atau ke testis menuju abdomen dan sebaliknya. Tata letak canalis inguinalis untuk mengatasi kelemahan ini: 1. articulatio coxae fleksi. Pada waktu batuk dan mengedan (miksi. 4. Dengan cara ini. dan pembuluh darah epigastrik inferior pada sisi superior. seperti pada defekasi dan partus. Dinding posterior canalis inguinalis diperkuat oleh conjoined tendon tepat di belakang anulus inguinalis superficialis 3. Hernia direk terjadi jika ada penonjolan terhadap dinding kanalis inguinalis pada segitiga Hasselbach (medial 14 . canalis inguinalis yang lebih kecil memungkinkan ligamentum teres uteri berjalan dari uterus menuju ke labium majus. bagian bawah dinding anterior abdomen dilindungi oleh tungkai atas. defekasi. Adanya canalis inguinalis pada bagian bawah dinding anterior abdomen pada laki-laki dan perempuan merupakan suatu tempat lemah. SEGITIGA HASSELBACH Segitiga Hasselbach dibentuk oleh ligamen inguinal pada sisi lateral.

Batas kranioventral dibentuk oleh ligamentum inguinalis. tempat v. Femoralis. Kantung hernia indirek umumnya ditemukan pada aspek anteromedial korda spermatika. 15 . Kantung hernianya keluar kanal bersamaan dengan korda spermatika melewati lingkaran externa menuju ke skrotum. Safena magna bermuara di dalam v.sampai inferior pembuluh darah epigastrik). dorsal dari ligamentum inguinalis. Keadaan anatomi ini sering mengakibatkan hernia femoralis. Sehingga. kaudodorsal oleh pinggir os pubis dari ligamentum iliopektinaele (ligamentum Cooper). hernia direk adalah penonjolan peritoneum melewati fasia transversalis (berdekatan dengan korda spermatika). Femoralis dan disebelah medial oleh ligamentum lakunare Gimbernati. Foramen ini sempit dan dibatasi oleh tepi yang keras dan tajam. KANALIS FEMORALIS Kanalis femoralis terletak medial dari v. Gambar Segitiga Hasselbach. Femoralis di dalam lakuna varosum. Hernia femoralis keluar melalui lakuna vasorum kaudal dari ligamentum inguinale. sebelah lateral oleh v.

kanalis 16 . yang disebut hernia akreta. Sedangkan bila tidak bisa direposisi disebut ireponibel. gluteal. yaitu masuknya testis dari abdomen ke scrotum melalui canalis inguinalis. dll. Definisi Hernia Hernia berasal dari kata latin yang berarti rupture. Hernia adalah benjolan / organ (massa) dari rongga abdomen yang melewati dinding abdomen / perut yang lemah (locus minoris resistensi) dan diselimuti oleh peritoneum.2. Karena testis kiri turun lebih dahulu daripada kanan. Bedasarkan letaknya bisa disebut hernia inguinal. femoral. Berikut adalah klasifikasi dari hernia : 1. obturator (jarang). Hernia merupakan penonjolan rongga abdomen melalui defek atau bagian yang lemah dinding abdomen. insisional (sering) dan hernia epigastrik. Menurut Waktu A. maka disebut hernia inkarserata. Bila terjadi gangguan pada pasase usus yang terjepit hernia yang ireponibel. sehingga terjadi penarikan peritoneum ke daerah scrotum. maka kanalis inguinalis kanan lebih sering terbuka. hernia terbagi atas hernia kongenital dan akuisita. Kongenital Kanalis inguinalis normal pada fetus : Pada bulan ke-8 kehamilan terjadi desensus testis.2. Dari sifatnya dikenal hernia reponibel dan ireponibel.3. kantong hernia dan isi hernia. Biasanya hernia ireponibel disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peritoneum kantong hernia. Pada bayi yang sudah lahir akan mengalami obliterasi sehingga isi perut tidak dapa masuk melalui kanal. Klasifikasi Berdasarkan terjadinya. Pada keadaan normal. 2. dan terjadi penonjolan (prosesus vaginalis peritonei). Sementara bila hernia tersebut mengakibatkan gangguan vaskularisasi maka disebut hernia strangulata. Tidak ada keluhan nyeri atau tanda sumbatan usus. umbilical. lumbal. Hernia terdiri dari tiga bagian cincing hernia. Reponibel bila isi kantung bisa direposisi kembali bila berbaring atau didorong dengan tangan.

