Anda di halaman 1dari 28

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Bayi Prematur
1. Definisi Bayi Prematur
Bayi prematur adalah bayi lahir hidup sebelum usia kehamilan minggu ke37 (dihitung dari hari pertama haid terakhir). Sebagian besar bayi lahir
prematur dengan berat badan kurang dari 2500 gram (Molika, 2014).

Sedangkan menurut Brooker (2008), bayi prematur adalah bayi yang lahir
setelah 24 minggu dan sebelum 37 minggu kehamilan, dengan berat badan
2,5 kg atau kurang saat lahir, terlepas dari usia kehamilan tepat atau
dibawah 37 minggu.

2. Klasifikasi Bayi Prematur
Menurut Bobak, Lowdermilk, & Jensen (2004) dan Manuaba (2007),
persalinan prematur murni sesuai dengan definisi WHO, dapat
digolongkan sesuai dengan usia kehamilan dan berat badan lahir, yaitu:
a. Bayi prematur digaris batas
Masa gestasi 36-37 minggu dengan berat badan < 2500 gram. Masih
sangat memungkinkan hidup tanpa dampak sisa yang berat dan sangat

8

9

kemungkinan terjadi gangguan pernapasan, daya isap lemah, tidak
tahan terhadap hipotermi dan mudah terjadi infeksi.
b. Bayi prematur sedang
Masa gestasi antara 31-35 minggu dengan berat badan 1500-2500
gram. Pada bayi prematur sedang ini untuk bertahan hidup
memerlukan bantuan perawatan canggih.
c. Bayi sangat prematur
Masa gestasi antara 24-30 minggu dengan berat badan berkisar antara
500-1400 gram. Pada bayi sangat prematur untuk kemungkinan hidup
sangat sulit kecuali dengan bantuan alat canggih dan dampak sisanya
sangat menonjol terutama pada IQ neurologis dan pertumbuhan
fisiknya.

3. Tanda dan Gejala Bayi Prematur
Tanda klinis yang tampak pada bayi prematur sangat bervariasi
bergantung pada usia kehamilan saat bayi dilahirkan. Perbedaan sangat
jelas pada bayi yang lahir prematur dibandingkan dengan bayi yang lahir
dengan cukup bulan. Berikut ini merupakan tanda dan gejala bayi
prematur menurut Molika (2014) meliputi:
a. Umur kehamilan sama dengan atau kurang dari 37 minggu.
b. Berat badan sama dengan atau kurang dari 2500 gram.
c. Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46 cm.
d. Kuku panjangnya belum melewati ujung jari.

p. j. mengakibatkan reflek isap. 4. menelan dan batuk masih lemah atau tidak efektif dan tangisannya lemah. k. telapak kaki halus. Jaringan kelenjar mamae masih kurang akibat pertumbuhan otot dan jaringan lemak masih kurang. Tonus otot lemah. l. Alat kelamin pada bayi laki-laki pigmentasi dan rugae pada skrotum kurang. f. i. n. Lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33 cm. Penyebab Kelahiran Prematur Penyebab dari kelahiran prematur menurut Molika (2014) faktor-faktor yang berpengaruh meliputi: . Rambut lanugo masih banyak. h. Fungsi saraf yang belum atau kurang matang. Lingkar dada sama dengan atau kurang dari 30 cm. Tumit mengkilap.10 e. o. labia minora belum tertutup oleh mayora. Testis belum turun ke dalam skrotum untuk bayi perempuan klitoris menonjol. Verniks kaseosa tidak ada atau sedikit. sehingga seolah-olah tidak teraba tulang rawan daun telinga. Batas dahi dan rambut kepala tidak jelas. g. sehingga bayi kurang aktif dan pergerakannya lemah. Jaringan lemak subkutan tipis atau kurang. Tulang rawan daun telinga belum sempurna pertumbuhannya. m.

