Anda di halaman 1dari 16

Glomerulonefritis akut

Dessy Ch. Noelik


102013056

Skenario 5
Seorang anak laki-laki berusia 5
tahun dibawa Ibunya ke klinik
dengan keluhan buang air kecil
berwarna gelap, bengkak di kedua
mata, dan nafas pendek sejak 2 hari
yang lalu.

Anamnesis
Alloanamnesa: Pasien 5 tahun
Susunan pertanyaan:
1. Identitas pasien: Usia?
2. Keluhan utama: sifat keluhan dan berapa
lama?
3. Riwayat penyakit sekarang:
Perjalanan penyakit dan gejala penyerta?
4. Riwayat penyakit dahulu:
Pernah ada sakit apa sebelumnya?
5. Riwayat penyakit keluarga
Di keluarga ada yang seperti ini?

Keluhan utama? Sudah berapa lama?


Kencingnya warna apa? Sehari berapa kali? Sekali
kencing berapa banyak? Ada bau? Ada nyeri?
Bengkak sudah dari kapan? Dimana aja?
Apa ada gejala lain seperti sesak nafas, demam, nyeri
pinggang/perut, sakit kepala, lemas?
Nafsu makan? Perubahan mental?
Riwayat penyakit infeksi sebelumnya ada?
Di keluarga ada yg menderita sakit tenggorokan 2
minggu ini?

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum:
Kesadaran dan sikapnya bagaimana, keadaan gizinya
bagaimana?
Tanda-tanda vital:
Tekanan darah, suhu, frekuensi nadi, frekuensi nafas.
Inspeksi:
Apakah terlihat kesakitan, menunjukan ekspresi
tertentu, adanya malformasi atau kelainan yang jelas.
Tanda trauma atau cara bernafasnya bagaimana? Tanda
anemis atau oedem.

Perkusi
Mengetuk abdomen untuk mengecek asites dengan
test shifting dullness
Palpasi
Menekan dan meraba bagian abdomen. Melakukan test
ballotement untuk merasakan massa pada abdomen
(akan terasa pada ginjal yang membesar). Test indulasi
untuk melihat asites
Auskultasi dapat terdengar suara bising yaitu systolic
bruit pada stenosis atau aneurysma arteri renalis dan
pada GNAPS tes negative

Glomerulonefritis akut

Sindroma nefrotik

Infeksi saluran kemih

Merupakan penyakit yg mengenai


glomeruli kedua ginjal dgn faktor
penyebab antara lain adalah reaksi
imunologis (SLE, infeksi
streptokokus, DM)

Sekelompok gejala yaitu


albuminuria,
hipoalbuminemia,edema,hiperlipide
mia dan lipuria. Etiologi pada anak
adalah idiopatik.

ISK terjadi akibat bakteri patogenik


yang menyerang satu atau lebih
struktur saluran kemih

-Sering pada anak 2-12 th


-Sering pada anak laki-laki
-Urin berwarna merah
terang/kecokelatan
-Proteinuria, hipertensi, edema,
oliguri
-Edema wajah, terutama pada
kelopak mata
-Disebabkan t.u. Oleh
Streptococcus beta haemolyticus
group A Poststreptokokal
Glomerulonefritis
-Terjadi 5-12 hari (rata-rata 10 hari)
setelah infeksi Streptococcus
faringitis/4-6 minggu setelah
impetigo
-Azotemia
-BJ urin meningkat
-LED meningkat

-Proteinuria berat persisten


(alnbuminuria)
>2g/m^2/24 jam
-Hipoproteinuria
Serum albumin <3.0 g/dL
-Hiperkoloesterelemia
>250 mg/dL
-edema (anasarka)/ascites
-Anorexia
-Malaise
-Nyeri abdomen
-Diare (edema intestinal)
-Pulmonal edema/efusi pleura

-Disuria
-Urinary frequency
-1-3% pada anak perempuan
biasanya pada usia 5 th t.u.
Disebabkan oleh Escherichia coli
-1% pada anak laki-laki biasanya
pada usia 1 th t.u. Disebabkan oleh
Proteus sp.
-Enuresis
-Nyeri abdomen/back pain
-Urgency
-polakisuria
-Stranguria
-Urin yg baunya abnormal

