Anda di halaman 1dari 77

MEMBUKA USAHA ECERAN

/
RITEL

TERDAPAT 4 KD
KD 1 MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR
DASAR
BISNIS RITEL
KD 2 MEMBEDAKAN KLASIFIKASI DAN
DIFERENSIASI BISNIS RITEL
KD 3 MENJELASKAN DISTRIBUSI DALAM
BISNIS
RITEL
KD 4 MELAKUKAN RISET PEMASARAN
DALAM
BISNIS RITEL

KD 1
MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR DASAR
BISNIS RITEL

Usaha eceran/ritel : suatu kegiatan yang terlibat dalam penjualan .sedikit(tentang penjualan atau pembelian barang).ketengan.Pengertian usaha ritel Retailler berarti memotong atau memecah sesuatu Eceran berarti secara satusatu. keluarga atau pembelian barang .jasa atau kedunya secara sedikit-sedikit atau .

tidak menawarkan kenyamanan berbelanja dan masih ada proses tawar menawar harga dengan pedagang. sistim pengelolaan /manajemen masih sederhana .tempatnya tidak terlalu luas .Usaha ritel yang berfokus pada penjualan barang sehari-hari terbagi 2 : 1.serta produk yang dijual tidak dipajang secara terbuka sehingga pelanggan tidak mengetahui apakah peritel memiliki barang yang dicari atau . barang yang dijual tidak terlalu banyak .usaha ritel tradisional : sederhana .

sistim menajemen terkelola dengan baik. serta pemajangan produk pada rak terbuka sehingga pelanggan bisa melihat.memilih. Usaha ritel modern : menawarkan tempat yang luas . menawarkan kenyamanan berbelanja. harga jual sudah tetap sehingga tidak ada proses tawar menawar dan adanya sistim swalayan/pelayanan mandiri.2.bahkan mencoba produk terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli . barang yang dijual banyak jenisnya.

lalu lintas yang padat (heavy traffic) : semakin banyak usaha lokasi ritel dilalui orang.Faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha ritel : 1.terlihat (visible) : harus terlihat oleh banyak orang yang lalu lalang dilokasi tersebut. b.maka semakin banyak orang yang .Lokasi usaha Cara memilih lokasi usaha yang baik menurut Guswai(2009) : a.

biaya akuisisi (acquisition cost) : biaya merupakan hal yang harus dipertimbangkan dalam berbagai jenis usaha dan peritel harus bisa memutuskan apakah akan membeli lahan atau dengan menyewa suatu lokasi dan hendaknya melakukan studi kelayakan dari sisi keuangan untuk memutuskan suatu uasah ritel tertentu.fasilitas umum (public fasilities) : dekat dengan fasilitas umum karena bisa sebagai pendorong pembeli untuk berbelanja yang sifatnya impulsive buying atau pembeli yang tidak direncanakan. . e.d.

toilet. g.f. h. misalnya lahan parkir.misalnya lokasi tersebut tidak untuk taman kota dll.peraturan/perijinan(regulation) : harus dengan mempertimbangkan peraturan tertentu. akses (access) : merupakan jalan masuk dan keluar menuju lokasi karena berhubungan dengan kemudahan pembeli/pelanggan untuk sampai kesuatu usaha ritel. lampu penerangan karena dapat menunjang kenyamanan pelanggan dalam .infrastruktur(infrastructure) : dapat menunjang keberadaan suatu usaha ritel .

. Kesalahan dalam menentukan lokasi usaha ritel dapat memiliki dampak jangka panjang.potensi pasar yang tersedia (captive market) : lokasi usaha ritel dekat dengan pelanggan sehingga akan meringankan usaha peritel untuk mencari pelanggan. j.legalitas (legality) : lokasi usaha peritel tidak sedang dalam sengketa hukum maka lokasinya harus menggunakan akte notaris.i.

2.eksterior toko. Yang harus diperhatikan untuk menciptakan suasana toko yang menyenangkan : a.Suasana toko suasana toko yang menyenangkan akan mendorong pelanggan untuk berlama-lama pada toko tersebut.Harga yang tepat Dalam menentukan harga jual tidak boleh terlalu rendah atau terlalu tinggi kerena akan berakibat kepada konsumen. meliputi keseluruhan bangunan fisik toko . 3.

mengetahui kondisi pesaing e.Peran usaha ritel : a.dapat menjalin kerja sama dengan produsen f.Peran dan fungsi usaha ritel 1.mencari informasi dari konsumen c.memberikan informasi kepada produsen d.menjual kepada konsumen akhir b.sebagai perantara produsen dan konsumen .

kwalitas dan barang serta jasa yang ditawarkan.maka biasanya peritel akan berusaha menciptakan suasana belanja yang nyaman. .memudahkan konsumen/pelanggan dalam memilih atau membandingkan bentuk. b.memberikan suplay/pasokan barang dan jasa pada saat dan ketika dibutuhkan konsumen atau pelanggan dengan sedikit tanpa penundaan.maka lokasi usaha ritel sebaiknya dekat dengan rumah pelanggan.Cara usaha ritel dalam memberikan kebutuhan ekonomis bagi pelanggan : a.

c.adanya usaha ritel juga memungkinkan dilakukannya produksi besar-besaran. yang dimulai dari . Peran ritel dalam kegiatan perekonomian secara keseluruhan yaitu sebagai pihak akhir dalam suatu rantai produksi.menjaga harga jual tetap rendah agar mampu bersaing dalam memuaskan pelanggan d.membantu meningkatkan standar hidup masyarakat e.

membagi jumlah produk yang besar sehingga dapat dijual dalam . b.2.memberikan beragam produk sehingga memungkinkan pelanggan bisa memilih produk yang diinginkan c.melakukan kegiatan usahanya dilokasi yang nyaman dan mudah diakses pelanggan.Fungsi usaha ritel Fungsi usaha ritel dalam memberikan beberapa pelayanan kepada pelanggan : a.

menyimpan produk agar tetap tersedia pada harga yang relatif tetap f.d.membantu terjadinya perubahan (perpindahan) kepemilikan barang dari produsen kekonsumen g.mengubah produk menjadi bentuk yang lebih menarik e.mengakibatkan perpindahan barang melalui distribusi .

layanan purna jual dan turut menangani keluhan pelanggan j.memberikan jaminan produk.memberikan informasi kepada pelanggan dan pemasok.memberikan fasilitas kredit dan sewa . i.h.

3. karena adanya komunikasi dua arah antara pelanggan dengan peritel .Kelebihan dan kekurangan usaha ritel : Kelebihannya : 1.modal yang diperlukan cukup kecil.umumnya lokasi usaha ritel strategis.hubungan antara peritel dengan pelanggan cukup dekat.namun keuntungan yang diperoleh cukup besar 2.

keahlian dalam mengelola toko ritel berskala kecil kurang diperhatikan oleh peritel .Kekurangannya : 1. karena dianggap sebagai pengisi waktu luang sehingga kurang memperhatikan aspek pengelolaan usahanya 2.administrasi(pembukuan) kurang atau bahkan tidak diperhatikan peritel sehingga uang/modal habis tidak terlacak .

pusat perbelanjaan dan toko modern.kios dan los) dan toko modern.Analisis kebijakan pemerintah : Peraturan Presiden no 112 tahun 2007 mengenai penataan dan pembinaan pasar tradisional. Dalam peraturan ini pemerintah menetapkan zona /luas wilayah usaha pasar tradisional (toko. .

supermarket. diatas 400 M persegi 5.Batasan luas lantai penjualan toko modern : 1. kurang dari 400 M persegi 2. diatas 5000 M persegi . 400 M persegi s/d 5000 M persegi 3.hypermarket. diatas 5000 M persegi 4.perkulakan.departemen store.minimarket.

Lokasi toko modern : 1.memperhatikan jarak lokasi usahanya dengan pasar tradisonal yang telah ada (diatur dalam peraturan daerah. misal DKI Jakarta pasal 10 peraturan daerah provinasi DKI Jakarta No 2 tahun 2002 .memiliki rencana detail tata ruang kabupaten.mengacu pada rencana tata ruang wilayah kota/kabupaten 2. Kota 3.

Sebutkan tentang kelebihan dan kekurangan usaha ritel 2.Peran usaha ritel ada 6 sebutkan dan jelaskan masing.masing 3 Fungsi usaha ritel ada berapa sebutkan .SOAL ULANGAN XI PM1 1. 4 Bagaimana pengertian usaha ritel atau eceran .

