Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH BAHASA INDONESIA

KALIMAT EFEKTIF

Nama Kelompok
Rai Alviani Damai Yanti (131051072)
Budi Satriadi (131051040)

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI (IST) AKPRIND YOGYAKARTA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
TEKNIK INFORMATIKA
TAHUN AJARAN 2016

Wb. Alhamdulillah dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt yang maha pengasih dan penyayang yang telah memberikan rahmat. Makalah ini merupakan salah satu tugas yang di berikan kepada kami dalam rangka pengembangan dasar ilmu bahasa indonesia yang berkaitan dengan kalimat efektif. makalah yang kami sajikan dapat menjadi konstribusi positif bagi pengembang wawasan pembaca. Selain itu tujuan dari penyusunan makalah ini juga untuk menambah wawasan tentang pengetahuan Bahasa secara meluas. sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tentang “KALIMAT EFEKTIF”. Akhirnya kami menyadari dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Wb.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikm Wr. 11 Maret 2016 Penulis . Semoga laporan ini memberi manfaat bagi banyak pihak. dengan segala kerendahan hati kami menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya menjadi lebih. Amiin. Yogyakarta. hidayah dan inayahnya kepada kami. Oleh karena itu. Wassalamu’alikum Wr. Sehingga besar harapan kami.

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Rumusan masalah Tujuan pembahasan Manfaat pembahasan BAB II PEMBAHASAN Pengertian kalimat efektif Kelengkapan unsur kalimat Pola dasar kalimat Ciri-ciri kalimat efektif Syarat kalimat efektif Struktur kalimat efektif BAB III PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA .

Hal ini disebabkan oleh.BAB I PENDAHULUAN A. Apa saja unsur-unsur kalimat? 3. atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca. 1994:86). Dengan adanya kenyataan itu. antara lain. atau bertele-tele. dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. mungkin kalimat-kalimat yang dituliskan kabur. diinginkan. Misalnya. Kalau gagasan yang disampaikan sudah tepat. Bahasa itu berisi pikiran. B. pembaca sukar mengerti maksud kalimat yang kita sampaikan karena kalimat tersebut tidak efektif. unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Berdasarkan kenyataan inilah penulis tertarik untuk membahas kalimat efektif dengan segala permasalahannya. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Dalam karangan ilmiah sering kita jumpai kalimat-kalimat yang tidak memenuhi syarat sebagai bahasa ilmiah. unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. jelas. keinginan. atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. tidak logis. Akan tetapi. unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan. kacau. Sebaliknya. ada sebagian lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan. pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah. kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Apa ciri-ciri kalimat efektif? . LATAR BELAKANG Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Artinya. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif? 2. Kalimat yang dapat mencapai sasarannya secara baik disebut dengan kalimat efektif. RUMUSAN MASALAH 1. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah (Mustakim. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat.

Manfaat untuk kelompok: agar kita bisa menjaga budaya Bahasa Indonesia yang baik dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana struktur kalimat efektif? C. Menjaga kemurnian bahasa Indonesia D. Apa syarat yang mendasari kalimat efektif? 5. TUJUAN PEMBAHASAN 1. Manfaat untuk diri sendiri: agar bisa memahami bagaimana yang dikatakan dengan kalimat efektif.4. Agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunakan bahasa Indonesia sehingga menjadi baik dan benar 2. . 2. Mengetahui apa dan bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam berbahasa 3. MANFAAT PEMBAHASAN 1.

Subjek atau pokok kalimat dapat di ketahui dari jawaban atas pertannyaan apa atau siapa. Rumah itu besar. sedangkan predikat atau sebutannya dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan mengapa atau bagaimana. 1. . yang utuh. unsur ruamh itu dalam kalimat tersebut merupakan subjek. sebuah kalimat sekurang-kurangnya harus mengandung unsur subjek (S) dan predikat (P). Kalimat kalimat yang predikatnya bukan kata kerja Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini : Laporan itu ditulis oleh mahasiswa S P O Berdasarkan uraian diatas dapat di simpulkan bahawa kalimat mempunyai ciri sebagai berikut. (b) Predikat Unsur predikat dalam kalimat dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan bagamiana atau mengapa. misalnya. dan 2. Ciri-ciri unsur kalimat yang dapat di jelaskan sebagai berikut. 2. sebuah kalimat harus mengandung informasi yang relative lengkap. objek. Sedangkan dari segi bentuknya. Dua macam kalimat dalam Bahasa Indonesia dilihat dari hal predikat : 1. Dengan demikian . pelengkap dan keterangan. 3. PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF Kalimat adalah suatu bahasa terkecil yang mengungkapkan suatu pikiran gagasan. Unsur-unsur yang berupa SP posisinya dapat di pertukarkan sehingga menjadi PS. (a) Subjek Unsur kalimat yang di sebut subjek dapat di ketahui dari jawaban atas pertanyaan siapa atau apa. Kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subjek. Dari segi maknanya. perasaan. besar merupakan unsur yang disebut predikat. Dengan demikian. Kalimat kalimat yang predikatnya kata kerja. Misalnya jawaban atas pertanyaan bagaimana rumah itu adalah besar.BAB II PEMBAHASAN A. jawaban atas pertanyaan apa yang besar adalah rumah itu.

(c) Objek Objek merupakan unsur kalimat yang kehadirannya bersifat wajib (tidak dapat dihilangkan ) dan dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Misalnya : 1) Farah menyiram bunga itu. atau di depan. 5) Pagi ini Aulia sedang ujian . Kalimat juga dapat berarti satuan terkecil. Subjek dan predikat harus disusun secara sistematis. Sementara menyiram merupakan kata kerja transitif yang berfungsi sebagai predikat. KELENGKAPAN UNSUR KALIMAT EFEKTIF . 6) Aulia sedang ujian pagi ini. dalam wujud lisan atau tulisan. Ciri unsur keterangan yang lain adalah bahwa unsur itu posisinya dapat dipindah-pindahkan: di tengah. (d) Pelengkap Unsur kalimat yang disebut pelengkap kehadirannya juga bersifat wajib ( tidak dapat dihilangkan). Kaliat merupakan satuan dasar wacana. Unsur yang disebut objek ini hanya terdapat dalam kalimat yang predikatnya berupa kata kerja transitif. di akhir. O 2) Bunga itu disiram Farah. Misalnya : 3) Perpustakaan ini beranggotakan Sepuluh ribu mahasiawa S P Pel (e) Keterangan Keterangan merupakan unsur kalimat yang kehadirannya tidak wajib sehingga unsur itu dapat dihilangkan. Artinya wacana hanya berbentuk jika ada dua kalimat atau lebih . Baik dalam kalimat 1 maupun 2 unsur bunga dapat dihiangkan. yang mengukapkan pikiran yang utuh. sedangkan pelengkap tidak dapat menduduki subjek karena kalimatnya tidak dapat dipasifkan. Kalimat adalah rangkaian kata yang disusun oleh sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Misalnya: 4) Aulia pagi ini sedang ujian. B. S Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa bunga pada kalimat 1) merupakan objek. Perbedaannya adalah bahwa objek dapat menduduki fungsi subjek dalam kalimat pasif.dan sebagai objek. unsur itu dapat menjadi subjek pada kalimat pasif 2).

d. D. predikat. ataupun pelengkap. Unsur kalimat a) Subjek Contoh : Dino anak baik. Jika predikat kalimat berupa kata kerja transitif atau kata kerja yang menuntut kehadiran unsur pelengkap. tuntas atau utuh dari segi makna / informasinya. objek. Pola Dasar SPOPel (Subjek-Predikat-Objek-Perlengkapan) Contoh : Fita membelikan saya DVD baru. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan . harus mengandung kelengkapan dari segi unsur-unsurnya. Pola Dasar SPPel (Subjek-Predikat-Pelengkap) Contoh : Dia penjual peralatan rumah tangga. yaitu adanya: 1) Kesepadanan Yang dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. b) Predikat Contoh : Dino anak baik. berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. suatu kalimat harus memenuhi paling tidak enam syarat berikut. c. d) Pelengkap Contoh : Indonesia berpenduduk 180 juta jiwa. CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF Untuk dapat mencapai keefektifan. kalimat sekurang-kurangnya mengandung subjek dan predikat. kalimat dasar dapat dibedakan sebagai berikut : a. POLA DASAR KALIMAT EFEKTIF Iyalah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktur inti. yaitu untuk melengkapinya. c) Objek Contoh : Dino makan buah semangka. C. teruama dalam ragam resmi. unsur yang berupa objek juga harus ada. Perubahan itu dapat berupa penambahan unsur seperti penambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek . Pola Dasar SPO (Subjek-Predikat-Objek) Contoh : Mina belajar berwirausaha. Pola Dasar SP (Subjek-Predikat) Contoh : Ujian ini sulit b. belum mengalami perubahan. dan berterima dari segi nilai social budaya masyarakat pemakainnya.Sebuah kalimat yang tepat dalam arti benar. e) Keterangan Contoh : Saya bertemu Dewi kemarin.

dan sebagainya di depan subjek. Kami datang agak terlambat. Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Atau Kami datang terlambat. mengenai. Perbaikan kalimat-kalimat ini dapat dilakukan dengan dua cara. b.(Benar) Tidak terdapat subjek yang ganda. seperti tercantum di bawah ini: Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas. Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. b. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di. Saat itu bagi saya kurang jelas. Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri. Pertama. sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki. menurut. Saat itu saya kurang jelas. Oleh karena itu. b. Akan tetapi. Contoh: a. . sebagai. Contoh: a. saya dibantu oleh para dosen. Kalimat-kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara berikut : a.gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. tentang. Contoh: a. pada. Atau Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen. Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal. kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Kakaknya membeli sepeda motor Honda. dia membeli sepeda motor Suzuki. sebagai berikut: a. Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat tentu saja membuat kalimat itu tidak efektif. Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. Dalam menyusun laporan itu. b. ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua gantilah ungkapan penghubung intrakalimat menjadi ungkapan penghubung antarkalimat. dalam bagi untuk. Sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki. kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (Salah) b.

pengujian sistem pembagian air. Kalau bentuk pertama menggunakan verba. yaitu kata pengecatan. . Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat). Kalimat itu memberi penekanan atau penegasan pada penonjolan itu. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting. Contoh: a. yaitu dibekukan dan kenaikan. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes. b. memasang penerangan. Artinya. dan pengaturan tata ruang. Kalimat (a) tidak mempunyai kesejajaran karena dua bentuk kata yang mewakili predikat terdiri dari bentuk yang berbeda. 2) Keparalelan Yang dimaksud dengan keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Gunting.Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang. b. kalau bentuk pertama menggunakan nomina. pengujian sistem pembagian air. Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes. Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat. sebagai berikut: Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. pemasangan penerangan. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. Perbaikannya adalah sebagai berikut: a. Kalimat itu akan baik kalau diubah menjadi predikat yang nomial. Kalimat (b) tidak memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya. dan pengaturan. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. Kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara menyejajarkan kedua bentuk itu. bentuk kedua juga menggunakan verba. b. Contoh: a.pengujian. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. 3) Ketegasan Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. dan pengaturan tata ruang. memasang.

Contoh: Saya suka kecantikan mereka. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa. atau sejuta. Membuat urutan kata yang bertahap Contoh: Bukan seribu. tetapi rajin dan jujur. penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat. Peghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. 4) Kehematan Yang dimaksud dengan kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata. tetapi berjuta-juta rupiah. Penekanannya ialah presiden mengharapkan. atau seratus. . Penekanannya Harapan presiden. tetapi berjuta-juta rupiah. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan Contoh: Anak itu tidak malas dan curang. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan). atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Jadi. seribu. Contoh: Saudaralah yang bertanggung jawab. Seharusnya: Bukan seratus. saya suka akan kelembutan mereka. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Contoh: Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. frasa. Melakukan pengulangan kata (repetisi). sejuta.Contoh: Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

Di mana engkau menangkap burung pipit itu? Kata merah sudah mencakupi kata warna. Di mana engkau menangkap pipit itu? Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. dia tidak datang ke tempat itu. b. Kata turun bersinonim dengan ke bawah. Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini. Sejak dari pagi dia bermenung. Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. b. Kata pipit sudah mencakupi kata burung. dia tidak datang ke tempat itu. beberapa orang. Perhatikan contoh: a. Dia hanya membawa badannya saja. Ia memakai baju merah. Ia memakai baju warna merah. Misalnya: Bentuk tidak baku : para tamu-tamu. . Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang. a. Perbaikan kalimat itu adalah sebagai berikut. Kata naik bersinonim dengan ke atas. Perhatikan contoh: Karena ia tidak diundang. Kalimat itu dapat diubah menjadi a. b. Dia hanya membawa badannya. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. Karena tidak diundang. beberapa orang-orang bentuk baku : para tamu. Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang.Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek. Sejak pagi dia bermenung. b. Kalimat ini dapat diperbaiki menjadi a.

para hulubalang.5) Kecermatan Yang dimaksud dengan cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan. seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah. Kalimat (b) memiliki makna ganda. Perhatikan kalimat berikut. a. dan para menteri.Oleh karena itu. Perhatikan kalimat berikut. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. Kalimat itu dapat diubah menjadi Yang diceritakan ialah putra-putri raja. mahasiswa atau perguran tinggi. a. yaitu diceritakan dan menceritakan. dan para menteri. Seharusnya kalimat itu berbentuk . Dan tepat dalam pilihan kata. Contoh: Surat itu saya sudah baca. yaitu siapa yang terkenal. Kalimat di atas tidak menunjukkan kepaduan sebab aspek terletak antara agen dan verbal. 6) Kepaduan Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.  Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja. b. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. Misalnya: Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak keluar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona. Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan. Kalimat (a) memilikimakna ganda. yaitu berapa jumlah uang. para hulubalang. kita hindari kalimat yang panjang dan bertele-tele. Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan.

Kalimat itu harus memiliki kesatuan bentuk. kalimat efektif selalu memiliki struktur atau bentuk yang jelas. Setiap penyimpangan biasanya akan menimbulkan kelainan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat pemakai bahasa itu. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.a. 7) Kelogisan Yang dimaksud dengan kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Tidak boleh menyimpang. STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF Struktur kalimat efektif haruslah benar. sebab kesatuan bentuk itulah yang menjadikan adanya kesatuan arti. b. Seharusnya: a. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat. Surat itu sudah saya baca. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya. E. D. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumah-rumah adat. Jadi. aalagi bertentangan. b. . Perhatikan kalimat ini : a. Mereka membicarakan kehendak rakyat. 2. b. Kata-kata itu harus diurutkan berdasarkan aturan-aturan yang sudah dibiasakan. SYARAT-SYARAT KALIMAT EFEKTIF Syarat-syarat kalimat efektif adalah sebagai berikut: 1. Sebaliknya kalimat yang strukturnya rusak atau kacau. Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya. Kalimat yang strukturnya benar tentu memiliki kesatuan bentuk dan sekaligus kesatuan arti. c. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat. tidak menggambarkan kesatuan apa-apa dan merupakan suatu pernyataan yang salah. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan. Setiap unsur yang terdapat di dalamnya (yang pada umumnya terdiri dari kata) harus menempati posisi yang jelas dalam hubungan satu sama lain.

Surat saya menulis buat Papa. . bila dikatakan: 1. Agar hal ini tidak terjadi. Buat Papa surat saya menulis. Menuis saya surat buat Papa. Papa saya buat menulis surat. Kata-kata itu juga tidak diurutkan berdasarkan apa yang sudah ditentukan oleh pemakai bahasa. Walaupun kata yang digunakan dalam kalimat itu sama. 6.Misalnya. Buat Papa menulis surat saya. 2. Efek yang ditimbulkannya akan sangat lain. Anda akan menyatakan Saya menulis surat buat papa. Akibat selanjutnya adalah kekacauan pengertian. Hubungan kata yang satu dengan yang lain tidak jelas. namun terdapat kesalahan. 5. Kesalahan itu terjadi karena kata-kata tersebut (sebagai unsur kalimat) tidak jelas fungsinya. 4. Demikinlah biasanya yang terjadi akibat penyimpangan terhadap kebiasaan struktural pemakaian bahasa pada umumnya. maka si pemakai bahasa selalu berusaha mentaati hokum yag sudah dibiasakan. 3. Saya Papa buat menulis surat.

kelogisan.  Unsur-unsur dalam kalimat meliputi : subjek (S). pelengkap (Pel).BAB III PENUTUP A. prediket (P). 2) Bagi calon pendidik Para calon pendidik sebaiknya memahami dan mencari pengetahuan secara seksama mengenai materi dalam makalah ini supaya pada saat pendidik terjun ke lapangan tidak terjadi kekeliruan dalam pemakaian bahasa terhadap peserta didik dengan pedidik. keparalelan. kehematan. B. . kecermatan. jelas dan lengkap seperti apa yang dimasud oleh penulis atau pembicaranya. dan keterangan (Ket). kepaduan. objek (O). SARAN 1) Bagi para pendidik Para pendidik sebaiknya memahami dengan seksama dan bena tentang bahasa indnesia yang memiliki berbagai ragam bahasa supaya dalam proses kegiatan belajar mengajar teradi komunikas yang baik dan tepat penggunaan bahasanya antara pendidik dengan peserta didik. KESIMPULAN  Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pndengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah. 3) Bagi lembaga sekolah Lembaga sekoah sebaiknya memberikan dan menekankan perhatian penuh terhadap penggunaan ragam bahasa yang tepat agar terjalin komunikasi yang selaras. ketegasan.  Ciri-ciri kalimat efektif yaitu : Kesepadanan.

2016.co. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Buku Ajar Bahasa Indonesia Akademik.DAFTAR PUSTAKA Saudah. http://kalimatefektif2013.id/ .blogspot. Sugihastuti. Diakses pada tanggal 11 Maret 2016 .