Anda di halaman 1dari 36

NEOPLASMA

SITI MARDIYAH

NEOPLASMA
1. Sel Normal
Tubuh tersusun oleh sel jaringan/organ
Memperbanyak diri melalui mitosis : 1 2
tumbuh besar
Proses pembelahan : terkendali, menuruti
aturan dan kaidah normal

Siklus pertumbuhan sel, dibagi menjadi


1. SiKlus pertumbuhan morfologi
a. Fase mitosis
Pembelahan sel
1 2 sel anak
Bia dilihat secara mikroskopik
b. Fase Interfase
Sel anak muda dewasa
Tak bisa dilihat dg mikroskop

2.

Siklus pertumbuhan kimiawi


a. Fase G1 : Gap 1 :
Sel anak yang baru terbentuk dewasa,
membentuk RNA, protein, enzim, dsb
Sel dewasa masuk zona pembatasan (R) (Go,
Fase S)
b. Fase s
Sintetis DNA baru
c. Fase G2 : Gap 2
Membentuk RNA, protein, enzim, dsb
persiapan Fase M
d. Fase M
Pembelahan sel : 1 2 sel
23 utas rantai ganda DNA = 2 23 utas rantai
tunggal DNA

Sel terdiri :

Selaput sel

Sitoplasma

Inti :
Kromosom
Deoxyribosa = gula

Fosfat

DNA

Base nitrogen : A, G, C, T
Gen :

Unit terkecil sel makhluk hidup yg


mengandung kode genetik yg spesifik
5000 10000 gen
Protoonkogen , gen supresor tumor, gen
apoptosis , gen DNA repair

mutasi
Tumor

Ada 4 gen yang menjad sasaran kerusakan genetik :


1. Protoonkogen
Protoonkogen onkogen onkoprotein neoplasma
mutasi titik
translokasi
amplifiaksi gen

2. Gen supersor tumor

3. Gen opoptosis : BCl 2 ,BAX.


4. Gen DNA repair : BrCA 1, 2

Karsinogenesis : proses
multistep: - inisiasi
- promosi
- progresi

2.

Sel neoplasma

Sel-sel yang membelah diri tanpa mengikuti aturan


normal, tidak terkendali, tidak terkoordinasi,
tumbuh melebihi jaringan normal benjolan
(tumor)

Ilmu yang mempelajari : onkologi

Neoplasma : jinak & ganas

GanasJinak
1. Infiltratif ekpansif
2. Kapsul (-)
+
3. Mudah digerakkan (-) +
4. Residif (+)
5. Metastasi (+), kec. Ca basoseluler 6. Tumbuh : lambat cepat
lambat
7. Perubahan-perubahan inti
- Inti sel tampak > besar : 1:1/1:2
- Pleomorfi
- Hiperkromasi
- Nucleoli prominent
- Inti bizare
8. Anaplasi (+)
9. Kehilangan polaritas (+)
10. Kematian (+) -

KELAINAN PERTUMBUHAN & DIFERENSIASI SEL


# Kel. Pertumbuhan
fisiologik
1. Berkurang :

atrofi

kelaparan
endokrin

patologik

iskemik

hipoplasi

tekanan

aplasi

disuse

agenesis

neuropatik

2. Bertambah
fisiologik
Hiperplasi
patologik
fisiologik
Hipertropi
patologik

# Keluhan differensiasi sel


Metaplasi
squamosa
Epitel
kolumner
Mesensim
Diplasi
Pertumbuhan yang menyimpang tapi tidak neoplastik
Revesibel

Penyebaran Ca
Setempat
Jauh : metastasis, melalui :
# hematogen = sarkoma
# limfogen

= karsinoma

# transplantasi langsung / menyebar dalam


rongga tubuh

Grading & Staging


- Grading : berdasarkan differensiasi histopatolgi

- Staging : berdasarkan keadaan klinik


TNM

* Terapi ?
* Prognosis ?

Penamaan Neoplasma

EPIDEMIOLOGI
1. Insidens
: kasus baru / 100.000 penduduk
Indonesia : ?
WHO : 180 / 100.000
Semarang : 1990 1999
: 148 / 100.000

2. Geografi
Distribusi geografi
Lingkungan hidup ~ karsinogeneis
Co :Ca paru ~ perokok, pekerja tambang
batubara, asbes
Ca kulit ~ petani, nelayan
Ca mama > di AS : Jepang, Taiwan, Ca
mama di AS : 22, Inggris : 28, Belanda : 26,
Jepang : 5
Ca hati di AS : di Afrika, Ca lambung 7x
> di Jepang : AS

3.