Perubahan kardiovaskular pada bayi pematur memiliki adaptasi sirkular yang lebih . Faktor janin seperti kehamilan ganda. tumor. kelainan bentuk uterus. toksoplasmosis). Kejadian PDA (Patent Ductus Arteriosus ) pada bayi prematur lebih tinggi dan ini dapat menyebabkan gagal jantung pada neonatus.11 a. Faktor ibu merupakan kelainan atau penyakit yang diderita ibu pada sebelum kehamilan maupun saat hamil. seperti toksemia gravidarum yaitu preeklamsi dan eklamsi. Selain itu dengan keadaan sistem kardiovaskular yang belum matang akan memperberat penyakit lain yang diderita neonatus prematur tersebut. c. serta trauma pada masa kehamilan baik trauma fisik (misalnya jantung) maupun psikologis (misalnya stress). gangguan fungsi jantung dan terjadinya vasodilatasi akibat sepsis yang sering kali terjadi pada bayi-bayi prematur. 15% diantaranya baru dapat menutup dalam 3 bulan pertama. Permasalahan yang Terjadi pada Bayi Prematur Bayi prematur lebih banyak yang menderita PDA (Patent Ductus Arteriosus ). hidramnion. ketuban pecah dini. golongan darah ABO). b. penyakit akut dengan gejala panas tinggi misalnya tifus abdominalis. Keadaan lain yang mungkin timbul adalah terjadinya hipotensi yang disebabkan oleh hipovolemia. inkompatibilitas darah ibu dan janin (faktor rhesus. cacat bawaan. malaria dan kronis. Faktor plasenta meliputi solusio plasenta dan plasenta previa. 5. sifilis. insufisiesi plasenta. infeksi (misalnya rubeolla.

& Jensen (2005). ikterik. Muttaqin. kesulitan menyusu. Menurut Priyono (2010). hipotermi. anemia. berkurang lebih lambat dan labil. 2010. pada bayi prematur digaris batas memiliki masalah yang sering muncul meliputi adanya ketidakstabilan tubuh. Bayi prematur sedang mengalami masalah adanya ketidakstabilan tubuh.12 lambat dan kurang sempurna dibandingkan dengan bayi cukup bulan. Lowdermilk. hipoglikemia. respiratory distress syndrome (RDS). infeksi. Bayi prematur memiliki tonus arteriol pulmonary yang tinggi. RDS. berbeda dengan tekanan darah sistemik yang relatif rendah. ikterik. Duktus arteriosus tidak tertutup rapat dan kemungkinan terbuka lagi. serta hampir semua bayi sangat prematur memiliki masalah komplikasi yang berat. hiperbilirubinemia mungkin muncul. ketika terjadi pertemuan darah antara sirkulasi sistemik dan pulmonar. kesulitan menyusu. pengaturan glukosa. Masalah yang terjadi pada bayi prematur menurut Bobak. bayi prematur tidak memiliki perlindungan yang cukup dalam menghadapi suhu luar yang lebih dingin dibanding suhu di dalam rahim ibu. Ketidakstabilan ini menyebabkan terjadinya variasai yang signifikan saturasi oksigen pada sirkulasi perifer (Johnston & Olds dalam Hariati. Selain itu pengontrolan suhu tubuh bayi prematur belum . 2009). Tekanan darah pulmonal tinggi dan bervariasi.

tidak mau menghisap susu dan terasa dingin ketika disentuh. bayi yang lahir prematur akan diletakan dalam alat khusus. yaitu suatu keadaan serius yang seringkali fatal. Menurut Priyono (2010). 6. Suhu rektal bayi di bawah 35 °C diartikan sebagai keadaan hipotermia. ‘marble baby’. bayi sering mengalami kedinginan. yaitu inkubator. Bayi yang paling berisiko untuk mengalami hipotermia salah satunya adalah bayi-bayi prematur. keadaan hipotermia dapat menimbulkan neonatal cold injury dimana terjadi edema yang padat (sklerema). Penatalaksanaan Bayi Prematur Penatalaksanaan bayi prematur bertujuan untuk memberikan lingkungan. nutrisi dan dukungan yang memungkinkan bayi tersebut mengatasi semua cacat atau kekurangannya akibat kelahiran prematur beserta segala komplikasinya. masalah pada bayi prematur salah satunya adalah hipotermia. Diperjelas menurut Farrer (1999). tapi dalam prakteknya setiap suhu yang lebih rendah dari 36 °C sudah memerlukan perhatian khusus dan pelaksanaan prosedur untuk mempertahankan panas tubuh. Jika tidak diatasi. Bayi yang menderita hipotermia tampak lemah dan letargik.13 mampu bekerja sempurna sehingga walaupun didalam ruangan yang bersuhu normal. Bayi yang berat badannya dibawah 2000 gram. Inkubator merupakan alat yang dilengkapi dengan pengatur suhu dan kelembaban udara agar bayi selalu hangat. suhu dalam .

