Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Menurut

Zulian

Yamit

(2003)

Strategi

merupakan

konsep

multidimensional yang merangkum semua kegiatan kritis organisasi, memberikan


arah dan tujuan serta memfasilitasi berbagai perubahan yang diperlukan sebagai
adaptasi terhadap perkembangan lingkungan. Strategi operasi merupakan salah
satu cara yang dapat dikembangkan oleh perusahaan dengan memanfaatkan
operasi pabrik dan jasa untuk berkompetisi di pasar global. Operasi seharusnya
tidak hanya dianggap sebagai wadah kekuatan bersaing dalam bisnis dan sebagai
wadah untuk mencapai keunggulan yang dapat berkesinambungan.Strategi operasi
harus menjadi kekuatan penggerak proses transformasi agar selalu sehat dengan
kondisi lingkungan baru, seperti era globalisasi. Dalam era globalisasi terdapat
beberapa kecenderungan yang mungkin terjadi, yaitu:
1.

Terjadi proses pengembangan produk yang lebih baik, lebih canggih, lebih

berkualitas, lebih murah dibandingkan dengan produk sebelumnya sebagai akibat


perubahan yang begitu cepat dalam bidang tehnologi.
2.

Operasi pabrik dalam era globalisasi dituntut untuk menjadi unggulan baik

dalam arti komparatif maupun daya saing. Unggul dalam bidangnya


(professional), kualitas produk, pengembangan produk dan desain, inovatif dan
kreatif.
Manajer operasi pada masa sekarang harus mempunyai pandangan global
dalam strategi operasi. Sejak awal tahun 1990-an, hampir 3 miliar penduduk pada
negara berkembang telah mengatasi hambatan budaya , agama, etnis, dan politis
yang membatasi produktivitas. Seiring hilangnya hambatan-hambatan ini,
kemajuan teknologi telah berlangsumg secara bersamaan, begitu pula kemajuan di
bidang pengiriman tepat waktu dan komunikasi yang murah. Hasilnya, terjadi
pertumbuhan perdagangan dunia, pasar modal global, dan pergerakan penduduk
seluruh dunia. Hal itu berarti peningkatan kesatuan ekonomi dan ketergantungan

antar negara -globalisasi. Sebagai responnya sekarang perusahaan-perusahaan


harus mengembangkan operasinya secara global dan strategi yang inovatif.
Contohnya :
Boeing dapat bersaing karena penjualan dan produksinya berada di seluruh
dunia
Sony membeli komponen dari pemasok di Thailand, Malaysia, dan seluruh
dunia untuk merakit produksi elektroniknya
Benetton (produsen dari Italia) memasok seluruh tokonya di seluruh dunia
lebih

cepat

daripada

pesaingnya

dengan

meningkatkan

fleksibilitas

rancangan, produksi, dan distribusi.

Pemasaran global adalah proses menfokuskan sumber daya (manusia, uang,


aset fisik) dan tujuan-tujuan dari suatu organisasi untuk memperoleh kesempatan
dan menanggapi ancaman pasar global. Pasar demikian biasanya tercipta karena
adanya konsumen yang lebih menyukai produk standar , harga murah, dan karena
adanya perusahaan global yang memanfaatkan jaringan operasi dunia mereka
untuk bersaing dipasar-pasar global.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa itu defenisi strategi global ?
2. Apa saja Tahap-Tahap dari Pemasaran Domestik Ke Pemasaran Global?
3. Apa pilihan strategi operasi Global ?
4. Apa Alasan operasi bisnis domestik menjadi internasional ?
5. Bagaiman strategi menghadapi persaingan pasar global ?
6. Bagaiman sepuluh keputusan strategi MO ?
7. Apa permasalah dalam strategi operasi ?
8. Bagaiman pengembangan dan penerapan strategi di pasar global ?
1.3. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah sebai berikut :

1. Untuk mengetahui apa itu strategi pasar global


2. Untuk mengetahui tahapan dari pasar Domestik menjadi pasar global
3. Untuk memahami apa saja yang menjadi pilihan strategi operasi yang dapat di
pilih menjadi pasar global
4. Untuk mengetahui apa saja alasan pasar domestik memilih menjadi pasar global
5. Untuk mengetahui strategi untuk menghadapi pasar global
6. Untuk mengetahui apa keputusan Mnajemen operasi (MO)
7. Untuk mengetahui apa masalah yang akan dihadapi pada pasar global
8. Untuk mengetahui bagaimana cara mengaplikasikan strategi tersebut di pasar
global.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Strategi Global
Secara umum, ada tiga pandangan tentang 'strategi global'. Pertama, strategi
global

