Anda di halaman 1dari 6

SHALAT DHUHA

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Shalat merupakan rukun islam yang kedua . shalat juga merupakan ibadah yang teramat
penting bagi muslim dan tidak boleh diabaikan begitu sajameski dalam keadaan seperi apapun.
Rasulullah mengibaratkan shalat sebagai tiang agama. Tanpa ada tiang maka bangunan akan
roboh. Tanpa shalat agama akan runtuh.oleh karena sudah menjadi kewajiban seorang muslim
untuk selalu mengerjakan shalat. Bila tidak bisa tata caranya maka dia wajib mempelajarinya.
Shalat sesuai dengan hukumnya terdiri dari dua kategori yang pertama wajib yaitu shalat 5
waktu dan yang kedua sunah. Diantara shalat-shalat yang disunahkan adalah shalat rawatib,
shalat tahajud, shalat tasbih,shalat dhuha dan lain sebagainya.
Didalam Surah Adh-Dhuha Allah swt bersumpah dengan waktu dhuha dan waktu
malam:“Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.” (QS.
93:1-2). Pernahkah terlintas dalam benak kita mengapa Allah swt sampai bersumpah pada kedua
waktu itu?. Beberapa ahli tafsir berpendapat bahwa kedua waktu itu adalah waktu
yang paling utama dalam setiap harinya. Dari dalil tersebut ada sedikit keinginan penulis untuk
lebih memahami tentang shalat dhuha. Oleh sebaba itu dalam makalh ini penulis akan membahas
tentang shalat dhuha.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar belakang dan uraian di atas bisa penulisambil kesimpulan tentang rumusan
masalah yang akanpenulis bahas dalam makalah ini :
1.
2.
3.
4.

Apa Pengertian dari Shalat Dhuha?
Apa hukum melaksanakan shalat dhuha?
Kapan kita dapat melaksanakan shalt dhuha?
Apa manfaat dan hikmah yang terkandung dalam shalat dhuha?
C. Tujuan
Dengan adanya rumusan masalah di atas maka penulisan makalah ini mempunyai dua tujuan,
yaitu tuuan secara umum dan tujuan secara khusus :

1. Tujuan secara Umum
Tujuan secara Umum adalah tujuan yang nantinya kembali pada semua obyek yang ada. Diantara
tujuan Umumnya adalah agar semua pembaca, teman-teman, atau pun semua pihak
yang membaca makalah ini bisa memetik hikmah yang terkandung dalam bahasan ini bagi dan
dapat memberikan dorongan bagi kita semua untuk melaksanakan shalat dhuha.

Tujuan Secara Khusus Tujuan secara khusus adalah untuk memenuhi tugas akhir semester mata kuliah bahasa Indonesia TEORI DAN ANALISIS A. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2. sebab beliau berpesan kepada para sahabatnya untuk mengerjakan Shalat Dhuha sekaligus menjadikannya sebagai wasiat. berdasarkan hadits Nabi : " Allah berfirman : Wahai anak Adam. 2006) 3. 1993). diwaktu matahari sedang naik. Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah.Hakim dan Thabrani).banyak pendapat mengenai shalat dhuha diantaranya adalah: 1. jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya " ( HR. delapan rakaat dan dua belas rakaat ( Imran. Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam. kecuali terdapat dalil yang menunjukan kekhususan hukumnya bagi orang tersebut.4. boleh empat rakaat.00 pagi). Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 7. 2.2.8 atau 12 raka’at. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 7.kepada satu orang berlaku untuk seluruh umat.(Rifa’i.00 pagi). Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. berdasarkan hadits Nabi : " Allah berfirman : Wahai anak Adam. Wasiat yang diberikan Rasulullah SAW. Menurut wawan setiawan Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu pagi hari. 4. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Sekurang-kurangnya shalat ini dua rakaat. Pengertian Shalat Dhuha Shalat Dhuha merupakanshalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( .

