Anda di halaman 1dari 3

UPT PUSKESMAS KECAMATAN UNTER IWES

PROSEDUR TETAP
PENCABUTAN IMPLAN

1.

Tgl. Terbit : 25 Juni 2015


No. Dok.

: PT-KB-05

No. Revisi : 00

Tujuan
Prosedur tetap ini bertujuan sebagai acuan untuk melakukan tindakan pelepasan implant.

2.

Ruang Lingkup
Prosedur tetap ini berlaku untuk unit layanan KB.

3.

Definisi
3.1. Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan yang dapat
bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen (Wiknjongsastro, 1999).
3.2. Implant adalah alat kontrasepsi yang dipasang dibawah kulit yang terdiri dari 2 batang
kapsul yang mengandung 75 mg levonorgestrel.

4.

Ketentuan Umum
4.1. Prinsip: memperhatikan indikasi dan kontrasepsi pencabutan implant
4.2. Menerapkan tekhnik steril dalam pencabutan implant

5.

Petugas
5.1. Bidan
5.2. Dokter

6.

Alat dan Bahan


6.1. Alat
6.1.1. Sarung tangan
6.1.2. Mangkok untuk larutan antiseptic
6.1.3. Doek steril
6.1.4. Skalpel
6.1.5. Klem U
6.1.6. Klem/ pinset anatomis
6.1.7. Spuit
6.2. Bahan
6.2.1. Kassa
6.2.2. Cairan antiseptic
6.2.3. Band-aid
6.2.4. Lidocain
6.2.5. Aquadest
6.2.6. Larutan klorin
6.2.7. Larutan NaCl

7.

Prosedur Tetap
7.1. Salam terapeutik
7.2. Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan
7.3. Mencuci tangan
7.4. Memakai sarung tangan steril

Hal : 1 / 3

UPT PUSKESMAS KECAMATAN UNTER IWES

PROSEDUR TETAP
PENCABUTAN IMPLAN

Tgl. Terbit : 25 Juni 2015


No. Dok.

: PT-KB-05

No. Revisi : 00

7.5. Usap tempat pencabutan dengan larutan antiseptic, gerakkan kearah luar secara
melingkar dengan diameter 10-15 cm dan biarkan kering
7.6. Pasang kain penutup (doek steril) atau DTT di sekeliling lengan klien
7.7. Suntikan anastesi local 0,3 cc pada kulit intradermal pada tempat insisi dan 1 cc
subdermal dibawah ujung kapsul (1/4 panjang kapsul)
7.8. Uji efek anastesinya sebelum melakukan insisi pada kulit
7.9. Tentukan lokasi insisi pada kulit diantara kapsul 1 dan 2 lebih kurang 3 mm dari ujung
kapsul dekat siku
7.10. Lakukan insisi vertical di sekitar 3 mm dari ujung kapsul (setelah ditampilakn dengan
melakukan infiltrasi lidokain 1 % pada bagian bawah ujung kapsul)
7.11. Jepit batang kapsul pada bagian yang sudah didentifikasi menggunakan klem U
(klem fiksasi) dan pastikan jepitan ini mencakup sebagian besar diameter kapsul
7.12. Angkat klem U untuk mempresentasi ujung kapsul dengan baik, kemudian tusukkan
ujung klem diseksi pada jaringan ikat yang melingkupi ujung kapsul
7.13. Sambil mempertahankan ujung kapsul dengan klem fiksasi, lebarkan luka tusuk dan
bersihkan jaringan ikat yang melingkupi ujung kapsul sehingga bagian tersebut dapat
dibebaskan dan tampak dengan jelas
7.14. Dengan ujung klem diseksi mengarah ke atas, dorong jaringan ikat yang mebungkus
kapsul dengan tepi kedua sisi klem (lengkung atas) sehingga ujung kapsul dapat
dijepit dengan klem diseksi
7.15. Jepit ulang kapsul sambil melonggarkan jepitan klem fiksasi pada batang kapsul
7.16. Tarik keluar ujung kapsul yang dijepit sehingga seluruh batang kapsul dapat
dikeluarkan. Letakkan kapsul yang sudah dicabut pada mangkok
7.17. Lakukan langkah 2 hingga 8 pada kapsul kedua.
7.18. Setelah seluruh kapsul tercabut, hitung kembali jumlah kapsul untuk memastikan
bahwa kedua kapsul telah dikeluarkan
7.19. Perlihatkan kedua kapsul tersebut pada klien
7.20. Rapatkan kedua tepi luka insisi dan tutup dengan band-aid
7.21. Beri pembalut tekan untuk mencegah perdarahan dan mengurangi memar
7.22. Beri petunjuk pada klien cara merawat luka. Anjurkan pada klien untuk segera
kembali ke klinik bila ada nanah atau darah keluar dari luka insisi
7.23. Letakkan semua peralatan dalam larutan klorin selama 10 menit untuk dekontaminasi
pisahkan trokar dari pendorongnya
7.24. Buang peralatan yang sudah tidak dipakai lagi ketempatnya
7.25. Celupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam larutan klorin
kemudian buka dan rendam selama 10 menit
7.26. Cuci tangan dengan sabun dan air, kemudian keringkan dengan kain bersih
7.27. Gambar letak kapsul pada rekam medic dan catat bila ada hal khusus
7.28. Lakukan observasi selama 5 menit sebelum memperolehkan klien pulang
8.

Catatan Mutu/ Rekaman


8.1. Informed concent
8.2. Kartu peserta KB

Hal : 2 / 3

UPT PUSKESMAS KECAMATAN UNTER IWES

PROSEDUR TETAP
PENCABUTAN IMPLAN

Tgl. Terbit : 25 Juni 2015


No. Dok.

: PT-KB-05

No. Revisi : 00

8.3. Register KB
8.4. Kohort KB
8.5. K4 KB

Hal : 3 / 3