adalah salah satu bentuk perusahaan multinasional (multinational

enterprise/MNE) strategi yang menjadi (treats) negara di seluruh dunia sebagai


sebuah pasar global (global marketpalce) (Levitt,dan Yip dalam Peng dan Miles,
2009). Strategi MNE lainnya biasanya dikenal sebagai internasional (atau eksportdriven), multidomestik dan transnasional (Bartlett dan Ghoshal dalam dalam Peng
dan Miles, 2009).Namun, strategi ini tampaknya merupakan bentuk ideal yang
tidak ada di antara MNE (Rugman dan Verbeke 2004).
Pandangan kedua menjadikan (treats) strategi global sebagai manajemen
strategi internasional (Bruton et al 2004;.Inkpen dan Ramaswamy 2006; Lu
2003).Jadi manajemen internasional strategis lebih luas daripada 'strategi global'
seperti yang didefinisikan oleh pandangan pertama. Pandangan ketiga
mendefinisikan strategi global secara luas: strategi perusahaan di seluruh dunia,
yang merupakan teori perusahaan tentang cara sukses untuk bersaing (Peng dan
Delios 2006). Definisi ini secara eksplisit mencakup strategi perusahaan
internasional (cross-border) dan non-internasional (domestic).
Definisi ketiga menjadikan (treats) strategi global sebagai strategi
perusahaan di seluruh dunia (Peng dan Delios 2006). Dengan kata lain, pengertian
strategi global tidak didefinikan secara sempit atau tidak relevan (pandangan
pertaman), atau menyamakan strategi global dengan manajemen strategis
internasional (pandangan ke dua).Meskipun benar bahwa definisi pertama secara
eksplisit fokus pada aspek-aspek internasional, definisi kedua terfokus tata kelola
perusahaan dan CSR.Secara keseluruhan, global strategi sebagai lapangan di
persimpangan antara manajemen strategis dan bisnis internasional.
Dalam bisnis global, perlu dipahami lingkungan yang berkaitan dengan
perbedaan politik, ekonomi, sosial, budaya juga perdagangan dunia dan kerangka
investasi serta sistem moneter global. Tujuan utama dari perusahaan adalah
bagaimana perusahaan menciptakan laba yang optimal, yakni dengan dua cara,
4

1) menambah nilai produk agar konsumen mau membayar lebih,


2) melakukan kreasi nilai (value creation) agar dapat menurunkan biaya produksi.
2.2. Tahap-Tahap dari Pemasaran Domestik Ke Pemasaran Global
2.2.1Pemasaran Domestik
Pemasaran yang secara nyata ditunjukkan pada pasar dalam negeri disebut
pemasaran domestik. Orientasi mereka adalah bersifat ETHNO CENTRIC,
yaitu bahwa sifat pasar atau Konsumen dimanapun akan sama , sehingga
manajemen memandang pasar Domestik padat dengan peluang yang jauh lebih
aman.
2.2.2.Pemasaran Ekspor
Adalah tahap pertama untuk menanggapi kesempatan pasar di luar negeri.
Pemasar ekspor menjadikan pasar di luar negeri sebagai sasaran dan
menggantungkan diri pada produksi dalam negeri untuk memasok pasar ini.
Fokus dalam tahap ini adalah menafaatkan produk dan pengalaman dalam negeri.
2.2.3.Pemasaran Internasional
Bertindak lebih jauh lagi dari pemasara ekspor dan menjadi lebih terlibat
dalam lingkungan pemasaran dalam negara tempat perusahaan tadi melakukan
bisnis.
2.2.4. Pemasaran Multinasional
Organisai pemasaran internasional mulai dengan menfokuskan pada
memanfaatkan pengalaman dan produk perusahaan.
2.2.5.Pemasaran Global / Transnasional
Menfokuskan pada pemanfaatan asset, pengalaman dan produk perusahaan
secara global dan pada melakukan penyesuaian pada apa yang benar-benar unik
dan berbeda dalan setiap negara. Konsep ini mengakui budaya universal dan
perbedaan pasar yang unik.

2.3. Pilihan Strategi Operasi Global


Seperti yang telah di ketahui banyak strategi operasi saat ini yang
membutuhkan wawasan internasional. Bisnis internasional adalah setiap
perusahaan yang terlibat dalam perdagangan atau investasi internasional, kategori
bisnis ini sangat luas dan merupakan pesaing perusahaan domestik atau lokal.

