Anda di halaman 1dari 20

Pengantar Redaksi
Penanggungjawab
Edy Tri Baskoro
Pemimpin Redaksi
Teuku Ramli Zakaria
Redaksi Eksekutif
Richardus Eko Indrajit
Djemari Mardapi
Moehammad Aman Wirakartakusumah
Weinata Sairin
Redaksi Pelaksana
Bambang Suryadi
Penyunting/Editor
Mungin Eddy Wibowo
Zaki Baridwan
Djaali
Furqon
Gunawan Indrayanto
F. A. Moeloek
Jamaris Jamna
Desain Grafis & Fotografer
Arief Rifai Dwiyanto
Djuandi
Ibar Warsita

P

embaca yang budiman. Segala puji dan syukur milik Allah SWT.
Hanya dengan petunjuk dan pertolongan-Nya kami dapat
menghadirkan Buletin BSNP edisi kedua tahun 2014 ke tangan
pembaca tepat waktu. Pada edisi kedua ini, kami menyajikan hasil
Ujian Nasional SMA sederajat, SMK, dan SMP sederajat. Secara
nasional tingkat kelulusan UN SMA sederajat adalah 99.52, turun
0.01 dibanding tahun lalu dan tingkat kelulusan UN SMK adalah
99.90, turun 0.04 dibanding tahun lalu. Sedangkan untuk UN SMP
sederajat mengalami kenaikan dari 99.56 pada tahun 2013 menjadi
99.94. Dalam edisi kedua ini kami juga menyajikan dua artikel,
yaitu kesiapan madrasah dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 dan
pengembangan sikap dalam implementasi Kurikulum 2013. Resensi
buku tentang referensi yuridis Kurikulum 2013 serta kegiatan BSNP
tahun 2014 yang kami sajikan dalam bentuk foto atau gambar.
Selamat membaca.

Daftar Isi
3-5

6-7
8-11
12-15

Sekretaris Redaksi
Ning Karningsih
Alamat:
BADAN STANDAR NASIONAL
PENDIDIKAN

Gedung D Lantai 2,
Mandikdasmen
Jl. RS. Fatmawati, Cipete
Jakarta Selatan
Telp. (021) 7668590
Fax. (021) 7668591
Email: info@bsnp-indonesia.org
Website: http://www.bsnp-indonesia.org

2

16-20

Kesiapan Guru-guru Madrasah dalam
Mengimplementasikan Standar Penilaian
Pendidikan untuk Kurikulum 2013 di Jakarta
Selatan (Bagian Kedua)
Resensi Buku
Referensi Yuridis (Peraturan
Perundang-Undangan) Kurikulum 2013
Pengembangan Sikap Spiritual dan Sikap
Sosial pada Siswa dalam Implementasi
Kurikulum 2013

Berita BSNP:
- Hasil UN SMA Sederajat
- Ucapan Selamat
- Hasil UN SMP Sederajat,
Kelulusan Nasional 99.94
- Implementasi Kurikulum 2013
Distribusi Buku Teks Pelajaran Paling
Lambat 1 Juli
Lensa BSNP

Keterangan Gambar Cover
Siswa SMP Negeri 1 Malang bergegas pulang dengan penuh
keceriaan setelah mengikuti Ujian Nasional tahun 2014 (Foto
atas). Edy Tri Baskoro Ketua BSNP (tengah) dan anggota BSNP
berpose bersama tim ahli standar sarana dan prasarana (Foto
bawah).

Vol. IX/No. 2/Juni 2014

KESIAPAN GURU-GURU MADRASAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN UNTUK KURIKULUM 2013 DI JAKARTA SELATAN1 (Bagian Kedua) Bambang Suryadi2 P Pengantar ada bagian pertama tulisan ini. Vol. Artinya.. ulangan harian. Dalam hal ini. tujuan. Bentuk-ben­ tuk penilaian meliputi penilaian otentik. sedangkan 60 guru (36%) menyatakan tidak tahu dan 43 guru (26%) mengatakan penilaian yang digunakan menggunakan pendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN). Penge­ tahuan guru-guru madrasah yang menjadi responden penelitian ini dipaparkan dalam Tabel 1 di bawah. ulang­ an. Oleh sebab itu guru-guru mesti memiliki kemampuan dan keterampilan tentang cara melakukan penilaian pendidikan sesuai dengan standar penilaian seba­ gaimana ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 tahun 2013 (selanjutnya dise­ but Permendikbud 66/2013) seba­ gai perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pen­didikan. telah dijelaskan latar belakang. hasil a. ulangan harian. hasil penelitian ini me­ nunjukkan bahwa hanya 64 guru (38%) yang mengetahui bahwa penilaian dilakukan dengan pendekatan PAK. Lebih lanjut dalam Permendikbud 66/2013 tersebut dinyatakan bahwa penilaian pendidikan merupakan pro­ ses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. dan ujian mutu tingkat kompetensi. dan hasil penelitian. Dalam Permendikbud 66/2013 ter­ sebut disebutkan bahwa pendekatan penilaian yang digunakan dalam Kuri­kulum 2013 ada­ lah Penilaian Acuan Kriteria (PAK). Yang mengherankan. penilaian pendidikan me­ miliki peranan yang sangat signifikan dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. ulangan. ulangan tengah se­mes­ter. Hasil pene­ litian yang dipaparkan pada bagian pertama dari laporanini masih terbatas pada Ke­ siapan guru madrasah dalam meng­ imple­mentasikan Kurikulum 2013 Bagian kedua ini memapatkan penelitian yang terkait dengan . penilaian berbasis portofolio. penilaian diri. 2 Staf Profesional BSNP dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkanb ahwa 108 guru (65%) sudah mengetahui dan 59 guru (35%) belum mengetahui. Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. penilaian berbasis por­ tofolio. me­ tode. sepertiga lebih dari guru-guru madrasah belum mengetahui Permendikbud 66/2013. IX/No. ulangan akhir se­mester. yaitu ben­tuk penilaian otentik. ulang­ an tengah semester. Ketika responden ditanya tentang Per­ mendikbud 66/2013 tersebut. pemahaman guru-guru madrasah tentang PAK dan PAN masih rancu dalam kaitannya dengan Kurikulum 2013. hasil penelitian 1 Disampaikan dalam Seminar Nasional Evaluasi Pendidikan: “Implementasi Standar Penilaian dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013”. penilaian diri. ujian tingkat kompetensi. Dalam konteks ini. Sabtu.. ulangan akhir. dan ulang­ an akhir semester. ada tujuh ben­ tuk penilaian yang telah di­ ketahui dengan baik oleh mayoritas res­pon­ den. 8 Maret 2014. 2/Juni 2014 3 . Kesiapan Guru Madrasah dalam implementasi Standar Penilaian Penilaian pendidikan merupakan subsistem pendidikan nasional. Data pada Tabel 1 di bawah me­nun­jukkan bahwa dari sembilan ben­ tuk pe­­ nilaian yang terkait dengan imple­men­tasi Kurikulum2013. Artinya. hasil penelitian menunjukkan bahwa 95 guru (57%) pernah mengikuti pelatihan dan sisanya 72 guru (43%) belum pernah mengikuti pelatihan. Rendahnya penge­ tahuan guru-guru madrasah tentang Per­ mendikbud 66/2013 selaras dengan rendahnya pelatihan penilaian pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013.

untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan Deskripsi sikap. sedangkan sisanya sebanyak 72 (43%) belum mengetahui. ada dua teknik penilaian yang perlu ditingkatkan mengingat kurang dari delapan puluh persen guru-guru yang mengetahuinya. sedangkan sisa­ nya sebanyak 69 (41%) dari guru-gu­ ru madra­ sah belum mengetahui. Agar penilaian disederhanakan tan­ pa . Pengetahuan Guru Madrasah tentang Bentuk-Bentuk Penilaian No Bentuk Penilaian Tahu 1 2 3 Penilaian Otentik Penilaian Diri Penilaian Berbasis Portofolio Ulangan Ulangan Harian Ulangan Tengah Semester Ulangan Akhir Semester Ujian Tingkat Kompetensi (UTK) Ujian Mutu Tingkat Kompetensi (UMTK) 117 (70%) 135 (81%) 134 (80%) Tidak Tahu 50 (30%) 33 (20%) 33 (20%) 153 (92%) 154 (92%) 153 (92%) 14 (8%) 13 (8%) 14 (8%) 153 (92%) 95 (57%) 14 (8%) 72 (43%) 76 (46%) 91 (54%) 4 5 6 7 8 9 Data tersebut juga me­ nun­ jukkan bahwa penge­ tahuan guru-guru madrasah tentang UTK dan UMTK masih rendah. Teknik Penilaian untuk Kompetensi Sikap. Lebih dari separuh atau 91 guru (54%) belum mengetahui UMTK dan hanya 76 (46%) yang sudah mengetahui UMTK. 2. Dalam hal ini.Tabel 1. dan kom­­ petensi keterampilan. sebanyak 98 (59%) dari guru-guru madrasah sudah mengetahui cara membuat laporan pe­nilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan. pengetahuan. sikap spiritual. kecuali pada teknik penilaian dengan jurnal. ke­ terampilan. Bentuk Laporan Penilaian Bentuk Laporan Penilaian Tahu Nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi. Penge­tahuan mereka untuk membuat laporan penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial malah lebih rendah lagi. yaitu teknik penilaian dengan projek dan penilaian portofolio. kompetensi pengetahuan. 1. Selain itu. hasil penelitian dipaparkan pada Tabel 3 berikut ini. Standar penilaian perlu disosiali­ sa­ sikan kepada setiap guru mata pelajaran. untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial 98 (59%) Tidak Tahu 69 (41%) 93 (56%) 75 (44%) Berdasarkan data pada Tabel 3 di atas. dan sikap sosial masih rendah. Masing-­ masing kompetensi memiliki teknik pe­ ni­­ laian tersendiri. dimana hanya 93 (56%) yang mengetahui dan sisanya 74 (44%) tidak mengetahui cara membuat laporan penilaian untuk kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. dan Kompetensi Keterampilan No 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 Teknik Penilaian Kompetensi Sikap Teknik Penilaian Tahu Tidak Tahu Observasi 139 (83%) 28 (17%) Penilaian diri 139 (83%) 28 (17%) Penilaian “teman 134 (80%) 33 (20%) sejawat”(peer evaluation) oleh peserta didik Jurnal 95 (57%) 72 (43%) Teknik Penilaian Pengetahuan Tes tulis 155 (93%) 12 (7%) Tes lisan 154 (92%) 13 (8%) Penugasan 154 (92%) 13 (8%) Teknik Penilaian Keterampilan Tes praktik 148 (89%) 19 (11%) Projek 122 (73%) 45 (27%) Penilaian Portofolio 130 (78%) 37 (22%) Vol. penilaian dilakukan terhadap tiga jenis kompetensi. Dalam hal ini baru 95 guru (57%) yang mengetahui UTK dan masih ada 72 guru(43%) yang belum mengetahui. Dari pertanyaan terbuka terhadap res­ ponden. dapat dipahami bahwa penge­ tahuan guruguru madrasah untuk membuat laporan pe­ nilaian untuk kom­ petensi pengetahuan. No 1 2 Tabel 3. Selain itu. ada beberapa komentar atau usulan yang perlu dicatat terkait dengan teknik pe­ nilaian sebagai berikut. 2/Juni 2014 Berdasarkan data pada Tabel 2 di atas. Kompetensi Pengetahuan. IX/No. dapat dipahami bahwa sebagian be­ sar guru madrasah yang men­ jadi res­ pon­ den penelitian ini telah memiliki penge­ tahuan dan keterampilan tentang teknik me­ lakukan penilaian untuk kompetensi sikap. dan keterampilan. Dalam hal ini hanya 95 (57%) dari guru-guru madrasah yang sudah mengetahui teknik penilaian jurnal. Hasil penelitian ten­ tang kesiapan guru madrasah dalam meng­­­implementasikan teknik penilaian tersebut dipaparkan pada Tabel 2 berikut ini: Tabel 2. pada teknik penilaian keterampilan. yaitu kompetensi sikap. Terkait dengan kesediaan guru-guru ma­ drasah dalam membuat laporan hasil penilaian oleh pendidik. berdasarkan Permendikbud 66/2013.