Untuk memantau kadar oksigen secara rutin dan efektif dapat digunakan elektroda oksigen melalui kulit. Berikut ini merupakan penatalaksanaan pada bayi prematur menurut Surasmi. Pencegahan infeksi Tindakan pencegahan infeksi sangat penting karena akan memperburuk keadaan bayi yang sudah bermasalah. & Kusuma (2003): a.14 inkubator berkisar antara 32°C. bayi prematur atau berat lahir rendah. fungsi sistem organnya belum matur sehingga dapat mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan. yaitu suhu yang diperlukan agar konsumsi oksigen dan pengeluaran kalori minimal. Mengupayakan suhu lingkungan netral Untuk mencegah akibat buruk dari hipotermi karena suhu lingkungan yang rendah atau dingin harus dilakukan upaya untuk merawat bayi dalam suhu lingkungan yang netral. Bila berat badan < 2500 gram. & Kusuma (2003). Bantuan pernapasan Segera setelah lahir jalan napas orofaring dan nasofaring dibersihkan dengan isapan yang lembut.37. Keadaan suhu inti bayi dapat dipertahankan 36. suhu inkubator 30°C. Bayi prematur . c. Pemberian terapi oksigen harus hati-hati dan diikuti dengan pemantauan terus menerus tekanan oksigen darah arteri antara 80-100 mmHg.5 °C. b.6 °C. Handayani. Menurut Surasmi. Handayani.

Pemberian minuman kepada bayi dilakukan sekitar 3 jam setelah kelahiran dan didahului dengan menghisap cairan lambung. Makanan bayi prematur Menurut Wiknjosastro (dalam penelitian Nani & Utami. sedangkan kebutuhan protein 3-5 gr/kg berat badan dan kalori 110 Kal/kg berat badan. yaitu mengunjungi bayi harus mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi. sarung tangan. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling utama. Bila kurang. d. sehingga pemberian minuman sebaiknya sedikit demi sedikit. lambung kecil. Permulaan cairan diberikan sekitar 50–60 cc/kg BB/hari dan terus dinaikkan sampai mencapai sekitar 200 cc/kg BB/hari. 2012) alat pencernaan bayi prematur masih belum sempurna. . Refleks menghisap masih lemah. baik perawat maupun pengunjung menggunakan masker.15 dan berat badan lahir rendah mudah menderita sakit. Yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi. pakaian penutup khusus yang disediakan. enzim pencernaan belum matang. tetapi frekuensi yang lebih sering. sehingga pertumbuhannya dapat meningkat. sehingga ASI yang paling dahulu diberikan. maka ASI dapat diperas dan diminumkan perlahan-lahan atau memasang sonde menuju lambung.

Massase bayi telah lama dilakukan hampir diseluruh dunia termasuk Indonesia dan diwariskan secara turun-temurun dan merupakan salah satu stimulus sentuhan (touch) yang bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang bayi (Roesli. 2012). Massase bayi merupakan terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal manusia. Konsep Massase Oral 1. Bagi bayi 1) Meningkatkan berat badan 2) Membuat bayi semakin tenang 3) Meningkatkan efektifitas istirahat (tidur bayi) . Massase merupakan alat komunikasi untuk menjalin ikatan emosional antara orang tua dan bayinya (Roesli.16 B. 2. Manfaat Massase Oral Menurut Subakti & Anggraini (2008) dan Roesli (2012) manfaat massase bayi adalah: a. 2012). Pengertian Massase adalah sentuhan atau tekanan yang akan merangsang peredaran darah dan menambah energi. Adapun massase oral merupakan suatu sentuhan dan pemijatan pada jaringan otot daerah sekitar mulut untuk melancarkan peredaran darah dan merangsang saraf-saraf yang akan memberikan pengaruh positif (Roesli. Massase merupakan kebutuhan yang sama pentingnya pada bayi sebagaimana kebutuhan lain seperti makan dan minum. 2012).

Bagi orang tua 1) Meningkatkan kepercayaan diri 2) Memudahkan orang tua mengenali bayinya 3) Membina ikatan kasih saying orang tua dan anak (bounding) 4) Hiburan menyenangkan keluarga 3. Menambah nafsu makan. Tujuan Massase Oral a.17 4) Meningkatkan pertumbuhan 5) Memperbaiki konsentrasi bayi 6) Meningkatkan produksi ASI 7) Membantu meringankan ketidaknyamanan dalam perencanaan dan tekanan emosi 8) Memacu perkembangan otak dan sistem saraf 9) Meningkatkan gerak peristaltic untuk pencernaan 10) Menstimulasi aktivitas nervus vagus untuk perbaikan pernapasan 11) Memperkuat sistim kekebalan tubuh 12) Mengajari bayi sejak dini tentang bagian tubuh 13) Meningkatkan aliran oksigen dan nutrisi menuju sel b. Membantu merelaksasikan otot-otot . sehingga dapat menambah berat badan pada bayi c. Memperbaiki sistem sirkulasi darah dan pernapasan b.