sebagai berikut : “Kekasihku Rasulullah SAW. Kesunahan shalat Dhuha berdasarkan yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Bukhari Muslim). dan shalat Witir sebelum tidur. Ada beberapa kata dhuha yang bisa kita temukan dalam AlQur’an. “setiap kali aku melihat Rasulullah SAW. Hukum Shalat Dhuha Berkaitan dengan persoalan status hukum Shalat Dhuha.” ( HR. dalam melakukan shalat Dhuha. Berdasarkan hadist-hadist itulah kita dapat memberi pertimbangan status dasar hukum shalat Dhuha. Karena penjelasan yang tegas tenteng anjuran pengamalan shalat Dhuha ini dapat kita temukan dalam beberapa hadist. Namun. C. melakukan shalat Dhuha. Mewasiatkan kepadaku tiga hal. Secara umum.Aisyah berkata. aku pun pasti melaksanakannya.” ( HR. Menurut Imam Nawawi dalam Alim (2008 : 44) bahwa. status hukum shalat Dhuha. shalat Dhuha adalah shalat sunah istimewa sehingga kita dianjurkan untuk tidak melalaikannya sebagaimana kita diwajibkan untuk tidak melalaikan pelaksanaan shalat-shalat wajib.Bukhari Muslim) Dalam hadist lain yang senada juga dikabarkan bagaimana siti Aisyah meneladani ketekunan Rasulullah SAW. Berdasarkan berbagai definisi tentang shalat dhuha diatas dapat penulis simpulkan bahwa shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan denga jumlah rakaat minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat yang dikerjakan setelah matahari terbit hingga menjelang masuk waktu dzuhur. shalat Dhuha adalah sunnah mu’akad ( sangat dianjurkan ).Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya " ( HR. Oleh karena itu. hingga ia tampak membayang . B. Namun. Dengan melihat berbagai hukum diatas dapat diketahui bahwa status hukum shalat Dhuha memang hanya sebagai amalan sunah. tetapi kata-kata itu tampaknya tidak berkaitan dengan penetapan hukum shalat Dhuha. Al-Qur’an sendiri sebenarnya tidak mengemukakan secara eksplisit perintah atau anjuran yang tegas atau jelas berkenaan dengan pelaksanaan shalat tersebut. adalah sunah. bahwa waktu Dhuha adalah waktu ketika matahari mulai merayap naik meninggalkan tempat dri terbitnya.hal kehendaknya tidak dimengerti bahwa ia hanya amalan sunah yang tidak wajib dilaksanakan. melain juga mengabarkan bagaimana para sahabat menunjukan kecintaan mereka terhadap amalan itu.Hakim dan Thabrani ). yaitu puasa tiga hari. Beberapa hadist berikut dapat dijadikan sandaran status hukum shalat Dhuha. secara eksplisit kita dapat menemukan dasar hukum yang tegas dan gelas dalam Al-Qur’an berkenaan dengan shalat Dhuha tersebut. berdasarkan banyak hadist yang berkaitan. melainkan ia adalah amalan shalat sunah yang kedudukannnya mendekati kedudukan amalan shalat wajib. Dengan kata lain. Hadist-hadist mengenai shalat Dhuha yang dikemukakan di atas tidak sekedar menunjukan suatu hukum shalat Dhuha sebagai amalan sunah. hal itu tidak mengurangi arti penting dalam shalat Dhuha. dua rakaat shalat Dhuha. Waktu Shalat Dhuha Menurut Quraisy Syihab dalam Alim (2008 : 16).

bahwawaktu shalat Dhuha dimulai sejak matahari sudah naik kira-kira sepenggalah sampai dengan tergelincir. siapa yang sanggup melaksanakannya ?’ Rasulullah SAW. Rasulullah SAW. Shalat Dhuha tidak bisa dilakukan disaat matahari sedang terbit. lebih baik apabila dikerjakan setelah matahari terik. mulia. dapat disimpulkan bahwa waktu shalat Dhuha dimulai ketika matahari mulai naik sepenggalah atau setelah terbit matahari (sekitar jam 07. Keutamaan Shalat Dhuha Mengerjakan Shalat Dhuha dan menekuninya adalah merupakan salah satu perbuatan agung. menjelang siang. Ahmad). Ali bin Abu Thalib ra. Apabila ia tdk mampu. Muslim.lalu para sahabat bertanya : ‘ya Rasulullah SAW. sebagai berikut : “Shalat awwabiin (orang-orang yang kembali kepada Allah SWT.shalat Dhuha pada saat (ketinggian) matahari di sebelah timur sama dengan ketinggiannya pada waktu shalat Ashar di sebelah barat.Ahmad. dan Timidzi). Yang juga bisa dijadikan dasar dalam penentuan waktu pelaksanaan shalat Dhuha. Berikut ini keterangan dari Rasulullah SAW.” (HR.” (HR. Oleh karena itulah. Hal ini berdasarkan hadist dari Sa’id bin Nafi” sebagai berikut : “janganlah kalian shalat pada saat matahari terbit karena sesungguhnya ia terbit di antara kedua tanduk setan. Shalat Dhuha memiliki nilai seperti nilai amalan sedekahyang diperlukan oleh 360 persendian tubuh dan orang-orang yang melaksanakannya akan memperoleh ganjaran pahala sebanyak jumlah persendian itu. shalat dua raka’at dapat menggantikanya. dan utama. karena disat itu kaum muslimin dilarang melakukan shalat apapun. Dalam hadist itu di kemukakan bahwa shalat Dhuha dapat dilakukan ketika ketinggian matahari yang mulai terbit pada pagi hari di sebelah timur sama dengan ketinggian matahari yang mulai terbenam pada sore hari di sebelah barat ketika masuk waktu Azhar. Namun. Oleh karena itu. Atau beratubat) adalah ketika anak unta mulai kepanasan.Beberapa keutamaan dalam shalat Dhuha adalah sebagai berikut : 1. Bersabdah : “pada setiap tubuh manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang bersangkuta (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sandinya. waktu yang paling utama untuk melaksanakannya adalah ketika matahari terasa mulai panas atau ketika matahari cukup tinggi di sebelah timur atau matahari berada sekitar satu tombak. D. shalat Dhuha sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW). Menjawab : Membersihakan kotoran di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang mencelakakan orang) dari jalan raya.. agar waktu pelaksanaan shalat Dhuha tidak terlalu berdekatan dengan saat-saat yang dilarangnya pelaksanaan shalat. Dari keterangan diatas. Ahmad dan Abu Daud). Ar-Rahbawi (2001 : 307) menjelaskan. tetapi yang paling utama dikerjakan sesudah lewat seperempat siang hari.00 sampai sebelum masuk waktu Dzuhur ketika matahari belum naik sampai posisi tengah-tengah.” (HR. Berkata. .”(HR. Keterangan Ali bin Abi Thalib ini bisa menjadi salah satu penjelasan tentang tanda-tanda masuknya waktu Dhuha dan kapan shalat huha itu bisa dimulai.sampai mejelang tengah hari. “Rasulullah SAW.Ahmad). Hal ini didasarkan pada hadist dari Zaid bin Arqam.

