Anda di halaman 1dari 10

I.

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Seperti yang diketahui, folklor atau tradisi lisan adalah hasil budi, rasa dan karsa
manusia yang memiliki sifat khas dan berbeda dengan yang dimiliki suku bangsa lain. Tradisi
lisan tersebut memiliki cirri-ciri antara lain: (1) disebarkan secara lisan, (2) diwarisi oleh
generasi secara turun temurun, (3) bersifat anonim, (4) memiliki sifat khas yang berbeda, (5)
milik suku bangsa tertentu dan (6) menjadi satu identitas suku bangsa tertentu.
Folklor adalah “sebagai kebudayaan suatu kolektif yang disebar dan diwariskan turun
temurun, diantara kolektif macam apa saja secara tradisional dalam versi yang berbeda baik
dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak maupun alat bantu pengingat”
(Dananjaja, 1984:2; Hutomo, 1991:5).
Folklor dibagi menjadi tiga golongan, yaitu (1) folklor lisan, (2) folklor setengah lisan
dan (3) folklor bukan lisan. Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang folklor lisan
yang memiliki pengertian sebagai folklor yang bentuknya murni lisan, seperti legenda, mite,
sage, fable, nyanyian rakyat, ungkapan, peribahasa, teka-teki dan syiir (Jawa), pantun
(Melayu) dan pelipur lara (Melayu).
Selain itu, Supratno dan Darni (Supratno, 2010:1) menjelaskan bahwa folklor
merupakan salah satu kebudayaan daerah dan merupakan salah satu insur kebudayaan
nasional yang perlu dibina, dikembangkan dan dilestarikan dalam rangka untuk memperkaya
keanekaragaman dan kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional merupakan kebudayaan
yang timbul sebagai buah usaha budi seluruh bangsa Indonesia. Kebudayaan nasional pada
hakekatnya adalah satu. Sedangkan corak ragam budaya yang ada di seluruh Indonesia
menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang dapat menjadi modal dan landasan untuk
pengembangan kebudayaan nasional. Dalam rangka untuk pengembangan tersebut, perlu
ditumbuhkan kemampuan masyarakat untuk menggali dan mengaktualisasikan nilai-nilai
budaya daerah, termasuk tradisi lisan sebagai media untuk pendidikan karakter masyarakat
Indonesia. Nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi lisan dapat diaktualisasikan atau
diimplesentasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dijadikan pedoman atau model atau hidup
dalam berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam menganalisis folklor, terdapat suatu teori bernama teori struktur naratif. Teori
struktural tersebut dipelopori oleh beberapa tokoh yang masing-masing dianggap berterima
untuk menganalisis cerita lisan seperti; legenda, mite, sage, fable, nyanyian rakyat, ungkapan,
peribahasa, teka-teki dan syiir (Jawa), pantun (Melayu) dan pelipur lara (Melayu). Tokoh-

1

Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana penerapan teori naratif ala Vladimir Propp dalam “Cerita Panji Semirang”. Mckean. Masing-masing daerah memiliki cerita yang menjadi khasnya. Levi Strauss. C. Vladimir Propp. cerita panji ini memiliki banyak versi. Axel Olrix dan Parry-Lord. dengan menggunakan bahasa yang indah menurut konteksnya (Hutomo. Kajian Pustaka 1. C. baik lisan maupun tulis (cetak).tokoh yang memelopori teori tersebut adalah Maranda. Alan Dundes. Sastra Lisan Sastra atau kesusastraan ialah ekspresi pikiran dan perasaan manusia. Pembahasan A. Seperti cerita rakyat pada umumnya. Heda Jason. Oleh karena itu. Pada kesempatan ini penulis akan membahas mengenai teori naratif ala Vladimir Propp pada teks “Cerita Panji Semirang”. 1997:39). yakni folklore lisan yang disampaikan secara lisan dan disampaikan secara turun-menurun. Sesuatu disebut dengan ‘sastra lisan’ apabila memuliki pengertian sebagai kesusastraan yang mencakup ekspresi kesusastraan warga suatu kebudayaan yang disebarkan 2 . penulis mengangkat salah satu cerita panji yang berasal dari Jawa Timur “Cerita Panji Semirang”. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui penerapan teori naratif ala Vladimir Propp dalam “Cerita Panji Semirang”. B. II.