2) Penurunan pengeluaran hormon pertumbuhan. Pengeluaran beta endorphin yang memberikan efek: 1) Penurunan enzim ornitine decarboxylase (ODC) suatu enzim yang menjadi petunjuk peka bagi pertumbuhan sel dan jaringan (maturitas). 3) Penurunan kepekaan ornitine decarboxylase terhadap hormon pertumbuhan. dengan demikian penyerapan makanan lebih baik dan berat badan lebih cepat meningkat. yang mengurangi pembentukan hormon pertumbuhan karena menurunnya jumlah dan aktivitas ornitine decarboxylase jaringan. Aktivitas nervus vagus mempengaruhi penyerapan makanan Pemijatan meningkatkan nervus vagus (saraf ke-X) yang akan meningkatkan penyerapan gastrin dan insulin. c. Aktivitas nervus vagus meningkatkan nafsu makan Peningkatan aktivitas nervus vagus akan menyebabkan bayi cepat lapar yang akan menstimulasi reflek hisap dan akan lebih sering menyusu pada ibunya. b. . Pengurangan sensasi taktil dan meningkatkan pengeluaran suatu neurochemical beta-endhorphine.18 4. Mekanisme Dasar Massase Oral Menurut Field dan Schanberg (1986) dalam Retnowati (2012) yang mendasari efek dari massase oral adalah: a.

5) Duduklah pada posisi yang nyaman dan tenang. 7) Minta ijin kepada keluarga bayi sebelum melakukan perawatan. 8) Ciptakan suasana tenang. Pedoman Dasar Massase Oral a. 5. yang dapat dilihat dengan electro encephalogram (EEG). 3) Ruang untuk memijat diupayakan hangat dan tidak pengap. Mengubah gelombang otak Membuat bayi tidur lelap. e. 2) Hindari agar kuku dan perhiasan tidak mengakibatkan goresan pada kulit bayi. . 4) Secara khusus menyediakan waktu kurang lebih 10 menit agar seluruh tahap pemijatan dapat dilakukan. meningkatkan kesiagaan (alertness) atau konsentrasi karena perubahan gelombang otak yaitu penurunan gelombang alfa dan meningkatkan gelombang tetha. Produksi serotonin meningkatkan daya tahan tubuh Meningkatkan kapasitas sel reseptor yang berfungsi meningkatkan glucocorticoid sehingga menurunkan kadar adrenalin (hormon stress) yang akan meningkatkan IgM dan IgG. Persiapan petugas Sebelum melakukan pemijatan perhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Tangan bersih dan hangat.19 d. 6) Baringkan bayi diatas permukaan rata dan lembut.

5) Ruangan tanpa aroma menyengat dan mengganggu. pakai skort kerja. d. c. pada saat orang tua dan anak siap untuk memulai hari baru. 2) Saat suasana hati pemijat tenang. Pedoman massase oral 1) Melakukan cuci tangan. sebelum tidur. Ini sangat baik untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak. 2) Meminta ijin pada bayi sebelum melakukan pemijatan dengan cara membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajaknya bicara. 3) Ruangan tidak berisik. 3) Dengan mimik wajah tersenyum dan menebar kasih sayang. Suasana yang tenang saat pemijatan Menurut Subakti & Anggraini (2008) agar suasana menjadi tenang saat pemijatan lebih baik dilakukan: 1) Saat si kecil ceria. 2) Ruangan kering dan tidak pengap.20 b. meliputi: 1) Pagi hari. Waktu pemijatan Menurut Roesli (2001) dalam Retnowati (2012) bayi dapat dipijat pada waktu-waktu yang tepat. 2) Malam hari. 4) Ruangan dan penerangan cukup. . e. Tempat pemijatan bayi menurut Subakti & Anggraini (2008) adalah: 1) Ruangan yang hangat tapi tidak panas.

lakukan dengan sentuhan kasih sayang. kemudian secara bertahap tambahkanlah tekanan pada sentuhan yang dilakukan. a) Daerah hidung (senyum I) Umumnya tidak diperlukan minyak untuk daerah muka. tekankan ibu jari dari pertengahan kedua alis turun melalui tepi hidung kearah pipi dengan membuat gerakann kesamping dan keatas seolah membuat bayi tersenyum. c) Mulut bagian bawah (senyum III) Letakkan kedua ibu jari ditengah dagu. kemudian keatas kearah pipi seolah membuat bayi tersenyum. 5) Lakukan pemijatan diawali dari daerah sekitar hidung. . b) Mulut bagian atas (senyum II) Letakkan kedua ibu jari diatas mulut dibawah sekat hidung. letakkan kedua ibu jari pada pertengahan alis. khususnya apabila sudah merasa yakin bahwa bayi mulai terbiasa dengan pijatan yang sedang dilakukan. tekankan kedua ibu jari pada dagu dengan gerakan dari tengah kesamping. akhiri pada daerah rahang bayi. 4) Awali pemijatan dengan melakukan sentuhan ringan.21 3) Lumurkan baby oil disekitar daerah pemijatan jika diperlukan. gerakkan kedua ibu jari dari tengah kesamping dan keatas kedaerah pipi seolah membuat bayi tersenyum.

