Anda di halaman 1dari 29

MODUL PELATIHAN

APLIKASI SOFTWARE STAADPRO
2004
UNTUK ANALISIS & DESAIN
STRUKTUR

OLEH
DARMANSYAH TJITRADI, MT.
Disampaikan Pada Pelatihan Software Staadpro 2004
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
Balikpapan Balikpapan 18 Juli 2009

1

KEGUNAAN STAADPRO 2004
Kegunaan :
Analisis struktur 2D/ 3D
1. Gaya-gaya dalam (Internal Forces) :
• Gaya Momen (M)
• Gaya Lintang/Geser (V)
• Gaya Normal/Aksial (P)
2. Deformasi Struktur :
• Translasi Horisontal (dx)
• Translasi Vertikal (dy)
• Rotasi (rz)
3. Reaksi Perletakkan/Tumpuan :
• Reaksi Horisontal (Rx)
• Reaksi Vertikal (Ry)
• Momen (Mz)
4 . Analisis/ Desain:
• Penulangan Beton
• Profil Baja
2

KEGUNAAN STAADPRO 2004 3 .

KEGUNAAN STAADPRO 2004 4 .

KEGUNAAN STAADPRO 2004 5 .

KEGUNAAN STAADPRO 2004 6 .

KEGUNAAN STAADPRO 2004 7 .

KEGUNAAN STAADPRO 2004 8 .

KEGUNAAN STAADPRO 2004 9 .

KOORDINAT GLOBAL 10 .

KOORDINAT LOKAL 11 .

12 .

13 .

14 .

15 .

16 .

17 .

LAMPIRAN 18 .

FAKTOR PEMBEBANAN SNI-1992 U U U U U U U U U = 1.9 (D  E) = 1.2 (D + T) Keterangan: U = beban ultimit D = beban mati L = beban hidup W = beban angin E = beban gempa Lr = beban hidup yang telah direduksi H = beban horizontal tanah T = beban akibat perbedaan penurunan.2 T + 1.75 (1.9 D + 1.6 H = 0.9 D + 1. rangkak. susut. atau perubahan suhu 19 .05 (D + Lr + E) = 0.6 L + 1.2 D + 1.6 H = 0.2 D + 1.6 W) = 0.6 L = 0.2 D + 1.2 D + 1.75 (1.3 W = 1.6 L + 1.6 L) = 1.

1  106 kg / cm 2 BETON MUTU NORMAL : PBI’71 : Ec  6400   'bk (Pembebanan tetap) Ec  9600  ' (Pembebanan sementara) SNI 1991 : bk Ec  4700  fc' Keterangan: ’bk = Tegangan beton karakteristik Kubus (Kg/cm2) fc’ = Tegangan beton karakteristik Silinder (MPa) 20 .000 E = 100.MODULUS ELASTISITAS (E) KAYU : Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV : : : : E = 125.000 E = 60.000 E = 85.000 kg/cm2 kg/cm2 kg/cm2 kg/cm2 BAJA : Es  2.

per-cm tebal Penutup atap genting dengan reng dan usuk/kaso per m2 bidang atap Penutup atap sirap dengan reng dan usuk/kaso per m2 bidang atap Penutup atap seng gelombang(BWG 24) tanpa gording :7 : 21 : 17 : 450 : 250 : 14 : 50 : 40 : 10 Kg/m2 Kg/m2 Kg/m2 Kg/m2 Kg/m2 Kg/m2 Kg/m2 Kg/m2 Kg/m2 21 . Berat mati komponen gedung yang sering dijumpai dalam perancangan adalah sbb: Pengantung langit-langit (dari kayu). Unit massa dari bahan bangunan yang sering dijumpai dalam perancangan adalah sbb: Baja = Beton tak bertulang = Beton bertulang = Kayu = 7850 2200 2400 1000 kg/m3 kg/m3 kg/m3 kg/m3 Kaca Pasir Tanah Air kg/m3 = 2500 kg/m3 = 1800 kg/m3 = 2000 kg/m3 = 1000 2.BEBAN MATI 1. termasuk bahan mineral penambah.s.80 m Adukan dari semen Adukan dari kapur. dengan bentang maksimum 5 m dan jarak s. minimum 0.k. tras atau semen merah Dinding batu bata (satu batu) Dinding batu bata (setengah batu) Aspal.