Perusahaan multinasional (multinational corporation MNC) adlah sebuah


perusahaan dengan keterlibatan bisnis internasional yang luas. Manajer operasi
perusahaan internasional dan multinasional menghadapi peluang global dengan
empat strategi operasi dimana dapat memeilih satu dari ke empat strategi
tersebut.
2.3.1.Strategi internasional
Strategi internasional (international strategi ) menggunakan exsport dan lisensi
untuk memasuki pasar global. Tanggapan yang ada hanya sedikit karena kita
meng exsport atau mengerjakan lisensi. Keuntungan dari segi biaya mungkin
sedikit sekali karena kita menggunakan proses produksi yang berjarak dari pasar
yang baru. Walaupun demikian strategi internasional sering merupakan yang
termudah karena proses exsport membutuhkan sedikit perubahan pada operasi
yang ada dan perjanjian lisensi memberikian sedikit resiko bagi pemegang lisensi.
2.3.2.Strategi Multidomestik
Strategi multidomestik (Multidomestic strategy) membagi kewenangan
(Desentralisasi) dengan memberikan otonomi yang cukup berarti pada setiap
bisnis. Secara organisasi strategi multidomestik berarti mendirikan perusahaan
cabang, menyediakan waralaba, atau usaha patungan yang mandiri. Keuntungan
strategi ini adalah memaksimumkan respon pasar lokal. Walaupun demikin ,
strategi ini hanya mempunyai sedikit keuntungan dari segi biaya atau bahkan tidak
ada.konsepnya adalah kita telah berhasil di negara sendiri mari kita expor potensi
dan proses managemen tidak harus barang untuk memenuhi pasar lain.
2.3.3.Strategi global
Strategi global (Global Strategy) mempunyai tingkat sentralisasi yang
tinggi, dimana kantor pusat mengkoordinasikan organisasi untuk mencari standar
dan pembelajaran diantara pabrik, sehingga dapat menhasilkan skala ekonomis.
Strategi ini tepat saat perusahaan fokus pada pengurangan biaya , tetapi tidak
disarankan saat permintaan respon lokal tinggi.
2.3.4.Strategi Transnasional

Strategi transnasional (Transnational Strategy) memanfaatkan skala


ekonomi dan pengetahuan, juga penekanan akan respon, dengan mengetahui
bahwa kemampuan dasar tidak hanya ada di negara asal , tetapi juga dapat berada
dimana saja. Transnasional menjelaskan kondisi dimana mateial , orang dan
pemikiran melampaui batasan nasional.

2.4.Alasan operasi bisnis domestik menjadi internasional


Ada enam alasan operasi bisnis domestik memutuskan untuk berkembang
menjadi internasioanal :
2.4.1.Mengurangi biaya
Banyak perusahaan internasional mencari keunggulan dari kesempatan yang
nyata untuk menurunkan biaya. Lokasi di tempat asing dengan upah lebih rendah
dapat membantu menurunkan baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung.
Peraturan pemerintah yang lebih longgar dalam ragam praktik operasi yang lebih
luas mengurangi biaya. Contohnya seperti pengawasan lingkungan, kesehatan,
keselamatan kerja, dan lain-lain. kesempatan untuk mengurangi pajak dan tarif
juga

mendorong

dilakukannya

operasi

di

negara

lain.

Mengalihkan pekerjaan berkeahlian rendah ke Negara lain mempunyai


beberapa keuntungan potensial. Yang pertama adalah perusahaan dapat
mengurangi biaya. Kedua, menjadikan pekerja dengan upah tinggi hanya
menangani pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Ketiga, pengurangan
upah pekerja menghasilkan penghematan yang dapat diinvestasikan untuk
memperbaiki barang dan fasilitas di Negara asal.
2.4.2.Memperbaiki rantai pasokan
Rantai pasokan (supply chain) biasanya dapat diperbaiki dengan
menempatkan fasilitas di Negara dimana sumber daya tertentu itu berada. Sumber
daya ini boleh jadi merupakan kaahlian, pekerja, atau bahan baku.
2.4.3.Menghasilkan barang dan pelayanan yang lebih baik
7

