Anda di halaman 1dari 19

APLIKASI WATER

HEATER
Oleh : Muh. Kadari

Direktorat Jendral perikanan budidaya


Balai Perikanan Budidaya Laut Batam
2016

Pendahulua
n
-Latar belakang
-Tujuan

Latar Belakang
1. Secara umum laju pertumbuhan meningkat sejalan
dengan kenaikan suhu (Kordi dan Andi, 2005).
2. Dari hasil penelitian sebelumnya menunjukkan
bahwa temperatur, oksigen dan aktivitas, paling
besar pengaruhnya terhadap metabolisme (Yushinta,
2008).
3. Sebagai upaya untuk memanfaatkan kawasan pantai
dalam hamparan yang terbatas dan mengurangi
tekanan terhadap sumber daya alam dari kegiatan
penangkapan.

Tujuan
Tujuan dari kegiatan kerekayasaan ini adalah :

mengetahui peranan suhu yang baik terhadap


kelangsungan hidup/ Survival Rate (SR),
pertumbuhan dan kesehatan ikan Kakap Putih (Lates
calcarifer) .

Waktu dan
Tempat

Waktu dan Tempat

Waktu
Tempat

: Agustus sampai Desember 2014


:
Balai Perikanan Budidaya Laut Batam,
Jembatan III Pulau Setoko, Batam, Kepulauan
Riau.

Alat dan Bahan

Alat dan Bahan

Peralatan yang digunakan adalah :

Bahan yang digunakan adalah:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

1.
2.
3.
4.

Bak larva (beton) volume 10 m3


Filter bag
Blower
Sand filter
Selang dan batu aerasi
Water Heater
Thermometer

Larva kakap putih


Phytoplankton
Zooplankton
Artemia

Metode Kerja

Metode Kerja
Bak

Perlakuan

Suhu Bak

Water Heater

Suhu optimum antara 30350C

Kontrol

Suhu ruangan
A

Kapasitas bak pemeliharaan larva masing-masing 10m3


kepadatan larva masing-masing 30ekor/l(300.000ekor/10m3).
penghitungan panjang larva dilakukan setiap 3 hari sekali

Alat pemanasan air media


(water heater)

Metode Kerja

Skema pemberian pakan selama pemeliharaan larva kakap putih

Pergantian air selama pemeliharaan larva kakap putih

Hasil &
Pembahasan

Hasil
Umur
(Hari)
D1
D3
D6
D9
D12
D15
D18
D21
D24
D27
D30
D33
D35

Panjang (mm)
Perlakuan A
1,5
2
4
5
6
8
10
12
15
18
20
22
25

Perlakuan B
1,5
2
4
4
5
7
8
10
12
14
15
17
19

Panjang Rata-rata Larva

Panjang (mm)
30

Panjang Rata-Rata Larva

25
20
Perlakuan A
15

Perlakuan B

10
5
1 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30
Umur (Hari)
0 33 35
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Tingkat Kelulushidupan (SR)

Perlakuan

Jumlah Awal

Jumlah Akhir

SR

Waterheater

300.000

40.500

13.50%

Kontrol

300.000

36.750

12.25%

Pembahasan
Hasil dari kegiatan pertumbuhan panjang pada perlakuan A lebih cepat
dibandingkan dengan perlakuan B. Pada umur 35 hari panjang perlakuan A
mencapai 25mm, sedangkan pada perlakuan B 19mm. Pada perlakuan A tidak
ditemukan adanya penyakit yang menyerang larva. Sedangkan pada perlakuan B
terdapat larva yang terindikasi terserang penyakit (Black body syndrome & Big
belly).

Kesimpulan

Kesimpulan
1. Perlakuan dengan menggunakan water heater memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa
perlakuan suhu(kontrol)
2. Pertumbuhan larva yang dihasilkan dengan menggunakan water heater lebih cepat dibandingkan dengan
tanpa perlakuan hal ini dapat dilihat dari hasil akhir ukuran yaitu 25 mm dan 19 mm.
3. Pada perlakuan menggunakan water heater tidak ditemukan penyakit yg menyerang pada ikan sedangkan
tanpa perlakuan (kontrol) ditemukan penyakit berupa black body syndrome maupun big belly
4. Survival rate (SR) yang dihasilkan juga berbeda dimana dengan perlakuan menggunakan water heater
menghasilkan SR yang lebih tinggi dibandingkan tanpa perlakuan (kontrol), hal ini dapat dilihat dari nilai SRnya yaitu 13,50% dan 12,25%.

THANKS!

Any questions?
You can find me at @username &
user@mail.me

SlidesCarnival icons are editable


shapes.
This means that you can:

Resize them without losing


quality.

Change line color, width and


style.
Isnt that nice? :)
Examples: