Anda di halaman 1dari 28

Farmakokinetik pada Bayi

dan Pediatrik

Definisi Usia

gerak peristaltik usus tidak teratur • Enzim-enzim pencernaan belum bekerja sempurna DISTRIBUSI • Kadar air sebesar 45 %. obat-obatan yang bersifat larut air (cnt : Sulfonamid.Farmakokinetik Bayi & Pediatrik ABSORPSI • Jaringan otot masih sedikit. perfusi darah rendah • Produksi HCl belum maksimal • Pengosongan lambung ditunda. digoxin) akan rendah kadarnya dalam plasma - dosis harus ditingkatkan • Pengikatan obat oleh albumin rendah •Distribusi obat-obatan larut lemak lebih rendah (kadar lemak 10-18%) .

Farmakokinetik Bayi & Pediatrik METABOLISME • Kadar enzim metabolisme hati masih rendah • Klirens obat rendah. karena kadar empedu yang masih rendah • Eliminasi dari ginjal rendah. ELIMINASI • Penurunan eliminasi melalui empedu. eliminasi rendah • Enzim metabolisme dapat meningkat oleh obat-obat yang bersifat inducer. laju GFR rendah .

meningkat dalam beberapa jam bayi pre-term • sekresi asam lambung lebih lambat.Sekresi Asam Lambung pada Bayi bayi full-term • sekresi asam lambung segera setelah kelahiran. konsentrasi tertinggi pada usia 4 hari. .

Komposisi Cairan Tubuh Neonatus Neonatus • 70%-75% Neonatus Neonatus pre-term full-term • 85% dari • 70% dari berat badan berat badan .

Perubahan Metabolisme Obat dan Efektivitas pada Pediatrik .

Farmakokinetik pada Geriatri .

Definisi Geriatri • Kelompok umur lanjut (>85 tahun) • Problem psiko-sosial lebih tinggi • Status : cenderung lebih inaktif dan istirahat. • Kebanyakan memiliki penyakit tertentu Stegemann S. 2010:9:384-398 . Ageing Research Reviews.

. Prentice-Hall.Penurunan Fisiologis Berdasarkan Usia • Kapasitas fisiologis menurun seiring usia • Kondisi ini diperkuat dengan adanya gangguan penyakit tertentu • Keadaan ini merubah sisi farmakokinetik Kohn RR. 1978. Mammalian Aging. Principles of obat dalam tubuh.

sehingga eliminasi dan kelarutan lemak diperpanjang  Kandungan air dalam tubuh rendah. sehingga kandungan senyawa mudah larut air mempertahankan kadar plasma darah yang tinggi  Penurunan kadar albumin. pengikatan obat berkurang . penurunan motilitas usus  Gangguan pada penyerapan jarang memberikan implikasi klinis DISTRIBUSI  Kandungan lemak dalam tubuh tinggi.Farmakokinetik Geriatri ABSORPSI  Penurunan produksi HCl.

Farmakokinetik Geriatri METABOLISME  Penurunan aliran darah ke hati  Penurunan aktivitas enzim metabolisme di hati ELIMINASI • Penurunan aliran darah ke ginjal • Penurunan laju filtrasi glomerulur (GFR) • Penurunan aktivitas tubular .

Pharmacokinetic Aspects of Aging.Peningkatan Waktu Paruh Obat Berdasarkan Peningkatan Usia Ritschel WW. Ritschel WA. Pharmacokinetics in the aged. .

Pharmacokinetic Aspects of Aging. Pharmacokinetics in the aged.Peningkatan Waktu Paruh Obat Berdasarkan Peningkatan Usia Ritschel WW. Ritschel WA. .

lebih sering mengalami alergi obat • Beberapa organ menjadi lebih sensitif.Faktor yang Mempengaruhi Terapi Obat pada Geriatri • Gangguan secara farmakodinamik. penurunan sensitivitas • Penurunan mekanisme homeostasis tubuh • Gangguan sistem imun. terutama sistem saraf pusat .

Penyebab Terjadinya Efek Merugikan Obat pada Pasien Geriatri .

Efek Samping Obat yang Sering Muncul di Kalangan Geriatri .

Prinsip Terapi Geriatri • Pengobatan secara holistik (bio-psiko-sosialreligius) • Dilihat riwayat penyakit yang pernah ada sebelumnya • Mencegah terjadinya polifarmasi • Monitoring pengobatan secara berkala .

terutama reseptor di otak (terhadap obat-obat yang bekerja sentral) • Penurunan mekanisme homeostatik.Pada Geriatri • Pasien usia lanjut relaif lebih sensitif terhadap aksi dari beberapa obat • Peningkatan sensitivitas reseptor. misalnya homeostatik kardiovaskular (terhadap obat-obat antihipertensi) .

