Anda di halaman 1dari 22

SEMINAR KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA
Tn.N DENGAN DIAGNOSA
MEDIS
PPOK + SUSPEC PJK
Oleh :
GERBONG D
 
AGUS RIYADI NIM 1320003B
IGNATIUS. DNIM 1320018B
RADITYA. W NIM 1320032B
 

PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK(PPOK)

Definisi:
Menurut Global Initiative for Chronic
Obstructive Lung Disease (GOLD, 2013),
PPOK adalah penyakit paru yang dapat
dicegah dan diobati, ditandai dengan
limitasi aliran udara yang persisten dan
progresif, akibat respons inflamasi kronik
pada jalan napas dan parenkim paru
yang disebabkan gas atau partikel
beracun. Eksaserbasi dan komorbid
berkontribusi pada beratnya penyakit ini.

Sindroma Imunodefisiensi 6. Gangguan Jaringan Ikat . Merokok 2.Etiologi: Banyak hal yang dapat menjadi penyebab penyakit paru obstruktif kronis. Hiperesponsif jalan napas 4. Faktor Lingkungan 3. Defisiensi Alfa-1 antitripsin (AAT) 5. diantaranya yaitu: 1.

Woc: Pencetus (asma bronkis kronis emfisema) Rokok dan polusi inflamasi Perubahan anatomi perenkim paru Seputum meningkat Hipertropi kelenjar mukosa Penyempitan saluran nafas Secara periodik Ekpansi paru menurun Suplai Oksigen tidak Adekuat keseluruh tubuh Hipoksia Sesak MK Ketidakefektipan Jalan nafas Disfungsionslnya proses Difusi dan perfusi dalam tubuh MK: Ggu pertukaran gas Konpensasi tubuh untuk memenuhi Kebutuhananoksigen dengan meningkatkan Frekuensi pernapasan Kontraksi otot pernafasan Penggunaan energi untuk Pernafasan meningkat MK Intoleransi aktifisan Batuk MK: Bersihan jalan nafas Tidak Efektif Infeksi Lekosit meningkat Menghasilkan sebagian hasil Akir di sel yang memakan proses Patogenisis kuman yang tidak baik MK: Ggu nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh .

.15 wib . purnawiran TNI.N seorang laki-laki umur 74 th. Dengan keluhan saat dikaji mengatakan nyesek dada sebelah kiri. masuk perawatan pav IV pada tanggal 15 Desember 2015 dengan diagnosa medis PPOK + Suspek PJK. Tn.TINJAUAN KASUS Pengkajian: Pada saat pengkajian hari selasa tanggal 21 Desember 2015 pukul 14.

. di IGD pasien mendapatkan tindakan nebulizer ventolin dan terpasang infus RL di tangan sebelah kiri dan pasien di rujuk ke ruang pav paru. Pasien hanya mengatakan hanya penyakit biasa.4 ml/jam yang mengandung 700mg/50cc. selama ini hanya mengkonsumsi obat asma untuk mengatasi sesaknya. Riwayat Penyakit Sekarang: Keluarga Pasien mengatakan sejak 8 bulan yang lalu pasien mulai mengalami sesak napas namun tidak mau menjalani pengobatan ke dokter.30 wib. pada saat pengkajian di dapatkan pasien mengalami sesak berat dan terpasang O2 nasal 4 liter/menit. di karenakan istri pasien menderita penyakit asma. Pada tanggal 15 desember 2015 pukul 08.Keluhan Utama Pasien mengatakan sesak dada sebelah kiri. pasien datang ke IGD rumah sakit dr Ramelan dengan keluhan sesak nafas. otot bantu nafas terlihat dan terpasang syringpump aminophlin 2. penyakit yang di derita tidak di rasa pasien.

minuman. dan jantung Riwayat Alergi Pasien mengatakan tidak ada alergi obat. dan yang liannya. makanan.   .DM. namun tidak pernah MRS Riwayat penyakit keluarga Pasienme ngatakan tidak mempunyai riwayat penyakit asma.hipertensi.Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mengatakan menderita asma sejak 2 tahun yang lalu.

Nafas tersengal. Hasil aulskultasi di temukan suara ronchi pada area para sternum medial sampai midaxilla sinistra. SpO2 96% dengan O2 nasal 4 lpm.ANALISA DATA 1. TTV : TD : 130/80 mmHg N : 80 x/mnt S : 36.d peningkatan produksi sputum DS : Pasien mengatakan sesak dan kesulitan dalam bernafas DO : Pasien tampak gelisah. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.6 ºC RR : 30 x/mnt .Terdapat keringat dingin. Terdapat otot bantu nafas.

Defisit perawatan diri b.2. pasien belum pernah mandi selama MRS(mandi di seka keluarga).d keletihan sekunder akibat gangguan pernafasan dan insufisiensi ventilasi. personal hygiene di bantu sepenuhnya oleh keluarga dan perawat. pasien terpasang kateter. DS : pasien mengatakan rasa lemas dan hanya mampu berbaring di tempat tidur. pasien menjalani bedrest total . DO: Klien nampak sering menarik nafas panjang.

2mmHg . raut muka lesu. PCO2 59.PO2 66mmHg. DO : pasien terlihat letih.AVF).d ketidakseimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan. pasien hanya terbaring di tempat tidur sepanjang hari. suspect PJK-iskemik.3. DS : pasien mengatakan mudah lelah ketika mobilisasi.III. Intoleransi aktivitas b. inferior(lead II. hasil EKG : tachikardi 115x/menit.

d peningkatan produksi sputum Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1x24 jam. Kriteria Hasil • Pasien dapat melakukan batuk efektif • Tidak ada suara ronchi • RR dalam batasnormal (16-20x/menit) .Rencana Asuhan Keperawatan DX 1: Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b. diharapkan bersihan jalan nfas kembali efektif.

Berikan nebulizer ventolin 4 x 4mg Rasional: Nebulizer dengan tambahan obat dapat membantu mengencerkan sekret . Observasi tanda-tanda vital Rasional : Mengetahui keadaan umum pasien 3. BHSP Rasional : Meningkatkan hubungan perawat-pasien sehingga lebih kooperatif 2. Kaji ketidakefektifan jalan nafas pasien Rasional: Menemukan penyebab masalah ketidakefektifan M: 4. Monitoring karakteristik sputum Rasional: Menetukan intervensi yang sesuai dengan keadaan pasien E: 6. Ajarkan pasien metode batuk efektif Rasional: Metode batuk efektif dapat membantu mengeluarkan sekret K: 7. Berikan posisi yang nyaman pada pasien sesuai kebutuhan (semifowler) Rasional: Posisi yang nyaman dapat mempertahankanjalan nafas dan meningkatkan masuk O2 ke paru-paru 5.Intervensi O: 1.

Kreteria Hasil : .d ketidakseimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan.DX 1I: Intoleransi aktivitas b. Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam. .RR dan nadi.Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah.diharapkan pasien dapat beraktifitas sesuai dengan kemampuannya.Keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. . .Mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan mandiri.

dan irama jantung. yang mencangkup aktivitas. 3. Pantau respons fisiologis terhadap peningkatan aktivitas (termasuk respirasi. M: 4. denyut.Intervensi O: 1. Diskusikan dengan pasien tentang perlunya beraktivita Rasional: Untuk mengomunikasikan kepada pasien bahwa aktifitas akan meningkatkan kesejahteraan fisk dan psikososial 2. Rasional:Partisipasi pasien dalam perencanaan dapat membantu memperkuat keyakinan pasien. Identifikasi aktivitas-aktivitas pasien yang diinginkan dan sangat berarti baginya Rasional: Untuk meningkatkan motivasinya agar lebih aktif. yang di yakini sangat penting oleh pasien. tekanan darah) Rasional : Untuk menyakinkan bahwa frekuensinya kembali normal beberapa menit setelah melakukan latihan. . Dorong pasien untuk membantu merencanakan kemajuan aktivitas.

Instruksikan dan bantu pasien untuk beraktivitas diselingi istirahat Rasional: Untuk menurunkan kebutuhan oksigen tubuh dan mencengah keletihan. 6. dan memakai sepatu yang tidak licin Rasional : Tindakan tersebut dapat menurunkan metabolisme selular dan kebutuhan oksigen . Contohnya. E: 7. Rasional : Untuk membantu meningkatkan aktivitas. .5. Ajarkan kepada pasien latihan yang dapat menngkatkan kekuatan dan ketahanan . 8. memakai baju ringan yang mudah dikenakan dengan perekat velero atau sedikit kancing besar. Rasional : Dapat meningkatkan pernafasan dan secara bertahap meningkatkan aktivitas. duduk di kursi ketika berpakaian. Identifikasi dan minimalkan faktor-faktor yang dapat menurunkan toleransi latihan pasien. Ajarkan kepada pasien cara menghemat energi ketika melakukan aktivitas hidup sehari-hari.

Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1x24 jam. .d keletihan sekunder akibat gangguan pernafasan dan insufisiensi ventilasi. diharapkan : Kebutuhan perawatan diri tepenuhi Kriteria Hasil ◦ Komplikasi dan infeksi dapat dihindari dan diminimalkan ◦ Kebutuhkan perawatan diri pasien dapat terpenuhi.DX III Defisit perawatan diri b. ◦ Pasien mengidentifikasi tindakan-tindakan untuk mencegah atau memodifikasi keletihan.

.dokumentsikan adanya inkonensia Rasional : Asupan dan haluaran secara akurat akan mengidentifikasi kemungkinan ketidakseimbangan. 3. Pantau asupan dan haluaran. 2. Rasional : Melalui tindakan ini.dokumentasi dan laporkan kemampuan fungsional dan kognitif atau persepsi pasien setiap hari.perawat dapat menentukan tindakan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan pasien.Intervensi : O: 1.Hargai pencapaian mandi dan higiene. Rasional : Penguatan dan pengharagaan akan mendorong pasien untuk terus berusaha. Pantau pencapaian mandi dan higiene setiap hari. Observasi .

Rasional : Penjadwalan periode istirahat yang teratur dapat membantu menurunkan keletihan dan meningkatkan stamina E: 6. Kolaborasi dengan dokter paru untuk menentukan terapi obat yang efektif untuk mengatasi gangguan jalan nafas Rasional : Terapi farmako dapat membantu mengatasi gangguan jalan nafas. . Dorong pasien utuk makan makanan yang kaya akan gizi dan mineral jika tidak ada kontra indikasi Rasional : Tindakan tersebut dapat menghindari anemia dan mempercepat pemulihan kondisi pasien K: 7.dukung aktivitas yang dapat dilakukan dalam waktu singkat atau bagi ke dalam segmen. Cegah keletihan yang tidak perlu Rasional : Teknik menghemat energi menghindari latihan yang berlebihan dan kemungkinan keletihan. 5.M: 4. Selingi aktivitas dengan periode istirahat.

SpO2 92%.3. O : Pasien tampak lebih rileks. Pasien sudah dapat melakukan batuk efektif A : masalah ketidak efektifan bersihan jalan nafas teratasi sebagian P : Intervensi no 2. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b. Mendapatkan terapi O2 nasal kanul 3 lpm.d peningkatan produksi sputum S : Pasien mengatakan sesak sudah berkurang.7 dilanjutkan . RR : 24 x/mnt. otot bantu nafas tidak terlalu tampak.5.Evaluasi Sumatif Tanggal. 23 Desember 2015 1. Nafas sudah tidak tersengal-sengal.6.

O : Raut muka lebih segar.2. Masih terpasang O2 nasal. RR : 24x/mnt. S : Pasien mengatakan gerak di tempat tidur sudah lebih leluasa dan belum bisa duduk. Istirahat cukup A : Masalah intoleransi aktivitas teratasi sebagian. Masih terpasang monitor pasien. N : 90x/mnt. pasien masih terbaring di tempat tidur sepanjang hari tetapi sudah dapat miring kiri dan kanan. Intoleransi aktivitas b. P : Lanjutkan intervensi no 2-5 .d ketidakseimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan.

P : Intervensi 2-7 dilanjutkan. . 3. Pasien belum mampu memenuhi kebutuhan sehari hari secara mandiri(makan.d keletihan sekunder akibat gangguan pernafasan dan insufisiensi ventilasi.minum.Defisit perawatan diri b.ganti pakaian) A : Masalah defisit perawatan diri teratasi sebagian. personal hygiene masih di bantu oleh keluarga. O : Pasien masih diseka keluarganya. S : Pasien mengatakan semakin bugar. kateter aff ganti pispot.

Pengkajian harus sesuai bab 2 b1-b6x TERIM A .