Anda di halaman 1dari 4

Destilasi Fraksinasi

1.

Pengertian Umum
Destilasi fraksinasi merupakan suatu teknik pemisahan untuk larutan yang

mempunyai perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30 oC atau lebih.
Dalam destilasi fraksional atau destilasi bertingkat proses pemisahan parsial diulang
berkali-kali dimana setiap kali terjadi pemisahan lebih lanjut. Hal ini berarti proses
pengayaan dari uap yang lebih volatil juga terjadi berkali-kali sepanjang proses
destilasi fraksional itu berlangsung.
Destilasi bertingkat (fraksionasi) adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagianbagian dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan
bagian-bagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang. Destilasi bertingkat merupakan
proses pemurnian zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya berupa senyawa cair
yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang
akan dimurnikan. Dengan perkataan lain, destilasi ini bertujuan untuk memisahkan
senyawa-senyawa dari suatu campuran yang komponen-komponennya memiliki
perbedaan titik didih relatif kecil. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan
campuran aseton-metanol, karbon tetra klorida-toluen, dll. Pada proses destilasi
bertingkat digunakan kolom fraksinasi yang dipasang pada labu destilasi.
Tujuan dari penggunaan kolom ini adalah untuk memisahkan uap campuran senyawa
cair yang titik didihnya hampir sama/tidak begitu berbeda. Sebab dengan adanya
penghalang dalam kolom fraksinasi menyebabkan uap yang titik didihnya sama akan
sama-sama menguap atau senyawa yang titik didihnya rendah akan naik terus hingga
akhirnya mengembun dan turun sebagai destilat, sedangkan senyawa yang titik
didihnya lebih tinggi, jika belum mencapai harga titik didihnya maka senyawa
tersebut akan menetes kembali ke dalam labu destilasi, yang akhirnya jika pemanasan
dilanjutkan terus akan mencapai harga titik didihnya. Senyawa tersebut akan
menguap, mengembun dan turun/menetes sebagai destilat.
Proses ini digunakan untuk komponen yang memiliki titik didih yang berdekatan.Pada
dasarnya sama dengan destilasi sederhana, hanya saja memiliki kondensor yang lebih

Hasilnya relatif terlalu sedikit bila dibandingkan dengan besar bahan yang tergantung di dalam kolom. Sehingga komponen yang lebih ringan dengan titik didih yang lebih rendah akan terus menguap dam masuk kondensor. Peralatan Destilasi Fraksinasi (skala industri) Kolom fraksionasi: digunakan untuk memberikan luas permukaan yang besar agar uap yang berjalan naik dan cairan yang turun dapat bersentuhan. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. 2. kolom tutup gelembung kurang efektif untuk pekerjaan di laboratorium.banya sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memliki perbedaan titik didih yang bertekanan. Proses refluks pada destilasi ini dilakukan agar pemisahan campuran dapat terjadi dengan baik. Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Karakteristik Bahan Olahan Karakteristik bahan pada destilasi fraksinasi adalah cairan yang mempunyai perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30 oC atau lebih . karena terdapat suatu kolom fraksionasi dimana terjadi suatu proses refluks. Pada proses ini akan didapatkan substan kimia yang lebih murni. Semakin ke atas. Dengan kata lain kolom tutup gelembung memiliki keluaran yang kecil dengan sejumlah besar bahan yang masih tertahan di dalam kolom. Dasar Teori (Mekanisme Pemisahan) Destilasi terfraksi ini berbeda dengan destilasi biasa. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya. 4. untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah 3. Kolom fraksionasi berfungsi agar kontak antara cairan dengan uap terjadi lebih lama. Sedangkan komponen yang lebih besar akan kembali kedalam labu destilasi. Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah.dalam praktek. kerena melewati kondensor yang banyak. semakin tidak volatil cairannya. .

Residu minyak bumi meliputi parafin. Makin ke atas. dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya yang berdekatan. Besarnya H sama dengan panjang kolom dibagi dengan jumlah plat teoritis. Minyak mentah yang menguap pada proses destilasi ini naik ke bagian atas kolom dan selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda-beda. Komponen yang berupa gas ini disebut gas petroleum. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah.Keefektifan kolom ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti cara pengaturan materi di dalam kolom. 5. Distilasi Bertingkat/Fraksionasi Adalah memisahkan komponen-komponen cair. Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi). dua atau lebih. Proses Destilasi Fraksinasi Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 370°C. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi). panjang kolom dan kecepatan penghilangan hasil destilasi. lilin. Fraksi minyak mentah yang tidak menguap menjadi residu. pengaturan temperatur. suhu yang terdapat dalam kolom fraksionasi tersebut makin rendah. sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke bagian yang lebih atas lagi. Residu-residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih dari 20. sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. kemudian dicairkan dan disebut LPG (Liquified Petroleum Gas). Distilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20°C dan bekerja . Satuan dasar efisiensi adalah tinggi setara dengan sebuah lempeng teoritis (HETP atau H). dan aspal. Demikian selanjutnya sehingga komponen yang mencapai puncak adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas. sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi akan terpisah. Banyaknya plat teoritis H bergantung pada sifat campuran yang dipisahkan.

. Sehingga komponen yang memiliki titik didih yang lebih tinggi akan tetap berada di bawah dan tidak bisa melewati kolom-kolom fraksionasi tersebut sedangkan yang titik didihnya paling rendah akan naik dan lolos dari kolom fraksinasi dan terpisah dari zat lainnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari kolom-kolom di bawahnya.pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari Distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah. untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap kolomnya. Perbedaan Distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi.