Anda di halaman 1dari 10

Panduan Praktik

Klinis
SMF Kesehatan
Anak

HIPERTENSI

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

....................... ………………………………
I/8
......
….
Tanggal Terbit
Ditetapkan
Direktur Utama

Dr. Bambang Wibowo, SpOG(K)
NIP. 196108201988121001
PENGERTIAN
Suatu keadaan nilai rata-rata tekanan darah sistolik dan atau
diastolik lebih dari persentil ke-95 berdasarkan umur, jenis
kelamin dan tinggi badan pada pengukuran 3 kali berturutturut.
ANAMNESIS
 Hipertensi ringan atau sedang umumnya tidak menimbulkan
gejala.
 Gejala-gejala dapat berupa sakit kepala, pusing, nyeri perut,
muntah, anoreksia, gelisah, berat badan turun, keringat
berlebihan, murmur, epistaksis, palpitasi, poliuri, proteinuri,
hematuri, atau retardasi pertumbuhan.
 Riwayat penggunaan obat-obatsepertikortikosteroid,atauobatobatgolongansimpatomimetik(misalnyaefedrin).
Riwayatpenyakitdalamkeluarga,misalnyahipertensi,stroke,ga
galginjal,danlain-lain.
PEMERIKSAAN  Dilakukan pengukuran tekanan darah pada empat ekstremitas
FISIK
untuk mencari koarktasio aorta. Kesadaran dapat menurun
sampai koma, tekanan sistolik dan diastolik meningkat,
denyut jantung meningkat. Dapat ditemukan bunyi murmur
dan bruit, tanda gagal jantung, dan tanda ensefalopati.
 Pada pemeriksaan funduskopi dapat ditemukan kelainan retina
berupa perdarahan, eksudat, edema papil atau penyempitan
pembuluh darah arteriol retina.
KRITERIA
Nilai rata-rata tekanan darah sistolik dan atau diastolik lebih
DIAGNOSIS
dari persentil ke-95 berdasarkan umur, jenis kelamin dan tinggi
badan pada pengukuran 3 kali berturut-turut.
DIAGNOSIS KERJA Hipertensi
DIAGNOSIS
BANDING

1.

Hipertensi
akut
dapat
disebabkan
oleh
glomerulonefritis
akut
pasca
streptokokus,
sindrom

foto toraks yang dapat menunjukkan adanya pembesaran jantung dengan edema paru. 2. sindrom Cushing. eksudat. IgG. katekolamin urin dan metabolitnya dalam urin. pengobatan steroid jangka panjang. kadar elektrolit. dan gagal ginjal tahap akhir. aldosteron dan metabolit steroid dalam urin (17 ketosteroid dan 17 hidrokortikosteroid)). pielonefritis kronis. ANA. kreatinin. globulin. darah lengkap dan USG ginjal). Pemeriksaan air kemih. neurofibromatosis. dan luka bakar. biakan urin. asam urat. dan evaluasi akibat hipertensi terhadap organ targetmeliputi EKG dan ekokardiografi yang dapat menunjukkan pembesaran ventrikel kiri.dan CT scan kepala yang dapatmenemukan atrofi otak yang bila segera ditangani gejala dapat menghilang tanpa gejala sisa. feokromositoma. PEMERIKSAAN PENUNJANG hemolitik uremik. Pemeriksaan penunjang untuk mencari penyakit primer dibagi dalam 2 tahap. hiperparatiroid. 3. albumin. dan hematologi. komplemen 3 (C3). aktivitas renin plasma dan aldosteron. Hipertensi sekunder pada anak dapat pula disebabkan oleh hiperaldosteronisme primer. ureum. Pemeriksaan tahap 1 meliputi pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit ginjal (urinalisis. penyempitan pembuluh darah ginjal. Hipertensi kronis dapat disebabkan oleh glomerulonefritis kronis. sel LE. dapat membedakan penyebab hipertensi tersebut. pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit endokrin (elektrolit serum. sindrom Guillain-Barre. Pemeriksaan tahap 2 dilakukan bila pada pemeriksaan tahap 1 didapatkan kelainan. katekolamin plasma.danjenispemeriksaanyangdilakukandises uaikandengankelainanyangdidapat. kultur hapusantenggorok/keropenginfeksi . kolesterol. edema papil. 1. BUN. C3. Pemeriksaan tahap 2 dilakukan untuk evaluasi diagnostik ke arah penyebab hipertensi sekunder seperti antiStreptolisin O(ASTO). lupus eritematosus sistemik. IgA. funduskopi dapat dilihat adanya kelainan retina berupa perdarahan. kreatinin serum. atau penyempitan pembuluh darah arteriol retina.2. IgM. ASTO. dan purpura Henoch-Schӧnlein. uropati obstruktif. hipertiroid.

sel LE. macam dan dosis obat antihipertensi adalah sebagai berikut: Golon gan obat Jenis obat Angio tensin conve rting enzy me inhibit Kapt opril Dosis dan interv al 0.  Tujuan pengobatan hipertensi pada anak adalah mengurangi risiko jangka pendek maupun panjang terhadap penyakit kardiovaskular dan kerusakan organ target. I. faktor komorbid. uji supresi dengan deksametason. biopsi ginjal.  Tujuan akhir pengobatan hipertensi adalah menurunkan tekanan darah hingga di bawah persentil ke-95 berdasarkan usia. arteriografi. CTginjal. CTkelenjar adrenal atau abdomen. renin vena renalis. Digital SubtractionAngiography (DSA). obesitas. uji serologi untuk SLE. analisisaldosteron dan elektrolit urin. Tc 99m DTPAatau DMSAscan. katekolamin vena TERAPI kava. hiperlipidemia. tiap 8 jam Neona tus: Dosis maksimal Anak Dewas a 6 mg/kg/h ari. kebiasaan merokok dan intoleransi glukosa. perlu diperhatikan faktor-faktor lain seperti kerusakan organ target. dianjurkan untuk menurunkan tekanan darah sebesar 20-30% dalam waktu 60-90 menit. tiap 8 jam Neonat us: 50 mg tiap 8 jam 450 mg/hari Efek samping Teratogenik. miksio sistouretrografi(MSU). Langkah pengobatan. Pada anak dengan hipertensi kronik. Medikamentosa  Penggunaan obat antihipertensi pada anak dimulai bila tekanan darah berada 10 mmHg di atas persentil ke-95 untuk umur dan jenis kelamin. Dapat dibuat .  Seringkali diperlukan kombinasi beberapa antihipertensi untuk mengendalikan tekanan darah dengan prinsip menggunakan obat-obatan dengan tempat dan mekanisme kerja yang berbeda. scanning adrenal dengan l131 meta-iodobenzilguanidin. Pemeriksaan serum kreatinin dan kalium berkala. Selain menurunkan tekanan darah dan meredakan gejala klinis. jenis kelamin dan tinggi badan anak. renografi.kulit.1 mg/kg/ kali.

or (ACEI) 0. . tiap 6-8 jam 3 mg/kg/k ali.5 mg/kg/k ali. tiap 6-8 jam Nifed ipin Exte nded relea se Nifed 0. tiap 24 jam 1.1 pril mg/kg/ hari 2 mg/kg/h ari 0. FDA membatasi pemakaian losartan hanya untuk anak ≥6 tahun dan kreatinin klirens ≥30 ml/menit/1. tiap 68 jam 0.05 mg/kg/ hari.03 mg/kg/ hari Lisino 0.250. Hati-hati pemakaian pada penyakit ginjal dengan proteinuria dan diabetes mellitus. Dapat menyebabka n takikardi dan edema. tiap 12-24 jam 5 mg/hari atau 10-20 mg/hari 120 mg/hari suspensi.2-1 mg/kg/h ari Angio tensin recep tor block er (ARB) Losar tan 0.4 mg/kg/k ali. tiap 24 jam 0.50. tiap 24 jam 100 mg/hari Calciu m chann el block er (CCB) Amlo dipin 0.2 mg/kg/h ari 0. Losartan dapat dibuat suspensi.5 mg/kg/ kali. tiap 0.7 3 m2.6 mg/kg/h ari 20 mg/hari 20 mg. Teratogenik. Pemeriksaan kadar serum kreatinin dan kalium.25 mg/kg/ kali.7 mg/kg/ kali.