Guru harus komit dalam melakukan ke­ giatan pembelajaran dan penilaian sesuai dengan perencanaan yang tertulis dalam RPP 4. dan ulangan akhir semester. disarankan supaya Pemerintah memberikan pelatihan pe­nilaian pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum 2013. pengetahuan. Jangan lebih sulit dari kurikulum se­ be­ lumnya dalam pelaksanaan peni­­laian. Kesiapan Guru Da­ lam Mengimplementasikan Pem­belajaran Berdasarkan Kurikulum 2013 di SMK. (Edisi Revisi). Peraturan Menteri Pendidikan dan Ke­ bu­ dayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Ku­ rikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Sampai saat ini. Alasan Madrasah belum menerapkan Kurikulum 2013.mengu­rangi tujuan penilaian itu sendiri. 2/Juni 2014 5 . kecuali tek­nik penilaian jurnal untuk penilaian kompetensi sikap. namun sepertiga lebih dari mereka belum mengikuti pelatihan implementasi Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil penelitian ini. 2014. Dalam kurikulum2013 ter­ la­ lu banyak lembar penilaian. Prosiding Konferensi Ilmiah Nasional. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Penilaian dalam kuriklum 2013 su­ paya dibuat lebih praktis dan se­derhana. l Vol. Peraturan Menteri Pendidikan dan Ke­ budayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan. 5. pengtahuan mereka masih relatif kurang. keterampilan. dan sisanya mengatakan sama saja dengan KTSP dan tidak tahu tentang Kurikulum 2013. 355-363. dan sikap spiritual dan sikap sosial. hal. Minimnya penge­ tahuan mereka tentang standar penilaian ini diikuti dengan minimnya pelatihan yang mereka ikuti tentang penilaian pembelajaran untuk Kurikulum 2013. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan di atas. Terkait dengan bentuk-bentuk penilaian. Hayat. IX/No. Pengetahuan guru-guru madrasah tentang teknik penilaian untuk kom­ petensi sikap.Nanik. penilaian berbasis porto­folio. Bahrul. Suharsimi (Dasar-Dasar Eva­luasi Pendidikan. Namun pengetahuan mereka tentang ujian tingkat kompetensi (UTK) dan ujian mutu tingkat kompetensi (UMTK) masing rendah. Rendahnya ke­ siapan ini diperkuat dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa meskipun mayoritas guru-guru madra­ sah telah mengikuti sosialisasi Kurikulum 2013. ulangan. Separuh lebih dari guruguru madrasah yang berpandangan bahwa Kurikulum 2013 lebih baik daripada KTSP. 2010. dan kete­rampilan sudah bagus untuk masing-masing teknik penilaian. disarankan supaya Pemerintah melakukan sosialisasi dan pelatihan implementasi Kurikulum 2013 secara menyeluruh kepada guru-guru madrasah. dapat ditarik sim­ pulan sebagai berikut: Kesiapan guru-guru madrasah da­ lam implementasi Kurikulum 2013 masih relatif rendah. Jakarta: Bumi Aksara. PeraturanMenteri Pendidikan dan Ke­ bu­ dayaan Republik Indonesia No­ mor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Ku­rikulum Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah. Wa­ wancara pribadi. Estidarsani. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasio­ nal Pendidikan sebagaimana te­ lah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. mayorita guru-guru madra­ sah mengetahui bentuk penilaian oten­ tik. Himpunan Eva­ luasi Pendidikan Indonesia (HEPI) di Manado. 20-21 September 2013. sedangkan sepertiga lagi mengatakan tidak tahu dan yang lainnya mengatakan bahwa pendekatan yang digunakan adalah Penilaian Acuan Norma (PAN). sebagian besar guru madrasah belum menerima buku pegangan guru dan buku teks pelajaran bagi siswa. 12 Februari 2013 di Jakarta. ulangan tengah semester. Hanya sepertiga lebih sedikit dari guruguru madarasah yang mengetahui pen­dekatan penilaian yang dilakukan ada­lah menggunakan Penilaian Acuan Krite­ ria (PAK). Pengetahuan guru-guru madrasah tentang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan relatif masih kurang. pada hari Rabu. ulangan harian. Sebagian besar guru-guru madrasah masih belum mengtahui bentuk laporan hasil penilaian untuk kompetensi penge­ tahuan. penilaian diri. Berdasarkan hasil penelitian ini.

maupun teknis di lapangan. dasar hukum perubahan Vol. mulai dari alasan perubahan kuri­ kulum. Menurut Ramon Mohandas per­ jalanan K-13 mulai dari tahap persiapan sam­pai dengan tahap implementasi ta­ hun pertama (2013). Standard driven reform memiliki payung hukum dalam bentuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 ten­ tang Standar Nasional Pendidikan. Dengan kata lain. Sementara Kementerian Pen­ di­ dikan dan Kebudayaan merupakan kementerian yang melakukan curricula driven reform melalui Kurikulum 2013 yang lebih sering dikenal dengan istilah K-13. 6 Namun demikian. Pertanyaan yang muncul sangat bera­ gam. Sulit untuk dina­fikan bahwa sebuah kebijakan stra­ tegis. Ja­rang sekali kebijakan strategis yang men­ dapat dukungan seratus persen dari masyarakat.Resensi Buku Referensi Yuridis (Peraturan Perundang-Undangan) Kurikulum 2013 Oleh Bambang Suryadi1 Judul : Referensi Yuridis (Peraturan Perundang-Undangan) Kurikulum 2013 Penyunting : Weinata Sairin Jumlah halaman : 758 halaman Penerbit : Yrama Widya Bandung Tahun Penerbitan: Maret 2014 D alam dunia pendidikan ada dua pendekatan untuk meningkatkan mutu pendidikan. banyak sekali per­ tanyaan yang diajukan masyarakat umum maupun guru-guru sebagai pela­­ku utama implementasi kurikulum. di negara manapun. Dengan demikian. pedagodis. ke­ dua pendekatan di atas telah diim­ plementasikan di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pen­ didikan nasional. Ramon Mohandas Kepala Pusat Kuri­kulum dan Perbukuan (Puskurbuk) dalam kata sambutannya mengakui ada­ nya kendala-kendala implementasi K-13. implementasi K-13 masih menghadapi beberapa ken­ dala baik pada tataran filosofis. masyarakat masih belum menerima sepenuhnya imple­ mentati K-13 tersebut. . 2/Juni 2014 1 Dosen Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Staf Profesional BSNP. IX/No. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai lembaga yang inde­pen­ den dan profesional memiliki wewenang mengembangkan standar dan memantau implementasi standar nasional pendi­ dikan. selalu me­ nimbulkan sikap pro dan kontra. Pertama me­ lalui standard driven reform (reformasi standar) dan kedua melalui curricula driven reform (reformasi kurikulum).

Weinata Sairin anggota BSNP me­ mahami kondisi tersebut di atas dan memberikan solusi konkrit dengan me­ lakukan kompilasi dan menerbitkan buku Referensi Yuridis (Peraturan Per­undang-Undangan) Kurikulum 2013. 65 Tahun 2013 tentang Stadnar Pro­ses Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun kita tidak boleh berhenti memberikan penjelasan dan pemahaman tentang K-13. pembaca dapat memahami lebih dalam Kurikulum 2013. Permendikbud No. Salah satu faktor penyebab mun­ culnya sikap pro dan kontra terhadap K-13 adalah terbatasnya referensi dan informasi yang menjadi landasan yuridis K-13. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendikbud No. Permendikbud No. IX/No. konvensi hasil ujian nasional tingkat na­sional tahun 2013. 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Me­ nengah. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara detail seluk beluk K-13 tersebut. Sebagai masyarat pembelajar se­ panjang hayat. Permendikbud No. l Vol. bagaimana im­ plementasi. 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struk­ tur Kurikulum Sekolah Menengah Keju­ ruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Ali­ yah. 2/Juni 2014 7 .Resensi Buku Weinata Sairin (kanan) menyerahkan Buku Referensi Yuridis Kurikulum 2013 kepada Edy Tri Baskoro Ketua BSNP di ruang rapat BSNP di Jakarta kurikulum. 67 Tahun2013 ten­ tang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibti­daiyah. buku teks pelajaran berbasis Kurikulum 2013. Per­ men­ dikbud yang dimuat dalam buku ini adalah Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum. Permendikbud No. 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Stanawiyah. kita perlu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya ter­ hadap penerbitan buku ini sebagai usaha nyata dan konkrit untuk membantu Pemerintah dalam menyebarluaskan informasi mengenai Kurikulum 2013. sampai yang berkaitan dengan proses pembelajaran. sehingga im­ plementasinya di lapangan tetap terjaga sesuai dengan Naskah Kurikulum itu sendiri. Per­ mendikbud No. dan lokakarya nasional integrasi UN-SNMPTN. dan Permendikbud No. Buku ini juga dilengkapi dengan lampiran tentang naskah akademik pe­ ngembangan kurikulum. rekomendasi loka­ karya. Buku ini memuat Naskah Kuri­ kulum 2013 dilengkapi berbagai do­ kumen pendukung agar secara teks­ tual. Buku ini memuat dua Peraturan Pemerintah (PP) tentang Standar Nasional Pendidikan dan sembilan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Kondisi seperti ini sangat disayangkan. Buku setebal 758 ini sangat kom­ prehensif dan diharapkan dapat men­ jawab sebagian pertanyaan yang menge­muka di masyarakat maupun di kalangan pelaku pendidikan.