Distribusi umur
: jarang < 20 thn; sampai saat menopause

4.

Faktor resiko
a. Lingkungan hidup :

Penyinaran sinar matahari, radiasi

Bahan kimia

Makanan

Virus & parasit

b. Gaya hidup
c. Keturunan

Faktor penyinaran
Sinar yang dapat mengionisasi air & elektrolit, co :
sinar-X
Ionisasi air dan elektrolit dalam jaringan
disintegrasi sel menginduksi mutasi & kematian sel
Sinar UV ~ ca. kulit
FaktorR virus & parasit
Virus Hep. B ~ Ca hepar
Virus HPV ~ Ca. cervix
Virus EBV ~ lymphoma Burkit, Ca. nasofaring
CMV ~ sarkoma kaposi
Parasit shistosomiasis ~ Ca. kandung kemih
Parasit chlonorchis ~ Ca. empedu

Faktor bahan kimia


Berbagai bahan
kimia tertentu
merupakan FR
terjadinya kanker
Co : arang & tir,
asbes, kromium,
arsen,
vinylchlorida, 4aminodiphenyl dll.

Faktor makanan
Makanan yang meningkatkan resiko kanker
Lemak tinggi ~ Ca. mama
Nitrosamin ~ Ca. gaster
Makanan asin, asap, dipanggang : Ca. ousopagus,
Ca. lambung.
Alkohol ~ Ca. hati
Makan kacang-kacangan yang mengandung
aflaktoxin ~ Ca. hati

Makanan yang menurunkan risiko kanker


Makanan serat ~ menurunkan Ca. kolon
-menurunkan transit time
-mengikat karsinogen
-mengandung indol
Vit. A dan retinoid (cegah metaplasi ep)
Makanan sayur-sayuran, buah-buahan, kacangkacangan

Faktor gaya hidup


Makanan
Minuman keras
Merokok
Menginang
Terik sinar matahari
Kawin muda
Sirkumsisi
Faktor keturunan
Beberapa keluarga herediter mudah mendapat kanker
Co: xeroderma pigmentosum : Ca. kulit
polyposis coli
: Ca. kolon

Faktor risiko Ca. cervix uteri


Seorang wanita yang menikah dini
Banyak melahirkan
Berganti-ganti mitra seksual
Higiene kelamin yang jelek
Infeksi HPV
Faktor risiko Ca. paru
Merokok
Polusi udara
Asbestosis

Faktor risiko Ca. mamae


menarche dini
menopause lambat
Tidak menikah
Tidak menyusui
Melahirkan anak pertama pada usia > 35 thn
Riwayat keluarga Ca. mamae
Riwayat penyakit mamae
Makanan tinggi lemak

PENANGGULANGAN KANKER
Tujuan :
1.

Mencegah timbulnya kanker

2.

Penyembuhan penderita dari kanker

3.

Mengurangi morbiditas dan mortalitas karena Ca

4.

Mengurangi penderitaan dan invaliditas karena Ca

5.

Memperbaiki kualitas hidup penderita Ca

Pencegahan kanker
1a. Pencegahan primer
Usaha untuk mencegah timbulnya kanker
dengan : - hentikan/ubah kebiasaan hidup yang
meningkatkan risiko kanker
- hindari kontak dan karsinogen
- obati tumor jinak dan lesi pra kanker

1b. Pencegahan sekundair


Usaha untuk mencegah timbulnya kerusakan lebih
lanjut oleh karena kanker
dengan : deteksi dini : untuk menemukan kanker dini
1*. Tingkat manifestasi klinik
W : Waktu BAB/BAK ada perubahan kebiasaan/
gangguan
A : Alat pencernaan terganggu/sukar menelan
S : Suara/batuk yang tidak sembuh-smbuh
P : Payudara/tempat lain ada benjolan
A : Andeng-andeng yang berubah sifatnya,
menjadi makin besar dan gatal
D : Darah dan lendir yang abnormal keluar dari
tubuh
A : Adanya koreng/borok yang tak mau
sembuhsembuh

SADARI Ca. mamae


SOLITRI Ca. kulit
2*. Tingkat seluler
- SITOLOGI
-eksfoliatif - pap smear
- sputum
-aspiratif
#Perubahan morfologi (bentuk, ukuran sel)
#Normal displasia ganas

3*. Tingkat subseluler


perubahan pada kromosom, urutan nukleotida DNA,
jumlah kandungan DNA, aktivitas profilerasi sel
1c. Pencegahan tertier
Usaha untuk mencegah timbulnya komplikasi kanker