Peran usaha ritel ada 6 sebutkan dan jelaskan masing-masing 4. 2.Bagaimana cara memilih lokasi usaha ritel yang baik sebutkan.Yang harus diperhatikan untuk menciptakan suasana toko yang menyenangkan ada berapa sebutkan dan jelaskan masing-masing.Sebutkan kelebihan dan kekurangan usaha ritel 3.SOAL ULANGAN XI PM 2 1. .

KD 2 MEMBEDAKAN KLASIFIKASI DAN DIFERENSIASI BISNIS RITEL .

.menyediakan satu jenis barang atau berbagai barang sejumlah besar pelanggan dalam suatu toko besar b.kegiatan usahanya menyediakan kenyamanan bagi pelanggan (interior.eksterior dan pelayanan).Kalsifikasi Usaha Ritel : A.Ritel besar : a.Berdasarkan skala usaha: 1.

ukuran tokonya lebih besar 4. 3.sehingga menghindari perantara dalam pembelian produk 2.Ciri-ciri peritel besar : 1.membeli produk langsung dari produsen dalam jumlah besar.membutuhkan modal yang besar untuk memulai dan menjalankan usahanya .menyediakan layanan kepada sejumlah besar pelanggan.

Ritel kecil/ ritel tradisional Ragam produk yang ditawarkan tidak sebanyak yang ditawarkan peritel besar. 2. .usaha ritel berpangkalan.2.usaha ritel tidak berpangkalan. Ritel kecil dibagi 2 : 1.

transaksi antara pembeli dan penjual dilakukan disuatu tempat tertentu seperti toko dan warung.B.in-store retailing .Berdasarkan tehnik memasarkan produk: 1.in store retailing 2.non store retailing 1. .

menjual barangbarang secara khusus dg .Dibagi menjadi 3 kategori : a. 1.limited line stores . menawarkan pilihan barang dagangan yang lebih sempit dibandingkan dengan single line stores 3. menawarkan satu lini produk dagangan 2.specialty shops .specialty merchandisers .single line stores.

2.departemen stores : merupakan toko yang .namun dengan pilihan yang terbatas.variety stores : menyediakan banyak kategori barang dagangan. 3.general store : merupakan toko non departemen yang menjual barang kebutuhan pokok.b.General merchandiser terdiri dari : 1.

superstores 3.warehouse clubs .hypermarket 5.catalog showroom 8.Mass merchandiser terdiri dari : 1.supermarket 2.c.warehouse showroom 7.discount stores 6.combination stores 4.

struktur operasional 3. bentuk hukum 2.Menurut pendapat COX (2000) usaha ritel terdiri dari 1.ukuran outlet 4.lokasi .

penjualan otomatis .penjualan satu-satu 2.penjualan bertingkat b.penjualan langsung 1.non store retailing a.2.penjualan satu kebanyak 3.penjulan tidak langsung c.

menghemat waktu dan tenaga penjual 5.tidak adanya resiko kecurangan yang dilakukan oleh penjual 4.tidak adanya resiko gagal bayar bagi .mudah pengopearsiannya 2.Keuntungan dari penggunaan mesin penjual otomatis 1.pelanggan mendapatkan kwalitas produk yang sama dengan harga yang tetap. 3.tidak memerlukan iklan /promosi penjualan 6.

kapasitas mesin terbatas.uang koin yang digunakan harus diambil secara periodik .Kelemahan dari penggunaan mesin penjual otomatis : 1.membutuhkan perbaikan dan perawatan mesin 3.sihingga penjual harus memastikan barang dagangan selalu terisi 4.memerlukan modal awal yang tinggi 2.

dengan merubah atau menambah unsur pelayanan atau lebih.Diferensiasi usaha ritel Diferensiasi merupakan tindakan merancang serangkaian perbedaan yang berarti utnuk membedakan suatu perusahaan dari pesaingnya. .

arus lalu lintas e.desain pintu masuk b.Cara untuk dapat melakukan diferensiasi : 1.produk yang dijual .lingkup daerah usaha b.pengelompokan sosial ekonomi pelanggan c.desain a.lokasi a.desain interior c.jalan penghubung d.citra eksternal 2.

harga e.keunikan barang d.kedalaman barang yang tersedia dalam kategori tertentu c.3.Bauran barang dagangan a.variasi barang yang tersedia b.mutu barang .

diferensiasi citra .keahlian dan kinerja saluran 7.merancang saluran distribusi terutama yang menyangkut jangkauan.staf 2. merupakan persepsi . melatih dan mempekerjakan karyawan yang lebih baik 6.ketrampilan 5.diferensiasi saluran .Kebijakan pelayanan Yang harus diperhatikan : 1.gaya 3.diferensiasi personalia .4.

