Anda di halaman 1dari 17

MODUL

ASUHAN KEPERAWATAN
KELOMPOK JEMAAH HAJI

Disusun oleh :
Kementerian Kesehatan RI

0

589 28. Tabel 1.29 % % 2 41-50 56.61 % % 3 51-60 65.957 16.366 5.02% Total 196.Bagi jemaah haji dengan gangguan kesehatan dilakukan upaya perawatan 1 .701 jemaah. oleh karena itu membutuhkan perhatian besar dari tenaga kesehatan.240 orang. sisanya dibawah 50 tahun. Lama waktu yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi persiapan keberangkatan. DESKRIPSI SINGKAT Jemaah haji Indonesia yang telah terdaftar dalam SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) tahun 2011 mencapai lebih dari 1.919 16. dan kelompok usia >60 tahun adalah 21.26% 14.25 3 % 0 % 4 61-70 32.3 100% 41 43 Berdasarkan data diatas jumlah jemaah yang diberangkatkan pada tahun 2011.9 100% 202.58% adalah kelompok resiko tinggi.024 16.063 16.000. Hasil pemeriksaan kesehatan tahap pertama menjadi dasar upaya perawatan dan pemeliharaan kesehatan.395 jemaah dengan proporsi terbesar jemaah haji adalah kelompok usia 51-60 tahun yakni 31.199 7.ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK JEMAAH HAJI I.72 32.884 28. Distribusi Jemaah Haji Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2010 dan 2011 No Umur 2010 % 2011 % 1 <= 40 32.26 34.24 31. Selengkapnya terdapat pada table 1. sebanyak 50.52% atau berjumlah 41. Pada tahun 2011 jemaah haji berjumlah 223.73 57.000 orang dan menunggu pemberangkatan dengan masa tunggu mencapai lebih dari 4 (empat) tahun.25% berjumlah 63.04 33. khususnya perawat.03 63.83 % % 5 >=71 10.

untuk koreksi gangguan kesehatan agar memenuhi ketentuan persyaratan istitho’ah kesehatan(mampu menunaikan ibadah haji ditinjau dari jasmani dan rohani yang sehat dan kuat). TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Setelah menyelesaikan modul ini peserta mampu memberikan asuhan keperawatan pada kelompok Jemaah haji. III. Statistik kesehatan jemaah haji d. Kategorisasi Perawatan Kesehatan Jemaah Haji d.Bagi jemaah tanpa gangguan kesehatan dilakukan upaya pemeliharaan agar tetap terjaga kondisi kesehatannya dan tetap memenuhi persyaratan istitho’ah kesehatan. pemeliharaan dan pembinaan bagi Jemaah haji dilakukan di Puskesmas setempat sesuai tempat tinggal jemaah haji. Ibadah haji sebagai ibadah wajib c.Berdasarkan kondisi diatas maka upaya perawatan dan pemeliharaan kesehatan kelompok jemaah haji di wilayah Puskesmas memerlukan asuhan keperawatan. Pengertian dan Tujuan Perawatan dan Pemeliharaan Kesehatan Jemaah Haji b. Evaluasi Keberhasilan Perawatan Kesehatan Jemaah Haji e. Jemaah haji sebagai sebuah kelompok 1) Pengertian kelompok 2) Dinamika kelompok 3) Prinsip kelompok 4) Kegiatan kelompok b. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN 1 Konsep kelompok jemaah haji sebagai kelompok rentan a. II.Pemeriksaan kesehatan yang meliputi pelayanan. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS Setelah menyelesaikan modul ini pembelajar dapat : 1 Menjelaskan konsep kelompok jemaah haji sebagai kelompok rentan 2 Melakukan perawatan dan pemeliharaan kesehatan jemaah haji sesuai dengan pedoman. Prosedur Umum Perawatan Kesehatan Jemaah Haji c. Bentuk Pemeliharaan Kesehatan Jemaah Haji. sehingga perlu disusun modul asuhan keperawatan pada kelompok Jemaah haji. a. Resiko tinggi pada jemaah haji 2 Perawatan dan Pemeliharaan Kesehatan Jemaah Haji a. Pengkajian keperawatan kelompok jemaah haji 2 . TUJUAN PEMBELAJARAN A. perawatan. B. 3 Melakukan asuhan keperawatan pada kelompok jemaah haji dengan pendekatan proses keperawatan. 3 Asuhan keperawatan kelompok jemaah haji.