Ini biasanya disebabkan oleh pelekatan isi kantong kepada peritoneum kantong hernia. ascites) yang akan mendorong isi hernia ke annulus inguinalis internus  Kelemahan dinding otot perut yang disebabkan oleh usia. Hernia reponible: bila isi hernia dapat keluar masuk. Menurut sifatnya A. Hernia ireponible: bila isi kantong tidak dapat direposisi kembali ke dalam rongga perut. D.inguinalis menutup pada usia 2 tahun. masuk ketika berbaring atau bila didorong masuk perut. konstipasi. Hernia umbilikalis 3. C. Hernia inkarserata: hernia ireponibel yang disertai gangguan pasasse. atau kerusakan n. illioinguinalis dan n. B. Hernia inguinalis B. Bila prosesus terbuka terus (tidak mengalami obliterasi) menyebabkan terjadinya hernia inguinalis lateralis kongenital. hipertrofi prostat. Hernia femoralis C. Keluar saat berdiri atau mengedan. B. illiofemoralis setelah appendiktomi 2. Acquired / didapat Disebabkan oleh :  Adanya prosesuss vaginalis yang terbuka  Adanya annulus inguinalis inetrnus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui kantong dan isi hernia  Dapat juga disebabkan oleh peninggian tekanan intraabdomen yang kronik (batuk kronik. Menurut lokasi/letaknya A. Hernia strangulasi: hernia ireponibel yang disertai gangguan vaskularisasi. 17 .

Di medial bawah di batasi oleh annulus inguinalis eksternus. Apabila hernia ini berlanjut. Atapnya ialah aponeurosis otot oblikus eksternus abdominis dan di dasarnya didapat ligamentum inguinale.2. dan menghilang saat berbaring. mengangkat benda berat atau mengedan. Nyeri yang disertai mual atau muntah. Patomekanisme Hernia Kanalis inguinalis di batasi kraniolateral oleh anulus inguinalis internus yang merupakan bagian terbuka dari facia transversalis dan aponeurosis otot transversus abdominis. bagian terbuka dari apneurosis otot oblikus eksternus abdominis.4. Keluhan nyeri jarang dijumpai. bersin.5. bila ada biasanya dirasakan di daerah epigastrium atau para umbilical berupa nyeri visceral karena regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus masuk ke dalam kantong hernia. Pada hernia reponibel keluhan satu-satunya adalah adanya benjolan di lipat paha yang muncul waktu berdiri. Kanalis inguinalis berisi funikulus spermatikus pada laki-laki dan ligamentum rotundum pada perempuan. kalau ada biasanya dirasakan di daerah epigastrium atau paraumbilikal berupa nyeri visceral karena regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus 18 .6. 2. afflatus dan tidak BAB baru timbul kalau terjadi inkarserasi karena ileus atau strangulasi karena nekrosis atau gangren. batuk. Pasien sering mengatakan sebagai turun berok. menonjol keluar dari anulus inguinalis eksternus. Gejala Klinis Gejala dan tanda klinis hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi hernia. bersin. tonjolan akan sampai ke scrotum sehingga di sebut hernia scrotalis. dan menghilang waktu berbaring. atau mengedan. Keluhan nyeri jarang dijumpai. 2. batuk. Pada hernia reponibel keluhan satu-satunya adalah adanya benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri. Diagnosis Gejala dan tanda klinis hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi hernia. Hernia kemudian masuk ke dalam kanalis ingunalis dan jika cukup panjang. Hernia inguinalis indirek disebut juga hernia ingunalis lateralis karena keluar dari rongga peritoneum melalui anulus inguinalis internus yang terletak lateral dari pembuluh epigastrika inferior. burut atau kelingsir.

