Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL RONDE KEPERAWATAN

DEPARTEMEN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

OLEH :
KELOMPOK 13 :
WILDAN AJI TRI WIBOWO
WARISAL FATAH
FERADATUR
LAILATUN NAFIAH
PRADANA GILANG RAMADHAN

( 15 01 03 10 )
( 15 01 03 10 )
( 15 01 03 10 )
( 15 01 03 1066 )
( 15 01 03 10)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2015

Kami menyusun proposal ini dengan maksud agar pembaca dapat memahami dan mengerti serta menambah wawasan mengenai RONDE KEPERAWATAN. Bondowoso. Kami selaku penyusun makalah ini mengucapkan maaf sebesar – besarnya jika dalam penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan yang diharapkan baik bagi para pembaca maupun para pengajar.KATA PENGANTAR Segala Puja dan Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayahnya kepada penyusun proposal ini sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan tepat waktu. 15 November 2015 . serta untuk memenuhi tugas kami sebagai mahasiswa/I untuk menyelesaikan tugas kelompok dengan menyusun makalah ini.

... Telah dilaksanakan pada tanggal……………………………………………..) Kepala Ruangan.PERSETUJUAN Asuhan Keperawatan Klien dengan……………………………………………………………………………. . (……………………………) NIP...………………… Pembimbing Ruangan Pembimbing Akademik (……………………………. (…………………………….. Bondowoso.) NIP. …………………………………………………………………………………...

Terdapat beberapa metode yang bisa dipilih oleh pendidik untuk mendidik peserta didik sesuai dengan tujuan dan karakteristik individual. tehnikal. Latar Belakang Program propesi (pengalaman belajar klinik/lapangan) merupakan proses transformasi peserta didik dari mahasiswa menjadi seorang perawat professional.BAB I PENDAHULUAN A. . khususnya pelayanan keperawatan. Sesuai dengan Falsafah Keperawatan bahwa manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pembangunan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Program pendidikan ini mengacu pada metaparadigma keperawatan yang disepakati di Indonesia dan mempunyai landasan ilmu pengetahuan dan landasan keprofesian yang kokoh. lingkungan. salahsatunya yaitu ronde keperawatan. Bertolak dari pandangan ini. kesehatan dan keperawatan. disusun dan disempurnakan kembali paradigma keperawatan dalam bentuk metaparadigma keperawatan yang terdiriatas 4 (empat) konsep dasar yaitu manusia. Pada program pendidikan profesi terdapat masa penyesuaian professional bagi peserta didik dalam bentuk pengalaman belajar klinik dan pengalaman belajar lapangan dengan menggunakan tatanan pelayanan kesehatan nyata. Pendidikan Ners adalah pendidikan yang bersifat Akademik-Profesi yang dalam pelaksanaannya terdiri dari 2 (dua) tahapan yaitu tahapan pendidikan akademik dan tahapan pendidikan profesi. Program ini dilakukan di tempat peraktik yaitusuatu institusi di masyarakat dimana peserta didik berpraktik di situasi nyata melalui penumbuhan dan pembinaan keterampilan intelektual. dan interpersonal. Pada pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh kemampuan pada proses pemahaman dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan. Ronde keperawatan yaitu suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan klien yang dilaksanakan oleh perawat.

disamping pasien dilibatkan untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan. BAB II PEMBAHASAN .

5. Ronde keperawatan merupakan suatu metode pembelajaran klinik yang memungkinkan peserta didik mentransfer dan mengaplikasikan pengetahuan teoritis ke dalam peraktik keperawatan secara langsung. perawat 6. perawat primer dan konsuler melakukan diskusi bersama Kosuler memfasilitasi kreatifitas Konsuler membantu mengembangkan kemampuan perawat asosiet. Menilai kemampuan justifikasi. B. disamping pasien dilibatkan untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan akan tetapi pada kasus tertentu harus dilakukan oleh perawat primer atau konselor. Peran Ketua Tim dan Anggota Tim a) Menjelaskan keadaan dan data demografi klien. Meningkatkan validitas data klien. b) Menjelaskan masalah keperawata utama. Meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi rencana perawatan. Definisi Ronde Keperawatan Suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan klien yang dilaksanakan oleh perawat. Peran dalam Ronde Keperawatan 1. Menumbuhkan cara berpikir secara kritis.A. 2. kepala ruangan. C. 3. 4. 5. Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berasal 3. 4. dari masalah klien. 6. perawat associate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim. Tujuan Ronde Keperawatan Adapun tujuan ronde keperawatan adalah sebagai berikut: 1. 2. Karakteristik ronde keperawatan adalah sebagai berikut: 1. Primer untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah. . Klien dilibatkan secara langsung Klien merupakan fokus kegiatan Perawat aosiaet.