masyarakat di luar kota. Menggambarkan ciri-ciri budaya sesuatu masyarakat. Secara etimologis. dan g. Folk memiliki perngertian kolektiv (collectivity) sedangkan lore memiliki arti kebudayaan. ekspresi budaya yang disebarkan. carita pantun (Sunda). d. kadang-kadang diucapkan tidak lengkap. dan karena itu menjadi milik masyarakat. dan kentrung (Jawa) biasanya dipertunjukkan dengan alat musik tradisional (Hutomo. 2. sastra lisan adalah sastra yang mencakup ekspresi sastra suatu kebudayaan yang disebarkan dan diturunkan secara lisan (Hutomo. fantasi yang tidak diterima oleh masyarakat modern. sebab sastra lisan merupakan warisan budaya yang menggambarkan masa lampau. Lahir dari masyarakat yang bercorak desa. Maksudnya. Tidak mementingkan fakta dan kebenaran. 1991: 3-4). kaba (Minangkabau). Sastra lisan murni pada umumnya berbentuk prosa rakyat. istilah folklore berasal dari kata folk dan lore. dapat disimpulkan bahwa sastra lisan merupakan salah satu bagian dari tradisi lisan ataupun folklor lisan. baik dari segi waktu dan ruang melalui mulut. jadi. yaitu sastra lisan murni dan sastra lisan yang setengah lisan. f. b.dan diturun-temurunkan secara lisan (dari mulut ke mulut) (Hutomo. lebih menekankan pada aspek khayalan. Seperti kita ketahui. tetapi menyebut pula hal-hal baru (sesuai dengan perubahan-perubahan sosial). sastra lisan juga disebut fosil hidup. 1991:1). tetapi sastra lisan itu mempunyai peran penting di dalam masyarakatnya. 1991: 62-64). Folklor Istilah folklor merupakan pengindonesiaan dari kata folklore dalam bahasa Inggris. Adapun sastra lisan dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok. Sedangkan sastra lisan yang setengah lisan merupakan sastra lisan yang disampaikan dengan bantuan tingkah laku serta bentuk-bentuk seni yang lain. atau masyarakat yang belum mengenal huruf. e. 2015:17) folk adalah sekolompok orang-orang yang memiliki ciri-ciri pengenal 3 . mengandung dialek. Terdiri dari berbagai versi. yaitu sebagai berikut: a. 1991: 60). prosa liris dan bentuk-bentuk puisi rakyat. Menggunakan gaya bahasa lisan (sehari-hari). Dari penjelasan di atas. Sastra lisan murni merupakan ragam sastra lisan yang penyampaiannya benar-benar secara lisan tanpa alat bantu lain. Oleh karena itulah. serta sastra lisan murni yang disampaikan dengan alat musik. Beberapa ciri sastra lisan. Penyebarannya melalui mulut. termasuk cerita rakyat (Hutomo. Menurut Alan Dundes (Sudikan. Sastra lisan jenis ini misalnya drama panggung dan drama arena. Tidak diketahui siapa pengarangnya. c.

2015:17) menyatakan. Teori Naratif ala Vladimir Propp Vladimir Propp merupakan printis jalan bagi analisis structural dongeng. sedikitnya dua generasi. Namun yang lebih penting lagi adalah bahwa mereka telah memiliki suatu tradisi. sosial dan kebudayaan. bagaimana bagian-bagian itu saling bergantung dan bagaimana hubungan antara bagian dan keseluruhan (Sudikan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Propp memerlukan membuat analisis struktur folktale yang mencoba memastikan anasir hakiki setiap dongeng termasuk jenis dongeng yang akan dibicarakan. bentuk rambut. 3. Propp menyajikan sebuah morfologi mengenai cerita dongeng. sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok lainnya. yang dapat mereka akui sebagai milik bersama. James Danandjaya (Sudikan. yang dimaksudkan dengan lore adalah tradisi folk. tetapi dongeng Rusia. 2015:95). maka dapat dikatakan bahwa analisis cerita dongeng Propp ini tidak untuk seluruh cerita dongeng di dunia. Hal tersebut tidak menjadikan analisis Propp tidak dapat diterapkan pada semua jenis dongeng. Propp menemukan struktur plot berdasarkan hasil penelitiannya mengenai dongeng Rusia (Sudikan. yang diwariskan secara turun menurun secara lisan atau melalui suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (mnemonic device).fisik. secara tradisional dalam versi yang berbeda. Berdasarkan pengertian tersebut. yang juga memiliki ciri-ciri pengenal fisik atau kebudayaan yang sama. artinya melukiskan dongeng Rusia menurut bagian-bagiannya. para pelaku dan sifat-sifatnya dapat berubah. diantara kolektif macam apa saja. 2015:95) menjelaskan bahwa dalam sebuah cerita dongeng. yakni kebudayaan yang telah mereka warisi turum temurun. bahasa. Luxemburg (Sudikan. baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (mnemonic device). Ciri-ciri pengenal itu antara lain dapat berwujud warna kulit. 2015:94). taraf pendidikan dan agama yang sama. serta memiliki kesadaran kepribadian sebagai kesatuan masyarakat. Teori ini bisa tetap diterapkan. Dipihak lain. tetapi perbuatan dan peran mereka tetap sama. melalui bukunya yang berjudul Morfologi Dongeng Ajaib. 2015:17) mendefinisikan folklor sebagai sebagian dari kebudayaan suatu kolektif yang tersebar dan diwariskan turun temurun. Dengan demikian. James Danandjaya (Sudikan. Didalam penelitiannya Propp membuktikan bahwa semua cerita dongeng termasuk dalam satu tipe yang sama menurut strukturnya. mata pencaharian. Peristiwa dan perbuatan yang berbeda tersebut memiliki atau 4 . folk adalah sinonim dengan kolektif. namun ada beberapa fungsi yang tidak bisa ditemukan pada cerita. yaitu sebagian kebudayaannya.

ia boleh pergi 10) Pencuri sepakat untuk memutuskan membalas 11) Ksatria meninggalkan rumah 12) Ksatria diuji. berlaku untuk jenis cerita dongeng dengan fungsi yang berjumlah 31. Perbuatan yang seperti itulah disebut Propp sebagai fungsi. 2015:95-98) Teori Propp ini digunakan untuk menganilisis cerita dongeng secara struktural dan sesuai dengan ketigapuluhsatu fungsinya. hal tersebut tidak berarti bahwa setiap dongeng harus memiliki ketigapuluhsatu fungsi tersebut. tiba ke negerinya atau ke negeri lain 24) Ksatria palsu yang menyampaikan tuntutan palsu 25) Tugas berat diemban oleh ksatria 26) Tugas dapat diselesaikan 27) Ksatria dikenali 28) Ksatria palsu atau penjahat terbuka 29) Ksatria menjelma dengan wajah yang baru 30) Penjahat dihukum 31) Ksatria menikah dan naik tahta (Sudikan. Adapun fungsi yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1) Seorang anggota keluarga meninggalkan rumah 2) Satu larangan diucapkan kepada ksatria 3) Larangan dilanggar 4) Penjahat mencoba mendatangi 5) Penjahat menerima pemberitahuan tentang mangsanya 6) Penjahat mencoba memperdaya mangsanya dengan tujuan untuk memilikinya 7) Mangsa terperdaya dan justru dengan kesadaran penuh membantu musuhnya 8) Penjahat menyusahkan atau mencederai anggota keluarga 9) Kecelakaan atau kekurangan dimaklumi. diantar atau dipadu ke tempat-tempat objek yang dicari 16) Ksatria dan penjahat terlibat dalam pertarungan 17) Ksatria ditandai 18) Penjahat dibunuh 19) Kecalakaan atau kekurangan awal diatasi 20) Ksatria pulang 21) Ksatria dikejar 22) Ksatria diselamatkan 23) Ksatria yang tidak dikenali. Meskipun demikian. seperti yang telah disebutkan di atas. diserang dan lain-lain yang menggiring ksatria ke arah penerimaan yang sama ada sesuatu alat magis atau pembantu. 13) Ksatria membalas tindakan orang yang memberi sesuatu tersebut 14) Ksatria memperoleh agen sakti 15) Ksatria dipindahkan. Sudikan (2015:98) menjelaskan lebih lanjut bahwa kaidah yang dikemukakan 5 . ksatria diminta atau diperintah. ditanya. Lebih lanjut dikatakan bahwa Propp mengembangkan semacam skema yang selalu sama dan umum. Tokoh yang dibatasi dari segi makna untuk jalan perannya adalah fungsi.mengisyaratkan arti atau perbuatan yang sama pula. tidak untuk mengkaji bagaimana watak tokoh dan setting cerita.

