Anda di halaman 1dari 5

3/19/2016

SelamatkanbudidayakerapudiTelukLampungANTARANews

TOP NEWS | TERKINI | RILIS PERS | RSS

TWITTER | FACEBOOK | REGISTER | SIGN IN

Ketentuan Penggunaan

cariberita

Tentang Kami
HOME

Sabtu, 19 Maret 2016


NASIONAL

KOMENTAR

OPINI

INTERNASIONAL
BUKU

JEDA

EKONOMI

OLAHRAGA

HIBURAN

TEKNOLOGI

WARTA BUMI

ARTIKEL

OTOMOTIF

FOTO

ANTARA TV

ENGLISH

VISI

ANA Jakarta-Japan Flights


To Tokyo from IDR6,844,000 Book by 30 Apr, 2016!

Selamatkan budi daya kerapu di Teluk Lampung


Kamis, 17 Maret 2016 20:44 WIB | 2.325 Views

Oleh Hisar Sitanggang

Topik Pilihan
# Rio Haryanto F1
# Pembongkaran Kalijodo
# Liga Champions 2016
# Pencabutan Sanksi Iran
# Revisi UU KPK
# Kereta Cepat Jakarta-Bandung
# Misteri Kematian Mirna
ikan laut, ikan, kerapu merah, ikan karang. (FOTO ANTARA/Ampelsa)

Bandarlampung (ANTARA News) - Kerapu cantik yang merupakan hasil


perkawinan silang antara kerapu batik (Epinephelus microdon) dan kerapu
macan (Epinephelus fuscoguttatus) tetap menjadi pilihan pertama bagi
pembudidaya kerapu di Teluk Lampung.
Mengapa pembudidaya memilih jenis itu sebab jenis ikan itu lebih tahan
terhadap penyakit dan permintaan atasnya tinggi dari pasar luar negeri,
terutama dari Hongkong.
Akan tetapi, kerapu cantik itu kini terancam "tidak elok" lagi bagi ratusan
pembudidaya komoditas ekspor itu, karena terbatasnya kapal
pengirimannya ke pasar luar negeri, serta makin sulit mendapatkan ikan-ikan
kecil sebagai makanan kerapu tersebut.
Menurut Pembina Forum kerapu Keramba Jaring Apung Lampung, Edward
Sialagan, kerapu cantik bisa dipanen sekali dalam 16 bulan. Pertumbuhannya
termasuk cepat, dan harganya pun juga tinggi, yakni sekitar Rp140.000/kg.

# Pimpinan Baru KPK

Pilkada DKI
Para advokat siap kawal
Pilkada DKI Jakarta
Menkopolhukam: Tidak ada
perubahan syarat calon
independen
Yusril berharap Ahok tak
terlibat Sumber Waras
Lulung yakin kisruh PPP tidak
hambat pencalonannya di
Pilkada DKI
Haji Lulung bernyanyi "Ani"
saat menghadap Rhoma

Jika harga kerapu batik mencapai Rp40.000/kg dan kerapu macan


Rp120.000/kg, kerapu cantik seharga Rp140.000/kg sudah menguntungkan
bagi pembudidaya. Meski demikian, harga kerapu cantik masih di bawah
harga kerapu bebek yang mencapai Rp300.000/kg.
"Pembudidaya lebih memilih kerapu cantik daripada kerapu bebek meski
harganya jauh lebih mahal, karena kerapu bebek rentan penyakit. Kalau kita
pelihara 10 ribu ekor, paling hasil panennya sekitar 3 ribu ekor; jadi tidak
menguntungkan," katanya.
Di perairan Teluk Lampung sekitar sepuluh tahun lalu memang sempat
menjamur budi daya kerapu, seperti di kawasan Ringgung, Pahawang,
http://www.antaranews.com/berita/550598/selamatkanbudidayakerapuditeluklampung

