Anda di halaman 1dari 14

NASKAH SEMINAR

TUGAS AKHIR

ANALISIS ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY
PENGGUNA LAYANAN KERETA API KALIGUNG DAN KERETA
API KAMANDAKA
(Studi Kasus: Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka Jurusan Semarang-Tegal)

Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S1
pada Program Studi Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan

Disusun oleh:
AMRISA ANGGUNANI
11/319477/TK/38605

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

.

1. tarif angkutan yang ditawarkan haruslah serendah mungkin agar dapat dijangkau oleh semua golongan yang membutuhkan.582. Nilai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) untuk Kereta Api Kaligung masing-masing adalah Rp 78. S. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis nilai ATP didasarkan pada alokasi dana untuk transportasi dan intensitas perjalanan sedangkan analisis WTP didasarkan pada persepsi pengguna terhadap tarif atas jasa pelayanan angkutan umum.120. Universitas Gadjah Mada. M.000.142. Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka memiliki karakteristik yang hampir sama. Akan tetapi. Strategi penelitian yang digunakan adalah metode survey state preference yang dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 153 penumpang KA Kaligung dan 153 penumpang KA Kamandaka.Naskah Seminar Maret 2016 ANALISIS ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY PENGGUNA LAYANAN KERETA API KALIGUNG DAN KERETA API KAMANDAKA (Studi Kasus: Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka Jurusan Semarang-Tegal) Amrisa Anggunani Mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.00 untuk KA Kaligung dan Rp 55. . penentuan tarif transportasi angkutan umum sifatnya masih didominasi oleh pihak operator dan belum mempertimbangkan kemampuan dan kemauan pengguna jasa. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan sudut pandang dari pihak-pihak yang terkait. terdapat 67.788.00 untuk KA Kamandaka. Yogyakarta. Bagi pengguna layanan transportasi umum. operator dan pengguna jasa. Imam Muthohar. operator sebagai penyedia jasa transportasi angkutan umum dan pengguna jasa transportasi angkutan umum. yaitu pemerintah sebagai regulator. Ability To Pay (ATP). perlu diadakan monitoring dan evaluasi tarif Kereta Api Kaligung dan Kamandaka sebagai salah satu alternatif moda angkutan umun untuk perjalanan SemarangTegal maupun sebaliknya. Mengestimasi nilai Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) pengguna layanan Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan.63% penumpang yang mampu membayar dan 87.58% penumpang yang mau membayar sedangkan untuk Kereta Api Kamandaka.00 dan Rp 55. diperlukan adanya peninjauan ulang penentuan tarif angkutan umum yang memperhatikan perbedaan kepentingan antara penyedia jasa dan pengguna jasa..1 Latar Belakang Penentuan tarif transportasi angkutan umum merupakan persoalan yang krusial dan sensitif. Indonesia. Kata Kunci: Tarif. Pada tarif eksisting Kereta Api Kaligung.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Oleh karena itu. Willingness To Pay (WTP) 1 PENDAHULUAN 1.000. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada 1 . tarif kedua kereta untuk rute Semarang – Tegal tidak sama. terdapat 68.T. Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. 3.00. Eng.00 dan Rp 64.00 sedangkan untuk Kereta Api Kamandaka adalah Rp 89. Yogyakarta. Indonesia Dr. Berapa besar nilai Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) pengguna layanan kereta api Kaligung rute Semarang – Tegal dan Kamandaka rute Semarang – Tegal? Bagaimana nilai ATP dan WTP pengguna layanan kereta api Kaligung rute Semarang – Tegal dan Kamandaka rute Semarang – Tegal terhadap tarif yang berlaku? Bagaimana tarif Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka jika dilakukan kenaikkan tarif dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan? 1. yaitu kereta api jarak menengah yang melayani perjalanan kelas Ekonomi AC. Kondisi ini menunjukkan bahwa tarif yang berlaku saat ini dianggap oleh sebagian penumpang masih lebih mahal jika dibandingkan dengan pelayanan yang diterima. okupansi tinggi serta kecepatan ratarata yang sebanding. 2. Universitas Gadjah Mada. INTISARI Penentuan tarif transportasi angkutan umum merupakan persoalan yang krusial dan sensitif dikarenakan adanya perbedaan sudut pandang dari regulator.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1.32% penumpang yang mampu membayar dan 88. Namun demikian.T.89% penumpang yang mau membayar. yaitu Rp 50. Tarif transportasi angkutan umum belum mempertimbangkan kemampuan dan kemauan pengguna jasa sehingga diperlukan adanya peninjauan ulang penentuan tarif angkutan umum yang memperhatikan perbedaan kepentingan antara operator dan pengguna jasa. Berdasarkan pada kondisi tersebut.

5 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian ditulis bahwa transportasi mempunyai peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Perkertaapian merupakan salah satu moda transportasi dalam sistem transportasi nasional yang mempunyai karakteristik pengangkutan secara massal dan keunggulan tersendiri. Analisis dilakukan terhadap pengolahan data yang diperoleh selama kurun waktu penelitian. sarana dan sumber daya manusia. dengan adanya penelitian ini diharapkan kemampuan dan kemauan masyarakat pengguna layanan dapat tersampaikan kepada pihak penyedia jasa moda angkutan kereta api. menambah wawasan dan pengetahuan tentang analisis tarif dengan menggunakan pendekatan Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) pengguna layanan kereta api Kaligung rute Semarang – Tegal dan Kamandaka rute Semarang – Tegal. serta memperkukuh ketahanan nasional dalam usaha mencapai tujuan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mengambil kebijakankebijakan yang terkait dengan penetapan besaran tarif kereta api. yang tidak dapat dipisahkan dari moda transportasi lain. 1. 2. 3. perkeretaaapian adalah salah satu kesatuan sistem yang terdiri atas prasarana. untuk menunjang. serta norma. pengembangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mewujudkan wawasan nusantara. yaitu Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT. 2. Menganalisis nilai ATP dan WTP pengguna layanan Kereta Api Kaligung rute Semarang – Tegal dan Kamandaka rute Semarang – Tegal terhadap tarif yang berlaku. mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman dan terpencil. penyelenggaraan transportasi berperan mendorong pemerataan pembangunan. sehingga terjadi suatu kegiatan yang berkesinambungan dalam menciptakan keseimbangan permintaan dan pemenuhan kebutuhan (demmand and supply). khususnya kereta api Kaligung rute Semarang – Tegal dan Kamandaka rute Semarang – Tegal. 1. 3. Bagi masyarakat pengguna layanan kereta api. Untuk mendukung perwujudan kesejahteraan masyarakat. Bagi Penulis.Maret 2016 2. 3. Pembangunan transportasi diharapkan dapat mendukung perwujudan Indonesia yang lebih sejahtera sejalan dengan upaya perwujudan Indonesia yang aman dan damai serta adil dan demokratis. 2. kriteria persyaratan dan prosedur untuk penyelenggaraan transportasi kereta api.2 Perkeretaapian Sebagai Transportasi di Masyarakat Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian. serta untuk melancarkan distribusi barang dan jasa dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor ekonomi nasional.1 Transportasi Sebagai Penunjang Kesejahteraan Masyarakat Fungsi transportasi secara umum merupakan urat nadi perekonomian negara yang menghubungkan berbagai kepentingan dari dua titik yang berbeda (asal-tujuan). Naskah Seminar Kereta Api Kaligung rute Semarang – Tegal dan Kamandaka rute Semarang – Tegal. 2. Penelitian ini tidak membahas analisis tarif dari pendekatan biaya operasional kereta api (BOKA).6 Keaslian Penelitian Berikut merupakan penelitian-penelitian terkait: 1. baik nasioanal maupun internasional. mendorong dan menggerakkan pembangunan nasioanl guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.4 Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada instansi terkait. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada . 2 Permata (2012) pernah menulis “Analisa Ability To Pay dan Willingness To Pay Pengguna Jasa Kereta Api Bandara Soekarno Hatta – Manggarai” Prajawan (2013) melakukan penelitian tentang “Evaluasi Penetapan Tarif Kereta Api Sancaka” Wulansari (2012) menulis tentang “Analisis Ablity To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) Pengguna Kereta Api Bandara” 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Mengestimasi tarif Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka jika dilakukan kenaikkan tarif dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan 1. perlu dikembangkan potensinya dan ditingkatkan peranannya sebagai penghubung wilayah. melayani kebutuhan masyarakat luas baik di perkotaan maupun pedesaan dengan harga terjangkau. Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.

2.1) Keterangan : It = Total pendapatan keluarga per bulan (Rp/Kel/Bulan) Pp = Persentase pendapatan untuk transportasi per bulan dari total pendapatan keluarga Pt = Persentase untuk angkutan dari pendapatan transportasi keluarga per bulan Tt = Total panjang perjalanan keluarga per bulan per trip (trip/kel/bulan) Dengan mengansumsikan bahwa setiap individu secara individual melakukan alokasi anggaran untuk melakukan perjalanan. Penetapan tarif kereta api di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. semakin tinggi harga suatu barang maka semakin sedikit permintaan terhadap barang tersebut. pada dasarnya semakin rendah harga suatu barang maka semakin banyak pemintaan terhadap barang tersebut. PM 69 Tahun 2014 tentang Pedoman Perhitungan dan Penetapan Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api. Akan tetapi. untuk mencapai tujuan lain. Hukum permintaan (The Law of Demand). danau dan penyebarangan. 2. penentuan biaya per ton kilometer per jam tanpa memperhitungkan apakah angkutan membawa muatan atau tidak sehingga jika angkutan memiliki muatan lebih kecil dari kapasitasnya maka harus menaikkan harga untuk menghindari kerugian.1. maka pendekatan travel cost individual dapat menggunakan rumus : 𝐴𝑇𝑃𝑖𝑛𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑢𝑎𝑙 = 𝐼𝑐∙%𝑇𝑐 𝐷 (3. Elastisitas permintaan berpengaruh terhadap keberhasilan dalam usaha menaikkan harga tarif jasa angkutan per ton kilometer per jam. maka nilai ATP dapat dianalisis dengan rumus berikut: 𝐴𝑇𝑃𝑢𝑚𝑢𝑚 = 𝐼𝑡∙𝑃𝑝 ∙𝑃𝑡 𝑇𝑡 (3. 5. Penghasilan per bulan Alokasi biaya transportasi Persentase biaya transportasi angkutan umum Intensitas perjalanan Jumlah anggota keluarga Dengan menggunakan pendekatan household budget. baik untuk angkutan manusia maupun barang. Ketentuan dan pedoman tarif yang berlaku terdiri dari angkutan barang dan tarif angkutan penumpang untuk angkutan jalan raya. Pendekatan yang digunakan dalam analisis ATP didasarkan pada alokasi biaya untuk transportasi dan intesitas perjalanan pengguna. Dengan demikian demand and supply berpengaruh terhadap penentuan tarif. Permintaan akan jasa angkutan berkaitan erat dengan kebutuhan serta kemampuan membayar dan kemauan membayar dari pengguna jasa tersebut. angkutan kereta api. Sebaliknya. Permintaan atas jasa transportasi merupakan kebutuhan akan transportasi dari pengguna sistem tersebut.Naskah Seminar 2. Oleh karena itu. permintaan transportasi disebut sebagai permintaan Maret 2016 turunan (derived demand) yang timbul akibat adanya permintaan akan komoditri atau jasa lain.2) Keterangan: Ic = Penghasilan %Tc = Persentase dari pengasilan untuk travel cost D = Frekuensi perjalanan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada 3 . 4. angkutan sungai.4 Teori Permintaan Dalam penentuan tarif jasa angkutan umum. Pengertian elastisitas permintaan menggambarkan derajat kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan yang terjadi pada variabel-variabel yeng mempengaruhinya. 3 LANDASAN TEORI 3. angkutan laut serta angkutan udara.1 Ability To Pay (ATP) Ability To Pay (ATP) adalah kemampuan pengguna jasa untuk membayar jasa angkutan yang diterimanya berdasarkan penghasilan yang dianggap ideal. Besaran ini menunjukkan kemampuan masyarakat dalam membayar ongkos perjalanan yang dilakukan. Penyelenggara jasa angkutan umum menentukan harga tarif angkutan berdasarkan jumlah biaya operasional angkutan menempuh jarak tertentu untuk memperoleh biaya per ton kilometer per jam yang kemudian ditambah dengan profit marjin sesuai dengan kondisi jasa angkutan tersedia.1 Abilty To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) 3. ATP juga didefinisikan sebagai batas maksimum kemampuan dari penghasilan seseorang yang dialokasikan untuk membayar jasa yang diterimanya.3 Tarif Kereta Api yang Berlaku di Indonesia Di Indonesia tarif angkutan diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah dan berlaku beberapa jenis tarif angkutan untuk tiap jenis angkutannya. Permintaan adalah kebutuhan masyarakat/individu terhadap suatu jenis barang. Faktorfaktor yang mempengaruhi ATP adalah : 1. salah satunya dipengaruhi oleh permintaan terhadap angkutan tersebut. 3.

2 1. Kondisi tersebut selanjutnya disajikan secara ilustratif dengan Gambar 3. Pendekatan yang digunakan dalam analisis WTP didasarkan pada persepsi pengguna terhadap tarif dari jasa pelayanan angkutan umum tersebut. 2.1: Untuk meninjau ATP dan WTP. pada kondisi ini terjadi keseimbangan utilitas pengguna dengan biaya yang dikeluarkan untuk membayar jasa tersebut. kemudian diolah untuk mendapatkan nilai rata-rata (mean) dari nilai WTP tersebut. pada kondisi ini pengguna disebut captive riders.1. Intervensi atau campur tangan pemerintah dalam bentuk subsidi langsung atau silang dibutuhkan pada kondisi dimana nilai tarif berlaku lebih besar dari ATP. 1. sehingga didapat nilai tarif yang sebesar-besarnya sama dengan nilai ATP. diantranya adalah: ATP lebih besar dari WTP Apabila terjadi kondisi seperti ini maka menunjukkan bahwa kemampuan membayar lebih besar daripada keinginan membayar jasa tersebut. 4. Dalam permasalahan transportasi WTP dipengaruhi oleh beberapa faktor.1 Kurva ATP dan WTP 4 Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. Willingness To Pay (WTP) Willingness To Pay (WTP) sebagai kesediaan pengguna jasa untuk mengeluarkan imbalan atas jasa yang diperolehnya. 3. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada . dengan rumus : 𝑀𝑊𝑇𝑃 = 1 𝑛 𝑛 𝑖=1 𝑊𝑇𝑃𝑖 (3. 2. 1999) Gambar 3. WTP juga didefinisikan sebagai jumlah maksimum yang akan dibayarkan pengguna jasa untuk menikmati peningkatan kualitas. Hal ini memungkinkan terjadi bagi pengguna yang mempunyai penghasilan yang relatif rendah tetapi utilitas terhadap jasa tersebut sangat tinggi. sehingga nilai tarif yang diberlakukan tidak boleh melebihi nilai ATP kelompok masyarakat sasaran. ATP sama dengan WTP Pada kondisi ini menunjukkan bahwa antara kemampuan dan keinginan membayar jasa yang dikonsumsi pengguna tersebut sama. 3. (Sumber : Tamin. ATP lebih kecil dari WTP Kondisi ini merupakan kebalikan dari kondisi diatas dimana keinginan pengguna untuk membayar jasa tersebt lebih besar dari pada kemampuan membayarnya. WTP merupakan fungsi dari tingkat pelayanan angkutan umum.Maret 2016 Naskah Seminar 3. ATP merupakan fungsi dari kemampuan membayar.1. Produk yang ditawarkan/disediakan oleh operator jasa pelayanan transportasi Kualitas dan kuantitas pelayanan yang disediakan Utilitas atau maksud pengguna terhadap angkutan tersebut Penghasilan pengguna Nilai WTP yang diperoleh dari masing-masing responden yaitu berupa nilai maksimum rupiah yang bersedia dibayarkan oleh responden untuk tarif angkutan umum.3 Hubungan Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) Dalam penentuan tarif angkutan umum sering terjadi ketidaksesuaian antara ATP dan WTP. Ini terjadi bila pengguna mempunyai penghasilan yang relatif tinggi tetapi utilitas terhadap jasa tersebut relatif rendah. sehingga bila nilai WTP masih berada di bawah ATP maka masih dimungkinkan melakukan peningkatan nilai tarif dengan perbaikan tingkat pelayanan angkutan umum. 2. sehingga keinginan pengguna untuk membayar jasa tersebut cenderung lebih dipengaruhi oleh utilitas. pengguna pada kondisi ini disebut choiced riders.3) Keterangan: MWTP = Rata-rata WTP N = Ukuran sampel WTPi = Nilai WTP maksimum responden ke i 3. maka aspek pengguna dijadikan subjek yang menentukan nilai tarif yang diberlakukan dengan prinsip sebagai berikut: 1.

maka peluang kesalahan generalisai semakin kecil dan sebaliknya.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 4. Akan tetapi. terdapat berbagai cara yang dikemukakan oleh para ahli. makin kecil jumlah sampel atau semakin menjauhi populasi. Survei dilakukan dengan cara meyebarkan kuesioner yang berfungsi untuk mengumpulkan data dari penumpang berupa kemampuan membayar dan kemauan membayar penumpang. Cara pemilihan sampel dikenal dengan nama teknik sampling atau teknik pengambilan sampel.3 Populasi dan Sampel Penelitian 4. Menentukan format dan gaya dari formulir isian. 5. pada penelitian ini menggunakan pendapat dari Slovin untuk menentukan jumlah sampel yang diperlukan. dimana tidak menimbulkan interpretasi lain dari 4. Menyusun penjelasan ataupun instruksi bagi responden. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan jumlah populasi dimana semakin besar jumlah sampel atau semakin mendekati populasi.2.2 Rancangan Kuesioner Kuesioner merupakan alat ukur untuk menganalisis suatu penelitian atau untuk mengkaji penelitian dengan cara mengumpulkan jawaban dari responden.2. 3. Kuesioner yang baik adalah kuesioner yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang baik. waktu yang digunakan untuk melakukan persiapan awal hingga menyelesaikan penyusunan laporan yaitu selama 7 bulan yang dimulai pada bulan September 2015 hingga Maret 2016. maka semakin besar kesalahan generalisasi.1 Teknik Sampling Sampel adalah sebagian dari populasi yang merupakan keseluruhan elemen atau unsur yang akan diteliti.2 Sampel Penelitian Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah 306 penumpang KA Kaligung dan KA Kamandaka rute Semarang-Tegal pada tanggal 25-28 Januari 2016. Untuk itu.4) Keterangan: n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi e = Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel 3. 4 METODE PENELITIAN Gambar 3. Merumuskan isi pertanyaan yang akan diajukan.3. 4.2. yang menghubungkan antara Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Tegal. 7. 2. Merumuskan tipe pertanyaan.1 Populasi Penelitian hanya dilakukan pada sebagian objek populasi yang telah ditentukan yaitu penumpang Kereta Api Kaligung rute Semarang-Tegal dan Kereta Api Kamandaka rute Semarang-Tegal. Penyusunan pertanyaan secara gramatikal. 6.3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan pada Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka. Untuk menentukan ukuran sampel dari suatu populasi. berada di Daerah Operasi IV (DAOP IV). Pengambilan data dengan meggunakan kuesioner dilakukan pada bulan Januari 2016. 4. langkah-langkah yang harus dilakukan meliputi : 1. Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.2 Ilustrasi Keleluasaan Penentuan Tarif Berdasarkan ATP-WTP 3. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada 5 . Menentukan format pertanyaan yang akan diajukan. 4.2 Waktu Penelitian Dalam penelitian ini. Strategi penelitian yang digunakan adalah metode survey state preference. Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel.1 Jenis Penelitian Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Naskah Seminar Maret 2016 responden. 4.2. Menentukan susunan pertanyaan. dengan rumus : 𝑁 𝑛 = (1+𝑁∙𝑒 2 ) (3.2 Teknik Sampling dan Rancangan Kuesioner 3. 4. Dengan proposi sampel 50% sampel yang berada di KA Kaligung dan 50% sampel yang berada di KA Kamandaka.

Tahapan kedua adalah studi literatur sebagai dasar pengetahuan dan referensi dalam mendukung penyelesaian masalalah tersebut.67% Tidak Bekerja 6 3. kuesioner dibagikan kepada 153 pengguna layanan Kereta Api Kaligung secara acak.1.27% Pelajar/Mahasiswa 76 49.65% Kendaraan pribadi 21 13. Hasil penelitian dan karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 5. e.1. 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.84% 2 1.4 Alur Penelitian Berikut merupakan alur dari penelitian ini: a.78% Belum menikah 99 64.05% Bus 5 3.92% Lainnya 14 9. Analisis dan pembahasan terkait dengan kemampuan dan kemauan membayar pengguna layanan dilakukan terhadap hasil pengolahan data.1 Analisis Karakteristik Responden KA Kaligung Dalam melakukan survei.27% Lainnya 3 1. f.58% 13 8.Maret 2016 Naskah Seminar 4.22% Wanita 93 60.99% Kategori Karyawan BUMN/BUMD Buruh Agak jarang (5-6 kali/bulan) Agak sering (7-8 kali/bulan) Sering (9-10 kali/bulan) 7 4.96% Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. Tabel 5. Proses pengumpulan data dilakukan dengan survei berupa pembagian kuisioner kepada penumpang KA Kaligung maupun KA Kamandaka dan data sekunder diperoleh dari PT.23% TNI/POLRI 4 2. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat ditari kesimpulan dari penelitian ini sesuai dengan tujuan penelitian. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada .18. c.88% 20-30 tahun 82 53.19% > 50 tahun 7 4.50% 6 3.15% Sangat jarang (1-2 kali/bulan) 100 65.61% Karyawan Swasta 38 24. KAI (Persero) DAOP IV Semarang.58% Pria 60 39.1 Karakteristik Responden KA Kaligung Profil Responden Umur Jenis Kelamin Status Perkawinan Alur penelitian digambarkan secara sistematis dalam bagan alir seperti di bawah ini: Pekerjaan Frekuensi Perjalanan SemarangTegal per Bulan Transportasi yang Sering Digunakan Perjalanan SemarangTegal 6 Frekuensi Persentase < 20 tahun 35 22.29% PNS 8 5.59% 31-40 tahun 18 11.76% 41-50 tahun 11 7.92% Sangat sering (>10 kali/bulan) 1 0.31% 5 3.73% Kereta api 124 81.1 Analisis Karakteristik Responden 5. Tahapan awal adalah identifikasi dan perumusan masalah dari objek penelitian yang telah ditentukan untuk mengetahui pokok permasalahan yang kemudian diuraikan menjadi rumusan masalah b.36% Jarang (3-4 kali/bulan) 26 16.71% Menikah 54 35. Proses selanjutnya setelah data yang dibutuhkan telah diperoleh adalah melakukan pengolahan data dengan menggunakan bantuan Ms. Office 2007 dan SPSS V. d.

11% > 50 tahun 18 11.84% Keluarga/Liburan 57 37.58% 9 5.07% 3 kali 9 5.88% lebih dari 3 kali 70 45.53% 2 kali 10 6.58% Sekolah 46 30.94% 31-40 tahun 23 15.61% Sangat sering (>10 kali/bulan) 0 0.2.Naskah Seminar Profil Responden Frekuensi Perjalanan Menggunakan KA Kaligung Frekuensi Perjalanan Menggunakan KA Kamandaka Alasan Menggunakan KA Kaligung Tempat Tinggal Maksud/Tujua n Perjalanan Jumlah Keluarga yang Ditanggung Maret 2016 Frekuensi Persentase 1 kali 13 8.31% Karyawan swasta 40 26. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada 7 .32% 1 kali 31 20.92% Lainnya 21 13.2 Karakteristik Responden KA Kamadaka Profil Responden Umur Jenis Kelamin Status Perkawinan Pekerjaan Frekuensi Persentase < 20 tahun 14 9.58% Lainnya 5 3.03% 41-50 tahun 17 11.96% Semarang 35 22.26% Kereta api 110 71.90% Belum menikah 80 52.19% 3 kali 4 2.68% Lebih nyaman 27 17.76% Pria 69 45.50% 2 kali 11 7.78% 1 10 6.15% 20-30 tahun 81 52.14% Karyawan BUMN/BUMD 4 2.07% Lainnya 72 47.88% Tegal 46 30.80% 3 23 15.65% Lebih aman 1 0.2 Analisis Karakteristik Responden KA Kamandaka Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah pengguna layanan Kereta Api Kamandaka sebanyak 153 orang.36% 33 21.88% 3 kali 5 3.84% 5.00% Kendaraan pribadi 31 20.57% 7 4.56% Lainnya 3 1.61% lebih dari 3 kali 103 67.96% Pelajar/Mahasiswa 59 38. Karakteristik responden dijelaskan pada Tabel 5.07% Kategori Lainnya 5 3.27% Tidak ada 93 60.27% 1 kali 36 23.10% Wanita 84 54.90% Bus 7 4.54% 2 15 9.70% 1 kali 54 35.26% 2 kali 9 5.59% Kategori Sangat jarang (1-2 kali/bulan) Jarang (3-4 kali/bulan) Frekuensi Perjalanan SemarangTegal per Bulan Transportasi yang Sering Digunakan Perjalanan SemarangTegal Frekuensi Perjalanan Menggunakan KA Kaligung Frekuensi Perjalanan Menggunakan KA Kamandaka Agak jarang (5-6 kali/bulan) Agak sering (7-8 kali/bulan) lebih dari 3 kali Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.75% Lebih murah 50 32.65% Lebih cepat 13 8.1.25% Bisnis 7 4.29% Menikah 73 47.06% Dinas/Kerja 38 24. Tabel 5.61% Buruh 3 1.88% Sering (9-10 kali/bulan) 4 2.27% 108 70.56% Tidak Bekerja 6 3.73% 100 65.03% lebih dari 3 12 7.54% 3 kali 4 2.61% lebih dari 3 kali 125 81.50% Kesesuaian jadwal 59 38.71% PNS 18 11.76% TNI/POLRI 2 1.29% 2 kali 20 13.