MembahasPokokBahasan(270menit/6JPL@45menit ) Kegiatan fasilitator 3 . Langkah1. IV.Pengkondisian(15menit) Kegiatan Fasilitator :      Menciptakan suasana nyaman dan kondusif bagi semua peserta dalam mengikuti proses pembelajaran Memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Dokumentasi keperawatan kelompok jemaah haji. Penyusunan diagnosa keperawatan kelompok jemaah haji c. Kegiatan Peserta :   Secara bergiliran menyampaikan ulasan singkat tentang pengalaman melakukan asuhan keperawatan kelompok jemaah haji. Tidak seluruh peserta tetapi cukup ditunjuk beberapa orang saja Langkah2. Peserta laindimintauntuk memberitanggapan. mengapa modul/materi ini diperlukan dalam asuhan keperawatan kelompok jemaah haji. berbagai kondisi kerentanan pada kelompok jemaah haji.serta keterkaitandenganmateri sebelumnya. Fasilitator memberikesempatan kepada peserta yang sudahmempunyaipengalaman dalam melaksanakan asuhan keperawatan kelompok jemaah haji. LANGKAH-LANGKAH PROSES PEMBELAJARAN Langkah-langkah kegiatan pembelajaran ini menguraikan tentang kegiatan fasilitator dan kegiatan peserta dalam setiap tahap proses pembelajaran sesuai pokok bahasan pada materi modul ini. untukmenyampaikan pengalamannya. Evaluasi keperawatan kelompok jemaah haji f. Implementasi keperawatan kelompok jemaah haji e. Perencanaan keperawatan kelompok jemaah haji d. Fasilitator menyampaikantujuan pembelajaran.b.metode yang digunakan.

kelompokI membahasKonsep kelompok jemaah haji sebagai kelompok rentan. Fasilitator mempersilahkan kelompok untuk diskusi. Fasilitator mempersiapkan literature yang digunakan. Konsep kelompok jemaah haji sebagai kelompok rentan. 1 Jemaah haji sebagai sebuah kelompok a. Mempraktikkan pelaksanaan asuhan keperawatan kelompok lansia di laboratorium (810menit/ 18JPL@45menit) V. 4 . Pengertian kelompok b. Prinsip kelompok d.    Secarasingkatfasilitatormenyampaikanrangkumanisi Pokok Bahasan 1sampai dengan pokok bahasan 3 . URAIAN MATERI A. kelompokIImembahasperawatan dan pemeliharaan kesehatan haji. modulasuhan keperawatan kelompok jemaah haji. 3 Statistik kesehatan jemaah haji a. Dinamika kelompok c. Salah seorang peserta menyajikan hasil curah pendapat. Demografi jemaah haji sampai tingkat kecamatan/puskesmas dalam 5 tahun sebelumnya dan yang akan datang. Memperhatikan tayangan materi dan penjelasan fasilitator Mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi dan memperhatikan jawaban fasilitator Langkah 3. Kegiatan Peserta     Mengemukakan pendapat/ pengetahuan dan atau pengalaman tentang asuhan keperawatan kelompok jemaah . Selanjutnya fasilitator mempersilahkan peserta untuk menanggapi uraian tersebut. Fasilitatormembagikedalam3 kelompok. Meminta kelompok menyajikan hasil curah pendapatnya. Kegiatan kelompok 2 Ibadah haji sebagai ibadah wajib Fenomena pemahaman ibadah haji sebagai ibadah wajib dan konsekuensi yang muncul pada jemaah haji. Berikan kesempatan peserta bertanya/ meminta klarifikasi terhadap materi yang telah dijelaskan dan berikan penjelasan terhadap pertanyaan peserta tersebut. kelompokIIImembahas asuhan keperawatan kelompok jemaah haji.

Di lokasi pelaksanaan iv. identifikasi status kesehatan secara khas atas setiap orang jemaah haji menjadi prasyarat. Sebelum pemberangkatan ii. Pengertian dan Tujuan Perawatan dan Pemeliharaan Kesehatan Jemaah Haji Perawatan Kesehatan Jemaah Haji adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam rangka koreksi disorder/ disfungsi/ disalbilitas jemaah haji untuk memperoleh penyembuhan dan pemulihan kesehatan agar dapat memenuhi kriteria istitho’ah kesehatan dengan tatalaksana baku berdasarkan keilmuan atau cara lain yang dapat dipertanggungjawabkan kemanfaatan dan keamanannya. Jemaah haji wanita hamil (14-26 minggu dan telah divaksinasi). Data jemaah haji yang wafat. Pemeliharaan Kesehatan Haji adalah kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam rangka memelihara kondisi kesehatan jemaah haji agar tetap dapat memenuhi kriteria istithoah kesehatan dengan menjaga tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis sesuai dengan martabat kemanusiaan. Perawatan kesehatan merupakan layanan bersifat individual karenanya. tren penyakit) yang muncul selama pelaksanaan ibadah haji i.4 a. hasil pemeriksaan kesehatan pertama di puskesmas merupakan sumber data pertama dan utama untuk memulai pelaksanaan program perawatan kesehatan jemaah haji.Dengan demikian. Perawatan dan Pemeliharaan Kesehatan Jemaah Haji 1. Resiko tinggi pada jemaah haji Jemaah haji lanjut usia (>50 tahun) Jemaah haji penderita penyakit menular tertentu yang tidak boleh terbawa keluar dari Indonesia berdasarkan peraturan kesehatan yang berlaku (telah berobat rutin). b. sehingga dapat menunjang 5 . B. b. d. Data masalah kesehatan (kejadian tidak diharapkan. Jemaah haji dengan ketidakmampuan tertentu terkait penyakit kronis dan atau penyakit tertentu lainnya. Selama perjalanan iii. Pemeliharaan kesehatan jemaah haji bertujuan untuk mewujudkan status kesehatan yang optimal atau minimal dapat mempertahankan kondisi yang ada. Setelah pulang c. c.

Perawat berkolaborasi dengan dokter pemeriksa di puskesmas memfasilitasi proses rujukannya. dianjurkan untuk mendapatkan layanan secara memadai di puskesmas. Prosedur Umum Perawatan Kesehatan Jemaah Haji Perawatan kesehatan jemaah haji merupakan tindak lanjut hasil pemeriksaan kesehatan jemaah haji untuk mendapatkan hasil terbaik melalui proses pelaksanaannya yang terukur maka harus mengikuti prosedur umum sebagai berikut : 1) Kolaborasi dengan dokter pemeriksa kesehatan tahap pertama menjelaskan hasil pemeriksaan dan kesimpulannya kepada jemaah haji yang bersangkutan serta perlunya perawatan dan pemeliharaan kesehatan. 6) Pengelolaan program perawatan dan pemeliharaan kesehatan jemaah haji meliputi . kualitas. 2. diarahkan untuk mendapatkan program perawatan kesehatan secara memadai. Gangguan kesehatan yang dapat dikelola mandiri oleh jemaah. 5) Jemaah dengan jenis gangguan kesehatan yang tersedia program pengendaliannya diarahkan untuk memperoleh layanan secara memadai. dianjurkan untuk dikelola secara disiplin dan dievaluasi kemajuannya secara berkala. efektifitas. 2) Jemaah dipilah menurut diagnosis pemeriksaan kesehatan menjadi : 1) Jemaah dengan gangguan kesehatan. fasilitasi 6 .Pemeliharaan kesehatan jemaah haji mengikuti asas manfaat.Pemeliharaan kesehatan jemaah haji mengikuti prinsip pencegahan masalah dan peningkatan kondisi serta diarahkan untuk memberikan manfaat maksimal bagi jemaah haji. Perawat berkolaborasi dengan dokter pemeriksa di puskesmas memfasilitasi proses rujukannya. 3) Jemaah dengan gangguan kesehatan yang mampu dilayani puskesmas. 4) Jemaah dengan jenis gangguan kesehatan yang tidak mampu dilayani oleh puskesmas diarahkan untuk dapat dilayani oleh dokter ahli yang berkompeten secara memadai. efisien dan bertanggung jawab. diarahkan untuk mendapatkan program pemeliharaan kesehatan secara memadai Selanjutnya jemaah dengan gangguan kesehatan dipilah menurut tingkat kemampuan layanan puskesmas. 2) Jemaah tanpa gangguan kesehatan.perjalanan ibadah haji dengan lancer dan tanpa kendala.