1/5

3/19/2016

SelamatkanbudidayakerapudiTelukLampungANTARANews

menjamur budi daya kerapu, seperti di kawasan Ringgung, Pahawang,


Ketapang, Legundi dan Kepulauan Legundi Lampung.
Meski di perairan Teluk Lampung itu juga dikembangkan berbagai jenis
kerapu lainnya, namun para pembudidaya lebih suka mengembangkan
kerapu cantik karena lebih menguntungkan.
"Hampir 80 persen kerapu yang dibudidayakan di Teluk Lampung adalah
kerapu cantik. Tiap bulan, Lampung bisa menghasilkan 20-30 ton kerapu,
terutama kerapu cantik. Kendalanya bagi kami adalah pemasarannya ke luar
negeri, karena ikan ini harus hidup sampai ke tangan pembeli," katanya.
Berat kerapu cantik berusia 16 bulan bisa mencapai sekitar 7 ons dengan
panjang 10 cm, dan itu merupakan ukuran ideal untuk pasar luar negeri.
Ia menyebutkan harga kerapu terletak di nyawanya. "Jika ikan kerapu mati
maka menjadi tak berharga tinggi lagi," katanya.
Sementara itu, saingan ekspor kerapu Lampung juga tinggi, terutama dari
Singapura, Malaysia dan Vietnam. Peternak kerapu Malaysia memilih
membudidayakan kerapu cantang yang merupakan hasil kawin silang kerapu
macan dan kerapu Kertang (Epinephelus lanceolatus).
Dia menyebutkan pembudidaya di Lampung memilih kerapu cantik
dibandingkan kerapu cantang Malaysia, karena lebih mudah memeliharanya,
apalagi kerapu cantik itu temuan putera Indonesia yang dibudidayakan
secara masif mulai 2011.

ANA Jakarta-Japan
Flights
To Tokyo from IDR6,844,000
Book by 30 Apr, 2016!

Terpopuler
Jalan panjang menuju Laut China Selatan
kawasan damai 4.288 views
Kisah pemadam kebakaran lahan 3.117
views

Seni memilih atlet ala Christian Hadinata


2.866 views

Selamatkan budi daya kerapu di Teluk


Lampung 2.323 views

Para pembudidaya sependapat bahwa potensi perikanan di Provinsi


Lampung sangat besar, terutama budi daya ikan yang bernilai ekspor, seperti
kerapu.
"Stok kerapu sampai Desember 2016 di Teluk Lampung ada sekitar 400- 500
ton kerapu cantik, belum lagi kerapu jenis lainnya, dan semuanya tujuan
ekspor," katanya.
Sementara itu, data Pemprov Lampung menunjukkan produksi ikan kerapu
bebek 2015 mencapai 413,63 ton dan kerapu macan mencapai 196,26 ton.

Top News
KTT OKI - Menunggu
implementasi resolusi KTT
Jakarta

Selamatkan budi daya

Melawan revisi UU KPK

Kerapu saat ini termasuk salah satu penghasil devisa negara. Karena itu, budi
daya ikan kerapu perlu diselamatkan dengan membangun prasarana dan
sarana pemasarannya, terutama kapal untuk mengangkutnya ke pasar luar
negeri.

Orang baik Jokowi bernama


Johan Budi

Peran pemerintah untuk menyelamatkan usaha budi daya kerapu perlu


sehubungan ada faktor-faktor yang menghambat berkembangnya budi daya
kerapu di Lampung, yang menyebabkan ratusan pembudidaya kerapu sudah
bangkrut.

Muslim Pamekasan serentak


rayakan Maulid Nabi
"Lampu kuning" bagi
persiapan Asian Games 2018
Indonesia

Faktor alam juga menentukan nasib usaha keramba ikan di Teluk Lampung.
Pada 2013 lalu, lebih dari 360 ribu ekor ikan mati di kawasan Pantai Ringgung
Teluk Lampung. Sebagian besar ikan yang mati itu justru dibudidayakan di
keramba apung.
Nilai kerugian akibat fenomena "red tide" atau meledaknya populasi
plankton Alga Cochlodinium Polykrikoides diperkirakan sedikitnya Rp8 miliar.
"Akibatnya, banyak petambak yang gulung tikar,"kata Rudy, salah satu
pembudidaya kerapu di Teluk Lampung.
Kini hanya tersisa 10 pembudidaya kerapu di perairan Ringgung, padahal
sebelumnya mencapai 80-100 orang.

Antaranews.com
98,374likes

LikePage

Share

Bethefirstofyourfriendstolikethis

Rudy menyebutkan dirinya menggeluti usaha budi daya ikan kerapu sejak
2002, dan sekarang membudidayakan sekitar 6 ribu ekor di perairan
http://www.antaranews.com/berita/550598/selamatkanbudidayakerapuditeluklampung

2/5

3/19/2016

SelamatkanbudidayakerapudiTelukLampungANTARANews

2002, dan sekarang membudidayakan sekitar 6 ribu ekor di perairan


Pahawang Lampung.
Pembudidaya kerapu lainnya di kawasan Pahawang, Herdyan, menyebutkan
kurangnya prasarana, seperti kapal ekspor ikan, juga mengancam kelanjutan
budi daya ikan kerapu di Lampung.
"Jika kapal asing dilarang mengangkut ikan hasil budi daya maka harganya
pasti anjlok, dan petambak yang rugi, karena belum ada kapal dalam negeri
yang bisa dipakai untuk mengirimkan kerapu dalam keadaan hidup ke pasar
luar negeri," katanya.
Ia menyebutkan dirinya menggeluti budi daya kerapu sejak 2001, dan kini
membudidayakan 10 ribu ekor kerapu cantik di perairan Pahawang Teluk
Lampung.

Tweetoleh@antaranews
ANTARANEWS.COM
@antaranews

WallStreetpertahankankenaikandidukung
pernyataanFedantaranews.com/550845
7menit

ANTARANEWS.COM
@antaranews

ParaadvokatsiapkawalPilkadaDKIJakarta
antaranews.com/550844

22menit

Menurut para pembudidaya kerapu, pemerintah harus turun tangan untuk


menyelamatkan usaha pembudidayaan ikan kerapu di daerah itu mengingat
hasil budi dayanya sangat diminati pasar luar negeri.
"Jika usaha budi daya ikan kerapu di dalam negeri, seperti di Lampung,
gulung tikar, akan merugikan banyak pihak, seperti para pembudidaya dan
pekerjanya, nelayan dan negara. Padahal ikan kerapu sangat diminati pasar
ekspor, dan persaingan dari negara lain juga makin tajam, seperti dari
Malaysia dan Vietnam," kata Pembina Forum kerapu Keramba Jaring Apung
Lampung, Edward Sialagan.
Edward yang sudah menggeluti budi daya kerapu sejak 1991 itu
mengharapkan pemerintah ikut terlibat untuk menjaga keberlangsungan
usaha budi daya ikan di Teluk Lampung.
Ia menyebutkan hal itu bisa dilakukan dengan menunda pemberlakuan Surat
Edaran Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan
Perikanan. Surat edaran itu berisi tentang Kapal Pengangkut Ikan Hasil
Pembudidayaan Berbendera Asing (SIKPI-A), memberikan izin khusus kepada
sejumlah kapal cantrang tertentu untuk menangkap ikan kecil hanya untuk
makanan kerapu, serta membangun prasarana ekspor budi daya ikan
kerapu.
Surat Edaran No 721/DPB/PB.510.S4/II/2016 Direktorat Jenderal Perikanan
Budidaya KPP menyatakan tentang penghentian operasional bagi kapal
pengangkut ikan hasil pembudidayaan berbendara asing (SIKPI-A) dengan
cara : tidak menerbitkan izin baru bagi SIKPI, tidak memberikan
perpanjangan, serta mencabut SIKPI yang masih belum habis masa
berlakunya.
Menurut dia, dengan adanya Surat Edaran Direktorat Jenderal Perikanan
Budidaya KPP itu, maka pembudidaya akan sulit menjual hasil budi dayanya
ke pasar luar negeri, karena belum ada kapal berbendera Indonesia yang
layak mengangkut kerapu ke pasar luar negeri.
"Harga ikan kerapu tergantung nyawanya. Karenanya, ikan itu harus dalam
keadaan hidup sampai luar negeri. Sejauh ini para pembudidaya
mengirimkan ikannya melalui kapal asing ke Hongkong," tambahnya.
Ia menyatakan dalam kapal asing juga terdapat petugas Indonesia yang
memungut pajak ekspor, dan sejauh ini belum ketahuan pernah membawa
barang-barang terlarang dan zat-zat berbahaya lainnya ke perairan Teluk
Lampung.
Selain itu, para pembudidaya kerapu juga berharap pemerintah memberikan
izin khusus tertentu kepada kapal cantrang untuk menangkap ikan kecil yang
menjadi makanan kerapu.
"Kami sudah coba menggunakan pelet, termasuk pelet produksi Jepang yang
harganya mencapai Rp80 ribu per kg, namun pertumbuhan ikan sangat
lamban, sehingga merugikan kami. Kalau kapal cantrang dilarang seluruhnya
per Desember 2016 ini, maka usaha kerapu juga akan bangkrut," katanya
http://www.antaranews.com/berita/550598/selamatkanbudidayakerapuditeluklampung

