Anda di halaman 1dari 30

Pelatihan Laboratorium Akuntansi

STIE GICI BUSINESS SCHOOL


2015

Cintia Ayu Kartika,SE.,M.Ak

Laporan keuangan merupakan hasil


pencatatan transaksi yang terjadi pada
periode tertentu yang berguna untuk
evaluasi dan perencanaan.
Laporan keuangan utama terdiri dari,
1. Laporan R/L (income statement)
2. Laporan neraca (balance sheet)

Laporan R/L merupakan laporan


seluruh transaksi perusahaan yang
menunjukkan kinerja perusahaan
dalam periode tertentu.
Informasi utama dari laporan R/L
adalah profitabilitas perusahaan

Sales
HPP

: xxx.xxx
: xxx.xxx

Laba kotor
: xxx.xxx
Biaya Operasional
: xxx.xxx
Laba Operasi
Depresiasi

: xxx.xxx
: xxx.xxx

EBIT
Interest

: xxx.xxx
: xxx.xxx

EBT
Tax

: xxx.xxx
: xxx.xxx

EAT

: xxx.xxx

LAPORAN KEUANGAN BULAN JANUARI


Sales
HPP

: 384.000.000
: 288.000.000

Laba kotor
:
Biaya Operasional :

96.000.000
35.200.000

Laba Operasi
Depresiasi

60.800.000
0

EBIT
Interest

:
:

60.800.000
15.800.000

EBT
Tax (10 %)

:
:

45.000.000
4.500.000

EAT

40.500.000

Mengapa yang dicantumkan dalam laporan


keuangan cicilan bunga (interest) kredit dan
tidak termasuk cicilan pokok kredit ?
Karena,
Pokok kredit digunakan untuk membeli mesin yang
menghasilkan keuntungan sehingga cicilan kredit
dibayar oleh kinerja mesin itu sendiri. Sehingga,
cicilan pokok bukan biaya operasional.
Sedangkan bunga merupakan biaya administrasi
bagi hasil yang harus dikeluarkan sebagai akibat
kredit yang dipinjam.

PINJAMAN

POKOK

BUNGA

BARANG

HASIL USAHA

DEPRESIASI

CICILAN BUNGA

TERCATAT DLM LAPORAN

Margin dapat pula disebut laba kotor,


dimana margin menunjukkan persentase
laba kotor yang diterima.
Ex.
Margin 2 %
Artinya, laba kotor yang diterima adalah
sebesar 2 % dari harga jual.

Laporan
Keuangan

Kinerja
Produktivitas
Pemasaran
Harga Pokok
Efisiensi
Margin

Cheklist,
NO

KRETERIA

STANDAR

KONDISI

Produktivitas

80 unit

81 unit
(Bagus)

Efisiensi

85 %

62 % (Kurang)

Profitabilitas

100 juta

98 juta
(sedang)

Apanya yang salah ??

Peralatan/mesin
-

Mesin tua
Manual
Mesin tidak standar

Harga Pokok Produksi


-Bahan baku mahal
-Gaji tidak sesuai
-Overhead tinggi

Laporan neraca merupakan laporan


keuangan yang mencatat posisi modal
dan distribusi modal perusahaan.
Informasi utama laporan neraca adalah
komposisi sumber modal dan
penggunaan modal.

PASIVA
(LIABILITIES)

AKTIVA
Aktiva
Lancar

-Kas
-Investasi jk pendek
-Piutang
-Persediaan
-Uang muka pajak
-Beban dibayar dimuka

Kewajiban
Lancar

Aktiva
Tetap

-Aset tetap
-ada pengurangan pada
akumulasi depresiasi

Kewajiban -Kewajiban jk panjang


Jk panjang

Modal

-Hutang
-Estimasi hutang pajak
-Kewajiban jk panjang
yg akan jatuh tempo

-Saham
-Laba ditahan

Bila terdapat modal 1 juta maka menjadi


komponen Passiva.
PASIVA
(LIABILITIES)

AKTIVA
Aktiva
Lancar

Kewajiban Lancar

Aktiva
Tetap

Kewajiban Jk
panjang
Modal

Untuk apa modal 1 juta ?

1,000,000

Modal 1 juta digunakan untuk membeli persediaan 250,000 dan alat


produksi 400,000. Sisa 350,000 disimpan pada kas
AKTIVA

PASIVA

Aktiva Lancar

Kewajiban Lancar

-Kas
-Persediaan
= bahan
TOTAL AKTIVA LANCAR

TOTAL KEWAJIBAN
LANCAR

350,000

0
250,000

600,000
Aset Tetap
-Mesin & peralatan
TOTAL ASET TETAP

Kewajiban jangka panjang


400,000
400,000

Kewajiban jangka
panjang

Modal
-TOTAL MODAL
1,000,000

TOTAL AKTIVA

TOTAL PASIVA
1,000,000

1,000,000

Perusahaan mendapat hutang dagang dalam bentuk bahan persediaan


sebesar 500,000 dan pinjaman bank sebesar 1,000,000 untuk membeli
mesin produksi
AKTIVA

PASIVA

Aktiva Lancar
-Kas
-Persediaan
= bahan
TOTAL AKTIVA LANCAR

Kewajiban Lancar
350,000

-Hutang usaha

500,000

750,000
TOTAL KEWAJIBAN
LANCAR
500,000

1,100,000
Aset Tetap
-Mesin & peralatan

Kewajiban jangka panjang


1,400,000

Kewajiban jangka
panjang

1,000,000

Modal

TOTAL ASET TETAP


1,400,000

-TOTAL MODAL
1,000,000
TOTAL AKTIVA

TOTAL PASIVA
2,500,000

2,500,000

Ismu Kusumanto, MT

Pola hubungan dari dua unsur secara


matematis untuk mengetahui gambaran
posisi suatu variabel dibandingkan
ukuran standar tertentu.

1.
2.

3.
4.

Rasio rata-rata industri sejenis


Rasio berdasarkan standar yang telah
ditentukan sebelumnya
Rasio historis
Rasio berdasarkan perusahaan market
leader atau kompetitor tertentu.

1.

Financial Ratio : rasio berdasarkan


pada laporan neraca (balance sheet)
a. Rasio Likuiditas (liquidity ratio)
b. Rasio Solvabilitas (Solvency ratio)

AKTIVA

PASIVA

Aktiva Lancar
-Kas
-Surat Berharga
-Piutang
-Persediaan
= barang jadi
= barang dlm proses
= bahan
-Beban dibayar dimuka
TOTAL AKTIVA LANCAR

Kewajiban Lancar
183,000
76,000
313.100
68,700
234,300
135,300
438,300
438,300

-Hutang usaha
-Estimasi hutang pajak
-Kewajiban jk panjang yg
akan jatuh tempo
TOTAL KEWAJIBAN
LANCAR

553,000
35,700
20,000
608,700

15,800
1,026,200

Aset Tetap
-Tanah
-Bangunan
-Mesin & peralatan
(-) akumulasi penyusutan
TOTAL ASET TETAP

Kewajiban jangka panjang


41,500
580,600
1,643,000
2,223,600
1,010,700
1,212,900

Kewajiban jangka panjang

204,400

Modal

1,254,400
-Saham
-Laba ditahan

528,000
939,500

2. Financial Operation Ratio : rasio


berdasarkan pada laporan R/L
(income statement)
a. Rasio Aktivitas (activity ratio)
b. Rasio Profitabilitas (profitability
ratio)
atau rasio rentabilitas
c. Rasio Pasar (market ratio)

Adalah rasio yang mengukur harga


pasar relatif terhadap nilai buku
Didasarkan pada sudut pandang
investor
Ada beberapa macam rasio pasar :

Price Earning Rasio

Dividend yield

Dividen pay out

Earnings yield

Price to book value

Price Earning Rasio adalah rasio untuk melihat


harga saham relatif terhadap earningnya
PER = harga pasar per lembar / Earning perlembar