tidak Gangguan aktivitas Ancaman sendir jiwa Istimewa. Dalam rangka pemantauan perkembangan capaian program. memantau perkembangan capaian program. pengobatan Ancaman jiwa orang lain Tidak dapat diperiksa Tidak dapat diperiksa Tidak memenuhi syarat a. isolasi. menjadi perawatan mandiri. Kategorisasinya menurut kriteria sebagai berikut : No 1 Aspek Penilaian Mandiri Gangguan Kesehatan Jenis Gangguan kesehatan Koreksi gangguan kesehatan Tidak Tidak Dampak kesehatan gangguan 2 Kebugaran jasmani 3 Kemandirian (ADL) 4 Kesimpulan Observasi Pengawasan Ya Disorder. Dalam rangka penetapan kelaikan kesehatan maka setiap pengelola program layanan perawatan diharuskan untuk menyampaikan resume laporan terkini atas jemaah haji dalam pengelolaannya (resume medis terlampir dalam pencatatan dan pelaporan). Perawat berkolaborasi dengan dokter pemeriksa kesehatan tahap pertama dapat berperan sebagai pengelola program perawatan kesehatan jemaah haji 3. perawatan dengan pengobatan. perawatan dengan pemulihan dan perawatan dengan pendampingan.7) 8) 9) 10) jemaah haji untuk mendapatkan layanan sesuai kebutuhan secara memadai. Dalam rangka fasilitasi layanan perawatan kesehatan dapat dibangun jejaring layanan dengan fasilitas pelayanan kesehatan tertentu sesuai kebutuhan jemaah haji. dan menyusun resume laporan medis sebagai pertimbangan penetapan pelayanan kesehatan. baik Mandiri cukup kurang (perlu Mandiri (Perlu bantuan orang) Memenuh i syarat dengan baik Memenuhi syarat dengan perhatian Memenuhi syarat dengan catatan Tidak Mandiri pantauan) Tunda ya Penyakit menular Karantina. 1) Kemampuan Layanan 7 . disfungsi Obat/alat Ya Disabilitas Orang obat/alat lain. Perawatan Mandiri Perawatan mandiri adalah pelaksanaan kegiatan perawatan kesehatan yang dilaksanakan secara mandiri oleh jemaah. dilaksanakan penyusunan laporan kemajuan secara berkala. Kategorisasi Perawatan Kesehatan Jemaah Haji Penatalaksanaan perawatan kesehatan jemaah haji dibedakan menurut kualifikasi pelaku pengelolaannya.