3 Perbandingan Karakteristik Responden KA Kaligung dan KA Karakteristik responden yang yang beragam mempengaruhi kemampuan dan kemauan responden untuk menggunakan jasa KA Kaligung maupun KA Kamandaka.55% responden yang mampu membayar dikarenakan sebagian besar responden memiliki ATP dibawah rata-rata sedangkan sebagian responden memiliki ATP yang sangat tinggi.00 .92% Tidak ada 79 51.Rp 69.65% Lebih cepat 9 5.11% Semarang 39 25.1 Diagram Pendapatan Responden KA Kaligung Dari hasil analisis yang telah dilakukan untuk responden KA Kaligung.526.67% Dinas/Kerja 45 29.2 Analisis Ability To Pay (ATP) Dapat dilihat pada Gambar bahwa ATP rata-rata responden yang sebesar Rp 78.19% 2 20 13. Dari analisis perbandingan karakteristik responden Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka di atas.00 masih berada di atas tarif resmi yang diterapkan oleh PT KAI (Persero).88% Sekolah 46 30.72% Bisnis 9 5.00.2 Diagram ATP Responden KA Kaligung 5.000. 5.84% Lainnya 76 49.63% 1 11 7.Maret 2016 Naskah Seminar Profil Responden Alasan Menggunakan KA Kaligung Tempat Tinggal Maksud/Tujuan Perjalanan Jumlah Keluarga yang Ditanggung Frekuensi Persentase Lebih murah 17 11. dapat disimpulkan bahwa karakteristik responden dari kedua kereta api tersebut hampir sama.11% Lebih nyaman 14 9. 5. analisis dari Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka dapat dijadikan perbandingan.1.138.595.07% 3 26 16.14. Dari analisis data didapatkan pendapatan rata-rata responden KA Kamandaka adalah sebesar Rp 5.99% lebih dari 3 17 11.00 dan ATP maksimum sebesar Rp 400. diperoleh ATP rata-rata sebesar Rp 78.00.000. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada .49% Tegal 38 24. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 5. yaitu sebesar Rp 50.11% Kategori Gambar 5. Gambar 5.88% Kesesuaian jadwal 95 62. Dengan ini.12. 8 Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.120.999.00.000.00. Hasil lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 5. Persentase range ATP terbesar adalah 30.4.889.00.00.4.13.120.1 Analisis Ability To Pay KA Kaligung 5.003.07%.41% Keluarga/Liburan 47 30.07% Lainnya 6 3. yaitu dengan nilai ATP antara Rp 60.09% Lainnya 17 11.15% Lebih aman 1 0. sedangkan nilai ATP minimum sebesar Rp 10. Hasil lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 5.2 Analisis Ability To Pay KA Kamandaka Pendapatan rata-rata responden KA Kaligung adalah sebesar Rp 3. Pada ATP ratarata hanya sebanyak 28.

5 Diagram Tarif KA Kaligung Menurut Pendapat Responden WTP rata-rata menurut pendapat responden adalah Rp 55. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 5.999.667.00 dan WTP maksimum sebesar Rp 150.00.999.00. sedangkan nilai ATP minimum sebesar Rp 7.1 Analisis Willingness To Pay KA Kaligung Berdasarkan kualitas pelayanan yang didapatkan oleh pengguna layanan Kereta Api Kaligung.80%. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada 9 .Naskah Seminar Maret 2016 sebesar Rp 100. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 5.000.582.00 – Rp 49. Gambar 5. persentase sebesar 15.999.000.00.84% pada range Rp 70.00 dan tarif maksimum Gambar 5. yaitu dengan nilai ATP lebih dari Rp 120.000.00 sedangkan untuk WTP minimum adalah sebesar Rp 10.52%.7888. Berbeda dengan KA Kaligung. yaitu sebesar Rp 55. Gambar 5.00.000.6 Diagram WTP Respoden KA Kaligung Dapat dilihat pada Gambar 5.58% yang mau membayar. Pada WTP rata-rata terdapat 77.00 – Rp 59.582.000.000.000. yaitu pada range tarif Rp 50.99.3 Diagram Pendapatan Responden KA Kamandaka Setelah dilakukan analisis terhadap responden KA Kamandaka. 5.915.15.00 – Rp 69. kemudian persentase sebesar 23.000.00. yaitu sebesar Rp 50.000.00. pada ATP rata-rata KA Kamandaka sebanyak 41. Gambar 5.00 – Rp 79.16.00.000.00 dan ATP maksimum sebesar Rp 66. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 5.00.00% responden yang mampu membayar dikarenakan persebaran ATP lebih merata.00. tarif rata-rata KA Kaligung menurut pendapat responden adalah Rp 45.3.788.999.53% pada range Rp 60. Persentase range ATP terbesar adalah 26. diperoleh ATP rata-rata sebesar Rp 89.00.000.00 – Rp 59.15 bahwa ATP rata-rata responden yang sebesar Rp 89.999.00.00.69% pada range Rp 40. Persentase range WTP terbesar adalah 44.19 bahwa WTP rata-rata responden yang sebesar Rp 55.44% pada range Rp 50. Tarif minimum menurut pendapat responden adalah Rp 10.333. Hal ini dikarenakan tarif yang berlaku saat ini dianggap oleh sebagian Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.15% respoden yang mau membayar.00 dan persentase sebesar 7.3 Analisis Willingness To Pay (WTP) 5.00 masih berada di atas tarif resmi yang diterapkan oleh PT KAI (Persero).00 masih berada di atas tarif resmi yang diterapkan oleh PT KAI (Persero).000.19. sedangkan pada tarif resmi sebanyak 87. Sedangkan persentase range terbesar adalah 57.4 Diagram ATP Responden KA KAmandaka Dapat dilihat pada Gambar 5. sementara tarif resmi berada pada Rp 50.000.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 5.00.36% dan nilai WTP responden adalah 79.000.00 dan tarif maksimum sebesar Rp 80.000.00. memberikan beberapa alternatif tarif yang dapat direkomendasikan jika dilakukan kenaikkan tarif dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan.065. Semakin tinggi tarif KA Kaligung maka semakin rendah persentase ATP dan WTP responden.58%. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 5.00. Tarif minimum menurut pendapat responden adalah Rp 30.00.000.89% yang mau membayar. Gambar 5.999. 5.00.00 – Rp 69.000. Pada tarif ini. Pada tarif ini.67%.4.36%. Pada tarif yang berlaku saat ini. Persentase range WTP terbesar adalah 41.2 Analisis Willingness To Pay KA Kamandaka Berdasarkan kualitas pelayanan yang didapatkan oleh pengguna layanan Kereta Api Kamandaka.3.000. Pada WTP 10 Gambar 5.00 – Rp 59. nilai ATP responden adalah Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.00. sedangkan pada tarif resmi sebanyak 88.00 masih berada di atas tarif resmi yang diterapkan oleh PT KAI (Persero).00. yaitu sebesar Rp 55.4 Analisis Tarif Berdasarkan ATP dan WTP 5. sementara tarif resmi berada pada Rp 55.000.24 bahwa nilai ATP dan WTP masih berada di atas tarif resmi yang ditetapkan oleh PT KAI.23 bahwa WTP rata-rata responden yang sebesar Rp 64.000.142. Berikut ini adalah alternatif tarif yang direkomendasikan: Alternatif Tarif 1 Alternatif tarif yang pertama untuk Kereta Api Kaligung adalah sebesar Rp 55.23.63% dan WTP responden 87. yaitu sebesar Rp 50.000. Sedangkan persentase range terbesar adalah 66. yaitu pada range tarif Rp 50.20.000.9 Diagram Perbandingan ATP dan WTP KA Kaligung Hasil dari evaluasi tarif berdasarkan nilai ATP dan WTP responden Kereta Api Kaligung.74%.18% pada range Rp 60.00. Ini berarti bahwa jika persentase penumpang yang akan menggunakan Kereta Api Kaligung jika berdasarkan persentase terkecil dari ATP dan WTP maka penumpang kereta api sebesar 65. 5.142. nilai ATP responden adalah 65.000. Alternatif Tarif 2 Alternatif tarif yang kedua adalah sebesar Rp 60. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada .00 sedangkan untuk WTP minimum adalah sebesar Rp 30. nilai ATP responden adalah 68. Hal ini dikarenakan tarif yang berlaku saat ini dianggap oleh sebagian responden masih lebih mahal jika dibandingkan dengan pelayanan yang diterima.999.7 Diagram Tarif KA Kamandaka Menurut Pendapat Responden WTP rata-rata menurut pendapat responden adalah Rp 64.000.8 Diagram WTP Responden KA Kamandaka Dapat dilihat pada Gambar 5. rata-rata terdapat 67.00. Gambar 5.00.Maret 2016 Naskah Seminar responden masih lebih mahal jika dibandingkan dengan pelayanan yang diterima.98% respoden yang mau membayar.1 Analisis Tarif Berdasarkan ATP dan WTP KA Kaligung Dapat dilihat dari Gambar 5.00 dan WTP maksimum sebesar Rp 170. tarif ratarata KA Kamandaka menurut pendapat responden adalah Rp 50.