namun rombongan penjahat itu tidak juga menyerang. 5. diantar atau dipadu ke tempat-tempat objek yang dicari Pencarian terus dilakukan. ditanya. Mangsa terperdaya dan justru dengan kesadaran penuh membantu musuhnya …… Raden Inu Kertapati kaget dan jatuh pingsan. fungsi yang mengkaji asal-usul cerita. Seorang anggota keluarga meninggalkan rumah Pada suatu hari Raden Inu Kertapati bermaksud mengunjungi tunangannya di Kediri. Penjahat mencoba mendatangi Di tengah perjalanan rombongan Raden Inu Kertapati dihadang oleh segerombolan penjahat dari Asmarantaka yang dipimpin oleh Panji Semirang. 6. Raden Inu kertapati bersiap-siap. Maka Raden Inu Kertapati dan rombongannya disambut dengan baik. Ksatria meninggalkan rumah Di tengah-tengah kekacauan ini nampak rombongan Raden Inu Kertapati menaiki kuda dan bergerak meninggalkan istana. Raja negeri Gegalang masih kerabat dekat Raja Jenggala. Dewi Liku ternyata mempunyai kekuatan sihir. Penjahat mencoba memperdaya mangsanya dengan tujuan untuk memilikinya 4. 7. diserang dan lain-lain yang menggiring ksatria ke arah penerimaan yang sama ada sesuatu alat magis atau pembantu. Ia segera dibawa masuk ke dalam istana. 3. Berikut dijelaskan fungsifungsi tersebut: 1. ia diiringi oleh pengawal yang membawa perbekalan yang lengkap. Atas desakannya maka Raja Kediri memutuskan untuk menikahkan Raden Inu Kertapati dengan Dewi Ajeng. Raden Inu Kertapati dan rombongannya 6 . Ksatria dipindahkan. Analisis “Cerita Panji Semirang” Setelah membaca cerita dongeng “Panji Semirang”. Cerita Panji Semirang Lampiran 5. Ksatria diuji. 2.Propp ini dikenal sebagai “The Function of Dramatis Personae” yaitu. 4. penulis menemukan sepuluh fungsi dari ketigapuluhsatu fungsi teori naratif ala Vladimir Propp. Pada saat itu negeri Gegalang sedang diganggu oleh gerombolan perampok sakti yang dipimpin oleh Lasan dan Setegal. hingga mereka sampai di negeri Gegelang.

bersedia untuk memberantas para perampok itu. mereka bekerja sama dengan prajurit kerajaan Gegelang.html diakses pada tanggal 23 November 2015 7 . Jakarta: Unesa University Press. Kesimpulan Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan di atas. Daftar Rujukan Hutomo. keduanya bertemu dan menikah. Folklor Lisan Sebagai Media Pendidikan Karakter Mahasiswa. Fungsi-fungsi tersebut menyebutkan ksatria (Raden Inu Kertapati) dan penjahat (Panji Semirang. Surabaya: HISKI Jawa Timur Supratno. Sudikan. 10. Mutiara yang Terlupakan: Pengantar Studi Sastra Lisan. Mereka lalu menjadi sepasang suami istri yang bahagia selama-lamanya.co. III. Penjahat dibunuh Raden Inu Kertapati berhadapan langsung dengan Lasan dan Setegal. Ksatria memperoleh agen sakti Segera saja Raden Inu Kertapati menghampiri pemuda pembawa pantun itu. dan ternyata pemuda itu adalah Panji Semirang alias Dewi Candra Kirana yang selama ini dia cari. dalam plot yang menceritakan pencarian Raden Inu Kertapati terhadap Dewi Candra Kirana. Setya Yuwana. (online) http://chocoronotomo. 2015. Ksatria menikah dan naik tahta Keesokan harinya mereka berdua berangkat ke Negeri Jenggala dan melangsungkan sebuah pernikahan yang mewah. 2015. Cerita Rakyat dari Jawa Timur: Panji Semirang. Metode Penelitian Sastra Lisan. Tak lama kemudian kedua pemimpin rampok itu roboh ke tanah.id/2015/03/cerita-rakyat-dari-jawa-timur-panji. Dewi Liku. Suripan Sadi. lalu tewas. Dikisahkan pada akhir cerita. 1991. dapat disimpulkan bahwa terdapat sepuluh fungsi struktur naratif ala Vladimir Propp dalam cerita Panji Semirang. Pangeran muda ini bertempur dengan gagah berani dan mengeluarkan segenap kesaktian yang dia miliki. Lamongan: CV. Pustaka Ilalang Group _________. Haris dan Darni. IV. Lasan dan Setegal).blogspot. 8. 9. 2015.