lactosa dan garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu. Pada saat yang sama ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf (Yahya. Pengertian ASI (Air Susu Ibu) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein. . cuci tangan dokumentasikan tindakan. Pemenuhan ASI 1. C. kemampuan toleran terhadap pergerakan. ASI adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah yang memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. sebagai makanan utama bagi bayi (Kristiyansari. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. perbedaan fase stadium laktasi dapat terlihat pada setiap stadium masa menyusui atau stadium laktasi. 2009). selesai biarkan bayi relaksasi.22 d) Lingkaran kecil dirahang (small circles around jaw) Dengan jari kedua tangan. peningkatan berat badan bayi. buatlah lingkaran-lingkaran kecil didaerah rahang bayi. 2. 2007). Fase-fase stadium laktasi Menurut Maryunani (2012).

Jumlah energi dalam kolostrum hanya 50 Kal atau 100 ml kolostrum dan pada hari pertama bayi memerlukan 20-30 ml. . 2) Disekresi dari hari ke-4 sampai hari ke-10 dari masa laktasi. Kolostrum mengandung kadar antibodi yang tinggi terhadap virus polio. Hal ini menyebabkan bayi sering defekasi dan veces bewarna hitam. b. Kolostrum bewarna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup. Kolostrum Kolostrum merupakan cairan yang pertama dilakukan atau disekresi oleh kelenjar payudara pada lima hari pertama setelah persalinan. sedangkan kandungan karbohidratnya lebih rendah.23 Air Susu Ibu menurut Stasium Laktasi: a. Air Susu Transisi atau Peralihan 1) Merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai menjadi ASI yang matur. agar vaksin tidak dinetralisasi oleh kolostrum. Kandungan protein pada kolostrum lebih tinggi dibandingakan dengan kandungan protein susu matang. tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ASI matur baru terjadi pada minggu ke-3 sampai minggu ke-5. ASI sebaiknya tidak diberikan 2 jam sebelum dan sesudah pemberian vaksin polio per-oral pertama. Kolostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga mukosa (semacam selaput) usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima ASI.

Air susu matur Merupakan ASI yang diproduksi pada hari kesepuluh sampai seterusnya. komposisi ASI meliputi: a.24 3) Kadar protein makin rendah sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin meninggi. Sedangkan protein pada susu formula sulit diserap. Komposisi ASI Menurut Maryunani (2012). Asam amino taurin hanya ada dalam jumlah sedikit pada susu sapi. ASI matur merupakan nutrisi bayi yang terus menerus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai enam bulan. c. karena mengandung protein kasein. . padahal penting untuk perkembangan otak. tetapi protein ASI ini mempunyai nilai nutrisi yang tinggi (lebih mudah dicerna). Selain itu juga mengandung beta laktoglobulin yang berpotensi menyebabkan alergi. 3. Protein ASI mengandung protein lebih rendah dari ASS (air susu sapi). Setelah enam bulan bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI. 4) Volume akan meningkat. ASI juga mengandung asam amino yang lebih lengkap dibandingkan susu sapi. Keistimewaan dari protein ASI dibandingkan dengan susu formula adalah adanya protein yang mudah diserap oleh sistem pencernaan bayi.

Namun. Lemak Kadar lemak dalam ASI lebih tinggi dibandingakan susu sapi dan susu formula. bayi yang minum ASI jarang mengalami diare akibat tidak dapat mencerna laktosa. dibandingkan laktosa susu sapi. karbohidrat juga mudah penyerapan kalsium untuk mempertahankan factor bifidus (faktor yang menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya dan menjadikan tempat yang baik bagi bakteri yang menguntungkan) didalam usus dan mempercepat pengeluaran kolostrum sebagai antibodi bayi. c. Selain itu juga mengandung asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA). Selain itu. Karbohidrat Karbohidrat dalam ASI berbentuk laktosa yang jumlahnya berubahubah setiap hari menurut kebutuhan tubuh kembang bayi. Jumlah laktosa dalam ASI hamper dua kali lebih banyak dibandingkan dengan susu formula sehingga ASI terasa lebih manis. ASI mengandung banyak lemak omega 3 dan lemak omega 6 yang penting untuk perkembangan otak bayi. Ini karena laktosa ASI lebih mudah diserap. Karbohidrat dalam ASI merupakan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan sel saraf otak dan memberi energi untuk kerja sel-sel saraf.25 b. Jumlah asam linoleat dalam ASI . Kadar lemak pada hari pertama berbeda dengan hari kedua dan akan terus berubah menurut perkembangan bayi dan kebutuhan energi yang diperlukan. Keduanya berperan dalam perkembangan jaringan saraf dan retina mata. Namun.

