Anda di halaman 1dari 49

TB MILIER PADA ANAK

DENGAN SEPSIS
MAULIDA
1407101030116

dr. Nora Sovira, M. Ked (Ped), Sp.A
BAGIAN/ SMF ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
SYIAH KUALA/
RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN
3
1

Tuberculosis milier termasuk salah satu bentuk TB berat dan
merupakan 3-7 % kasus TB dengan angka kematian yang tinggi.

2

Tuberculosis milier merupakan jenis penyebaran bersifat LimfoHematogen yang biasanya terjadi dalam waktu 2-6 bulan pertama
setelah infeksi awal dan menyerang pada bayi dan anak usia < 5
tahun.

3
3

Gejala TB pada anak seringkali tidak khas dikarenakan sulitnya
mendiagnosis TB pada anak mengakibatkan keterlambatan anak dibawa ke
layanan kesehatan dalam keadaan Tb yang berat seperti TB milier. Demam
yang tidak jelas penyebabnya, penurunan berat badan ataupun tetap serta
anoreksia menempati urutan keatas sebagai gejala Tb milier pada anak.

4

Sepsis dan meningitis tuberculosis merupakan komplikasi yang dapat
terjadi pada Tuberculosis Milier yang tidak segera mendapat
penanganan dan perawatan.

EPIDEMIOLOGI
Di Amerika Serikat,
Berdasarkan
CDC,kejadian TB
Milier 257 pasien
(1,2%) dari 21.337
pasien TB adalah TB
milier.
TB milier di RSCM
yang didiagnosis
berdasarkan gambaran
klinis dan foto thoraks
adalah 19 pasien, lakilaki 11 pasien dan
perempuan 8 pasien
dengan rentang usia
2,5 bulan-11 bulan,
terbanyak usia 1-6

Insidens sepsis pada
anak 1-10 per 1000
kelahiran hidup dengan
mortalitas 13%-50%. Di
Amerika Serikat, sepsis
merupakan penyebab
kematian urutan ke 13
pada anak yang
berumur diatas 1 tahun

Di
Indonesia
sendiri,
penelitian di RSUP Dr. M.
Djamil pada tahun 20062007 dilaporkan dari 27
pasien TB yang 4 dirawat,
ditemukan 2 pasien (7%)

LAPORAN KASUS .

Banda Aceh Suku Tanggal Masuk Tanggal Pemeriksaan Aceh 05.2015 12.A 2 Tahun 11 Bulan Laki-Laki 1-07-33-50 Agama Ruangan Alamat Islam Seurune 1 Kuta Alam.IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin No.D.Desember. CM A.Desember-2015 .

Penurunan berat badan.ANAMNESIS 1 Keluhan Utama Demam Keluhan Tambahan 2 Batuk berdahak. keringat malam .

BAK dan BAB dalam batas normal. Tidak ada riwayat kejang setelah demam terjadi. Demam biasanya meningkat pada malam hari dengan suhu tertinggi (39. Tidak ada riwayat mual dan muntah. Ibunya juga mengeluhkan anaknya mengalami penurunan nafsu makan selama sakit dan penurunan berat badan dalam 2 bulan terakhir sebanyak ± 2 kg. . Pasien juga berkeringat malam hari walaupun sedang berada dalam ruangan berAC sejak ± 2 minggu SMRS. Ibu pasien juga mengeluhkan anaknya batuk berdahak yang sulit dikeluarkan serta pilek sejak ± 2 minggu SMRS.5ºc) dan turun dengan obat penurun panas tetapi kemudian demam meningkat kembali. tidak dijumpai kelainan.ANAMNESIS RPS 3 Pasien datang dibawa oleh orang tua ke IGD rujukan dr Spesialis Anak dengan keluhan demam tinggi bersifat hilang timbul sejak ± 1 bulan terakhir.