3/5

3/19/2016

SelamatkanbudidayakerapudiTelukLampungANTARANews

per Desember 2016 ini, maka usaha kerapu juga akan bangkrut," katanya
pula.
"Jika usaha budi daya kerapu di dalam negeri bangkrut maka yang
diuntungkan adalah negara lain, terutama Malaysia dan Vietnam. Kedua
negara itu kini mengembangkan budi daya kerapu secara besar-besaran,"
katanya.
Ia menyebutkan pembudidaya dari Malaysia bahkan berani membeli induk
kerapu macan seharga Rp5 juta/kg.
"Kalau seekor induk kerapu macan berukuran 5-10 kg, maka harga
perekornya mencapai Rp25 juta sampai Rp50 juta. Sejauh ini kita belum mau
menjual induk kerapu ini, agar budi daya kerapu di dalam negeri tetap
berlangsung," katanya.
Sehubungan kerapu merupakan komoditas ekspor Lampung yang bernilai
tinggi, dan pangsa pasarnya cukup besar meski mendapatkan saingan dari
negara lain, para pembudidaya berharap pemerintah pusat dan daerah tetap
ikut terlibat menjaga keberlangsungan usaha budi daya tersebut dengan
mengeluarkan regulasi yang mendorong perkembangan pembudidayaan
kerapu dan ikan laut lainnya.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT ANTARA 2016

Like

15

Tweet

Komentar Pembaca
KomentarAnda
500 Karakter Tersisa

Submit

0Comments

Sortby Oldest

Addacomment...

FacebookCommentsPlugin

Study Abroad at TU/e


TU/e voted Best Dutch University of Technology. Get your Master Degree!

http://www.antaranews.com/berita/550598/selamatkanbudidayakerapuditeluklampung

4/5

3/19/2016

www.antaranews.com
Copyright 2016

SelamatkanbudidayakerapudiTelukLampungANTARANews

Top News

Hiburan

Otomotif

Ketentuan Penggunaan

Fokus Berita

Teknologi

Bola

Tentang Kami

Nasional

Warta Bumi

Forum Pembaca

Jaringan

Internasional

Artikel

Rilis Pers

Pedoman

Ekonomi

Foto

Google+

Twitter

Olahraga

TV

http://www.antaranews.com/berita/550598/selamatkanbudidayakerapuditeluklampung

Facebook
RSS

5/5

Anda mungkin juga menyukai