KD 3
MENJELASKAN DISTRIBUSI DALAM
BISNIS
RITEL

Distribusi Usaha Ritel
1. Pengertian distribusi
Distribusi :
penyaluran(pembagian,pengiriman)
kepada beberapa orang atau ke
beberapa
tempat.
Distributor : orang atau badan yang
bertugas
mendistribusikan barang

Pengertian saluran distribusi :
1.menurut Kotler; merupakan sekelompok
organisasi
saling tergantung yang
membantu membuat produk atau jasa
tersedia untuk digunakan atau
dikonsumsi
oleh konsumen atau
pengguna bisnis
2.menurut Meyer ;jalur yang berbeda-beda
dimana barang bergerak mengalir
dari produsen ke konsumen
3.menurut Alex S.Nitisemito : lembaga
yang
menyalurkan barang dari
produsen ke konsumen

merupakan jalur yang dipakai oleh produsen untuk memindahkan produk mereka melalui suatu lembaga yang dipilih 2.unsur saluran distribusi : 1.mengalihkan kepemilikan produk baik secara langsung maupun tidak langsung dan dari produsen ke konsumen 3.bertjuan untuk mencapai pasar tertentu 4.merupakan suatu kesatuan dan melaksanakan .Unsur.

produsen – peritel – konsumen c.2.produsen – distributor – pedagang grosir – peritel konsumen .produsen – pedagang grosir – peritel – konsumen d.produsen – konsumen b. Jenis saluran distribusi : a.

.pertimbangan pasar : jumlah pelanggan. kebiasaan berbelanja.Fakto-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih saluran distribusi : 1. pola pembelian pelanggan.tuntutan layanan dan harga.reaksi pelanggan terhadap berbagai metode penjualan 2.pertimbangan barang : tingkat standarisasi.

nilai unit . perlu dipertimbangkan karena berhubungan dengan alat angkut maka diperlukan perantara c.mudah rusaknya barang .besar dan berat barang . b. tidak perlu perantara.Selain itu ada beberapa yang perlu dipertimbangkan : a. apabila nilai unit barang yang dijual relatif lebih rendah maka menggunakan saluran distribusi yang panjang dan sebaliknya. kalau memang diperlukan perantara maka perlu dipilih perantara yang memiliki fasilitas penyimpanan .

dan memerlukan pelayanan sebelum dan sesudah penjualan. e.luasnya lini produk . apabila satu macam barang maka perlu menggunakan pedagang besar sebagai distributor tetapi apabila barangnya banyak maka sebaiknya produsen menjual langsung kepada peritel.barang jadi dan pesanan .d.Sifat teknis . saluran pemasaran yang digunaka adalah langsung. . kalau berupa barang jadi maka perlu disimpan di distributor dan sebaliknya f.

bagi perusahaan yang kuat maka cenderung menggunakan ditribusi yang pendek dan sebaliknya. bagi perusahaan baru atau perusahaan yang memulai usaha baru cenderung menggunakan perantara sehingga produsen tersebut dapat belajar . b.sumber pembelanjaan .pengalaman dan kemampuan manajemen .3.Pertimbangan perusahaan Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan : a.

.pelayanan yang diberikan oleh penjual . apabila perusahaan memberikan pelayanan yang lebih baik maka akan banyak perantara yang bersedia menjadi distributornya.c.Pengawasan saluran . d. produsen dalam melaksanakan kegiatannya memperhatikan perantaranya dan akan lebih mudah kalau menggunakan saluran pendek.