hitung BMI. senam otak. 1 Kemampuan layanan pengobatan penyakit program menggunakan standar layanan program terkait dan mengakses segenap faslitas yang tersedia dalam program tersebut. non program: DM. senam asma b. Pemulihan disfungsi dan atau disabilitas dilaksanakan oleh dokter atau tenaga kesehatan tertentu dengan menggunakan standar layanan keprofesian terkait 8 . Perawatan dengan Pemulihan : dengan protesa dan tanpa protesa Pengertian perawatan dengan pemulihan disfungsi dan atau disabilitas dilaksanakan oleh dokter atau tenaga kesehatan tertentu dengan kategori perlu penggunaan alat bantu (protesa) dan tanpa alat bantu (protesa) 1) Kemampuan layanan. Perawatan dengan Pengobatan : dengan program pengobatan dan tanpa program pengobatan Pengertian perawatan dengan pengobatan adalah pelaksanaan kegiatan perawatan melalui tatalaksana pengobatan terhadap penyakit tertentu oleh dokter yang berkompeten yang dikategorikan menjadi penyakit program dan penyakit non program. Sedangkan pengobatan penyakit non program menggunakan standar pelayanan keprofesian terkait dan difasilitasi proses akses segenap fasilitas yang tersedia. 4) Misalkan program : Kendali asupan gizi (dikontrol dengan BMI). 3 Evaluasi proses menggunakan tatalaksana medis terkait 4 Misalkan program : TBC. 2 Dukungan sarana penyakit program mengikuti standar sarana program terkait sedangkan penyakit non program mengikuti standar pelayanan keprofesian. HIV/AIDS.Jemaah dapat mengenali maslaah kesehatannya dan mampu melakukan tata laksana perawatan sesuai baku mutu 2) Dukungan Sarana Memiliki peralatan yang memadai untuk evaluasi proses 3) Evaluasi Proses: dapat melakukan pengukuran hasil menggunakan baku mutu tertentu seperti timbang berat badan. Layanan ini diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan tersertifikasi lainnya. ukur tinggi badan. Hipertensi c.

Menggunakan tatalaksana medis terkait 4 Misalkan : jemaah pikun.Persyaratan kompetensi yang diperlukan adalah : a. Memahami pengelolaan pelayanan kesehatan haji b. Evaluasi Keberhasilan Perawatan Kesehatan Jemaah Haji Untuk mendapatkan hasil yang memadai. Mampu menyusun resume laporan 5. Tanpa alat : rehabilitasi medis. Bentuk Pemeliharaan Kesehatan Jemaah Haji a. Keadaan ini masih harus ditambah adanya faktor lain yang turut memperberat diantaranya : 1) Lebih banyak beraktivitas menggunakan jalan kaki. perawat dapat mengevaluasi capaian program. Mampu melakukan evaluasi capaian menggunakan tatalaksana baku d. Memahami metode – metode program perawatan kesehatan c. d. 1 Kemampuan layanan. rabun. 3 Evaluasi proses. Memiliki sertifikasi kemampuan untuk tatalaksana tertentu e. Kelayan mampu memberikan dukungan secara penuh 2 Dukungan sarana. dilakukan dalam masa persiapan dan atau perjalanan haji. Pendampingan terhadap jemaah dengan keterbatasan fungsi tertentu oleh kelayan.Bantuan dapat berupa dukungan terhadap sebagian fungsi tertentu.Kegiatan berhaji meliputi perjalanan dari tanah air dan pelaksanaan prosesi ibadah itu sendiri yang kesemuanya memerlukan kerja fisik yang cukup berat.2) Dukungan sarana sesuai dengan standar sarana keprofesian 3) Evaluasi proses menggunakan tata laksana medis terkait 4) Misalnya dengan alat penggunaan kacamata. dan lain-lain. Peningkatan Kebugaran Menunaikan ibadah haji adalah merupakan suatu kegiatan pada kenyataannya melibatkan fisik dan memerlukan suatu kondisi fisik yang baik/ terlatih. Perawatan dengan Pendampingan : Ketergantungan Pengertian perawatan dengan pendampingan adalah pelaksanaan kegiatan perawatan oleh care-giver (kelayan) terhadap jemaah untuk membantu melakukan aktivitas keseharian (activity daily living). Menggunakan peralatan yang dianjurkan sesuai kebutuhan dan praktis. dan lain-lain 4. kursi roda. melalui jalan datar ataupun mendaki 9 .