Meskipun karakteristik barang dan jasa dapat objektif dan diukur


(contohnya : jumlah yang tepat waktu), karakteristik ini dapat juga subjektif dan
tidak dapat diukur (contoh: kepekaan terhadap budaya). Kita membutuhkan
pemahanan yang lebih baik akan adanya diferensiasi budaya dan cara berbisnis di
Negara yang berbeda.
Alasan lain perlunya operasi internasional adalah mengurangi waktu
tanggap untuk memenuhi kebutuhan pergantian barang dan jasa yang diinginkan.
2.4.4.Memahami pasar
Karena operasi internasional membutuhkan interaksi dengan pelanggan
asing, pemasok, dan pesaing bisnis lain, tidak terelakkan perusahaan internasional
harus mempelajari peluang barang dan jasa yang baru. Pemahaman mengenai
pasar tidak hanya membantu perusahaan memahami kemana pasar bergerak,
tetapi juga membuat perusahaan mampu melayani pelanggan yang beragam dan
memperlancar siklus bisnis mereka. Alasan lain untuk menjelajah ke pasar asing
adalah peluang utuk mengembangkan siklus hidup dari barang yang ada.
2.4.5.Belajar untuk memperbaiki operasi
Perusahaan dapat melayani usaha dan pelanggan dengan baik jika selalu
bersikap terbuka terhadap ide-ide terbaru. Sebagai contoh, General Motors
menemukan operasi dapat ditingkatka bersama-sama dengan membangun dan
menjalankan sebuah pabrik perakitan mobil San Jose, Clifornia, dan Jepang.
Dengan strategi ini, GM menyumbangkan modal, pengetahuan tentang tenaga
kerja dan hukum ligkungan Amerika Serikat. Sementara Jepang menyumbangkan
pengetahuannya di bidang produksi dan persediaan. GM juga mempekerjakan
karyawan dan ahli-ahli dari Jepang untuk merancang proses produksi pabriknya
U.S Saturn. Manajer operasi pu telah memperbaiki peralatan dan tata letak dengan
belajar dari kompetensi ergonomis masyarakat Skandinavia.
2.4.6.Mendapatkan dan mempertahankan bakat global

Organisasi global dapat menarik dan mempertahankan karyawan yang


baik dan menawarkan peluang kerja lebih banyak. Organisasi global
membutuhkan pekerja dalam semua fungsi dan keahlian di seluruh dunia.
Perusahaan global dapat mempekerjakan dan mempertahankan karyawan yang
baik karena mereka menyediakan peluang berkembang yng lebih bagus dan
perlindungan dari pemutusan hubungan kerja saat kondisi ekonomi memburuk.
Ketika ekonomi di suatu negara atau benua memburuk, sebuah perusahaan global
dapat memindahkan karyawan yang tidak dibutuhkan dari satu lokasi ke lokasi
yang lebih baik. Organisasi global juga menyediakan insentif untuk orang-orang
yang senang bepergian atau mengambil liburan di negara asing.
2.5. Strategi menghadapi persaingan pasar global
2.5.1.MENGEMBANGKAN MISI DAN STRATEGI
#. Misi
Keberhasilan ekonomi dan kemampuan bertahan hidup merupakan hasil
pengenalan misi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Misi
organisasi sebagaimana tujuannya adalah apa yang akan disumbangkan kepada
masyarakat. Misi menyatakan alasan adanya suatu organisasi. Mengembangkan
strategi yang bagus adalah hal sulit, tapi akan lenih mudah apabila misi telah
didefinisikan dengan baik.
Contoh misi manajemen operasi : menghasilkan produk-produk yang sejalan
dengan misi perusahaan sebagai produsen kelas dunia yang berbiaya rendah.
#. Strategi
Strategi adalah rencana tindakan organisasi untuk mencapai misinya.
Setiap wilayah fungsional mempunyai strategi untuk mencapai misinya dan
membantu organisasi mencapai misi keseluruhan. Strategi ini memanfaatkan
peluang dan kekuatan, menetralkan ancaman, serta menghindari kelemahan.
Perusahaan mencapai misi mereka dengan tiga cara :

1. Diferensiasi (manajer operasi diminta untuk menciptakan barang dan jasa


yang satu lebih baik atau paling tidak berbeda dengan yang lain)
2. Kepemimpinan Biaya (harga lebih murah)
3. Dan respon yang cepat(lebih cepat tanggap)
Manajer operasi harus dapat menerjemahkan konsep strategis ini menjadi tugas
nyata yang dapat diselsesaikan. Satu atau kombinasi dari ketiga konsepstrategis
ini dapat menghasilkan sebuah sistem yang mempunyai kelebihan yang untik ataa
pesaingnya.
2.5.2.Membangun dan memilih staf organisasi
Dalam membangun dan memilih staf organisasi terdiri dari tiga tahap.
Tahap pertama, mengidentifikasi strategi dan faktor penentu keberhasilannya.
Langkah kedua adalah mengelompokkan aktivitas yang di perlukan dalam satu
struktur organisasi. Langkah ketiga adalah mengisi organisasi dengan orang-orang
yang akan melaksanakan pekerjaannya.Serta manajer juga bekerja sama dengan
manajer yang ada di bawahnya untuk membuat rencana,anggaran, dan program
yang dapat menerapkan strategi untuk mencapai misi dengan sukses.
2.5.3. Mengintegrasikan manajemen operasi dengan aktivitas
Fungsi operasi dan hubungannya dengan bagian lain dalam organisasi
bervariasi sesuai dengan misi MO-nya.fungsi operasi sangat mungkin berhasil
saat strategi operasi di padukan dengan fungsi lain dari perusahaan,seperti
pemasaran,keuangan,sistem informasi,dan sumber daya manusia. Dengan cara ini,
semu fungsinya mendukung tujuan perusahaan.
Manejer operasi menyediakan sarana untuk mengubah input menjadi
output. Perubahan dapat terjadi dalam proses penyimpanan, tansportasi,
manufaktur, penyebaran informasi, dan penggunaan barang atau jasa.
2.5.4.Meraih keunggulan bersaing melalui Operasi
Dalam MO terdapat 3 stategi yang dapat digunakan. Ke tiga strategi tersebut
yaitu strategi diferensiasi, biaya murah, dan respon yang cepat. Tiga strategi

10

tersebut masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk


meraih keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing (dikenal luas sebagai
competitive advantage) berarti menciptakan system yang mempunyai keunggulan
unik atas pesaing lain. Idenya adalah menciptakan nilai pelanggan (customer
value) dengan cara efisien dan langgeng. Bentuk murni strategi memang
memungkinkan, tetapi manajer operasi umumnya lebih sering diminta untuk
menerapkan beberapa kombinasi dari mereka.
2.5.4.1.Bersaing Dalam Diferensiasi
Differensiasi berhubungan dengan penyajian suatu keunikan. Peluang sebuah
perusahaan untuk menciptakan keunikan dapat dilakukan pada semua aktivitas
perusahaan. Lebih lanjut lagi, karena banyak produk menyertakan jasa dan
kebanyakan jasa memasukkan unsur produk, menciptakan keunikan benar-benar
hanya masalah imajinasi. Bahkan differensiasi (differentiation) harus diartikan
melampaui cirri fisik dan atribut jasa yang mencakup segala sesuatu mengenai
produk atau jasa yang mempengaruhi nilai dimana konsumen dapatkan darinya.
Manajer operasi yang efektif membantu mendefinisikan segala sesuatu tentang
suatu barang atau jasa yang akan mempengaruhi nilai yang potensial bagi
pelanggan. Hal ini mungkin juga berupa jenis barang yang beragam, cirri, atau
jasa yang berkaitan dengan produk. Beberapa data dapat dimanifestasikan dalam
kenyamanan (lokasi toko di pusat kota), pelatihan, pengantaran dan pemasangan
produk, atau jasa perbaikan dan pemeliharaan.
Dalam sector jasa, satu pilihan untuk membedakan barang adalah pengalaman.
Pengalaman yang berdeda dalam sector jasa merupakan perwujudan ekonomi
pengalaman. Makna differensiasi pengalaman adalah memebuat pelanggan
terkesan, untuk memanfaatkan seluruh panca inderamereka sehingga larut dalam
pengalamannya dan dan menjadi pengguna aktif produk tersebut.
2.5.4.2.Bersaing Dalam Biaya
Dalam bersaing dengan perusahaan saingannya banyak perusahaan yang
menekan biaya atau menurunkan biaya-biaya yang dikeluarkakn untuk
11

mendapatkan penjualan yang lebih dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya.


Dengan menurunkan biaya dengan tetap memperhatikan keinginan dan kepuasan
konsumen, perusahaan dapat mempertahankan atau menaikkan penjualan. Dengan
strategi biaya rendah harga dari produk yang ditawarkan akan lebih rendah dari
yang lainnya. Pemicu strategi biaya rendah ini yaitu pemanfaatan fasilitas secara
efektif. Dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki secara efektif dapat
menekan biaya produksi dan menjadikan produknya unggul.
Kepemimpinan biaya rendah (low cost leadership) berarti mencapai nilai
maksimum sebagaimana yang diinginkan oleh pelanggan. Hal tersebut
membutuhkan pengujian sepuluh keputusan Manajemen Operasi dengan usaha
yang keras untuk menurunkan biaya dan tetap memenuhi nilai harapan pelanggan.
Strategi biaya rendah ini tidak berarti bahwa nilai dna kualitas barang/produk
menjadi rendah.
2.5.4.3. Bersaing Dalam Respon
Pilihan strategi yang ketiga adalah respon yang cepat. Respon terkadang
dinaggap sebagai respn yang fleksibel, tetapi juga berarti dapat diandalkan dan
cepat. Bahkan respon juga diidentifikasikan sebagai kesuluruhan niali yang terkait
dengan pengembangan dan pengantaran barang yang tepat waktu, penjadwalan
yang dapat diandalkan, dan kinerja yang fleksibel.
Respon fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan memenuhi perubahan
yang terjadi dipasar dimana terjadi pembaruan rancangan dan fluktuasi volume.
Sedangkan respon yang cepat dapat menggambarkan penjadwalan yang dapat
diandalkan.
Pada praktiknya, tiga konsep ini diferensiasi, biaya rendah, dan respon yang
cepat- kerap diterapkan dalam enam strategi khusus. (1) fleksibilitas rancangan
dan volume, (2) harga rendah, (3) pengantaran, (4) kualitas, (5) layanan purna
jual, dan (6) lini produk yang beragam. Melalui enam strategi khusus ini,
manajemen operasi dapat meningkatkan produktivitasnya dan menghasilkan

12

keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Penerapan yang tepat dari keputusankeputusan berikut kan memungkinkan strategi tersebut tercapai.

2.6. SEPULUH KEPUTUSAN STRATEGI MO


Diferensiasi, biaya rendah, dan respon yang cepat dapat dicapai saat
menajer membuat keuputusan efektif dalam sepuluh wilayah MO. Keputusan ini
dikenal dengan keputusan operasi (operation decisions). Berikut sepuluh
keputusan MO yang mendukung misi dan menerapkan strategi.
1. Perancangan barang dan jasa. Perancangan barang dan jasa menetapkan
sebagian besar proses transformasi yang akan dilakukan. Keputusan biaya,
kualitas dan sumberdaya manusia bergantung pada keputusan perancangan
merancang biasanya menetapkan batasan biaya terendah dan kualitas
tertinggi.
2. Kualitas. Ekspektasi pelanggan terhadap kualitas harus ditetapkan, peraturan
dan prosedur dibakukan untuk mengidentifikasi serta mencapai standart
kualitas tersebut.
3. Perancangan proses dan kapasitas. Pilihan-pilihan proses tersedia untuk
barang dan jasa. Keputusan proses yang diambiil akan membuat manajemen
mengambil

komitmen

sumberdaya

manusia,

dalam
dan

hal

tekhnologi,

pemeliharaan

yang

kulaitas,
spesifik.

penggunaan
Komitmen

pengeluaran dan modal ini akan menentukan struktur biaya dasar suatu
perusahaan.
4. Pemilihan lokasi. Keputusan lokasi organisasi manufaktur dan jasa
menentukan kesuksesan perusahaan. Kesalahan yang dibuat dalam langkah
ini dapat memepengaruhi efisiensi.
5. Perancangan tata letak. Aliran bahan baku, kapasitas yang dibutuhkan, tingkat
karyawan, keputusan tekhnologi, dan kebutuhan persediaan memengaruhi tata
letak.
6. Sumberdaya manusia dan rancangan pekerjaan. Manusia merupakan bagian
yang integral dan mahal dari keseluruhan rancangan system. Karenanya,

13

kualitas lingkungan kerja yang diberikan, bakat dan keahlian yang


dibutuhkan, dan upah harus ditentukan dengan jelas.
7. Manajemen rantai pasokan. Keputusan ini menjelaskan apa yang harus dibuat
dan apa yang harus dibeli. Pertimbangannya terletak pada kualitas,
pengiriman dan inovasi ; semuanya harus pada tingkat harga yang
memuaskan. Kepercayaan antara pembeli dan penjual sangat dibutuhkan
untuk proses pembelian yang efektif.
8. Persediaan. Keputusan persediaan dapat dioptimalkan hanya jika kepuasan
pelanggan, pemasok, perencanaan produksi, dan sumberdaya manusia
dipertimbangkan.
9. Penjadwalan. Jadwal produksi yang dapat dikerjakan dan efisien harus
dikembangkan. Permintaan sumberdaya manusia dan fasilitas harus terlebih
dahulu ditetapkan dan dikendalikan.
10. Pemeliharaan. Keputusan harus dapat dibuat pada tingkat kehandalan dan
stabilitas yang diinginkan. System harus dibuat untuk menjaga kehandalan
dan stabilitas tersebut.
Manajer operasi menerapkan sepuluh keputusan ini dengan mengidentifikasi
tugas-tugas utama dan menemukan staf yang diperlukan untuk mencapainya.
Walaupun demikian, penerapan keputusan dipengaruhi oleh beberapa hal,
termasuk perbandingan antara barang dan jasa dari produknya. Sedikit sekali
produk yang secara keseluruhannya hanya barang atau jasa secara mutlak.
Meskipun sepuluh keputusan ini sama bagi barang dan jasa., kepentingan relative
dan metode penerapan keputusannya bergantung pada perbandingan antara
barang dan jasa dalam produknya ini.
2.7. PERMASALAHAN DALAM STRATEGI OPERASI
Setelah suatu perusahaan menetapkan misi operasi, mengembangkan dan
menerapkan strategi khusu yang dibutuhkan, manajer operasi akan dihadapkan
dengan beberapa permasalahan. Dalam mengkaji permasalahan tersebut, terdapat
tiga cara. Pertama yaitu mengkaji melalui penelitian mengenai strategi MO yang
efektif. Kedua, mengidentifikasi beberapa prasyarat untuk mengembangkan

14

strategi MO yangb efektif. Dan ketiga, melihat dinamika pengembangan strategi


MO.
2.7.1.PENELITIAN
Pengetahuan strategi diperoleh dari penemuan yang dihasilkan oleh Strategic
Planning Institute. Program PIMS-nya ( Profit Impact of Market Strategi )
dilaksanakan lewat kerja sama dengan General Electric Corporation. PIMS telah
mengumpulkan hampir 100 data dari sekitar 3000 organisasi yang saling bekerja
sama. Menggunakan data yang dikumpulkan dan menggunakan ROI yang tinggi
sebagai ukuran keberhasilan, PIMS telah dapat mengenali beberapa karakteristik
perusahaan yang mempunyai ROI tinggi.
Karakteristik yang memberi dampak pada keputusan strategi MO :
1. Kualitas produk yang tinggi (relative terhadap persaingan)
2. Penggunaan kapasitas yang tinggi
3. Efisiensi operasi yang tinggi (rasio produktivitas karyawan yang diharapkan
terhadap produktivitas yang sebenarnya)
4. Intensitas investasi yang rendah (jumlah modal yang dibutuhkan untuk
menghasilkan satu dolar penjualan)
5. Biaya langsung yang rendah per unit (relative terhadap persaingan)
Kelima temuan ini mendukung ROI yang tinggi sehingga harus dianggap
sebagai organisasi yang mengembangkan strategi.
2.7.2.PRASYARAT
Sebelum menetapkan dan mencoba untuk menerapkan strategi, manajer
operasi harus memahami bahwa perusahaan beroperasi dalam sutau system
terbuka. Dalam system ini terdapat banyak factor yang dapat memepengaruhi
perkembangan strategi dan pelaksanaannya. Semakin menyeluruh analisis dan
pemahaman factor eksternal dan internal, kemungkinan keberhasiannya semakin
tinggi. Walaupun factor yang harus dipertimbangkan banyak, setidaknya harus
mengandung pemahaman berikut.

15

1. Kekuatan dan kelemahan pesaing, begitu pula dengan calon pendatang baru
dipasar, barang pengganti, serta perjanjian dengan pemasok dan distributor.
2. Permasalahan lingkungan, tekhnologi, hukum dan ekonomi yang ada
sekarang dan yang akan datang.
3. Siklus hidup produk yang mungkin menentukan batasan-batasan strategi
operasi.
4. Sumberdaya yang tersedia dalam perusahaan dan fungsi MO.
5. Penggabungan strategi MO dalam strategi perusahaan dan area-area
fungsional lainnya.
2.7.3.DINAMIKA
Perubahan strategi terjadi karena dua alasan. Pertama, strategi bersifat
dinamis karena perubahan dalam organisasi. Semua area dalam perusahaan dapat
berubah. Perubahan mungkin terjadi di berbagai area termasuk SDM, keuangan,
tekhnologi dan siklus hidup produk. Semua perubahan dapat menimbulkan
diferensiasi dalam kekuatan dan kelemahan organisai, begitu juga terhdapa
strateginya. Sebagai contoh, seiring sutau produk berpindah dari fase perkenalan
menjadi fase pertumbuhan, perancangan produk dan proses biasanya berpindah
juga dari berkembang menjadi stabil. Saat produk berpindah ke tahap
pertumbuhan, peramalan dan perencanaan kapasitas menjadi permasalahan.
Strategi juga dinamis karena adanya perubahan lingkungan. Boeing
merupakan salah satu contohnya. Boeing merupakan perusahaan global di awal
abad ini, dimana strateginya harus berubah saat lingkungannya berubah.
Sebagaimana strategi MO lainnya, strateginya berubah menjadi Global.
2.8. PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN STRATEGI
Selanjutnya, manajer operasi juga perlu memperhatikan analisis SWOT
sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan atau langkah yang
akan diambil.
SWOT menurut Sutojo dan F. Kleinsteuber (2002 : 8) adalah untuk
menentukan tujuan usaha yang realistis, sesuai dengan kondisi perusahaan dan
oleh karenanya diharapkan lebih mudah tercapai. SWOT adalah singkatan dari
16

kata-kata Strength (kekuatan perusahaan) Weaknesses (kelemahan perusahaan),


Opportunities (peluang bisnis) dan Threats (hambatan untuk mencapai tujuan).
Teknik analisis SWOT yang digunakan adalah sebagai berikut :
2.8.1. Analisis Internal
2.8.1.1.Analisis Kekuatan (Strenght)
Setiap perusahaan perlu menilai kekuatan dan kelemahannya dibandingkan
para pesaingnya. Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti
teknologi, sumber daya finansial, kemampuan kemanufakturan, kekuatan
pemasaran, dan basis pelaggan yang dimiliki. Strenght (kekuatan) adalah
keahlian dan kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan pesaing.
2.8.1.2.Analisis Kelemahan (Weaknesses)
Merupakan keadaan perusahaan dalam menghadapi pesaing mempunyai
keterbatasan dan kekurangan serta kemampuan menguasai pasar, sumber daya
serta keahlian. Jika orang berbicara tentang kelemahan yang terdapat dalam tubuh
suatu satuan bisnis, yang dimaksud ialah keterbatasan atau kekurangan dalam hal
sumber, keterampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang serius bagi
penampilan kinerja organisasi yang memuaskan. Dalam praktek, berbagai
keterbatasan dan kekurangan kemampuan tersebut bisa terlihat pada sarana dan
prasarana yang dimiliki atau tidak dimiliki, kemampuan manajerial yang rendah,
keterampilan pemasaran yang tidak sesuai dengan tuntutan pasar, produk yang
tidak atau kurang diminta oleh para pengguna atau calon pengguna dan tingkat
perolehan keuntungan yang kurang memadai.
2.8.1.3.Opportunities (peluang)
Opportunities (peluang) merupakan kondisi peluang berkembang di masa
datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi,
proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah,
kondisi lingkungan sekitar.
2.8.2.Analisis Eksternal
2.8.2.1Analisis Peluang (Opportunity)
Setiap perusahaan memiliki sumber daya yang membedakan dirinya dari
perusahaan lain. Peluang dan terobosan atau keunggulan bersaing tertentu dan

17

beberapa peluang membutuhkan sejumlah besar modal untuk dapat dimanfaatkan.


Dipihak lain, perusahaan-perusahaan baru bemunculan. Peluang pemasaran
adalah suatu daerah kebutuhan pembeli di mana perusahaan dapat beroperasi
secara menguntungkan.
2.8.2.2Analisis Ancaman (Threats)
Ancaman adalah tantangan yang diperlihatkan atau diragukan oleh suatu
kecenderungan atau suatu perkembangan yang tidak menguntung-kan dalam
lingkungan yang akan menyebabkan kemerosotan kedudukan perusahaan.
Pengertian ancaman merupakan kebalikan pengertian peluang. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa ancaman adalah faktor-faktor lingkungan yang tidak
menguntungkan suatu satuan bisnis.
Jika tidak diatasi, ancaman akan menjadi ganjalan bagi satuan bisnis yang
bersangkutan baik untuk masa sekarang maupun di masa depan. Dengan
melakukan kedua analisis tersebut maka perusahaan dikenal dengan melakukan
analisis SWOT.
ulan bersaing.
BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Operasi global memberikan tantangan dan peluang yang lebih besar bagi
manager operasi wlaupun tugas ini menantang, manager operasi mampu
meningkatkan produktifitas salam perekonomian dunia yang kompetitif dan
dinamis. Manager operasi dapat membangun dan mengelola fungsi fungsi
manajemen operasional yang berperan besar pada daya saing perusahaan.
Organisasi mengenali kekuatan dan kelemahan nyakemudian membangun Misi
dan strategi yang efektif untuk mempengaruhi kekuatan , kelemahan perusahaan
dan juga menambahkan peluang serta mengurangi ancaman lingkungan. Jika
prosedur ini dilakukan secara baik, maka organisasi bisa memiliki keunggulan

18

bersaing melalui beberapa kombinasi pembedaan biaya rendah dan respon yang
cepat. Keunggulan bersaing ini sering dicapai melalui perubahan strategi
perusahaan menjadi internasional, Multidomestik , global, dan transnasional.
Penggunaan sumbersaya yang efektif, baik domestik maupun internasional
merupakan tanggung jawab manajer yang profesional, kenyataan nya sedikit
manajer profesional di masyarakat kita yang mampu mencapai kinerja ini.

3.2.Saran
Sehubungan dengan keadaan pasar pada saat ini, dimana pada desember
2015 telah di buka pasar bebas ASEAN sehingga yang menjadi saingan orang
indonesia tidak lagi hanya masyarakat indonesia sendiri melainkan semua
masyarakat ASEAN. Dengan dibuka nya pasar bebas ini sehingga pembelajaran
untuk mengetahui dan memahami bagaimana cara bersaing, strategi apa yang di
gunakan untuk menghadapai pasar ASEAN ini. Walaupun pada makalah ini yang
dibahas adalah tentang pasar global tetapi sangat lah berguna juga khususnya
untuk masyarakat indonesia sendiri agar tidak kalah saing dalam operasional pasar
di negara sendiri. Sehingga kami yang menyusun makalah ini menyarankan bagi
para pembaca makalah ini kami sarankan banyaklah mencari literatus dan
berjuang untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi yang dinamakan dengan
pasar bebas.

19