Anda di halaman 1dari 3

Kejahatan

Kejahatan adalah perbuatan atau tingkah laku yang selain
merugikan si penderita, juga sangat merugikan masyarakat yaitu
berupa hilangnya keseimbangan, ketentraman dan ketertiban.
Meskipun perbuatan tersebut tidak dirumuskan dalam undang-undang
menjadi tindak pidana tetapi orang tetap menyadari perbuatan tersebut adalah
kejahatan dan patut dipidana, istilahnya disebut rechtsdelict (delik hukum). Dimuat
didalam buku II KUHP pasal 104 sampai dengan pasal 488. Contoh mabuk
ditempat umum (pasal 492 KUHP/536 KUHP), berjalan diatas tanah yang oleh
pemiliknya dengan cara jelas dilarang memasukinya (pasal 551 KUHP).
Perbedaan antara kejahatan dan pelanggaran yaitu (Moeljatno,2002:74) :
1.
Pidana penjara hanya diancamkan pada kejahatan saja.
2. Jika menghadapi kejahatan maka bentuk kesalahan (kesengajaan atau kelapaan)
yang diperlukan di situ, harus dibuktikan oleh jaksa, sedangkan jika menghadapi
pelanggaran hal itu tidak usah. Berhubung dengan itu kejahatan dibedakan pula
dalam kejahatan yang dolus dan culpa.
3. Percobaan untuk melakukan pelanggaran tak dapat dipidana (Pasal 54 KUHP).
Juga pembantuan pada pelanggaran tidak dipidana (Pasal 60 KUHP).
4. Tenggang daluwarsa, baik untuk hak menentukan maupun hak penjalanan pidana
bagi pelanggaran adalah lebih pendek daripada kejahatan tersebut masing-masing
adalah satu tahun dan dua tahun.
5. Dalam hal pembarengan (concurcus) pada pemidanaan berbeda buat pelanggaran
dan kejahatan. kumulasi pidana yang enyeng lebih mudah daripada pidana berat.
Kejahatan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dan
merupakan peristiwa sehari-hari. Seorang Filsuf bernama Cicero
mengatakan Ubi Societas, Ibi Ius, Ibi Crime yang artinya ada
masyarakat, ada hukum dan ada kejahatan. Masyarakat saling
menilai, berkomunikasi dan menjalin interaksi, sehingga tidak
jarang menimbulkan konflik atau perikatan. Satu kelompok akan
menganggap kelompok lainnya memiliki perilaku yang
menyimpang apabila perilaku kelompok lain tersebut tidak sesuai
dengan perilaku kelompoknya. Perilaku menyimpang ini seringkali
dianggap sebagai perilaku yang jahat. Batasan kejahatan dari
sudut pandang masyarakat adalah setiap perbuatan yang
melanggar kaidah-kaidah yang hidup di dalam masyarakat.

seorang pencopet setelah mencuri dimaki-maki oleh orang yang melihat dan karena sakit hati lalu memukul orang itu. dan lain sebagainya. Pada kasus pemerasan. tidak masuk disini. sebab kekerasan (memukul) itu untuk membalas sakit hati. asal maksudnya untuk menyiapkan atau memudahkan pencurian itu.ini adalah pencurian dengan kekerasan. Dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun. dan jika tertangkap tangan supaya ada kesempatan bagi dirunya atau kawannya yang turut melakukan akan melarikan diri atau supaya barang yang dicuri itu tetap ada ditangannya. karena kekerasan (merusak) itu tidak dikenakan pada orang. Seorang pencuri dengan merusak rumah tidak masuk disini. sementara pada kasus pencurian dengan ancaman kekerasan. gelang. Kekerasan dan ancaman kekerasan ini harus dilakukan pada orang bukan pada barang. termasuk pula mengikat orang yang punya rumah. bersama-sama. dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu atau jika tertangkap tangan supaya ada kesempatan bagi dirinya sendiri atau bagi kawannya yang turut melakukan kejahatan itu akan melarikan diri atau supaya barang yang dicuri itu tetap ada ditangannya. atau setelah pencurian itu dilakukan. pelaku dapat dituntut maksimal hukuman penjara sembilan tahun.Pasal 365 (1) KUHP Pasal 365 (1). dihukum pencurian yang didahului. 1. dan dapat dilakukan sebelumnya. seperti dompet. karena kedua delik ini terjadi karena adanya pelanggaran pada larangan yang dimuat dalam undang – undang (KUHP pasal 368 dan 365). kasus pemerasan maupun kasus pencurian sama – sama tergolong delik formil. bukan untuk keperluan tersebut diatas. Contoh lainnya seperti pencurian yang dilakukan dengan cara menyekap seseorang agar korban tidak bisa melawan lalu karena korban tidak mampu melawan maka pelaku akan dengan mudah mengambil barang-barang yang dibawa oleh korban. kalung dan perhiasan lain yang melekat ditubuh korban. disertai atau di ikuti dengan kekerasan terhadap orang. keempat pelaku dapat dijerat pasal . mengunci didalam kamar.

Pidana serta KomentarKomentar Lengkap Pasal Demi Pasal” (1985. Para pelaku di kedua kasus di atas dianggap cakap hukum. akan disesuaikan juga dengan keyakinan hakim dan jurisprudensi pada kasus – kasus yang sama.368 KUHP dengan hukuman penjara maksimal dua belas tahun. sehingga tidak ada alasan penghapusan pidana. Hukuman yang tepat diberikan yaitu selain merujuk kepada pasal – pasal dalam KUHP. Penerbit Politeia). . Sumber : “Kitab Undang-Undang Hukum. sadar akan perbuatannya yang melawan hukum dan bertanggungjawab penuh terhadap perbuatannya.