Earning per sheet (EPS) = EAT / jml saham beredar


PER 10,5 kali berarti harga pasar perlembar saham
mencapai 10,5x dari EPS
PER yg tinggi menunjukkan prospek tumbuh
perusahaan yg tinggi (kalau terlalu tinggi tdk baik
karena mungkin harga saham tdk akan naik lagi
dan kemungkinan memperoleh capital gain akan
lebih kecil)
PER yang rendah menunjukkan prospek tumbuh
yang rendah

Dividend Yield adalah rasio untuk melihat


bagian dari harga pasar saham yang akan
diperoleh investor
DY = Dividen per lbr / Harga pasar per lbr
Dividen yield 0.0034% berarti sebanyak
0,0034% dari harga pasar saham akan
menjadi bagian investor.
Perusahaan dgn prospek tumbuh yang tinggi
cenderung punya DY rendah & PER tinggi

Rasio pembayaran Dividend (Dividend pay


out ratio) adalah rasio untuk melihat bagian
EPS yang dibayarkan sebagai dividen kepada
investor.
DPR = Dividen per lbr / Earning per lbr

Dividen yield 35,3% berarti sebanyak 35,3%


dari EPS akan menjadi bagian investor.
Perusahaan dgn prospek tumbuh yang tinggi
cenderung punya pembayaran dividen
rendah

Adalah metode sederhana untuk mencatat


rasio dan biaya setiap periode waktu untuk
evaluasi kinerja keuangan perusahaan
Analisa trend menggunakan perbandingan
perhitungan keuangan berapa tahun
(umumnya 3 tahun)
Penetapan tahun dasar :
- tahun paling awal
- tahun dengan kinerja paling baik
- tahun dengan kinerja standar

Pengeluaran

Tahun 1

Tahun 2

AVR
Industri

Tahun 3

Jumlah

Jumlah

Jumlah

Penjualan

7,000

100

7,250

100

7,500

100

100

HPP

5,000

71.4

5,220

72

5,400

72

75

Laba kotor

2,000

28.6

2,030

28

2,100

28

25

Upah

1,300

18.6

1,430

19.7

1,390

18.4

15

Angkutan

70

1.0

110

1.5

90

1.2

t.a

Piutang Ragu-ragu

40

0.6

40

0.6

30

0.5

0.3

Utilitas

70

1.0

70

0.9

76

0.4

Penyusutan

40

0.6

40

0.6

40

0.5

1.0

Asuransi

70

1.0

70

0.9

75

1.0

0.6

Pajak

30

0.4

35

0.5

37

0.5

0.7

Iklan

30

0.4

35

0.5

37

0.5

0.7

Bunga

100

1.4

80

1.1

52

1.1

1.0

Lain-lain

42

0.6

45

0.6

55

0.7

4.0

1,842

26.3

2,005

27.7

1,925

25.7

23.0

158

2.3

25

0.3

1,750

2.3

1.8

0.1

0.1

0.6

163

2.3

32

0.4

184

2.5

2.4

Pendapatan usaha
Pendapatan lain-lain
Pendapatan sebelum pajak

RASIO

TAHUN 1

TAHUN 2

TAHUN 3

AVG
INDUSTRI

1,7 x

1,9 x

1,9 x

1,8 x

5,9 x

6,5 x

6,7 x

11,9 x

3,2 x

2,5 x

2,0 x

1,9 x

2,3 %

3%

2,3 %

t.a

3,9 %

0,8 %

4,4 %

5,7 %

16,3 %

3,2 %

18,4 %

31,5 %

4 hari

38 hari

46 hari

33 hari

2,4 x

3,7 x

4,0 x

7,2 x

5,6 x

8,0 x

10,0 x

29,2 x

Aktiva lancar
Kewajiban lancar
Penjualan bersih
Modal kerja
Total hutang
Modal pemegang saham
Pendapatan usaha
Penjualan bersih
Pendapatan sebelum pajak
Total aktiva
Pendapatan sebelum pajak
Modal pemegang saham
Piutang dagang x 365
Penjualan bersih
HPP
Persediaan rata-rata
Penjualan bersih
Aktiva tetap