Anda di halaman 1dari 25

TM – 3

TUGAS SEARCHING
DAN PRESENTASI

Henri Nara Dhany
1002005038

PREVALENCE OF DENGUE
FEVER AND DENGUE
HEMORRHAGIC
FEVER IN HOSPITAL TENGKU
AMPUAN RAHIMAH, KLANG,
SELANGOR, MALAYSIA
IJ, et al.
South East Asia Journal of Tropic
Medicine Public Health. 2005

MASALAH • Bagaimanakah prevalensi demam dengue dan demam dengue hemorraghic di Malaysia? .

LATAR BELAKANG • Demam dengue dan demam hemmoraghic dengue merupakan penyakit endemis di malaysia sejak tahun 1971. .

.TUJUAN • Mencari prevalensi demam dengue dan demam dengue hemorraghic di Malaysia.

Sampel yang didapatkan adalah 6. .Data akan dianalisis menggunakan statistik deksriptif untuk mendapatkan frekuensi dan proporsi.577 pasien demam dengue and 857 pasien dengue hemorrhagic fever. Pengambilan data menggunakan data sekunder (database dari Record Department) • Analisis .METODE PENELITIAN • Desain penelitian Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional • Sample Teknik sampling yang digunakan : Accidental sampling.

kasus dengue fever di malaysia meningkat drastis namun pada tahun 2001 terjadi penurunan kasus. meningkat dari 674 pada tahun 1999 menjadi 2813 di tahun 2003. .HASIL PENELITIAN • Sejak tahun 2000. • Kasus terbanyak terjadi pada tahun 2003. Kasus terbanyak terjadi pada tahun 1999 dengan 674 kasus . • Kasus Dengue hemorrhagic fever menurun setiap tahunnya.

.KESIMPULAN • Dari tahun 1999 hingga 2003 di malaysia terjadi peningkatan kasus demam dengue sedangkan pada kasus dengue hemorrhagic fever terjadi penurunan kasus.

et al Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 .DETERMINAN STATUS GIZI PADA SISWA SEKOLAH AE.

MASALAH • Apa saja faktor yang berhubungan dengan status gizi pada anak-anak kelas 4. 5. dan 6 di Sekolah Dasar 02 Ngesrep Banyumanik. Semarang .

LATAR BELAKANG • Gizi buruk masih merupakan isu sentral. Ada berbagai faktor yang menyebabkan masalah ini menjadi sangat kompleks .

dan 6 di Sekolah Dasar 02 Ngesrep Banyumanik. .TUJUAN • Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi pada anak-anak kelas 4. Semarang. 5.

METODE PENELITIAN • Desain penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. • Analisis Analisis data dilakukan univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square). data status gizi (W/A) dilakukan dengan pengukuran antropometri. Populasinya adalah siswa sebanyak 64 siswa. . • Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara observasi dan dokumentasi. • Sample Pengambilan sampel dengan Purposive sampling.

074). • Penyakit menular (p=0.0001). • Tingkat konsumsi energi (p=0.001). • Tingkat pendidikan ibu (p=0.HASIL PENELITIAN • Berdasarkan hasil statistik : • Faktor yang berhubungan dengan status gizi adalah: tingkat pengetahuan ibu (p=0. • Tingkat konsumsi protein (p=0.0001).0001).0001). • Pendapatan keluarga (p=0.0001). • Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan status • gizi adalah jumlah anggota keluarga (p=0. .

tingkat konsumsi protein dan tingkat konsumsi energi. .KESIMPULAN • Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kondisi gizi dan faktor tingkat pengetahuan. pendidikan ibu. pendapatan keluarga. penyakit menular.

DETERMINASI PENYAKIT TUBERKULOSIS DI DAERAH PEDESAAN Suharyo Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan September 2013 .

MASALAH • bagaimana faktor determinan TB pada penduduk di pedesaan? .

. prevalensi TB di Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China yaitu hampir 700 ribu kasus.LATAR BELAKANG • Menurut laporan WHO tahun 2013. angka kematian masih tetap 27/100 ribu penduduk.

.TUJUAN • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi determinan TB pada penduduk di pedesaan.

Sedang dalam masa pengobatan. Berdomisili di wilayah Puskesmas Mijen minimal 2 tahun.METODE PENELITIAN • Desain penelitian Desain penelitian menggunakan rancangan kualitatif. • Sampling • Pengambilan sampel dengan Purposive sampling. Selain itu dilakukan observasi tempat tinggal subjek penelitian . . Dengan kriteria sebagai berikut: Terdiagnosa TB paru positif dan tercatat di register penderita. Tidak sedang mengalami penyakit yang berat (masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari). Jumlah sampel yang diambil dengan kuota yaitu 7 penderita TB paru • Pengumpulan Data • Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara mendalam dengan sasaran penelitian.

dimana dalam pengujiannya bertitik tolak dari data yang terkumpul kemudian dihasilkan simpulan. diolah dengan menggunakan metode pengolahan analisa deskripsi isi (content analysis). . •Data kualitatif yang diperoleh.METODE PENELITIAN •Analisis •Analisa data yang digunakan adalah analisa kualitatif yang •bersifat terbuka yaitu dengan menggunakan proses berfikir induktif.

dan dalam kategori kurang mampu dari sisi ekonomi.HASIL PENELITIAN • Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar penderita TB paru berpendidikan menengah. . ventilasi. dalam masa usia produktif. pencahayaan. • Tempat tinggal sebagian besar penderita TB paru belum memenuhi kriteria rumah sehat baik dari sisi kepadatan hunian. dan kelembaban.

yaitu tidak menutup mulut saat batuk. • Peran tokoh masyarakat di pedesaan belum menunjang program pencegahan dan penanggulangan penyakit TB • paru.HASIL PENELITIAN • Hampir semua penderita TB paru mempunyai pengetahuan cukup baik. dan belum melaksanakan pencarian kasus baru secara aktif. penyuluhan. • Peran petugas kesehatan (koordinator TB paru) masih terbatas melaksanakan pengobatan. namun masih ada sebagian yang masih berperilaku buruk. .

dan kondisi rumah. pendidikan. .KESIMPULAN • Faktor yang menjadi determinan penyakit TB di daerah pedesaan adalah pengetahuan.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH .