Anda di halaman 1dari 2

Meningkatnya gangguan psikologi

Masalah psikologi, juga di negara semaju Jerman, tetap merupakan tema yang tabu
dibicarakan. Padahal gangguan psikis semacam itu, melanda hampir 50 persen populasi.
Bahkan organisasi kesehatan dunia-WHO, dalam model kesehatan yang dibuat sampai tahun
2020, meramalkan, gangguan psikis berupa depresi, akan menjadi penyakit pembunuh nomor
dua setelah penyakit jantung. Paling tidak, WHO meramalkan, stress atau depresi akan
menjadi 10 besar penyakit, yang menyebabkan kematian atau menurun drastisnya kualitas
kesehatan masyarakat. Akan tetapi, berbagai mitos yang keliru, menyebabkan gangguan
psikologi semacam itu, tetap sulit dibicarakan secara terbuka. Masih banyak orang di negara
maju, yang menganggap penyakit gangguan psikis sebagai kelemahan. Tidak banyak yang
berani mengakui, mereka memiliki masalah, yang tidak dapat dipecahkannya sendirian.
Namun di sisi lainnya, mencari pakar yang tepat, untuk membantu mengobati gangguan psikis
ini, juga ibaratnya bermain lotre. Karenanya, sejumlah pakar psikologi menuntut,
ditetapkannya kriteria yang jelas bagi pasien dan penolong yang profesional. Prof. Dr. Jrgen
Margraf dari bagian psikologi klinik dan psikoterapi Universitas Basel di Swiss,
menyebutkan, untuk diagnose adanya gangguan psikologi, paling tidak terdapat empat kriteria
sebagai acuan. Pertama, apakah terasa ada gangguan? Kedua, apakah hal itu menyebabkan
dampak negatif, baik dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan? Ketiga apakah kita masih
dapat mengendalikan gangguan tsb? Dan keempat, apakah reaksi kita masih dalam tahapan
wajar? Jika terasa ada gangguan, yang menimbulkan dampak negatif, dan sulit dipecahkan
sendiri, apalagi jika reaksi sudah tidak wajar lagi, itu artinya kita sudah memerlukan bantuan
dokter atau pakar psikologi.
Faktor pemicu
Terutama di negara maju, dimana perubahan terjadi amat cepat, gejala stress juga
menjadi fenomena umum. Prof. Margraf mengibaratkan, penyakitnya bukan hanya seperti
pilek yang gampang sembuh. Tapi sudah menjadi penyakit akut yang membutuhkan
perawatan serius. Seringkali penderita gangguan psikologi, menunjukan gejala dengan sakit
fisik. Namun setelah berulang kali pergi ke dokter, bukan hanya satu tetapi berganti-ganti
dokter, ternyata penyakitnya tidak pernah sembuh.
Prof. Margraf mengatakan, pergi ke dokter jika ada gejala gangguan, sudah merupakan
langkah yang tepat. Namun, jika gejala keluhan sakit fisik tidak sembuh-sembuh, berarti
terdapat penyebab psikologis. Untuk kasus semacam itu, para dokter memang tidak mendapat
pendidikan khusus. Karenanya, Margraf kemudian membuat semacam daftar pertanyaan
standar, untuk pasien-pasien yang mengeluh sakit, tapi secara medis tidak ditemukan
penyebabnya. Dengan daftar pertanyaan itu, para dokter dapat mengenali sekitar 90 persen
pasiennya yang memerlukan bantuan psikolog atau psikiater. Walaupun gejalanya secara
akurat dapat dikenali, namun terapi gangguan psikologi bukanlah soal mudah. Sebelumnya,

Namun sekarang diketahui. membuktikan. juga semakin meningkat. kini pakar psikologi tidak lagi seperti jamannya Freud. enggan. Selain itu. Para pakar terapi psikologi juga harus menyadari. Jika penyebabnya faktor biologis. apa penyebab gangguan psikologi tsb. dengan di negara miskin yang faktor sosialnya buruk. juga dipandang sebagai gangguan biologis. dan semakin seringnya terjadi perceraian. penyebab gangguan psikologi hampir semuanya faktor sosial. seperti semakin banyak orang yang tidak menikah. (muj) . yang disebabkan faktor lingkungan dan sosial yang dapat mereka tangani. mana bidang keahliannya. dalam satu dekade terakhir jumlah kasus gangguan psikologi meningkat tajam. kini memainkan peranan besar bagi munculnya gangguan psikologi. jumlah penderita Schizofrenia atau kepribadian terbelah. Akan tetapi. Yang masih menjadi masalah dalam penyembuhan gangguan psikologi. banyak yang mengaku sebagai pakar terapi psikologi. Buktinya. padahal dalam kenyataannya mereka justru memperburuk kondisi pasiennya. Seiring dengan meningkatnya gejala gangguan psikologi pada masyarakat modern. gangguan psikologi. seperti pada Skizofrenia atau Manic Depressiv berat. untuk pertama kalinya para peneliti membuktikan.berdasarkan teori bapak psikologi Sigmund Freud. Tim peneliti yang dipimpin Prof. pengetahuan di bidang tsb juga maju pesat. Mirip dengan di dunia medis. Terapi obat Para peneliti dari rumah sakit Universitas Schleswig-Holstein di Lbeck Jerman. atau tidak tahu harus berobat kemana. dengan gejala neurotik mencuci tangan terus menerus. meningkatnya ancaman serta semakin longgarnya hubungan sosial. jika dibandingkan dengan kasus di tahun 50-an. Penelitian di Amerika Serikat menunjukan. pakar gangguan bicara atau juga pakar terapi sistemik. Akan tetapi setiap pakar sudah harus memilah. Ada pakar terapi psiko-dinamis. yakni unsur pembawa pesan di dalam otak. hanya obat penenang yang dapat membantu. Meningkatnya kadar serotonin. Dalam masyarakat yang berubah cepat. juga diakui perubahan sosial. dapat diringankan gejalanya dengan tetapi obat-obatan. sehingga peranan dokter juga harus diperhitungkan. sama banyaknya baik di negara maju yang faktor sosialnya bagus. Sekarang juga semakin dimengerti. tetap saja mayoritas penderita gangguan psikologi merasa malu. yang lebih banyak berkaitan dengan psiko-analisa klasik. adalah semakin terspesialisasinya masalah. penyebabnya ternyata kebanyakan faktor biologis. hanya gangguan tertentu. ada pakar terapi tingkah laku. pada pasien yang diberi terapi obatobatan. ternyata menekan gejala neurotik pada pasien yang diteliti. Tapi jangan dilupakan. pengobatan gangguan psikologi juga berdampak pada sistem saraf pada otak. Pemicunya adalah perubahan sosial yang amat cepat. jumlah penderita fobia atau ketakutan tidak beralasan. Dengan itu. dimana seorang pakar dapat menangani semua gangguan. Misalnya masa kanak-kanak yang buruk atau lingkungan yang jahat. Fritz Hohagen mengukur kadar serotonin. para penderita gangguan psikologi berupa fobia akan ketularan penyakit. Perubahan sosial Akan tetapi.