Anda di halaman 1dari 3

Penatalaksanaan

MEDIKAMENTOSA
Tidak ada obat untuk herpes genitalis. Sampai saat ini belum ada terapi yang
memberikan penyembuhan radikal, artinya tidak ada pengobatan yang mencegah episode
rekurens secara tuntas. Apabila lesi basah karena cairan vesikel dapat dikompres terlebih
dahulu. Pengobatan dengan obat antivirus dapat (Handoko, 2008):


Membantu luka sembuh lebih cepat selama infeksi awal
Mengurangi keparahan dan durasi gejala pada infeksi berulang
Mengurangi frekuensi kekambuhan
Meminimalkan kemungkinan penularan virus herpes ke orang lain
Obat antivirus yang digunakan untuk herpes genitalis meliputi (Salvaggio, 2013):

Idoksuridin. Pada lesi yang dini dapat digunakan obat topikal berupa salap/krim yang
mengandung preparat idoksuridin (stoxil, viruguent, virunguent-P) dengan cara
aplikasi, yang sering dengan interval beberapa jam. Analog timidin, dimasukkan ke
dalam DNA virus menggantikan timidin mengakibatkan cacat sintesis DNA &

akhirnya penghambatan replikasi virus. Juga menghambat timidilat fosforilase.
Acyclovir (Zovirax). Analog nukleosida purin sintetik dengan aktivitas terhadap
sejumlah herpesvirus, termasuk herpes simplex dan varicella-zoster. Sangat selektif
untuk sel yang terinfeksi virus karena afinitas tinggi untuk enzim timidin kinase virus.
Efek ini berfungsi untuk memusatkan monofosfat asiklovir dalam sel yang terinfeksi
virus. Monofosfat kemudian dimetabolisme menjadi bentuk trifosfat aktif oleh kinase
seluler. Molekul ini menginhibisi polimerase HSV dengan 30-50 kali potensi
polimerase DNA alpha manusia.
Preparat asiklovir yang dipakai secara topikal tampaknya memberikan masa depan
yang lebih cerah dibanding idoksuridin. Klinis hanya bermanfaat bila penyakit sedang
aktif. Dosis ganda disarankan untuk herpes simpleks infeksi proktitis atau okular.
Infeksi pada mata dapat juga diobati dengan asiklovir topikal.
Pengobatan infeksi primer: 200 mg per oral setiap 4 jam (5 kali / hari) selama 7-10
hari, atau 400 mg per oral 3 kali / hari selama 5-10 hari.
Terapi intermiten untuk rekurensi: 200 mg per oral setiap 4 jam (5 kali / hari) selama 5
hari, dimulai di awal tanda atau gejala rekurensi.

imunokompeten dan 9 atau kurang rekurensi per tahun:  500 mg per oral per hari  CrCl <30 mL / menit: 500 mg per oral setiap 48 jam Pengurangan transmisi.Supresi untuk rekurensi (bila rekuren >8 kali / tahun): 400 mg per oral 2 kali / hari sampai 12 bulan. bahkan ketika tidak mengalami tanda-tanda infeksi. Pemberian levamisol dan isoprinosin atau asiklovir secara berkala menurut beberapa peneliti memberikan hasil yang . Digunakan untuk melawan virus herpes simpleks dan varicella-zoster. dapat menghambat sintesis / replikasi DNA virus. Pengobatan episode rekuren: 1000 mg per oral 2 kali / hari selama 1 hari. Episode primer:  1 g per oral setiap 12 jam selama 10 hari  CrCl 10-29 mL / menit: 1 g per oral per hari  CrCl <10 mL / menit: 500 mg per oral per hari Episode rekuren:  500 mg setiap 12 jam selama 3 hari (tidak ada data tentang kemanjuran jika mulai> 24 jam)  CrCl <30 mL / menit: 500 mg per oral per hari Supresi. Untuk mencegah rekurens macam-macam usaha dapat dilakukan dengan tujuan meningkatkan imunitas seluler. dimulai  dalam waktu 6 jam dari onset gejala atau lesi. imunokompeten:  1 g per oral per hari  CrCl <30 mL / menit: 500 mg per oral per hari Supresi. untuk meminimalkan peluang infeksi berulang. Prodrug yang cepat dikonversi ke obat aktif asiklovir. Pasien yang mengalami komplikasi berat mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Diindikasikan untuk pengobatan episode rekuren atau terapi supresif dari herpes genital pada orang dewasa imunokompeten. penciclovir. sehingga mereka dapat menerima obat antiviral intravena. Lebih mahal namun memiliki regimen dosis lebih nyaman dibandingkan asiklovir. Ensefalitis HSV: 10-15 mg/kgBB intravena setiap 8 jam selama 14-21 hari. Terapi supresif: 250 mg per oral 2 kali / hari sampai 1 tahun. Prodrug yang ketika berbiotransformasi menjadi metabolit aktif. regimen alternatif berkisar dari 200 mg 3 kali / hari sampai 200 mg  5 kali / hari. misalnya pemberian preparat lupidon H (untuk VHS tipe I) dan lupidon G (untuk VHS tipe II) dalam satu seri pengobatan. Pengobatan episode primer (off-label): 250 mg per oral 3 kali / hari selama 5-10 hari Valacyclovir (Valtrex). Famsiklovir (Famvir). Dapat juga minum obat setiap hari. sumber pasangan : 500 mg per oral per hari Obat diberikan bila mengalami gejala infeksi.

Richwald GA. Tersedia di: http://www. 2008) TERAPI NONMEDIKEMENTOSA Saran untuk mencegah herpes genitalis adalah sama seperti untuk mencegah infeksi menular seksual lainnya. (Handoko. Terakhir diperbarui: 8 Mei 2002. et al. 2 381-3. Pemberian vaksinasi cacar sekarang sudah tidak dianut lagi. Herpes Simpleks. Herpes Simplex. Efek levamisol dan isoprinosin ialah sebagai imunostimulator. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.medscape. Terakhir Tersedia di: http://emedicine. Hamzah M. Edisi Ke-5. Edukasi yang dapat diberikan antara lain (Richwald. Seenivasan M. Warren TJ. Lutwick LI. Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah untuk menjauhkan diri dari aktivitas seksual atau membatasi hubungan seksual hanya untuk satu orang yang bebas infeksi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Salvaggio MR. Diakses: 15 Oktober 2015.medscape. 2008.com/article/218580-overview. Diakses: 15 Oktober 2015. Hal. 2002):    Gunakan kondom lateks selama setiap kontak seksual Batasi jumlah pasangan seks Hindari hubungan seksual jika salah satu pasangan memiliki herpes di daerah genital atau tempat lain 1 Handoko RP. The Diagnosis and Management of Genital Herpes: The Silent Epidemic. . diperbarui: 3 5 Januari 2013.baik.org/viewarticle/439752. Aisah S. yang sangat menular sementara lesi timbul. Dalam: Djuanda A. Kuncinya adalah untuk menghindari terinfeksi dengan HSV.