00.00. Gambar 5. Pada tarif yang berlaku saat ini. nilai ATP responden adalah 67. Nilai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) untuk Kereta Api Kaligung masingmasing adalah Rp 78. Semakin tinggi tarif KA Kamandaka maka semakin rendah persentase ATP dan WTP responden.4.Naskah Seminar 62. 5. Sedangkan untuk Kereta Api Kamandaka masing-masing adalah Rp 89. Hal ini dikarenakan alternatif tarif menyesuaikan dengan nilai ATP maupun WTP dari masing-masing KA Kaligung dan KA Kamandaka. maka dapat diambil beberapa kesimpulan: 1.00 dan Rp 55.00. Pada tarif eksisting Kereta Api Kaligung.2 Analisis Tarif Berdasarkan ATP dan WTP KA Kamandaka Dapat dilihat dari Gambar 5. dapat diketahui bahwa tarif berdasarkan ATP maupun WTP KA Kamandaka lebih tinggi jika dibandingkan dengan KA Kaligung.10 Diagram Perbandingan ATP dan WTP KA Kamandaka Hasil dari evaluasi tarif berdasarkan nilai ATP dan WTP responden Kereta Api Kamandaka. Sedangkan untuk Kereta Api Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan.71% dan nilai WTP responden adalah 66. Ini berarti bahwa persentase penumpang yang akan menggunakan Kereta Api Kaligung adalah sebesar 45.000. memberikan beberapa alternatif tarif yang dapat direkomendasikan jika dilakukan kenaikkan tarif dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan.09% dan nilai WTP responden adalah 45. Berikut ini adalah alternatif tarif yang direkomendasikan: Alternatif Tarif 1 Alternatif tarif yang pertama untuk Kereta Api Kamandaka adalah sebesar Rp 60.00 dan Rp 64. Sedangkan sebagian penumpang KA Kaligung memilih menggunakan KA Kaligung dikarenakan lebih murah.58% penumpang yang mau membayar.5 Analisis Perbandingan Tarif KA Kaligung dan KA Kamandaka Dilihat dari Gambar 5.75%.71%.26. Ini berarti bahwa jika persentase penumpang yang akan menggunakan Kereta Api Kamandaka jika berdasarkan persentase terkecil dari ATP dan WTP maka penumpang kereta api sebesar 66.25 bahwa nilai ATP dan WTP KA Kamandaka masih berada di atas tarif resmi yang ditetapkan oleh PT KAI. Alternatif Tarif 2 Alternatif tarif yang kedua adalah sebesar Rp 65. Pada tarif ini.32% dan WTP responden 88.000. Maret 2016 5. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada 11 .582. yaitu sebesar Rp 55.01% dan nilai WTP responden adalah 77. Pada tarif ini.788. terdapat 68.142. nilai ATP responden adalah 64.75%. Ini berarti bahwa persentase penumpang yang akan menggunakan Kereta Api Kamandaka adalah sebesar 64. 2.11 Diagram Evaluasi Tarif KA Kaligung dan KA Kamandaka 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.00. Hal ini dikarenakan tarif resmi KA Kamandaka lebih tinggi dan menyebabkan karakteristik penumpang KA Kamandaka juga memiliki pendapatan lebih tinggi. Gambar 5. Alternatif tarif 1 maupun alternatif tarif 2 KA Kamandaka juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan KA Kaligung.120.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) untuk Kereta Api Kaligung dan Kereta Api Kamandaka.000.01%.63% penumpang yang mampu membayar dan 87.45%. nilai ATP responden adalah 66.89%.00.01%.

