Anda di halaman 1dari 12

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

DINAS KESEHATAN
JALAN CUT NYAK DIEN NOMOR 39 TELEPON (0541) 661082 FAXIMILE 662258 KODE POS 75512

TENGGARONG

KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)

PROGRAM :
PENGADAAN, PENINGKATAN DAN PERBAIKAN SARANA DAN PRASARANA
PUSKESMAS/PUSKESMAS PEMBANTU DAN JARINGANNYA

KEGIATAN :
PERENCANAAN
PEMBANGUNAN PUSKESMAS TELUK DALAM KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG

DINAS KESEHATAN
KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
TAHUN ANGGARAN 2015

Oleh karena itu pengendalian dan pengarahan dari proses pekerjaan Pembangunan Puskesmas Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang ini diperlukan sejak dini (dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan). keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta di interprestasikan kedalam pelaksanaan tugas perencanaan yang sesuai dengan kepentingan Pengguna Jasa. kriteria. maintenance dengan kelengkapan seluruh jaringan baik yang bersifat struktur (bangunan) maupun infrastrukturnya. Kegiatan pembangunan tersebut adalah upaya untuk mengimplementasikan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di dalam skala pembangunan fisik yang cukup sesuai kebutuhan. sehingga harus dapat perhatian penuh dalam pelaksanaannya agar mencapai sasaran akhir yang tepat guna dan memenuhi fungsinya secara optimal. guna mendukung kesuksesan pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan nantinya. 3 Sasaran A. 1 Latar Belakang 2 Maksud Dan Tujuan 2. Kerangka Acuan Kerja (KAK) merupakan suatu pengarahan tugas untuk pekerjaan Konsultan Perencana Pembangunan Puskesmas Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang yang dipersiapkan sebagai pendorong pekerjaan pelaksanaan dalam mewujudkan hasil yang sesuai dengan kepentingan dan tujuan Pengguna Jasa. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai dengan KAK ini.KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PUSKESMAS TELUK DALAM KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG TAHUN ANGGARAN 2015 Uraian Pendahuluan 1 Kegiatan Perencanaan Pembangunan Puskesmas Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang adalah suatu kegiatan pembangunan yang diakibatkan karena kebutuhan akan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi konsultan perencana yang memuat masukan. 2.2.1. Kriteria Umum Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Perencana seperti dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum . azas.

sosial dan budaya). .Cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman. Persyaratan Struktur Bangunan : a. b. b. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. sehingga seimbang. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. c. c. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. . ketentuan wujud bangunan dan budaya daerah. Menjamin kenyamanan pengguna. masyarakat dan lingkungan. 4. c.penataan ruang disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan yaitu : 1. Menjamin keselamatan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. Persyaratan Ketahanan terhadap kebakaran : a. sehingga : . Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. b. Menjamin tata ruang dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. Menjamin tata ruang ditata dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. 2. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktur stabil selama kebakaran.Dapat menghindari kerusakan pada proferti . Menjamin penataan ruang berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di daerah yang bersangkutan. serasa dan selaras dengan lingkungannya (fisik. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku struktur. Menjamin terwujudnya tata ruang berdasarkan karakteristik lingkungan. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur.Cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api. b. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan : a. 3.

Menjamin tersedianya aksesbilitas bagi penyandang cacat. menarik tetapi . Menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup. Penataan ruang hendaknya fungsional. aman dan nyaman kedalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. 5. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. Menjamin terwujudnya kebersihan. baik dari segi fungsi khusus bangunan. khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. d. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada. c. b. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : a. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. misalnya : 1. b. e. 6. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada di sekitar. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : a. didalam melaksanakan tugasnya konsultan perencana hendaknya memperhatikan azas-azas penataan ruang sebagai berikut : 1. 4 Azas-Azas Selain dari kriteria diatas. Menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan didalam bangunan gedung eksisting sesuai dengan fungsinya. seperti faktor sosial budaya setempat. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak. efisien. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. segi teknis lainnya.lainnya. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat. B. 2. 3. c. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan eksisting sesuai dengan fungsinya. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. geofrafi klimatologi dan lain-lain. kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan eksisting dan lingkungan.

Desain hendaknya dibuat sedemikian rupa.000. 5 Lokasi Kegiatan Lokasi pembangunan adalah Kecamatan Tenggarong Seberang. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara. 5.No.1. 6 Sumber Pendanaan Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan : Pagu Dana Perencanaan : Rp. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.02. SE. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan.880. 3.000.01. 4. 2.tidak berlebihan. 185. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. hendaknya diusahakan serendah mungkin. 2. 10 Studi-Studi Terdahulu - 11 Referensi Hukum Referensi hukum yang menjadi persyaratan teknisuntuk pembangunan gedung Negara adalah dengan mengikuti ketentuan-ketentua yang di atur dalam : a.01 Tanggal : 21 Nopember 2014 APBD Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Anggaran 2015 7 Nama dan Organisasi Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Pejabat Pembuat Gatot Subroto.HPS Perencanaan : Rp.25.02. Komitmen Proyek/Satuan Kerja : Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara Data penunjang2 8 9 Data Dasar Standar Teknis 1. Penataan ruang hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan menjadi acuan bangunan dan lingkungan sekitarnya. Kabupaten Kutai Kartanegara.876. sehingga dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. DPA : 1. 185. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan . terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material.

Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 10/KPTS/2000 Tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Aksesibilitasi dan Fasilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. . Peraturan daerah setempat tentang bangunan gedung . d. f. menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007. e. Gedung. meliputi tugas-tugas perencanaan fisik bangunan gedung negara yang terdiri dari: 1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Penyusunan RTBL. c) Desain Mekanikal/Elektrikal sesuai kebutuhan bangunan.b. Persiapan perencanaan. A. serta Standar teknis dan pedoman teknis yang dipersyaratkan. serta membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. 2. seperti : mengumpulkan data dan informasi lapangan termasuk gambar rencana. g. Peraturan pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Kegiatan Perencanaan Lingkup kegiatan/tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana berpedoman pada ketentuan yang berlaku. khususnya mengacu kepada Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. c. h. b) Desain arsitektur berdasarkan karakteristik lingkungan. Persyaratan teknis bangunan gedung negara harus tertuang secara lengkap dan jelas pada Rencana Kerja dan Syarat – syarat (RKS) dalam Dokumen Perencanaan 12 Lingkup Kegiatan Ruang Lingkup Lingkup Kegiatan adalah Perencnaan Pembangunan Puskesmas Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang yang dibangun meliputi : a) Desain struktur yang mampu mendukung beban yang timbul akibat perilaku struktur. Penyusunan perencanaan seperti rencana tapak lapangan. ketentuan wujud bangunan dan budaya daerah. prarencana bangunan dan gambar detail yang sudah dilaksanakan. dan konsultan dengan Pemerintah Daerah setempat mengenai peraturan daerah / perijinan bangunan.

c) Memberikan saran-saran. d) Membuat laporan akhir pengawasan berkala. 6. antara lain membuat : a) Rencana Lapangan bola beserta uraian konsep dan visualisasi. termasuk program dan konsep utilitas. antara lain meliputi : a) Gambar-gambar detail yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. b) Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstuksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : a) Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. Penyusunan rencana detail. rencana struktur system drainase beserta uraian dan konsep perhitungan dan rencana utilitas dan berdasarkan perhitungan perencanaan yang dibuat pada tahap perencanaan terdahulu. d) Laporan Akhir Perencanaan Mengadakan persiapan pelelangan. Proses Perencanaan 1. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. b) Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. serta perkiraan biaya. 2. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. Penyusunan pengembangan rencana. . 5. menyusun kembali dokumen pelelangan. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluarankeluaran yang diminta. b) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) c) Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang (bila ada). konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) minimal 1 kali dalam 1 bulan. 4. c) Perkiraan biaya. seperti membantu Pejabat Pengguna Anggaran / Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen dalam menyusun dokumen pengadaan dan membantu Panitia Pengadaan menyusun program dan pelaksanaan pengadaan. 7. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan.3. Membantu Panitia Pengadaan / Kelompok Kerja Pengadaan Barang dan Jasa pada waktu penjelasan pekerjaan. B.

rencana kerja syarat-syarat (RKS). printer. Staff Administrasi Fasilitas : - 15 Peralatan dan Material Untuk melaksanakan tujuannya. f. Rencana Anggaran biaya (Engineering Estimate) dan Daftar Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) yang di susun sesuai ketentuan. pengukuran dan pengumpulan data . Gambar Rencana Teknis (Arsitektur. Staff Teknis 3. c.  Peralatan survey. d. 14 Peralatan. e. dll). Peralatan : Personil dan Fasilitas dari Material : Pejabat Pembuat Personil : 1. kantor / studio ini dapat berupa milik sendiri atau sewa berikut furniturenya seperti : alat tulis kantor (tinta printer. struktur. Material. b. komputer. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) yang meliputi persyaratan umum. Keluaran akhir tahap perencanaan meliputi : Dokumen Perencanaan berupa Gambar Rencana (For Tender). yang meliputi :  Laporan Pendahuluan (penyelidikan tanah. kertas. Rencana Anggaran Biaya ( RAB ). 13 Keluaran Keluaran yang dihasilkan oleh konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam Surat Perjanjian. Fasilitas dan peralatan tersebut antara lain :  Kantor / studio harus berdomisili di tenggarong atau samarinda sebagai tempat pelaksanaan pekerjaan. konsultan Perencana harus dari Penyedia Jasa menyediakan fasilitas dan peralatan yang memenuhi ketentuan Konsultan proyek. Mekanikal. yang minimal meliputi : a. dan elektrikal) Format A3. survey lahan. baik ditinjau dari segi Iengkap (besar) proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Komitmen 2. Laporan Akhir Perencanaan.antara dan akhir yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini dan harus dipresentasikan di depan instansi terkait. dan tata ruang bangunan)  Laporan Bulanan  Laporan Akhir  Foto Dokumentasi. Semua Laporan dan keluaran akhir tahap perencanaan di buat dalam bentuk hard copy sebanyak 5 rangkap dan softcopy dalam bentuk Flashdisk. administrasi dan teknis yang direncanakan. alat komunikasi (telepon dan fax).

seperti : Total Station. Biaya asistensi minimal 3 kali pertemuan dalam 1 (satu) bulan. Minimal S1 Teknik Sipil. standar. Cost Estimator Kualifikasi Minimal S1 Teknik Arsitektur. Konsultan Perencana bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Pengalaman minimal 5 Tahun. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : a. c. Pengalaman minimal 5 Tahun. Ahli Struktur 3. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan .batasan yang telah diberikan oleh proyek. . Team Leader 2. Ahli Teknik Bangunan Gedung Muda (201). 17 Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan di tetapkan adalah 30 (tiga puluh) hari Penyelesaian Kegiatan kalender. kamera digital. termasuk melalui KAK ini. 18 Personil Posisi Tanaga Ahli 1. Pengalaman minimal 5 Tahun. b. Biaya Transportasi ke lokasi proyek Peralatan lainnya. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku. dan pedoman teknis lapangan bola dan atletik yang berlaku untuk lapangan pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung negara. Minimal S1 Teknik Sipil. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. 2. seperti dari segi pembiayaan. waktu penyelesaian pekerjaan dan model lapangan yang akan diwujudkan. Komputer. Ahli Arsitek – Muda (101).    16 Lingkup Kewenangan Tanggung jawab yang menjadi lingkup kewenangan penyedia jasa Penyedia Jasa meliputi : 1. Ahli Teknik Bangunan Gedung – Muda (201).

Tenaga Pendukung 1. pengalaman 1 .3 Tahun. 4. Minimal S1 Telnik Elektro. Minimal S1 Elektro/Mesin. Ahli Teknik Tenaga Listrik (401). Pengukuran. 4. Minimal S1 Sipil.3 Tahun. pengalaman 1 . Gambaran Umum Lokasi Perencanaan. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : 30 (tiga puluh) hari kerja/bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan. Ahli Teknik Mekanikal (301).pengukuran topografi. Ass. Metodologi. Ass.3 Tahun. Pemahaman pekerjaan. Pengalaman minimal 3 Tahun. Tenaga Ahli Strutur 2. Ass. Ahli Mekanikal 5. Minimal S1 Teknik Arsitektur.3 Tahun.Organisasi Pelaksanaan dan Jadual Penugasan Personil. pengalaman 1 . pengalaman 1 . Kriteria Perencanaan dan Kesimpulan atas data-data yang diperoleh. pengalaman 1 . pengalaman 1 . Pengalaman minimal 3 Tahun. Konsultan perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi : 1.3 Tahun. 3. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. 2. Surveyor Minimal S1 Teknik Mesin. Operator Cad / Drafter 19 Program Kerja 20 Laporan Pendahuluan 21 Laporan Bulanan Mininal SMK/STM Bangunan. Laporan : Laporan Pendahuluan memuat : Minimal adalah Bab-bab Pendahuluan. Mininal SMK/STM Bangunan. Helper/cleaning service Mininal SMA/Sederajat. pengalaman 1 .4. 2. . Driver/sopir Mininal SMA/Sederajat. Laporan Bulanan memuat : Bab Pendahuluan. Operator Komputer Mininal SMA/Sederajat. Tenaga Ahli M/E 4. Rencana Kerja.3 Tahun. Tenaga Ahli Arsitektur 3. 5. 3.3 Tahun. Administrasi/Sekretaris Mininal SMA/Sederajat. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Kuasa Pengguna Anggaran. Jadwal kegiatan secara detail. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin keahliannya). Ahli Elektrikal Tenaga Teknis 1.

baik yang berasal dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) maupun yang dicari sendiri. foto 3 R diserahkan selambat-lambatnya : 30 (tiga puluh) hari kerja/bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku album. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. Konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. Design Bangunan. . Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab konsultan Perencana. 25 Produksi dalam Negeri 26 Persyaratan Kerjasama 27 Pedoman Pengumpulan Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut Data Lapangan : 1. 2. Estimasi Biaya dan Penutup Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : 30 (tiga puluh) hari kerja/bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan. Hal – hal lain : Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri. Dalam hal ini informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan ini agar dilaksanakan sebaik – baiknya dan akurat. Alih Pengetahuan Jika diperlukan. Kriteria Perencanaan. Photo Dokumentasi Berisi tentang dokumentasi kegiatan konsultan perencana selama proses perencanaan. Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen. Laporan harus diserahkan selambatlambatnya : 30 (tiga puluh) hari kerja/bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan 22 Laporan Antara - 23 Laporan Akhir Laporan Akhir memuat : Bab Pendahuluan. 28 29 Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi. Surat Pernyataan Bersedia menandatangani Surat Pernyataan kesanggupan menyelesaikan pekerjaan. 3. 24.Invoice dan sebagainya.

Demikian Kerangan Acuan Kerja ini dibuat sebagai acuan bagi konsultan perencana didalam melaksanakan kegiatan Perencanaan Pembangunan Puskesmas Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) .