Beban hidup (LL) untuk berbagai jenis gedung dan komponen struktur Lantai dan tangga rumah tinggal Lantai dan tangga rumah tinggal sederhana dan gudang-gudang tidak penting yang bukan untuk toko atau ruang kerja Lantai sekolah. dimana V2 kecepatan angin (m/detik) memungkinkan tekanan angin yang lebih besar : p  16 Kg/m2 22 . ruang rapat. bordes tangga Lantai ruang dansa. ruang konser. restoran. bioskop. dan panggung penonton tempat berdiri atau dengan tempat duduk tidak tetap Balkon-balkon yang menjorok bebas keluar : 200 Kg/m2 : 150 Kg/m2 : 250 Kg/m2 : 400 Kg/m2 : 300 Kg/m2 : 500 Kg/m2 : 300 Kg/m2 Beban Angin Tekanan tiup angin minimum : 25 Kg/m2 Tekanan tiup angin minimum dilaut dan tepi laut sampai sejauh 5 km dari pantai : 40 Kg/m2 Untuk daerah dekat laut. toko. dan daerah-daerah lain tertentu. dan panggung penonton dengan tempat duduk tetap Tangga. ruang kuliah. balkon dalam dari ruang-ruang pertemuan seperti gereja. ruang pertunjukan. hotel dan asrama Lantai ruang olah raga. mesjid. kantor.

14. 3.2.4(1)) 23 .Korelasi benda uji kubus (150 mm x 150 mm x 150 mm) thd. mutu beton bertulang fc’ (silinder)  20 MPa (SNI-03-2847-1992. benda uji silinder (150 mm x 300 mm) Benda Uji Kubus Benda Uji Silinder (150 mm x 150 mm x 150 mm) (150 mm x 300 mm) (MPa) (MPa) 15 20 25 30 35 40 45 50 55 12 16 20 25 30 35 40 45 50 Catatan: Pada daerah gempa.

pelat D 5 D 16 -.200 -.balok.pelat Dalam praktek mungkin masih dijumpai istilah: U 24  fy = 240 MPa = 240 kg/cm2) U 39  fy = 3900 kg/cm2 24 .balok.BAJA TULANGAN Jenis BjTP 24 Baja Tulangan Polos dengan fy = 240 BjTD 40 MPa Baja Tulangan Deform dengan fy = 400 MPa Notasi  -.150 -. 5  16 kolom 10 . kolom D13 .

20 25.00 284.30 50.90 19.00 25 .70 15.53 12.60 31.00 201.00 794.00 Minimum Minimum 201.00 9.00 390 240 284.00 570 400 506.00 230.40 28. fu (mm2) (mm) (MPa) (MPa) BjTP-24  6       10 12 16 19 22 25 BjTD-40D 10 D 13 D 16 D 19 D 22 D 25 D 29 D 32 6 8 8 10 12 16 19 22 25 28.00 643.00 491.00 Minimum Minimum 357.10 22.Spesifikasi Baja Tulangan Jenis Baja Diameter Luas Tegangan Kuat Tulangan nominal nominal Leleh.50 113.50 133.30 78.80 78. fy tarik.

445 kg 1 cu.KONVERSI SATUAN 1 lbs = 0.ft = 1 ft3 = 0.0283 m3 1 kg/cm2 = 1 x 104 kg/m2 1 MPa = 1 N/mm2 = 10 kg/cm2 1 ton = 10 kN = 1000 N 26 .

35 x 105 kg/cm2 q1 P 20/30 30/50 B A 3m 5m 30/50 D C 2m .MUTU BAJA: fy = 240 MPa fyh = 240 MPa MAX TUL : 20 mm MIN TUL : 10 mm MIN SENG : 8 mm Beban Merata segiempat: q1=4000 kg/m’ Beban Merata Segitiga: q2=3000 kg/m’ Beban Terpusat: P =1000 kg 27 .KASUS .MUTU BETON: q2 fc’ = 25 MPa Ec = 2.1 DATA: .

35 x 105 kg/cm2 20/30 30/30 30/30 4.0 m Beban Merata segiempat: Lantai-1: qDL=4000 kg/m’ qLL= 500 kg/m’ Ph = 500 kg Lantai-2: qDL= 1000 kg/m’ qLL= 250 kg/m’ Ph = 250 kg 28 .0 m MAX TUL : 20 mm MIN TUL : 10 mm MIN SENG : 8 mm 30/50 30/30 4.0 m 4.MUTU BAJA: fy = 240 MPa fyh = 240 MPa 30/50 30/30 30/30 4.KASUS .MUTU BETON: 20/30 30/30 fc’ = 25 MPa Ec = 2.0 m .2 DATA: .

Staad Editor 11. Sketsa/Detail Tulangan/Profil) 29 . L. Pembebanan Struktur 7. Permodelan Struktur 3. Sketsa/Detail Tulangan/Profil) 13. Mutu Bahan 5. Analyze --. Analysis ---. L. Kombinasi Pembebanan (Load Case) 8. Output Gambar (M. Section Properties 4.LANGKAH-LANGKAH INPUT-PROSES-OUTPUT 1. N. N. Restraint (Tumpuan) 6. Output Nilai (M. Deformasi. Deformasi. Edit Input ---.Run Analysis 12.Perform Analysis 9. Membuat File Baru 2. Design 10.