Meminjam istilah teori Multi­ ple Intelligence. sebagai potensi insani Vol.Pengembangan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial pada Siswa dalam Implementasi Kurikulum 2013 Teuku Ramli Zakaria. mulai tahun pelajaran 2013/2014. Kurikulum 2013 menempatkan si­ kap spiritual pada urutan pertama dari Kom­ petensi Inti dan sikap sosial pada urutan kedua. dan bernegara. serta dalam kehidupan bermasyarakat. MA. semua guru pada semua jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah perlu memberi per­ hatian pada upaya penanaman nilai dan pengembangan sikap spiritual dan si­ kap sosial. B. KI II (Sikap Sosial) 3. KI II pengembangan Kecerdasan Interpersonal siswa. berbangsa. mengembangkan ke­ cerdasan ranah kognitif. diharapkan nilainilai agama dan nilai-nilai sosial yang di­ pelajari oleh siswa di sekolah tidak hanya dihafal dan pahami. Mulai tahun pelajaran 2014/2015. dan norma hukum yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. IX/No. kuri­ 1 Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan 8 kulum ini akan diimplementasikan seca­ ra menyeluruh. Haki­ kat pendidikan adalah upaya untuk mem­ percepat dan mengoptimalkan pertum­ buhan dan perkembangan kecerdasankecerdasan tersebut. dalam rangka pembentukan karakter siswa sebagai generasi muda. KI I (Sikap Spiritual) 2. mengembangkan ke­ cerdasan ranah psokomotorik. dan kemampuan berpikir. KI III (Pengetahuan) 4. mengembangkan kecerdasan ranah afektif. urutan tugas profesional guru: per­tama mengajar. Hal ini juga dapat dimaknai.. KI IV (Keterampilan) KI I sasarannya adalah pengembangan sikap spiritual. berbangsa. pada semua satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. KI I pengembangan Kecer­ dasan Intrapersonal siswa. yakni sikap yang berkaitan dengan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dapat dimaknai bahwa kurikulum ini sangat memberi pe­ nekanan pada pengembangan karakter dan kepribadian siswa.D1 K A. dan KI IV pengembangan Kecerdasan Kenestetika. bahwa pengembangan sikap spiritual dan sikap sikap sosial harus men­ dasari pengembangan pengetahuan dan keterampilan pada siswa. Dengan pengembangan sikap spiritual dan sikap social ini. dan ketiga melatih. Konsekuensi dari kebijakan ini. Kurikulum ini mulai diimplementasikan pada sejumlah sekolah. KI IV sasarannya adalah pengembangan ke­ te­­ ram­­ pilan. sehingga akan mendatangkan kebaikan yang nyata dalam kehidupan pribadinya. KI II sasarannya adalah pengembangan sikap sosial. KI III pengembangan Kecerdasan In­ telektual siswa. wa­ wasan. 2/Juni 2014 . yakni sikap yang berkaitan dengan nilai moral. 1. KI III sasarannya adalah pengembangan pengetahuan. Pendahuluan urikulum 2013 mengembangkan Kom­ petensi Dasar (KD) semua ma­ ta pelajaran berdasarkan pada 4 Kompetensi Inti (KI) sebagai berikut. Tugas Profesional Guru Menurut Kurikulum 2013 Merunut taksonomi tujuan pendidikan yang dikembangkan Bloom dan kawankawan. Ph. kedua mendidik. tetapi harus dapat membangun karakter dan kepribadian siswa. etika. dan bernegara. harus dapat diimplementasikan da­ lam kehidupan sehari-hari. sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kecerdasan-ke­ cer­dasan tersebut merupakan potensi in­ sani yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya.

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang memiliki fitrah untuk percaya dan bertakwa ke­ pada Tuhan. dalam memberikan hukuman guru harus berupaya sedemikian rupa. Nilai dan sikap apakah yang perlu dikembangkan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas dan dalam pergaulan di sekolah? Menurut hemat penulis. Nilai dan sikap positif siswa terhadap guru. Nilai-nilai tertentu (spesific values) yang melekat pada misi mata pelajaran. moral. yakni nilai keimanan. Nilai dan Sikap yang Perlu Ditumbuh-kembangkan dalam Diri Siswa Seperti telah diuraikan di atas. Hal ini tidak berarti bahwa guru tidak boleh menghukum. dilandasai rasa kasih sayang. C. 1977). dengan menanamkan nilai-nilai po­ sitif berkaitan dengan keimanan dan ke­ takwaan. 2. yang dapat dipahami sebagai merendahkan harga diri atau martabat para siswa sebagai manusia. secara ringkas dapat diklasifikasi menjadi 5 kategori. urutan tugas profesional guru menurut Kurikulum 2013 dapat ditulis sebagai berikut. Mengajar adalah upaya mentransfer sejumlah penge­ tahuan. Kedua. Mengajar. semua guru mata pelajaran pada semua jenis dan jenjang satuan pendidikan dasar dan menengah. termasuk di dalamnya nilai-nilai Pancasila sebagai nilai-nilai luhur budaya bangsa. secara psikologis mereka akan cenderung mendengar dan menuruti nasehat-nasehatnya. Mendidik adalah upaya untuk mengem­ bangkan sikap spiritual dan sikap sosial siswa. dan mengembangkan kecer­ dasan intelektual siswa (domain kognitif tujuan pendidikan Bloom). dan nilai yang sesuai norma hukum yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Indonesia. bukan rasa benci Tuntas artinya. Nilai dan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu. dalam rangka mengem­ bangkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal siswa (domain afektif tujuan pendidikan Bloom). dapat mengajar dengan cara-cara yang menarik. namun harus bersifat edukatif dan tuntas. 1. IX/No. Edukatif artinya hukuman harus bersifat mendidik. warga masyarakat. 2. 1. Masing-masing kategori dari nilai dan sikap tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Guru dapat memberikan hukuman. etika. memberikan pemahaman konseptual.yang dimiliki oleh setiap insan. sebagai teladan dalam ke­ hidupan mereka. supaya para siswa memahami dan menyadari bahwa mereka memang bersalah. saling menyayangi. ada sebuah pertanyaan besar yang perlu dijawab. dan warga negara yang baik. learning through model­ ing (Bandura. antara lain dengan cara: guru harus me­ miliki integritas kepribadian yang baik. nilai dan sikap yang perlu dikembangkan oleh guru pada diri siswa. Kurikulum 2013 memberi penekanan pada ketiga dimensi tugas profesional guru tersebut di atas. menguasai materi dan kompetensi mata pelajaran dengan baik. guru perlu mengem­ bang­ kan nilai dan sikap positif siswa terhadap diri guru sendiri. ketakwaan. 2 dimensi tugas lainnya. Kunci bagi guru untuk menumbuh-kembangkan nilai dan sikap positif siswa terhadap diri guru sendiri. yaitu mendidik dan melatih agak terabaikan. banyak keluhan dalam masyarakat bahwa lulusan dunia pendidikan tidak memiliki kepribadian yang baik dan keterampilan yang mencukupi untuk menjalani ke­ hidupan di tengah-tengah masyarakat. saling membantu dan bekerja sama. Nilai dan sikap positif siswa terhadap mata pelajaran. manusia di­ ciptakan Tuhan juga sebagai makhluk yang memiliki fitrah untuk senantiasa hidup bermasyarakat. Kuncinya da­ Vol. yang harus saling menghormati. guru perlu mengembangkan nilai dan sikap positif terhadap mata pelajaran yang dibinanya. dan 3. banyak guru yang hanya memberi penekanan pada tugas mengajar. Berkaitan dengan hal ini. Pertama-tama. Dewasa ini. konsisten dalam perkataan dan perbuatan. sebagai berikut. Nilai-nilai umum (common-values). Melatih. 2/Juni 2014 9 . serta berkaitan etika dan mo­ ral dalam diri siswa. untuk dapat dilaksakan secara utuh oleh setiap guru. Agak ber­ beda dengan taksonomi Bloom. menjadikan guru se­ bagai role model. 5. dalam proses pembelajaran perlu mengembangkan nilai dan sikap positif pada siswa sebagai generasi muda untuk menjadi pribadi. 4. Akibatnya. Selain dari itu. Apabila siswa menghargai guru. dan tidak pernah melukai perasaan siswa dengan perkataan atau perbuatan. 3. Mendidik. Melatih adalah upaya mengembangkan kecakapan fisikal atau skill atau kecerdasan kenestetika siswa (domain psikomotorik tujuan pendidikan Bloom).