-PP : Urinalisis : banyak SDM,


peningkatan SDP, proteinuria. SDM
+ Silinder granular. Kadar kreatinin
serum juga meningkat. Pada GN
dgn penyebab Streptococcus, titer

-PP : Urinalisis : adanya protein,


eritrosit
Pemeriksaan serum protein dan
analisis lipid : hiperlipidemia dan

- PP : Tes dipstik (+) nitrit dan


leukosit, mungkin terdapat
hematuria dan albuminuria;
Pemeriksaan mikroskop :
peningkatan SDP, terlihat bakteri

Epidemiologi
GNPSA ditemukan pada 10% anak
dengan faringitis dan 25% anak
dengan impetigo.
Sering menyerang anak 2-12 tahun.
Anak laki-laki memiliki resiko lebih
besar
Prevalensi meningkat pada anak
yang sosial ekonominya rendah

Etiologi
Ditemukan pada anak berumur 3-7
tahun dan lebih sering mengenai
anak laki-laki
Terjadinya infeksi ekstra renal
terutama di traktus resp bagian atas
dan kulit oleh kuman Streptococcus
beta haemolyticus golongan A

Patofisiolo
gi

Manifestasi Klinis
Hematuria dimana urin berwarna gelap
Edema ringan terbatas sekitar mata, wajah
sembab/ seluruh tubuh
Hipertensi pada 60-70% anak dengan GNA
Terjadi insuffisiensi ginjal akut dengan uremia,
hiperfosfatemia dan asidosis metabolik
Oliguria dan dapat juga terjadi anuria
Gejala tidak spesifik; malaise, letargi, nyeri
perut/pinggang
Mual, muntah, tidak nafsu makan, konstipasi, diare
Suhu badan tidak tinggi, tetapi dapat tinggi sekali
pada hari pertama

Penatalaksanaan

Medikamentosa

Non Medikamentosa

Ab: Penicilin G PO 250mg qid (7-10


hari) akut erythromycin 250mg
qid (7-10 hari)

Istirahat mutlak atau tirah baring


selama 3-4 minggu.

Hipertensi :
- Ringan : tidak diberi antihipertensi
- Sedang : beri hidralazin 0,1-0,2
mg/kgBB/kali atau 0,75
mg/kgBB/hari (4 dosis) PO.
Nifedipin subling 0,25-0,5
mg/kgBB.
- Berat : Klonidin drip 0.002
mg/kgBB/8 jam ditambah 100 ml
dextrose 5% atau nifedipin
subling.
- HTN gejala serebral : reserpin
intramuskulardiuresis 5-10
jam reserpin oral 0.03
mg/kgBB/hari
Diuretik : furosemid IV
1mg/kgBB/kali dalam 5-10 menit
Anuria 5-7 hari keluarkan ureum
dalam darah dialysis
peritoneum/hemodialysis

Diet : Makanan rendah protein


(1g/kgBB/hari) dan rendah garam
(1g/hari).

Komplikasi
GN kronik
Gambaran seperti gagal ginjal akut
dengan uremia, hiperkalemia, dan
hiperfosfatemia.
Peritoneum dialysis
Ensefalopati Hipertensi
Cardiomegali

Pencegahan
Terapi Ab sistemik pada awal infeksi
Streprococcus tenggorokan dan kulit.
Anggota keluarga penderita dengan
GNA dilakukan ujian biakkan
Streptococcus beta haemolyticus
group A obati jika +

Prognosis
Penyembuhan sempurna pada lebih dari
95% anak dengan GNAPS.
Prognosis memburuk bila terjadi : oliguria
atau anuri yang berlangsung beberapa
minggu,
penurunan
GFR,
hipokomplemenemia menetap, kenaikan
circulating fibrinogen-fibrin complexes dan
kenaikan konsentrasi fibrin degeneration
product dalam urin

Kesimpulan
GNAPS infeksi faringitis atau kulit
pada anak
Manifestasi klinis yang paling sering
ditemukan pada anak dengan GNA
adalah hematuria, proteinuria, edem,
hipertensi, dan oligo/anuria.