Anda di halaman 1dari 27

Disusun dan disampaikan oleh

:
Abdul Kadar

BALAI PELATIHAN KESEHATAN
SEMARANG

Badan PPSDM – DEPKES RI

Deskripsi Singkat
 Bencana
dan
kecelakaan
biasanya
merupakan peristiwa yang mendadak dan
disertai jatuhnya banyak korban.
 Bencana bisa diakibatkan oleh gejala alam
akan tetapi juga bisa diakibatkan ulah
manusia
 Kecelakaan pada umumnya diakibatkan
oleh ulah manusia akan tetapi bisa juga
akibat kesalahan teknis
 Apabila tidak ditangani dengan tepat dan
cepat
akan
menghambat,
merugikan
masyarakat dan pembangunan
 Untuk itu dibutuhkan penanganan yang
cepat dan tepat

Menjelaskan safe community dengan benar 2.Tujuan Pembelajaran Tujuan Umum : Peserta mampu memahami Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dengan benar Tujuan Khusus : 1. Menjelaskan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu dengan benar 3. Menjelaskan public safety center dengan benar .

. oleh dan untuk masyarakat • Pemerintah dan teknokrat merupakan Fasilitator dan Pembina • Merupakan salah upaya pelayanan kesehatan yang berorientasi pada Paradigma Sehat.Pengertian Safe Community • Adalah keadaan sehat dan aman yang tercipta dari.

keamanan dan kesejahteraan 2. Care Adalah kerjasama lintas sektoral untuk menata perilaku dan lingkungan di masyarakat untuk mempersiapkan. Cure Adalah peran utama sektor kesehatan dibantu sektor-sektor lain terkait upaya penanganan keadaan dan kasus-kasus . mencegah dan melakukan mitigasi dalam menghadapi berbagai hal yang berhubungan dengan kesehatan.Aspek-aspek Community Care 1.

VISI DAN MISI VISI : • Menjadi gerakan yang mampu melindungi masyarakat dalam keadaan darurat sehari-hari dan bencana. maupun atas dampak akibat terjadinya bencana • Terciptanya perilaku masyarakat dan lingkungan untuk menciptakan situasi sehat dan aman .

5. Mendorong terciptanya gerakan masyarakat 2. 3. dan sejahtera Mendorong kerja-sama lintas sektor dan program dalam gerakan mewujudkan masyarakat sehat dan aman Mengembangkan standar nasional dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Mengusahakan dukungan pendanaan bidang kesehatan dari pemerintah. untuk menjadi sehat.VISI DAN MISI MISI : 1. 4. aman. serta seluruh unit Yankes di . dan bantuan lain dalam rangka pemerataa dan perluasan jangkauan Yankes Menata sistem pendukung Yankes pra RS dan RS. bantuan luar negeri.

Safe Community. Partnership. Networking. membangun jejaring kerjasama dalam suatu sistem dengan melibatkan seluruh potensi 5. meliputi aspek care (pencegahan. kerjasama lintas sektor dan masyarakat 4. kebersamaan antara pemerintah-organisasi profesiorganisasi masyarakat 3. Equity.NILAI –NILAI DASAR SAFE COMMUNITY 1. Sharing. penyiagaan dan mitigasi) 2. memiliki rasa saling .

Membangun SPGDT yang dapat diterapkan pada seluruh lapisan masyarakat 4. Menggerakkan parsipasi masyarakat dalam gerakan safe community 2. Membangun respon masyarakat pada yankes dalam keadaan darurat melalui Pusat Pelayanan Terpadu (Public Safety+ potensi penyiagaan Faskes+PSM dalam menghadapi bencana 5. Menata perilaku masyarakat dan lingkungannya menuju perilaku sehat dan aman 3. Mempercepat response time kegawat- .TUJUAN SAFE COMMUNITY 1.

SASARAN YANG INGIN DICAPAI SAFE COMMUNITY 1. Puskesmas. kesehatan (RS. Meningkatkan kesadaran. Terwujudnya sub system komunikasi dan transportasi sebagai pendukung dalam system SPGDT. penyelamatan (pemadam kebakaran). Terlaksananya koordinasi Linsek dalam SPGDT : keamanan (kepolisian). dll. ambulan. . kemampuan dan kepedulian masyarakat dan profesi kesehatan dalam kewaspadaan dini kegawat-daruratan 2.) dalam wujud Public Safety Center 3.

SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU (SPGDT) PENGERTIAN : • Adalah sebuah sistem penanggulangan pasien gawat darurat yang terdiri dari unsur/komponen pelayanan pra-RS. . pelayanan RS dan antar RS • Pelayanan berpedoman pada respon cepat yang menekankan time saving is life and limb saving • Dengan melibatkan pelayanan oleh masyarakat umum dan khusus.

2009 Tentang Kesehatan a. UU No. dalam keadaan darurat. fasilitas Yankes pemerintah maupun swasta wajib memberikan . dan kepentingan terbaik bagi pasien • Ayat 2 : Pemerintah menjamin perlindungan hukum bagi setiap orang sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sesuai kemampuan yang dimilikinya b. Pasal 83 • Ayat 1 : setiap orang yang memberikan pelayanan pada bencana harus ditujukan untuk penyelamatan nyawa. Pasal 85 Ayat 1. pencegahan kecacatan lebih lanjut.DASAR PELAKSANAAN SPGDT 1. Pasal 84 Ketentuan lebih lanjut tentang penyelenggaraan kesehatan pada bencana diatur dengan Peraturan Menteri c.36 TH.

Merujuk melalui sistem rujukan untuk memperoleh penanganan yang lebih memadai c. Mencegah kematian dan cacat. Tujuan Khusus a. Menanggulangi korban bencana . hingga dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat sebagaimana mestinya b.TUJUAN SPGDT 1. Tujuan Umum Tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal. terarah dan terpadu bagi setiap anggota masyarakat yang berada dalam keadaan darurat 2.

SPGDT Sehari-hari (SPGDT-S) Adalah rangkaian upaya pelayanan gawat darurat yang saling terkait yang dilaksanakan di tingkat pra-RS. di RS. SPGDT Bencana (SPGDT-B) • • Adalah kerjasama antar unit pelayanan praRS dan RS dalam bentuk pelayanan gawat darurat terpadu khususnya pada terjadinya korban massal yang memerlukan peningkatan kegiatan pelayanan Tujuannya menyelamatkan korban sebanyakbanyaknya .PEMBAGIAN SPGDT 1. antar RS dan terjalin dalam satu system 2.

Penderita dilaporkan ke organisasi pelayanan penderita gadar untuk mendapat pertolongan medik c. Pra-Rumah Sakit a. antar RS dan terjalin dalam satu system Tujuannya korban tetap hidup Kegiatannya : 1. Diketahui adanya penderita gawat darurat oleh masyarakat b. di RS.PEMBAGIAN SPGDT SPGDT Sehari-hari (SPGDT-S) • • Adalah rangkaian upaya pelayanan gawat darurat yang saling terkait yang dilaksanakan di tingkat pra-RS. Pertolongan di tempat kejadian oleh anggota .

Antar Rumah Sakit a. Dalam Rumah Sakit a. Pertolongan di unit Gadar RS b. Organisasi dan komunikasi .PEMBAGIAN SPGDT Lanjutan kegiatan SPGDT-S : 2. Pertolongan di ICU/ICCU (jika diperlukan) 3. Rujukan ke RS lain (jika diperlukan) b. Pertolongan di kamar bedah (jika diperlukan) c.

Sub sistem transportasi dan evakuasi : upaya pelayanan transportasi penderita gadar a. dll. Tujuan : memindahkan pasien gadar dengan aman tanpa memperberat keadaan penderita ke sarana kesehatan yang memadai b. obat. peralatan. Perawat / paramedis c. c. SDM. Awam (biasa dan khusus) b.KOMPONEN SPGDT KOMPONEN PRA-RS : 1. Sub sistem ketenagaan : upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang awam dan petugas a. Medis /okter umum 2. Sarana transportasi : kendaraan. Persyaratan untuk transportasi : sebelum .

