Anda di halaman 1dari 9

Syarat – Syarat Teknis

BAB I.
SYARAT-SYARAT TEKNIK
PASAL 1
1.1

: Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan
Pekerjaan yang akan dikerjakan dalam pekerjaan ini adalah :

1.2.

PROGRAM

:

PENINGKATAN SARANA PENYEHATAN LINGKUNGAN

PEKERJAAN

:

-

LOKASI

:

KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN

Keadaan Lokasi :

PEMBANGUNAN MCK

PERMANDIAN KAMPA DESA WAWOBILI

Lokasi Kegiatan di siapkan oleh oleh pemerintah setempat bersama dengan masyarakat lengkap dengan
penyerahannya.
1.3.

Penyerahan Lokasi Pembangunan
Lokasi pembangunan ini akan diserahkan kepada Pihak Kedua untuk dilaksanakan pembangunannya dalam
keadaan bebas dari gugatan pihak ketiga.

PASAL 2
2.1

: Jenis Dan Mutu Bahan

Contoh Bahan
Semua bahan yang akan digunakan sebelum dipakai harus mendapat pesetujuan dari Direksi. Untuk itu Pihak ke
dua harus terlebih dahulu menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan dipergunakan dan contoh bahan-bahan
yang akan disimpan sebagai standar penilaian dan pelaksanaan di lapangan.

2.2. Produksi Bahan
Seluruh bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan pembangunan ini adalah bahan produksi dalam
negeri kecuali bahan-bahan yang dianggap mutlak harus buatan luar negeri.
2.3. Bahan Yang Tidak Memenuhi Syarat
Bahan-bahan yang tidak memenuhi persyaratan harus segera dikeluarkan dari lokasi Kegiatan paling lambat
dalam 1 x 48 jam.
2.4. Penggunaan Bahan Yang Tidak Memenuhi Syarat
Bilamana bahan yang ditolak tersebut ternyata masih dipergunakan oleh pihak pemborong, maka Konsultan
Pengawas / direksi berhak untuk memerintahkan pembongkaran kembali pekerjaan yang menggunakan bahan
yang ditolak tadi. Adapun akibat kerugian tersebut adalah menjadi beban pihak pemborong dan disamping itu
pemborong tetap dikenakan denda kelalaian sebesar o/oo (dua permil) dari jumlah biaya pemborongan.
2.5. Kepastian Mutu Bahan
Sebelum ada kepastiam tentang mutu bahan dari Balai Penelitian Bahan Bangunan, maka pemborong yang
bersangkutan tidak diperkenankan melanjutkan pekerjaan yang menggunakan bahan-bahan tersebut.

P EJABAT P EM B UAT K OM I TM EN (P P K )

3.1.2.V). 5. PEKERJAAN DINDING DAN PLAFOND P EJABAT P EM B UAT K OM I TM EN (P P K ) . - Syarat-syarat umum untuk pelaksanaan pemborongan dari Departemen Pekerjaan Umum yang disyahkan oleh SK Pemerintah tanggal 28 Mei 1941.Syarat – Syarat Teknis PASAL 3 3.1. PASAL 5 5. PEKERJAAN BETON BERTULANG 4. Pasal 4 4. 5. : Ukuran Tinggi Peil Peil Lantai Ukuran peil bangunan dari permukaan tanah setempat atau diseduaikan dengan bangunan yang telah ada serta mendapat persetujuan dari Pengawas/Direksi. - Gambar detail - Petunjuk ataupun keterangan yang diberikan dalam rapat - Petunjuk syarat-syarat yang telah diberikan pada masa pelaksanaan - Semua undang-undang dan Peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku untuk semua pelaksanaan pemborongan. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI 3.1 : Gambar Bestek Dan Detail Konstruksi Gambar-gambar terdiri dari gambar denah. tampak dan potongan . ketentuan-ketentuan yang mengikat dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebagai berikut : - Gambar-gambar yang ditampilkan dalam rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan ini. PEKERJAAN PENDAHULUAN/PEMBERSIHAN LOKASI 2. Pengukuran Segala pengukuran harus dilaksanakan dengan cermat dan teliti dan harus menggunakan alat ukur serta alat bantu lainnya. Pada umumnya gambar-gambar yang bersifat prinsipal akan diberikan oleh pihak pemberi tugas. 4. Satuan ukuran Semua ukuran yang dipakai adalah ukuran metrik. : Ketentuan Pelaksanaan Ketentuan-ketentuan Lain Selain rencana kerja dan syarat-syarat ini.2. PASAL 6 : Pekerjaan Fisik Bangunan PEKERJAAN INI MELIPUTI : 1. - Tambahan Lembar Negara Nomor : 14571 (A.

7. sedang untuk huruf-hurufnya dicat warna hitam. PEKERJAAN KUNCI DAN PENGGANTUNG 10. PEKERJAAN PENGECATAN 9.2. Papan Nama tersebut dari papan harus tertanam kuat pada tanah dan dipasang pada tempat yang mudah terlihat dari jalan. Pembuatan Direksi Keet/Los Kerja Pemborong diharuskan membuat direksi keet berukuran  36 M2 dari bahan yang cukup baik. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 11. Pengukuran dan pemasangan bouwplank harus mendapat persetujuan Pengawas/Direksi. Penempata Direksi Keet akan ditentukan kemudian oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Papan bouwplank dibuat dari papan kayu klas II tebal 2 cm yang permukaannya diserut halus dan rata. rumput serta tanaman lainnya yang mengganggu pengukuran ataupun pembangunan. Pengukuran dan Pasang Bouplank. PEKERJAAN FINISHING/AKHIR PASAL 7 7. yang mencamtumkan : P EJABAT P EM B UAT K OM I TM EN (P P K ) .3. Pengukuran Untuk Bouplank Bangunan dilakukan sesuai Gambar Rencana dan Harus dilakukan bersama-sama dengan Eksekutan.1.4.Syarat – Syarat Teknis 5. Pematokan tiang bouwplank harus tertanam kuat minimal 1 m dari tepian galian pondasi. 7. PEKERJAAN KOSEN PINTU DAN JENDELA 7. : Pekerjaan Pendahuluan Pembersihan Lokasi Pemborong berkewajiban membersihkan lokasi pembangunan dari segala kotoran. Bila pekerjaan sudah selesai direksi keet menjadi milik pemberi tugas dan harus dibongkar dan dipindahkan pada tempat yang ditentukan oleh pemberi tugas. Papan Nama Kegiatan Pemborong harus membuat 1 (satu) Buah papan nama Kegiatan ukuran 120 x 180 Cm. Penebangan pohon yang tidak mengganggu bangunan sejauh mungkin dihindarkan dan kesemuanya ini harus seijin Eksekutan 7. Patokpatok untuk bouwplank dibuat dari kayu klas II ukuran 5/5 cm. PEKERJAAN KAYU DAN ATAP 6. dilengkapi dengan : Meja + Kursi biaya pembuatan Direksi Keet dapat dicamtumkan dalam RAB. Papan nama tersebut dicat dengan cat warna putih. PEKERJAAN INSTALASI AIR 12. PEKERJAAN LANTAI DAN KM/WC 8.

Regel kayu P EJABAT P EM B UAT K OM I TM EN (P P K ) . : : : : : Pekerjaan Tanah Dan Pondasi Galian tanah Sebelum pekerjaan dimulai. Untuk penimbunan Peninggian Lantai digunakan Material Pasir Batu (sirtu) harus dilakukan lapis demi lapis dengan tebal maksimum 20 cm kemudian disiram air sampai turun kemudian dipadatkan. lumpur. 8. Pekerjaan kusen jendela kayu b. Bila terdapat tunggul atau lumpur maka dasar galian tersebut harus dibersihkan untuk kemudian diurug dengan pasir dan dipadatkan hingga mencapai permukaan yang disyaratkan. maka pemborong diharuskan mengurug untuk peninggian lantai dengan pasir urug (Sirtu) sesuai dengan gambar. Ukuran serta bentuk dari pasangan Batu Kali/Gunung dimaksud harus sesuai dengan gambar rencana. 8. dimaksudkan untuk memudahkan dalam pelaksanaan. 8. Galian tanah untuk pondasi harus dibuat lebih lebar dari ukuran yang sudah ditentukan dalam gambar. Pembersihan Dasar Galian Dasar galian harus dibersihkan dari segala kotoran (sampah.Syarat – Syarat Teknis KEGIATAN PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA KESEHATAN TAHUN 2012 PEKERJAAN LOKASI BIAYA PELAKSANAAN PENYERAHAN PEKERJAAN PASAL 8 8. lumpur atau tanah sehingga antara batu kali/Batu Gunung dengan campuran 1 Pc : 3 Psr mengikat dengan sempurna. permukaan tanah untuk lokasi pekerjaan harus dibersihkan. Pasangan Pondasi Pondasi Bangunan menggunakan Pondasi batu Kali campuran 1 : 3 dengan anstamping/Batu Kosong tebal 15 Cm atau yang tertera pada gambar dan sebelum diurug harus diplester dengan campuran 1 : 2 Batu Kali/Batu Gunung dan pasir yang digunakan dalam pekerjaan ini harus bersih dari kotoran-kotoran.4. Urugan Tanah dan Pasir Disamping urugan tanah dan pasir sesuai dengan syarat diatas. tunggul dan lain-lain). Dinding papan kayu Kls III 2/20 c.2.1.3. PASAL 9 9.1 : Pekerjaan Beton Bertulang Lingkup pekerjaan a.

Kuda-Kuda - Rangka Pintu dan rangka Jendela - Pasang Gording dan Papan Nok - Rangka Plafond dan List Plafond - Pasang Bouplank dan Cetakan Bekisting Semua Kayu untuk kozen pintu.2. Batu Tela yang akan dipergunakan harus berkualitet baik dan sudut-sudutnya. Jendela dan Jalusi - Lisplank. Untuk pekerjaan kayu pada bangunan ini. ukuran kayu harus sesuai dengan gambar rencana dan telah diserut halus. 10. 9. Jalusi. Plafond. Pekerjaan kolom e.3. sedangkan plesteran dinding transram dan kedap air menggunakan campuran 1 Pc : 3 Psr. Direksi/Pengawas.30 mm. Bahan Kayu Kls II digunakan pada pekerjaan : 11. sedangkan Dinding Kedap Air menggunakan Pasangan Batu Tela 1 Pc : 3 Psr.Syarat – Syarat Teknis d. : Pekerjaan Dinding Dan Plesteran Dinding Bnagunan menggunakan dinding Pasangan batu bata dengan campuran 1Pc : 4Psr. Plesteran dinding dengan campuran 1 Pc : 4 Psr. siku-siku dan tidak pecah. Sambungan Atap Arah kesamping minimal 2 Gelombang dan arah P EJABAT P EM B UAT K OM I TM EN (P P K ) . Ukuran yang tertera pada gambar rencana merupakan ukuran jadi dan siap dipasang pada tempatnya. Pintu Dan Jendela PASAL 11 11.4 Untuk pekerjaan kusen tiap pertemuan/sambungan harus menggunakan Sening. Batu tela yang akan dipakai harus mendapat persetujuan dari. pekerjaan ini harus dikerjakan dengan rapi.3 Jenis dan ukuran kayu disesuaikan dengan gambar yang ada 9.1. : Pekerjaan Kayu. Pekerjaan plat Beton - Pekerjaan jalusi - Pasangan lisplank kayu 2.5/20 9. - Semua Kozen pintu. Atap bangunan menggunakan Atap Seng BJLS 0. menggunakan kayu Kls II Pilihan yang baik dan tidak cacat setelah dilakukan pemeriksaan oleh Pengawas/Direksi. PASAL 10 10. jendela dan jalusi serta rangka pintu harus diserut halus dan rata.2. 11. Pasangan batu merah sebelum diplester harus dibasahi hingga jenuh untuk menghindari terjadinya retak rambut pada plester. Pemasangan harus benar-benar rapat dan menggunakan Paku Seng dilapisi ring karet. Kozenkozen yang menempel ke dinding tembok harus diberi angker dari besi beton ukuran diameter 6mm minimal 3 buah dipaku secukupnya.2 Semua pekerjaan kayu harus dikerjakan sesuai dengan yang tertera dalam gambar. Atap. pemasangan kozen harus tegak lurus dan menggunakan lot dari benang.1.

Dinding KM/WC dan Bak Air menggunakan porselin 20x25 Cm dipasang sesuai gambar rencana dengan menggunakan adukan 1Pc : 2 Psr 12. Pada pertemuan dinding dengan plafond dipasang les kayu ukuran 1. pemasangan disesuaikan dengan gambar agar air dapat mengalir dengan lancar. yang diprofil salah satu sisinya rapih dan halus 11. Pekerjaan Plafond digunakan tripleks 3 mm rangka induk menggunakan balok 5/10 sedangkan rangka pembagi menggunakan balok 5/5. 11. untuk pintu KM/WC lapis seng Plat BJLS 0. pengecatan diulangi dengan kondisi adukan cat agak kental dan baik dilakukan secara merata. Lantai KM/WC Menggunakan Keramik kasar Ukuran 20x20 Cm. Nok/Bubungan atap menggunakan Nok Seng Plat BJLS 0.7.4. rapih dan baik. Plafond dan List plafond dicat dengan cat tembok sampai rata dan halus. Sebelum dinding tembok dicat. Pengecoran lantai harus rata ditarik dengan benang/waterpas agar tidak bergelombang.Syarat – Syarat Teknis keatas minmal 10 Cm. P EJABAT P EM B UAT K OM I TM EN (P P K ) . PASAL 13 13. Km/Wc Sebelum lantai dan rabat Bangunan dipasang keramik.3.6.5 x 4 cm.2. untuk pelesteran dinding menggunakan adukan 1Pc : 2 Psr untuk daerah kedap air 12. rata dan rapih. Untuk Jendela digunakan Jendela Panil Kaca. Daun Pintu menggunakan Pintu Faiber. Pemasangan Lantai Keramik harus dipasang hati-hati dan rapih dengan jarak nat 3 mm yang kemudian natnatnya harus diisi dengan pasta semen putih yang halus dan rapih. lisplank dan papan jalusi harus dicat dengan cat kilat kayu yang berkwalitas baik.2. Setelah cat benar-benar kering. Papan bubungan atap menggunakan papan kayu matoa. 11.1. 12. Sebelum dicat harus diplamur sampai rata kemudian diamplas halus dan dimeni hingga rata lalu diamplas kembali dan sesudahnya baru dicat kembali minimal 2 kali sampai rata. 11. rapih dan kemiringan atap disesuaikan dengan gambar kerja. Pemasangan Atap benar-benar rapat. 13.30 sesuai gambar rencana. terlebih dahulu diplamur hingga permukaannya rata sesudah itu dinding harus dicat sebanyak 3 kali sampai mendapatkan hasil yang halus. kemudian diulang sekali lagi dengan kondisi campuran cat yang sama sampai permukaan cat pada dinding benar-benar rata. : Pekerjaan Lantai. Keramik. Dinding Bangunan bagian bawah dipasang List/tegel Plink dari Keramik ukuran 20 x 25 Cm 12.4. dan Jendela Kaca mati dipasang rapih dan baik sesuai gambar dengan rencana.30 mm. Pengecatan Pertama sebagai cat dasar dilaksanakan dengan kondisi cat yang agak encer dikerjakan secara merata.5. Dinding tembok dicat dengan cat tembok kwalitas terbaik. 13. jendela/jalusi. Lantai dan Rabat bangunan Dipasang Keramik ukuran 20 x 20 Cm.3.5. : Pekerjaan Pengecatan Semua kozen pintu. terlebih dahulu lantai bangunan dan rabat dicor dengan beton tumbuk 1 Pc : 3Ps : 5 Krl dengan ketebalan sesuai dengan gambar rencana. baik. PASAL 12 12. Setelah dicor.1. Pemasangan Dinding KM/WC menggunakan dinding dari batu tela dengan perbandingan adukan 1Pc : 3Psr.

warna cat harus mendapat persetujuan dari Pemberi tugas.6. Saluran Keliling bangunan menggunakan Pasangan Batu Tela Campuran 1 : 2 diplester dan diaci halus. 15. 13. 14.1. Semua Rangka kuda-kuda serta gording dicat karbolium sampai rata setiap bidang/sisi.4.2. 13. Pengecoran lantai saluran dibuat miring. Pasang Klosest Jongkok Merk KIA/INA 2. agar pembuangan air dapat mengalir dengan lancar dan tidak terjadi genangan. Pasang Saluran Keliling dari Batu Tela Campuran 1 : 2 Pemasangan Jaringan Pipa Air Bersih menggunakan Pipa GIV. 14.5. Bak Septitank dan Rembesan harus diberi dinding pemisah dari pasangan batu tela. Engsel pintu dan Jendela menggunakan engsel ring nilon dari kuningan. Atap Seng dicat dengan Cat kilat. Pasang Septitank + Rembesan 6.3. Pemasangan Pipa Pembuangan dari KM/WC menuju saluran air mengunakan Pipa PVC ukuran 2” dan Pipa Pembuangan Tinja dari Kloset ke Septitank menggunakan Pipa PVC Ukuran 4”. harus menggunakan Sambungan L dan setiap sambungan harus diberi Perekat/Lem khusus PVC. Pada waktu pemasangan Pipa Pembuangan ini. Pipa penguapan septitank menggunakan Pipa GIP 3”. Pasang Bak Air Lapis Teugel 3. untuk pipa distribusi menggunakan Pipa GIP 3/4 . Kunci pintu /Kunci tanam yang dipakai adalah kunci tanam 2 slaag berkwalitas baik Produksi dalam Negeri atau sejenisnya dan harus mendapat persetujuan direksi/pengawas lapangan. sedangkan pipa yang terpasang Kran Air menggunakan Pipa GIP 1/2 .Syarat – Syarat Teknis 13. Pembuatan Bak Septitank + Rembesan digunakan Pasangan Batu Tela Campuran 1 : 3. Pasangan Engsel Pintu sebanyak 3 buah untuk setiap dan pintu dan 2 (dua) buah untuk setiap daun jendela.1. Semua Pintu Teakwood dicat dengan Pernis berkwalitas baik. 15. Pekerjaan sanitasi Air meliputi : 1. : Pekerjaan Pengunci Dan Penggantung PASAL 14 14. Ukuran Septitank dan Rembesan dibuat sesuai dengan gambar rencana. dipasang agak miring agar pembuangan lancar dan jika terdapat sambungan yang bengkok. 15. Pintu dan Jendela masing-masing dipasang Grendel 1 Buah. 15. Jendela masing-masing diberi Tarikan Jendela 1 Buah dan Kait Angin 2 Buah (kiri dan kanan) : Pekerjaan Sanitasi Air PASAL 15 15. Pasang Sanitasi Air Bersih dan Air Limbah 5.3.4. Pasang / Instalasi Air bersih + Pasang Kran Air 4. Bagian atas bak septitank/Penutup Septitank dicor dengan menggunakan cor beton bertulang campuran 1:2:3.2. dan bagian dalam bak septitank diplester dengan menggunakan campuran 1 : 2. P EJABAT P EM B UAT K OM I TM EN (P P K ) . sedangkan sebelum dipasang harus mendapat persetujuan direksi/ pengawas.5.