Rasanya ia sudah kenal dekat dengan orang ini. termasuk kepada kedua pembantu setianya." "Oh. Raden Inu kertapati bersiap-siap. "Kabar itu tidak benar." jawab Raden Inu Kertapati tanpa merasa takut namun tetap waspada." kata Panji Semirang." gumam Raden Inu Kertapati." jawab Raden Inu Kertapati. Tak kurang istri selir Raja Kediri yang bernama Dewi Liku dan putrinya Dewi Ajeng ikut 8 . saya tahu ada dua orang putri yang cantik di sana. kediri. Raden Inu Kertapati disambut dengan meriah dan penuh suka cita. Tubuhnya tegap dan wajahnya tampan. Pada suatu hari Raden Inu Kertapati bermaksud mengunjungi tunangannya di Kediri. Namun. Di tengah perjalanan rombongan Raden Inu Kertapati dihadang oleh segerombolan penjahat dari Asmarantaka yang dipimpin oleh Panji Semirang. Sampai di kediri." "Hendak kemanakah Raden?" "Aku akan menemui calon istriku di kediri. "Kalau begitu aku akan melanjutkan perjalananku." kata Panji Semirang. Panji Semirang. Selain itu dia juga ramah kepada siapa saja. selamat jalan. sampai bertemu lagi.Lampiran Teks Cerita “Panji Semirang” Raden Inu Kertapati adalah putra mahkota kerajaan jenggala. Dua orang gerombolan maju mendekati Raden Inu kertapati.Setelah pembicaraan dirasa cukup. "Hamba mohon Raden berkenan menemui pemimpin kami. "Baiklah Raden. ia diiringi oleh pengawal yang membawa perbekalan yang lengkap. kalau tak mau kami tak pernah memaksa. kami hanya mengajak mereka untuk bermukim di negeri kami. Raden mau pilih yang mana?" "Calon istri saya adalah Dewi Candra Kirana. bahwa Negeri “Asmarantaka adalah negeri para pengacau yang suka menculik orang. ia lupa dimanakah ia pernah bertemu dengan wajah Panji Semirang yang sudah tidak asing lagi itu. namun rombongan penjahat itu tidak juga menyerang. Walaupun baru bertemu. dan yang ekdua Dewi Ajeng. kok berbeda dengan apa yang aku dengar selama ini. Ternyata Raden Inu Kertapati disambut dengan ramah oleh Panji Semirang. Raden Inu Kertapati meminta izin untuk melanjutkan perjalanan menuju Kediri. Raden Inu Kertapati merasa akrab dengan Panji Semirang." "Baik. Yang satu namanya Dewi Candra Kirana. Raden Inu Kertapati sudah ditunangkan dengan seorang putri dari kerajaan kediri yang bernama Dewi Candra Kirana. "Loh.