Lima strategi tersebut sebagai berikut. tidak dengan terpaksa. Pengembangan nilai dan sikap spiri­ tual serta sikap sosial ini menjadi tanggang jawab semua guru. dan bekerja keras dalam upaya pemenuhan ber­bagai kebutuhan. Dengan ganjaran ini. bukan ha­ nya tanggung jawab guru Pendidikan Agama dan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. untuk memperoleh ke­ baikan dalam kehidupan bersama. yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. moral. Ketiga. dan sebagainya. misalnya dengan menggunakan metode dan teknik yang bervariasi. menguasai materi dan kompetensi mata pelajaran dengan sangat baik. Nilai dan sikap negatif ini perlu diperbaiki oleh guru sejak awal dan sepanjang pertemuan dengan siswa dalam proses pembelajaran. dalam mata pelajaran matematika: ada nilai rasional. Hal ini merupakan kunci bagi kebehasilan upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah. nilai etika. Misalnya. nilai rasional. dan sebagainya. Vol. mereka akan tertarik terhadap mata pelajaran yang diajarkan. guru harus memiliki inte­ gritas kepribadian yang baik. nilai objetivitas. 1. ada nilai ilmiah. Apabila pengembangan nilai dan sikap siswa dalam tiga hal ini dapat dilakukan dengan baik: siswa akan menghargai dan menghormati guru.lam pengembangan sikap dan nilai posi­ tif siswa terhadap mata pelajaran: pa­ da awal pembelajaran. Kelima. nilai-nilai negatif secara perlahan akan semakin menipis. Sebaliknya. berkurang. menarik. hukum. Sebaliknya. dengan cara mengajar yang menarik. yang perlu diperhatikan dan diamalkan oleh siswa. dan akan tertarik terhadap proses pembelajarannya. dan tidak sukar untuk dipelajari. Dengan strategi ini. Strategi Menumbuhkembangkan Nilai dan Sikap Positif dalam Diri Siswa Ada lima strategi yang perlu di­ per­ hatikan dan digunakan oleh guru dalam menumbuh-kembangkan nilai dan sikap positif dalam siswa. 2. adat. Guru Menjadi Teladan (Role Model) Guru harus berusaha supaya diri da­ pat menjadi teladan bagi peserta didik. nilai-nilai kebaikan akan tumbuh dan menguat dalam diri siswa. guru harus beru­ paya memberikan pemahaman dan me­ numbuhkan keyakinan pada siswa bahwa mata pelajaran yang dibinanya penting bagi mereka. Guru harus berusaha supaya dirinya menjadi orang yang pastas digugu dan ditiru. guru perlu mengin­ ter­ nali­ sasikan nilai dan mengembangkan sikap siswa yang berhubungan dengan nilai-nilai tertentu (spesific values) yang melekat pada masing-masing mata pelajaran. Keempat. Dalam mata pelajaran sains. misalnya mate­ matika dan sains. Dampak lanjutannya adalah siswa dapat menyerap materi mata pelajaran secara maksimal dan dapat menguasai kompetensi yang diperoleh dalam pembelajaran dengan baik. penuh perhitungan. yang meliputi: nilai keimanan dan ketakwaan untuk mengembangkan sikap spiritual. 3. guru perlu mengembangkan nilai dan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran. guru perlu menumbuh-kem­ bangkan sikap siswa yang berhubungan de­ ngan sejumlah nilai umum (commonvalues). seperti telah dijelaskan di atas. Untuk ini. Nilainilai tersebut perlu ditumbuh-kembangkan oleh guru dalam diri siswa selama di dalam dan di luar proses pembelajaran. Memberi Ganjaran Guru perlu memberikan ganjaran po­ sitif (positive reinforcement) kepada siswa untuk perilaku yang baik dan hasil belajar yang baik. guru perlu memberikan ganjaran ne­ gatif (negative reinforcement) untuk perilaku dan hasil belajar yang kurang baik. nilai pentingnya mempelajari serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia. ada nilai hemat cermat. dan ditinggalkan. Kadang kala siswa telah memiliki nilai dan sikap negatif terhadap mata pelajaran tertentu. 2/Juni 2014 . dan kebiasaan yang baik. Dalam Ilmu Ekonomi. Memberi Nasehat Pada momen-momen yang tepat dalam proses pembelajaran. D. Nase­ hat dan penjelasan-penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan perkembangan penalaran dan kede­ wasaan siswa. se­ perti yang dituntut kurikulum 10 2013. yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masya­ rakat untuk mengembangkan sikap so­ sial. guru perlu mem­ beri nasehat dan penjelasan-penje­ lasan berkaitan dengan normanorma kehidupan. IX/No. sis­ wa dapat menginterbalisasikan nilainilai kebaikan yang terkandung dalam nasehat secara alamiah. dan dapat mengajar dengan cara yang menarik.