Air ini berguna untuk melarutkan zat-zat yang terdapat di dalamnya. Air Kira-kira 88% dari ASI terdiri dari air. Kandungan mineral didalam susu formula memang tinggi tetapi sebagian besar tidak dapat diserap. ASI merupakan sumber . walaupun kadar rendah. dapat mengganggu keseimbangannya dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang merugikan. Zat besi dan kalium dalam ASI merupakan mineral yang sangat stabil dan mudah diserap. Jumlah mineral dalam ASI tidak dipengaruhi makanan yang dikonsumsi dan status gizi ibu. Bayi akan kembung.26 sangat tinggi dan perbandingannya dengan PASI yaitu 6:1 asam linoleat adalah jenis asam lemak yang tidak dapat dibuat oleh tubuh yang berfungsi memacu perkembangan sel saraf otak bayi. gelisah karena konstipasi atau gangguan metabolisme. d. Akibatnya kemungkinan bayi mengalami kontraksi usus yang tidak normal menjadi lebih besar. Karena itu. Mineral ASI mengandung mineral yang lengkap walaupun kadarnya relativ rendah tetapi bisa mencukupi kebutuhan bayi sampai berumur 6 bulan. e. Hal ini memperberat kerja usus bayi. bayi yang menyusu ASI tidak akan kehilangan kedua mineral penting ini. Demikian juga dengan zink yang berperan dalam proses metabolisme tubuh dan selenium yang penting untuk pertumbuhan bayi dengan cepat.

mineral. g. hanya 77 kalori/100 ml ASI. Air yang relativ tinggi dalam ASI ini akan meredakan rangsangan haus dari bayi. Manfaat ASI bagi bayi 1) Kolostrum memberikan bayi air. 90% berasal dari karbohidrat dan lemak. . Kemungkinan terjadinya radang tenggorokan kurang dari setengahnya dibandingkan dengan bayi yang menyusui botol. Sedotan yang lama dan kerap segera setelah persalinan akan memberikan banyak kolostrum yang bermanfaat bagi bayi. laktosa. D dan C cukup. manfaat dari ASI adalah: a.27 air yang secara metabolik adalah aman. terutama terhadap kuman yang menyebabkan gastroenteritis. f. 4. Vitamin 1) Vitamin dalam ASI dapat dikatakan lengkap. sedangkan 10% berasal dari protein. vitamin dan antibodi yang akan melindungi dirinya dari infeksi. protein. Disamping itu. lemak. juga mempercepat pergantian produksi susu dari payudara yang penuh dan matang. Kalori Kalori ASI relativ rendah. kecuali riboflavin dan asam pantothenik kurang. sedangkan golongan vitamin B. Manfaat ASI Menurut Maryunani (2012). 2) Vitamin A.

kolik. 2) Aspek kesehatan ibu Hisapan bayi pada payudara akan merangsang terbukanya oksitosin oleh kelenjar hipofisis. b. rasa aman dan kebahagiaan karena bayi beradapan dengan wajah ibu dan memberikan banyak sentuhan kulit. Oksitosin membantu evolusi uterus dan mencegah terjadinya peredaran pasca persalinan. 4) Pemberian ASI menyakinkan bayi bahwa ia berada dalam perawatan seorang yang diandalkan yaitu ibu. Manfaat bagi ibu 1) Aspek kontrasepsi Hisap mulut bayi pada puting susu merangsang ujung saraf sensorik sehingga post anterior hipofisis mengeluarkan prolaktin. . Prolaktin masuk ke indung telur menekan produksi estrogen akibatnya tidak ada evolusi.28 2) ASI benar-benar bergizi sehingga tidak memerlukan tambahan. Komposisinya unik bagi bayi serta akan bervariasi bersamaan dengan pertumbuhannya. konstipasi (sembelit) dan obesitas (kegemukan) tampaknya lebih kecil kemungkinannya menjangkiti bayi ASI. alergi. 3) Saat-saat menyusui berkaitan dengan kenyamanan. Pengalaman pertama dalam hal mencintai dan dicintai ini adalah pengalaman dasar bagi perkembangan emosi seorang bayi. ASI mudah dicerna dan akan langsung diserap. Kekurangan gizi.