Pertimbangan perantara Terdapat beberapa faktor : a. apabila dapat memberikan pelayanan yang lebih baik maka produsen akan cenderung menggunakannya sebagai distributor b.4. akan digunakan sebagai distributor apabila dapat membawa produk produsen dalam persaingan dan selalu mempunyai inisiatif untuk .kegunaan perantara .pelayanan yang diberikan oleh perantara .

e.Sikap perantara terhadap kebijakan produsen.c. apabila perantara bersedia menerima resiko yang dibebankan produsen maka produsen akan memilihnya sebagai distributor.biaya . d.volume penjual . jika biaya yang diperlukan dalam penyaluran barang dapat lebih ringan dengan menggunakan perantara maka hal ini akan terus dilakukan . produsen akan cenderung memilih perantara yang dapat menjual barangnya dalam jumlah banyak untuk jangka waktu lama.

Jenis-jenis perantara : 1.pedagang eceran/ritel 4.eksportir/pengekspor .pedagang besar/agen tunggal/distributor 2.pedagang menengah/agen/grosir 3.importir/pengimpor 5.

yang menempatkan produk dagangannya pada banyak peritel serta distributor diberbagai tempat dan cocok untuk barang kebutuhan sehari-hari.kendaraan bermotor .Strategi distribusi eceran/ritel 1.strategi distribisi selektif . strategi distribusi intensif . 2. yang menyalurkan produk barang atau jasa pada daerah pemasaran tertentu dengan memilih beberapa distributor atau peritel saja pada suatu daerah misalnya barang elektronik.

strategi distribusi dengan memberikan hak distribusi suatu produk pada satu atau dua distributor atau peritel saja pada suatu area tertentu .Strategi distribusi eksklusif .3.

KD 4 MELAKUKAN RISET PEMASARAN DALAM BISNIS RITEL .

Sistim informasi pemasaran Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi bentuk lain yang lebih berguna.baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.pengetahuan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan.yaitu berupa keterangan. .

mengumpulkan data 2.menyajikan hasil kepada sipembuat keputusan pemasaran. data yang berasal dari dalam perusahaan . 3.data internal . Sistim informasi pemasaran dapat diperoleh dari : 1.Beberapa hal yang harus diperhatikan unutk memperoleh informasi : 1.mengolahnya sesuai kebutuhan sehingga menjadi informasi.misanya : .

2. merupakan kumpulan dan analisis sistimatis dari informasi yang tersedia secara umum mengenai pesaing dan perkembangan dipasar Sistim intelejen pemasaran . Intelejen pemasaran . . adalah prosedur atau sumber yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan dalam lingkungan pemasaran.

merupakan desain.tenaga penjualan 2.Sumber informasi yang didapatkan meliputi : 1.informasi pemasok diluar perusahaan 4. kumpulan analisis dan laporan sistimatis tentang data yang berhubungan dngan situasi pemasaran .Riset pemasaran .perantara(ditributor) 3.pusat informasi pemasaran 3.

Data yang didapat dari hasil riset : a. untuk dapat mengumpulkan informasi.dan mempresentasikan rencana pihak manajemen.mendefinisikan masalah dan tujuan riset.data primer . .Proses riset pemasaran : 1. 2. memahami riset pemasaran dan cara memperoleh informasi serta memandu keseluruhan riset.mengembangkan rencana riset .

Mengimplementasikan rencana riset . data harus dibuat apa adanya tidak dikurangi dan dilebihkan . menerapkan riset kedalam tindakan nyata. Misal .memproses dan menganalisa informasi. 4. mengumpulkan.menerjemahkan dan melaporkan penemuan .3.

pendidikan.Hal-hal yang dapat dilakukan untuk melakukan riset pemasaran dalam kegiatan ritel.menganalisa kebutuhan konsumen dapat dilakukan dengan cara mengelompokan konsumen sesuai dengan jenis usia.jenis kelamin. .pekerjaan dan geografis.terutama dalam hal pelaku konsumen : 1.

memahami semua kebutuhan pelanggan d. c.Mengidentifikasi kebutuhan konsumen .2.mewujudkan dan memenuhi .mencatat dengan cermat semua kebutuhan pelanggan.mendengarkan dengan baik dan seksama b. e. cara efektif yang dapat dilakukan : a.menjelaskan /mengulang kembali kebutuhan pelanggan.

Memilih produk dan jasa : Produk adalah . segala sesuatu yang bisa ditawarkan kepasar yang bisa memenuhi kebutuhan atau keiinginan konsumen. Jasa adalah . semua kegiatan atau manfat yang dapat ditawarkan suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnyatidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. .

