Anda di halaman 1dari 20

Bab 4.4.

Berat jenis beton


Beton normal berat jenisnya sekitar 2,2 - 2,4
Beton khusus berat jenis berkisar dari 0,4 4,0
Perbedaan ini akibat oleh berat jenis agr-nya.
Berdasarkan bj nya, beton dikelompokkan :
Beton sangat ringan
Beton ringan
Beton normal
Beton berat

Pemakaian jenis2 beton


(lihat Tabel:4.2.)

Non-struktur (lisplang, dinding, langit 2,dsb


Struktur ringan (kolom rumah 1 lantai)
Struktur (kolom gedung 8 lantai, jemnbatan,dsb
Perisai sinar X

Bab.4.5.Modulus Elastisitas
Modulus elastistas beton antara 17.000
30.000 MPa
Boleh diambil sebesar : (Lihat hal : 4-58)
Ec =
Ec = ..

Bab.4.6.Susutan Pengerasan
Selama proses pengerasan beton susut
Susutan terjadi karena perekat/pasta susut
(agregat tidak susut)
Susutan pasta : 6.10-3
Susutan mortar : 4.10-3
Susutan beton : 2.10-3

Kuliah 12-10-06

Bab.4.7.Kerapatan air
Rapat air atau tidak tembus air diperlukan agar
tidak bocor, misalnya: atap, dinding basemen,
tandon air, kolam renang, dsb.
Juga agar baja tulangan di dlm btn tdk berkarat.
Caranya agar rapat air ialah beton tidak berpori,
yaitu dg cara:
Butir halus pasir (< 0,3 mm) dan semen cukup
mengisi pori-pori diantara butiran2 agregat.

Ketahanan thd keausan dan kejut


Ausan akibat : gesekan, abrasi, erosi
Kejut akibat : beban kendaraan, getaran
dari terjunan air, dsb.

KUILIAH TGL. 27/9/2007 SAMPAI DISINI

Bab.4.9.Mortar (hal 59)

Beton = air + semen + pasir + kerikil


Mortar = air + semen + pasir

Bab.4.9.Mortar (lanjutan)
Jenis-jenis mortar :
1)
2)
3)
4)

Mortar tanah liat / lumpur


Mortar kapur
Mortar semen
Mortar khusus
a) Mortar ringan
b) Mortar tahan api

Bab.4.9.Mortar (lanjutan,pemakaian)
Mortar tanah liat / lumpur untuk perekat bata
pada dinding tembok, tungku dapur, dsb.
mortar

batamerah

Bab.4.9.Mortar

(lanjutan,pemakaian)

Mortar kapur untuk dinding tembok, dsb.


Dulu banyak ditambah semen merah
(bubukan bata merah) sebagai pozolan
Ingat fungsi pozolan di hal:IV-56 ?

Mortar semen untuk perekat bata, perekat


batu, blok beton, perkerasan lantai, batalantai, genteng, buis beton (pipa beton),
dsb.

Bab.4.9.Mortar

(lanjutan,pemakaian)

Mortar semen untuk perekat batu


(dlm pasangan batu)

Pasangan batu

Bab.4.9.Mortar

(lanjutan,pemakaian)

Mortar khusus, dipakai semen khusus,


misal:
Mortar ringan,
Mortar tahan api.

Bab.4.9.Mortar

(lanjutan, cara pembuatan)

Perbandingan campuran, ukuran keenceran, dan kuat tekan (lihat


slide berikut atau Tabel.4.3.& 4.4. di hal.61.)

Istilah :
Faktor air kapur (fak) = berat air / berat kapur
Faktor air semen (fas) = berat air / berat semen
Cara mengukur kekentalan adukan mortar, dg alat
yg namanya meja sebar
Sebagai ukuran kelecakan adukan mortar ialah
Nilai sebar (lihat slide berikutnya)

Tabel 4.3.
Perb. Vol.
Smn:psr

Fas
(Wa/Ws)

Nilai sebar
(%))

Kuat tekan
rata-rata
(MPa)

1:3

0,7

16,8

1:4

0,90

7,8

1:4,5

0,91

8,1

1:5

1,04

57

7,0

1:5,5

1,30

68

4,3

1:6

1,58

90

3,2

d0

d1

Cara mengukur kekentalan adukan


mortar, dg meja sebar
Meja dijatuh-jatuhkan dg tinggi jatuh
2,5 cm sebanyak 25 kali dalam 15 detik.
Nilai sebar = [(d1 d0 ) / d0] x 100%

Bab.4.9.Mortar

(lanjutan, kekuatan )

Kekuatan (Kuat tekan) mortar tergantung pada :


1) fas atau fak (perbandingan air thd semen/kapur)
2) Perbandingan pasir thd semen
3) Jenis pasir
a) Kekasaran butir (kasar, agak ksr, agak hls,
halus, )
b) Kekerasan pasir
c) Berat jenis pasir

Bab.4.9.Mortar (lanjutan)
Mortar dipakai untuk :
Perekat antar batu/bata
Pembuatan genteng beton
Pembuatan bata beton/blok beton
Pembuatan ubin/tegel
Pembuatan paving block (permukaan jalan)
dsb

Anda mungkin juga menyukai