dengan menyusui tubuh akan menghasilkan ASI lebih banyak sehingga timbunan lemak yang berfungsi sebagai cadangan tenaga akan tercapai. rasa yang dibutuhkan oleh manusia. Ini akan merasa bangga dan diperlukan. Mencegah kanker hanya dapat diperoleh ibu yang menyusui secara eklusif. juga karena penimbunan lemak pada tubuh. Penelitian membuktikan ibu yang memberikan ASI secara eklusif memiliki risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium 25% lebih kecil dibanding dari pada yang tidak menyusui secara eklusif. Kejadian korsinoma mamae pada ibu yang menyusui lebih rendah dibanding dengan yang tidak menyusui. jika timbunan lemak menyusut. Logikanya. 4) Aspek psikologis Keuntungan menyusui bukan hanya bermanfaat bagi bayi tetapi juga untuk ibu. Oleh karena itu.29 Penundaan haid berkurangnya perdarahan pasca persalinan mengurangi prevalensi anemia defesiensi besi. 3) Aspek penurunan berat badan Ibu yang menyusui eklusif ternyata lebih mudah dan lebih mudah kembali ke berat badan semula seperti sebelum hamil dan bertambah berat. selain karena ada janin. berat badan ibu akan cepat kembali ke keadaan seperti sebelum hamil. . Cadangan lemak ini sebetulnya memang disiapkan sebagai sumber tenaga dalam proses produksi ASI.

2) Menghemat devisa Negara ASI dapat dianggap sebagai kekayaan nasional. sehingga suasana kejiwaan ibu baik dan dapat mendekatkan hubungan bayi dengan keluarga.6 milyar yang seharusnya dipakai untuk membeli susu formula. Jika semua ibu menyusui diperkirakan dapat menghemat devisa sebesar Rp.30 c. . Adanya faktor protektif dan nutrient yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik serta kesakitan dan kematian anak menurun. Manfaat bagi keluarga 1) Aspek ekonomi ASI tidak perlu dibeli sehingga dana yang seharusnya digunakan untuk membeli susu formula dapat dipergunakan untuk keperluan lain dan tidak hanya itu melainkandengan pemberian ASI. maka bayi lebih jarang sakit sehingga mengurangi biaya berobat. Bagi Negara 1) Menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. karena kelahiran lebih jarang. karena dapat diberikan dimana saja dan kapan saja. d. 2) Aspek psikologis Kebahagiaan keluarga bertambah. 8. Keluarga tidak perlu repot menyiapkan air masak. 3) Aspek kemudahan Menyusui sangat praktis dan mudah. botol dan dot yang harus dibersihkan serta pertolongan orang lain.

b. Menyusui dengan lahap minimal 8-12 kali dalam waktu 24 jam. karena rawat gabung akan memperpendek lama rawat ibu dan bayi. mengurangi komplikasi persalinan dan infeksi nasokomial serta mengurangi biaya diperlukan untuk perawatan anak sakit. c.31 3) Mengurangi subsidi untuk rumah sakit Subsidi untuk rumah sakit berkurang. Dalam waktu 24 jam kencing ≥ 6 kali dan BAB ≥ 2 kali. BAK kurang dari 6 kali dengan warna kuning dan berbau tajam. b. Anak yang mendapat ASI lebih jarang dirawat dirumah sakit dibandingkan anak yang mendapatkan susu formula. 5. Kecukupan ASI Menurut Maryunani (2012). . 4) Peningkatan kualitas generasi penerus Anak yang mendapat ASI dapat tumbuh kembang secara optimal sehingga kualitas generasi penerus bangsa akan terjamin. keras dan bewarna hijau. ciri-ciri ASI yang mencukupi kebutuhan bayi adalah bilamana bayi: a. Usia dua minggu berat badan bayi masih kurang dari berat badan lahir. BAB jarang dan sedikit tinjanya kering. tanda-tandanya adalah: a. Usia 6 bulan pertama pertambahan berat badan bayi kurang dari 600 gram. Bayi dapat kekurangan ASI.