Produk dan jasa terdapat 2 kelompok berdasarka tipe konsumen yang menggunakan : 1. produk konsumen : produk yang dibeli oleh konsumen akhir untuk konsumsi pribadi. 2.produk industri : produk yang dibeli oleh konsumen untuk lagi dan untuk kepentingan dalam industri. .

produk kebutuhan seharihari(convenience product) . c.Jenis produk konsumen : a.produk belanja (shopping product) . produk yang biasanya sering dibeli olek konsumen. produk yang memiliki karakteristik unik dimana hanya . b.produk khusus(specialty product) . pelanggan akan membandingkan kecocokan harga. kwalitas gaya dari suatu produk.

modal yang dibentuk /dihasilkan sendiri didalam perusahaan : a. merupakan laba bersih yang disimpan untuk diakumulasi dalam sutau bisnis setelah deviden dibayarkan. b.modal intern . merupakan alokasi jumlah suatu aktifa yang dapat disusutkan .laba ditahan .depresiasi .Sumber modal uasaha ritel : 1.

dapat diperoleh dengan cara meminjam ke lembaga keuangan atau melalui kerja sama dengan perusahaan lain: Kredit : kemampuan untuk melaksanakan suatu pemberian atau mengadakan suatu pinjaman. .dengan suatau janji pembayarannya akan dilakukan pada jangka waktu yang disepakati.2. modal atau dana yang berasal dari luar perusahaan.Modal ekstern .

condition (kondisi) e.character (kepribadian atau watak) b.collateral (jaminana) .Kriteria yang harus dimiliki peminjam : a.capability (kemampuan dan kesanggupan) c.capital (modal atau kekayaan) d.

kredit tanpa jaminan 3.kredit jangka panjang 2.kredit jangka pendek b.menurut pengguanaannya : a.menurut jaminannya : a.Klasifikasi kredit : 1.kredit dengan jaminan b.menurut tujuannya : a.kredit produktif 4.kredit konsumtif c.kredit modal kerja .kredit komersial b.menurut jangka waktunya : a.

3.kredit dapat meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.Fungsi kredit dalam kehidupan perekonomian : 1.kredit sebagai salah satu alat pengendali stabilitas moneter . 2.kredit dapat meningkatkan kegairahan berusaha 4.kredit dapat meningkatkan kegunaan dari uang.

.pengusaha pribumi.pengacara dll.penguasaha kecil.kredit kelayakan.kredit modal kerja permanen (KMKP). Hanya diberikan kepada : a.misal dokter.Macam-macam kredit : 1. 2. 3. b.atau yang digolongkan perusahaan pribumi.kredit investasi kacil (KIK).kalangan profesi pribumi .

pemohon adalah pengusaha kecil atau penguasaha pribumi memiliki atau sedang mengajukan izin usaha. memiliki jaminan yang dapat dipertanggung jawabkan.kredit yang diajukan benar-benar digunakan untuk .Pengajuan kredit : Persyaratan umum pengajuan kredit adalah : 1. 2.memiliki bukti pembayaran pajak. dan akta pendirian usaha.

fotocopy KTP pemohon kredit e.SIUP c.TDP d.dokumen jaminan yang diajukan(fotocopy/asli h.Prosedur untuk mendapatkan kredit : 1. b.akta pendirian usaha.SITU j.foto rekening (kalau ada) g.pengajuan permohonan kredit 2.melengkapi dokumen . diantaranya : a.AMDAL .NPWP i.laporan keuangan pemohon kredit f.

tidak semua anggota aktif dalam mengelola usaha dan tanggung jawab .limited partnership .general partnership .Melaksanakan pola kemitraan : Bentuk kerja samanya : 1. semua anggota ikut aktif mengelola usaha dan setiap anggota memilki tanggung jawab yang sama terhadap perkembangan usaha 2.

jumlah penyertaan modal 3. Hal-hal yang termuat dalam persetujuan : 1.masa berlakunya persetujuan 4.pembagian keuntungan dan kerugian 5.tanggung jawab dan wewenang.panambahan karyawan 8.Untuk menjalin kerja sama diperlukan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak dan dituangkan dalam bentuk persetujuan yang dibuat didepan notaris.nama-nama pihak 2. .prosedur penambahan partner 6.prosedur pemberhentian partner 7.