16. Untuk Kabel yang tertanam didalam dinding harus menggunakan pipa kondoit atau pipa khusus instalasi kabel listrik dan pada setiap sambungan kabel harus menggunakan pengaman khusus yang sesuai dengan standart instalatur seperti box pengaman. Pemasangan Penangkal Petir ini. dan dipasang rapi. RKS . 16. Pekerjaan dianggap selesai setelah semua instalasi dalam dan instalasi luar/Penyambungan dari PLN telah dilaksanakan dengan baik dan instalasi dapat berfungsi serta lampu dapat dinyalakan dengan pernyataan tertulis dari Perusahaan Lsitrik negara (PLN) setempat. Lampu Philips XL dipasang dengan Viting Lampu tertanam dalam Flafond. baik dan bersih.7. 16. Pemborong dianggap sanggup melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar.1. Bila pemasangan instalasi listrik telah selesai dikerjakan dan terjadi kesalahan pekerjaan. Bangunan dipasang Penangkal Petir. 16.6. saklar. Kabel untuk instalasi listrik digunakan kabel NYY dan Kabel NYM sesuai standar untuk jaringan instalasi listrik dan bilamana dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas/Direksi untuk memeriksa instalasi yang terpasang dalam gedung. 16. Kemudian Air dari Menara Dialirkan Kemasing-masing KM/WC atau sesuai dengan Gambar. Kontraktor harus membobok dinding cukup yang dilalui pipa instalasi agar tidak merusak permukaan dinding atau konstruksi lainnya dan kemudian harus mengembalikan permukaan dinding seperti semula rapih. maka kontraktor harus siap untuk mendatangkan tenaga instalatur yang menguasai pekerjaan tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung kontraktor. dipasang sesuai petunjuk pemasangan.Syarat – Syarat Teknis 15.5. Air Kemudian Di Pompa/dialirkan melaluai Pompa Air Sanyo ke Bak Air yang sudah dibuatkan menara setinggi 3M yang telah dibuat dengan Konstruksi Rangka Besi Siku dari Baja.4. maka Kontraktor wajib untuk membongkar kembali pekerjaan tersebut atas permintaan Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas/Direksi dengan biaya akibat kesalahan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab kontraktor.9. Untuk pekerjaan pemasangan kabel.3. P EJABAT P EM B UAT K OM I TM EN (P P K ) . Penyambungan Listrik Pada Bangunan memakai daya 6500 Watt 16. box panel dan lainya harus tertanam didalam dinding. PASAL 17 : Pekerjaan Yang Tidak Termasuk Dalam Bestek Dan Rks Pekerjaan yang tidak termasuk dalam bestek atau RKS ini akan dijelaskan dalam penjelasan pekerjaan (Aanwijzing) serta disesuaikan dengan Volume Bouwheer (Pemberi tugas). stop kontak. Pekerjaan Instalasi Listrik meliputi : - Pasang Lampu Philips XL 25 Watt - Pasang Lampu Pijar 60 Watt - Pasang Stop Kontak - Pasang Sekring Kas 1 Group 16. : Pekerjaan Instalasi Listrik PASAL 16 16.6. 16.2.8.

19650303 199502 1 002 P EJABAT P EM B UAT K OM I TM EN (P P K ) . PASAL 20 : Penutup Apabila dalam spesifikasi teknis ini tidak disebutkan hal-hal yang dipasang. ………. PASAL 18 : Pekerjaan Penyelesaian Untuk pekerjaan penyelesaian Pemborong wajib membersihkan lokasi pekerjaan dari sisa-sisa bahan bangunan. PASAL 19 19. Langara. Pemborong diharuskan merawat bangunan. dibuat. AMRULLAH. H. disediakan dan dilaksanakan tetapi dalam pelaksanaan pekerjaan hal ini menjadi bagian yang nyata-nyata dilaksanakan dan diselesaikan oleh Pemborong. MT Nip. Mei 2015 Kepala Dinas Pekerjaan Umum Selaku Pejabat Pembuat Komitemen (PPK) Ir. : Masa Pemeliharaan Dan Penyerahan Pemeliharaan Dilaksanakan oleh Pemborong setelah penyerahan pekerjaan.1.Syarat – Syarat Teknis Pemborong dianggap sanggup memelihara pekerjaan sampai pemeriksaan yang akan diadakan oleh Pihak Pemberi Tugas dan Tim Pemeriksa serta sanggup memperbaiki/melengkapi kekurangan pekerjaan apabila hal tersebut terjadi dalam pemeriksaan Kegiatan dimaksud. membersihkan dari segala kotoran dan merapikan kekurangan yang ada termasuk merapikan lokasi dari segala kotoran dan sisa-sisa bahan bangunan sehingga bangunan dapat digunakan atau ditempati tanpa adanya pembersihan dan siap diserah terimakan. Sebelum pekerjaan diserahkan.