Allport. Attitude is Everything: 10 Life-changing Steps to Turning Atti­ tude into Action. Moralitas.M. dalam rangka mengem­ bangkan sikap spiritual (KI I) siswa. Ada 5 strategi yang perlu ditempuh oleh guru dalam rangka menumbuh-kem­ bangkan nilai dan sikap spiritual serta nilai dan sikap sosial pada siswa: pertama. Social Psychology. mengembangkan kompetensi dan karakter pribadinya untuk menjadi sosok teladan bagi siswa. Bandura. untuk selan­ jutnya akan menjadi kebiasaan dan menyatu dengan kepribadian mereka. dan guru juga harus menumbuh-kembangkan sikap spiritual dan sikap sosial pada siswa. Jakarta: Universitas Indonesia. kedua. A. Misalnya. M. dan hal ini menjadi tanggung jawab semua guru. Perlu di­ wujudkan kondisi yang kondusif bagi siswa untuk mudah mengamalkan ni­ lai-nilai kebaikan tersebut di seko­ lah. J.D. (1992). untuk men­ jalankan ibadah sholat. ketiga. dan sebagainya. membiasakan pengamalan nilai-nilai kebaikan. S.L. Rest. (1977). l Vol. Guru harus mengem­ bangkan nilai dan sikap positif siswa terhadap diri guru sendiri. Lebih lanjut. saling membantu sesama kawan. Demikian juga dalam menumbuhkembangkan ber­bagai nilai dan sikap spiritual serta sikap sosial yang lain.I. Kurtines. (1977).L. New York: Collins. 2/Juni 2014 11 . siswa perlu dibiasakan untuk mengamalkan nilainilai kebaikan. etika. keempat. (1987).. (2005). Komponen-komponen Uta­ ma Moralitas. L. bagi yang beragama Islam. Sikap spiritual adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan sebagainya. Soelaeman. (1988). memberi nasehat pada momen-momen yang tepat di dalam dan di luar proses pembelajaran. K. Harrell. I. M. 5.4.E. New York: Houghton Mifflin Company. terhadap mata pelajaran yang dibinanya. Attitudebe­ havior Relation: a Theoretical Analysis and Review of Empirical Research. Dengan demikian. Peplau. Annual Review of Psychology 44: 117-154. Dlm. & Gerwitz. Parameter berkarakter adalah ber­ kembangkan sifat-sifat yang baik yang berakar dalam sikap spirirual dan sikap sosial yang baik. F. E. sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut masing-masing. Social Learning Theory.A. IX/No. Attitude and Attitude Change. Penutup Bangsa Indonesia yang bermartabat adalah bangsa Indonesia yang maju dan ber­karakter. Annual Review of Psychology 38: 575-630. M. ni­ lainilai kebaikan tersebut akan diin­ ter­ nalisasikan oleh siswa. dan Perkembangan Moral: 37-60. sesuai nilainilai luhur yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai nilai-nilai umum (common values). dan ter­ ha­ dap proses pembelajaran yang dise­ lenggarakannya. New Jersey: Prentice Hall. & Zanna. M.O. W. Attitude and Attitude Change. ter­ utama dalam rangka pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial pada siswa. Sear. Olson.). Menciptakan Kondisi Kondusif di Sekolah Ruang kelas dan lingkungan sekolah harus menjadi laboratorum bagi sis­ wa untuk mengamalkan nilai-nilai ke­ baikan. Chaiken. & Dahlan.H. Freedman. Ce­ takan Kedua. Terj. J. dan ke­ lima. & Taylor. DAFTAR PUSTAKA Ajzen. Sikap sosial adalah sikap yang sesuai dengan nilai-nilai moral. salaman keti­ ka bertemu. (ed. Psychological Bullentin 84(5): 888-918. guru ju­ ga harus mengembangkan sikap yang se­ suai dengan nilai-nilai tertentu (spesific values) yang melekat pada mata pelajaran yang dibinanya.P. peduli terhadap sesama. Misalnya. (1993). Inc. hukum. & Fishbein. dan nyaman. Peran guru sangat penting dalam pem­ bentukan sikap spiritual dan sikap sosial pada siswa.R. Parameter maju adalah dapat menyesuaiakan diri dan bahkan da­ pat memberi kontrubisi terhadap per­ kem­ bangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Membiasakan Pengamalan Nilai-nilai Positif Dalam kehidupan di sekolah dan da­ lam kehidupan sehari-hari. D. J. Prilaku Moral. memberi reinforcement: positif dan/atau negatif secara tepat.M. dan kebiasaan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.. S. rapi. C. & Stangor. yang berkaitan dengan si­ kap spiritual dan sikap sosial. tempat mudhuknya mudah dijangkau dan bersih. (1975). J. harus diwujudkan kondisi yang kondusif dalam rangka pengamalan nilai-nilai tersebut. Social Psychology. menciptakan kondisi yang kondusif bagi pengamalan nilai nilai kebaikan. New Jersey: Prentice-Hall. tempat sholatnya bersih.

01”.94%.94 99. Hasil UN Peserta UN SMA sederajat tahun 2014 se­ banyak 1. Sedangkan peng­ umuman hasil UN dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2014.94 ).11).91).49 ).59). ucap Edy Tri Baskoro Ketua BSNP di sela-sela memimpin rapat pleno BSNP di Jakarta.82). dan Gorontalo (98.62).63). hanya selisih 0. Tingkat kelulusan UN SMA sederajat tahun 2013 adalah 99.811 siswa (0. Tabel 1.757 siswa. dibandingkan dengan hasil UN SMK tahun 2013. “Dengan demikian.52 Selisih SMK 2013 0. Bali (99. IX/No. dan Riau (99. Dari jumlah tersebut.01 Selisih 2014 99. dan Maluku Utara (98. DIY (99. l Vol.90 0. Sulawesi Tenggara (98. Banten (99.04 Siswa SMA di Banjarmasin memanfaatkan waktu istirahat untuk mengulangi mata pelajaran pada hari pertama ujian (14/4/2014) hammad Nuh Menteri Pendidikan dan Kebu­ dayaan mengadakan konferensi pers. Dengan demikian ada penurunan 0. Maluku (98.81). Jawa Timur (99.92). Sedangkan sepuluh provinsi dengan tingkat kelulusan terendah adalah Kalimantan Utara (97. Sedangkan tingkat kelulusan UN SMK tahun 2013 adalah 99.90%. Sekitar 0.946 siswa (99. UN SMK diikuti oleh 1. Aceh (98.01).53 99. Sebab hasil UN SMA sederajat akan digunakan untuk per­ timbangan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri”. Bengkulu ( 98.31) . Papua (98. Sulawesi Tengah ( 98. tambah Edy Tri Baskoro.04 pada hasil UN SMK tahun 2014.66).68).48%) dinyatakan tidak lulus. 1.171.907 siswa dengan tingkat kelulusan 99. Kalimantan Tengah (97. Papua Barat (98. 2/Juni 2014 * Bambang Suryadi Staf Profesional BSNP .72).97%). lima provinsi dengan hasil UN tertinggi adalah Jawa Barat (99.632. “Pengumuman hasil UN SMA sederajat dilaksanakan sesuai rencana. secara nasional tingkat kelulusan UN SMA sederajat tahun 2014 di­ bandingkan dengan kelulusan tahun2013 ti­ dak jauh berbeda. ungkap 12 Jika dilihat dari sebaran wilayah provinsi. Mo­ Edy Tri Baskoro. Jawa Tengah (99.96). Perbanding Hasil UN SMA dan SMK Sederajat Tahun 2013 dan 2014 SMA Sederajat 2013 2014 99.Berita BSNP* HASIL UN SMA SEDERAJAT U jian Nasional (UN) SMA sederajat te­ lah dilaksanakan mulai tanggal 14 sam­ pai dengan 16 April 2014. DKI (99.10% yang tidak lulus UN SMK.52%) dinyatakan lulus dan hanya 7.70) Lampung (99.53 persen. Sehari sebelum pengumuman hasil UN SMA sederajat.88). Pengumuman hasil UN SMA sederajat ini sesuai dengan rencana yang telah dijadwalkan dalam POS Penyelenggaraan UN yang ditetapkan BSNP.624.16).