Perbedaan Klirens Bayi dengan Orang Dewasa .

Perbedaan Waktu Paruh Obat Bayi dan Orang Dewasa .

Farmakokinetik pada Obesitas .

obesitas Memicu penyakit lain Mengubah profil ADME Penetapan dosis perlu memperhatikan berat badan • Berat badan total (TBW) • Berat badan ideal (IBW) • Fat free mass (lean body weight. LBW) • Berat badan yang telah dikoreksi (adjusted body weight. Tergantung sifat fisikokimiawi obat dan tingkat obesitas . ABW) • Indeks masa tubuh (body mass index. BMI) • Luas permukaan tubuh (BSA).

Aktivitas Metabolis sel hati. kolestatis. meningkat. fibrosis dan Glukuronidasi dan sulfasi infiltrasi periportal. Volume distribusi obat larut lemak (lipofilik) lebih besar. untuk propranolol tidak terpengaruh. tetapi volume distribusi obat hidrofilik relatif tetap. Biasanya mengurangi klirens Kenaikan aliran darah obat dengan rasio ekstraksi splanchnic dan hati. Kenaikan berat tubuh langsing (lean body mass). Distribusi Kenaikan ikatanobat dengan Penurunan fraksi bebas obat α1 acid glycoprotein (AAG). jumlah hepatik (Eh) tinggi. degenerasi sel enzim tertentu (metabolisme me parensim. Kemungkinan lipoprotein. fase 1) berkurang. bebas. ukuran darah dan curah jantung. infiltasi lemak.Faktor yang mempengaruhi ADME pada obesitas Parameter Absorpsi Faktor fisiologik Perubahan minor Akibat Data terbatas. basa lemah. jaringan adipose. . asam lemak pendesakan obat asam lemah.

Distribusi dan ikatan obatprotein • • • • • Pada obesitas terjadi kenaikan : Curah jantung Volume darah Berat organ LBM Kenaikan jaringan adipose Sehingga mempengaruhi : • Besar loading dose • Interval pemberian obat • Waktu paruh eliminasi • Waktu yang diperlukan untuk mencapai kadar tunak di dalam darah Distribusi obat lipofilik umumnya meningkat karena kenaikan berat badan total .

Pengaruh obesitas terhadap eliminasi hepatik dan renal Enzim hepatik     CYP2E1 Meningkat   CYP3A4 dan CYP2B6 Berkurang   Glukuronidase dan sulfatase Meningkat   Asetilase Tidak berubah Ekskresi ginjal     GFR dan sekresi tubular Meningkat   Reabsorpsi tubular Berkurang .Metabolisme obat pada obesitas Perubahan aktivitas enzim dapat dijadikan acuan dalam memperkirakan disposisi obat.

Ekskresi Obat pada Obesitas Terjadi kenaikan ukuran ginjal dimana kenaikan ini sebanding dengan kenaikan berat tubuh total dan luas permukaan tubuh. Hasil akhir yang terjadi adalah kenaikan klirens ginjal Dosis obat perlu dinaikkan untuk mengimbangi kenaikan klirens tersebut . • • Kegemukan juga mempercepat filtrasi glomeruli (GFR) dan sekresi obat melalui tubuli ginjal Namun mengurangi reabsorpsi tubuli ginjal.

Farmakologi Dasar dan Klinik. Pharmaceutics • Katzung. Principles of Mammalian Aging. Bertram G. J Am Geriatr Soc 344-354 • Stegemann S. 2010.’ Aging research reviews. 2004.. • Ritschel WA.PT. Prentice-Hall. 384398. et al. Farmasi Klinis(Clinical Pharmacy) : Menuju Pengobatan Rasional dan Penghargaan Pasien. Englewood Cliff. Jakarta. Ecker F. C. R.K. ‘Geriatric drug therapy: Neglecting the inevitable majority. M..Daftar pustaka • Aslam. New Jersey.Prayitno. ElexMedia Komputindo.. Factors and Mechanisms for Pharmacokinetic Differences between Pediatric Population and Adults. • Fernandez. 475-479. Salemba Empat. kelompok Gramedia. Tan. 1978. 2003. A Review. . 2011. and Al. R. Jakarta • Kohn.. Pharmacokinetic approach to rug Dosing in the Aged. 321.. Inc. A. 9.