Anda di halaman 1dari 5

Sejauh ini riset tentang kram otot menyimpulkan ada 2 tipe kram otot yang berhubungan dengan

olahraga.
Yang pertama dikarenakan oleh kelelahan otot. Tipe ini seringkali berhubungan dengan beban
kerja berlebih dari otot tersebut dan kram terjadi secara lokal di grup otot yang bekerja
berlebihan tersebut.
Tipe kedua adalah kram akibat defisit elektrolit karena keringat secara berlebihan dan hilangnya
sodium dalam tubuh. Kram ini dapat terjadi bahkan bila tidak ada otot yang bekerja berlebihan
dan bisa timbul di berbagai grup otot.
Penting untuk menentukan tipe kram mana yang kita alami sehingga dapat memberikan respon
dan penanganan yang tepat.

Kram Akibat Lelah Otot

Tipe kram ini terjadi jika ada kinerja berulang-ulang dari otot atau grup otot tertentu dalam posisi
memendek (contohnya otot betis ketika kita berlari).
Otot-otot ini yang tetap berada dalam posisi memendek saat terjadi gerakan berlari adalah otot
yang riskan terkena kram.
Penjelasan fisiologis mengenai bagaimana kram terbentuk bersifat kompleks, tapi mekanisme
syaraf yang seharusnya menghambat kontraksi otot menjadi tertekan dan aktifitas stimulasi
(sinapsis kimia dan elektrikal yang menggerakan otot) dari jaringan otot meningkat.

hanya di betis kiri)  Bereaksi terhadap peregangan statis dan pijatan Faktor Resiko  Bertambahnya usia  Teknik peregangan yang salah  Pengondisian yang kurang atau tidak tepat  Durasi dan intensitas olahraga yang berlebihan  Memiliki sejarah sering mengalami kram Penyembuhan dan Pencegahan  Peregangan statis dan pijatan  Kontraksi aktif dari grup otot antagonis (contoh. kontraksi hamstring untuk meregangkan quadricep) Dari segi nutrisi. Latihan kekuatan atau strength training dapat menjadi aset penting dalam program latihan demi meningkatkan efisiensi. . Gejala  Timbul mendadak dan konstan (alih-alih berselang)  Terlokalisir dan asimetris (misalnya. Salah satu saran adalah dengan melatih tubuh dengan berlari lebih cepat atau berlatih berlari dengan kaki yang sudah merasa lelah.Hasilnya adalah kontraksi otot tanpa disengaja yang intens dan berkelanjutan. sehingga otot terlatih agar menggunakan hanya sedikit serat untuk tingkat usaha/kecepatan yang sama. tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah kram jenis ini karena biasanya berhubungan dengan faktor latihan. Hal ini akan mempersiapkan otot untuk simulasi rasa kelelahan seperti saat lomba.

seperti hamstring dan quadriceps. biasanya dimulai dengan kontraksi otot ringan atau berkedut (fasciculations) terjadi di bawah kulit. Gejala  Timbul secara bertahap. terutama sodium dan klorida. Kekurangan elektrolit dan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan persimpangan syarat otot menjadi sangat sensitif dan bereaksi secara berlebihan terhadap stimuli – menghasilkan kram.  Biasanya dimulai di bagian grup otot yang lebih aktif. Dehidrasi seringkali menjadi penyebab. keringat mengandung sodium tinggi  Kurang hidrasi dan/atau asupan garam sebelum dan ketika olahraga  Kurang asupan cairan dan elektrolit sehari-hari Penyembuhan .  Kram seringkali menyebar atau berpindah lokasi dan biasanya bersifat bilateral.Kram Akibat Defisit Elektrolit Kram tipe ini biasa terjadi akibat keluarnya keringat secara berlebihan dan kehilangan kadar elektrolit dalam tubuh.  Kram terjadi secara berselang (alih-alih konstan) Faktor Resiko  Tingkat keringat yang tinggi.

kalsium dan magnesium tidak disarankan.  Jika kram semakin parah atau terjadi hyponatremia (kadar sodium dalam darah lebih rendah dari normal).5 liter minuman olahraga berkarbohidrat. terutama cairan yang mengandung sodium rendah atau tidak mengandung sodium  Menyamakan jumlah asupan sodium dengan jumlah yang hilang melalui keringat. pertolongan dengan infus dan asupan elektrolit dapat diberikan. Penyembuhan dengan mineral-mineral biasanya tidak memberikan reaksi pada kram jenis ini. . Catatan: pemberian suplemen potasium. Pencegahan  Menjaga hidrasi dan keseimbangan elektrolit sebelum dan selama olahraga  Menjaga asupan cairan dan garam sehari-hari  Tidak minum berlebihan.  Memijat untuk melepaskan ketegangan pada otot. Mengkonsumsi elektrolit segera pada saat muncul tanda-tanda kram/kedut  Mengkonsumsi minuman olahraga dengan kadar garam tinggi atau 3 gram garam dicampur dengan 0.

Oleh karena itu.P. . pilihan terbaik untuk hidrasi sebelum dan ketika olahraga adalah minuman olahraga yang telah dilarutkan dengan tambahan air atau air dengan tablet elektrolit. yang artinya mereka mengandung karbohidrat konsentrat sebanyak 6-8%. E. Rep.R. mendukung penyerapan dari usus kecil. Muscle cramps during exercise. 2008. cobalah untuk mengganti jenis minuman yang dikonsumsi. 37:368-370. sehingga seringkali tidak berperan optimal sebagai sumber hidrasi cepat.F. 2007. 7.Jika kita sering berhadapan dengan masalah kram jenis ini walaupun telah menjaga hidrasi dengan minuman elektrolit yang dijual di pasaran. Dan juga. mereka tidak siap untuk langsung diserap ke dalam aliran darah. 2007. M. Sumber: Bergeron. elektrolit – terutama sodium dan potasium – mengurangi produksi urin dan meningkatkan laju terserapnya cairan di dalam perut.’ Sports Med. Sebagian besar dari minuman olahraga yang dijual di pasaran diberikan predikat isotonik oleh ilmuwan. Muscle cramping in the marathon: aetiology and risk factores. 37:364-367. Sports Med.. dan membantu retensi cairan. Karena konsentrasi gula dalam minuman olahraga ini lebih tinggi dari kadar yang terdapat dalam cairan tubuh. M. The role of sodium in ‘heat cramping. Dengan menambahkan air pada minuman olahraga atau menggunakan substitusi elektrolit. Sports Med. Eichner. Schwellnus. tubuh akan mendapatkan kombinasi terbaik dari penggantian elektrolit dan penyerapan instan.is it fatigue or electrolyte deficit Curr.4: S50-S55.