ANAMNESIS 4 RPD Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya. 5 RPK 6 RPO Nenek pasien menderita TB paru dan sedang dalam masa pengobatan OAT selama ± 3 bulan dan tinggal serumah dengan pasien. obat batuk dan obat penurun panas tetapi keluhan tidak berkurang. . Pasien sebelumnya sudah berobat jalan bersama dokter spesialis anak dan sudah mendapatkan antibiotik.

ditolong bidan. Ibu pasien juga menyangkal mengkonsumsi obat-obatan selama masa kehamilan.Imuni sasi 9 R.ANAMNESIS 7 R. 0-6 bulan : ASI 6 bulan-2 Tahun : ASI + MPASI 2 Tahun – sekarang : Makanan . diabetes melitus dan hipertensi selama hamil. trauma. Makanan Ibu pasien ANC teratur didokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan selama kehamilan dan tidak ada riwayat demam. Pasien hanya mendapatkan imunisasi Hepatitis BO pada saat lahir. Pasien lahir spontan secara pervaginam dengan kehamilan cukup bulan. Pasien merupakan anak pertama dari dua bersaudara. segera menangis setelah lahir. Berat badan lahir 3500 gram. keputihan. Kehamilan dan Persalinan 8 R.

STATUS INTERNUS K 11 .

Lanjutan. STATUS ANTROPOMETRI 1 Antopometri 2 Status Gizi  BB/U : 0 sampai -2 SD • BBL : 3500 (Gizi Baik) gram : 0 sampai -2 SD • BBS : 12  TB/U (Normal) Kg  BB/ TB : 0 sampai -1 SD • TB : 90 cm : Gizi Baik • HA : 2 tahun 4  Kesan bulan ...

CAIRAN DAN ASUPAN Kebutuhan Cairan .

sianosis (-/-) akral hangat (+/+) Konj. tipis dan jarang. tidak mudah rontok Serumen (-/-) Sekret (-/-) NCH (-) Mukosa bibir kering (-). perstaltik usus (+) . Soepel (+). timpani (+). wh (-/-). Bising (-). sclera ikterik (-/-) Simetris.PEMERIKSAAN FISIK Normochephali (LK=48 cm) Rambut hitam. ronkhi (-/-). pembesaran organ (-). Reguler. Palpebra Inferior pucat (-/-) . ves (+/+). Tidak teraba pembesaran KGB. Edema (-/-). Trakea di tengah Ikterik (-/-). SF kanan = SF kiri. retraksi intercostal (-/-) BJ I > BJ II.

5 103/mm3 18.5 106/mm3 5.0 Trombosit 150-450 103/mm3 385 Leukosit 6.3* Eosinofil 0-6 % 0 Basofil 0-2 % 0 Netrofil Segmen 2-6 % 1 Netrofil batang 50-70 % 63 Limfosit 20-40 % 28 Monosit 2-8 % 8 Hitung Jenis 7/12/2015 .Jenis Pemeriksaan Hematologi PEMERIKSAAN PENUNJANG Nilai Normal Satuan 5/12/2015 Hemoglobin 12-14.8-5.5 g/dl 12.0-17.5 Hematokrit 40-45 % 38* Eritrosit 3.

015 Bilirubin Negatif Darah Negatif Epitel 0-2 LPK Eritrosit 0-2 LPB 2-4 0-1 Glukosa Negatif Keton Negatif Lekosit 0-5 LBP 2-3 Protein Negatif .Jenis Pemeriksaan PEMERIKSAAN PENUNJANG Nilai normal Satuan < 0.00 n URINALISA Berat Jenis 1.5 Ng/mL 05/12/2015 07/12/2015 14/12/2015 Imunoserologi Prokalsitoni 2.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Expertise Foto : Pulmo : Tampak infiltrate kecil-kecil tersebar rata di paru kanan dan kiri Cor : Bentuk dan ukuran normal Kesimpulan : TB paru milier .

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Uji Tuberculin : Didapatkan hasil Positif dengan Indurasi 10 mm .

DIAGNOSA TB Milier + Tonsilofaringitis + Sepsis .

TERAPI MEDIKAMENTOSA IVFD 4:1 14 gtt/I makro Injeksi Meropenem 500 mg/8 jam IV Rimcure (ped) 1x II tab perhari Oral Rhinofed Tab II Ambroxol 60 mg 3x I Pulv (oral) perhari Cetirizine 30 mg Ascorbic Acid III Paracetamol syr 3x 1 cth oral .

PROGNOSIS BONAM BONAM BONAM QUO AD VITAM QUO AD FUNCTIONAM QUO AD SANACTIONAM .