White. 1985. Jakarta: LP3ES Indonesia. et al.. & Effendi. Evaluasi Tarif Angkutan Umum dan Analisis „Ability to Pay‟ (ATP) dan „Willingness to Pay‟ (WTP) di DKI-Jakarta. Jakarta. P. London: VCL Press.Z. 2002. Untuk pihak pemerintah maupun perusahaan penyedia jasa (PT KAI). Alternatif tarif yang dapat direkomendasikan jika dilakukan kenaikkan tarif dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan untuk Kereta Api Kaligung adalah sebagai berikut: 1) alternatif pertama yaitu. Warpani.000. Kondisi ini menunjukkan bahwa tarif yang berlaku saat ini dianggap oleh sebagian penumpang masih lebih mahal jika dibandingkan dengan pelayanan yang diterima.E. yaitu Rp 60. Salim. D. O. L. sehingga karaketeristik penumpang lebih terwakili.74%. Kementrian Perhubungan Republik Indonesia.. Mikro Ekonomi Teori Pengantar (edisi ketiga).00 dengan nilai ATP sebesar 66. 3. Penetapan/penyesuaian tarif seharusnya dilakukan dengan melakukan penyesuaian terhadap tingkat kualitas pelayanan yang diberikan. Permata. Setijowarno. Jurnal Transportasi. 1982. Manajemen Transportasi.. pp. maka dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut: 1.75%. 1996.89% penumpang yang mau membayar. Manajemen Transportasi. Fakultas Teknik – Universitas Gadjah Mada . Jakarta: Ghalia Indonesia.36% dan nilai WTP sebesar 79.L.01%. 6. Semarang: Penerbit Universitas Katolik Soegijapranata. 2.00 dengan nilai ATP sebesar 62. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Metodologi Penelitian Survai (edisi revisi). New Jersey: Prentice Hall.R. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tentang Perkeretaapian. Jakarta: Rajawali Pers. Public Transportation: Planning. Jakarta: Erlangga. Depok: Universitas Indonesia. Analisa Ability To Pay dan Willingness To Pay Pengguna Jasa Kereta Api Bandara Soekarno Hatta-Manggarai. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. 2) alternatif kedua yaitu. England: Heinemann Educational Books Limited.000. Untuk penelitian selanjutnya. M.121. 2012. Rp 55. Morlok. A. Manheim.. Bandung: Penerbit ITB. S.. Pengantar Teknik Perencanaan Transportasi. Tamin. S. Operation and Management. H. Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 69 Tentang Pedoman Perhitungan Dan Penetapan Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api. yaitu Rp 65. dan Nasution.00 dengan nilai ATP sebesar 65.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yan telah dilakukan.M.000..Maret 2016 Naskah Seminar Kamandaka. 2) alternatif kedua. Peranan Infrastruktur Kereta Api Terhadap Perekonomian Daerah.00 dengan nilai ATP sebesar 64. I(2). 2010. Public Transport: Its Planning Management And Operations. S.71% dan nilai WTP sebesar 66..135. 12 Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. 2000. M. 3.B.45%. Sedangkan untuk alternatif tarif Kereta Api Kamandaka adalah sebagai berikut: 1) alternatif pertama.A. Gray. 2011. E. pembagian kuesioner sebaiknya lebih selektif dalam memilih respondennya agar data yang diperoleh lebih merata. 2001. 2014. R. 1999.. M. Pengantar Sistem Transportasi. Pengelolaan Lalulintas Dan Angkutan Jalan. Jakarta.000.. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Singarimbun.N.. G. 2011. Republik Indonesia. Jakarta. Sukirno.09% dan nilai WTP sebesar 45. 2007.01% dan nilai WTP sebesar 77.. Transport Economics.K. Tesis. 1979.. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 52 Tentang Jalur Kereta Api. terdapat 67. Rp 60. K. DAFTAR PUSTAKA Button. dalam hal menentukan tarif sebaiknya tidak hanya menggunakan analisis Biaya Operasional Kereta Api (BOKA) tetapi juga harus mengetahui kemampuan (ATP) dan kemauan (WTP) penumpang (pengguna layanan) agar tarif yang ditetapkan tidak memberatkan kedua belah pihak. New York: MIT Press. Fundamentals of Transportation System Analysis. 1995. Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 65..32% penumpang yang mampu membayar dan 88. & Frazila. 1979. & Hoel. 1993.P.J.