Sub sistem penanggulangan di tempat kejadian Sub sistem ini melibatkan orang awam dan awam khusus 5. Komunikasi kesehatan b. Sub sistem organisasi Keberhasilan penanggulangan korban gawat . Sub sistem komunikasi : upaya pelayanan komunikasi medik untuk penanggulangan pasien gadar a.KOMPONEN SPGDT KOMPONEN PRA-RS : 3. Komunikasi medis 4.

Sub sistem pelayanan intensif KOMPONEN PEMBIAYAAN Sumber biaya bisa berasal dari pemerintah & masyarakat : 1. Pemerintah Pusat /daerah 2. Jasa raharja. Astek 3. Sub sistem Pelayanan gawat darurat (di UGD RS) 2. Askes.KOMPONEN SPGDT KOMPONEN INTRA RUMAH SAKIT : 1. Dan lain-lain .

misalnya dengan cara perbaikan konstruksi . dan dampak. korban. kualitas kejadian. tempattempat rawan.FASE SPGDT 1. Fase supresi Upaya supresi (penekanan) bertujuan terjadinya penurunan jumlah korban gadar. frekuensi. jenis tenaga bantuan yang paling dibutuhkan 2. Fase Deteksi • Pada fase ini dapat diprediksi : frekuensi kejadian. kelompok korban. • Pada bencana alam dapat diprediksi : daerah rawan bencana. penyebab. jenis bangunan yang sering hancur.

Damkar. dll. ketersediaan sarana Gadar seperti ambulans. RS). Hansip. . • Dapat dilibatkan orang awam (yang menemukan atau menolong korban pertama kali) • Orang awam dapat dilatih menjadi awam khusus (pramuka.) dilatih tentang cara minta tolong. jaringan komunikasi. Fase Pra-RS • Keberhasilan pertolongan pasien gadar tergantung pada beberapa komponen : akses masyarakat kepada petugas terlatih (polisi. cara mengangkat dan mengirim korba. cara memasang balut bidai. Karang Taruna. Mahasiswa.FASE SPGDT 3. PMR. memberi bantuan hidup dasar.

Pertolongan di kamar bedah (jika diperlukan) c. dan sosial. Pertolongan di ICU/ICCU (jika diperlukan) 5. spiritual. Fase Rumah Sakit a. Fase Rehabilitasi Semua korban yang cedera akibat kecelakaan maupun bencana harus dilakukan rehabilitasi secara utuh. mental. . mencakup fisik. Pertolongan di unit Gadar RS b.FASE SPGDT 4.

.STRATEGI PENGEMBANGAN SPGDT 1. Teknologi : medik dan non medik 4. dll. Pembiayaan : asuransi. Administrasi dan manajemen : pembagian tugas dan kewajiban 2. prabayar. subsidi. Sumber daya manusia : sesuai kebutuhan setempat 3.

PUBLIC SAFETY CENTER (PSC) 1. yang bertujuan untuk mendapatkan respon cepat. dan unsur penyelamatan (misal Damkar) • Merupakan penanganan pertama Gadar yang membantu memperbaiki pelayanan pra-RS untuk menjamin respon cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa dan . SAR 113. unsur pengamanan (kepolisian 110). Pengertian • PSC merupakan ujung tombak safe community. • Merupakan sarana public/masyarakat yang merupakan perpaduan dari unsur pelayanan AGD 118.

Administrasi dan manajemen • Pengembangan visi. pemanfaatan serta pengembangannya. misi. Sumber Daya Manusia • Memacu sistem perencanaan pengadaan.PUBLIC SAFETY CENTER (PSC) 2. keijakan dan langkah-langkah • Pembagian tugas dan kewajiban. Strategi pembentukan dan pengembangan a. disesuaikan kebutuhan setempat • Untuk menjaga profesionalisme dibuat . kewenangan dan tanggung jawab antara Pusat-Provinsi-Kabupaten/Kota termasuk sarana/prasarana transportasi dan Yankes b. strategi.

Pembiayaan • Public goods. modifikasi. subsidi. private goods • Ditata melalui sistem pra bayar seperti JPKM. serta penguasaannya d.PUBLIC SAFETY CENTER (PSC) 2. Strategi pembentukan dan pengembangan c. public private. out of pocket . Teknologi • Pengembangan teknologi medik dan non medik beserta penunjangnya • Melalui sistem penapisan. asuransi. pemanfaatan.