65 56. Anggota.95 54.80 56. nusa dan bangsa. dan Staf Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai Penyelenggara Ujian Nasional Tahun 2014 mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada 25 siswa SMA dengan nilai UN tertinggi untuk kelompok IPA dan IPS. Kerja keras dan prestasi mereka merupakan kesyukuran dan kebanggaan kita semua.85 55.65 56..25 57.85 56.60 Provinsi DKI Jabar DIY DKI Jateng DKI Bali Jabar Sumut Jabar Sumut DKI Bali Banten DKI Jateng Sumut Banten DKI DKI Sumut Banten Jabar Sumut Banten Nama Sekolah SMA Kanisius SMA Negeri 2 Bandung.65 56. Kab.80 56. 2/Juni 2014 13 .95 56.80 56. A.90 56.35 57.70 55.95 54.60 56.05 54.65 57.95 54.25 55. Kota Bandung SMA Swasta Djuwita Medan SMA Kristen 1 Bpk Penabur SMA Negeri 1 Denpasar SMA Santa Laurensia SMA Negeri 78 SMA Karangturi SMA Negeri 2 Medan SMA Santa Ursula Bsd SMA Kanisius SMA Kristen Ipeka Sunter SMA Swasta Sutomo 1 Medan Ma Negeri Insan Cendekia Serpong SMA Pesantren Unggul Al Bayan.05 57.80 56.65 57. Semoga ilmu yang dipelajari bermanfaat bagi agama.90 56.85 54.80 54.20 57.50 55. Istri Citra Larasati Alief Moulana Fitra Febrina Ranisa Larasati Christine Santi Rahayu I Kadek Dwi Putra Diatmika Dominicus Untariady Samodero Mahardika Patria Kresna Aditya Raharja Sri Wulan Astuti Eveline Yuniarti Gerhard Arya Wardana Ricky Gunawan David Tangi Muhammad Fahmi Gozal Henggardhani Muhammad Arif Hidayat Dewi Sartika Grace Mananda Hutabarat Nilai 58.70 DKI DIY SMA Negeri 28 SMA Negeri 3 Yogyakarta Kelompok IPS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Peserta Nur Afifah Widyaningrum Rikko Sajjad Nuir Afdhal Nur Muhammad Daulay Fauzan Alfiansyah Hasibuan Clara Feliciani Sesiawan Utami Ratnasari Aprillia Dwi Harjanti Dinda Dea Pramaputri Margaretha Silia Kurnia Herin Naruti Afifah Hillary Johnson Nala Mazia Elisabet Hendra Ripin Muhammad Faizal Pradhana Putra Masemi Anindita Nur Annisa Sofi Nabila Vol.30 57.90 54.70 56.60 56.Berita BSNP UCAPAN SELAMAT Ketua.40 55.35 55.75 Provinsi DIY DIY Sumut Sumut Banten Bali Jateng DKI Jabar Jateng Banten Jateng Jabar Sumut DKI Nama Sekolah SMA Negeri 1 Yogyakarta SMA Negeri 8 Yogyakarta SMA Negeri 1 Matauli Pandan SMA Negeri 1 Matauli Pandan SMA Santa Ursula Bsd SMA Negeri 4 Denpasar SMA Negeri 1 Kudus SMA Negeri 70 SMA Negeri 1 Depok SMA Negeri 3 Surakarta SMA Santa Ursula Bsd SMA Negeri 1 Magelang SMA Kristen 3 Bina Bakti SMA Swasta Panglima Polem Rantau Prapat SMA Negeri 39 54. IX/No. Kota Bandung SMA Negeri 1 Medan SMA Negeri 2 Bandung. Sukabumi SMA Swasta Sutomo 2 Medan SMA Kristen Penabur Gading Serpong Nilai 55. Kelompok IPA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Peserta Ryan Aditya Moniaga Annisa Azalia Herwandani Hashina Zulfa Sulistia Fitriaty Fenita Adina Santoso Felix Utama A.45 57. Sekretaris. Kota Bandung SMA Negeri 1 Yogyakarta SMA Negeri 39 SMA Negeri 1 Pekalongan SMA Kristen 1 Bpk Penabur SMA Negeri 1 Denpasar SMA Pribadi.70 54.20 57. Amin.05 56.95 54.

06%) siswa dinyatakan tidak lulus UN. Kalimantan Tengah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan konferensi pers di Jakarta.60 54.94 Selisih 0.38 Dari hasil análisis terdapat 49. IX/No.55 54.249 sekolah yang memiliki tingkat kelulusan 100 persen. Artinya. menggugurkan anggapan tersebut.56 99. Sulawesi Barat.771. daerah dengan tingkat kelulusan rendah dari segi persentase antara lain.94 Siswa SMP Negeri 1 Malang berbincangbincang setelah mengikuti ujian pada hari kedua (6/5/2014) di halaman sekolah.55 54.38 persen tersebut berarti ang­ gapan bahwa soal UN SMP sederajat tahun Vol. hasil análisis yang menunjukkan tingkat kelulusan UN tahun2014 naik 0. dengan tingkat kelulusan yang naik 0. Hasil skoring tersebut diserahkan kepada Pelaksana UN Tingkat Kab/Kota dan selanjutkan diserahkan ke satuan pendidikan.335 (0. Sehari sebelum pengumuman hasil UN SMP sederajat.94%) siswa dinyatakan lulus dan sebanyak 2.65 54.773.Berita BSNP No 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Peserta Assyifa Szami Ilman Ahmad Zaky Darmawan Michelle Siaril Claudia Juliana Indah Rizfa Hannanah Rizal Bintang Rahani Stanisla Kostka Fathia Oktaviana Fadila Nilai 54. Bengkulu. tingkat kelulusan UN tahun 2014 secara nasional meningkat 0. Namun. Tingkat Kesulitan Soal Pada saat pelaksanaan UN SMP sederajat. Sedangkan satuan pendidikan yang tingkat kelulusan 50-75 persen ada 18 sekolah dan lima sekolah memiliki tingkat kelulusan 25-50 persen. Aceh. Kalimantan Utara.35 Provinsi DKI Banten DKI Jabar DKI DIY Banten DKI Nama Sekolah SMA Islam Al-Azhar 1 Ma Negeri Insan Cendekia Serpong SMA Kristen Ipeka Puri Indah SMA Kristen 1 Bpk Penabur. Satuan pendidikan mengumumkan hasil UN paling lambat pada hari Sabtu tanggal 14 Juni 2014.40 54.38 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. 2/Juni 2014 .40 54.372 peserta.40 54. UN SMP sederajat tahun 2014 diikuti oleh 3. Perbanding Hasil UN SMP Sederajat Tahun 2013 dan 2014 SMP Sederajat 2013 2014 99.037 (99. P elaksana Ujian Nasional (UN) Tingkat Pusat telah menyerahkan hasil skoring UN SMP sederajat kepada Pelaksana UN Tingkat Provinsi pada tanggal 11 Juni 2014 di ruang sidang BSNP Jakarta. Kota Bandung SMA Negeri 28 SMA Negeri 1 Yogyakarta SMA Kristen Penabur Gading Serpong SMA Negeri 28 HASIL UN SMP SEDERAJAT Kelulusan Nasional 99. “Secara empiris. Dari jumlah tersebut 3. dan Papua. ada sebagian siswa yang menyatakan bahwa soal UN SMP tahun ini lebih sulit dibanding dengan soal UN tahun lalu.38 persen dibandingkan tahun2013. Menurut Wakil Menteri Bidang Pendidikan Musliar Kasim. 14 Tabel 1.