Tidak digunakan pada penderita diabetes mellitus.5 mg/kg/ kali. Rebound hypertension . asma. gagal jantung. tiap 612 jam 5-10 mcg/k g/hari.5-1 mg/kg/ hari.ipin Alpha and beta block er Labet alol Carv edilol Beta block er Aten olol Propa nolol Centr al alpha block er Kloni din 12-24 jam 1-2 mg/kg/ kali. tiap 812 jam (naikk 10 mg/kg/k ali. Noncardioselecti ve agents. tiap 12 jam (naikk an 0.08 mg/kg/ kali tiap 12 mingg u) 0. diabetes mellitus yang tergantung insulin.4 mg/hari Kontraindika si pada penderita asma dan gagal jantung. tiap 12 jam 0. tiap 612 jam 80 mg/kali. tiap 12 jam 25 mg tiap 12 jam 8 mg/kg/h ari. tiap 612 jam 0. Pemberian . tiap 1224 jam 100 mg/hari 2 mg/kg/k ali.75 mg/kg/k ali. Mulut kering atau sedasi. tiap 6 jam 0.20. tiap 6 jam 600 mg/kali.08 mg/kg/ kali. tiap 12-24 jam 0.9 mg/hari 2.

tiap 12-24 jam 0. terutama bila dikombinasi dengan ACE-I atau ARB 3.Periph eral alpha antag onists Prazo sin Diuret ik Hidro klorot iazid Furos emid Spiro nolak ton an sampa i 5-25 mcg/k g/hari. 0. tiap 6-12 jam .5 mg/kg/ kali.5 mg/kg/h ari.3 mg/kg/h ari.1 mg/kg/ kali. tiap 612 jam 5 mg tiap 612 jam Dapat menyebabka n hipotensi atau sinkop. tiap 12-24 jam dengan beta blocker dapat menyebabka n bradikardia. maksim al 2 g/kali 100 mg/hari Harus dimonitor kadar elektrolit secara periodik Berguna sebagai terapi tambahan pada penyakit ginjal Hiperkalemia berat.25 mg) 0.005 mg/kg (maksi mum 0. tiap 624 jam 1 mg/kg/ hari. tiap 812 jam 1-1.5-1 mg/kg/ kali. terutama seteleh dosis pertama 4 mg/kg/h ari 50 mg tiap 1224 jam 12 mg/kg/h ari 240 mg tiap 4-6 jam.0250. tiap 6 jam) Test dose: 0.

KOMPETENSI KOMPETENSI PPDS II. Setelah terkontrolberlangsung kira-kira 6 minggu. Petunjuk untuk langkah penurunan dosis obat-obat antihipertensi pada anak dan rernaja seperti terlihat pada tabel berikut. Bila tekanan darah tetap konstandan terkontrol. Kontrol tekanan darah dengan interval waktu 6-8 minggu. Suportif  Restriksi cairan. turunkan monoterapi setiap minggu dan bila memungkinkan berangsur-angsur dihentikan. Anak / Remaja Tekanan darah terkontrol dalam batas normal untuk 6 bulan sampai 1 tahun. Bedah  Sesuai dengan kelainan yang ditemukan. Rujuk ke konsultan nefrologi anak bila tidak berhasil dengan pengobatan atau terjadi komplikasi. Dokter Spesialis Anak Yunior Senior Madya . dianjurkan untuk mengubah gaya hidup: penurunan berat badan. IV. III. rujukan spesialisasi lainnya dll)  Rujukan ke Bagian Mata untuk melihat keterlibatan retina. Lain-lain (rujukan subspesialis. anak atau remaja Bayi Kenaikan tekanan darah terkontrol untuk 1 bulan. Ubah menjadi monoterapi. dosis obat diturunkan setiap minggu dan berangsur-angsur dihentikan.  Pada anak dan remaja. menghentikan rokok dan kebiasaan minum alkohol. Dosis obat tidak ditingkatkan dan bayi terus tumbuh. Cara penurunan dosis obat anti hipertensi (Step-Down Therapy) Penurunan obat antihipertensi secara bertahap perlu dilakukan pada anak. olahraga teratur. Tabel 1. setelah tekanan darah terkontrol dalam batas normal untuk suatu periode waktu. Petunjuk untuk step-down therapy pada bayi. diet rendah lemak dan garam.