Untuk kecerdasan emossional spiritual. E. pikiran menjadi kalut. Shalat Dhuha dikerjakan ketika matahari mulai menampakan sinarnya. Shalat Dhuha seseorang diawal hari menjanjikan tercukupinya kebutuhan orang tersebut diakhir hari. dan emosi tidak stabil. Orang yang melakukan shalat Dhuha. sebelum shalat Dhuha. Shalat Dhuha mampu menyegarkan pikiran. yaitu : pertama. Kesehatan fisik terjaga. Melaksanakan shalat Dhuha pada pagi hari sebelum beraktivitas dapat menghindarkan diri dari keluh kesah. Hikmah Shalat Dhuha 1. Kedua. menyenangkan hati. Hal ini mengingat waktu pelaksanaanya pada awal atau tengah aktivitas manusian mencari kebahagiaan hidup duniawi dan keajaiban gerakan shalat itu sendiri.kita diwajibkan bersuci (mandi atau pun wudhu). 5. sebab. Orang yang melaksankan shalat Dhuha mendapatkan pahala sebesar pahala haji dan umrah. keuntungan yang didapat adalah mudahnya meraih prestasi akademik dak kesuksesan dalam hidup. Pada waktu kondusif ini merupakan waktu terbaik untuk ber-muwajjahah (menghadap) kepada Allah SWT. dalam beraktivitas kita sering kali mengalami kegagalan. Selain itu jika shalat Dhuha dilakukan secara rutin. dan intelektual. emosional spiritual. Akhirnya. karena itu kita sering mengeluh. 3. wudhu menyimbolkan agar kita selalu tetap bersih. Shalat Dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang senang melakukannya walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan. Syaratnya. shalat Dhuha meningkatkan kekebalan tubuh dan kebugaran fisik karena dilakukan pada pagi hari ketika sinar matahari pagi masih baik untuk kesehatan.2. yaitu pintu yang dinamakan pintu Dhuha. pada saat itulah Shalat Dhuha sangat berperan penting. . 3. Bagi Orang yang merutininkan shalat Dhuha adalah bahwa akan dibuatkan pintu khusus di surga kelak. dan mengontrol emosi. Untuk kecerdasan fisikal. Shalat Dhuha bisa membuat orang yang melaksanakannya (atas izizn Allah SWT. Sinar matahari pagi hari sangat baik untuk kesehatan. Berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak di akhirat.berwudhu bermanfaatbagi kesehatan jasmani dan rohani seseorang. 6. Hal ini dapat dilihat dari tiga alasan. dan istiqomah (konsisten atau terus-menerus).) meraih keuntungan (ghanimah) dengan cepet. Oleh karena itu. Orang yang bersedia meluangkan waktunya untuk melaksanakan shalat Dhuha delapan sampai dua belas rakaat akan diberi ganjaran oleh Allah SWT. tuma’ninah (perlahan dan tidak terburu-buru). Rangkaian gerakan shalat sarat akan hikmah dan manfaat bagi kesehatan. Meskipun dilaksanakan lima atau sepuluh menit. 2. kita seringkali mendapat tekanan dan terlibat persaingan usaha tyang sangat tinggi. 7. maka hati menjadi tenang dalam melakukan aktivitas bekerja. Dapat meningkatkan kecerdasan Shalat Dhuha memang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan seseorang. Ketiga. semua gerakan tersebut dilkukan dengan benar. Utamakan kecerdasan fiksikal. 4. hati tidak tenang. Selain sebagai syarat sahnya shalat. Keutamaan lain yang disediakan Allah SWT.

yaitu shalat sunnah yang terdiri dari dua rakaat atau lebih.Allah memerintahkan kita bukan semata-mata hanya sesuatu yang tak berguna namun setiap apa yang Allah perintahkan pasti mengandung hikmah tersendiri. B. ketika waktu dhuha. karena ia merupakan salah satu dari pemberian Tuhan yang sangat besar Nilainya. BAB III PENUTUP A. Saran Sebagai umat islam sudah kita ketahui bersama betapa bergunanya untuk kita oleh sebab itu mari kita sama-sama mencoba mengerjakan shplat dhuha dengan istiqomah selama hidup kita . yakni ketika waktu naiknya matahari setinggi tombak atau kira-kira jam 7 atau jam 9 hingga tergelincirnya matahari.seperti halnya shalat dhuha yang begitu banyak keutamaan dan hikmahnya. tak lain agar orang mukmin semakin dekat kepada Allah. Diantara shalat-shalat sunnah yang disyariatkan dalam islam adalah shalat dhuha. Namun tidak semua orang mampu merasakan hikmah tersebut jika pelaksanaanya tidak sesuai aturan hukum islam. Kesimpulan Shalat sunnah disyariatkan kepada umat islam. sebanyak-banyaknya dua belas rakaat.