hernia dapat dibagi menjadi : 1. Hernia inguinalis medialis (direk) Disebut direk karena menonjol langsung ke depan melalui trigonum hasselbach. Disebut medialis karena tidak keluar melalui kanlis inguinalis dan tidak ke scrotum. Diagnosis pasti hernia umumnya sudah bisa dilakukan dengan pemeriksaan klinis yang teliti. 19 . Pada inspeksi. Oleh karena itu hernia ini umumnya bilateral. Kalau kantong hernia berisi organ.masuk ke dalam kantong. berarti hernia inguinalis medialis. Perlu diperhatikan keadaan asimetri pada kedua sisi lipat paha. diraba konsistensinya. skrotum atau labia dalam posisi berdiri dan berbaring. Bila hernia dapat direposisi. Tipe ini hampir selalu disebabkan oleh faktor peninggian tekanan intraabdomen kronik dan kelemahan otot dinding di trigonum hasselbach. kalau ujung jari menyentuh hernia berarti hernia inguinalis lateral. sementara jika bagian sisi jari yang menyentuh. Jarang bahkan hampir tidak pernah terjadi inkarserata dan strangulata (hanya 0. Nyeri yang disertai mual dan muntah baru muncul kalau terjadi inkarserata karena ileus atau strangulasi karena nekrosis. dilakukan saat ada benjolan hernia. Pada palpasi. Kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funikulus spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong yang memberikan sensasi gesekan dua kain sutera. Lebih sering pada pria usia tua.3% mengalami komplikasi). pasien diminta mengedan. Hernia inguinalis medialis memiliki leher yang lebar. omentum (seperti karet) atau ovarium. palpasi mungkin meraba usus. saat pasien diminta mengedan dalam posisi berdiri dapat dilihat hernia inguinalis lateralis muncul sebagai penonjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah. Berdasarkan anatomi. sulit direposisi dengan penekanan jari tangan. Disebut tanda sarung tangan sutera. dan dicoba mendorong apakah dapat direposisi. Pasien lalu diminta mengedan atau batuk sehingga adanya benjolan yang asimetri dapat dilihat. waktu jari masih berada di annulus internus.

Pasien lalu diminta mengedan atau batuk sehingga adanya benjolan yang asimetri dapat dilihat. 2. Kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funikulus spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong 20 . diraba konsistensinya. secara khas mengakibatkan benjolan kedepan. pasien diminta mengedan. Pada inspeksi. kalau ujung jari menyentuh hernia berarti hernia inguinalis lateral. Banyak terjadi pada usia muda. dan dicoba mendorong apakah dapat direposisi. tidak turun ke skrotum. berarti hernia inguinalis medialis.Hernia direk tidak dikontrol oleh tekanan pada annulus internus. Perlu diperhatikan keadaan asimetri pada kedua sisi lipat paha. Pada palpasi. sementara jika bagian sisi jari yang menyentuh. sementara tipe medialis biasanya bulat. Pada anak sering akibat belum menutupnya prosesus vaginalis peritoneum sebagai akibat proses penurunan testis. mungkin seperti leher yang sempit. Tonjolan pada tipe lateralis biasanya lonjong. Bila hernia dapat direposisi. waktu jari masih berada di annulus internus. Hernia indirek dikontrol oleh tekanan annulus internus sehingga seringkali turun ke dalam skrotum. Tidak seperti hernia medialis yang langsung menonjol di trigonum hasselbach. 3% kasus mengalami komplikasi strangulata. dilakukan saat ada benjolan hernia. Hernia inguinalis lateralis Tipe ini disebut juga indirek karena keluar melalui dua pintu yaitu annulus dan kanalis inguinalis. saat pasien diminta mengedan dalam posisi berdiri dapat dilihat hernia inguinalis lateralis muncul sebagai penonjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah. skrotum atau labia dalam posisi berdiri dan berbaring. Hernia indirek ini bisa dimasukkan dengan tekanan jari di sekitar annulus eksternus (bila tidak ada inkarserata).

Disebut tanda sarung tangan sutera.  Bila impuls disamping jari Hernia Inguinnalis Medialis. atau pasien diminta berbaring. 2. Dimasukkan lewat skrotum melalui anulus eksternus ke kanal inguinal. pasien dapat disuruh mengejan dengan menutup mulut dalam keadaan berdiri. Bila benjolan tidak tampak. omentum (seperti karet) atau ovarium. 2. Bila hernia maka akan tampak benjolan. 3. Diagnosis hernia dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik. Kalau kantong hernia berisi organ. Pemeriksaan penunjang 21 . Pemeriksaan Finger Test : 1.6. gejala klinis maupun pemeriksaan khusus. bernafas dengan mulut untuk mengurangi tekanan intraabdominal. Penderita disuruh batuk:  Bila impuls diujung jari berarti Hernia Inguinalis Lateralis. palpasi mungkin meraba usus. Menggunakan jari ke 2 atau jari ke 5.yang memberikan sensasi gesekan dua kain sutera.

tangan kanan mendorongnya ke arah cincin hernia dengan sedikit tekanan perlahan yang tetap sampai terjadi reposisi. Reposisi dilakukan secara bimanual. Ada 4 tipe pembagian reduction of hernia en masse:  Retropubic  Intra abdominal  Pre peritoneal  Pre peritoneal locule 2. kadar kreatinin yang tinggi akibat muntah-muntah dan menjadi dehidrasi. Ultrasonografi dapat digunakan untuk membedakan adanya massa pada lipat paha atau dinding abdomen dan juga membedakan penyebab pembengkakan testis. BUN. Tangan kiri memegang isi hernia dan membentuk corong. Pemeriksaan Radiologis Pemeriksaan radiologis tidak diperlukan pada pemeriksaan rutin hernia. 2. Pada pemeriksaan radiologis kadang terdapat suatu yang tidak biasa terjadi. yaitu adanya suatu gambaran massa.  Tes Urinalisis untuk menyingkirkan adanya masalah dari traktus genitourinarius yang menyebabkan nyeri lipat paha.  Elektrolit. Adalah suatu keadaan dimana berpindahnya secara spontan kantong hernia beserta isinya ke rongga extraperitoneal. Pada anak-anak reposisi spontan lebih sering terjadi dan gangguan vitalitas lebih jarang dibanding orang dewasa. Gambaran ini dikenal dengan Spontaneous Reduction of Hernia En Masse.1. Hal ini disebabkan cincin hernia yang 22 . Tatalaksana Pengobatan konservatif terbatas pada tindakan melakukan reposisi dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Laboratorium Untuk mendukung kearah adanya strangulasi.7. sebagai berikut:  Leukocytosis dengan shift to the left yang menandakan strangulasi.

Kantong hernia dijahit ikat setinggi mungkin lalu dipotong. Pemakaian penyangga hanya bertujuan menahan hernia yang telah direposisi dan tidak pernah menyembuhkan. operasi segera. tumor. kemudian direposisi. dan menjahitkan 23 . Bila tidak berhasil. Hernioplasti lebih penting dalam mencegah terjadinya residif. dan lain-lain). Yang penting diperhatikan untuk memperoleh keberhasilan terapi maka factor-faktor yang meningkatkan tekanan intra abdomen juga harus dicari dan diperbaiki. Misalnya batuk kronis. sehingga harus dipakai seumur hidup.lebih elastis pada anak-anak. Dikenal berbagai metode hernioplasti seperti memperkecil annulus inguinalis internus dengan jahitan terputus. menutup dan memperkuat fasia transversa. Herniotomi adalah membebaskan kantong hernia sampai ke lehernya. prostat. Ini tidak dianjurkan karena merusak kulit dan tonus otot di daerah yang tertekan sedangkan strangulasi tetap mengancam. Prinsip dasar operasi terdiri dari herniotomi dan hernioplasti. anak disiapkan operasi hari berikutnya. Indikasi operasi sudah ada sejak diagnosa ditegakkan. Hernioplasti ialah melakukan tindakan memperkecil annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding posterior kanalis inguinalis. Bila usaha reposisi ini berhasil. ascites. Langkah operatif adalah pengobatan satu-satunya yang rasional. Dan defek yang ada direkonstruksi. kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan. Reposisi dilakukan dengan menidurkan anak dengan pemberian sedative dan kompres es di atas hernia.

oblikus internus abdominis ke ligamentum cooper menurut McVay. misalnya sudah terjadi komplikasi. Pada cincin hernia yang lebih besar dari 2cm. m. Hernia ini terdapat pada kira-kira 20% bayi dan angka ini lebih tinggi lagi pada bayi prematur. transverses abdominis. Cincin hernia dicari dan dipotong. dapat melalui operasi terbuka maupun operasi laparoskopi yang memberikan nyeri minimal dan pemulihan yang cepat pasca operasi dibandingkan dengan operasi terbuka 24 . Bila vital direposisi. tanpa menjahit otot-otot ke inguinal. oblikus internus abdominis dan m. Bila cincin hernia kurang dari 2 bulan diameternya. prinsipnya sama dengan yang elektif. biasanya ketika bayi menangis. Kelemahan teknik Bassini dan teknik variasi lain adalah adanya regangan berlebihan dari otot-otot yang dijahit. Hernia umbilikalis merupakan penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilikus. Pada dewasa terapi hernia umbilikalis hanya dengan pembedahan. caranya defek ditutup dengan mesh. 2.8. Karena itu dipopulerkan metode penggunaan prosthesis mesh untuk memperkuat fasia transversalis yang menjadi dasar kanalis inguinalis. transverses internus abdominis (conjoint tendon) ke ligamentum inguinale poupart menurut Bassini. jarange terjadi regresi spontan dan sukar diperoleh penutupan dengan tindakan konservatif. paling sering berisi omentum. bisa juga terisi usus halus atau usus besar akibat peningkatan tekanan intraabdomen. Usus halus dinilai apakah vital atau tidak. kadang cincin baru menutup ketika umur 1 tahun. m. Pada bedah darurat. bila tidak dilakukan reseksi dan anastomosis. Jenis Hernia 1) Hernia umbilikalis Hernia kongenital pada umbilikus yang hanya tetutup peritoneum dan kulit akibat penutupan yang inkomplet dan tidak adanya fasia umbilikalis.pertemuan antara m. umumnya regresi spontan akan terjadi sebelum bayi berumur enam bulan. atau menjahitkan fasia transversa.