Berlin: Springer-Verlag. Pediatrics 1999. Jakarta:FakultasKedokteranUniversitas Indonesia. 3. 2009:1519-40. ArafatM. Robinson RF.Measurementofbloodpressureinchildren: recommendation and prescriptions on cuff selection.O’BrienE.10.2001. Dalam: Avner ED. 2002:242-90. Philadelphia: Mosby Elsevier.11 80% penderita hipertensi anak akan membaik setelah 2 minggu perawatan 1. BeeversG. editor. 4. Pentingnya memonitor tekanan darah secara terus menerus. Brewer ED. √ √ √ Pentingnya arti pengobatan non-farmakologik untuk pengontrolan tekanan darah.TambunanT.Br Med J 2001. 7. Niaudet P.Diagnosis Pengelolaan medis √ Prosedur √ EDUKASI PROGNOSIS TINGKAT EVIDENS INDIKATOR MEDIS KEPUSTAKAAN 1. Management of the hypertensive child. Yoshikawa N. Niaudet P. 6. Harmon WE.LipGYH. E di si 2. . Pediatric Nephrology. Mahan JD. editor. Pediatric Nephrology. 5. 2.10. editor.Bloodpressuremeasurement p art-1 sphygmomanometry: factors common to all techniques. Br Med J 2001. Yoshikawa N. Treatment of childhood hypertension. Schaefer F. Dalam: Geary DF. Dalam: AlatasH. Ad vitam : dubia ad bonam/malam Ad sanationam : dubia ad bonam/malam Ad fungsionam : dubia ad bonam/malam Diagnosis : level I  Referensi no.322 : 981-5. dan bahwa terapi farmakologik dapat dibutuhkan pada setiap waktu. Harmon WE.11 Terapi : level I  Referensi no. Bahrun D. Batisky DL.BukuAjarNefrologiAnak.Pardede SO. Ellis D. 1. 2. 2008: 677-94.104:e30-4. Edisi 6.MattooTK. Comprehensive Pediatric Nephrology.O’BrienE.LipGYH. 1. Berlin: Springer-Verlag.Bloodpressuremeasurem ent part-2 conventional sphygmomanometry:techniqueofauscultatorybloodpressu remeasurement. Hipertensi sistemik. editor. BeeversG. Edisi 6.TrihonoPP. Evaluation of hypertension in childhood diseases. Dalam: Avner ED.322:1043-7.

Hipertensi pada anak. Komepndium nefrologi anak. Pediatrics 2004. Hilmanto D. Practical Paediatric Nephrology-An Update of Current Practices. Wong S. 2011.Thechildwith hypertension. 12. Stanton BF. Jakarta: Balai Penerbit IDAI. editor. Unit Kerja Koordinasi Nefrologi Ikatan Dokter Anak Indonesia. editor. Dalam: Kliegman RM. Treatment of hypertension. Hypertension. Report on the second task force blood pressure control. editor. editor. editor. 2011:1639-47. Philadelphia: Mosby Elsevier. Pediatric Nephrology.Geme III JW. 2011:45-9. 2005: 89-95.Yap HK. Dalam: Noer MS. Pediatrics 1987. 10. 2005: 80-8. Edisi 1. Nelson textbook of pediatrics. Hadtstein C. 16. Soemyarso NA. 13. Edisi 4.79:1-25. Hypertension: diagnosis and evaluation. 11. Edisi 1. Approach to diagnosis of .Dalam: WebbNJA. Schor NF. Systemic hypertension. Hong Kong: Medcom Limited. Philadelphia: Elsevier Saunders. evaluation and treatment of high blood pressure in children and adolescents. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. editor. 15. 9. Dalam: Geary DF. Lung and Blood Institute. Aragon ET. et al. Goonasekera CDA.National High Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Children and Adolescents. Yap HK. Yap HK. Konsensus Tata Laksana Hipertensi Pada Anak. Bethesda. 8. Schaefer F.2009:1541-76.114:555-76. Behrman RE. Subandiyah K. Tambunan T. Practical Paediatric Nephrology-An Update of Current Practices.Li SP. Wühl E. Edisi 19. Prasetyo RV. Dalam: Chiu MC. 2005: 292-314.Lande MB. 2003:151-62. Zarlina I. Bagga A. The fourth report on the diagnosis.Lestari E.Srivastava RN. Dalam: Chiu MC. Maryland. 18. Comprehensive Pediatric Nephrology. Alatas H. Bagga A.Sekarwana N.PostlethwaiteRJ. Dalam: Srivastava RN. Dillon MJ. editor. Investigation of hypertension in childhood. Ng KH. Edisi 3. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd. St.ClinicalPaediatricNephrology.Leung LC. 2008: 645-64. 17. London: Oxford University Press.Task Force on the Blood Pressure in Children – National Heart. 14. Hong Kong: Medcom Limited.. Rachmadi D.

2012: 201-25. Dalam: Yap HK. Singapore: National University Children’s Medical Institute. Pediatric Nephrology-On The Go. 2012: 227-39. Ng KH. Tay WC.hypertension. Tay WC. National University Hospital. Dalam: Yap HK. editor. Pediatric Nephrology-On The Go. Liu DI. Edisi 1. Resontoc LPR. . 19. Singapore: National University Children’s Medical Institute. Liu DI. National University Hospital. Edisi 1. Quek T. editor. Treatment of hypertension.Yap HK.