" jawab ketua gerombolan perampok itu. lalu tewas. Kamar pengantin dihias dengan indah dan diberi minyak wangi dari jenis yang terbaik.anak muda. Dewi Candra Kirana tidak kelihatan dalam penyambutan tersebut. Raja Kediri memerintahkan seluruh punggawa kerajaan untuk memepersiapkan pesta pernikahan Raden Inu Kertapati dengan Dewi Ajeng. Di tengah-tengah kekacauan ini nampak rombongan Raden Inu Kertapati menaiki kuda dan bergerak meninggalkan istana. Pada saat itu negeri Gegalang sedang diganggu oleh gerombolan perampok sakti yang dipimpin oleh Lasan dan Setegal. "Kalian boleh pilih. namun hasilnya tetap sama saja. "Hahahaha. hingga mereka sampai di negeri Gegelang. Dewi Liku ternyata mempunyai kekuatan sihir. Tak lama kemudian kedua pemimpin rampok itu roboh ke tanah. Ia segera dibawa masuk ke dalam istana. Akan tetapi. Para prajurit kerajaan 9 . lebih baik aku mati daripada aku menyerahkan diri kepadamu. Tiba-tiba saja terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh persiapan pesta. menyerah atau kami binasakan!" seru Raden Inu Kertapati. Di sepanjang jalan menuju istana dihias dengan umbul-umbul dan aneka ragam bunga warna-warni.. Atas desakannya maka Raja Kediri memutuskan untuk menikahkan Raden Inu Kertapati dengan Dewi Ajeng. Di tengah perjalanan. Dia menduga jangan-jangan Panji Semirang itu adalah kekasihnya yang sedang menyamar. Mendengar keterangan tersebut seketika Raden Inu Kertapati kaget dan jatuh pingsan. Pangeran muda ini bertempur dengan gagah berani dan mengeluarkan segenap kesaktian yang dia miliki. Berbagai jenis makanan dan minuman disediakan. Raden Inu Kertapati memerintahkan anak buahnya untuk terus mencari ke semua penjuru. "Kenapa ia tak datang menyambutku?" tanya Raden Inu Kertapati. Pencarian terus dilakukan. Terjadilah pertempuran sengait. Raden Inu Kertapati sadar dan teringat kembali pada kekasihnya. Raden Inu Kertapati berhadapan langsung dengan Lasan dan Setegal. Raja negeri Gegalang masih kerabat dekat Raja Jenggala. dan korban terus berjatuhan dari kedua belah pihak. "Kanda Dewi Candra Kirana sakit ingatan dan telah lama pergi dari istana. panggung kesenian segera didirikan. mereka bekerja sama dengan prajurit kerajaan Gegelang. barulah sihir Dewi Liku lenyap dari pikiran Raden Inu Kertapati. Tanpa buang waktu lagi pasukan yang dipimpin Raden Inu Kertapati segera bergerak menyerbu. Panji Semirang sudah meninggalkan negeri itu. Wajah kekasihnya tak jauh berbeda dengan wajah Panji Semirang. dia membayangkan alangkah bahagianya jika dia dapat bersanding dengan Raden Inu Kertapati yang tampan itu. Namun ternyata. Maka Raden Inu Kertapati dan rombongannya disambut dengan baik. Dewi Ajeng sangat gembira sekali." jawab Dewi Ajeng. Dewi Candra Kirana. Tetapi rencana jahat Dewi Liku untuk menjodohkan Raden Inu Kertapati dengan putrinya Dewi Ajeng tidak berjalan mulus. Ia dan rombongannya lalu bergerak menuju negeri Asmarantaka untuk mencari Panji Semirang. Hingga pada suatu hari Raden Inu Kertapati memergoki gerombolan perampok itu di sebuah desa. Gapura pintu gerbang dihias seindah mungkin. persiapan benar-benar telah sempurna. Raden Inu Kertapati dan rombongannya bersedia untuk memberantas para perampok itu.menyambut kehadirannya.

Raja Gegelang memanggil seorang ahli pantun.Gegelang bersorak sorai atas kemenangan Raden Inu Kertapati dan rakyat menyambutnya dengan gembira. Dewi Candra Kirana bercerita bahwa Dewi Liku yang membuatnya hilang ingatan dan ia terusir dari istana. Keesokan harinya mereka berdua berangkat ke Negeri Jenggala dan melangsungkan sebuah pernikahan yang mewah. 10 . Segera saja Raden Inu Kertapati menghampiri pemuda pembawa pantun itu. Mereka lalu menjadi sepasang suami istri yang bahagia selama-lamanya. Raja gegelang mengadakan pesta tujuh hari dan tujuh malam lamanya untuk menyambut kemanangan yang diperoleh Raden Inu Kertapati yang telah berhasil membasmi gerombolan perampok. Ia membawakan pantun yang ternyata menceritakan kisah perjalanan hidup Dewi Candra Kirana dan Raden Inu Kertapati. Raden Inu Kertapati terharu mendengar kisah calon istrinya itu. melihat hal itu. raden Inu Kertapati menjadi penasaran dan langsung saja ia teringat kekasihnya. Sampai pada malam ketujuh pesta itu. Ahli pantun itu adalah seorang pemuda namun tubuhnya lemah gemulai. Untunglah ada seorang pertapa sakti yang mau mengobati Dewi Candra Kirana sehingga ia sembuh dan mulai berkelana dari satu negeri ke negeri lainnya. dan ternyata pemuda itu adalah Panji Semirang alias Dewi Candra Kirana yang selama ini dia cari. Sepasang kekasih itu saling melepas rindu.