kesegaran jasmani atau physical fitness adalah kondisi seseorang untuk dapat melakukan tugas/ pekerjaan seharihari tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan pekerjaan yang bersifat mendadak. maka diperlukan kondisi fisik dan mental yang kuat. dapat bekerja dengan lama. agar gula darahnya dapat menurun.Sebagai gambaran umum. Hal ini akan menyebabkan seseorang tidak mudah merasa lelah. Meningkatkan kekuatan otot sehingga mampu mengangkat beban lebih berat Meningkatkan kekebalan badan sehingga tidak mudah jatuh sakit Mengurangi lemak badan.T.Agar dapat mencapai kondisi fisik yang baik berarti harus mempunyai kesegaran jasmani (physical fitness) yang cukup baik.T] 1) Frekuensi : 3 – 5 x/ minggu 2) Intensitas : 60 – 90 x DNM [DNM = 220 – umur] 3) Tempo : 20 – 60 menit kontinyu 4) Type : Olahraga aerobic yang bervariasi 10 .I. Dengan memelihara kesehatan melalui kegiatan olahraga diharapkan akan dapat : Meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru. Cara berolahraga [F. karena gula darah dipakai untuk energi. Hal ini merupakan suatu hal yag positif untuk membantu penderita penyakit diabetes. Hal ini tentunya sangat bermanfaat karena resiko terkena “stroke” sangat berkurang Menurunkan kadar gula darah. gerakan badan lebih gesit dan sekaligus dapat mengurangi risiko penyempitan pembuluh darah yang akan berakibat fatal Menurunkan tekanan darah tinggi.2) 3) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Cuaca di Negara Arab Saudi yang panas dan kering atau dingin dan kering secara ekstrim Tekanan mental psikologis (stress) yang selalu menyertai manakala tidak dapat mengelola perasaan dengan baik Untuk menghadapi situasi seperti diatas.Hal ini dapat dicapai dengan melakukan latihan olahraga yang perlu dilakukan sebagai upaya pemeliharaan dan peningkatan kapasitas diri selama masa tunggu.

Zat-zat gizi yang diperlukan tubuh adalah : 1 Karbohidrat 2 Protein 3 Lemak 4 Vitamin dan mineral 5 Air Kebutuhan tubuh terhadap kalori dan protein dapat diperkirakan menurut usia dan jenis kelamin sebagai berikut : Golongan Energi [kilokalori] Protein [gram] Pria Wanita Pria Wanita Umur [tahun] 16 – 19 2500 2000 66 51 20 – 59 3000 2250 55 48 > 60 2200 1850 55 48 C. Peningkatan Kualitas Gizi Definisi gizi adalah segala sesuatu tentang makanan dan kaitannya dengan kesehatan. Pengkajian Core/ anggota Kelompok Jemaah Haji 1) Data demografi 2) Pemeriksaan fisik 3) Riwayat kesehatan 4) Penilaian fungsi perawatan diri 5) Penilaian fungsi kerumahtanggan dalam aktifitas keseharian 6) Penilaian fungsi perilaku 7) Kesehatan jiwa 8) Penilaian kebugaran b. Pengkajian Sub Sistem kelompok jemaah haji 11 . makanan bergizi diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat terpelihara dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Asuhan keperawatan kelompok jemaah haji. Pengkajian keperawatan kelompok jemaah haji a.Olahraga yang dianjurkan upaya pemeliharaan kesehatan ini diantaranya : 1) Jalan kaki 2) Bersepeda 3) Berenang 4) Senam Aerobik 5) Jogging 6) Jalan cepat b. 1.

Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : membuat brosur tentang cara menjaga kebugaran fisik jemaah haji.2. b. e. keyakinan & perilaku kelompok jemaah haji yang dapat mendukung terjadinya perilaku hidup sehat serta menimbulkan kesadaran bahwa suatu kesehatan dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui perilaku sehat. Perencanaan keperawatan kelompok jemaah haji 4. c. resiko dan potensial. Diskusi tentang upaya melaksanakan ibadah haji yang sehat. 1) Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia untuk kelompok 2) Pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan oleh kelompok 3) Lingkungan sekitar tempat tinggal anggota kelompok 4) Status ekonomi 5) Status social budaya dan spiritual 6) Komunikasi 7) Fasilitas rekreasi 8) Kebiasaan / perilkau kelompok Penyusunan diagnosa keperawatan kelompok jemaah haji Diagnosa yang muncul dikategorikan dalam actual. h. Kemungkinan diagnosa keperawatan yang muncul : Resiko peningkatan angka kejadian gangguan kardiovaskuler Resikoterjadi infeksi silang diantara kelompok jemaah haji Resiko terjadi kelelahan pada jemaah haji Resiko terjadi gangguan psikososial Potensial peningkatan kesehatan Resiko peningkatan kejadian perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Resiko peningkatan kejadianketidakstabilan kadar glukosa Resikopeningkatan kejadian gangguan perfusi jaringan cerebral 3. g. Penyuluhan tentang upaya menjaga kesehatan saat melaksanakan ibadah haji. f. d. 12 . Implementasi keperawatan kelompok jemaah haji Strategi intervensi keperawatan PENCEGAHAN PRIMER Diseminasi informasi Merupakan kegiatan untuk memberikan informasi yang bertujuan merubah sikap. a.

Bertujuan untuk membantu jamaah haji bertanggung jawab.a. c. d.atas kesehatan. d. b. c. Adanya dukungan secara fisik &sosial bagi jamaah haji untuk merubah perilaku yang maladaptif. Kelompok dapat mengembangkan & memelihara keterpaduan anggota dan prioritaskan kemampuan menyelesaikan masalah 13 . Faktor faktor yang harus dipertimbangkan dalam melakukan modifikasi gaya hidup bagi jamaah haji antara lain : Perubahan situasi masih memungkinkan jamaah untuk melakukan ibadahnya Penyediaan pengetahuan & ketrampilan bagi jamaah untuk melaksanakan modifikasi gaya hidup. a. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk mendukung terbentuknya pola hidup sehat antara lain dengan : Penataan lingkungan sekitar jamaah yang dapat mendukung perubahan perilaku yang diharapkan Mengajarkan dan memberikan contoh tentang perilaku yang diharapkan untuk dirubah pada jamaah Memberikan informasi tentang hasil yang akan diperoleh jika perilaku baru diadopsi oleh jamaah Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk jamaah melakukan perubahan perilaku STRATEGI PROSES KELOMPOK : Perawat perkesmas menfasilitasi terbentuknya kelompok jemaah haji yang memiliki fungsi dan struktur kelompok yang bertujuan mengoptimalkan perawatan dan pemeliharaan kesehatan para jemaah haji. Modifikasi Gaya Hidup (Life style modification). sendiri& membuat perubahan perilaku yang sesuai untuk meningkatkan kualitas hidup sehatnya.Kegiatan perawatan merupakan kegiatan untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan jemaah haji. sedangkan pemeliharaan merupakan kegiatan untuk meningkatkan status kesehatan jemaah haji menjadi lebih optimal. Ciri-ciri pembinaan kelompok yang efektif : a. b. Hasil yang akan diperoleh dari perilaku barumendukung kesehatan jamaah dan menjamin jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji secara optimal.