II. ada dua butir soal UN yang menggunakan standar internasional. pengayaan. “Indonesia merupakan anggota Orga­ ni­ zation for Economic Cooperation and Deve­ lopment (OECD) dan Indonesia terlibat dalam pe­nulisan soal-soal PISA.844 murid kelas I. dan pengadaan buku. IV. Tjipto Sumadi Kepala Unit Implementasi Kuriklum 2013 meng­ atakan bahwa anggaran pembelian buku dan pelatihan guru ditanggung bersama Ke­ menterian Pendidikan dan Kebudayaan dan pemerintah daerah. Tahun ini.000 buku. tahun ajaran baru dimulai pada tanggal 15 Juli 2014. l Vol. dan kerjasama atau komunikasi guru dengan orang tua peserta didik. ucap Nizam. BSNP telah menyusun POS penilaian buku teks pelajaran dan buku pegangan guru.000 buku”. BSNP ber­ sama Purkurbuk telah melakukan penilaian buku teks pelajaran untuk siswa dan buku pe­ gangan guru. IX/No. Fokus utama pada bagian khusus. 31 penerbit atau percetakan penyedia buku Kurikulu 2013 masih menunggu pesanan buku dari kepala sekolah dan kabupaten/kota. Sehu­ bungan dengan hal tersebut. yaitu bagian umum dan bagian khusus. “Untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) diperlukan se­ kitar 148. Salah satu aspek yang penting dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah ke­ ter­ sediaan buku teks pelajaran bagi siswa dan bu­ku pegangan guru. penilaian. ucap Thamrin Kasman seraya menambahkan bahwa distribusi buku paling lambat tanggal 1 Juli dan bisa dimonitor melalui dinas pendidikan. Oleh sebab itu. Terkait dengan pendanaan. dan 31. X. pendampingan. ungkap Nizam Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dalam rapat pleno BSNP di Jakarta (10/6/2014). tambah Nizam. V. VII. dan ke­ grafikaan. remedial. yaitu soal Matematika yang menggunakan standar Program for International Student Assessment (PISA). setiap sekolah harus siap dengan buku teks pelajaran bagi siswa kelas I. Anggaran yang di­ tanggung bersama itu meliputi biaya pelatihan. Untuk buku pegangan guru.425. X. l IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Distribusi Buku Teks Pelajaran Paling Lambat 1 Juli Saifuddin (kiri) tim pengembang instrumen penilaian buku teks pelajaran bersama tim dari Puskurbuk mempresentasikan draf instrumenpenilaian buku teks pelajaran di BSNP (3/6/2014) M ulai tahun pelajaran 2013/2014. diantara komponen metode pembelajaran. II. Sebagaimana kita ketahui. Menurut Edy Tri Baskoro Ketua BSNP as­ pek yang dinilai untuk buku teks pelajaran adalah kelayakan isi. sedangkan untuk SMP/ MTs diperlukan 36. tidak benar”.000 buku. 1.001 guru. dan XI. Tujuannya adalah untuk membandingkan dan mengukur kemampuan murid-murid dalam Matematika.799 sekolah. as­ pek yang ada dua bagian.Berita BSNP 2014 lebih sulit dibandingkan dengan soal UN SMP sederajat tahun 2013. Ke­ men­ terian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan Kurikulum 2013 secara menyeluruh. Sasaran Kurikulum 2013 yang dimulai pada tahun ini berjumlah 206. dan XI. VIII. IV. 2/Juni 2014 15 . dan SMA/MA di­ perlukan 21. VIII. VII. Dalam hal ini. Secara terpisah Sekretaris Direktorat Jen­ deral Pendidikan Dasar Kementerian Pen­ didikan dan Kebudayaan Thamrin Kasman di Jakarta (20/6/2014) mengatakan bahwa sampai saat ini.244. V. Indo­ nesia berhak dan mendapatkan izin untuk menggunakan soal-soal PISA dalam UN”. bahasa. penyajian.

2/Juni 2014 . IX/No. Pengawasan ini dikendalikan dari ruang kepala sekolah. Suasana pelaksanaan Ujian Nasional pada hari pertama di MTs Negeri 1 Malang 16 Vol. Ruang panitia pelaksana Ujian Nasional di SMP Negeri 1 Malang.Lensa BSNP Pengawasan pelaksanaan Ujian Nasional dengan CCTV di SMP Negeri 1 Malang. Di ruang ini pengawas ruangan mengambil dan menyerahkan bahan UN.

Peserta Ujian Nasional Program Paket B menjawab soal ujian dengan serius di Malang. IX/No. Vol. 2/Juni 2014 17 .Lensa BSNP Penjaga keamanan madrasah berjaga-jaga di pintu masuk MTs Negeri 1 Malang. Suasana yang tenang dan kondusif merupakan faktor penting dalam pelaksanaan ujian nasional. Suasa Ujian Nasional SMA pada hari pertama di Banjarmasin Kalimantan Selatan Siswa SMA menyampaikan terimakasih dan rasa hormat kepada pengawas ujian nasional dengan berjabat tangan sebelum meninggalkan ruang ujian di Banjarmasin.

Lensa BSNP Hafidz Muksin Pejabat Pembuat Komitmen BSNP memberikan penjelasan kepada tim ahli dalam pertemuan pertama penyusunan standar di Jakarta. Pelaksanaan kegiatan validasi draf standar sarana dan prasarana lembaga kursus dan pelatihan di Bandung. kebersamaan. 2/Juni 2014 . Sederhana. Semoga panjang umur dan sehat selalu. 18 Vol. Edy Tri Baskoro Ketua BSNP (kanan) memberikan cendera mata kepada Renny Wulansari yang berulang tahun di kantor BSNP. namun penuh keakraban. 21-23 Mei 2014. IX/No. Anggota BSNP melakukan doa bersama dalam rangka berbagi kebahagiaan dengan seorang staf sekretariat yang berulang tahun di ruang sidang BSNP. dan kekeluargaan.

Diskusi kelompok tim ahli dalam penyusunan draf akhir standar Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus di BSNP. Vol.Lensa BSNP Muslikh Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan (keempat dari kiri) berpose bersama anggota validasi draf standar kursus dan pelatihan di Bandung. Erry Utomo (kanan) dari Puskurbuk memberikan penjelasan proses pengembangan instrumen penilaian buku teks pelajaran dalam rapat pleno BSNP. 2/Juni 2014 19 . Anggota validasi draf standar kursus dan pelatihan melakukan diskusi kelompok di Bandung. IX/No.

Lensa BSNP Acara review draf standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di BSNP. Sabtu-Ahad (28-29 Juni 2014). Kegiatan review draf standar Akademik Komunitas di ruang rapat BSNP. Para reviewer mencermati dan menelaah draf standar Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan di BSNP (28-29 Juni2014). .