2) Diskusikan antar anggota tim tentang kasus tersebut. d) Menjelaskan tindakan selanjutnya. 2. Pelaksanaan 1) Penjelasan tentang klien oleh perawat primer dlm hal ini penjelasan difokuskan pada masalah keperawatan& rencana tindakan yang akan/telah dilaksanakan& memilih prioritas yang perlu didiskusikan. 2) Pemberian inform consent kepada klien/ keluarga. .c) Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan. Peran Ketua Tim Lain dan/Konselor a) Perawat primer (ketua tim) dan perawat asosiet (anggota tim) Dalam menjalankan pekerjaannya perlu adanya sebuah peranan yang bisa untuk memaksimalkan keberhasilan yang bisa disebutkan antara lain : 1) Menjelaskan keadaan dan adta demografi klien 2) Menjelaskan masalah keperawatan utama 3) Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan 4) Menjelaskan tindakan selanjtunya 5) Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil b) Peran perawat primer (ketua tim) lain dan atau konsule 1) Memberikan justifikasi 2) Memberikan reinforcement 3) Menilai kebenaran dari suatu masalah. 3) Pemberian justifikasi oleh perawat primer/ perawat konselor/ kepala ruangan tentang masalah klien serta tindakan yg akan dilakukan. e) Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil. intervensi keperawatan serta tindakan yang rasional 4) Mengarahkan dan koreksi 5) Mengintegrasikan teori dan konsep yang telah dipelajari c) Langkah-langkah Ronde Keperawatan Persiapan 1) Penetapan kasus minimal 1 hari sebelum waktu pelaksanaan ronde.

Pasca Ronde Mendiskusikan hasil temuan dan tindakan pada klien tersebut serta menetapkan tindakan yang perlu dilakukan d) Kelemahan Ronde Keperawatan Kelemahan metode ini adalah klien dan keluarga merasa kurang nyaman serta privasinya terganggu.4) Tindakan keperawatan pada masalah prioritas yang telah dan yang akan ditetapkan. Masalah yang biasanya terdapat dalam metode ini adalah sebagai berikut: 1) Berorientasi pada prosedur keperawatan 2) Persiapan sebelum praktek kuarang memadai 3) Belum ada keseragaman tentang laporan hasil ronde keperawatan 4) Belum ada kesempatan tentang model ronde keperawatan .

RONDE KEPERAWATAN . Kesimpulan Suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan klien yang dilaksanakan oleh perawat.BAB III PENUTUP A. disamping pasien dilibatkan untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan akan tetapi pada kasus tertentu harus dilakukan oleh perawat primer atau konselor. kepala ruangan. perawat associate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim. Ronde keperawatan merupakan suatu metode pembelajaran klinik yang memungkinkan peserta didik mentransfer dan mengaplikasikan pengetahuan teoritis ke dalam peraktik keperawatan secara langsung.

Metode Diskusi 5. Teori Perawatan tetanus b.PADA KLIEN DENGAN TETANUS DI RUANG DAHLIA RSU.00 – 08. Materi a. Tujuan Khusus : 1) Menjustifikasi masalah yang belum teratasi. Dr. Tujuan Ronde Keperawatan a. H. Media : 1) Papan White Board 2) Spidol 3) Penghapus 4) Materi yang disampaikan secara lisan. 2.00 PP .00 wib) Hari/tanggal : 1. b. Sasaran Klien Tn.00 Kepala Ruangan - topik Menentukan Tim ronde Informed Consent – 08. Masalah-masalah Keperawatan yang muncul pada klien dengan tetanus 4. Umur 39 tahun yang dirawat Di Ruang Dahlia RSU dr. Koesnadi Bondowoso 3. M. BONDOWOSO Topik : Perawatan klien dengan Sasaran : Klien Waktu : 60 Menit (Pukul 07. 6. KOESNADI. 2) Mendiskusikan penyelesaian masalah dengan perawat primer lain. Tujuan Umum : Menyelesaikan masalah-masalah klien yang belum teratasi. Proses Ronde N O 1 TAHAP WAKTU PENANGGUNG JAWAB Pra Ronde: - Menentukan kasus & 27 Oktober Kepala Ruangan 2015 (07.

Hasil 1) Pasien puas dengan hasil kegiatan 2) Masalah pasien dapat teratasi 3) Perawat dapat : a) Menumbuhkan cara berpikir yang kritis dan sistematis b) Meningkatkan kemampuan validitas data pasien c) Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosis keperawatan. Bondowoso Peserta ronde keperawatan hadir di tempat pelaksanaan ronde keperawatan Persiapan dilakukan sebelumnya Proses Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Seluruh peserta berperan aktif dalam kegiatan ronde sesuai peran yang telah ditentukan. Koesnadi b.- Membuat Pra planning Diskusi Mencari Sumber Literatur WIB) PP PP PP & Konselor 2 Ronde : - Penyampaian Masalah Diskusi 31 Oktober Kelompok 1 Gerb.00 Ronde Revisi & Perbaikan – 09. c. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang 3) berorientasi pada masalah pasien d) Meningkatkan kemampuan memodifikasi asuhan keperawatan e) Meningkatkan kemampuan jastifikasi f) Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja d. I 2015 (07. Pengorganisasian 1) Kepala ruangan : Maskurniadi S. Ns 2) Kepala Tim : Perawat Pelaksana :1. Kriteria Evaluasi a.Kep.00 3 WIB) 31 Oktober Post Ronde : - Evaluasi Pelaksanaan 2015 (08. 2.00 – 08.00 - PP & Konselor WIB) 7. 3. . Struktur Ronde keperawatan dilaksanakan di ruang Dahlia RSU dr. H.

Jakarta Nursalam.Kep) DAFTAR PUSTAKA Gillies . Manajemen keperawatan. S.Kep ) ( Dimas Bayu Firmansyah. 2002. salemba medika. Managemen Keperawatan suatu pendekatan Sistem. 1989. Maskurniadi.4. EGC. jakarta . Bondowoso. S. 31 Oktober 2015 Kepala Ruangan Kepala Tim ( Ns.