jenis insisi. Isi hernia terdiri atas penonjolan jaringan lemak preperitoneal dengan atau tanpa kantong peritoneum. Penatalaksanaan berupa pengelolaan konsevatif menggunakan alat penyangga atau korset khusus yang dapat digunakan sementara. jarang terjadi di tepi kaudalnya. 3) Hernia epigastrika Disebut juga hernia linca alba adalah hernia yang keluar melalui defek di linea alba antara umbilikus dan prosesus xiphoideus. Terapi operatif berupa herniotomi dan hernioplasti. mual. USG abdomen atau CT-scan abdomen perlu dilakukan untuk menunjang diagnosis terutama pada pasien gemuk. 5) Hernia lumbalis 25 . Faktor predisposisi hernia sikatriks adalah infeksi luka operasi. Yang merupakan penonjolan peritoneum melalui bekas luka operasi yang baru maupun lama. 4) Hernia ventralis Nama umum dari hernia insisional dan hernia sikatriks. Sekitar 10% luka operasi menimbulkan hernia insisional. Terapi bedah berupa reposisi isi hernia dan penutupan defek di linea alba. muntah mirip keluhan pada kelainan kandung empedu. tukak peptikum. distensi usus pasca bedah atau batuk.pankreatitis atau hernia hiatus esofagus.2) Hernia paraumbilikalis Hernia yang melalui suatu celah di garis tengah di tepi kranial umbilikuus. Penutupan secara spontan jarang terjadi sehingga umumnya diperlukan tindakan operasi untuk koreksi. teknik penutupan luka operasi yang kurang baik. obesitas. Pasien sering mengeluh perut kurang enak. dehisensi luka. Pada pemeriksaan abdomen teraba massa tidak nyeri bila ditekan.

Kebanyakan hernia spigelian kecil (diameter 1-2 cm). Hernia di kedua trigonum ini jarang dijumpai. Pasien sering datang dengan nyeri lokal di area tanpa tonjolan karena hernia terletak dibawah aponeurosis m. Hernia yang berisi divertikulum meckel. Kanal ini ditutupi oleh membran di tusuk oleh n. 6) Hernia littre Jarang dijumpai. Tatalaksanan dengan herniotomi dan hernioplasti. juga dilakukan dengan eksisi divertikulum meckel. 7) Hernia spiegheli Hernia spigelian melalui ligamen spigelian. Pada pemeriksaan fisik tampak dan teraba benjolan di pinggang di tepi bawah tulang rusuk XII. 8) Hernia obturatoria Kanal obturatorium dibentuk oleh tulang kemaluan dan ischium.Di daerah lumbal antara iga XII dan krista iliaka. dianggap sebagai hernia sebagian dinding usus halus.yang terdiri dari lapisan aponeurotic antara otot rektus media dan semilunaris lateral. Obturatorius melemahnya membran ini dapat mengakibatkan pembesaran kanal dan pembentukan kantung hernia. Penatalaksanannya disamping herniotomi dan hernioplasti.oblikus. ada dua buah trigonum masing-masing trigonum kosto-limbalis superior berbentuk segitiga terbalik dan trigonum kostolumbalis inferior atau trigonum ilioluumbalis berbentuk segitiga. USG dan CT-Scan abdomen berguna untuk menetapkan diagnosis.Pasien datang dengan adanya kompressi saraf obturatorius yang menyebabkan nyeri pada aspek medial 26 . Hampir semua hernia spigelian terjadi dibawah garis arkuata.

paha(tanda howship. 9) Hernia perinealis Tonjolan hernia pada perineum melalui otot dan fasia. Tatalaksana dengan herniotomi dan hernioplasti dengan mesh. 10) Hernia pantalon Kombinasi hernia inguinalis lateralis dan medialis pada 2 sisi. Tatalaksana operatif dianjurkan melakukan pendekatan transabdominal dengan melakukan perbaikan fasia dan otot perineal secara adekuat. Hernia keluar melalui dasar panggul yanng terdiri atas otot levator anus dan otot sakrokoksigeus. disuria disertai gejala obstruksi usus. lewat defek dasar panggul. dapat meuncul dengan gejala nyeri. BAB III ANALISA 27 .romberg). Gejala klinis berupa benjolan di perineum yang dapat dimasukan kembali. Hampir setengah hernia obturatorius datang dengan obstruksi usus lengkap atau parsial.

ini dapat terjadi kalau isi terlalu besar. kurang elastis atau kaku. Dapat pula terjadi isi hernia tercekik oleh cincin hernia sehingga terjadi strangulasi yang menimbulkan gejala obstruksi sederhana. 3% kasus mengalami komplikasi strangulata. Tonjolan pada tipe lateralis biasanya lonjong. Isi hernia dapat tertahan dalam kantong hernia pada kasus ireponibel. Tidak seperti hernia medialis yang langsung menonjol di trigonum hasselbach. mungkin seperti leher yang sempit. Sumbatan dapat terjadi parsial atau total seperti pada hernia richter. karena untuk menjegah komplikasi. Hernia indirek dikontrol oleh tekanan annulus internus sehingga seringkali turun ke dalam skrotum.2. Kantong hernia dijahit ikat setinggi mungkin lalu dipotong. Dasar diagnose Hernia inguinalis lateralis tipe ini disebut juga indirek karena keluar melalui dua pintu yaitu annulus dan kanalis inguinalis. sementara tipe medialis biasanya bulat.3. Jepitan cincin hernia akan menyebabkan gangguan perfusi ke jaringan isi hernia. Dalam kasus ini tidak ada gejala klinis. Sehingga diperlukan tindakan operatif dengan tujuan membebaskan kantong hernia sampai ke lehernya.1. 3. kemudian direposisi.3. Timbulnya udem mengakibatkan jepitan semakin bertmbah 28 . sering terjadi jepitan parsial. atau terjadi perlekatan. Pada permulaan terjadi bendungan vena sehingga terjadi udem organ atau struktur di dalam hernia. Banyak terjadi pada usia muda. menjadi hernia yang mengganggu passase dan vaskularisasi. Turunnya hernia ke scrotum di sebut hernia scrotalis. kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan. Alasan rencana penatalksanaan Rencana penatalaksanaan yaitu dengan herniotomi. Pada anak sering akibat belum menutupnya prosesus vaginalis peritoneum sebagai akibat proses penurunan testis. Hernia indirek ini bisa dimasukkan dengan tekanan jari di sekitar annulus eksternus (bila tidak ada inkarserata). Bila cincin hernia sempit. Komplikasi Komplilkasi hernia bergantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia. 3.

fistel. bisa terjadi perforasi yang menimbulkan abses lokal. 29 . hingga peritonitis. Akibatnya jaringan isi akan nekrosis dan hernia akan berisi cairan transudat serosanguinis.sehingga suplai darah terhambat. Bila isi jaringan adalah usus.

Dalam hal ini hernia strangulate merupakan kegawatdaruratan dan butuh penanganan segera. Bila telah strangulasi. Pada pemeriksaan local ditemukan benjolan yang tidak dapat dimasukkan kembali disertai nyeri tekan dan dapat ditemukan tanda peritonitis atau abses local.Gambaran klinis hernia inkarserata yang mengandung usus dimulai dengan gambaran obstruksi usus dengan gangguan keseimbangan cairan. elektrolit dan asam basa. DAFTAR PUSTAKA 30 . bisa terjadi toksik akibat gangrene dan gambaran menjadi sangat serius. Penderita akan mengeluh nyeri hebat di tempat hernia dan akan menetap karena rangsang peroitoneal.

Schwartz’s Principles of Surgery. Jeffrey A. Hernias And Abdominal Wall Defects. 31 . Eighth edition. F Charles. 2001. New York.Brunicardi. Schwartz dan harold ellis. 1997. Michael J. Inguinal Hernias. Zinner. 2005. Springer. New York. Abdominal Operations. Surgery Basic Science and Clinical Evidence. seymour I. Norton. Mc Graw-Hill.