Dalam hal ini keterlibatan Klien Dalam proses advokasi Adalah Essensial PENCEGAHAN SEKUNDER a. penyediaan sarana kesehatan. c. b. d. Membangun jejaring : Meningkatkan dan mempertahankan hubungan kerjasama dengan profesi lain dan memfasilitasi terjadinya kerjasama perawat dengan klien maupun kerjasama dengan multidisiplin dalam memberikan pelayanan keperawatan kelompok jemaah haji. Melakukan Advokasi kelompok jamaah haji : 1 Melakukan advokasi jika kebutuhan pelayanan kesehatan kelompok jamaah haji beresiko tidak tersedia di dalam program atau di dalam system pelayanan kesehatan jamaah haji. atau mempunyai resiko gangguan kesehatan. Kelompok mendorong & memfasilitasi anggota untuk berpartisipasi maksimal Peran kepemimpinan dalam kelompok didasarkan atas keahlian individu & kebutuhan kelompok Menetapkan & menjabarkan kriteria evaluasi untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan anggota kelompok dapat. Melakukan Kolaborasi Multidisiplin (Multidiciplinary Collaboration) dalammengidentifikasi & mengkaji resiko kesehatan anggota kelompok jamaah haji mencakup : 1 Mengkaji kebutuhan kesehatan kelompok jamaah haji 2 Menentukan anggota kelompok jamaah haji yang beresiko sakit/ cacat 3 Merencanakan program & mengalokasikan sumber daya pemeliharaan kesehatan kelompok jamaah haji b.b. belajar dari keberhasilan/ kegagalan yang dialami dalam kelompok dan punya pandangan positif terhadap proses kelompok STRATEGI KERJASAMA (PARTNERSHIP) a. Direct Care : melakukan intervensi perawatan langsung bagi jamaah haji yang mengalami masalah kesehatan aktual misalnya menderita penyakit. e. 14 . 2 Melakukan advokasi penyediaan pelayanan kesehatan bagi kelompok jemaah haji sesuai kebutuhan mencakup aspek nakes terkait. mendapatkan intervensi medik. waktu penyediaan pelayanan dll.

2 Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji (KepmenkesNo. pengawasan dan tunda) Menyediakan pelayanan perawatan primer (Primary Care Service): 1 Menyediakan pelayanan kesehatan pada saat pelayanan di kelompok jemaah haji bagi jamaah yang menderita penyakit 2 Melakukan perawatan lanjutan 3 Memberikan pelayanan tugas limpah sesuai kewenangannya misalnya pelayanan pengobatan. 3 Pedoman Teknis Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia. 3 Terbentuknya kelompok kesehatan jemaah haji. 5. 4 Pedoman Teknis Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji. 2 Melakukan folow up/ pemantauan intervensi penanganan masalah penderita penyakit TB 3 memberikan konseling penanganan masalah kesehatan jamaah 4 Memberikan perawatan kesehatan sesuai dengan kategori jemaah haji (mandiri. Pemulihan jemaah haji pasca rawat inap. Kemenkes RI tahun 2010. Sehingga bisa meningkatkan status perawatan. observasi. Kemenkes RI tahun 2011. 2 Pencatatan dan pelaporan berkesinambungan dari perawat pelaksana asuhan keperawatan kelompok haji dengan stakeholder terkait. 442/MENKES/SK/VI/2009).Intervensi yang dilakukan sebagai intervensi direct care antara lain : 1 melakukan perawatan luka bagi jamaah yang menderita luka diabetikum. Evaluasi keperawatan kelompok jemaah haji 1 Mengukur keberhasilan asuhan keperawatan kelompok jemaah haji. 15 . imunisasi dll PENCEGAHAN TERSIER a. b. 4 Kemandirian kelompok swabantu dalam mengatasi masalah kesehatan D. REFERENSI 1 UU No 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Community as Partner 16 . Caring in Action. (1986). tahun 2009. Logan and Dawkins. et.all (1999). 6 7 8 Hitchcock.5 Pedoman Pembinan Kebugaran Jasmani Jemaah Haji Bagi Petugas Kesehatan Di Puskesmas Departemen Kesehatan RI. Family Centered Nursing in Community. Community Health Nursing.