TINJAUAN KEPUSTAKAAN .

namun lazim dapat mengenai beberapa orang (seluruh tubuh > 90 %). hingga penyakit fulminant akut yang disebabkan oleh penyebaran hematogen dan dapat mengenai satu organ sangat jarang < 5 %.DEFINISI TB milier merupakan jenis tuberculosis yang bervariasi mulai dari infeksi kronis. . lebar 1-5 mm diparu yang dapat dilihat dari gambaran radiologis. progresif lambat.  Istilah milier berasal dari gambaran lesi diseminata yang menyerupai butir padi-padian (millet seed) dengan ukuran rata-rata 2 mm.

tidak membentuk spora.  Basil tuberculosis berbentuk batang ramping lurus.2 μm–0. dengan ukuran panjang 2 μm-4 μm dan lebar 0.5 μm. Organisme ini tidak bergerak.ETIOLOGI DAN MORFOLOGI  Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Infeksi kuman (basil) Mycobacterium tuberculosis. tapi terkadang agak melengkung. dan tidak berkapsul. bila .

PATOGENESIS .

PATOGENESIS Penyebaran hematogen kuman TB melalalui beberapa cara : .

MANIFESTASI KLINIS Gejala 3 1 .

PENEGAKAN DIAGNOSIS Adanya Pemeriksaan Uji Tuberculin Positif 3 1 .

PENATALAKSANAAN 3 1 .

OAT PADA TB EKSTRAPARU .

DEFINISI Sepsis adalah penyakit sistemik yang disebabkan oleh penyebaran mikroba atau toksin ke dalam aliran darah dan menimbulkan respon sistemik. Hal tersebut akan merangsang suatu respon inflamasi sistemik. . Sepsis juga merupakan kedaruratan medik sehingga memerlukan pengobatan segera untuk menurunkan angka kematian.5. Sepsis terjadi bila bakteri yang masuk ke dalam tubuh atau sirkulasi tidak dapat dieliminasi secara elektif oleh tubuh atau terjadi kegagalan mekanisme pertahanan tubuh secara umum.

ETIOLOGI 3 1 .

atau uji PCR) infeksi disebabkan kuman pathogen atau sindrom klinis yang berhubungan dengan kemungkinan besar infeksi.PENEGAKAN DIAGNOSIS The American College of Chest Physicians dan The Society of Critical Care Medicine membuat konsensus untuk mendiagnosis sepsis. Response. Bukti infeksi meliputi penemuan positif pada pemeriksaan 3 1 . Infection. pengecatan jaringan. Salah satu cara pendekatan diagnosis adalah menggunakan pendekatan pendekatan PIRO (Presdisposition. Organ Dysfunction) + Infeksi yaitu suatu kecurigaan atau bukti (dengan kultur positif.

PENATALAKSANAAN IDAI merekomendasikan pemberian antibiotika inisial setelah diagnosis sepsis ditegakkan:  Ampisilin 200 mg/kgBB/hari diberikan IV dibagi dalam 4 dosis + aminoglikosida (garamisin 5-7 mg/kgBB/hari diberikan IV atau netilmisin 5-6 mg/kgBB/hari diberikan IV dibagi dalam 2 dosis). .  Ampisilin 200 mg/kgBB/hari diberikan IV dibagi dalam 4 dosis + sefotaksim 100 mg/kgBB/hari diberikan IV dibagi dalam 3 dosis. 3 1 .

ANALISA KASUS .

ANALISA KASUS .

ANALISA KASUS .

ANALISA KASUS Dari .

ANALISA KASUS Pasien .

ANALISA KASUS .

ANALISA KASUS .

ANALISA KASUS .

5 < 117 .< 18 tahun >110 not applicable > 14 > 11 atau < 4.5 atau < 5 < 100 2-5 tahun > 140 not applicable > 22 > 15.5 < 105 13.5 atau < 5 < 75 1 bulan – 1 tahun > 180 < 90 > 34 > 17.5 atau < 4.ANALISA KASUS Dibawah ini merupakan tabel tanda vital khusus sesuai umur dan variable Laboratorium : Kelompok usia Heart rate Takikardi Laju nafas Bradikardi (x/menit) ∑leukosit (x103/mm3) tekanan sitolik (mmHg) < 65 0 hari-1 minggu > 180 < 100 > 50 > 34 1 minggu – 1bulan > 180 < 100 > 40 > 19.12 tahun > 130 not applicable > 18 > 13.5 atau < 6 < 94 6.

ANALISA KASUS .

ANALISA KASUS .

ANALISA KASUS .

ANALISA KASUS oli. .

ANALISA KASUS .

TERIMA KASIH .