Anda di halaman 1dari 3

UPT PUSKESMAS KECAMATAN UNTER IWES

PROSEDUR TETAP
PEMASANGAN AKDR (ALAT
KONTRASEPSI DALAM RAHIM)
1.

Tgl. Terbit : 25 Juni 2015


No. Dok.

: PT-KB-02

No. Revisi : 00

Tujuan
Prosedur tetap ini bertujuan sebagai acuan untuk melakukan tindakan pemasangan AKDR
(alat kontrasepsi dalam rahim)

2.

Ruang Lingkup
Prosedur tetap ini berlaku untuk Unit layanan KB

3.

Definisi
3.1. Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilanyang dapat
bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen (Wiknjongsastro, 1999)

4.

Ketentuan Umum
4.1. Prinsip : memperhatikan indikasi dan kontraindikasi pemasangan AKDR

5.

Petugas
5.1. Bidan
5.2. Dokter

6.

Alat dan bahan


6.1. Alat
6.1.1. Speculum
6.1.2. Tenaculum
6.1.3. Sonde uterus
6.1.4. Kuretang
6.1.5. Gunting
6.1.6. Mangkok untuk larutan antiseptik
6.1.7. Sarung tangan
6.1.8. Lampu sorot
6.2. Bahan
6.2.1. IUD (coper T 380 A)
6.2.2. Kasa
6.2.3. Cairan antiseptik

Hal : 1 / 3

UPT PUSKESMAS KECAMATAN UNTER IWES

PROSEDUR TETAP
PEMASANGAN AKDR (ALAT
KONTRASEPSI DALAM RAHIM)
7.

Tgl. Terbit : 25 Juni 2015


No. Dok.

: PT-KB-02

No. Revisi : 00

Prosedur Tetap
7.1. Salam terapeutik
7.2. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan
7.3. Mencuci tangan
7.4. Memakai sarung tangan
7.5. Memasang speculum vagina untuk melihat serviks
7.6. Usap vagina dan serviks dengan larutan antiseptik 2 sampai 3 kali
7.7. Jepit serviks dengan tenaculum secara hati-hati
7.8. Memasukkan sonde uterus dengan tehnik tidak menyentuh yaitu secara hati-hati
memasukan sonde ke dalam kavum uteridengan sekali masuk tanpa menyentuh
dindingvagina ataupun bibir speculum
7.9. Tentukan posisi kedalaman kavum uteri dan keluarkan sonde
7.10. Ukur kedalamam kavum uteri pada tabung inserteryang masih berada di dalam
kemasansterilnya dengan menggeser leher biru pada tabung inserter kemudian buka
seluruh plastik penutup kemasan
7.11.Angkat tabung AKDR dari kemasannya tanpa menyentuh permukaan yang steril, hatihati jangan sampai pendorongnya terdorong
7.12. Pegang tabung AKDR dengan leher biru dalam posisi horizontal, sementara
melakukan tarikan hati-hati pada tenaculum, masukan tabung inserter ke dalam uterus
sampai leher biru menyentuh serviks atau sampai terasa adanya tahanan.
7.13. Pegang serta tahan tenaculum dan pendorong dengan satu tangan
7.14. Lepaskan lengan AKDR dengan menggunakan tehnik withwawal yaitu menarik
keluar tabung insertersampai pangkal pendorong dengan tetap menahan pendorong
7.15. Keluarkan pendorong kemudian tabung inserter didorong kembali ke serviks sampai
leher biru menyenttuh serviks atau terasa adanya tahanan
7.16. Keluarkan seluruh tabung inserter dan gunting benang AKDR
7.17. Lepaskan tenaculum dengan hati-hati, rendam dalam larutan clorin 0,5 %
7.18. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
7.19. Pastikan pasien tidak mengalami keram hebat dan mati selama 15 menit sebelum
memperbolehkan pasien pulang
7.20. Memberikaan konseling tentang AKDR
7.21. Pencatatan dan pelaporan

Hal : 2 / 3

UPT PUSKESMAS KECAMATAN UNTER IWES

PROSEDUR TETAP
PEMASANGAN AKDR (ALAT
KONTRASEPSI DALAM RAHIM)
8.

Tgl. Terbit : 25 Juni 2015


No. Dok.

: PT-KB-02

No. Revisi : 00

Catatan Mutu / Rekaman


8.1. Informed consent
8.2. Kartu peserta KB
8.3. Register KB
8.4. Kohor KB
8.5. K4 KB

Hal : 3 / 3