3% reflek hisap kuat. dengan judul “Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Bayi Usia Diatas 6 Bulan Di Ploklinik Fisioterapi Handicamp International Wedi Klaten” penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling menggunakan adalah non probability sampling dengan jenis purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Penelitian Retnowati (2010). Penelitian Terkait Berdasarkan penelitian Fitriani & Nurhidayati (2007). . Sample penelitian ini adalah sebagian bayi sehat usia di atas 6 bulan. dengan judul “Pengeruh Fisioteri Oral Terhadap Reflek Hisap pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Ruang Perinatologi RSD dr.32 D. Dari 20 responden menunjukkan pengaruh semakin sering bayi dipijat dengan frekuensi yang teratur peningkatan nafsu makannya terus naik. Alat atau instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar wawancara. Soebandi Jember” pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra experiment dengan rancangan one group pre test-post test design. Tehnik pengambilan sample adalah accidental sampling yaitu responden yang ditemui secara kebetulan oleh peneliti. sesudah dilakukan fisioterapi oral 73. Hasil penelitian didapat reflek hisap bayi BBLR sebelum diberi fisioterapi oral 100% didapat reflek hisap lemah. Dari hasil penelitian diperoleh 14 bayi dengan peningakatan nafsu makan lebih dari biasa. 3 bayi dengan peningkatan nafsu makan lebih sedikit dan 3 bayi dengan nafsu makan tetap.

691 menunjukkan bahwa korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang kuat.05). Sikap responden yang kurang mendukung 16 responden (53. diperoleh dengan cara sampling jenuh.000 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan sikap. Hasil uji statistik pendidikan dengan sikap didapatkan p-value 0. kurang 4 responden (13. Besar sampel 30 ibu menyusui pada bulan Maret 2012.3%.3%). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. SMP33.3%).3%). Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan berjumlah 30 orang.000.000 maka dapat . Uji statistik pengetahuan dengan sikap didapatkan p-value 0. mendukung 14 responden (46.SMA 36. Data yang diperoleh di analisa univariat yaitu frekuensi data independen dan dependen serta analisa bivariat dengan uji rank spearman. Penelitian Widiyanto. S1 3.33 Adapun efektifitas fisioterapi oral terhadap reflek hisap pada bayi BBLR uji rwo related sample test (α≤0. Nilai korelasi spearman 0. Aviyanti & Tyas (2012). Pendidikan responden SD 23. Kesimpulan penelitian ini bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test terhadap reflek hisap bayi BBLR.3%. D3 3.3%.3%). Fisioterapi oral berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan reflek hisap bayi BBLR. cukup 19 responden (63. Dengan hasil didapatkan pengetahuan responden yang baik 7 responden (23. didapatka P (value) = 0.7%.3%. dengan judul “Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Sikap terhadap Pemberian ASI Eksklusif.7%).

71. dengan judul “Pemberian Terapi Musik Klasik Terhadap Reflek Hisap dan Berat Badan Bayi Prematur” pada penelitian ini. Nilai korelasi spearman 0. Penelitian Wahyuningsri & Eka (2014).34 disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian terapi music klasik berpengaruh terhadap kenaikan berat badan bayi prematur dengan nilai p = 0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk . jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasy-experimental design) dengan nonrandomized pretest-postest control design. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya agar menyempurnakan pelaksanaan prosedur pelaksanaan terapi musik atau memilih jenis musik yang lain sebagai upaya untuk menstimulasi reflek hisap dan berat badan sehingga tumbuh kembang bayi prematur menjadi lebih optimal.836 menunjukan bahwa korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat. namun tidak berpengaruh terhadap reflek hisap bayi prematur dengan nilai p = 0. dengan judul “Pengaruh terapi pijat terhadap peningkatan berat badan”. Sedangkan untuk pengujian hipotesis digunakan teknik analisis data non-parametrik dengan tes U Mann Whitney dengan á = 0. Teknik sampling mengggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 orang bayi prematur yang terbagi dalam kelompok kontrol dan perlakuan.01.05. Penelitian Irva & Hasanah (2014).

35 mengetahui pengaruh terapi pijat untuk meningkatkan berat badan bayi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperimental dengan rancangan pre test and post test control group approach which divided into experimental group and control group. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan uji Mann-whitney dan uji Wilcoxon. Pijat bayi dilaksanakan oleh ibu dua kali sehari (pagi & sore) di kelompok eksperimen dalam 2 minggu.05) dengan 700 gram peningkatan BB bayi yang berarti bahwa terapi pijat memiliki efek untuk meningkatkan berat badan bayi. Dengan hasil signifikan berbeda pada BB bayi antara kelompok perlakuan dan kontrol (p = 0. . Sampel pada penelitian ini adalah 34 bayi yang berusia 1-3 bulan di Pekanbaru dengan menggunakan purposive sampling.01 <0.