Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

PEMBAHASAN
Pada penderita ini didiagnosa kanker payudara sejak 2 tahun yang lalu
dari hasil pemeriksaan histopatologi di RS Roemani dan telah dilakukan operasi
simpel mastektomi pada Mei 2011 dan telah menjalani radiasi lengkap. Pasien
juga menjalani operasi kedua radikal modifikasi (MRM) di RSDK atas indikasi
muncul benjolan baru di ketiak. Saat ini pasiensedang menjalani terapi radiasi
yang kedua.
Pada pasien ini diagnosis ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis didapatkan penderita mengeluh
muncul benjolan di payudara sebelah kanan, benjolan tampak sebesar telur bebek,
nyeri, bewarna merah, tidak keluar air dari puting susu, puting susu tidak melekuk
ke dalam. Kemudian di lakukan pemeriksaan histopatologi dengan hasil tumor
stadium 4. Kemudian pasien menjalani kemoterapi lalu dilakukan operasi simple
masektomi di RS Roemani, kemudian menjalani program terapi radiasi yang
berakhir pada bulan Agustus 2011. Tiga bulan kemudian muncul benjolan sebesar
kelereng di ketiak sebelah kanan penderita dan dilakukan operasi kembali oleh
dokter bedah di RSDK pada bulan Desember 2011. Enam bulan setelah operasi
timbul kembali benjolan di sekitar bekas operasi sebanyak 3 buah sebesar kacang
hijau. Pasien lalu menjalani terapi radiasi yang kedua kalinya ditambah
kemoterapi.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan bekas operasi (sayatan) yang telah
mengering sepanjang kurang lebih 15 cm pada payudara kanan, tidak ada
perdarahan aktif dan tidak ada pus, payudara kanan telah diangkat seluruhnya.
Pada pemeriksaan patologi anatomi didapatkan hasil Ca ductus invasive,
invasi ke dermis T4N0Mx, stage IV, ER (-), PR (+), C Erb (-)
Pada pemeriksaan foto thoraks tidak didapatkan infiltrat pada paru,
limfadenopati hilus kanan, efusi pleura kiri. Pada pemeriksaan USG tak tampak

metastase atau kelainan lainnya pada organ-organ intraabdominal secara sonografi.Booster lokal 10 Gy dan terapi hormonal . .. Pada pasien ini akan dilakukan Radiasi lokoregional TTD 50 Gy dengan dosis fraksinasi 200 cgy yang diberikan 15 kali seminggu pada lesi dan scar jahitan.

kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit kardiovaskular. serta foto thoraks dan USG abdomen. Pemeriksaan lain yang diperlukan adalah Fine Needle Aspiration Biopsy. sering berbau busuk dan mudah berdarah. dan paparan radiasi. Diagnosis kanker payudara selain dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang mengarah ke manifestasi klinis yang telah disebutkan. Mula-mula kecil. pemeriksaan histopatologi. Kulit atau puting susu menjadi tertarik ke dalam (retraksi). menarche dini. Di negara barat. terapi kuratif dan terapi paliatif. Pemeriksaan radiologi yang dianjurkan adalah bone scanning dan atau bone survey dan CT scan. radical mastectomy. berwarna merah muda atau kecoklatan sampai edema hingga kulit seperti kulit jeruk (peau d’orange). II. Kanker payudara dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor resiko diantaranya usia. Pada prinsipnya pengobatan kanker payudara terdiri dari 2 macam. lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau puting susu. Terapi paliatif diberikan pada pasien dengan stadium IV dan untuk pasien dengan metastasis jauh atau untuk karsinoma lokal yang tidak dapat direseksi. Terapi kuratif dianjurkan untuk stadium I. Tindakan pembedahan terdiri dari. dapat dipastikan dengan pemeriksaan radiologi yang diharuskan adalah mammografi dan USG payudara. dan III. Gejala klinis kanker payudara umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. makin lama makin besar. atau timbul ulkus (borok) pada payudara. Borok itu makin lama makin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara. modified . peningkatan kadar estrogen yang salah satunya berhubungan dengan diet tinggi lemak .BAB V KESIMPULAN Kanker payudara merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker leher rahim di Indonesia dan mempunyai angka mortalitas yang cukup tinggi. dan laboratorium. mengkerut. simple mastectomy. Diagnosis pasti kanker payudara ditegakkan dari hasil pemeriksaan histopatologi dari sediaan biopsi. predisposisi familial.

radiasi paliatif dan radiasi kastrasi. Untuk radioterapi dapat digolongkan menjadi radiasi adjuvan. lumpectomy dan breast conserving surgery. .radical mastectomy. Pengobatan kanker payudara secara kemoterapi digolongkan menjadi kemoterapi neoadjuvan dan adjuvan. Sedangkan terapi hormonal untuk kanker payudara adalah dengan preparat antiestrogen dengan cara additive atau ablative.